MODUL KEPARIWISATAAN
INDUSTRI PARIWISATA
Sejarah dan Jenis Pariwisata
KELAS X SEMESTER 1
TAHUN PELAJARAN 2020/2021
Penyusun:
MARGARETA TRI WULANDARI, S.E.
SMK NEGERI 3 SUKOHARJO
2020
1
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji syukur kepada Allah Yang Maha Kuasa. Kami telah
dapat menyelesaikan penulisan modul yang berjudul “Industri Pariwisata” untuk Siswa
SMK kompetensi keahlian Perhotelan. Dalam penulisan Modul ini kami mengacu pada
Kurikulum tiga belas serta beberapa sumber yang relevan serta sudah sesuai dengan
kompetensi-kompetensi yang ada pada kurikulum.
Buku modul ini dilengkapi dengan soal latihan sehingga para siswa benar-benar
bisa mengerti mengenai materi yang sedang dipelajari. Selain itu, modul ini juga
dilengkapi contoh-contoh untuk memudahkan para siswa dalam belajar.
Ucapan terimakasih yang tak terhingga peyusun haturkan kepada semua pihak
yang membantu tersusunnya Modul Kepariwisataan Industri Pariwisata ini. Semoga modul
ini bisa digunakan dan bermanfaat untuk para siswa.
Dalam penulisan modul ini penulis menyadari bahwa modul ini masih kurang
memadai dilihat dari segi penyajian, materi maupun kebahasaannya, oleh karena itu sangat
diharapkan kritik, saran, dan arahan dari pembaca.
Sukoharjo, September 2020
Penyusun
2
PETA KEDUDUKAN MODUL
Modul Kepariwisataan Industri Pariwisata ini merupakan salah satu kompetensi yang
harus dikuasai oleh peserta didik, modul ini merupakan bagian dari rangkaian pembelajaran dari
kompetensi lain di bidang keahlian Pariwisata , khusus pada program keahlian Perhotelan.
Kompetensi – Kompetensi tersebut saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya, sehingga
cara mempelajarinya juga harus berurutan dan tuntas dari setiap Kompetensi yang disajikan
untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada peta kedudukan Kompetensi Kepariwisataan berikut ini,
khususnya materi Industri Pariwisata.
INDUSTRI
PARIWISATA
Memahami Industri Mengelompokkan
Pariwisata Industri Pariwisata
Memahami sejarah
industry pariwisata.
Mengidentifikasi jenis-jenis
pariwisata
Mendiskusikan
pengelompokan jenis-jenis
pariwisata
Menentukan jenis dan
macam pariwisata
3
DAFTAR ISI
Halaman Judul ......................................................................................................1
Kata Pengantar.......................................................................................................2
Peta Kedudukan Modul..........................................................................................3
Daftar Isi................................................................................................................4
BAB 1 PENDAHULUAN
A. DESKRIPSI ......................................................................................................5
B. PERSYARATAN ..............................................................................................5
C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL............................................................5
D. TUJUAN AKHIR..............................................................................................6
E. KOMPETENSI..................................................................................................7
F. CEK KEMAMPUAN.........................................................................................8
BAB II PEMBELAJARAN
A. RENCANA BELAJAR SISWA ........................................................................9
B. KEGIATAN BELAJAR I ..................................................................................9
C. KEGIATAN BELAJAR 2 .................................................................................21
D. KEGIATAN BELAJAR 3 .................................................................................27
BAB III EVALUASI
TES PENGETAHUAN ..........................................................................................39
BAB IV PENUTUP
PENUTUP .............................................................................................................46
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................47
4
DESKRIPSI
Modul Industri Pariwisata Kelas X semester 1 tahun pelajaran 2020/2021 ini digunakan
sebagai pedoman kegiatan belajar siswa SMK Negeri 3 Sukoharjo untuk program
keahlian Perhotelan dalam rangka mencapai kompetensi dasar mengenai dasar-dasar ilmu
pariwisata
Modul Industri Pariwisata kelas X semester 1 tahun pelajaran 2020/2021 terkait 4 hal
yaitu: Sejarah Pariwisata Dunia, sejarah Pariwisata di Indonesia, Jenis-jenis dan
macam pariwisata, dan Jenis obyek wisata di Indonesia. Untuk materi ini dilengkapi
dengan latihan soal yang berbentuk pilihan ganda dan uraian.
Setelah menyelesaikan modul ini diharapkan peserta didik mampu memahami tentang :
sejarah pariwisata dunia, sejarah pariwisata Indonesia, jenis-jenis pariwisata, dan jenis
obyek wisata di Indonesia.
PERSYARATAN
Agar dapat mencapai tujuan akhir maka peserta didik hendaknya sudah menguasai :
- Pengertian Pariwisata
- Pengertian Wisatawan
- Pengertian Kepariwisataan
- Pengertian Darmawisata
- Pengertian Wisata
5
PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL
Langkah-langkah belajar yang ditempuh.
