UMI KULSUM
BISNIS DARING DAN PEMASARAN
KELAS XII
TAHUN PELAJARAN 2020/2021
MODUL
ADMINISTRASI TRANSAKSI
UNTUK SEMESTER GANJIL
SMK PLUS AL AZHAR
Jln. Warung Cendol 17 Ds. Mariuk, Tambakdahan-Subang
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Alloh SWT yang telah memberikan nikmat yang begitu banyak, serta
dukungan dari keluarga dan rekan, sehingga modul Administrasi Transaksi Kelas XII Bisnis Daring
dan Pemasaran Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2020/2021 dapat selesai pada waktunya, dan
dapat dipergunakan oles siswa siswi SMK Plus Al Azhar sebagai bahan belajar mandiri siswa tanpa
guru, selain itu siswa bisa mengakses modul tersebut bisa kapan pun dan dimana pun karena
bentuk modul tersebut berupa e-book
Tentu dalam pembuatan modul ini masih banyak kekurangan maka dari itu saran dan kritik tentu
akan sangat membantu penulis dalam penyusunan modul berikutnya.
Subang, 31 Agustus 2020
Penulis
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR....................................................................................................... i
DAFTAR ISI ................................................................................................................ ii
Indikator Pencapaian Kompetensi ................................................................................. 1
Tujuan ....................................................................................................................... 1
Panduan Belajar .......................................................................................................... 2
BAB 1 MENGOPERASIKAN MESIN PEMBAYARAN ............................................................ 3
A. Alat Pembayaran .............................................................................................. 4
B. Jenis uang ....................................................................................................... 6
C. Mesin Pembayaran Transaksi ............................................................................. 8
D. Rangkuman...................................................................................................... 10
E. Tugas Diskusi ................................................................................................... 10
F. Tes Formatif..................................................................................................... 10
BAB 2 ALAT/MESIN HITUNG......................................................................................... 11
A. Pengertian Alat/Mesin Hitung............................................................................. 11
B. Macam Alat/Mesin Hitung.................................................................................. 11
C. Fungsi Tombol Alat/Mesin Hitung ....................................................................... 13
D. Cara Mengoperasikan Alat/Mesin Hitung ............................................................. 14
E. Rangkuman...................................................................................................... 15
F. Tes Formatif..................................................................................................... 15
BAB 3 MENGOPERASIKAN MESIN PEMBAYARAN TUNAI DAN NON TUNAI ........................ 16
A. SOP Kasir......................................................................................................... 17
B. Mesin Kasir Cash Register.................................................................................. 19
C. Mesin Kasir Point of Sales.................................................................................. 20
D. Mesin Pembayaran Non Tunai............................................................................ 21
E. Rangkuman...................................................................................................... 22
F. Tugas Diskusi ................................................................................................... 22
G. Tes Formatif..................................................................................................... 22
BAB 4 ALAT BANTU VERIFIKASI DALAM TRANSAKSI ...................................................... 23
A. Verifikasi dan validasi........................................................................................ 23
B. Alat Bantu Verifikasi Berat ................................................................................. 24
C. Alat Bantu Verifikasi Pembayaran ....................................................................... 26
D. Perawatan Alat Bantu Verifikasi.......................................................................... 38
ii
E. Rangkuman...................................................................................................... 40
F. Tugas Diskusi ................................................................................................... 40
G. Tes Formatif..................................................................................................... 40
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................... 41
KUNCI JAWABAN......................................................................................................... 42
iii
INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
Pengetahuan
1. Menguraikan pengertian alat pembayaran
2. Menguraikan macam alat pembayaran
3. Menguaraikan pengertian alat/mesin hitung
4. Menguaraikan macam alat/mesin hitung
5. Menganalisis alat/mesin hitung
6. Menguraikan pengertian verifikasi dan validasi
7. Menguraikan macam alat verifikasi alat pembayaran tunai dan non tunai
8. Menganalisis cara melakukan verifikasi alat pembayaran tunai dengan cara 3D
9. Menganalisis cara melakukan verifikasi alat pembayaran tunai dengan mesin verifikasi
10. Menganalisis cara melakukan verifikasi alat pembayaran non tunai dengan mesin verifikasi
11. Menganalisis cara melakukan alat pembayaran non tunai dengan cara
Keterampilan
1. Mengoperasikan alat/mesin hitung
2. Melakukan verifikasi alat pembayaran tunai dengan cara 3D
3. Melakukan verifikasi alat pembayaran tunai dengan mesin verifikasi
4. Melakukan verifikasi alat pembayaran non tunai berbasis kartu elektronik dengan mesin
verifikasi (EDC)
5. Melakukan validasi untuk pembayaran yang menggunakan via transfer/e-wallet
TUJUAN
Pengetahuan
1. Setelah membaca dan memahami diharapkan peserta didik mampu menguraikan
pengertian dan jenis alat pembayaran
2. Setelah membaca dan memahami diharapkan peserta didik mampu menguraikan
pengertian dan jenis alat hitung
3. Setelah membaca dan memahami diharapkan peserta didik mampu menguraikan
pengertian verifikasi dan validasi
4. Setelah membaca dan memahami diharapkan peserta didik mampu menguraikan macam
alat verifikasi alat pembayaran tunai dan non tunai
5. Setelah membaca dan memahami diharapkan peserta didik mampu menganalisis cara
melakukan verifikasi alat pembayaran tunai dengan cara 3D
6. Setelah membaca dan memahami diharapkan peserta didik mampu menganalisis cara
melakukan verifikasi alat pembayaran tunai dengan mesin verifikasi
7. Setelah membaca dan memahami diharapkan peserta didik mampu menganalisis cara
melakukan verifikasi alat pembayaran non tunai dengan mesin verifikasi
8. Setelah membaca dan memahami diharapkan peserta didik mampu menganalisis cara
melakukan alat pembayaran non tunai dengan cara
1
Keterampilan
Setelah membaca dan memahami diharapkan peserta didik mampu:
1. Mengoperasikan alat/mesin hitung
2. Melakukan verifikasi alat pembayaran tunai dengan cara 3D
3. Melakukan verifikasi alat pembayaran tunai dengan mesin verifikasi
4. Melakukan verifikasi alat pembayaran non tunai berbasis kartu elektronik dengan mesin
verifikasi (EDC)
5. Melakukan validasi untuk pembayaran yang menggunakan via transfer/e-wallet
PANDUAN BELAJAR
1. Bacalah dengan cermat mulai dari indikator pencapaian kompetensi sampai Anda benar-
benar memahami tentang apa, untuk apa, dan bagaimana mempelajari modul ini
2. Catatlah istilah yang menurut Anda baru, cari lah arti kata istilah tersebut ke mesin pencairian
google atau tanyakan kepada guru
3. Pahami pengertian dari isi modul ini melalui pemaham sendiri, dan bertukar pikir dengan
teman sekelas dan guru pada forum diskusi melalui whatsapp grup (KBM Online XII BDP)
4. Untuk memperluas wawasan, baca dan pelajari sumber-sumber lain yang relevan, melalui
berbagai sumber bacaan atau melalui internet
5. Setelah Anda selesai membaca, silahkan kerjakan test formatif untuk memantapkan
pemahaman Anda pada materi ini
2
BAB 1 MENGOPERASIKAN MESIN PEMBAYARAN
PETA KONSEP PEMBELAJARAN → Uang sebagai alat pembayaran
------- Alat pembayaran → Fungsi uang
------- Jenis uang → Berdasarkan nilai yang terkandung
Dalam benda
MENGOPERASIKAN
MESIN PEMBAYARAN → Berdasarkan bahan yang digunakan
(KD 3.11) → Berdasarkan lembaga yang
mengeluarkannya
------ Mesin pembayaran → Transaksi tunai
Transaksi
→ Transaksi non tunai
→ Fungsi mesin pembayaran
PENDAHULUAN
Dalam transaksi tunai, penyerahan uang dilakukan dalam waktu yang bersamaan dengan
penyerahan barang. Kemudian kasir sebagai pihak yang menerima pembayaran tunai akan
membuatkan bukti transaksi berupa struk/nota pembayaran tunai. Pada praktiknya transaksi bisa
dilakukan dengan tunai dan non tunai. Instrumen pembayaran tunai bisa berupa uang kartal
(uang kertas dan uang logam), sedangkan instrument pembayaran non tunai bisa dilakukan
dengan kartu debit maupun dengan kartu kredit dengan mengunakan Electronic Data Capture
(EDC)
Mesin cash register dan POS merupakan mesin transaksi pembayaran tunai guna mempermudah
proses transaksi pembayaran agar lebih akurat.
