PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 5
SURAKARTA
Jl. Let. Jend. Sutoyo 18 Surakarta 57135 Telep. (0271) 854751 FAX. (0271) 856811
NSS. 301036105005 NIS. 300050 NPSN. 20327970 Website : https://www.sma5solo.sch.id Email : [email protected]
LAPORAN KEGIATAN
“PAKAIAN TRADISIONAL DAN PERLENGKAPANNYA”
PROYEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA
SMA NEGERI 5 SURAKARTA TP 2022/2023
KELOMPOK 1
ANGGOTA :
1. AILSA CANTIKA S. (02)
2. CHRISANTONIO (8)
3. ELISA SUSINTO (11)
4. MERBAK HARUMNYA J. (21)
5. SEKAR HANDADARI (32)
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 5
SURAKARTA
Jl. Let. Jend. Sutoyo 18 Surakarta 57135 Telep. (0271) 854751 FAX. (0271) 856811
NSS. 301036105005 NIS. 300050 NPSN. 20327970 Website : https://www.sma5solo.sch.id Email : [email protected]
BAB I
Latar Belakang :
Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atar berkat dan hidayah-Nya kami telah
melaksanakan tugas observasi kami dengan wawancara mengenai tema “Pakaian Adat dan
Perlengkapannya”. Kegiatan ini dilaksanakan untuk memenuhi tugas pembelajaran P5
dengan tema “Kearufan Lokal”, dengan laporan ini kami menyatakan telah selesai
melaksanakan tugas observasi kami dengan tema yang sudah tertera.
Tujuan :
1. Memenuhi tugas P5.
2. Memperoleh informasi mengenai pakaian adat dan perlengkapannya.
3. Menumbuhkan kegotongroyongan antar anggota.
Topik Pembahasan :
- Kearifan lokal
- Pakaian adat dan perlengkapannya
Waktu dan Tempat Kegiatan
Hari/Tanggal Pelaksanaan : Rabu, 19 Oktober 2022
Waktu Pelaksanaan : 12.30 s/d selesai
Tempat pelaksanaan : Rias Pengantin “Sekar Krisma Kencana”, Dukuh
Nayu RT03 RW08 Kelurahan Joglo, Mojosongo,
Kec. Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah
57136
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 5
SURAKARTA
Jl. Let. Jend. Sutoyo 18 Surakarta 57135 Telep. (0271) 854751 FAX. (0271) 856811
NSS. 301036105005 NIS. 300050 NPSN. 20327970 Website : https://www.sma5solo.sch.id Email : [email protected]
BAB II
HASIL OBSERVASI
Narasumber : Bp. Ibnu
Pewawancara : Christantonio
BUSANA ADAT JAWA
Busana/pakaian adat jawa biasa dikenal dengan sebutan Pakaian kejawen. Busana ini memiliki
filosofi tersendiri bagi orang Jawa. Pakaian adat tradisional Jawa memiliki sebuah pesan seperti
ajaran jawa. Dalam pakaian ini terdapat ajaran untuk hidup rukun & harmonis yg berkaitan
dengan aktivitas sehari-hari, hubungan antar manusia serta antara manusia dengan penciptanya
atau di dalam islam disebut dengan Habluminallah & Habluminannas.
Ada perbedaan antara pakaian adat laki-laki dan perempuan, berikut perbedaannya :
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 5
SURAKARTA
Jl. Let. Jend. Sutoyo 18 Surakarta 57135 Telep. (0271) 854751 FAX. (0271) 856811
NSS. 301036105005 NIS. 300050 NPSN. 20327970 Website : https://www.sma5solo.sch.id Email : [email protected]
Pakaian Tradisional (adat) Pria Jawa
Pakaian (Klambi atau Rasukan)
Dilihat dari bentuk bentuk, ada 2 jenis pakaian Jawa yaitu atela & beskap. Namun, ada beberapa
jenis modifikasi lainnya. berikut beberapa jenis pakaian jawa laki-laki:
1. Atela seperti jas tutup. Mulai dari leher sampai bagian bawah penutup. Kancingnya tepat
berada di tengah & biasanya dibuka. Bagian belakang atela dikrowok (berlubang) yang
berfungsi sebagai penyimpanan keris.
