The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by desijj250727, 2022-10-19 06:12:47

PROPOSAL PERENCANAAN BISNIS AYAM BROILER (1)_clone

proposal bisnis

Keywords: ayam boiler

PROPOSAL PERENCANAAN BISNIS AYAM BROILER

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Daging ayam merupakan daging favorit hampir semua orang, karena hampir 100% orang
makan daging ayam. Selain rasanya yang enak, daging ayam juga merupakan daging yang bisa
dibeli oleh semua kalangan mulai dari kalangan bawah sampai atas karena harga nya yang cukup
terjangkau. Disisi lain untuk konsumsi daging ayam ini bukan hanya untuk konsumsi individu atau
rumah tangga saja yang membutuhkan, tetapi dibutuhkan untuk warung makan, restoran, dan
fastfood lainnya yang membutuhkan daging ayam sebagai bahan bakunya. Berdasarkan data yang
diambil dari poultry didaerah Jawa 65% daging yang dikonsumsi oleh masyarakat adalah daging
ayam . Tingginya tingkat konsumsi masyarakat terhadap daging ayam, dapat dijadikan sebagai
bisnis.

Usaha peternakan ayam ini merupakan usaha yang berpotensi baik, dalam menghasilkan
daging dan meningkatkan pangan berpotensi pada masyarakat. Peternakan ayam broiler tumbuh
dengan cepat dan dapat dipanen dengan jangka waktu yang singkat. Ayam broiler memiliki
keunggulan genetik yang baik dan apabila ditambah dengan dalam pemberian pakan yang tepat
mampu menghasilkan performa produksi yang maksimal. Selain faktor genetik dan pakan,
keadaankandang sangat memberikan peran yang besar dalam menentukan performa ayam boiler
dan keuntungan yang diperoleh peternak.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa produksi daging ayam broiler atau ras pedaging
di Jawa Barat berjumlah 860.156,13 ton pada tahun 2021. Angka yang tinggi ini menjadikan Jawa
Barat memimpin produksi daging ayam tertinggi pada tahun 2021.

Oleh karena itu hingga saat ini, usaha peternakan ayam boiler adalah usaha yang paling cepat
dan efisien untuk menghasilkan bahan pangan hewani yang baik dan bergizi tinggi. Beberapa hal
yang menjadi penyebabnya antara lain, laju pertumbuhan ayam yang lebih cepat dibandingkan
dengan komoditas ternak lainnya, permodalan yang relatif lebih kecil, penggunaan lahan yang
tidak terlalu luas serta kebutuhan dan kesadaran masyarakat meningkat akan kandungan gizinya
Sehingga kondisi ini menuntut adanya penyediaan daging ayam yang cukup, baik dari segi kualitas
maupun kuantitas.

1.2 Tujuan
Tujuan dari usaha peternakan ayam broiler adalah :
1. Dapat melakukan usaha ayam potong/ pedaging dengan baik dan memberikan manfaat
yang besar.
2. Dapat menjaga kelangsungan usaha dan mengembangkannya.
3. Dapat meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi pengangguran.
4. Mendapatkan keuntungan yang besar dalam usaha ayam pedaging.
5. Sebagai pengetahuan atau menambah wawasan dalam menjalankan usaha.

BAB II
RENCANA WIRAUSAHA BETERNAK AYAM DAGING (BROILER)
A. Lokasi Tempat Usaha
Lokasi Wirausaha yang akan dibangun adalah :
Tempat :……………
Areal :…………….

B. Jadwal Kegiatan
Wirausaha beternak ayam ini akan di mulai pada tahun 2023 mendatang. Dengan
berbagai pertimbangan yang berkaitan dengan rencana bisnis kami.

C. Info Produk
Ayam yang umum dikembangkan sebagai ayam potong adalah ayam ras pedaging atau
broiler. Ayam ras pedaging tersebut merupakan jenis ras unggulan hasil persilangan dari
bangsa-bangsa ayam yang memiliki daya produktivitas tinggi, terutama dalam
memproduksi daging ayam. Selain itu ayam broiler juga memiliki kelebihan karena
hanya dengan waktu 5-6minggu sudah bisa dipanen.