3
MENGOPERASIKAN MESIN PEMBAYARAN
A. ALAT PEMBAYARAN
1. UANG SEBAGAI ALAT PEMBAYARAN
Uang merupakan suatu benda yang berfungsi mengukur nilai menukar dan melakukan
transaksi jual beli. Suatu benda dapat dikategorikan uang bila memenuhi syarat-syarat
sebagai berikut:
a. Diterima secara umum (acceptability)
Artinya benda yang dijadikan uang harus bisa diterima oleh seluruh masyarakat,
karena jika benda tersebut tidak diterima maka uang tersebut tidak dapat beredar ke
seluruh kalangan masyarakat.
b. Nilainya stabil (stability of value)
Artinya jika benda itu tidak dipakai dan dibiarkan saja maka nilainya tidak akan
berkurang. Sehingga masyarakat akan percaya jika mereka menyimpan benda
tersebut dalam waktu yang lama karena nilainya akan tetap.
c. Mudah disimpan (storable)
d. Mudah dibawa (portability)
Artinya benda yang dijadikan uang harus mudah jika akan disimpan, dibawa, dan
dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain. Oeh karena itu, benda tersebut harus
memiliki ukuran yang kecil dan ringan sehingga mudah disimpan dan dibawa ke
manapun.
e. Tahan lama tidak mudah rusak (durability)
Artinya benda yang dijadikan uang harus tahan jika disimpan dalam waktu yang lama,
dan tidak mudah rusak. Misalnya benda yang dijadikan uang adalah daun, maka jika
disimpan dalam waktu yang lama akan kering dan mudah rusak.
f. Mudah dibagi (divisibility)
Artinya jika benda itu dipecah ke dalam beberapa bagian maka nilai keseluruhan
benda yang dibagi - bagi tersebut akan tetap.
g. Tidak mudah dipalsukan (scarcity)
Artinya jika jumlahnya tidak terbatas dan mudah dipalsukan maka setiap orang dapat
memiliki benda tersebut dengan jumlah yang tidak terbatas, sehingga peran dan
fungsi uang menjadi tidak dijalankan. Mengapa demikian? Karena jika setiap orang
sudah memiliki benda tersebut dalam jumlah yang tidak terbatas maka mereka tidak
4
memerlukan lagi benda tersebut dari orang lain sehingga pertukaran tidak dapat
berjalan.
2. FUNGSI UANG
a. Fungsi asli
1. Sebagai alat ukur, guna mempermudah kita untuk mendapatkan suatu barang.
Dengan begitu, kita dapat menghemat waktu serta tenaga karena tinggal
menukarkan uang untuk membeli kebutuhan.
2. Sebagai satuan hitung, mampu menentukan besaran nilai suatu barang. Misalnya,
harga penggaris yang akan dibeli Doraemon senilai Rp5.000, menunjukkan bahwa
Doraemon cukup membayar uang sejumlah Rp4.000 untuk mendapatkan
penggaris.
3. Sebagai alat penyimpan nilai, sebagai alat penyimpan nilai (value) karena dapat
digunakan untuk mengalihkan daya beli dari masa sekarang ke masa yang akan
datang.
b. Fungsi turunan
1. Sebagai alat pembayaran berbeda dengan uang sebagai alat tukar. Maksudnya di
sini adalah ketika uang dibayarkan tanpa ditukar dengan benda/jasa apapun.
Contohnya membayar belanjaan di TEFA Al Azhar Mart.
2. Sebagai alat pembayaran utang, digunakan untuk melunasi utang piutang
3. Sebagai alat penimbun kekayaan, dapat digunakan ketika ada keperluan
mendadak
4. Sebagai alat pemindahan kekayaan
5. Sebagai alat untuk meningkatkan status sosial
B. JENIS UANG
1. JENIS UANG BERDASARKAN NILAI YANG TERKANDUNG DALAM BENDA
a. Uang penuh (full bodied money), nilai yang tertera pada uang sama nilainya dengan
bahan yang digunakan, artinya nilai nominal uang tersebut sama dengan nilai
intrinsiknya.
b. Uang tanda (token money), nilai yang tertera lebih tinggi dari nilai bahan yang
digunakan, artinya nilai nominal uang tersebut lebih tinggi dari intrinsiknya.
5
2. JENIS UANG BERDASARKAN BAHAN YANG DIGUNAKAN
Sumber: https://b-pikiran.cekkembali.com/
Gambar 1 Uang kartal
a. Uang logam
Uang yang umumnya terbuat dari logam, biasanya terbuat dari emas atau perak,
karena kedua barang tersebut lebih tinggi dan stabil, bentuknya lebih mudah dikenali
sifatnya tidak mudah hancur, tahan lama serta dapat dibagi menjadi satuan yang lebih
kecil tanpa mengurangi nilai.
b. Uang kertas
Uang berbentuk lembaran yang terbuat dari kertas dengan gambar dan cap tertentu
3. JENIS UANG BERDASARKAN LEMBAGA YANG MENGELUARKAN
a. Uang kartal
Alat pembayaran yang sah dan wajib digunakan oleh masyarakat dalam kegiatan
transaksi jual beli sehari-hari
b. Uang giral
Uang yang dimiliki masyarakat dalam bentuk simpanan (giro) yang dapat ditarik sesuai
kebutuhan
6
Sumber: https://www.dosenpendidikan.co.id/
Gambar 2 Uang Giral
Alat Transaksi Berbasis Elektronik
a. Kartu kredit, kartu kredit juga merupakan kartu pembayaran elektronik yang
diterbitkan oleh bank kepada nasabah tetapi dengan sistem pembayaran kredit.
b. Kartu debit, Kartu debit merupakan kartu pembayaran elektronik yang diterbitkan oleh
bank kepada nasabah yang membuat rekening tabungan
c. Uang elektronik dengan chip (e-money), merupakan produk, sistem atau alat
pembayaran berupa nilai uang yang disimpan secara elektronik pada media server
atau chip yang dipergunakan untuk kepentingan transaksi pembayaran atau transfer
dana. E-Money diperoleh dengan cara menyetor uang terlebih dahulu kepada penerbit
melalui beberapa metode kemudian nilai uang tersebut diubah menjadi nilai uang
dalam media elektronik dalam satuan mata uang.
Alat Transaksi Berbasis Mobile
a. Uang elektronik berbasis server (OVO, Dana, Go-Pay, GrabPay, ShopeePay, dll)
Gambar 3 Aplikasi uang elektronik Sumber: https://inet.detik.com/
7
b. Mobile bangking
Gambar 4 Mobile banking BRI Sumber: https://gusinfo.com/
4. JENIS UANG BERDASARKAN WILAYAH BERLAKUNYA
a. Uang domestik
Uang yang berlaku di wilayah tertentu saja. Misalnya: Rupiah hanya untuk mata uang
Indonesia saja.
b. Uang regional
Uang yang hanya berlaku di kawasan tertentu. Misalnya: Euro untuk kawasan Uni
Eropa
c. Uang internasional
Uang yang tidak hanya berlaku di wilayah atau di kawasan tertentu saja, tetapi berlaku
juga di berbagai wilayah Negara di dunia. Contohnya: Dolar Amerika
C. MESIN PEMBAYARAN TRANSAKSI
1. MESIN PEMBAYARAN TRANSAKSI TUNAI
a. Mesin kasir cash register, mesin kasir yang dipadukan dengan cash drawer. Untuk
mengetahui prosedur penggunaan mesin cash register silahkan klik tautan berikut
https://classroom.google.com/c/MTc4ODcwMzA0MzU1/m/MTc5NDU5ODAyMDQ5/det
ails
b. Mesin Point Op Sales (POS), merupakan seperangkat komputer dan system yang
digunakan untuk melakukan transaksi penjualan yang dipadukan dengan scanner,
cash drawer, dan printer
8
Sumber: https://gobiz.co.id/ Sumber: http://lilispatimah37.blogspot.com/
Gambar 5 Mesin cash register Gambar 6 Mesin POS
2. MESIN PEMBAYARAN TRANSAKSI NON TUNAI
EDC (Electronic Data Capture) atau disebut juga mesin gesek, merupakan sebuah alat
penerima pembayaran yang dapat menghubungkan antar rekening bank. Mesin ini sendiri
diterbitkan oleh perbankan dan dapat terkoneksikan dengan server perbankan. Pada
umumnya EDC memiliki bentuk seperti telepon genggam model lama dengan layar yang
kecil.
