TUGAS CGP ANGK.7
1.1.a.5 RUANG KOLABORASI
SOSIO - KULTURAL “UPACARA ADAT NYANGKU”
YANG SEJALAN DENGAN PEMIKIRAN KHD
Anggota Kelompok:
1. Ratna Shinta S.Suwarto
2. Ade Pujianti
3. Rhoma Dhona Mirda
4. Mochamad Saeffulloh
RUANG DISKUSI
MODUL 1.1
Tujuan Pembelajaran:
Peserta mampu menemukenali nilai-nilai luhur kearifan budaya
daerah yang relevan untuk memperkuat karakter murid
sebagai individu sekaligus sebagai anggota masyarakat
PKertanyaanDiskusAi N
1. Apa kekuatan konteks sosio-kultural di daerah Anda yang sejalan dengan
pemikiran KHD?
2. Bagaimana pemikiran KHD dapat dikontekstualkan sesuaikan dengan nilai-nilai
luhur kearifan budaya daerah asal yang relevan menjadi penguatan karakter
murid sebagai individu sekaligus sebagai anggota masyarakat pada konteks lokal
sosial budaya di daerah Anda?
3. Sepakati satu kekuatan pemikiran KHD yang menebalkan laku murid di kelas
atau sekolah Anda sesuai dengan konteks lokal sosial budaya di daerah Anda yang
dapat diterapkan.
RUANG
KOLABORASI
Kekuatan konteks sosio-kultural
“Upacara Adat Nyangku”
dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara
KEARIFAN BUDAYA
LOKAL PANJALUKab.Ciamis
UPACARA ADAT
NYANGKU
TAYANGAN SEKILAS VIDEO
UPACARAADAT NYANGKU
KSejarah Nyangku AN
Istilah Nyangku berasal dari kata yanko (Bahasa Arab) yang artinya
membersihkan. Namun kemudian berubah pelafalannya menjadi Nyangku.
Nyangku berarti nyaangan laku (Bahasa Sunda) yaitu menerangi perilaku.
Upacara adat nyangku merupakan upacara adat yang telah ada sejak jaman
Kerajaan Panjalu. Hingga kini upacara tersebut secara rutin dilaksanakan tiap
tahun oleh masyarakat Panjalu, karena masyarakat Panjalu menganggap upacara
adat tersebut memiliki nilai-nilai yang baik bagi kehidupan mereka, di samping
melestarikan tradisi warisan leluhur.
KSejarah Nyangku AN
Dilaksanakan pada hari Senin/Kamis terakhir Bulan Maulud (Rabiul Awal). Hal ini
dimaksudkan untuk memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad SAW.
Dan mengenang jasa Prabu Sanghyang Borosngora sebagai Raja Panjalu yang
memeluk agama Islam dan menyebarkan agama Islam di Panjalu.
Upacara Adat Nyangku adalah rangkaian prosesi adat penyucian benda-benda
pusaka peninggalan Prabu Sanghyang Borosngora dan para Raja, serta Bupati
Panjalu penerusnya yang tersimpan di Pasucian “Bumi Alit”. Benda-benda pusaka
tersebut di antaranya: Pedang Zulfikar, Cis, Keris Komando, Keris, Pancaworo,
Bangreng, Goong kecil, Kujang, Trisula dan lain-lain.
KSejarah Nyangku AN
Tujuan upacara ini yaitu membersihkan benda pusaka yang berarti sebagai
bentuk penghormatan terhadap leluhur Panjalu yang telah menyebarkan agama
Islam. Lebih jauh lagi, upacara ini merupakan waktu untuk berpikir dan
mengevaluasi diri dengan cara mengkritisi diri sendiri, mengakui perbuatan-
perbuatan yang tidak sesuai dengan norma adat dan norma agama dalam upaya
menjadi pribadi turunan Panjalu yang lebih baik lagi. Sebagai simbol
membersihkan diri.