D. Perlengkapan
Untuk memulai usaha dibidang ini, persiapan sarana, prasarana dan peralatan harus
maksimal. Adapun hal yang perlu diperhatikan antara lain :
1. Kandang
Sistem perkandangan yang ideal untuk usaha ternak ayam ras yaitu:
• Persyaratan temperatur berkisar antara 32,2-35º C
• Kelembaban berkisar antara 60-70%
• Penerangan/pemanasan kandang sesuai dengan aturan yang ada
• Tata letak kandang agar mendapat sinar matahari pagi dan tidakmelawan
arah mata angin kencang
• Model kandang disesuaikan dengan umur ayam, untuk anakan sampaiumur
2 minggu atau 1 bulan memakai kandang box, sedangkan untuk ayam remaja

± 1 bulan sampai 2 atau 3 bulan memakaikandang box yang dibesarkan dan
untuk ayam dewasa bisa dengankandang postal atapun kandang baterai.
2. Peralatan
• Litter (alas lantai): Alas lantai/litter harus dalam keadaan kering, maka tidak
ada atapyang bocor dan air hujan tidak ada yang masuk walau angin
kencang.Tebal litter setinggi 10 cm, bahan litter dipakai campuran dari
kulitpadi/sekam dengan sedikit kapur dan pasir secukupnya, atau
hasilserutan kayu dengan panjang antara 3–5 cm untuk pengganti
kulitpadi/sekam.
• Indukan atau brooder: Alat ini berbentuk bundar atau persegi empat dengan
areal jangkauan1-3 m dengan alat pemanas di tengah. Fungsinya seperti
induk ayamyang menghangatkan anak ayamnya ketika baru menetas.
• Tempat bertengger: Tempat bertengger untuk tempat istirahat/tidur, dibuat
dekat dindingdan diusahakan kotoran jatuh ke lantai yang mudah
dibersihkan dariluar. Dibuat tertutup agar terhindar dari angin dan letaknya
lebihrendah dari tempat bertelur.
• Tempat makan, minum dan tempat grit: Tempat makan dan minum harus
tersedia cukup, bahannya daribambu, almunium atau apa saja yang kuat dan
tidak bocor juga tidakberkarat. Untuk tempat grit dengan kotak khusus.
• Alat-alat yang lainnya: Alat-alat rutin termasuk alat kesehatan ayam seperti:
suntikan,gunting operasi, pisau potong operasi kecil, dan lain-lain.
E. Pemilihan bibit dan calon induk
▪ Ada beberapa pedoman teknis untuk memilih bibit/ DOC (Day Old
Chicken)/ayam umur sehari:
▪ Anak ayam (DOC ) berasal dari induk yang sehat.
▪ Bulu tampak halus dan penuh serta baik pertumbuhannya.
▪ Tidak terdapat kecacatan pada tubuhnya.
▪ Anak ayam mempunyai nafsu makan yang baik.
▪ Ukuran badan normal, ukuran berat badan antara 35-40 gram.
▪ Tidak ada letakan tinja diduburnya.

BAB III

ANALISIS INDUSTRI

3.1 Analisis Lingkungan Makro Industri

Menurut David (2009:123) analisis lingkungan eksternal perlu dilakukan untuk
mengembangkan daftar yang terbatas tentang peluang yang dapat memberi manfaat dan ancaman
yang harus dihindari. Analisis eksternal mengungkapkan peluang dan ancaman utama yang
dihadapi perusahaan sehingga manajer dapat memformulasi strategi untuk mengambil keuntungan
dari peluangdan menghindari atau mengurangi dampak ancaman.