1. Tombol Navigasi Bawah
2. Tombol Navigasi Atas
3. Tombol Function
4. Tombol Cancel untuk membatalkan/keluar dari
suatu
5. menu
6. Tombol Koreksi
7. Tombol Enter
8. Tombol Menu
9. Tempat untuk menggesek kartu
Gambar 7 Mesin EDC
3. FUNGSI MESIN PEMBAYARAN Sumber: https://www.siajun.com/
a. Membantu memperloleh data yang lebih akurat
b. Membantu menyelesaikan pekerjaan dengan cepat
c. Meminimalisasi kesalahan penjumlahan
d. Memberikan pelayanan yang memuaskan konsumen
e. Menjadi alat untuk mengontrol karyawan
9
RANGKUMAN
1. Uang merupakan suatu benda yang berfungsi mengukur nilai menukar dan melakukan
transaksi jual beli
2. Suatu benda dapat dikategorikan uang bila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut, diterima
secara umum (acceptability), nilainya stabil (stability of value), mudah disimpan (storable),
mudah dibawa (portability), tahan lama tidak mudah rusak (durability), mudah dibagi
(divisibility), tidak mudah dipalsukan (scarcity)
3. Jenis uang dapat berdasarkan nilai yang terkandungnya, bahan yang digunakan, lembaga
yang mengeluarkannya, dan berdasarkan wilayah berlakunya
4. Mesin pembayaran merupakan alat untuk mempermudah transaksi, mesin pembayaran
transaksi terdiri dari mesin pembayaran tunia dan non tunai
5. Mesin pembayaran tunai digunakan untuk transaksi penjualan tunai, ada pun jenis mesin
pembayaran tunai adalah cash register dan mesin POS (Point of Sales)
6. Mesin pembayaran non tunai digunakan untuk transaksi kredit, contohnya mesin EDC
(Electronic Data Capture)
7. Fungsi mesin pembayaran, adalah untuk membantu memperloleh data yang lebih akurat,
membantu menyelesaikan pekerjaan dengan cepat, meminimalisasi kesalahan penjumlahan,
memberikan pelayanan yang memuaskan konsumen, dan menjadi alat untuk mengontrol
karyawan
TUGAS DISKUSI
Peserta didik mencari informasi di google, analisis kemudian bandingkan mengenai jenis-
jenis mesin pembayaran yang bisa digunakan dalam transaksi. Diskusikan hasil analisis Anda
dengan teman sekelas dan guru di google whatsapp grup
TES FORMATIF
Untuk memantapkan pemahaman Anda, silahkan kerjakan latihan soal dengan menggungakan
link google form berikut ini https://forms.gle/c4AeEfA2bsj25o4v6
1. Bacalah doa sebelum mengerjakan tes formatif
2. Isi nama Anda terlebih dahulu sebelum mengerjakan
3. Pilih kelas X BDP 1 atau 2
4. Pilihlah jawaban yang tepat untuk pertanyaan-pertanyaan tersebut
5. Jika sudah selesai mengerjakan, tekan tombol “kirim”
10
BAB 2 ALAT/MESIN HITUNG
PETA KONSEP PEMBELAJARAN
ALAT HITUNG / PENGERTIAN ALAT HITUNG
MESIN HITUNG
MACAM MESIN HITUNG
Berdasarkan kegunaannya:
1. Office calculator
2. Scientific calculator
3. Finansial calculator
Berdasarkan hasil penyajiannya: mesin hitung pencetak
(printing)
MENGOPERASIKAN ALAT HITUNG
PENDAHULUAN
Administrasi transaksi tidak lepas dengan alat hitung atau mesin hitung, karena setiap kegiatan
transaksi membutuhkan mesin hitung untuk mempermudah dalam transaksi penjualan atau
pembelian, untuk menghindari adanya kesalahan perhitungan transaksi dan pelayanan konsumen
menjadi lebih efisien dan efektif.
ALAT HITUNG/MESIN HITUNG
A. PENGERTIAN ALAT/MESIN HITUNG
Alat hitung/mesin hitung adalah alat untuk menghitung dari perhitungan sederhana
seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian sampai kepada kalkulator
sains yang dapat menghitung rumus matematika tertentu.
Pada perkembangannya sekarang ini, kalkulator sering dimasukkan sebagai fungsi tambahan
daripada komputer, handphone, bahkan sampai jam tangan.
B. MACAM ALAT HITUNG/MESIN HITUNG
1. Berdasarkan kegunaannya
a. Office calculator
Merupakan kalkulator yang hanya digunakan untuk operasi sederhana, seperti
penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Kalkulator ini banyak
digunakan di kantor dan dunia perdagangan. Layar tampilannya hanya terdiri atas 12
digit sehingga tidak bisa untuk melakukan perhitungan dalam jumlah yang besar.
11
Gambar 1 Office calculator
Sumber. https://indonesian.alibaba.com/
b. Scientific calculator
Merupakan jenis kalulator yang memiliki tambahan tombol khusus untuk perhitungan
matematika yang lebih kompleks dan rumit, seperti sinus, fungsi turunan, dan lain
sebagainya. Meski demikian kalkulator ini dapat digunakan untuk operasi sederhana.
Gambar 2 Scientific Calculator
Sumber. https://www.elektronikgadget.com/
c. Finansial Calculator
Merupakan kalkulator yang memiliki tombol-tombol yang dapat digunakan untuk
menyimpan perhitungan dan menampilkan kembali hitungan yang biasa digunakan
untuk hitungan keuangan.
Gambar 3 Finansial Calculator
Sumber. https://www.casio-intl.com/
12
2. Berdasarkan hasil penyajiannya: mesin hitung pencetak (printing)
Merupakan kalkulator yang dapat menampilkan hasi perhitungan di layar, kalkulator
printing ini dapat mencetak hasilnya dengan pada secarik kertas. Kalkulator printing
dilengkapi dengan satu gulungan kertas yang terdapat di dalam printer, yang digunakan
untuk mencetak hasil perhitungan atau catatan tertulis dari perhitungan yang telah dibuat
pada kalkulator. Sebagian besar kalkulator printing dapat mencetak dalam dua warna
yaitu hitam dan merah, agar mudah mengidentifikasi nilai positif dan negatif.
Gambar 4. Kalkulator printer
Sumber.https://www.etsworlds.id/
C. FUNGSI TOMBOL ALAT/MESIN HITUNG
Fungsi dari 10 tombol lain yang terdapat dalam kalkulator:
1. C dan CE (Clear Entry)
Salah input angka merupakan hal yang biasa terjadi, apalagi bila kamu melakukan
perhitungan dengan banyak angka. Solusinya, cukup tekan tombol C atau CE, maka
angka yang diinput terakhir akan dihapus.
2. MR dan MRC (Memory Recall)
Fungsi tombol MR dan MRC sebenarnya sama, yaitu untuk memanggil memori yang
sudah tersimpan. Misalnya hasil penjumlahan terakhir yang sudah disimpan adalah 15,
maka kamu bisa memunculkannya kembali cukup dengan menekan tombol MR atau MRC.
3. M- dan MC (Memory Clear)
Tombol ini memiliki fungsi untuk menghapus angka yang disimpan dalam memori
kalkulator. Angka 15 di atas akan segera dihapus begitu tombol M- atau MC ditekan.
Dengan kata lain, M- dan MC akan me-reset memori ke kondisi 0.
4. M+ (Memory Plus)
Sesuai namanya, tombol ini punya fungsi menambahkan hasil perhitungan ke memori.
Dengan menekan tombol M+, maka hasil hitungan terakhir akan disimpan dalam memori
13
kalkulator. Sebagai contoh, hasil penjumlahan 10+5 = 15, lalu tekan M+, maka secara
otomatis angka 15 sudah tersimpan dalam memori.
5. Min
Jika kesulitan mengingat nominal angka yang tertera pada layar kalkulator, tombol Min
akan membantu mengingatnya. Tombol Min secara fungsi mirip dengan M+, namun
bedanya Min akan menyimpan semua yang ditampilkan di layar saat itu juga.
6. GT (Grand Total)
Tombol ini akan memanggil total semua hitungan dalam memori. Tombol GT digunakan
untuk melakukan hitungan beruntun. Misal, untuk mengitung 5+5+(4x2) = 18,
tambahkan 5+5=10 dan simpan angka 10 dengan M+. Hitung 4x2 = 8 lalu tekan GT,
maka hasilnya akan jadi 18.
7. AC (All Clear)
Tombol ini berguna untuk menghapus semua hasil perhitungan yang ada di layar, juga
me-reset semua fungsi yang sudah dimasukkan. Namun tombol AC tidak akan
menghapus hitungan yang sudah disimpan dalam memori kalkulator.
8. EXP (Exponensial)
Fungsinya ialah untuk menghitung pangkat. Contoh: Jika kita akan melakukan
perhitungan 1,234 x 10 ^ 6, maka di kalkulator kita bisa menekan tombol 1 . 2 3 4 EXP
6.
9. Shift
Fungsinya sebenarnya hampir mirip seperti fungsi Shift pada keyboard komputer.
Biasanya fungsi Shift di kalkulator gunanya untuk mengakses fungsi tambahan yang ada.
10. MS adalah singkatan dari Memory Storage
Sebagai informasi, tak semua kalkulator memiliki tombol seperti di atas. Produsen yang
berbeda juga terkadang memiliki istilahnya sendiri. Termasuk adanya perbedaan antara
kalkulator biasa dengan kalkulator ilmiah yang digunakan untuk melakukan penghitungan
yang lebih rumit.
D. CARA MENGOPERASIKAN ALAT/MESIN HITUNG
Berikut link cara mengoperasikan kalkulator:
https://id.wikihow.com/Mengoperasikan-Kalkulator-Ilmiah
https://www.petunjuk.co.id/citizen/cdc-312/petunjuk?p=3
14
RANGKUMAN
1. Alat hitung merupakan alat untuk menghitung dari perhitungan sederhana
seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian sampai kepada kalkulator
sains yang dapat menghitung rumus matematika tertentu.
2. Macam alat/mesin hitung berdasarkan kegunaanya (office calculator, scientific calculator, dan
finansial calculator) dan berdasarkan penyajiannya : mesin hitung pencetak (printing)
TES FORMATIF
Untuk memantapkan pemahaman Anda, silahkan kerjakan latihan soal dengan menggunakan link
google form berikut ini https://forms.gle/B8E6o21XJ9cZw4C6A
1. Bacalah doa sebelum mengerjakan tes formatif
2. Isi nama Anda terlebih dahulu sebelum mengerjakan
3. Pilih kelas X BDP 1 atau 2
4. Pilihlah jawaban yang tepat untuk pertanyaan-pertanyaan tersebut
5. Jika sudah selesai mengerjakan, tekan tombol “kirim”
15
BAB 3 MENGOPERASIKAN MESIN PEMBAYARAN
TUNAI DAN NON TUNAI
PETA KONSEP PEMBELAJARAN
MENGOPERASIKAN SOP KASIR 1. Kriteria kasir
MESIN PEMBAYARAN 2. SOP kasir
TUNAI DAN NON MESIN KASIR CASH 3. Standar penampilan kasir
TUNAI REGISTER 4. Larangan bagi kasir
MESIN KASIR POINT 1. Jenis-jenis mesin kasir
OF SALES 2. Pengoperasikan cash register elektronik
MENGOPERASIKAN 1. Point of Sales (POS)
MESIN PEMABAYARAN 2. Bagian mesin POS
NON TUNAI 3. Mengoperasikan POS
1. Pengertian mesin EDC
2. Transaksi pada mesin EDC dengan
system offline
3. Transaksi pada mesin EDC dengan
system online
PENDAHULUAN
Kasir merupakan sebuah profesi yang bekerja melayani transaksi pembelian. Ada satu hal lain
yang biasanya identik dengan kasir, yaitu kassa. Jika kasir merupakan orang yang bertugas, maka
kassa adalah tempat dimana orang itu melaksanakan tugasnya. Kegiatan transaksi jual beli
tersebut dilakukan di kassa.
