MAKALAH
Metodedan model pembelajaranTentang
"Hakikat belajar dan mengajar"
Dosen Pengampu:
Muhamar Kodafi Putra, M.Pd.
Disusun Oleh :
1.Gusti Kumala Dewi : 2003011046
2.Tithania Afrilia Roza : 2003011165
3.YolandaAprilia : 2003011183
4.SindyAlhayusuci : 2003011150
5.Wilidia : 2003011176
6.SeptaTutiAriyani : 2003011147
PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS DHARMAS INDONESIA
2022
i
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta
karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang alhamdulillah
tepat pada waktunya yang berjudul “Hakikat belajar dan mengajar”.Diharapkan makalah ini
dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang model dan metode pembelajaran.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan
saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan
makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta
dalam penyusunan makalah Seni Teater ini dari awal sampai akhir.Semoga Allah SWT
senantiasa meridai segala usaha kita.Amin.
Dharmasraya, 11 Februari 2022
Penulis
ii
DAFTAR ISI
KataPengantar ......................................................................................................................................ii
Daftar Isi................................................................................................................................................iii
BAB I Pendahuluan.............................................................................................................................1
a. Latar Belakang............................................................................................................................1
b. Rumusan Masalah ......................................................................................................................2
c. Tujuan.........................................................................................................................................2
BAB II Pembahasan .............................................................................................................................3
a. Pengertian belajar ........................................................................................................................3
b. Pengertian mengajar ....................................................................................................................5
c. Pengertian pembelajaran..............................................................................................................6
d. Tujuan belajar ..............................................................................................................................7
BAB III Penutup...................................................................................................................................8
a. Kesimpulan ..................................................................................................................................8
b. Saran ............................................................................................................................................8
Daftar Pustaka ......................................................................................................................................9
iii
BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
PendidikanmenurutUndang-undang No. 20 Tahun 2003 Tentang SISDIKNAS adalah usaha sadar
dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik
secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,
pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan
dirinya, masyarakat, bangsa dan negara
Revolusi di bidang teknologi komunikasi dan informasi ternyata telah mempengaruhi hampir
seluruh sendi-sendi kehidupan manusia modern, termasuk dalam dunia pendidikan dengan
munculnya istilah-istilah seperti e-learning, e-book sampai e-education. Revolusi ini juga
berpengaruh pada paradigma pendidikan akan “tempat” belajar, dimana gedung sekolah yang
berdiri tegak dengan atap dan dinding akan semakin tak populer karena manusia bisa belajar di
mana saja dengan bantuan teknologi. Di sini yang terpenting adalah interaksi manusia itu dengan
materi pelajaran dan proses terusannya, pemahaman dan penguasaan ilmu. Di mana (sekolah?)
atau kapan (pagi atau siang?) tidak lagi menjadi pertanyaan penting sebab otak manusia sekarang
sudah terbiasa dengan konsep ruang dan waktu yang bersifat relatif.
Proses belajarpadahakekatnya juga merupakan kegiatan mental yang tidak dapat dilihat. Artinya,
proses perubahan yang terjadi dalam diri seseorang yang belajar tidak dapat disaksikan.Manusia
hanya mungkin dapat menyaksikan dari adanya gejala-gejala perubahan perilaku yang
tampak.Lebih lanjut, peserta didik harus dianggap sebagai makhluk yang dinamis, sehingga harus
diberi kesempatan untuk menentukan harapan dan tujuan mereka dan guru (pendidik) lebih
berperan sebagai penasehat, penunjuk jalan, dan rekan seperjalanan. Guru bukanlah satu-satunya
orang yang paling tahu. Oleh karena itu, pembelajaran harus berpusat pada peserta didik (child
centered), tidak tergantung pada text book atau metode pengajaran tekstual.
Berdasarkanlatar belakang di atas maka penulis mengajukan makalah yang berjudul “ Hakekat
Belajar dan mengajar” yang nantinya dapat memperjelas pengertian dan hakekat dari belajar.
1
B.Rumusan masalah
1. Apayang dimaksud dengan belajar?
2. Bagaimana proses pembelajaran itu?
3. Kenapa mengajar itu penting bagi calon guru?
C.Tujuan
1. Mengetahui apa yang dimaksud dengan belajar
2. Mengetahui bagaimana proses pembelajaran
3. Mengetahui pentingnya mengajar bagi guru
2
BAB II
PEMBAHASAN
A.Hakikat belajar
Belajar merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan kita karena belajar adalah suatu
proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan perilaku yang baru
secara keseluruhan sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.