Dalam lingkungan makro perusahaan terdapat beberapa faktor seperti kondisi
perekonomian, perubahan demografi, perkembangan teknologi, peraturan pemerintah yang baru
dan faktor eksternal lainnya yang dapat mempengaruhi kebijakan perusahaan. Seluruh faktor
tersebut dianalisis menggunakan model analisis PESTEL (Political, Economic, Social,
Technological, Environmental, and Legal).Analisis PESTEL akan dijabarkan dalam uraian berikut
ini :

1. Politik
Sistem peternakan sekarang ini mendapat perhatian yang cukup bagus

dari pemerintah, hal ini dikarenakan Pemerintah sekarang sedang
menggalakan produk lokal supaya Indonesia tidak lagi mengimpor ayam
dari negara lain dan untuk jangka panjangnya agar Indonesia dapat
mengekspor produk-produk lokal. Kebijakan pemerintah saat ini adalah
bagaimana pemerintah saat ini sedang menaikan kebijakan impor yang
dengan cara menaikan biaya impor, sehingga ini peluang yang bagus
untuk Ayam Broiler Cikarang bisa membuat bisnisnya maju karena
berkurangnya ayam broiler impor yang sering didatangkan dari Amerika,
Brazil, Australia dan Malaysia, Hal demikian tentunya menjadi peluang
yang baik bagi Ayam Broiler Cikarang dalam mengembangkan
bisnisnya.
2. Ekonomi

Tingkat inflasi yang rendah serta laju pertumbuhan ekonomi yang terus tumbuh

berdampak kepada peningkatan daya beli dan peningkatan pertumbuhan masyarakat
kelas menengah yang mengakibatkan kecenderungan masyarakat untuk
mengkomsumsi daging ayam broiler menjadi semakin tinggi. Hal ini tentunya
merupakan peluang yang baik bagi Ayam Broiler Cikarang dalam mengembangkan
usahanya.

3. Sosial
Seiring dengan semakin tingginya tingkat pendidikan dan pengetahuan masyarakat

Indonesia, kesadaran masyarakat akan pola hidup sehat juga meningkat. Masyarakat
mulai memahami pentingnya mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung
nutrisi seperti sayur, daging dan buah. Akan tetapi, daging yang memiliki kandungan
protein yang beredar di pasar sekarang ini juga belum tentu sehat, dikarenakan sebagian
besar peternak menggunakan sistem produksi yang kurang aman. bagi lingkungan dan
bagi kesehatan manusia dengan menggunakan formalin dan suntikan kimia yang
berbahaya .

Kondisi tersebut membuat masyarakat semakin sadar akan pentingnya makanan
yang benar-benar serba alami, bebas dari zat kimia, formalin, hormon, dan suntikan
kimia. Pangan berdasarkan bahan-bahan alami dianggap memenuhi persyaratan
tersebut sehingga tercipta respon positif masyarakat terhadap produk ayam broiler yang
dari dahulu lebih dikenal dengan ayam pedaging / potong yang dipaksakan
pertumbuhan dan dahulu orang lebih takut mengkonsumsi dikarenakan ayam broiler
dikatakan melewati proses suntikan dan makan-makanan yang mengandung senyawa
kimia / zat-zat kimia. Sebagai kesimpulan dapat dikatakan bahwa faktor sosial dalam
lingkungan bisnis ini memberikan peluang bagi Ayam broiler Cikarang, dikarenakan
respon masyarakat untuk mengkomsumsi ayam yang memiliki kesehatan dan bobot
yang bagus adalah sesuatu yang sangat baik

4. Teknologi
Dewasa ini ,kita mengenal yang disebut dengan Bioteknologi, yang

merupakan integrasi antara ilmu pengetahuan dan teknologi untuk
menciptakan produk pangan melalui manipulasi mikroorganisme hidup.