Kita sering menjumpai kasir ketika berbelanja di mini market atau di supermarket atau toko ritel
lainnya. Seiring dengan teknologi yang semakin pesat, pembayaran pada transaksi jual beli tidak
hanya dilakukan secara tunai, tapi juga secara non tunai, seperti menggunakan kartu debit,
kredit, maupun e-money. Oleh karena itu, mesin yang digunakan pun harus menyesuaikan degan
system pembayaran yang berlaku saat ini.
Dalam modul ini akan dibahas tentang cara mengoperasikan mesin cash register, Point of Sales,
dan Electronic Data Capture.
16
MENGOPERASIKAN MESIN PEMBAYARAN TUNAI DAN NON TUNAI
SOP atau Standar Operasional Prosedur yang terstandarisasi dan eksplisit adalah aspek penting
dari setiap sistem kualitas yang akan menghadirkan kemampuan untuk bekerja secara selaras
dan sesuai standar yang ada.
A. SOP KASIR
Standar operasinaol prosedur kasir merupakan standarisasi dalam melakukan transaksi
penjualan dengan kecepatan dan ketepatan dalam pelayanan kepada pelanggan mampu
memuaskan pelanggan.
1. Kriteria Kasir
a. Mempunyai integritas tinggi
b. Ramah dan murah senyum
c. Tanggap
d. Teliti
e. Bertanggung jawab
f. Antusias dan ceria
2. SOP Kasir
Gambar 1 Seorang kasir sedang melayani pelanggan
Sumber: https://abcpalem.com/
Saat membuka toko sebelum melayani transaksi
a. Kasir harus dating 30 menit sebelum toko dibuka
b. Hitung modal dari kasir induk
c. Masukan modal ke dalam cash drawer
d. Siapkan alat tulis yang diperlukan di area kasa
e. Bersihkan area kasa, menata barang impulse buying dan mengembalikan barang
batalan
17
f. Tata semua perlengkapan yang dibutuhkan, pastikan mesin kasir dalam kondisi
menyala
Saat melayani konsumen di area kasa
a. Sapa pelanggan
b. Terima barang dari konsumen satu persatu
c. Scan barang yang dibeli konsumen sekaligus sebutkan nama dan jumlah barang yang
dibeli oleh konsumen tersebut
d. Komunikasikan program promo, diskon, atau hadiah
e. Bujuk dan tawarkan kepada konsumen untuk membeli barang yang dipajang di area
kasa
f. Tanyakan cara pembayaran yang ingin digunakan oleh konsumen
g. Bungkus semua produk yang dibeli oleh konsumen
h. Serahkan barang belanjaan konsumen dengan kedua tangan, tersenyum dan
ucapkan terimakasih
Saat menutup toko setelah transaksi selesai
a. Hitung jumlah penjualan hari ini, berupa uang cash, merchant copy debet atau kredit
maupun pembayaran non tunai lainnya
b. Buat laporan penjualan hari ini sesuaikan dengan uang cash, merchant copy debet
atau kredit maupun pembayaran non tunai lainnya
c. Rapikan area kasir
d. Matikan mesin kasir
e. Laporkan hasil penjualan kepada kasir induk
Gambar 2 Standar Penampilan Kasir di salah satu mini market
Sumber: https://www.facebook.com/LowkerSRG
3. Standar Penampilan Kasir
Standar penampilan untuk kasir laki-laki
a. Rambut bersih, wangi dan rapi tidak melebihi kerah baju
b. Wajah bebas minyak, harus terlihat segar
c. Tidak diperkenankan menggunkan aksesoris
18
d. Gunakan seragam perusahaan, seragam dimasukan dengan rapi dan memakai sabuk
hitam polos
e. Gunakan sepatu sesuai standar perusahaan
f. Gunakan ID card yang disediakan perusahaan
g. Gunakan pewangi tubuh
h. Tidak diperkenankan bertato
Standar penampilan untuk kasir perempuan
a. Rambut bersih, wangi, rapi, diikat bagi yang berrambut panjang. Untuk yang berhijab,
kerudung harus dimasukan ke dalam kerah baju agar terlihat rapi
b. Wajah harus ber make up dengan make up yang tidak berlebihan, bebas minyak,
harus terlihat segar
c. Tidak diperkenankan menggunkan aksesoris
d. Gunakan seragam perusahaan dimasukan dengan rapi dan memakai sabuk hitam
polos
e. Gunakan sepatu sesuai standar perusahaan
f. Gunakan ID card yang disediakan perusahaan
g. Gunakan pewangi tubuh
h. Tidak diperkenankan bertato/hena/cat kuku
4. Larangan Bagi Kasir
a. Mengitung uang modal di kasa saat toko sudah buka
b. Bercakap-cakap dengan rekan saat sedang melayani konsumen
c. Melakukan pembicaraan memalui telepon saat melayani pelanggan
d. Menolak transaksi dengan alas an sibuk
e. Memberikan diskon tidak sesuai standar yang berlaku
f. Menjajikan sesuatu yang tidak pasti kepada konsumen
g. Melakukan proses transaksi di luar standar yang sudah ditetapkan
h. Melakukan aktivitas diluar tugasnya sebagai kasir saat waktu kerja sedang
berlangsung
B. MESIN KASIR CASH REGISTER
Jenis-jenis Mesin Kasir
1. Cash register manual, dioperasikan dengan tangan manusia, digunakan untuk
menjumlah, mengurangi, mengalikan dan memperoleh hasil jumlah. Salah satu merk
cash register manual adalah Olivetti, dari jenis berkunci sepuluh yang dapat mencetak
dan berkapasitas 12 angka.
2. Cash register elektronik, umumnya digunakan dalam usaha ritel. Mesin ini dapat
menyimpan data barang (stok barang) an mencatat transaksi yang terjadi setiap kali
transaksi, seperti penjumlahan penjualan/penerimaan kas, pencatatan pengeluaran kas,
pencatatan penjualan dengan diskon, dan penguranan penjualan kredit/utang.
19
Gambar 3 Cash register elektronik
Sumber: https://gobiz.co.id/
3. Cash register listrik, Digerakkan dengan tenaga listrik dan dilengkapi engkol (handle)
yang dipergunakan bila listrik mati, cara kerja dan komponen mesinnya mekanik, memiliki
dua kunci untuk kasir dan pimpinan, mencatat transaksi kas secara umum (satu
departemen), dan mempunyai kemampuan 5 digit
Untuk buku panduan prosedur pengoprasian cash register elektronik silahkan buka tautan
https://classroom.google.com/c/MTc4ODcwMzA0MzU1/m/MTc5NTE1NDc3MzA1/details
C. MESIN KASIR POINT OF SALES
Gambar 4 Mesin POS
Sumber: http://lilispatimah37.blogspot.com/
1. Point of Sales (POS)
Merupakan seperangkat komputer dan system yang digunakan untuk melakukan
transaksi penjualan dengan dipadukan dengan beberapa alat bantu, seperti scanner, cash
drawer, dan printer.
20
2. Bagian Mesin POS
a. Perangkat keras/hardware, terdiri dari CPU, operator display (CRT, LCD, LED), printer
termal, customer display, drawer, barcode scanner, keyboard, modem dan jaringan
internet, dongle software
b. Perangkat lunak/software kasir
Silahkan tautan berikut https://youtu.be/Poa6qcGbP-8 untuk melihat dan menyimak
cara pengoperasian mesin POS.
D. MESIN PEMBAYARAN NON TUNAI
Pengertian Mesin EDC
Electronic Data Capture (EDC) merupakan alat penerima pembayaran yang akan
memindahkan dana rekening pada bank konsumen ke rekening penjual.
Contoh gambar EDC Agen BRILink
10. Tombol Navigasi Bawah
11. Tombol Navigasi Atas
12. Tombol Function
13. Tombol Cancel untuk membatalkan/keluar
dari suatu
14. menu
15. Tombol Koreksi
16. Tombol Enter
17. Tombol Menu
18. Tempat untuk menggesek kartu
Sumber: https://www.siajun.com/
Gambar 5 Electronic Data Capture
21
RANGKUMAN
1. SOP atau Standar Operasional Prosedur yang terstandarisasi dan eksplisit adalah aspek
penting dari setiap sistem kualitas yang akan menghadirkan kemampuan untuk bekerja
secara selaras dan sesuai standar yang ada.
2. Kriteria kasir yang baik, mempunyai integritas tinggi, ramah dan murah senyum, tanggap,
teliti, bertanggung jawab, dan antusias dan ceria.
