The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Cerita Fantasi Lionel Dimas S.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by 21.dimasdimasdimas, 2020-10-22 01:40:49

Cerita Fantasi

Cerita Fantasi Lionel Dimas S.

Nama : Lionel Dimas S.

No Absen : 21

Rainy Girl

Namaku Anita, aku dikenal sebagai gadis pembawa hujan sekaligus
gadis pembawa sial.

“pergi kau dari tempat ini!”
“Jangan ke sini… nanti pakaianku tidak bisa kering!”
“Dasar, pembawa hujan sial!”
Cemoohan seperti itu sudah merupakan makananku sehari hari.

Aku memang terlahir dengan sebuah keunikan. Aku tak pernah melihat
bagaimana bentuk matahari, seterang apa cahayanya dalam menyinari
bumi ini. Hari hariku hanya dipenuhi awan gelap yang membuat orang
orang di sekitarku membenciku. Kulitku pucat layaknya mayat yang
hidup kembali. Tatapan mataku seakan kosong dan dipenuhi oleh
kesedihan. Sudah kucoba pergi ke orang orang yang dipercaya pintar
dan memiliki kekuatan magis, namun tak ada satu pun yang bisa
menghilangkan keunikanku ini.

“Ma, kenapa aku harus jadi seperti ini.. kenapa harus anita?” tanyaku
kepada mama yang mengemasi baju bajuku
“Anita, kamu harus sabar ya, mungkin ini merupakan cobaan dari tuhan”
kata mama menghibur

Entah sejak kapan aku menyandang gelar wanita hujan, hanya setauku
sewaktu ayahku masih hidup aku masih sempat melihat terangnya
matahari. Namun hal itu sudah terjadi sangat lama, bahkan aku tak
dapat mengingatnya lagi.

Di sekolah aku pun selalu dikucilkan. Tak ada seorang pun yang
mendekat denganku. Terkadang, suasana sedih membuatku merasa
tertekan dan cuaca menjadi hujan lebat. Bahkan ketika aku sedang
senang bersama mama hujan juga turun. Maka untuk meredam hujan
aku jarang merasakan kesedihan dan kebahagiaan.

“hei, Anita! Mau pulang bareng gak?” tawar seorang pria berbadan tinggi
jangkung dengan senyum ramah
“a..aku?” ucapku sambil telunjuk mengarah ke diriku
“siapa lagi kalau bukan kamu.. kan Cuma kamu yang punya nama Anita
di sini…” ucapnya

Pria itu bernama Reza, aku tak pernah menyangka cowok populer
seperti dia akan menyapaku, bahkan tak pernah terbersit di pikiranku dia
akan mengajakku pulang bersama.

“ta.. tapi kalau kita pulang bersama, nanti hujan turun akan repot..”
kataku
“memang apa pengaruhnya hujan sama kamu?” tanyanya bingung
“memang kamu tak pernah mendengar dari yang lain tentang aku yang
membawa hujan?” tanyaku
“kamu? Membawa hujan?? Keren sekali!!!” katanya terkesan
“tapi pokoknya sekarang kita pulang dulu!” tangannya menggenggam
tanganku dan mulai berlari menuju parkiran

Cowok aneh, dia populer tapi aneh. Tapi, dari sekian banyak orang yang
sudah kutemui, baru dia orang yang memuji keunikanku, bahkan dia
orang yang pertama kali pulang bersamaku. Mungkin dia bisa menjadi
teman pertamaku.

Kami pun mulai kenal satu sama lain, aku merasa kekosonganku terisi
dengan kehadiran Reza di kehidupanku. Namun aku tak melihat adanya
perubahan dari cuaca di sekitarku.

Hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan berlalu. Aku dan
Reza menjadi sepasang kekasih. Dia menerima semua kekuranganku,
bahkan dia merubah kekuranganku menjadi kelebihan baginya.
Tanpa aku sadari, untuk pertama kalinya setelah sekian lama, aku
melihat matahari terbenam dengan mata kepalaku sendiri. Awan benar
benar menghilang dari langit, tak ada tanda tanda adanya turun hujan.
Aku sangat menikmati kehidupan yang seperti ini. Bahkan semenjak
cuaca menjadi normal, teman teman seperti mulai menerima diriku
dengan ramah.

Namun, hal tersebut hanya terjadi beberapa bulan saja. Diriku yang tak
pernah kembali menangis menjadi pusat permasalahan lagi bagi orang
lain. Kekeringan melanda di sekitarku. Air menjadi kurang, sumur sumur
mengering, mata air pun menjadi kering.
Aku bahkan tak sadar bagaimana itu bisa terjadi. Aku merasa semua ini
bukan ulahku, namun semua orang berpikir lain. Semuanya berpikir
bahwa aku yang selalu ceria menjadi penyebab tak pernah turunnya
hujan tersebut.

“Dear, aku mau bicara denganmu” kataku
“ngomongin apa sih honey?” tanya reza yang memanggilku dengan
panggilan sayangnya
“sebenernya… aku mau putus sama kamu…” kataku tanpa ragu

“kenapa nit?” panggilannya berubah seusai aku berkata seperti itu
“aku… akan kembali menjadi wanita hujan” kataku

Aku pun pergi meninggalkan Reza, dan bersiap untuk pergi dan tak
akan menemuinya. Tangisanku tak terhentikan, Reza mencoba
mengejarku namun aku segera menaiki bus kota. Kembali lagi aku
melihat gumpalan awan yang memenuhi langit dan turun sebagai hujan.
Diriku yang sempat bahagia, kembali mengalami kesedihan yang sangat
menyayat. akhirnya hujan lebat turun menjadi kebahagiaan bagi orang
orang di sekitarku yang mengalami kekeringan. Diriku kembali menjadi
Rainy Girl.


Click to View FlipBook Version