Be Mine Caroline
1 Kata Pengantar Dalam cerpen ini, kita akan menelusuri perjalanan seorang perempuan yang pindah ke sekolah baru di tengah semester, serta pertemuannya yang tak terduga dengan seorang laki-laki di sana. Mari kita jelajahi dinamika hubungan yang muncul dalam kisah ini. Semoga cerita ini menghibur anda. Selamat menikmati cerita ini! Salam hangat, Caroline
2 Daftar Isi Kata Pengantar.........................................1 Daftar Isi..................................................2 Prolog ......................................................3 “Hari pertama pindah ke sekolah baru” ....5 “Bestie Baru; Modus” ............................16 “Papaku Lucu; Pepet teross” ..................25 “Class Meeting dimulai; Perhatian”........32 “Papa Saranghae; Jadian Ga?”................37
3 Be Mine Cerpen by Caroline Prolog Sekolah baru selalu membawa tantangan, terutama saat semester sudah berjalan dan kebanyakan siswa sudah menemukan lingkungannya. Namun bagi Aletha, pindahan baru disemester kedua adalah awal dari kisah yang tak terduga. Aletha, seorang gadis dengan senyum yang cerah, tiba di sekolah barunya dengan hati yang penuh harap. Meskipun awalnya merasa canggung dan gugup, dia tetap berusaha menyambut kehidupan di sekolah baru dengan semangat yang tinggi. Pada suatu hari di koridor yang ramai, pandangannya terpaku pada seorang pemuda
4 tampan yang lewat di samping dirinya dan tanpa saja melakukan eye contact. Itu adalah Axel, siswa populer yang menarik perhatian banyak orang dengan pesonanya yang tampan dan dengan kecerdasan yang cukup pandai dalam pelajaran matematika. Sementara itu, Axel juga terpikat oleh kecantikan Aletha, Keduanya saling bertatapan, dan akhirnya Axel memutuskan eye contact tersebut lalu pergi melanjutkan perjalanannya ke kelas dengan hati yang berdebar. Aletha pun juga merasakan hal yang sama, ia pun memegang dadanya yang berdebar kencang, karena baru pertama kali ini dia melakukan eye contact dengan lawan jenis saat sedang tidak berbincang.
5 Bab 1 “Hari pertama pindah ke sekolah baru” Di semester 2 ini aku pindah ke sekolah baru. Kenapa? Karena keluargaku ada pekerjaan di daerah Jakarta. Sekarang aku sudah berada di depan sekolahku yang baru, rasanya takut dan senang banget. Aku sangat gugup sehingga aku selalu menghela nafas. “Mengawali hari dengan hati yang bahagia” ucapku dalam hati. Saat ingin menuju ke kelas, tiba-tiba seorang pemuda lewat tepat di sampingku dan kami pun tidak sengaja melakukan eye contact. “Tampan” 1 kata yang terucap dalam hatiku saat melihat laki-laki itu, aku sangat
6 terpana oleh wajahnya yang tampan, garis wajah yang sangat jelas menambah ketampanannya. Tapi…eye contact tersebut hanya sebentar saja, dan laki-laki itu pun langsung pergi jadi kami tidak sempat berkenalan. Aku pun melanjutkan perjalananku ke kelas, tapi aku bingung dimana letak kelas yang aku tempati, jadi aku memutuskan untuk bertanya pada salah satu siswi di sekitar koridor. “Permisi, kelas XII IPS 1 dimana ya?” tanya aku. “Ouu..kamu anak baru ya?” tanya dia balik. “ Iya aku anak baru.., salam kenal namaku Aletha” jawabku sambil mengulurkan tangan. “Salam kenal juga, namaku Misya” jawab Misya sambil menjabat tanganku. “Oh iya! Aku juga di kelas XII IPS 1, mau bareng ga?” ajak Misya. “wah iya boleh” jawabku.