3. Jenis-jenis mesin pembayaran dalam transaksi, ada mesin pemabayaran tunai dan non tunai.
Mesin pembayaran tunai digunakan untuk transaksi penjualan tunai, ada pun jenis mesin
pembayaran tunai adalah cash register dan mesin POS (Point of Sales)
4. Mesin pembayaran non tunai digunakan untuk transaksi kredit, contohnya mesin EDC
(Electronic Data Capture)
TUGAS DISKUSI
Peserta didik mencari informasi video di youtube tentang cara mengoprasikan mesin POS,
kemudian analisis dan bandingkan dengan iPos 4.0 yang dimenjadi bahan ajar. Diskusikan
hasil analisis Anda dengan teman sekelas dan guru di google whatsapp grup.
TES FORMATIF
Untuk memantapkan pemahaman Anda, silahkan kerjakan latihan soal dengan menggungakan
link google form berikut ini https://forms.gle/bGqY6eTEgD6gXVHt7
1. Bacalah doa sebelum mengerjakan tes formatif
2. Isi nama Anda terlebih dahulu sebelum mengerjakan
3. Pilih kelas X BDP 1 atau 2
4. Pilihlah jawaban yang tepat untuk pertanyaan-pertanyaan tersebut
5. Jika sudah selesai mengerjakan, tekan tombol “kirim”
22
BAB 4 ALAT BANTU VERIFIKASI DALAM TRASAKSI
PETA KONSEP PEMBELAJARAN
ALAT PEMBAYARAN 1. Pengertian alat pembayaran
2. Macam alat pembayaran
VERIFIKASI DAN VALIDASI
ALAT VERIFIKASI ALAT VERIFIAKSI 1. Alat bantu verifikasi dan validasi berat
DALAM TRANSAKSI BERAT 2. SOP pelayanan di area timbangan
ALAT BANTU 1. Alat bantu verifikasi uang kertas
VERIFIAKSI 2. Alat bantu verifikasi kartu kredit dan
PEMBAYARAN
kartu kredit
PERAWATAN ALAT 1. Perawatan alat bantu verifikasi berat
BANTU VERIFIKASI 2. Perawatan alat bantu verifikasi kartu
kredit dan debit
3. Perawatan alat bantu verifikasi uang
tunai
PENDAHULUAN
Ada dua jenis alat pembayaran, yaitu uang kartal (uang kertas dan uang logam) dan uang giral,
berupa kartu kredit, kartu debit, e-walle, dan e-money. Baik pembayaran tunai maupun nontunai,
penjual harus dapat memastikan bahwa alat pembayaran tersebut adalah asli. Untuk itu
diperlukan pengetahuan, keterampilan, ketelitian, serta kejelian seorang penjual atau kasir untuk
membedakan antara alat pembayaran yang asli dengan yang palsu. Untuk membantu proses
apakah alat pembayaran itu asli atau palsu, penjual bisa menggunakan alat verifikasi pembayaran
yang akan dibahas pada modul ini.
ALAT BANTU VERIFIKASI DALAM TRANSAKSI
A. VARIFIKASI DAN VALIDASI
Verifikasi adalah konfirmasi, melalui penyediaan bukti objektif, bahwa persyaratan
yang ditentukan telah dipenuhi. Validasi adalah konfirmasi melalui pengujian dan penyediaan
bukti objektif bahwa persyaratan tertentu untuk suatu maksud khusus dipenuhi. Contoh
verifikasi: Sebagaimana dijelaskan pengertian verifikasi diatas bahwa verifikasi itu sering
ditemui dalam pendaftaran. Pada saat mendaftar, maka akan diperlukan untuk menyediakan
bukti obyektif contohnya seperti fotokopi KTP, akte kelahiran, dan sejenisnya.
23
Setelah hal-hal tersebut dilengkapi, maka selanjutnya berkas pendaftaran tersebut
diverifikasi. Selain dari itu, verifikasi dapat juga dilakukan pada laboratorium yang akan
melakukan sebuah penelitian.
Metode Verifikasi ini, dilakukan dengan menggunakan sifat yang baku untuk dapat
membuktikan hasil yang benar valid. Verifikasi tersebut juga bisa ditujukan untuk dapat
melihat apakah laboratorium tersebut memiliki kompetensi personil.
B. ALAT BANTU VERIFIKASI BERAT
1. Alat Bantu Verifikasi dan Validasi Berat
Kegiatan perdagangan yang menggunakan ukuran berat harus melakukan verifikasi di
depan konsumen mengenai kesesuaian ukuran barang yang dibeli konsumen.
Gambar 1 Macam-macam alat bantu verifikasi berat
Sumber: https://www.timbanganindonesia.com/
Alat ukur berat atau timbangan yaitu alat untuk mengukur nilai berat suatu benda,
sehingga kita bisa membandingkan berat suatu benda dengan benda lain. Berbeda
dengan alat ukur tidak baku, timbangan dapat memberikan informasi berat benda lebih
tepat. Berikut ini adalah jenis timbangan beserta kegunaannya:
1) Timbangan Duduk
Timbangan duduk adalah salah satu alat untuk menimbang yang biasanya digunakan
oleh para peternak, pedagang, jasa laundry, atau koki. Banyak yang menggunakan
timbangan jenis ini, karena kapasitasnya yang mencapai 500 kg, namun ada juga
yang berkapasitas maksimal 50 kg.
Timbangan duduk berkapasitas 500 kg biasanya dilengkapi roda besi dan timbangan
bandul geser kuningan. Ada berbagai model timbangan duduk yang bisa kita lihat
melalui gambar alat ukur berat ini.
24
2) Neraca
Setiap benda memiliki massa, yaitu banyaknya zat yang terkandung di dalamnya.
Massa benda dapat diukur menggunakan alat ukur massa yang disebut neraca.
Dengan menggunakan neraca, massa benda dapat diukur hingga tingkat ketelitian
0,01 g. Ada beberapa jenis neraca yaitu neraca Ohaus, neraca digital, neraca analitis
dua lengan, dan neraca lengan gantung. Mengukur massa benda memerlukan jenis
neraca yang sesuai agar hal pengukurannya tepat.
3) Timbangan Badan
Timbangan badan berfungsi sebagai alat ukur berat badan seseorang. Alat ukur berat
satu ini biasanya ditempatkan pada puskesmas, rumah sakit, atau apotek. Seiring
berkembangnya teknologi, timbangan badan dilengkapi dengan alat ukur panjang
untuk mengukur tinggi badan.
4) Timbangan Digital
Seiring berkembangnya teknologi munculah timbangan digital untuk mendapatkan
nilai pengukuran yang lebih akurat. Alat ukur berat ini memiliki beberapa jenis yang
dibedakan berdasarkan bagaimana pengunaannya. Perkembangan teknologi
menghasilkan timbangan digital yang dilengkapi alat ukur waktu, seperti timbangan
digital untuk pembuatan minuman kopi di kafe.
5) Timbangan Kodok
Berdasarkan gambar alat ukur dan fungsinya, alat yang biasa digunakan di pasar ini
memiliki kegunaan yang masih eksis sampai sekarang. Dalam menggunakan
timbangan kodok atau timbangan bebek ini juga dilengkapi dengan anak batu yang
terdiri atas berbagai ukuran yaitu 50 gram (1/2 ons), 100 gram (1 ons), 200 gram (2
ons), 500 gram (1/2 kg), 1000 gram (1 kg). Timbangan kodok memiliki kapasitas
muatan mencapai 10 kg.
6) Timbangan Gantung
Timbangan gantung atau Crane Scale digunakan untuk mengukur berat benda
dengan cara digantung. Jadi, benda yang akan diukur beratnya digantungkan pada
pengait yang ada pada timbangan gantung.
7) Timbangan Hybrid
Timbangan hybrid dapat disebut sebagai perpaduan antara timbangan digital dan
mekanik. Hal itu karena cara kerjanya dengan memadukan kedua jenis timbangan
itu. Timbangan hybrid biasa diletakkan di posisi penimbangan yang tidak ada aliran
listrik dan menggunakan display digital.
25
Timbangan ini memiliki kelebihan dibandingkan jenis lainnya yaitu dapat
digunakan untuk menimbang dengan kapasitas besar, sehingga juga dikatakan
sangat heavy duty. Banyak sektor industri yang menggunakan timbangan jenis ini karena
kapasitasnya yang sangat besar.
2. SOP Pelayanan di Area Timbangan
Prosedur yang harus dilakukan oleh petugas bagian menimbang produk yang dibeli
konsumen adalah sebagai berikut:
1. Siapkan barang yang akan ditimbang
2. Tekan tombol PLU barang
3. Tekan tombol PLU
4. Tekan PRINT atau tombol *
5. Kertas hasil timbangan akan tercetak
6. Tempelkan print out pada pembungkus barang yang ditimbang
C. ALAT BANTU VERIFIKASI PEMBAYARAN
Dalam dunia bisnis untuk menyelesaikan transaksi penjualan dapat digunakan dua
jenis alat pembayaran, yaitu : uang chartal dan uang giral. Yang dimaksud dengan uang
kartal adalah alat pembayaran yang disahkan oleh pemerintah. Dalam hal ini yang dimaksud
adalah uang kertas dan uang logam. Sedangkan yang dimaksud dengan uang giral adalah
surat atau kartu berharga yang mempunyai nilai uang yang dikeluarkan oleh suatu bank atas
nama atau untuk seseorang, badan atau perusahaan. Bentuk dari uang giral ada berbagai
macam, misalnya : chek, bilyet giro, traveler cheque, deposito, telegrafhic transver dan
kartu kredit. Jenis alat pembayaran yang banyak digunakan dalam transaksi jual beli adalah
uang kertas dan kartu kredit.