Bioteknologi dalam peternakan ayam yang biasa digunakan adalah
rekayasa genetika dan kultur jaringan, dimana melalui proses tersebut
dihasilkan ayam dengan sifat dan produk unggul yang biasa disebut
dengan ayam broiler yang baik dalam segi kualitas karena sekarang sudah
banyak supplemen dan bahan pakan ayam yang didapat dari bahan-bahan
alami yang mampu menunjang bobot hingga kesehatan pemeliharaan
ayam khususnya broiler

Untuk mengatasi hama penyakit saat ini telah ditemukan berbagai resep yang
digunakan seperti gas infektan yang tidak akan membahayakan kehidupan ayam
didalam kandang maupun setelah di panen hingga dikonsumsi jika dahulu untuk
mengatasi hal ini orang-orang hanya menggunakan semprotan yang membahayakan
seperti formalin yang juga guna membuat kehidupan ayam menjadi lebih awet ketika
dipotong dan juga dapat membasmi penyakit diarea kandang .
Dikarenakan riset dan publikasi peternakan ayam broiler yang menargetkan kesehatan
dan memiliki bobot yang baik,dan di Indonesia masih sangat sedikit, hal ini bisa
menjadi ancaman dan sekaligus tantangan bagi Ayam Broiler Cikarang untuk
mengembangkan bisnisnya .

5. Alam
Segala bahan organik yang digunakan pada peternakan cenderung

tidak merusak alam,bahkan justru memperbaharui alam. Jadi dapat
disimpulkan bahwa proses bisnis peternakan ayam broiler dengan cara
yang benar tidaklah merusak alam, melainkan selaras dengan alam. Dan
hal ini tentunya merupakan peluang bagi Ayam Broiler Cikarang dalam
mengembangkan bisnisnya karena bisnis ramah lingkungan sangat
dinanti-nantikan oleh konsumen.

6. Hukum
Faktor hukum yang penting dalam peternakan ayam broiler adalah

produk ayam yang dihasilkan adalah ayam yang memiliki kadar
pemeliharaan yang sehat dan menggunakan bahan-bahan yang tidak
membahayakan sebagaimana layak dan halal, dikarenankan banyak
peternak yang nakal dengan menyuntikan pembesaran untuk ayam
sehingga membahayakan dan itu mangandung penyakit didalam tubuh
manusia yang telah mengkonsumsinya.

Hal ini tentunya menjadi ancaman sekaligus hambatan bagi Ayam Broiler Cikarang
dalam menjalankan usahanya, mengingat perusahaan masih tergolong skala menengah dan
dengan modal yang terbatas.

3.2 Analisis Lingkungan Persaingan Bisnis

David (2009:145) menyatakan bahwa model lima kekuatan Porter tentang analisis
kompetitif merupakan pendekatan yang digunakan secara luas untuk mengembangkan strategi
dalam banyak industri. Terdapat lima kekuatan yang akan dianalisis yaitu persaingan
antarperusahaan sejenis, potensi pengembangan produk substitusi, kekuatan tawar-menawar
pembeli/ konsumen, kemungkinan masuknya pesaing baru dan kekuatan tawar-menawar penjual/
pemasok. Analisis yang dilakukan nantinya akan menghasilkan ancaman atau peluang yang
dikontribusikan oleh masing-masing kekuatan terhadap industri yang dianalisis.

1. Persaingan Antar Perusahaan Pesaing
Persaingan antar bisnis peternakan ayam broiler cukup ketat, dikarenakan banyaknya
bisnis sejenis. Peternakan ayam yang ada di daerah Cikarang , Cibitung, Tambelang dan
sebagainya menjadi pesaing dalam bisnis Ayam Broiler Cikarang. Jadi dapat disimpulkan
bahwa industri peternakan ayam broiler memiliki intensitas persaingan yang cukup tinggi.
Hal ini tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi bisnis peternakan Ayam Broiler
Cikarang.

2. Daya Tawar Konsumen

Untuk konsumen yang ada di Bekasi terdapat banyak pilihan ayam yang beragam mulai
dari jenis ayam kampung hingga ayam broiler dengan harga yang tidak terlalu jauh
berbeda, dimana hal ini tentunya membuat konsumen lebih mudah untuk beralih ke merek
pesaing. Selain itu seiring dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, akan
memberikan kemudahan bagi konsumen untuk mengakses informasi mengenai harga dan
variasi produk ayam di Indonesia. Maka dapat disimpulkan bahwa, kekuatan tawar
menawar konsumen berada di posisi yang tinggi dan akan menjadi ancaman yang cukup
besar bagi Ayam Broiler Cikarang.