1. Bacalah dengan cermat rumusan tujuan akhir dari kegiatan belajar ini yang
memuat kinerja yang diharapkan. Kriteria keberhasilan dan kondisi yang
diberikan dalam rangka membentuk kompetensi kerja yang dapat dicapai
oleh peserta didik melalui modul ini.
2. Bacalah dengan cermat dan pahami daftar pertanyaann pada cek
kemampuan sebagai pengukuran kompetensi yang dicapai
3. Diskusikan dengan teman apa yang Anda cermati untuk mendapatkan
pemahaman yang baik tentang tujuan belajar dan kompetensi yang ingin
dicapai dalam modul. Apabila masih ditemukan kejanggalan-kejanggalan
maka tanyakan pada guru.
4. Bacalah dengan cermat pada peta kedudukan modul, prasyarat dan istilah-
istilah yang sulit dalam modul ini.
5. Bacalah dengancermat materi setiap kegiatan belajar, rancang kegiatan
belajar, kerjakan tugas-tugasnya dan bacalah pertanyaan tersebut
kemudian cocokan dengan kunci jawaban. Lakukan kegiatan ini berulang-
ulang sampai Anda menguasai hasil belajar yang diharapkan.
6. Bila dalam pemahaman materi mendapat kesulitan maka diskusikan
dengan teman dan konsultasikankan dengan guru.
7. Setelah Anda menyelesaikan semua kegiatan belajar dalam modul ini dan
telah menguasai maka pelajarilah modul selanjutnya sesuai urutan pada
peta kedudukan modul dalam program pembelajaran Kepariwisataan.
8. Sebelum Anda menguasai modul ini Anda tidak boleh melanjutkan ke
kegiatan belajar berikutnya.
Perlengkapan Yang Harus Disiapkan
- Kertas, Pensil, Bolpoin, Penghapus, Penggaris.
- Handphone Android
- Buku Kerja/ Lembar Kerja.
Hasil Pelatihan
- Table obyek wisata di Indonesia dan jenisnya
- Power point jenis-jenis obyek wisata
6
Peran guru dalam proses pembelajaran
- Membantu siswa dalam perencanaan proses belajar.
- Pembimbing siswa melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan
dalam tahap belajar.
- Membantu siswa dalam memahami konsep, praktek dan menjawab
pertanyaan siswa tentang proses belajar mengajar.
- Mengorganisasi kegiatan diskusi dan belajar kelompok,
- Melaksanakan penilaian.
- Menjelaskan kepada siswa mengenai belajar yang perlu diperbaiki dan
membuat rencana pembelajaran selanjutnya
- Mencatat pencapaian kemajuan peserta didik.
TUJUAN AKHIR
Peserta didik mampu mengelompokkan jenis-jenis pariwisata.
Hal ini dapat dilihat pada hasil diskusi berupa tabel
pengelompokan obyek wisata di Indonesia
7
KOMPETENSI
Kompetensi : Industri Priwisata
Program Keahlian : Semua Program
Mata Diklat : Kepariwisataan
Alokasi Waktu : 9 jam @45 menit
Kompetensi Indikator Pendidikan Materi Kegiatan Pembelajaran
Dasar Pencapaian Karakter Pokok
Kompetensi Membaca/ mengamati gambar
Memahami Memahami Terbuka Industri obyek wisata dari file power
industri Kreatif Pariwis point
pariwisata sejarah industri Komuniktif ata
pariwisata. Demokrasi Membaca sejarah
Toleransi perkembanga pariwisata
Mengidentifikasi Mandiri dunia
jenis-jenis Peduli
pariwisata Lingkungan Membaca perkembangan
sejarah pariwisata Indonesia
Merangkum informasi
mengenai kepariwisataan
Menjawab secara singkat
pertanyaan yang diberikan
guru mengenai pengalaman
wisata yang dimiliki
Mengelompokkan .Mendiskusikan Menganalisis jenis-jenis
industri pengelompokan pariwisata secara individu
pariwisata jenis-jenis dari buku bacaan dan atau
pariwisata internet
Menentukan jenis Mendiskusikan dalam bentuk
dan macam kelompok 4-6 orang
pariwisata berdiskusi mengelompokkan
obyek wisata di indonesia
yang disediakan berdasarkan
jenin-jenis pariwisatadalam
grup whatsapp tiap kelompok
Menyajikan hasil diskusi
kelompok mengenai dalam
bentuk power point
8
CEK KEMAMPUAN
Berikan Tanda cek () untuk mengetahui kemampuan peserta didik beberapa sub
kompetensi berikut ini :
NO INDIKATOR YANG DIHARAPKAN YA TIDAK
1. Dapatkah anda menjelaskan sejarah pariwisata
di dunia?
2. Dapatkah anda menjelaskan sejarah pariwisata
di Indonesia?
3. Dapatkah anda menjelaskan arti
a. Pariwisata
b. Wisatawan
c. Kepariwisataan
d. Darmawisata
e. Wisata
4. Dapatkah anda menyebutkan jenis-jenis
pariwisata?