2. Beskap juga hampir sama seperti jas. Bagian leher tertutup dengan kancing yang berada di
tengah. Bagian dada ke bawah ditutup dengan kain yang menyilang ke kiri miring ke bawah.
Jumlah kancingnya yakni 5 buah. Bedanya dengan atela, posisi kancing beskap membentuk
huruf v. Beskap memiliki 2 jenis, yaitu landung & growong (lubang belakang).
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 5
SURAKARTA
Jl. Let. Jend. Sutoyo 18 Surakarta 57135 Telep. (0271) 854751 FAX. (0271) 856811
NSS. 301036105005 NIS. 300050 NPSN. 20327970 Website : https://www.sma5solo.sch.id Email : [email protected]
3. Sikepan/rompi. Pakaian ini digunakan sebagai rompi. Memiliki kancing namun tidak
dikancingkan. Jika menggunakan ini, otomatis bagian tengah akan terlihat.
4. Langenharjan yang mirip dengan tuksedo. Jumlah kancing ada 1 biji. Bagian belakang
dilubangi untuk tempat keris. Bagian dalam menggunakan baju hem lengan panjang.
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 5
SURAKARTA
Jl. Let. Jend. Sutoyo 18 Surakarta 57135 Telep. (0271) 854751 FAX. (0271) 856811
NSS. 301036105005 NIS. 300050 NPSN. 20327970 Website : https://www.sma5solo.sch.id Email : [email protected]
5. Taqwa atau surjan. Baju jenis ini umumnya penuh warna bunga kadang-kadang berupa lurik.
Warna Pakaian/klambi/rasukan Warna pakaian di keraton Surakarta dibedakan antara atela &
beskap. Untuk atela, warna yang digunakan hanya hitam & putih saja. Atela adalah pakaian
resmi di Keraton Surakarta. Sementara itu, beskap termasuk landhung beskap memiliki pola
warna-warni. Ada hitam, abu-abu, gading, hijau, dll. Jadi warna dari beskap ini lebih bervariasi
dibandingkan warna atela.
Pakaian Tradisional (adat) Wanita Jawa
Kebaya
Kebaya merupakan busana tradisional yang umumnya telah dikenal di seluruh Indonesia, namun
kebaya lebih identik dipakai oleh wanita-wanita Jawa. Model dan jenis kebaya nya pun berbeda
disetiap daerah yang tersebar diseluruh wilayah Jawa. Jawa Tengah memiliki model kebaya
tersendiri, kebaya yang biasa dipakai wanita jawa tengah biasanya model kebaya Solo/
Surakarta. Bagi seorang wanita Jawa, kebaya bukan hanya sebagai sebatas pakaian. Lebih dari
itu kebaya juga menyimpan sebuah filosofi tersendiri. Sebuah filosofi yang mengandung nilai-
nilai kehidupan. Keberadaan kebaya di Indonesia bukan hanya sebagai menjadi salah satu jenis
pakaian. Kebaya memiliki makna dan fungsi lebih dari itu. Bentuknya yang sederhana bisa
dikatakan sebagai wujud kesederhaan dari masyarakat Indonesia. Nilai filosofi dari kebaya
adalah kepatuhan, kehalusan, dan tindak tanduk wanita yang harus serba lembut.
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 5
SURAKARTA
Jl. Let. Jend. Sutoyo 18 Surakarta 57135 Telep. (0271) 854751 FAX. (0271) 856811
NSS. 301036105005 NIS. 300050 NPSN. 20327970 Website : https://www.sma5solo.sch.id Email : [email protected]
Jenis kebaya yang sering dipakai di Surakarta, antara lain :
1. Kebaya Jawa
Bentuknya yang menyesuaikan bentuk tubuh wanita, melambangkan wanita yang bisa
menyesuaikan diri dalam berbagai suasana, keadaan dan budaya secara lemah lembut dan luwes.
