The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by airyos1973, 2022-01-09 21:30:10

Jangan kau Sombong

Jangan kau Sombong

PETAKA AKIBAT SOMBONG
Oleh Yayuk Prihidayanti

Alkisah didunia kuman tinggalah beberapa jenis ekor kuman. Ada 4 jenis kuman
sedang berbincang-bincang. Ada Virus, Bakteri, Jamur dan Protozoa. Mereka
sedang menceritakan perjalanan mereka di dunia manusia yang mendebarkan.
Bakti si bakteri mengatakaan baru saja mendapat makanan lezat di perut manusia.
“Aku baru saja diajak Tipus makan-makanan pedes dan kecut. Seger banget buat
aku yang sedang hamil gini. Tapi gara-gara Biotik aku diusir dari sana diracun
oleh manusia dengan obat-obatan.”
“Lihat tubuhku sudah putih, bersih tinggal terlindungi dari paparan matahari harus
kembali ke kampung yang jorok ini,” sungut Bakti. Teman-temannya tertawa
mendengar cerita Bakti.
“Siapa sih Biotik itu kok kelihatannya cantik sekali.”
“Iyalah dia tinggal di perut manusia. Setiap hari mendapat makanan bergizi susu,
keju dan yogurt. Tentu tubuhnya akan putih bersih tidak seperti aku yang gelap.”
“Wah kapan-kapan pengen lihat Biotik aku pasti akan seperti artis-artis di televisi
itu”
Virabir virus rabies juga bersungut-sungut,” enak kamu bisa makan enak dan
seger aku harus tinggal di mulut anjing yang bau dan tidak pernah gosok gigi.”
“Tapi aku senang manusia ketakutan ma aku jika dekat denganku. Mereka akan
segera menyuntik dirinya dengan obat. Aku sih enak ajaa pergi banyak tempat
yang bisa kutempati. Manusia sering jorok lupa bersihkan benda-bendanya,”
Virabir bercerita sambil tertawa akhirnya. Ingat saat dia lari tunggang langgang
melihat jarum suntik.
James si Jamur yang rambutnya berdiri menggebrak meja,”hai aku ada cerita
lucu.”
Teman-temannya kaget tidak mengira James menggebrak meja.
”Ah, James jangan lebay bikin kaget saja.”

James tertawa senang melihat temannya terkaget-kaget. James memang anak yang
jail sekali. Dia suka tinggal dikulit manusia. Keluarganya tinggal di sana James
jatuh dan ditolong kuman di bawa kekampung Kuman.
“Aku suka liat manusia yang menggaruk-garuk kulitnya. Lucu banget aku bisa
berlarilari ke seluruh tubuhnya jika digaruk.”
“Eh aku kemarin baru saja naik pesawat kelilingi dunia,” cerita Proto si Protozoa.
“Wowww keren ... kemana saja. Naik apa di pesawat kan makanannnya enak-
enak, ada ACnya.”
“Pesawat nyamuk Malarie melintasi rawa-rawa dan berkunjung ke rumah
manusia.”
“Huuuu kiraian ke luar negeri naik pesawat.” Mereka tertawa terbahak-bahak
gembira menceritakan kejorokan manusia. Semua saling berebut kesempatan
bercerita warung kopi kampung Kuman jadi ramai.
Tiba-tiba berhenti sebuah mobil mewah di depan warung. Turun sekelompok
virus baru yang bulat-bulat. Tubuhnya diselimut benjolan-benjolan yang
berambut. Mereka tidak pernah melihat virus itu semua berbisik-bisik.
“Hmmm kampung apa sih ini jorok banget.”
“Haloo aku Covid pendatang baru di dunia ini. Aku virus terhebat yang sedang in
di seluruh dunia. Semua manusia ketakutan dan bersembunyi di rumah mereka
karena takut bertemu aku.”
“O ooo .... ,” semua kuman kemudian mengerumuninya.
Covid memakai baju bagus, handpone canggih ditangannya. Teman-temannya
juga tampak berkelas sayangnya mereka sangat sombong padahal Cuma
pendatang.
“Bu beli es dalgona ada ndak,” pinta Covid dengan pongah.
“Apa dalgona itu, kami ndak jual.”
“Dasar udik ya udah apa aja yang paling enak dan paling mahal di warung ini.”
Pemilik warung kopi segera menyajikan ke meja. Covid dan teman-temannya
makan dengan lahap tidak mau berbagi dengan orang-orang disekitarnya. Dia
merasa paling kaya dan berkelas sayangnya sombong sekali. Pengunjung warung
hanya menelan ludah saja merasa tidak bisa membeli makanan seperti Covid.

“Bu ada hotel di kampung ini ndak.”
“Oh ada itu penginapan paling bagus, yah namanya juga dikampung ya seperti
inilah.”
“Ya ndak apa-apa Bu, menunggu orang yang akan menjemput saya. Besok saya
akan mengisi acara di pesta pernikahan manusia. Tamu-tamunya orang-orang
kaya pasti saya dapat uang banyak.”
“Syukurlah nak jangan lupa berbagi ya.”
Covid diam saja saat dinasehati diminta berbagi. Hatinya bergejolak mengeluh.
“Enak aja uang-uangku hasil jerih payahku masak harus kubagi.”
Pagi hari sebuah mobil mewah menjemput Covid dan kawan-kawannya menuju
acara pesta pernikahan. Tidak beberapa lama mobil itu kembali membawa Covid
dan pasukannya.
“Tolong .... tolong aku.”
Wajah mereka membiru tak bisa bernafas.
Kuman-kuman hanya menonton saja karena selama ini Covid sangat sombong
membanggakan ketenarannya. Mereka terkena cairan disinfektan yang
disemprotkan manusia untuk membunuhnya. Para kuman pada lari menjauhinya
takut terkena. Akhirnya covid dan teman-temannya mati tak bisa mendapatkan
obat. Rasa sesal terlambat sudah coba jika dia ramah tentu akan ditolong teman-
temannya.

.


Click to View FlipBook Version