The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

DIKLAT PENYULUH BERBASIS TIK [Autosaved]

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by pardameanbuaton1, 2021-05-27 22:08:37

DIKLAT PENYULUH BERBASIS TIK [Autosaved]

DIKLAT PENYULUH BERBASIS TIK [Autosaved]

BERLITURGI YANG INDAH DAN
ANGGUN

By : Pardamean Buaton

1.Liturgi : Perayaan Iman

Kata Liturgi terdiri dari Bahasa Yunani : “Leitourgia”.akar kata dari “ergon” = karya dan “leitos”
= bangsa,

➢ berarti Leitourgia = pelayanan yang dibaktikan bagi kepentingan bangsa.
➢ Kemudian pada abad II SM kata ini mendapat arti kultis atau ibadat.sehingga kata leiturgia ini

menjadi “Perayaan misteri karya penyelamatan Allah dalam Kristus,yang dilaksanakan oleh
Yesus Kristus,Sang Imam Agung,bersama Gereja-Nya didalam ikatan Roh Kudus.
➢ Dengan pemahaman di atas,liturgi bukan sekedar peraturan tetapi didalamnya termaktum
sebagai perayaan iman dan hidup

Yang termasuk dalam acara liturgi adalah :
▪ Semua perayaan Sakramen
▪ Ibadat sabda ( ibadat tanpa ekaristi )
▪ Ibadat harian ( brevir ) yaitu : Doa Gereja yang didoakan 5 waktu dalam sehari ( dilakukan oleh

biarawan dan biarawati,tetapi awam juga diharapkan melakukannya ( SC.84,87.)
▪ Sakramentali,yaitu ibadat berkat dengan pelbagai perayaan ( SC,60 )

2.Liturgi Perjumpaan dengan Allah

Susunan Liturgi

1.Ritus Pembuka
➢ Merupakan persiapan liturgi Sabda dan Ekaristi
➢ Membantu umat agar dapat bersekutu dalam ibadat supaya umat dapat mendengarkan sabda Tuhan dan

merayakan Ekaristi dengan sebaikbaiknya

Ritus pembuka terdiri dari :
1. Perarakan Masuk
▪ Setelah umat berkumpul,para petugas bergerak bersama menuju

pengimaman atau tempat petugas liturgi
▪ Perarakan ini menyatakan dimensi kebersamaan umat Allah yang

sedang berjiarah dan juga merupakan kesiap sediaan untuk secara aktif
menyambut dan menanggapi tawaran kasih karunia Allah yang selalu
ada di depan kita
▪ Selama perarakan umat berdiri tegap sebagai pertanda sikap hormat
pada Imam sebagai wakil Kristus yang hadir di tengah umat

Catatan : bila dipakai dupa,maka pendupaan dilakukan sebelum perarakan

2.Lagu Pembuka
▪ Dilakukan untuk mengiringi perarakan dan juga untuk memperdalam

persatuan umat yang berhimpun menghantar masuk kedalam misteri dari
masa liturgi atau pesta yang dirayakan ( PUBM,25,PUMR,47 )

3. Penghormatan Altar
▪ Setibanya di panti imam,imam,diakon dan para pelayan menghormati Altar

dengan membungkuk khidmat
▪ Kemudian sebagai tanda penghormatan,imam mencium Altar…( PUMR,49 )

4.Tanda Salib
▪ Setelah penghormatan Altar,imam sambil berdiri di depan tempat duduk

bersama umat membuat tanda salib ( PUMR,50 )
▪ Tanda salib merupakan tradisi Kristen dan menjadi kebanggaan dan

kekuatan meskipun bagi orang Yahudi salib merupakan batu sandungan dan
bagi orang Yunani merupakan kebodohan ( bdk 1Kor 1:18,23 )

5.Salam
▪ “Tuhan sertamu”Merupakan ekspressi kehadiran Tuhan dalam seluruh umat

yang berhimpun ( PUBM,28,PUMR,50 ) kemudian umat menjawab “Dan
sertamu juga”

6.Pengantar
▪ Penjelasan pendek untuk mengarahkan hati umat pada misteri yang dirayakan
▪ Penyadaran akan kehadiran Roh Kudus di dalam hati umat sekaligus menggugah semangat tobat untuk persiapan batin

akan Perayaan Ekaristi

7.Upacara Tobat
▪ Dalam Mat 5:23-25 Kristus mengundang kita untuk berdamai dengan sesama sebelum menyampaikan kurban

8.Tuhan Kasihanilah
▪ “Kyrie” – Tuhan Kasihanilah merupakan pujian kepada Tuhan yang Maharahim dan memohon belaskasih-Nya

9.Gloria
▪ Gloria-Kemuliaan disebut juga doksologi dan mada Kristen purba yang mengambil pola Mazmur-Kidung.
▪ Dilakukan menjadi bagian tetap misa mingguan kecuali pada masa advent dan prapaska

10.Doa Pembukaan ( collecta )
▪ Collecta ( colligere )merupakan doa mengumpulkan Bersama-sama segala intensi kaum beriman,karenanya diberi waktu

kepada umat untuk berdoa dulu dalam hati sebelum imam mengucapkan doa
▪ Merupakan kesimpulan dan puncak pembuka upacara ( PUBM,32,PUMR,54 )

LITURGI SABDA

1.Arti dan Tujuan Liturgi Sabda
▪ Liturgi Sabda merupakan bagian integral dari liturgi “Iman timbul dari pendengaran dan pendengaran oleh firman

Tuhan” ( Rm 10:17 )
▪ Kristus hadir ditengah kaum beriman melalui sabda-Nya ( PUBM,33,PUMR,55 )

2.Hubungan Ibadat Sabda dan Ekaristi

▪ Kaitan Ibadat sabda dan Ekaristi disebut juga “Misteri dua meja”yaitu meja altar roti dari surga dan meja hukum
Allah yaitu sabda Allah.