Perempuan berkebaya terlihat anggun dan memancar aura kewanitaan nya.
2. Kebaya Kutu Baru
Kutu baru ini memiliki model kebaya dengan bef atau kain pelindung di bagian tengahnya.
Kebaya kutu baru ini biasanya dikenakan dengan korset, long torso atau kamisol untuk
memberikan tampilan yang lebih menarik. Lalu ada kancing pengait di bagian pinggaitnya.
Perlengkapan lainnya :
Blangkon / udheng
Blangkon adalah hiasan kepala. Bahasa Ngoko Udgeng adalah iket. Disebut blangkon karena
praktis, tinggal pakai saja. Nama lainnya adalah dhestar (dasar krama). Blangkon terbuat dari
kain batik persegi, kemudian dilipat, disusun sedemikian rupa sehingga susunannya sama,
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 5
SURAKARTA
Jl. Let. Jend. Sutoyo 18 Surakarta 57135 Telep. (0271) 854751 FAX. (0271) 856811
NSS. 301036105005 NIS. 300050 NPSN. 20327970 Website : https://www.sma5solo.sch.id Email : [email protected]
kemudian dijahit sesuai ukuran pemakainya. Saat ini blangkon dapat dibeli di toko-toko (online
atau offline) sesuai minat pembeli.
Dulu blangkon digunakan diiras, yaitu iket, yaitu lebar taplak meja yang dililitkan di kepala.
Setelah presisi, kedua tongkat bersama di belakang bagian bawah kepala. Saat tidak digunakan,
kemudian dikembangkan lagi.
Bagian-Bagian Blangkon :
1. Kuncung merupakan bagian ujung/pucuk dari iket yang berada tepat di tengah jidat.
kuncung ini hanya ada di blangkon cengkok mondhol.
2. Wiron merupakan bagian iket yg diwiru (dilipat rapi), wiron berada di sisi kanan & kiri di
atas alis mata.
3. Sunglon merupakan sisi pinggir yang berada di atas wiron.
4. Kemadha merupakan pinggiran batik yang ditempatkan di blangkon kiri kanan.
5. Talingan merupakan bagian blangkon yang berada di sisi kiri & kanan bagian bawah,
sehingga melengkung ke atas kedua telinga.
6. Modangan merupakan bagian atas blangkon mulai dari rambut depan, tengah hingga daerah
mondholan.
7. Mondholan yaitu bagian belakang blangkon yg berupa bulatan agak lonjong & gepeng
(pipih) presisi di atas tengkuk
Filosofi udeng berasal dari pemakaian mesti erat, rapat, tidak longgar. Intinya agar pikiran
manusia tidak mudah terombang-ambing, tekadnya harus kuat dalam menghadapi berbagai
situasi.
Jenis blangkon antara lain blangkon Sala yang tidak menggunakan mondholan (trepes), blangkon
Yogya yang memiliki mondholan, blangkon Kedu, blangkon Banyumas, blangkon Sunda,
berbahan batik tanpa menggunakan mondholan (mirip dengan blangkon Sala).
Sabuk
Sabuk berfungsi untuk menyelipkan/menaruh keris. Jadi bagian belakang beskap yang sengaja
dibuat lubang itu untuk memudahkan pengguna menyisipkan kerisnya. Sabuk pada pakaian adat
jawa, berbeda dengan sabuk/ikat pinggang modern saat ini. Sabuk ini bekerja sebagai penutup
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 5
SURAKARTA
Jl. Let. Jend. Sutoyo 18 Surakarta 57135 Telep. (0271) 854751 FAX. (0271) 856811
NSS. 301036105005 NIS. 300050 NPSN. 20327970 Website : https://www.sma5solo.sch.id Email : [email protected]
stagen. Jadi, setelah stagen rapat, dirapatkan/dikencangkan lagi dengan sabuk agar stagen tidak
terlihat dari luar.