Tanpa belajar seseorang tidak mungkin dapat mengembangkan potensi dirinya dengan baik
secara maksimal dan tanpa belajar seseorang juga sulit menguasai ilmu pengetahuan dan
teknologi. Selain itu belajar adalah salah satu kebutuhan manusia karena dengan belajar
seseorang akan dapat meningkatkan pengetahuan, ketrampilan serta sikap yang semuanya itu
dapat berguna bagi dirinya maupun dalam kehidupan masyarakat. Dari belajar seseorang akan
dapat melakukan sesuatu yang tidak dapat dilakukan sebelumnya karena belajar sesungguhnya
juga adalah perubahan tingkah lakuataukecakapanmanusia.
MenurutAinurrahman, BelajardanPembelajaran (Bandung: Alfabeta, 2013), hlm. 36.Belajar
menunjukkan aktivitas yang dilakukan oleh seseorang yang disadari atau disengaja. Aktivitas ini
menunjuk pada keaktifan seseorang dalam melakukan aspek mental yang memungkinkan
terjadinya perubahan pada dirinya.Dengan demikian, dapat dipahami juga bahwa suatu kegiatan
belajar dikatakan baik apabila intensitas keaktifan jasmani maupun mental seseorang semakin
tinggi.Sebaliknya meskipun seseorang dikatakan belajar, namun jika keaktifan jasmaniah dan
mentalnya rendah berarti kegiatan belajar tersebut tidak secara nyata memahami bahwa dirinya
melakukan kegiatan belajar.
Belajar adalah suatu proses yang kompleks yang terjadi pada semua orang dan berlangsung
seumur hidup, sejak masih bayi sampai akhir hayat (Parwati, 2018: 107).
Gagne, seperti yang dikutip Eveline dan Hartini (2011: 4), mendefinisikan belajar sebagai suatu
perubahan perilaku yang relatif menetap yang dihasilkan dari pengalaman masa lalu ataupun dari
pembelajaran yang direncanakan.
MenurutSardiman (2016: 32) “Belajar adalah penyesuaian diri dengan lingkungan”. Disisi lain
secara psikologis, belajar merupakansuatu proses perubahan tingkah laku sebagai hasil dari
interaksidengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya
3
Hakikatnya belajar harus menghasilkan sesuatu perubahan yang permanendalam diri manusia
melalui pengalaman yang diolah daya nalar. Pengalaman adalahhasil proses interaksi manusia
dengan lingkungan hidupnya. Pengalaman itulahyang menjadi bahan baku dalam proses
pembelajaran. Semakin banyakinteraksi dengan lingkungan hidupnya maka manusia semakin
banyak pengalaman dan semakin banyak pengalaman berarti semakin banyak pengetahuan.
Belajar merupakan suatu kebutuhan bagi setiap orang, karena mereka dapat mengetahui dan
menemukan suatu pengalaman.Belajar bukan semata-mata mengumpulkan atau menghafalkan
fakta-fakta yang terjadi dalam bentuk informasi atau materi pelajaran.
Dalam proses pengajaran, unsur proses belajar memegang peranan yang penting/vital. Mengajar
adalah proses membimbing kegiatan belajar, dan kegiatan mengajar hanya bermakna bila terjadi
kegiatan belajar siswa. Oleh karena itu, adalah penting sekali bagi setiap guru memahami sebaik-
baiknya tentang proses belajar siswa, agar ia dapat memberikan bimbingan dan menyediakan
lingkungan belajar yang tepat dan serasi bagi siswa.
Menurut Oemar Hamalik ( 2015 : 36 ) belajar adalah modifikasi atau memperteguh kelakuan
melalui pengalaman. ( learning is defined as themodification or streng thening of behavior
through experiencin )
MenurutPurwanto( 2014 : 66 ) belajar adalah usaha siswa menimbulkan perubahan perilaku
dalam dirinya sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Menurut Sardiman A.M ( 2016 : 21 ) Belajar adalah berubah dalam hal ini yang di maksudkan
belajar berarti usaha mengubah tingkah laku. Jadi belajar akan membawa suatu perubahan pada
individu-individu yang belajar.
Menurut Slameto (dalam Nunuk Suryani dan Leo Agung 2012 : 35) belajar adalah suatu proses
usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru
secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya dalam berinteraksi dengan lingkungannya.