7 Sambil berjalan menuju kelas, kami sesekali berbincang. “Kamu kenapa pindahnya pas baru semester 2?” tanya Misya karena penasaran. “Iya soalnya keluargaku ada pekerjaan di daerah sini, jadi aku ikut pindah” jawabku. “Ouuu gitu… semoga betah yaa sekolah disini” kata Misya. Setelah berbincang sedikit sambil berjalan, akhirnya sampai ke kelas. Saat aku masuk ke kelas, semua orang yang ada di dalam kelas melihat ke arahku. Aku jadi semakin gugup. Misya yang menyadari kegugupanku akhirnya bersuara. “Woy! Liatnya biasa aja dong! kasihan dia jadi gugup” kata Misya. Dan ada 1 anak laki-laki berbicara, “guysss kelas kita kedatangan bidadari” ucapnya dengan heboh. Aku yang sedang gugup pun akhirnya bersuara, “halo semuanya” kataku sambil melambaikan
8 tangan. Dan semuanya juga membalasnya dengan melambaikan tangan. Tapi anak lakilaki yang tadi, membalasnya dengan mengucapkan, “Halo juga cantik!”. Aku pun hanya tersenyum. “udah yuk duduk, ga cape apa berdiri mulu dari tadi” ajak Misya. Aku pun hanya terkekeh. “Mereka lucu banget sih haha! kayaknya aku bakal betah sekolah disini” ucapku dalam hati sambil tertawa. Bel pun akhirnya berbunyi dan guru pun akhirnya masuk ke kelas. “Selamat pagi semuanya” sapa guru itu. “Pagi buu!” jawab semua murid serempak. “Baik jadi hari ini kita kedatangan teman baru, silahkan kamu maju ke depan untuk memperkenalkan diri” ucap guru itu sambil menunjuk aku. Aku pun mulai memperkenalkan diri. “haloo semuaa! perkenalkan namaku Aletha, aku berasal dari
9 Bandung, salam kenal semuanya semoga kita bisa berteman baik.” “Halo Aletha, salam kenal nama ibu, ibu Gita, semoga kamu betah ya sekolah disini, silahkan kamu boleh duduk” kata bu Gita. “Terima kasih bu” ucapku sambil membungkukan tubuh. Saat aku sudah duduk, tiba-tiba anak laki-laki yang tadi pagi bilang, “oalah neng geulis teh namanya Aletha, cantik pisan ya namanya kayak orangnya” kata anak laki-laki itu sambil tersenyum. “Oh iya! kenalin nama aku Ansel” sambungnya lagi. “Oh iya salam kenal Ansel” kataku. Saat aku duduk, aku melihat bangku disampingku kosong, aku bingung apa ada orang yang duduk di bangku itu atau tidak, jadi aku bertanya pada Misya. “Eum… Misya” ucapku memanggil Misya yang duduk
10 bersama Ansel di depanku. Misya pun menoleh. “yang duduk disamping aku ada orangnya kah?” tanyaku yang penasaran. “Iya ada, dia memang sering telat masuk kelas… palingan lagi di perpustakaan, bentar lagi juga pasti datang” jawab Misya. Dan benar aja dia baru datang. Dan aku sangat terkejut, kenapa? Karena dia pria yang tadi pagi bertemu denganku di koridor dan ternyata bangku yang masih kosong disampingku ternyata itu bangku dia. “ohmaigadd” ucapku dalam hati dengan jantung yang dagdugdagdug. Saat dia duduk disampingku, dia hanya menoleh sebentar kepadaku. “Anak baru ya?” tanya dia dengan suaranya yang berat. “Iya aku anak baru” jawabku yang sedikit gugup. Setelah itu kami tidak mengobrol lagi dan lanjut mendengarkan guru.
11 TRIINGGG Bel istirahat pun berbunyi. “Yeyyy istirahat, KANTINN I’M COMINGGG” ucap Ansel sambil lari keluar kelas. Aku dan Misya pun geleng-geleng kepala. “Maklum lah ya orang utan nyasarr” ujar Misya, Aku pun tertawa terbahak-bahak. “Oh ya, kamu mau ke kantin ga le?” tanya Misya kepadaku. “eum engga dulu sya aku mager” jawabku sambil nyengir. “okay, aku ke kantin dulu ya, cacingnya dah demo” kata Misya sambil megang perutnya yang sudah berbunyi. Aku pun tertawa lagi. “Aduh bangunin gak ya?” ucapku dalam hati yang bingung ingin beritahu kalau udah bel istirahat. “bangunin aja deh kasihan anak orang nanti gak makan” ucapku lagi. “hey hey bangun udah bel istirahat” kataku
12 membangunkan orang yang duduk disampingku yang tertidur saat 1 jam sebelum istirahat. Dan akhirnya dia bangun. “Kamu ga ke kantin?” tanyaku ke dia siapa tahu dia ingin ke kantin. “engga” katanya dengan cuek. “Oh ya! kita belum kenalan, kenalin namaku Aletha” ucapku sambil mengulurkan tangan. “Axel” jawabnya dengan singkat dan tanpa menjabat tanganku lalu ia kembali menelungkupkan kepalanya diatas meja. “Ganteng si… tapi cuek” ucapku dalam hati dan sambil menarik kembali tanganku. Selama jam istirahat aku hanya membaca novel saja di kelas dan memakan roti yang ku bawa tadi pagi. TRIIINGGG Pelajaran kembali dilanjutkan. “Halo neng geuliss ketemu lagi kita” ucap Ansel
13 sambil jalan ke tempat duduknya. “Halo” ucapku membalas sapaan Ansel. “Halo semua kita lanjut belajar matematika ya” kata guru yang masuk. Sontak semua murid langsung menaruh kepalanya di atas meja termasuk aku. “Matematika ilmu yang menyenangkan~~” dengan tiba-tiba Ansel bernyanyi dengan wajah yang kurang semangat. “Jangan takut belajar matematikaa~~~” sambung Misya yang juga begitu kurang semangat. Aku dan murid yang lain hanya tertawa. “Sudah-sudah ayo belajar” kata guru itu. “Siapa yang bisa jawab pertanyaan ini akan mendapatkan 10 poin untuk ujian nanti” tantang guru tersebut. “Nilai dari adalah?” tanya guru tersebut. Semua murid pun sibuk berpikir. Setelah 10 menit aku pun tidak
14 menemukan jawabannya begitu pun dengan yang lain. Tetapi tiba-tiba Axel mengangkat tangannya. Aku pun terkejut karena tadi kan dia tertidur. “ya silahkan Axel” kata guru itu. Axel pun maju ke depan dengan wajah datarnya. “Ya betul sekali jawabanmu Axel” kata guru tersebut setelah Axel menjawab di papan tulis. “Tepuk tangan untuk Axel” sambung guru itu lagi. “OMG! Jago banget lo broo, tutor boleh kalii” ucap Ansel. “Tutor? dm bro” jawab Axel sambil senyum kecil. “Cuek-cuek gitu ternyata asik juga” ucapku
15 dalam hati. “Kamu pintar banget” ucapku karena terkejut. “Kok lo bisa sih xel, padahal kemarin pas dijelasin lo tidur” ucap Misya yang terheran-heran. Setelah berjam-jam belajar, akhirnya suara yang ditunggu-tunggu berbunyi juga.