3. Daya Tawar Pemasok
Sehingga dikarenakan pasokan untuk pakan, benih, dan alat alat peternakan cenderung
banyak dan tersedia, maka dapat disimpulkan kekuatan daya tawar menawar pemasok
untuk peternakan ayam cukup rendah. Dimana hal ini tentunya akan menjadi peluang bagi
Lembah Ayam Cipanas dalam mengembangkan bisnisnya.

4. Kemungkinan Masuknya Pesaing Baru
Permintaan produk ayam broiler yang terus meningkat dari tahun ke tahun

menandakan adanya prospek yang cukup bagus untuk bisnis peternakan ayam broiler.
Prospek yang bagus ini menyebabkan banyak pengusaha agribisnis melirik ke sektor
peternakan ayam broiler. Pesaing – pesaing baru dalam industri ini dapat masuk dengan
skala usaha yang kecil dan dengan modal yang tidak terlalu besar, Hal ini menyebabkan
biaya modal produksi ayam broiler tidak terlalu besar.

Selain itu untuk peternakan broiler sendiri juga tidak memerlukan aplikasi
teknologi yang kompleks seperti untuk kasus ayam kampung. Untuk teknik budidaya ayam
sejatinya bisa dipelajari dari sharing pengalaman antar praktisi peternak broiler dan dari
buku-buku peternakan broiler sehingga tidak memerlukan penggunaan teknologi yang
kompleks.

Berdasarkan uraian di atas dapat diketahui bahwa budidaya peternakan ayam
broiler sejatinya tidak memerlukan modal yang besar, tidak memerlukan teknologi yang
kompleks, dan dapat dipelajari secara mandiri melalui buku-buku dan dari pengalaman
praktisi ayam broiler. Hal ini berarti hambatan masuk bagi pesaing baru dalam peternakan

ayam broiler cukup kecil. Jadi dapat disimpulkan bahwa kemungkinan masuknya pesaing
baru dalam industri peternakan ayam broiler sangat tinggi dan tentunya hal ini akan
menjadi ancaman sekaligus tantangan bagi Ayam Broiler Cikarang.

5. Potensi Pengembangan Produk
Produk pengganti yang dapat mengganti / mensubstitusi peternakan ayam broiler

secara semi modern tentunya adalah secara produk ayam vegetarian yang berbahan tempe.
Dimana peternakan ayam vegetarian ini memiliki beberapa keunggulan dibandingkan
ayam broiler antara lain, dari segi kesehatan ayam vegetarian yang dibuat berbahan dasar
tempe memiliki tingkat kesehatan yang sangat baik dikarenakan bahan yang dibuat
menggunakan bahan-bahan organik atau tidak menggunakan bahan-bahan kimia sehingga
mulai saat ini khususnya kalangan orang tua mulai beralih ke ayam vegetarian walaupun
sudah ada restoran yang menyediakan ayam vegetarian tetapi untuk saat ini belum banyak
juga dari kalangan masyarakat yang mengkonsumsi umumnya yang memakan ayam
vegetarian ini adalah orang yang memilih hidup dengan tidak memakan daging atau disebut
vegetarian dan juga harga yang ditawarkan pada ayam vegetarian juga cukup mahal.

Dapat disimpulkan bahwa meskipun potensi produk ayam vegetarian dengan
produk ayam dengan semi modern untuk ayam broiler memang ada, namun hal ini bukan
menjadi ancaman bagi pengusaha peternakan ayam yang menggunakan cara semi modern
dikarenakan produk ayam broiler semi modern memiliki keunggulan tersendiri
dikarenakan yang memakan ayam vegetarian ini masih sedikit dan juga harga yang
ditawarkan sangat mahal sehingga tidak terjadi benturan dengan produk substitusi yang
berarti peluang bagi Ayam Broiler Cikarang untuk mengembangkan bisnis peternakan
ayam broiler .