Hamiyah& Jauhar (2014: 4) yang menyatakan bahwa belajar adalah suatu proses perubahan
perilaku/pribadi seseorang berdasarkan pengalamannya berinteraksi dengan lingkungannya yang
ditunjukkan dalam berbagai bentuk seperti perubahan pengetahuan, pemahaman, sikap dan
tingkah laku, keterampilan, kecakapan, kebiasaan, serta perubahan aspek-aspek lain yang ada
pada individu yang belajar.Menurut Klein (dalam Jamil Suprihatiningrum,2013:14),belajar
4
didefinisikan sebagai hasil proses eksperimental dalam perubahan tingkah laku yang relative
permanen yang tidak dapat diucapkan dengan pernyataan sesaat
Dari defenisi pembelajaran tersebut dapat disimpulkan bahwa Belajar adalah suatu proses
perubahan di dalam kepribadian manusia dan perubahan tersebut ditampakkan dalam bentuk
peningkatan kecakapan pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman, keterampilan, daya fikir, dan
lain-lain kemampuannya
B.Hakikatmengajar
MenurutParwati et al., (2018: 107) “Mengajar meliputi segala hal yang guru lakukan di dalam
kelas”, sedangkan Tardif (Syah, 2010:179) mendefinisikan mengajar perbuatan yang dilakukan
seseorang dengan tujuan membantu, mengarahkan atau memudahkan orang lain melakukan
kegiatan belajar.
Sependapat dengan Tardif, Hamalik (2015: 50) menyatakan “Mengajar adalah memberikan
bimbingan belajar kepada peserta didik agar dapat menghadapi kehidupan masyarakat sehari-
hari”.Jadi, mengajar dapat diartikan sebuah bimbingan yang diberikan guru kepada peserta didik.
Nunuk Suryani dan Leo Agung (2012: 37).menyatakan bahwa “mengajaradalah suatu aktivitas
dari guru dalam usaha mengorganisasi lingkungan yangberhubungan dengan siswa, pengetahuan
dan bahan pembelajaran sehingga menimbulkan proses belajar mengajar yang efektif pada diri
siswa”
Menurut Moh. Uzer Usman, mengajar adalah suatu usaha mengorganisasilingkungan dalam
hubungannya dengan siswa dan bahan pembelajaran sehingga menimbulkan proses belajar
mengajar pada diri siswa (dalam Nunuk Suryani dan Leo Agung 2012: 36).
Menurut Suprihatiningrum (2013: 61),“mengajar merupakan suatu seni untuk mentransfer
pengetahuan, ketrampilandan nilainilai yang diarahkan oleh nilai-nilai pendidikan, kebutuhan
kebutuhan individu siswa, kondisi lingkungan, dan keyakinan yang dimiliki oleh guru
.Menurut Ihsana (2017: 1) belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan
respons.Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilaku
nya. Menurut teori ini dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output
yang berupa respons. Oleh karena itu,belajar dapat disimpulkan sebagai suatu usaha sadar yang
5
dilakukan oleh individu dalam perubahan tingkah lakunya baik melalui latihan dan pengalaman
yang menyangkut aspek kognitif, afektif dan psikomotor untuk memperoleh tujuan tertentu.
Berdasarkan pendapat para ahli dan pakar dapat disimpulkan bahwa mengajar adalah suatu
aktivitas mentransfer pengetahuan, ketrampilan dan nilainilai dari guru dalam mengorganisasi
lingkungan, siswa, pengetahuan dan bahan pembelajaran sehingga menimbulkan proses belajar
yang efektifpadadirisiswa.
C.PengertianPembelajaran
Pendidikan, latihan, pembelajaran, teknologi pendidikan, istilah-istilah tersebut masing-masing
memiliki pengertian sendiri-sendiri, berbeda tetapi berhubungan erat. Pendidikan lebih
menitikberatkan pada pembentukan dan pengembangan kepribadian, jadi mengandung pengertian
yang lebih luas sedangkan latihan ( training ) lebih menekankan pada pembentukan keterampilan
( skill ).
Selaras dengan pendapat tersebut belajar jugadipahami terjadi akibat adanya respon terhadap
rangsangan dari lingkungan sekitar.Dengan rangsangan yang didapatkan maka terjadilah jenis-
jenis interaksi tertentu secara internal di dalam otak (Gasong, 2018: 9).
Seorang guru juga harus menggunakan metode descriptive content analysis study.Metode ini
merupakan analisis isi yang dimaksudkan untuk menggambarkan isi dari suatu informasi atau
teks tertentu Analisis dilakukan pada berbagai artikel ilmiah terkait pembelajaran dalam jaringan
(daring) selama masa pandemi COVID-19. Artikel ilmiah diperoleh dari jurnal internasional,
nasional, buku dan berbagai sumber lain yang sejenis, (Herliandry, 2020)
Menurut Nana Sudjana dalam Maswan dan Khoirul Muslimin (2017: 222) “Dasar-dasar proses
belajar mengajar dijelaskan belajar dan mengajar merupakan dua konsep yang tidak bisa
dipisahkan satu sama lain. Belajar menunjuk pada apa yang harus dilakukan seseorang sebagai
subjek yang menerima pelajaran (sasaran didik), sedangkan mengajar menunjuk pada apa yang
harus dilakukan oleh guru sebagai pengajar.”