16 Bab 2 “Bestie Baru; Modus” TRIINGGG “Yesss pulanggg!!” lagi dan lagi yang berteriak adalah Ansel si cowok yang energinya ga habis-habis. Semua murid pun keluar kelas kecuali kami berempat yaitu aku, Misya, Ansel, dan si cuek dan pintar siapa lagi kalau bukan Axel. “Guys mau ke café dulu gak?” ajak Misya. “Boleh” jawab Axel sambil berjalan keluar duluan. Kita bertiga pun langsung menyusul Axel. Sesampainya di cafe kita hanya ngobrol random aja. Awalnya aku berpikir kalau Axel orang yang tidak suka berbaur dan bercanda, Tapi ternyata Axel itu cukup asik dan suka bercanda juga walaupun
17 terkadang cuek. Karena hanya sebentar di café, kami akhirnya pulang. “neng geulis pulang sama siapa?” tanya Ansel. “nanti di jemput kok sama supir” jawab aku. “ouu..ya udah atuh aku sama mak lampir satu ini pulang duluan ya” ucap Ansel. “Heh! Nama gue bagus-bagus jangan diganti jadi mak lampir dong, bagusan dikit kek kayak pretty girl gitu..”ujar Misya sambil marah dan mengibas rambutnya.”Pwehh ga usah di kibas-kibas… rambut lo bau baju apek ewh” ucap Ansel yang membuat Misya langsund badmood. “Udahudah pulang sana” ucap aku biar mereka tidak melanjutkan pertengkaran yang random itu. “Ya udah kita pulang dulu ya… bye bye cintaa mwahh” ucap Misya yang lucu tapi geli juga. Ansel dan Misya pun sudah pulang kecuali Axel. “Kamu kenapa ga pulang juga?” tanyaku. “Gue tungguin lo di jemput aja,
18 takutnya ada apa-apa soalnya lo perempuan” jawab Axel dengan muka datarnya. Setelah 15 menit menunggu, tetapi supirku belum datang juga, aku dan Axel pun juga jadi canggung karena tidak ada obrolan. Dan gak lama supirku menelponku kalau dia tidak bisa menjemputku karena ban mobilnya bocor. Sebenarnya aku cukup kesal karena kenapa dia tidak bilang dari tadi, kalau bilang dari tadikan aku bisa pesan ojek online. “Supirmu gak bisa jemput?” tanya Axel yang masih menemaniku. “gak bisa, katanya ban mobilnya bocor” jawabku dengan muka badmood. “ya udah gak usah badmood, ayo gue anterin pulang” ucap Axel yang menawarkan tumpangan. “gak usah gapapa aku bisa pesan ojek online” jawabku. “udah ayo gue aja yang anterin pulang, kalau tunggu ojek online keburu malam, lagian ojek online
19 juga belum tentu aman apalagi lo perempuan” kata Axel. Dan aku cukup terkejut karena Axel pertama kalinya aku dengar dia berbicara Panjang kali lebar. “ya udah aku pulang sama kamu, maaf ya ngerepotin” ucapku yang akhirnya menerima tawaran Axel untuk di antarkan pulang. Saat di pertengahan jalan, “pegangan nanti jatuh, kalau jatuh sakit lho” kata Axel yang mungkin berusaha untuk memecahkan keheningan. “Iya-iya ini udah pegangan kok” jawabku yang memang sudah pegangan pada pundaknya. Jujur memang aku sedikit takut karena motor Axel yang tinggi pada jok belakangnya. Dengan tiba-tiba Axel menarik tanganku hingga aku memeluk dia. Aku sangat terkejut dan juga gugup karena ini pertama kalinya aku memeluk laki-laki selain papaku.
