The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by airyos1973, 2022-01-09 20:52:44

MAKHLUK ISTIMEWA

MAKHLUK ISTIMEWA

“Nantilah Ucil jarang-jarang kita bisa berpesta sambil main
petak umpet di gula.”
“Ya dah aku mau pergi nanti Bunda nyari aku.”
Mereka tidak mau pergi dari toples gula itu dan malah asyik
bermain di gula. Ucil tidak mau mati dibuat minuman
manusia. Atau kadang gula itu di dekatkan api kompor Ucil
takut sekali dengan api. Dia segera pergi dan melihat polah
temannya dari jauh.
“Ucil kau sudah makan sayang,” tanya Bunda.
“Sudah Bund tadi makan gula ditoples itu.”
“Hati-hati nak jangan suka makan di toples. Mending makan
gula yang tercecer dilantai dan dibawa ke sarang kita buat
tabungan jika lapar.”
“Iya Bund aku akan hati-hati.”
Kemudian Ucil mengintai melihat teman-temannya yang
masih bermain gula. Tiba-tiba dilihatnya Bu Ani menuju ke
dapur hendak memasak.
“Hoi teman-teman cepat pergi dari toples Bu Ani datang”
Teman-teman Ucil tidak mendengar mereka malah tertawa-
tawa. Ucil bingung bagaimana mereka harus selamat.
Dilihatnya Bu Ani marah saat dilihat toples di penuhi gula.
Dia hendak menghukum semut-semut nakal itu dengan
mendekatkan toples dekat api agar semut keluar.

Ucil kemudian menggigit kaki Bu Ani keras sekali. Bu ani
kaget menahan rasa sakit dan berteriak.
“ aduh apa ini kok gigit aku.”
Ucil segera menjatuhkan diri dari leher Bu Ani takut di
pukul. Bu Ani segera ke kamar mencari obat gatal. Dan
teman-teman Ucil selamat tidak jadi dipanggang dekat Api.
Mereka segera pergi dari gula dan mengerumuni Ucil.
“Ucil kau hebat berrrani sekali gigit Bu ani kalau kau
kenapa-kenapa gimana.
“Makanya jangan serakah makan secukupnya. Rajin nabung
bawa makanan simpan ke sarang. Makan secukupnya saja
jangan main-main bahaya.”
“Iya Cil terima kasih.”
Semut-semut itu hanya menunduk menyesal atas sikap
mereka yang serakah. Kemudian mereka mencari makanan
yang berserakan di dapur dan bergotong-royong memikul
makanan itu uuntuk disimpan ke sarang.
Setiap mereka bertemu selalu besalaman karena semut
hewan yang ramah. Zat kimia yang dikeluarkan dari
makanan ataupun dari musuh semut menempel pada semut
itu. Ketika bertemu dengan semut temannya, semut ini akan
saling menyapa, bersalaman (bersentuhan). Nah, dengan
saling menyapa inilah zat kimia dari semut akan memberi

tahu temannya (melalui antena di kepala semut) apakah di
lingkungan sekitarnya ada makanan atau ada musuh.
Jangan kalah ya kita ma semut saling bertegur sapa dan
senyum ketika bertemu teman atau saudara.

#tantangan 30 hari (Hari ke 9)
Kendal, 12052020

Profil Penulis

Penulis seorang Guru SDN
Karangmanggis yang telah menyelesaikan S1 PGSD di
Universitas Terbuka dan S2 Pengembangan Kurikulum
di PPs Unnes. Hobi menulis aktif di blok gurusiana.id dan
FB YOS. Sudah menghasilkan 2 buku kumpulan puisi
“Kilau Cinta pada Negeriku Indonesia” dan “Dongeng
Pangeran Sera.” Buku Makhluk Istimewa ini buku ketiga
sebagai referensi dan literasi Pendidikan Penguatan
Karakter.
Email: [email protected]
No WA 08112888256

Sinopsis

Setiap makhluk selalu mempunyai hal istimewa yang
Allah karuniakan dalam hidupnya. Jika di pergunakan
untuk tolong menolong dan bersyukur hidup akan terasa
indah. Kisah Ucil, Lajo, Leti, Iwa dan kawan-kawan akan
mewarnai dongeng fabel ini. Juga ada muatan pelajaran
Ilmu Pengetahuan Alam yang menambah wawasan kita.


Click to View FlipBook Version