RUANG
KOLABORASI
Pemikiran KHD dikontekstualkan
dengan nilai-nilai luhur
“Upacara Adat Nyangku”
KAITAN ANTARA KONTEKS LOKAL UPACARA
ADAT NYANGKU DAN PEMIKIRAN KHD
DALAM PEMBELAJARAN
Gotong-Royong Kekeluargaan
Religi Penghormatan
Pada Leluhur
PEMIKIRAN KHDYANG DAPATDIKONTEKSTUALKAN SESUAI
DENGAN NILAILUHUR KEARIFAN BUDAYAYANG RELEVAN
Ing Ngarso Sung Ing Madyo
Tulodo Mangun Karso
Tut Wuri Handayani
PEMIKIRAN KHDYANG DAPATDIKONTEKSTUALKAN SESUAI
DENGAN NILAILUHUR KEARIFAN BUDAYAYANG RELEVAN
K RELIGI AN
Kegiatan Upacara nyangku sangat berkaitan dengan religi, buktinya :
1. Di laksanakan pada bulan Robiul awal (bulan Mulud)
2. Sebelum kegiatan inti berlangsung, acara diawali dengan pembacaan sholawat
3. Mengenang penyebaran agama islam
4. Pencucian alat alat pusaka, sehingga alat pusaka menjadi bersih ( Kebersihan
sebagian dari pada iman)
GKOTONG -ROYONAGN
Nilai Gotong Royong yang terlihat dalam upacara nyangku merupakan salah
satu nilai karakter yang relevan diterapkan di sekolah sebagai karakter yang
harus dimiliki setiap murid.
Pada Kurikulum merdeka dalam kegiatan project profil pelajar Pancasila
tentunya karakter gotong royong harus dilaksanakan.
KKEKELUARGAANAN
Azas kekeluargaan pada kegiatan tersebut sangat terlihat, buktinya :
1. Upacara tersebut merupakan kolaborasi dari berbagai unsur (Pemerintah,
Yayasan dan Masyarakat)
2. Setiap Masyarakat di minta kontribusinya untuk memeriahkan acara tersebut,
bentuknya bisa berupa sumbangan makanan, finasial atau yang lainnya
PenghKormatan Pd LAeNluhur
Pada kegiatan upacara nyangku, penghormatan kepada leluhur sangat terlihat
sekali, Buktinya :
1. Mengenang jasa prabu sanghiyang borosngora
2. Menghormati yang lebih tua
3. Tidak melupakan sejarah
PEMIKIRAN KHDYANG DAPAT
DIKONTEKSTUALKAN SESUAI DENGAN NILAI
LUHURKEARIFAN BUDAYAYANGRELEVAN
KODRAT ALAM Murid yang berada di Lingkungan
Panjalu mengingat latar belakang historis
Upacara sebagai kegiatan sakral
warisan leluhur.
Murid memiliki semangat dalam KODRAT ZAMAN
Ikut mengisi kegiatan upacara
Nyangku dan bangga akan
kebudayaan asli daerahnya
RUANG
KOLABORASI
Kekuatan pemikiran KHD
yg menebalkan laku murid sesuai dg
“Upacara Adat Nyangku”
ImpleKmentasi NilaAi-nNilai
Luhur Di Sekolah
Nilai nilai yang terkandung dari kegiatan upacara nyangku harus benar benar
disosialisasikan dan di terapkan di kehidupan sehari hari. Untuk konteks di
sekolah, kegiatannya bisa berupa : Kegiatan Pembiasaan sebelum pembelajaran.
A. Religi : Ada kegiatan Jumat Bersih, Jumat ber bagi dan kegiatan sholatdhuha,
sholat hajat dan pembacaan surat yasin
B. Gotong royong : Bekerjasama dalam kelompok baik di kegiatan intrakulikuler
maupun di kegiatan ekstra kulikuler
C. Kekeluargaan : Adanya kegiatan sarapan Bersama, senam Bersama dll
D. Penghormatan kepada leluhur: Selalu membudayakan 5S (Senyum,Salam,
Sapa sopan dan santun)
TERIMA KASIH
SALAM
GURU
PENGGERAK
CREDITS: This presentation template was
created by Slidesgo, including icons by
FINlaDticOonNEanSd IiAnfogMraAphJicUs & images by
Freepik