20 Sesampainya dirumahku. “Makasi ya kamu udah anterin aku pulang, maaf jadi ngerepotin deh” ucapku sambil menggaruk tengkukku yang tidak gatal. “ya sama-sama, gue pulang dulu ya byee” ucap Axel sambil melambaikan tangannya. Saat sudah di dalam rumah, aku melihat orang tuaku yang sedang duduk di ruang keluarga. “Halo pa ma” sapaku pada orang tuaku. “Halo sayang..gimana hari pertama kamu sekolah di sekolah baru?” tanya mamaku. “sangat menyenangkan, terlebih lagi aku bisa mendapatkan teman yang asik dan lucu” jawabku sambil tersenyum ceria. “Oh ya? coba kamu ceritakan gimana teman barumu” ujar papaku. “yang pertama itu ada Misya dia juga yang tadi pagi kasih tahu aku ruang kelasku dimana dan ternyata kita satu kelas juga, lalu yang kedua ada Ansel dia orangnya lucu
21 banget dan selalu heboh dia juga suka bertengkar kecil sama Misya tapi itu cuman bercanda aja, lalu yang terakhir ada Axel dia orangnya cuek tapi perhatian.” Jawabku sambil membayangkan keseruan hari ini. “lucu-lucu ya teman kamu” ujar mamaku sambil tertawa. “iya random semua haha” timpal papaku yang juga tertawa. “Oh ya! tadikan pak supri gak bisa jemput kamu, terus tadi kamu pulang sama siapa?” tanya papaku karena penasaran. “Tadi aku pulang di anterin Axel” jawabku. “Ouu..teman kamu yang cuek tapi perhatian itu?” tanya papaku lagi dengan nada sambil ngeledek. “iyaa, papa jangan gitu dong nadanya kan jadi kayak gimana gitu” kataku sambil merajuk dikit. Mamaku hanya tertawa saja melihat aku dan papaku yang bertengkar kecil. Aku dan keluargaku memang suka
22 berbincang-bincang jika sudah selesai beraktivitas. “ya udah aku mau bersih-bersih tubuh aku dulu ya ma pa… udah bau keringet” ucap ku sambil mencium badanku yang ga bau-bau banget, masih wangi tau wlee. “ya udah sana mandi yang bersih… syuhh syuhh” kata papa sambil ngibasin tangannya. “ishh papaa emang aku kucing di syuh-syuh… maaa liat tu papa” kataku sambil side eye ke papa, dan aku pun langsung tertawa karena mama menjewer kuping papa haha. Aku pun ke kamarku dan membersihkan tubuhku. Setelah semuanya selesai, aku rebahan di kasurku dan ingin menonton drama korea yang belum selesai ku tonton kemarin. Kenapa aku tidak mengerjakan tugas?, karena tidak ada tugas hari ini dan aku senang sekali bisa melakukan hal yang aku suka yaitu marathon drama
23 korea. Saat aku sedang nonton tiba-tiba ada notif chat yang masuk ke hpku. Saat aku melihat ada notif, Awalnya aku hiraukan saja tapi notif itu selalu bunyi dan menggangguku yang sedang nonton. Dan saat aku melihat chatnya ternyata itu dari Misya yang membuat grup yang beranggotakan aku, Misya, Axel, dan yang suka heboh yaitu Ansel. Misya bertanya di grup itu sambil ngetag akun ku, “le, udh sampai rumah belum?” tanya Misya. “Udah sampai rumah aman kok” jawabku sambil memberikan emoji jempol. “Telat Sya nanyanyaa” timpal Ansel. “Ya maaf… aku lupa..” balas Misya. “Letha aman kok, tadi pulang gue anterin tenang aja” balas Axel yang baru muncul. “Lho! neng geulis tadi pulang sama kulkas berjalan?” tanya Ansel. “Iya tadi di anterin Axel soalnya supirku gak bisa jemput” balasku di grup. “Kalau gitu
24 mending tadi aku yang anterin kamu daripada anterin mak lampir satu ini” kata Ansel sambil tag akun Misya. “Terserah kau lha Sel, lagi malas debat aku” balas Misya. Dan ya sehabis chat dari Misya tidak ada yang muncul lagi, jadi aku kembali nonton. Setelah 3 jam aku nonton drama korea, aku pun tertidur karena besok masih harus bersekolah.
25 Bab 3 “Papaku Lucu; Pepet teross” Pagi hari ini seperti biasa aku berangkat sekolah selalu di antar papa, sekalian papa pergi kerja juga. “Ma, Letha pergi sekolah dulu yaa..,dadahh” ucapku yang berpamitan dengan mamaku sambil melambaikan tangan. Saat dalam perjalanan pun di dalam mobil papaku juga selalu bercanda seperti ini. “Le, papa punya teka-teki nih!” kata papaku. “Apa tuh pa” balas aku. “Sandal… sandal apa yang paling enak di dunia?” tanya papaku. “Sandal swallow pasti! Itu kan sandal terenak sedunia” jawabku dengan pedenya. “ya memang benar si..sendal swallow memang yang paling enak, tapi salah… bukan itu jawabannya” ucap papaku.