Berdasarkan pendapat yang dikemukakan tersebuyt dapat disimpulkan bahwa pembelajaran
adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru yang terprogram dan sistematis dimana guru
berinteraksi dengan pesrta didik dengan menggunakan sumber belajar.
6
D.Tujuan belajar
MenurutNunukSuryanidan Leo Agung (2012 : 39)., “tujuan belajar adalah komponen pertama
yang harus ditetapkan dalam proses pembelajaran karena berfungsi sebagai indikator
keberhasilan pembelajaran”
Menurut Sardiman A.M (2016) tujuan belajar itu adalah ingin mendapatkan
pengetahuan,keterampilan dan penanaman sikap mental atau nilia-nilai.
Menurut Oemar Hamalik (2015 : 85) Tujuan belajar adalah perangkat hasil yang hendak dicapai
setelah siswa melakukan kegiatan belajar.
Menurut Agus Suprijono (2013: 5) berpendapat bahwa tujuan belajar yang eksplisit diusahakan
untuk dicapai dengan tindakan instruksional, lazim dinamakan instructional affects, yang
biasaberbentukpengetahuandanketerampilan.
Selain itu, Roestiyah N.K (dalam Nunuk Suryani dan Leo Agung 2012 : 40) memberi pengertian
tentang tujuan pembelajaran sebagai berikut, tujuan pembelajaran adalah deskripsi tentang
penampilan perilaku (performance) peserta didik yang diharapkan setelah siswa mempelajari
bahan pelajaran yang kita ajarkan.
Berdasarkan pendapat para ahli dan pakar tersebut dapat disimpulkan bahwa tujuan belajar
adalah komponen pertama yang harus ditetapkan dalam proses pembelajaran karena sebagai
indikator keberhasilan yang diharapkan setelah siswa mempelajari pelajaran.
7
BAB III
PENUTUP
A.Simpulan
Belajar adalah suatu proses perubahan di dalam kepribadian manusia dan perubahan tersebut
ditampakkan dalam bentuk peningkatan kecakapan pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman,
keterampilan, daya fikir, dan lain-lain kemampuannya.
Mengajar adalah suatu aktivitas mentransfer pengetahuan, ketrampilan dan nilainilai dari guru
dalam mengorganisasi lingkungan, siswa, pengetahuan dan bahan pembelajaran sehingga
menimbulkan proses belajar yang efektif pada diri siswa.
Pembelajaran adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru yang terprogram dan sistematis
dimana guru berinteraksi dengan pesrta didik dengan menggunakan sumber belajar.
B.Saran
Makalah ini merupakan bagian dari media pembelajaran, maka dengan itu kepada semua pihak
bisa menggali ilmunya (khususnya ilmu tentang pendidikan) dengan mendalami isi makalah ini.
Khususnya kepada calon guru agar bisa menerapkan nya dalam proses pembelajaran sehingga
biisa menjadi warga negara yang baik kedepannya.
8
DAFTAR PUSTAKA
Ainurahman, Belajar dan Pembelajaran.Jurnal kajian ilmu : ilmu keislaman 3 (2),335-352, 2017.
Amrulloh Adhtitya, Dkk, Jurnal metaedukasi : Jurnal ilmiah pendidikan 1(1), 2019.
Saidah Nusratul, UNISNU Jepara, probvlem matika kesulitan belajar statitik in : proseding
seminar nasional PGSD UPY dengan tema Strategi mengatasi kesulitan belajar ketika murit anda
disleksia, 2015.
Aliffa Dina Tuddiyanah, Pengaruh Model Pembelajaran learning CYCLE7E terhadap motivasi
belajar dan hasil belajar dan hasil belajar peserta didik pada konsep sistem ekskresi. Universitas
Siliwangi, 2019.
Kasih Indah, Hubungan Kepemimpinan orang tua dengan sifat penampilan sosial anak kelas lv
SD NEGRI 107433 BAHGRE/GER TA 2020/2021. Universitas Qualyti 2021.
Melenia Triska Br Ginting, Analisis Kesulitan Siswa dalam Belajar. Hal.2 (2) , 2021.
Marliani Novi, Jurnal Formatif : Kemampuan pemecahan masalah matematis pada masa kuliah
persamaan deferensial dilihat dari pemeblajaran konflik kognitif yang terintergrasi dengan sofkil.
Hal 134-135 (1) 2015.
Leastari Sofia, pengaruh media pangan (papan bilngan terhadap hasil belajar matematika pada
siswa kelas 3 SDN berbeluk 2. Hal 3(1), 2021.
9