Jenis sabuk :
- Sabuk Bango tolak merah putih, sabuk yang digunakan untuk orang tua manten perempuan/
yang memiliki hajat.
- Sabuk Bango tolak hijau, sabuk yang digunakan untuk orang tua manten laki-laki.
- Sabuk Caruk Sinde, bisa digunakan untuk semua orang tanpa syarat tertentu
- Sabuk Dringin India, sama seperti caruk sinde sabuk ini boleh digunakan siapapun tanpa syarat
khusus.
Epek, Timang, dan Lerep
Epek adalah kain panjang seperti sabuk yang menyatu dengan timang (gesper) yang kemudian
diselipkan ke dalam lerep (gesper kecil bagian belakang)
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 5
SURAKARTA
Jl. Let. Jend. Sutoyo 18 Surakarta 57135 Telep. (0271) 854751 FAX. (0271) 856811
NSS. 301036105005 NIS. 300050 NPSN. 20327970 Website : https://www.sma5solo.sch.id Email : [email protected]
Stagen/Paningset
Stagen berfungsi untuk mengikat sinjang jarik ke badan agar tidak jatuh / lepas. Stagen terbuat
dari kain yang memiliki panjang kisaran 2-4 meter serta dengan bahan yang Tebal. warna yg
dimiliknya bermacam-macam, ada hitam, putih, hijau. Warnanya tidak terlalu penting karena
akan tertutupnya ikat pinggang, sehingga tidak terlihat dari luar, Panjangnya stagen
mengambarkan orang Jawa mesti sabar & sabar menghadapi ujian yang ada.
Jarik/Sinjang
Sinjang adalah bahasa kromo dari jarik, jarit atau sewek (jawa timur). Bahasa kromo inggilnya
yakni nyamping. Sinjang adalah kain batik panjang yang digunakan dengan cara
menggantungkan di badan si pengguna, kain ini untuk menutupi perut ke bawah sampai mata
kaki. Sinjang atau jarik memiliki folosofi : 'sinjang berasal dari jarik, yang berarti aja serik yaitu
jangan iri atau benci pada orang lain. Apa yang kita miliki harus kita sukuri. Jika memiliki
masalah dengan orang lain, harus kita selesaikan dengan baik-baik atau kekeluargaan."
Wiron pada laki laki lebih lebar dari wiron jarik milik perempuan, jumlah lipatan wiron juga
diharuskan berjumlah ganjil seperti 3, 5, 7, dst.
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 5
SURAKARTA
Jl. Let. Jend. Sutoyo 18 Surakarta 57135 Telep. (0271) 854751 FAX. (0271) 856811
NSS. 301036105005 NIS. 300050 NPSN. 20327970 Website : https://www.sma5solo.sch.id Email : [email protected]
Keris/Duwung/Wangkingan
Keris adalah senjata bagi orang jawa yang sangat adiluhung. Disebut adiluhung karena di dunia
tidak ada yg menandinginya. Mulai dari pembuataanya yg harus hati-hati, rumit,
penuh ketelitian, dan sabar. Bagi orang Jawa, Keris sendiri memiliki filosofi yang religi, yakni : "
Saat beribadah kepada tuhan, manusia harus mengalahkan godaan yang mengganggu manusia
saat akan melakukan kebajikan. "
Selop/Canela
Selop merupakan bagian pakaian adat jawa untuk alas kaki. Selop bisa dibuat dari kulit hewan /
bahan sinteti, digunakan untuk menutup jari kaki, sedangkan bagian belakang tumit terbuka.
Selop ini memiliki filosofi yakni : Sebagai lambang untuk beribadah secara lahir & batin kepada
Allah.
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 5
SURAKARTA
Jl. Let. Jend. Sutoyo 18 Surakarta 57135 Telep. (0271) 854751 FAX. (0271) 856811
NSS. 301036105005 NIS. 300050 NPSN. 20327970 Website : https://www.sma5solo.sch.id Email : [email protected]
Kesimpulan :