26 “terus apa dong pa?” tanyaku karena memang aku tidak tahu. “Jawabannya itu….. sandal terasi” kata papaku. “SAMBALL PA SAMBALLL!!” timpalku sambil tertawa. “Teka-teki lagi gak nih?” tanya papaku. “mauu mauu” jawabku dengan semangat. “Tahu nggak angin warnanya apa?” tanya papaku lagi. “Angin kan cuman bisa dirasain… gak bisa dilihat pa” jawabku. “Bisa dong, tahu gak warnanya apa?” tanya papaku. “gak tahu pa, apa jawabannya” jawabku yang sangat penasaran. “Jawabannya…… tunggu nanti kalau sudah pulang sekolah” ucap papaku yang usil. “Aihh sekarang aja paa.., nanti aku gak fokus belajarnya gara-gara kepikiran teka-teki papa” kataku yang memang sangat penasaran. “ok ok jawabannya…warna merah” kata papaku yang akhirnya menjawab. “kok merah?” tanyaku
27 yang masih belum nyambung. “ya merah... coba lihat hasil kerokan di badan orang yang lagi masuk angin” jawab papaku. Aku pun tertawa terbahak-bahak. Tidak kerasa akhirnya sampai juga disekolah. “Belajar yang rajin yaa, dengerin gurunya jelasin apa, jangan pacaran muluu” kata papaku yang bawelnya melebihi mama. “Iya papaku sayangg, siapa juga yang mau pacaran yeuu” kataku sambil terkekeh. Dan akhirnya papaku pun pergi. Di depan gerbang ternyata 3 temanku sudah menunggu. “Pagi princessnya papaaa” kata Misya dan Ansel yang meledekku. Aku hanya tersenyum saja. “Udah yuk ke kelas udah mau bel” ajak Axel yang langsung jalan sambil merangkulku. “Ekhm… gak suka aku tuh ditinggal-tinggal” ucap Ansel yang masih dibelakang bersama Misya. “dah biasa si… aku mah ditinggal…
28 akoeh rapopo” kata Misya si paling sering ditinggal. Aku pun juga bingung kenapa Axel dari kemarin tiba-tiba dekat denganku padahal awal-awal dia cuek banget. Beruntungnya pagi ini jam pertama yaitu mata pelajaran matematika jam kosong, karena gurunya sedang berduka jadi tidak masuk. Dan ya semua murid senang karena di pagi hari yang cerah ini tidak belajar matematika. Tiba-tiba saja ketua kelasku berbicara didepan “guys bulan ini sekolah kita mengadakan class meeting jadi kalian diharapkan bisa memilih lomba-lomba berikut ini” kata sang ketua kelas XII IPS 1 yang sangat keren. Lomba-lomba itu pun ditulis dipapan tulis. Lombanya ada sepak bola, basket, dance, bulu tangkis, catur, tenis meja, dan masih banyak lagi.
29 “Guys kalian pilih apa? Aku bingung nih soalnya aku bisa semua gimana dong” kata Ansel dengan pdnya mengarang. “Bisa semua apanya, kena bola tenis aja dibawa ke UKS” balas Misya. “mana ada bohong tuh” ujar Ansel dengan tidak santainya. “Udah Ansel main catur aja, biar kayak bapak-bapak yang di pos ronda” timpal Axel sambil terkekeh. Aku yang melihat Axel tertawa kecil terpana karena baru menyadari kalau dia sangat manis bila tersenyum. “woyy jangan liatin Axel muluu” kata Misya yang mengejutkanku. “Apa sih Sya...siapa juga yang liatin Axel” kataku sambil melihat kearah yang lain karena salah tingkah. Dan aku melihat dengan ujung mataku kalau Axel melihat ke arahku sambil tersenyum tipis. “Jadi kalian pilih yang mana?” tanya Axel yang memecahkan keheningan. “Gue sih
30 fix sepak bola” kata Ansel dengan narsisnya. “Aku ikut dance” jawabku. “Wah Letha bisa dance juga? gue juga dance deh” jawab Misya. “Kalau lo gak pilih dance, mau pilih apa lagi lo Misyaa” Ledek Ansel. Dan ya pertengkaran tom and jerry pun dimulai. Sudah 10 menit Misya dan Ansel belum juga selesai berdebat hal yang tidak penting. Akhirnya Axel pun menarikku untuk ke taman sekolah. Sebenarnya memang sudah jam istirahat juga, aku pun juga tidak menyadarinya. “Nah… disini lebih tenang” kata Axel sambil memejamkan matanya. “ya sih pusing banget kalo liat Misya sama Ansel gak bisa akur sehari” ucapku sambil menatap langit. Kita berdua pun di taman cuman duduk dan memejamkan mata sambil merasakan angin yang lewat, benar-benar sejuk rasanya. Setelah 20 menit kita berdua di taman untuk
31 menenangkan pikiran, akhirnya kami kembali ke kelas. “Nah ini nih kemana ajaa kalian main tinggal aja” kata Ansel dengan muka kesalnya. “Kita tuh pusing dengerin kalian debat gak kelar-kelarrr” ucapku dan Axel berbarengan. Jam istirahat pun berakhir. Oh ya, aku juga baru sadar kalau 4 jam pelajaran tidak ada pelajaran, mungkin terlalu sibuk berdiskusi. Kami pun akhirnya melanjutkan pembelajaran walaupun sesekali ngobrol.
32 Bab 4 “Class Meeting dimulai; Perhatian” Selama seminggu ini, aku dan temanteman setiap pulang sekolah selalu latihan untuk mempersiapkan lomba class meeting. Kami latihan dirumah Misya. Dan hari yang ditunggu-tunggu pun tiba, Aku yang melihat semua orang yang mengikuti perlombaan ini semuanya sangat bersemangat sekali. Hari ini adalah hari dimana class meeting di mulai. “Jangan gugup” kata Axel pada kita bertiga yang memang terlihat gugup. Lomba yang pertama kali mulai ialah catur. “AYOOO KUDANYA MAJUU” teriak Ansel yang langsung di bekap mulutnya oleh Axel.