Tentu saja bagi seorang penjual apabila ada pembeli yang melakukan pembayaran
dengan alat pembayaran baik berupa uang kertas atau berupa uang giral yang lazim
digunakan yaitu kartu kredit, harus dapat memastikan bahwa alat pemabayaran tersebut
adalah asli. Untuk itu diperlukan pengetahuan, keterampilan, ketelitian serta kejelian
seorang oenjual atau kasir untuk membedakan antara alat pembayaran yang asli dengan
yang palsu.
Yang dimaksud dengan alat Bantu verifikasi adalah alat yang dapat digunakan oleh
penjual atau kasir untuk memeriksa alat pembayaran baik berupa uang chartal (kertas)
ataupun kartu kredit yang digunakan pembeli asli atau tidak. Selain menggunakan alat
26
Bantu verifikasi seorang penjual atau kasir harus dapat juga membedakan alat pembayaran
yang asli dengan yang palsu secara manual.
1. Alat Bantu Verifikasi
Jenis alat Bantu verifikasi yang digunakan untuk alat pembayaran, yaitu :
1) ALAT BANTU VERIFIKASI UANG KERTAS
Adalah alat yang dapat digunakan oleh penjual atau kasir untuk
memeriksa apakah uang kertas yang digunakan pembeli asli atau tidak.
2) ALAT BANTU VERIFIKASI KARTU KREDIT DAN KARTU DEBIT
Adalah alat yang dapat digunakan oleh penjual atau kasir untuk
memeriksa apakah kartu kredit yang digunakan pembeli asli atau tidak.
2. Melakukan Validasi
1) VALIDASI UANG KARTAL
Validasi uang kertas dengan cara manual
Uang palsu adalah uang yang dicetak atau dibuat oleh perseorangan maupun
perkumpulan/sindikat tertentu dengan tujuan agar uang palsu hasil cetakannya
dapat berlaku sesuai nilainya dengan sebagaimana mestinya. Untuk mendeteksi,
mengidentifikasi dan melihat perbedaan antara uang asli dengan uang palsu
diperlukan tehnik analisis yang cukup sederhana dan bisa dilakukan oleh siapa
saja dengan mudah. Pemeriksaan uang kertas secara manual dapat dilakukan
dengan cara sbb:
- Dilihat, lihatlah uang yang anda miliki, apakah warnanya pudar, kusam,
pucat, luntur, patah-patah atau masalah lainnya. Pastikan uang yang anda
periksa tadi memiliki warna, corak dan gambar yang baik serta memiliki tanda-
tanda uang asli, seperti: tanda air yang menggambarkan pahlawan-pahlawan
nasional, bahkan kertas serta benang tali pengaman yang berada di dalam
uang tersebut.
- Diraba, usaplah uang tersebut, apakah uang itu terasa kasar atau lembut.
Uang yang asli biasanya agak kaku dan tebal bahn kertasnya. Disampin itu
pada angka atau gambar uang yang biasanya sengaja dicetak agak menonjol
dan akan terasa jika diusap-usap.
- Diterawang, langkah yang terakhir adalah menerawangkannya ke sumber
cahaya kuat seperti matahari dan lampu. Setelah diterawang, lihatlah
bagian tali pengaman (benang pengaman) dan tanda air apakah dalam
kondisi baik atau tidak.
27
2) VALIDASI UANG KERTAS DENGAN MESIN KHUSUS
Mesin ini di desain untuk mendeteksi jenis mata uang yang pengamanannya
dilakukan dengan sistem utama UV (ultraviolet). Pemeriksaan uang kertas dengan
mesin khusus yang disebut money detector.
Untuk lebih jelasnya mengenai cara melakukan verifikasi dengan cara manual (3D) dan
Ciri Keaslian Uang Rupiah (CIKUR) emisi 2014 dan 2016 silahkan buka link berikut ini
https://classroom.google.com/c/MTc4ODcwMzA0MzU1/p/MjIxNDczMDgwMTU2/details
3. Jenis alat bantu verifikasi dan cara menggunakannya
Ada beberapa alat bantu verifikasi yang beredar saat ini. Berikut akan dijelaskan
berbagai jenis alat bantu verifikasi dan cara mengoperasikannya:
1) MESIN DETEKTOR UANG (MONEY DETECTOR)
Mesin ini digunakan untuk mendeteksi uang palsu, dapat dibedakan berdasarkan
sistem pendeteksiannya. Macam-macam bentuk money detector:
- Money detector senter, bentuknya seperti senter
Gambar 2 Money detector senter
Sumber: https://inkuiri.com/
- Money detector ballpoint, bentuknya kecil seperti ballpoint
Gambar 2 Money detector ballpoint
Sumber: https://www.blanja.com/
28
- Money detector kalkulator, juga berfungsi sebagai kalkulator
Gambar 2 Money detector kalkulator
Sumber: https://m.bukalapak.com/
- Money detector mesin
Gambar 3 Money detector mesin
Sumber: https://yaoota.com/
Gambar 4 Money detector mesin
Sumber: https://www.tokopedia.com/
2) CARA MENGOPERASIKAN MONEY DETECTOR
Nyalakan lampu pada alat, kemudian letakkan sinar lampu di atas uang, sehingga
terlihat tanda-tanda seperti yang lazim terdapat pada uang kertas asli, yaitu
terlihat tanda air, terdapat tulisa, benang pengaman, dan gambar pahlawan ssuai
29
dengan nilai nominal pada uang. Apabila semua tanda tersebut muncul, maka
berarti uang tersebut asli.
Untuk lebih memahami cara melakukan verifiaksi uang kertas bisa dilihat pada
link berikut ini:
- Verikasi uang kertas dengan Money detector senter di
https://www.youtube.com/watch?v=Uhr48EJNSss.
- Verifiaksi uang kertas dengan mesin hitung yang dilengkapi dengan sinar UV
dan magnetik di link https://www.youtube.com/watch?v=tjL7AxIZJMQ
- Verikasi uang kertas dengan handheld blacklight di link
https://youtu.be/Yi_5a8ePfuo
3) ALAT VALIDASI KARTU DEBIT DAN KARTU KREDIT
a. Pengertian Alat Pembayaran Non Tunai
Alat pembayaran non tunai adalah mekanisme atau cara bayar transaksi yang
tidak lagi memerlukan uang fisik.
b. Macam Alat Pembayaran Non Tunai
Ada begitu banyak pilihan alat pembayaran non tunai yang menguntungkan.
Jenisnya secara umum dibagi menjadi dua, yaitu:
Alat pembayaran non tunai berbasis kartu dan elektronik
1. Kartu ATM (debit)
Sebagian mungkin sudah tidak asing dengan yang namanya kartu debit, kartu ini
didapatkan setelah kita menjadi nasabah suatu bank.
Gambar 5. Kartu Debit
Sumber: https://tergila.com/
Keuntungan punya kartu ATM adalah, dimudahkannya dalam transaksi perbankan
yaitu transfer uang atau tarik uang tunai. Sebelum ada ATM, nasabah bank harus
ke bank buat melakukan transfer ataupun tarik uang tunai.
30
Sejak ada kartu ATM, cara-cara tersebut perlahan-lahan mulai ditinggalkan. Selain
itu kini penggunaan kartu ATM gak ubahnya kartu kredit. Kita bisa melakukan
transaksi dengan gesekkan kartu ATM di mesin EDC.
2. Kartu Kredit
Penggunaan alat pembayaran non tunai hampir sama dengan kartu ATM.
Bedanya, kartu kredit memang lebih difokuskan buat melakukan transaksi
pembayaran. Sementara kalau kartu ATM lebih difokuskan buat transfer dan tarik
tunai.
Gambar 6. Kartu Kredit
Sumber: https://pilihkartu.com/
Untuk bertransaksi dengan kartu kredit, besaran transaksi ditanggung dulu oleh
bank. Nantinya apa yang dibayarkan bank tersebut wajib kamu lunasi di kemudian
hari.
3. Electronic Money (e-money)
Punya e-toll atau brizzi??, alat pembayaran nontunai yang kita gunakan tersebut
adalah salah satu dari electronic money atau e-money. Sepintas e-money mirip-
mirip dengan kartu kredit atau kartu ATM.
Gambar 7 Uang Elektornik
Sumber: https://finance.detik.com/
31
Bedanya, dalam menggunakan e-money kamu terlebih dahulu harus mengisi
saldo dengan jumlah tertentu. Barulah kartu e-money bisa kamu gunakan. Kamu
bisa gunakan e-money di setiap merchant yang menyediakan mesin EDC.
Di Indonesia, kebanyakan e-money yang beredar dicetak oleh bank. Misalnya,
Mandiri e-money yang diterbitkan Bank Mandiri. Lalu ada Flazz yang dicetak Bank
BCA, atau Brizzi yang diterbitkan Bank BRI.
4. Electronic wallet
Dompet elektronik atau biasa disebut e-wallet memiliki cara kerja pembayaran
yang sama dengan kartu elektronik sebelumnya. Untuk menggunakan e-wallet
pengguna harus mentransfer terlebih dulu, jumlah uang yang dibutuhkan. Uang
ini nantinya akan disimpan sebagai saldo di e-wallet yang kita punya.