3.3 Analisi SWOT

Menurut Kotler dan Armstrong (2008:64), analisis SWOT diperlukan perusahaan untuk
menganalisis pasar dan lingkungan pemasarannya agar menemukan peluang yang menarik dan
mengidentifikasi ancaman dari lingkungannya. Perusahaan juga harus menganalisis kekuatan dan
kelemahan internalnya serta tindakan perusahaan saat ini dan yang mungkin dilakukan dan
menentukan peluang mana yang paling baik untuk dikejar.

MATRIKS SWOT

Strength ( S ) Weakness ( W )

1. Pakan yang 1. SDM

berkualitas 2. Pemasaran

2. Bibit/DO
3. Lokasi

S C yang

W berkualita

O s.

T
3. Harga

4. Vitami

n atau

supple

men

Opportunity ( O ) STRATEGI SO STRATEGI WO

1. Pasar yang masih 1. Menghasilkan 1. Mempelajari

luas ayam yang perkembangan teknologi

2. Kekuatan daya berkualitas peternakan untuk
tawar pemasok dan memiliki
yang cukup kesehatan mengoptimalkan
rendah yang baik.
produksi (W1,

O2,O3,O5)

3. Adanya Asosiasi (S1,S2,S4,O4, 2. Memanfaatkan teknologi
peternakan ayam O5) yang sedang berkembang
broiler .(W2,O3,O5)
2. Terus
4. Keadaan Ekonomi memberikan 3. Mencari agen besar sehingga
Indonesia yang produk terbaik ayam dapat dipasarkan
berangsur angsur serta secara luas (W2,O3,O5)
stabil. mengembangka
n peternakan
5. Teknologi yang sehingga dapat
semakin bersaing dengan
berkembang perusahaan
yang lebihbesar
.

(S1,S2,S4,01,04)

Threat ( T ) STRATEGI ST STRATEGI TW

1. Semakin 1. Menggunakan 1. Memiliki Manajer

meningkatnya metode Produksi yang akan

persaingan dalam pemeliharaan mengotrol pemeliharaan

Industri yang baik diikuti ayam yang disesuaikan

2. Kemudahan pemberian dengan rencana
memasuki industri
peternakan ayam vitamin dan pemeliharaans. (W1,T3)
broiler
supplemen yang
3. Penyakit pada
ayambroiler tepat 2. Melakukan diversifikasi
tak terkait dengan
guna.(S1,S2,S4,T memanfaatkan fasilitas
perternakan yang ada (
3,T4)

2. Memberikan

4. Cuaca Ekstrim konsumsi yang W2, T1,T2)

bermutu untuk

ayam yang

dipelihara
sehingga
memiliki produk
yang berkualitas
(S1,S2,S4,T1,T2,
T3)

3. Terus
mengembangkan
produk yang
berkualitas agar
terus bersaing
.(S1,S2,S3,S4,T1,
T2,T3
,T4)

BAB IV

RENCANA PEMASARAN DAN ANGGARAN BIAYA

4.1 Rencana Pemasaran

A. Segmentasi Pasar

Pemasaran adalah sebagai proses dimana perusahaan menciptakan nilai bagi pelanggan dan
membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan dalam rangka untuk menangkap kembali nilai dari
pelanggan sebagai imbalan atau masukan buat perusahaan.

1. Segmentasi Geografis
Membagi pasar menjadi unit geografis yang berbeda seperti negara, negara bagian,
wilayah, kabupaten, kota, atau lingkungan sekitar. Adapun target pasar Ayam Broiler
Cikarang adalah masyarakat yang tinggal di sekitar Kabupaten Bekasi dan sekitarnya.