33 Ya kali ini Axel yang membekap mulut Ansel bukan Misya. Kenapa bukan Misya? Kata Misya “ih ogah gue bekap mulut Ansel lagi, nanti digigit.” Aku pun tertawa saja. Lomba catur pun sudah selesai. Lanjut ke lomba basket. Lomba yang ditunggu-tunggu oleh para siswi. Saat pertandingan berjalan mataku selalu melihat Axel yang sangat tampan apa lagi saat ia memainkan rambutnya. Pertandingan basket pun berjalan dengan lancar dan kelasku pun mendapat juara 1. Sekarang kita menuju ke sepak bola dimana Ansel ikut bermain. Saat di pertengahan pertandingan ada hal yang lucu yaitu dimana sepatu Ansel lepas dari kakinya, kita semua pun satu lapangan tertawa terbahak-bahak. “Untung sepatu yang lepas Sel, kalau kaki gimana” ucap Misya sambil tertawa. Lomba
34 selanjutnya ialah dance, jadi aku dan Misya segera bersiap-siap. Saat pertengahan dance aku, Misya, dan teman-teman yang lain tidak menyadari bahwa lampu yang di atas akan jatuh. “AWASSS” teriak Ansel sambil menunjuk ke atas. Aku yang saat itu sedang berada di bawah lampu sangat terkejut. Tapi untungnya sebelum lampu itu jatuh mengenai aku ada orang yang menyelamatkanku yaitu Axel, yang entah darimana ia sudah berada di atas panggung. Acara pun diberhentikan. “Lo gapapa?” tanya Axel yang khawatir karena saat dia menyelamatkanku, aku sedikit terbentur oleh lantai. “Le, kamu gapapakan?” tanya Misya yang juga khawatir. “Iya gapapa tadi cuman terbentur sedikit” jawabku yang memang di dahiku ada sedikit
35 memar. Dan tiba-tiba aku terkejut karena Axel secara tiba-tiba menggendongku dan membawanya ke UKS. Di UKS Axel langsung mengompres dahiku. “Udah diam aja, ini biar memar di dahi lo cepat sembuh” kata Axel yang geram denganku karena selalu memberontak. Setelah beristirahat sebentar di UKS aku ingin pulang karena memang class meeting hari ini sudah selesai. “Ayo gue antar pulang” ucap Axel yang tiba-tiba sudah ada di depan UKS. “Astaga! Bikin kaget aja kamu” ucapku yang sangat terkejut karena baru membuka pintu UKS tiba-tiba Axel sudah ada di depan pintu. “Gapapa aku bisa pulang sendiri kok” sambungku lagi yang menolak tawaran Axel. “Gak ada penolakan!” kata Axel sambil menatapku tegas dan langsung menarik tanganku. Karena tatapan Axel yang
36 menyeramkan jadi aku nurut saja. Sesampainya dirumahku terjadi perdebatan kecil lagi. “Makasi… jadi ngerepotin lagi deh” ucapku dengan tak enak hati. “Gak ngerepotin kok” kata Axel. “Ya udah pulang gih” ucapku bukan maksud ingin mengusir. “Ya udah lo masuk dulu sana” kata Axel yang masih diam dimotornya. “Gak kamu dulu sana pulangg” ucapku yang juga geram. “Gak lo dulu sana masukk” ucap Axel yang masih kekeh. Karena sama-sama keras kepala, Akhirnya aku mengalah saja. “Ya udah aku masuk dulu ya..,” kataku. “nah gitu dong” kata Axel sambil menyalakan motornya. Aku pun melambaikan tangan. Saat sudah di depan pintu ingin masuk. “GOOD NIGHT CHAGIYAAAA!!” teriak Axel yang langsung pergi. Aku yang mendengar itu jadi salah tingkah.
37 Bab 5 “Papa Saranghae; Jadian Ga?” “Kenapa nih anak mama yang cantik pulang-pulang pipinya merah sambil senyumsenyum lagi” ucap mamaku. Aku terkejut karena tidak menyadari ada mamaku. “Astaga! Mama bikin kaget aja” ucapku sambil mengelus dada. “Hayoo tadi kamu kenapa senyam-senyum?” tanya mamaku yang masih penasaran. “Gak kenapa-kenapa kok cuman lagi happy aja” jawabku mengelak. “Apa iyah?” tanya mamaku dengan nada meledek. “Iyaa lagian ini urusan anak mudaa” balasku dengan bercanda. “Mama juga masih muda kok” balas mamaku. “Iya deh iya mama masih muda” ucapku agar mama tidak merajuk. “Ya sudah sana bersih-bersih habis
38 itu makan, mama udah masakin makanan kesukaan kamu” kata mamaku. “SIAP LAKSANAKANN” ucapku sambil hormat dan langsung berlari. Mamaku hanya gelenggeleng kepala saja. Tak lama aku selesai bersih-bersih, papa pun pulang. “Loh kok papa udah pulang?” tanyaku yang bingung karena papa pulang sore. “Kerjaannya udah selesai semua dongg makanya papa pulang cepat” jawab papa. “ya udah yuk makan bareng” ajak mamaku. Selesai makan bersama, kami semua kembali ke kamar. TING! RAWRR. Apakah kalian tahu itu suara apa?, yup itu adalah suara notifikasi HPku lucu bukan . “Lethaa aku boleh ke rumahmu gak?” tanya Misya di grup. “Aku lagi bosen nih ☹” sambung Misya lagi. “Bolehh dongg” balasku dengan senang. “Aku
39 juga mau ikut dong” kata Ansel yang baru muncul. “Mau ikut gak bro?” tanya Ansel yang juga mengetag akun Axel. “Kuy” balas Axel dengan singkat. “OKAYY MELUNCURRR” balas Ansel dengan semangat. TING NONG!!(suara bel) “Haloo! Ayo silahkan masuk” ucapku yang baru membuka pintu. “Halo...om tante” sapa teman-temanku yang melihat ada mamaku habis dari dapur. “Haloo.., kalian teman-temannya Aletha yaa?” sapa mamaku sambil bertanya. “Iya tante.., kita temantemannya Letha” ucap Misya dengan lembut. “Ouu.., ya sudah tante ke atas dulu ya..,” kata mamaku lalu pergi. “OMG!! Lethaa.., mama kamu cantik bangettt.., pantesan anaknya kayak bidadari” ucap Ansel dengan heboh.