Bedanya dengan kartu elektronik adalah e-wallet tidak mempunyai bentuk
fisik. Sesuai dengan namanya, dompet elektronik ini tersedia di aplikasi
smartphone.
Gambar 8 Ilustrasi Elektronic Wallet
Sumber: https://www.trendhunter.com/
Biasanya aplikasi yang menyediakan e-wallet memang aplikasi yang khusus
dibuat untuk melakukan pembayaran secara non tunai. Kini juga sudah
banyak merchant yang melakukan pembayaran melalui e-wallet.
5. Internet banking
Alat pembayaran nontunai ini dihadirkan seiring meningkatnya penggunaan
smartphone. Hampir semua transaksi dapat dilakukan hanya dengan internet
banking melalui smartphone. Mulai dari cek saldo rekening, transfer uang,
hingga melakukan pembayaran.
32
Gambar 9 Contoh Fitur Internet Banking Bank BRI
Sumber: https://www.cermati.com/
Pokoknya di mana pun dan kapan pun kita bisa bertransaksi selama
smartphone kita terbuhung dengan internet, dan saldo internet banking yang
mencukupi untuk melakukan transaksi.
6. Mobile banking
Fasilitas mobile banking hampir sama seperti internet banking yang praktis
dan bisa digunakan di smartphone. Perbedaan diantara kediuanya, aplikasi
mobile harus diinstall terlebih dahulu melalui play store. Sementara internet
banking cukup diakses melalui browser.
Gambar 10 Contoh Aplikasi Mobile Banking Bank BRI
Sumber: https://gusinfo.com/
Keuntungan yang ditawarkan mobile banking sudah mencakup semua
keuntungan yang terdapat di internet banking. Namun, kalau bicara
kelengkapan fitur, sudah jelas kalau mobile banking punya fitur yang lebih
lengkap.
Alat pembayaran non tunai berbasis warkat
Jika sebelumnya telah dijelaskan mengenai alat pembayaran nontunai
berbasis kartu dan elektronik yang mungkin sudah biasa kita temui sehari hari.
33
Nah ternyata ada juga nih alat pembayaran non tunai yang berbasis warkat,
dan mungkin jarang kita temui.
Warkat sendiri merupakan surat berharga yang dikeluarkan bank, sebagai
instrumen penarikan dana nasabah yang memiliki fasilitas rekening Giro atau
Rekening Koran. Jenis-jenis alat pembayaran ini antara lain:
1. Kwitansi transfer (wesel)
Kwitansi merupakan alat bayar non tunai yang dijadikan sebagai bukti
penerimaan transfer dari luar kota dan bisa ditagihkan kepada bank penerima
transfer tersebut. Alat pembayaran jenis ini dikeluarkan oleh bank, dengan
begitu harus ditandatangani oleh yang berhak menerima.
Gambar 11 Wesel Pos
Sumber: https://www.brilio.net/
2. Cek
Terdapat tiga jenis cek yaitu cek silang, cek atas nama dan cek atas unjuk.
Untuk jenis yang satu ini pasti kamu udah nggak asing lagi, ‘kan?
Gambar 12 Cek salah satu Bank Swasta
Sumber : https://fungsi.co.id/
Pengertian cek adalah surat perintah tanpa syarat dari nasabah kepada bank
yang terdapat rekening giro. Tujuannya untuk membayar sejumlah uang
kepada pihak yang disebutkan di dalam kertas cek tersebut.
3. Bilyet giro
Bilyet Giro digunakan untuk memindahbukukan sejumlah dana dari pemilik
rekening atau rekening yang bersangkutan ke rekening penerima. Bilyet giro
34
merupakan surat perintah dari nasabah kepada bank penyimpan dana untuk
memindahbukukan sejumlah dana dari rekening yang bersangkutan kepada
rekening pemegang yang disebutkan namanya.
Gambar 13 Biyet Giro salah satu Bank Swasta
Sumber: https://www.bca.co.id/
4. Nota kredit
Nota kredit umumnya digunakan untuk mengirimkan atau memindahkan
dana bukan tunai kepada nasabah bank atau bank lain melalui kliring.
5. Nota debit.
Adalah surat yang diterbitkan untuk menagih nasabah bank lain atau bank
lain melalui kliring.
c. Manfaat Menggunakan Alat Pembayaran Non Tunai
Keuntungan menggunakan alat pembayaran non tunai? Berikut adalah
keuntungan dan manfaat yang Anda dapatkan dalam bertransaksi
menggunakan alat pembayaran non tunai.
- Praktis dan efisien
Keuntungan dan manfaat alat pembayaran non tunai yang utama ialah
praktis dan efisien. Sebagai pengguna alat pembayaran non tunai, Anda
tidak lagi direpotkan dengan membawa uang dalam jumlah banyak karena
semua transaksi bisa dibayarkan secara non tunai baik melalui uang
elektronik maupun dompet digital. Selain praktis, menggunakan
pembayaran non tunai juga memangkas waktu transaksi karena bisa
dilakukan di mana saja melalui ponsel dengan jumlah pembayarannya yang
pas.
- Menghindari tindak kejahatan
Jika Anda termasuk orang yang khawatir membawa uang dalam jumlah
banyak, maka penggunaan alat pembayaran non tunai sangat cocok bagi
Anda. Dengan alat pembayaran non tunai seperti kartu debit/kredit, e-
35
money, m-banking, atau pun dompet digital, Anda tidak perlu lagi
membawa uang dengan jumlah banyak. Semuanya tersimpan secara aman
di jenis alat pembayaran non tunai yang Anda miliki. Selain itu, membawa
uang tunai dalam jumlah banyak tentu akan sangat mencolok dan
berpotensi pada tindak kriminalitas dan kejahatan. Karena itu, untuk alasan
keamanan, alat pembayaran tunai sangat dianjurkan.
- Keamanan penyimpanan
Selain mudah, penggunaan alat pembayaran non tunai juga melalui sistem
keamanan yang cukup teruji. Antara lain melalui serial number atau PIN
dan nomor OTP yang hanya diketahui oleh Anda selaku pengguna alat
pembayaran non tunai. Dengan sistem keamanan ini, orang lain tidak bisa
dengan mudah menggunakan alat pembayaran non tunai milik Anda karena
nomor PIN dan OTP yang hanya diketahui oleh Anda. Selain itu, untuk
tindakan pertama, Anda bisa melakukan pemblokiran dengan segera
apabila kartu kredit/debit milik Anda hilang. Hal itu untuk meminimalisir
tindakan-tindakan yang bisa merugikan saldo atau uang yang tersimpan
pada alat pembayaran non tunai milik Anda.
- Riwayat pengeluaran lebih tertata
Dalam alat pembayaran non tunai, segala transaksi Anda akan tercatat
dengan rapi dan jelas. Seperti di alat pembayaran non tunai jenis m-
banking. Pada m-banking, semua transaksi pengeluaran dan pemasukkan
akan tercatat di riwayat transaksi. Anda bisa melihatnya dengan mudah
melalui aplikasi m-banking. Begitu juga dengan dompet digital atau e-
wallet. Hal ini tentunya berbeda dengan uang tunai yang memerlukan
pencatatan secara manual.
- Banyak promo dan diskon
Keuntungan lain yang didapatkan dengan menggunakan alat pembayaran
non tunai adalah banyaknya promo dan diskon yang ditawarkan oleh
masing-masing penyedia layanan alat pembayaran non tunai. Contoh alat
pembayaran non tunai e-wallet yang kini amat banyak ditemui.
Banyak merchant-merchant atau toko-toko yang bekerja sama dengan
penyedia layanan e-wallet memberi potongan harga hingga cashback jika
Anda membayar dengan menggunakan layanan e-wallet tertentu.
Selain merchant, diskon atau cashback juga banyak dijumpai di pembelian
tiket pesawat, kereta, hotel, bioskop, hingga tempat-tempat wisata.
36
- Bisa dilakukan di mana saja
Tuntutan serba cepat dan mobilitas yang tinggi, tentunya akan sangat
terbantu dengan layanan pembayaran non tunai. Lewat pembayaran non
tunai seperti m-banking dan e-wallet, Anda bisa membayar segala macam
tagihan seperti listrik, internet, pulsa, air, hingga asuransi dengan gawai
atau gadget yang Anda miliki. Tanpa perlu mengantre dan berdesak-
desakkan.
d. Alat Verifikasi Pembayaran Non Tunai (Kartu debit dan kredit)
Alat yang digunakan untuk melakukan verifikasi pada kartu kredit atau debit
yaitu dengan mesin EDC (Electronic Data Capture).
Electronic Data Capture atau disingkat EDC adalah sebuah alat penerima
pembayaran yang dapat menghubungkan antar rekening bank. Mesin ini
sendiri diterbitkan oleh perbankan dan dapat terkoneksikan dengan server
perbankan. Pada umumnya EDC memiliki bentuk seperti telepon genggam
model lama dengan layar yang kecil.
Secara umum mesin EDC menyediakan:
1. Komponen Graphical User Interface (GUI) untuk memasukkan data.
2. Komponen validasi untuk mengecek data.
3. Alat untuk pembuatan laporan untuk mendukung analisis dari data yang
telah dikumpulkan.