2. Segmentasi Demografis
Membagi pasar menjadi kelompok berdasarkan variabel seperti jenis kelamin, usia, ukuran
keluarga, siklus hidup keluarga, pendapatan, pekerjaan, Pendidikan, agama, ras.
• Usia : Ayam broiler bisa dikonsumsi oleh semua kelompok usia.
• Jenis Kelamin: Ayam broiler dapat dinikmati baik gender laki-laki maupun
perempuan.
• Pendapatan : Target pasar perusahaan adalah individu yang memiliki pendapatan
>Rp 2.000.000, dimana UMR kabupaten Bekasi cukup tinggi jika dibandingkan
dengan wilayah lain. Ayam broiler juga terbilang cukup terjangkau sehingga bisa
dibeli oleh masyarakat menengah kebawah.

B. Targeting

Target pasar adalah proses mengevaluasi daya tarik setiap segmen pasar dan memilih satu atau lebih
segmen untuk masuk. Dalam hal ini yang menjadi target pasar dari Ayam Broiler Cikarang adalah
masyarakat perkotaan yang tinggal di kota-kota besar yang ayam merupakan makan pokok sehari atau
makanan yang wajib ada dalam menu makanannya, karena ayam broiler merupakan bahan baku makanan

yang tidak mahal seperti ayam kampung sehingga yang penghasilan minimal Rp. 2.000.000 per bulan
dapat menikmati ayam broiler sebagai makanan sehari-hari. Perusahaan juga menargetkan ayam broiler
dapat masuk ke tempat-tempat makan yang menjadikan ayam sebagai bahan baku nya. Kita ketahui
sendiri bahwa hampir setiap tempat makan diperkotaan umumnya memakai ayam sebagai bahan baku
nya.

C. Distribusi

Distribusi adalah kumpulan organisasi yang saling bergantung satu sama lain untuk membantu
proses produk atau jasa yang tersedia untuk digunakan atau dikonsumsi oleh konsumen atau pengguna
bisnis. Ayam Broiler Cikarang mendistribusikan ayamnya melalui agen atau broker.

D. Promosi

Promosi adalah hasil penggabungan alat promosi secara spesifik yang digunakan oleh perusahaan untuk
dapat mengkomunikasikan nilai pelanggan secara persuasi dan membangun hubungan pelanggan.
Promosi yang digunakan melalui Facebook dan Website dan juga e-commerce lain.

Analisa Usaha Ternak Ayam Potong 1000 Ekor

Para peternak dan pelaku usaha ayam potong perlu untuk melakukan analisa usaha
agar mengetahui gambaran secara sekilas sekaligus mempersiapkan kebutuhan biaya
demi kelancaran usaha ternaknya.

Pentingnya melakukan analisa adalah mengetahui tingkat keuntungan sehingga
mempermudah pencapaian target beternak ayam broiler hingga 1000 ekor terlaksana.

Proses analisa usaha ayam potong meliputi proses perencanaan, riset pasar,
menghitung harga perkiraan pasar, hingga mengevaluasi usaha tersebut.

Hasil dari analisa usaha adalah data. Data berasal dari proses mengkalkulasi
keuntungan, memperkirakan kerugian, dan melakukan ekspansi usaha melalui rencana
penambahan jumlah bibit.

Selain melakukan analisis, kita perlu juga mengetahui harga pasar melalui riset pasar.
Riset pasar perlu untuk mengetahui estimasi banyaknya produk yang bisa terjual.

Selain itu dapat juga mengetahui selera konsumen, kisaran harga yang tepat, daerah
mana saja yang bisa memproduksi produk, sampai desain kemasan.

Modal & Biaya (Modal Tetap, Biaya Operasional, Biaya Penyusutan)

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari usaha ternak ayam broiler.

Sebaiknya dapat dimulai dengan membeli bibit 1000 ekor, berikut Chickin Indonesia
buatkan analisis usaha ternak ayam 1000 ekor dari aspek modal dan biaya.

Analisis ini menggunakan harga yang tidak real (tidak sebenarnya) dan hanya
perkiraan, namun kalian dapat memperhitungkan sendiri sesuai dengan harga di
pasaran.

Berikut merupakan rincian modal dan biaya usaha ayam untuk 1000 ekor:

Modal Tetap

Memiliki pengertian yakni segala jenis aset fisik yang riil mencakup aset investasi dan
modal (seperti pabrik, bangunan, kendaraan, dan peralatan) yang diperlukan dalam
memulai dan menjalankan bisnis.