40 “Iya astagaa, aku jadi insinyurr” ucap Misya. “insecure...” timpal Axel dengan nada datarnya. “Iya itu maksudnya” ucap Misya lagi sambil mengusap bawah matanya walaupun ia tidak menangis. “Oh ya! kalian sadar gak sih kalau tadi Misya ngomongnya lembut banget...” ucap Ansel yang menyindir Misya, karena biasanya Misya jarang sekali berbicara lembut. “Oh iya dong.., kan harus sopan sama orang tua..” kata Misya. “ini kita mau berdiri sampai kapan?” tanya Axel yang baru bersuara. “OH IYAA!! Aduh maaf aku lupa.., silahkan duduk” ucapku sambil nyengir. “Kalian mau minum apa?” tanyaku. “Aduh.., gak usah repot-repot Al.., es jeruk aja” kata Ansel sambil tersenyum lebar. Dan Ansel pun mendapat toyoran di pundaknya. Siapakah orang yang menoyor Ansel?, yup benar siapa
41 lagi kalau bukan rivalnya yaitu Misya. “Tapi boleh juga si Let es jeruk” ucap Misya sambil nyengir. “Yeuu” ledek Ansel. “Punya temen gini amat” ucap Axel kecil tapi aku masih bisa mendengarnya. Sebenarnya saat tadi melihat Axel aku jadi teringat pas Axel yang mengucapkan good night waktu itu. Setelah cukup lama kita berbincang-bincang akhirnya mereka memutuskan untuk pulang, karena memang sudah malam juga. Dan aku lagi-lagi kembali terkejut. Karena apa?, karena tibatiba saja sebelum Axel pergi dia menepuk kepalaku. Aku jadi semakin salah tingkah. Keesokan harinya, seperti biasa aku akan bersekolah, tapi kali ini yang mengantarku bukan papaku tapi supirku. Kenapa bukan papaku?, karena papaku Kembali sibuk dengan pekerjaanya sehingga harus pergi pagi-pagi sekali. Setibanya di
42 kelas aku belum melihat teman-temanku datang. Tapi tak lama aku duduk tiba-tiba..., “SELAMAT PAGII DUNIAA TIPUTIPUUU” ucap Ansel yang baru saja tiba. Aku hanya tertawa kecil saja. Tak lama Ansel datang, tibalah Misya yang datang dengan wajah lesu. “Kamu kenapa Sya? Kok lesu banget” tanyaku yang penasaran. “Today I don’t feel like doing anything~~” jawab Misya dengan bernyanyi. Tak lama sebelum bel berbunyi akhirnya Axel datang dengan wajah datarnya seperti biasa, walaupun wajahnya selalu datar tapi hatinya seperti hello kitty. Setelah mengikuti pembelajaran yang cukup membosankan menurutku hari ini, akhirnya bel pulang pun berbunyi. Temantemanku pun langsung pulang karena memiliki urusan masing-masing. Saat aku tengah berjalan di koridor sekolah, tiba-tiba
43 saja ada laki-laki yang menarik tanganku, untung saja aku tidak jatuh. Dan ternyata lakilaki itu menyatakan perasaannya sambil memberikan bunga mawar. Karena aku tidak kenal dengannya, jadi aku langsung saja menolaknya dan laki-laki itu pun pergi. Saat sampai di gerbang, aku bertemu Axel yang sedang duduk di atas motornya. “Kamu belum pulang?” tanyaku karena tadi pada saat bel pulang berbunyi dia langsung keluar. “Belum, ayo pulang” ucap Axel. Aku pun hanya menurut saja, karena langit juga sudah mulai mendung. Sesampainya dirumahku, hujan pun turun dengan deras. “Ayo masuk dulu, hujannya deras banget” ucapku karena kasihan jika nanti Axel pulang hujan-hujanan. Di dalam rumah ternyata juga ada papaku yang sudah pulang. “Hai pa” sapaku. “Halo
44 princess” balas papaku. “ini siapa?” tanya papaku sambil menunjuk Axel dengan dagu. “ini Axel pa, temanku” jawabku. “Sore om, saya Axel temannya Letha” ucap Axel. “Oh ya pa, Axel disini dulu sebentar ya.., soalnya diluar lagi hujan deras” ucapku yang meminta izin. “Oh iya gapapa” balas papaku. “Ya udah Letha ke atas dulu ya.., mau bersih-bersih dulu” ucapku. “Silahkan duduk Xel, aku ke atas dulu, kamu ngobrol-ngobrol aja dulu sama papaku, dia gak gigit kok” sambungku sambil tersenyum lebar dan papaku hanya geleng-geleng kepala saja. Setelah aku selesai bersih-bersih, aku pun turun. Tetapi saat di pertengahan tangga, aku mendengar suara papa yang sedang mengobrol dengan Axel. “Kamu suka ya sama anak saya?” tanya papaku yang langsung tanpa basa-basi. “Sebenarnya iya om” jawab