3.Susunan Bacaan
▪ Pada Hari Minggu dan Hari Raya selalu tersedia tiga bacaan yaitu dari PL,PB dan Injil ( PUBM,318,PUMR,357 )
a. Bacaan I : Pada Hari Minggu dan Hari Raya dari PL untuk mempersiapkan prinsip kepenuhan nubuat nabi atau

kesinambungan tema,sementara pada hari biasa hanya ada satu bacaan dari PL atau PB.
b. Mazmur Tanggapan : merupakan perpanjangan dan tanggapan dari bacaan I
c. Bacaan II : Agar umat dapat menemukan bagaimana Gereja purba menghidupi iman Kristianinya
d. Alleluya-Aklamasi Injil : Mengungkapkan kegembiraan Paska,Alleluya dinyanyikan sepanjang tahun kecuali pada

masa Prapaska diganti dengan aklamasi pujian yang setingkat dengannya.
e. Injil : Merupakan titik puncak dalam liturgi sabda,PUBM 41 : Pembacaan injil harus dijalankan dengan sangat

hormat,sebab bacaan dari Injil lebih mulia dari bacaan lain

f. Homili : PUBM,41,PUMR,65 : Merupakan bagian liturgi dan sangat di anjurkan karena ini juga semangat orang
Kristen dan juga merupakan penjelasan tentang bacaan dari KS.

g. Pengakuan Iman : syahadat ( credo ) ( Aku Percaya ) merupakan ringkasan sejarah suci keselamatan mulai dari
Penciptaan,Penjelmaan,Kebangkitan,Kedatangan Roh Kudus,Misteri Gereja,Sakramen sampai hidup
kekal.Ini diatur dalam PUMR,67.

h. Doa Umat : Merupakan juga bagian liturgi dan mempunyai struktur 1.Untuk kepentingan Gereja,2.untuk para penguasa
negara dan kesejahteraan umum,3.untuk orang-orang yang sedang menderita,4.untuk umat setempat

LITURGI EKARISTI

▪ Bagian inti liturgi adalah Ekaristi : di atas altar Yesus menyerahkan diri-Nya secara total kepada Bapa dan
menjadi keselamatan bagi umat manusia

▪ Inti perayaan adalah pertemuan Kristus dengan umat manusia ( PUBM,48,PUMR,72 )
1. Persembahan : Persembahan pertama dan utama adalah roti dan anggur yang akan diubah menjadi tubuh dan darah

Kristus,pada kesempatan ini juga umat menghantar persembahan-pemberian sebagai tanda syukur kepada Tuhan
2. Nyayian persembahan : dilakukan pada saat mengantar persembahan sampai tertata di altar PUMR,74
3. Doa atas persembahan : merupakan jembatan untuk sampai kepada Doa Syukur Agung PUBM,53,PUMR,77
4. Doa Syukur Agung : PUBM,54,PUMR,78,merupakan pusat dan puncak Ekaristi,didalamnya Gereja mempersembahkan

pujian syukur kepada Allah Bapa yang mencipta alam semesta dan ter istimewa menyelamatkan umat manusia.

▪ Didalam Doa Syukur Agung terdapat :
➢ Prefasi : dengan lantang imam menyebut “Tuhan Sertamu”
➢ Kudus : PUBM,55b,PUMR,79b :Seluruh umat menggabungkan diri dengan para malaikat di sorga
➢ Doa Epiklesis : memohon tyurunnya kuasa Allah yang penuh daya.PUBM,54c,PUMR 79c
➢ Kisah Institusi / Pendirian : pengulangan kata-kata dan tindakan Kristus,didalam memimpin Ekaristi,Imam bertindak “

Impersona Kristi”yaitu dalam pribadi Kristus yang menunjukkan suatu kesamaan sacramental seorang imam
dengan Imam Agung yaitu Kristus.

➢ Seruan Anamnesis : mengamini misteri kematian,kebangkitan dan kedatangan Kristus
➢ Doa-doa Permohonan : doa yang mempunyai wujud khusus : bagi arwah,para Kudus,pimpinan Gereja dan seluruh umat
➢ Doksologi : Merupakan penutup Doa Syukur Agung.

5. Upacara Komuni
a) Doa Bapa Kami
b) Embolisme dan Doa Damai
c) Pemecahan Roti
d) Pencampuran Roti dan Anggur
e) Anak Domba
f) Undangan menyambut Tubuh dan Darah Kristus
g) Pembagian dan penerimaan Tubuh dan Darah Kristus
h) Doa sesudah Komuni

6. Ritus Penutup ( Berkat Pengutusan )
▪ Bertujuan agar perayaan sungguh mempunyai arti dan pesan untuk hidup terdiri dari :
➢ Pengumuman
➢ Salam-Berkat
➢ Pembubaran Umat
➢ Penghormatan Altar
➢ Perarakan Pulang yang di iringi dengan lagu.

Sekian dan terimakasih
Tuhan Yesus Memberkati

Doloksanggul,25 Mei 2021

Disalin dari Buku Mengenal Gereja Katolik Karangan P.Octavianus Situngkir,OFMCap Ketua

Komisi KOMKAT KAM oleh Pardamean BuatonSumatera Utara


Click to View FlipBook Version