Modal tetap dalam produksi cenderung tidak berubah meskipun ada perubahan jumlah
daging yang dihasilkan. Rincian biaya modal tetap, antara lain:

Keperluan Nominal
Pembuatan Kandang Rp. 17.000.000
Tempat makan (72 buah) Rp. 2.260.000
Tempat minum (48 buah) Rp. 3.220.000
Pipa paralon (20 batang) Rp. 2.200.000
Tabung gas (4 buah) Rp. 1.300.000
Lampu bohlam (18 buah) Rp. 400.000
Sekop Rp. 50.000

Gasolin / Pemanas (4 buah) Rp. 2.600.000
Kabel (100 meter) Rp. 300.000
Total Rp. 29.330.000

Biaya Operasional

Merupakan biaya yang terus keluar secara kontinyu dalam menjalankan bisnis dan
produksi.

Biaya operasional tidak memiliki kaitan langsung dengan produk usaha, namun memiliki
peran penting karena berhubungan erat dengan kegiatan operasional perusahaan
setiap harinya.

Rincian biaya operasional usaha ternak ayam:

Keperluan Nominal
Pembelian bibit ayam Rp. 9.000.000
Pakan ternak Rp. 4.200.000
Vaksin, vitamin, obat, disinfektan Rp. 750.000
Isi tabung gas Rp. 300.000
Biaya listrik Rp. 400.000
Gaji Pegawai (2 orang) Rp. 6.000.000
Total Rp, 20.650.000
Tabel Biaya Operasional

Secara umum rumus dalam menghitung modal usaha ternak ayam potong hanya
memerlukan total modal tetap dan total biaya operasional.

Berdasarkan perhitungan diatas maka total biaya untuk membangun usaha ternak
ayam potong adalah Rp. 49.980.000

Biaya Penyusutan

Biaya penyusutan kandang merupakan komponen biaya tetap tertinggi yang harus
dikeluarkan peternak selama produksi.

Dalam usaha ternak ayam broiler, biaya penyusutan menyangkut biaya penyusutan
kandang, dan penyusutan peralatan.

Perhitungan dari nilai penyusutan kandang yakni dengan membagi biaya untuk
investasi kandang dan infrastruktur penunjang seperti peralatan dalam periode
pemakaian kandang tersebut.

Kandang dan peralatan yang sudah ada pada saat ini umumnya memiliki jangka waktu
pemakaian sekitar 3 – 10 tahun dengan nilai rata-rata saat ini sekitar Rp. 70.000/ekor.

Dengan perhitungan masa pakai misal 10 tahun (7 periode), maka penyusutan investasi
awal sama dengan Rp.70.000 : 7 periode : 20 kg bobot ayam per periode. Sehingga
nilai penyusutan investasi yang didapat adalah Rp 500,-/kg.

Estimasi Keuntungan Usaha Ternak Ayam Potong 1000 Ekor

Dari 1000 ekor ayam biasanya jumlah panen hanya berkisar 966 ekor.

Berdasarkan tabel harga di atas, dengan menggunakan asumsi setiap ayam memiliki
berat rata-rata 2 kilogram per ekornya dengan harga jual Rp.32.000 per kilogram.

Maka hasil penjualan sekali panen yakni Rp.32.000 dikali 1932 kilogram (berat 966 ekor
ayam) sehingga hasil penjualan sebesar Rp.61.824.000

Dalam menghitung rumus keuntungan bersih sebagai berikut:

Hasil Penjualan – Modal Usaha = Keuntungan Bersih
Rp.61.824.000 – Rp 49.980.000 = Rp. 11.844.000
Tabel Estimasi Perhitungan

Maka estimasi keuntungan yang didapat dari usaha ternak ayam potong 1000 ekor
dalam sekali panen dapat diperkirakan mencapai Rp.11.844.000 hanya dalam jangka
waktu 2 bulan.


Click to View FlipBook Version