45 Axel yang membuatku terkejut. “Kamu serius sama anak saya?” tanya papaku lagi. “Ya, saya sangat serius dengan anak anda” jawab Axel dengan tegas. “Apakah kamu akan membahagiakan anak saya dan tidak membuatnya menangis?” kata papa yang masih bertanya. “Pasti saya akan membahagiakan anak anda” ucap Axel. “Tapi kalau untuk tidak membuatnya menangis.., saya akan berusaha untuk itu, karena saya tidak tahu kedepannya akan gimana” sambung Axel. Papaku hanya mengangguk saja. “Apakah saya perlu merestui jika kalian memiliki hubungan?” tanya papaku yang mungkin hanya ingin tahu jawaban Axel. “ Ya harus, karena dalam suatu hubungan harus ada restu dari orang tua agar hubungan itu berjalan lancar, walaupun nantinya akan ada masalah yang lainnya” jawab Axel dengan bijak. Dan
46 ya, sedari tadi aku mendengarkan percakapan mereka, benar-benar sangat terkejut akan jawaban Axel yang menjawab pertanyaan papaku dengan tenang dan tegas. Setelah aku tidak mendengar suara obrolan lagi, aku pun pergi ke dapur untuk membuatkan teh hangat. “ayo di minum tehnya mumpung masih hangat” ucapku setelah menaruh tehnya di meja. “Aku pamit pulang dulu ya Let, om, hujannya juga udah berhenti” ucap Axel setelah meminum tehnya. “Oh ya, silahkan calon mantu” ucap papaku yang membuatku dan Axel terkejut. Lalu aku pun mengantarkan Axel sampai depan. “Aku tahu tadi kamu nguping pembicaraanku dengan papa kan?” ucap Axel yang aku pun sudah tidak bisa mengelak. “hehe iya” jawabku sambil tersenyum lebar dan menggaruk tengkukku yang tidak gatal. “Ya
47 udah aku pulang dulu ya chagi...” ucap Axel yang menekan dibagian chagi. Rasanya aku ingin melayangg dan terlebih Axel mengganti kosa katanya menjadi aku. “Apa sih, orang belum pacaran juga..” ucapku. “Belum kan.., bukan berarti engga” balas Axel. “Pokoknya hari ini, detik ini, kamu cuman punya aku gak ada penolakan” sambung Axel dengan tegas. “Siapp my kingg” ucapku sambil hormat dan tersenyum. “Pacar siapa sih gemess banget” ucap Axel sambil mengelus pipiku. Pipiku jadi semakin merah. “Udah sana pulang” kataku karena aku sudah semakin salah tingkah. “Ya udah aku pulang dulu ya..dadahh, good night my girl” Ucap Axel sambil melambaikan tangan lalu pergi. Aku pun masuk sambil tersenyum, dan langsung di ejekin oleh papaku. “Ciee ciee yang udah punya pacarr” ucap papaku yang
48 sangat senang. “Putri papa satu-satunya udah dewasa ya ternyata” ucap papaku sambil menatapku dengan tatapan sendu dan senang. Aku pun memeluknya. “ Wah! Pelukan kok gak ajak-ajak mama” ucap mamaku yang baru pulang. Kami pun akhirnya berpelukan bersama. Hingga akhirnya aku dan temanteman yang lain lulus sekolah, dan hari ini kami semua sedang mempersiapkan diri untuk graduation nanti. Aku yang sudah siap tinggal menunggu Axel yang menjemputku. TIN!(suara klakson). Aku pun segera keluar. Sesampainya diluar aku melihat Axel sudah bersender di mobil. “Pagii” sapaku. “Pagii” sapanya sambil membukakan pintu untukku. Saat dalam perjalanan kami pun hanya mengobrol seperti biasanya sambil berpegangan tangan dan juga sesekali aku
49 bersender di pundaknya. “Kamu cantik banget hari ini” puji Axel sambil menatapku yang membuatku tersipu malu. “Kamu juga makin tampan kok pakai jas itu” pujiku balik. Sesampainya disekolah, kami pun bertemu Ansel dan Misya. “OMG!! king and queen kita cantik dan tampan banget!” ucap Ansel yang seperti biasanya yaitu selalu heboh. “Gak kerasa banget ya.., kita udah lulus aja” ucap Misya yang sambil merangkul tangan pacarnya. “hiks kalian semua udah punya pacar, aku kapann” ucap Ansel yang sangat drama. “PAN KAPANN” ucap kami serempak dan sambil tertawa lepas. Lalu kami akhirnya melemparkan toga kami bersama-sama. “YESSS LULUSSS!!” teriak kami bersamasama. TAMAT