Gambar 14 Mesin EDC (Electronic Data Capture)
Sumber: https://shopee.co.id/
37
e. Prosedur Mengoperasikan Kartu debit dan kredit
Prosedur dalam menggunakan kartu debit untuk transaksi tarik tunai dengan
EDC:
- Gesek kartu kredit/debit pada mesin EDC
- Ketik sejumlah uang sesuai total tagihan
- Arahkan konsumen untuk memasukkan PIN
- Tekan enter pada mesin EDC
- Jika transaksi berhasil, akan keluar struk bukti transaksi dari mesin EDC
- Kasir akan meminta Anda untuk tanda tangan pada struk transaksi
- Saat gesek berhasil saldo rekening langsung terpotong (untuk kartu debit)
atau tagihan bertambah (untuk kartu kredit)
f. Cara Melakukan Verifikasi Pembayaran Non Tunai
Prosedur dalam melakukan verifikasi pembayaran non tunai dengan metode
transfer melalui bank:
- Mintalah bukti pengiriman uang jika pembayaran dilakukan dengan
menggunakan metode transfer
- Cek notifikasi pada email atau sms yang sebelumnya telah didaftarkeun
sebagai email atau nomor HP untuk notifikasi atas nomor rekening yang
kita miliki. Atau dengan mengecek mutasi rekening melalui internet
banking.
- Cocokkan waktu pengiriman, nominal, nama/nomor rekening pengirim
apakah sesuai dengan jumlah yang harus dibayar
Jika sesuai maka pemayaran dengan transfer tersebut benar
D. PERAWATAN ALAT BANTU VERIFIKASI
Apabila terjadi kerusakan pada alat bantu verifikasi uang tunai dan alat bantu kartu kredit,
segera ajukan pelaporan pada pihak terkait.
1. Alat bantu verifikasi tunai
a. Bersihkan mesin setiap kali akan digunakan untuk menghindari debu masuk ke sela-
sela
b. Cek kondisi lampu UV mesin
c. Segera laporkan jika terjadi kerusakan alat kepada pihak yang berwenang
38
2. Alat bantu verifikasi kartu kredit dan debit
a. Bersihkan mesin setiap kali akan digunakan untuk menghindari debu masuk ke sela-
sela
b. Cek kertas secara berkala untuk mencegah terjadi kehabisan kertas
c. Sering dinyalakan meski tidak digunakan untuk mencegah kerusakan alat
39
RANGKUMAN
1. Verifikasi adalah konfirmasi, melalui penyediaan bukti objektif, bahwa persyaratan yang
ditentukan telah dipenuhi. Validasi adalah konfirmasi melalui pengujian dan penyediaan bukti
objektif bahwa persyaratan tertentu untuk suatu maksud khusus dipenuhi
2. Alat verifikasi terbagi menjadi dua, ada alat verifikasi berat dan alat verifikasi pembayaran
3. Verifikasi keabsahan uang kertas dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu secara manual dan
dengan menggunakan alat bantu money detector
4. Transaksi pembayaran dengan menggunakan kartu kredit, melibatkan lima pihak, yaitu
pemegang kartu kredit, penerbit kartu kredit, jaringan kartu kredit, merchant acqueir, dan
merchant atau gerai.
TUGAS DISKUSI
Peserta didik mencari informasi tutorial di youtube tentang bagaimana menggunakan
berbagai macam alat bantu verifikasi pembayaran uang kertas. Diskusikan hasil analisis Anda
dengan teman sekelas dan guru di google whatsapp grup.
TES FORMATIF
Untuk memantapkan pemahaman Anda, silahkan kerjakan latihan soal dengan menggunakan link
google form berikut ini https://forms.gle/aXB3YYWDNZV6u5iZ9
6. Bacalah doa sebelum mengerjakan tes formatif
7. Isi nama Anda terlebih dahulu sebelum mengerjakan
8. Pilih kelas X BDP 1 atau 2
9. Pilihlah jawaban yang tepat untuk pertanyaan-pertanyaan tersebut
10. Jika sudah selesai mengerjakan, tekan tombol “kirim”
40
DAFTAR PUSTAKA
Nuryati, Puji dkk. 2018. Administrasi Transaksi Kompetensi Keahlian Bisnis Daring dan Pemasaran
untuk SMK/MAK Kelas XII. Jakarta: Erlangga
“Pengertian Fungsi, Jenis, dan Syarat Uang” . 6 April 2018.
https://blog.ruangguru.com/pengertian-fungsi-jenis-dan-syarat-uang
“Perbedaaan Fungsi Asli Dan Fungsi Turunan Uang Adalah”.29 Maret 2017.
https://belajarsana.blogspot.com/2016/12/kerajaan-kalingga.html
“Perbandingan Serta Keuntungan dari Kartu Kredit dan Kartu Debit”. 27 Maret 2019.
https://www.aturduit.com/articles/panduan-perbankan/kartu-kredit-dan-kartu-debit/
“Uang Elektronik atau Electronic Money (E-Money)” 8 April 2020.
https://www.kajianpustaka.com/2020/04/uang-elektronik-atau-electronic-money-e-money.html
“Mesin EDC, Ini Cara Kerja dan Tips Penggunaannya!”. 16 Juli 2020.
https://www.cermati.com/artikel/mesin-edc-ini-cara-kerja-dan-tips-penggunaannyaa
“Petunjuk EDC (PAX S900)” 1 September 2018. https://www.siajun.com/petunjuk-edc-pax-
s900/
“Alat Hitung” https://id.wikipedia.org/wiki/Mesin_hitung
“Tugas Kasir“. https://failfaire.org/tugas-kasir/
SOP Adalah: Pengertian, Fungsi, Manfaat, Contoh, dan Tips Membuatnya
https://accurate.id/marketing-manajemen/sop-adalah/
“Cash Register : Cash Register Manual, Cash Register Listrik, Cash Register Elektronik
“. 16 September 2017. https://ikhtisarmateri.blogspot.com/2017/09/cash-register-cash-register-
manual-cash.html?m=0
https://www.bi.go.id/id/Default.aspx
https://www.bi.go.id/id/rupiah/materidownload/Pages/Kenali_Uang_Rupiah_Anda.aspx
Apa Saja Alat Pembayaran Non Tunai
https://www.cimbniaga.co.id/id/inspirasi/gayahidup/apa-saja-alat-pembayaran-non-
tunai#:~:text=Sebaliknya%2C%20alat%20pembayaran%20non%20tunai,uang%20elektronik
%20atau%20e%2Dmoney.
Raditya Wardana. 12 Jenis Alat Pembayaran Non Tunai, Cari Tahu Manfaatnya. 04 September
2020 https://lifepal.co.id/media/alat-pembayaran-nontunai-yang-kasih-banyak-untung/
Cermati.com 16 Juli 2020
https://www.cermati.com/artikel/mesin-edc-ini-cara-kerja-dan-tips-penggunaannya
41
KUNCI JAWABAN BAB 1
TES FORMATIF
1. Rp 7000
2. Tidak mudah dipalsukan
3. Milai nominalnya lebih besar dari nilai intrinsiknya
4. Memiliki nilai yang stabil
5. 3 dan 4
6. Penuh
7. Giral
8. Pembayaran utang
9. Domestic
10. Uang logam
KUNCI JAWABAN BAB 2
TES FORMATIF
1. Diskon 50% + 20% bukan berarti menjadi diskon 70%. Hal ini menunjukkan bahwa
pertama-tama barang akan didiskon 50%, kemudian harga setelah diskon awal
ditambah dengan diskon selanjutnya, yaitu sebesar 20%. Langkah-langkah
penghitungannya adalah sebagai berikut:
1) Masukkan nominal angka 549000.
2) Tekon tombol kunci kurang (–).
3) Masukkan nominal angka diskon pertama dan tekan tombol persen (%), yaitu 50%.
4) Tekon tombol kunci kurang (–).
5) Masukkan nominal angka diskon kedua dan tekan tombol persen (%), yaitu 20%.
6) Tekon tombol kunci sama dengan (=).
7) Hasil yang tertera pada layer adalah 219600.
Jadi, jumlah uang yang harus dibayar Tuan Bagus adalah Rp219.600,00.
2. Langkah-langkah penghitungannya adalah sebagai berikut.
1) Masukkan nominal angka 240000.
2) Tekon tombol kunci kurang (–).
3) Masukkan nominal angka 192000.
4) Tekon tombol kunci sama dengan (=).
5) Akan muncul hasil penghitungan pada layer senilai 48000
6) Tekon tombol kunci bagi (:).
7) Masukkan nominal angka 240000.
8) Tekon tombol kunci kali (x).
9) Masukkan nominal angka 100.
10) Tekon tombol kunci sama dengan (=).
11) Hasil yang tertera pada layar adalah 20.
Jadi, jumlah persentase potongan harga (diskon) yang didapat Noni adalah 20%.
42
KUNCI JAWABAN BAB 3
TES FORMATIF
1. Tidak mudah menyerah
2. Melakukan pelayanan
3. Nama dan kuantitas barang
4. Printer termal
5. Sesudah melayani transaksi
6. Software Ipos
7. Drawer
8. Penginputan barang dengan barcode scan
9. Barcode scan
10. Customer display
KUNCI JAWABAN BAB 4
TES FORMATIF
1. 3, 4, 5
2. Verifikasi
3. Validasi
4. Rectoverso
5. Cetakan intaglio
6. Ultraviolet
7. 2
8. Tanda air
9. cetakan akan tersa kasar pada beberapa tempat
10. Berbagai negara
43