9
KOMPETENSI INTI :
KI3 KI4
Memahami, menerapkan dan menganalisis Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah
pengetahuan factual, konseptual, dan konkret dan ranah abstrak terkait dengan
prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya pengembangan dari yang dipelajarinya di
tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, sekolah secara mandiri, dan mampu
budaya, dan humaniora dalam wawasan melaksanakan tugas spesifik di bawah
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan pengawasan langsung
peradaban terkait penyebab phenomena dan
kejadian dalam bidang kerja yang spesifik
untuk memecahkan masalah
A. RENCANA BELAJAR SISWA
Kompetensi Dasar Sub Kompetensi
3.2 Memahami industri pariwisata 1. Memahami sejarah industri pariwisata
4.2 Mengelompokkan industri pariwisata dunia.
2. Memahami sejarah industri pariwisata
Indonesia
4. Mengidentifikasi jenis-jenis pariwisata
5. Mengidentifikasi jenis-jenis obyek wisata
di Indonesia
10
KEGIATAN BELAJAR 1
1. Tujuan kegiatan pembelajaran 1
Peserta didik mampu : Menjelaskan sejarah perkembangan pariwisata dunia dan
Indonesia.
2. Uraian Materi
LATAR BELAKANG MUNCULNYA KEPARIWISATAAN
Gejala pariwisata telah ada semenjak adanya perjalanan manusia dari suatu tempat
ke tempat lain dan perkembangannya sesuai dengan sosial budaya masyarakat itu sendiri.
Semenjak itu pula ada kebutuhan-kebutuhan manusia yang harus dipenuhi selama
perjalanannya, di samping juga adanya motivasi yang mendorong manusia untuk
memenuhi kebutuhan hidupnya. Dengan meningkatnya peradaban manusia, dorongan
untuk melakukan perjalanan semakin kuat dan kebutuhan yang harus dipenuhi semakin
kompleks. Motivasi dan motif perjalanan dari jaman ke jaman berbeda-beda tingkatannya,
sesuai dengan perkembangan dan tingkat sosial budaya, ekonomi dan lingkungan dari
masyarakat itu sendiri. Motivasi dan motif perjalanan masyarakat pada jaman pra sejarah
berbeda dengan motivasi dan motif perjalanan masyarakat pada jaman modern. Cara
perjalanan dan fasilitas yang digunakan masyarakat masih sederhana kalau dibandingkan
dengan masyarakat yang lebih maju. Menurut beberapa ahli, pariwisata telah dimulai sejak
dimulainya peradaban manusia itu sendiri dengan ditandai oleh adanya pergerakan
penduduk yang melakukan ziarah dan perjalanan agama lainnya, disamping juga
digerakkan oleh perasaan lapar, haus, perasaan ingin tahu, perasaan takut, gila kehormatan,
dan kekuasaan. World Tourism Organization (WTO), secara sepintas membagi
perkembangan atau sejarah pariwisata ini ke dalam 3 ( tiga) jaman, yakni :
a. Jaman kuno
b. Jaman pertengahan, dan
c. Jaman modern
Sumber : https://tekno.tempo.co/
11
A. Jaman Kuno
Pariwisata pada jaman kuno, ditandai oleh motif perjalanan yang masih terbatas
dan sederhana, yaitu:
Adanya dorongan karena kebutuhan praktis dalam bidang politik dan
perdagangan, dambaan ingin mengetahui adat istiadat dan kebiasaan orang
lain atau bangsa lain, dorongan yang berhubungan dengan keagamaan,
seperti melakukan ziarah dan mengunjungi tempat-tempat ibadah.
Sarana dan fasilitas yang digunakan selama perjalanan pada zaman kuno
inipun masih sederhana. Alat angkutan dengan menggunakan binatang,
seperti kuda, onta, atau perahu-perahu kecil yang menyusuri pantai
merupakan alat transportasi yang paling populer. Akan tetapi, perjalanan
dengan jalan kaki untuk menempuh jarak berpuluh-puluh atau beratus-ratus
kilometer paling banyak dilakukan.
Contoh perjalanan pada jaman kuno: seperti yang dilakukan oleh pedagang-
pedagang Arab ke Cina untuk membeli barang berharga, pedagang Yunani ke
Laut Hitam, pedagang Vinisia ke Afrika. Perjalanan kaum Buddhis Cina ke
India, kaum Muslimin yang melakukan ibadah Haji ke Mekkah atau kaum
Nasrani ke Yerusalem
Jalur Sutera
Sumber : https://republika.co.id/berita/ot11iy313/penghubung-peradaban-timur-dan-barat
Badan atau organisasi yang mengatur jasa-jasa perjalanan pada jaman ini belum ada.
Pengaturan perjalanan ditentukan secara individu, baik oleh perorangan atau kaum-kaum.
Akomodasi yang digunakan masih sederhana. Para pelancong membangun tenda-tenda
sendiri atau tinggal di rumah-rumah saudagar, pemuka-pemuka masyarakat, pemuka
agama atau tempat-tempat beribadah, seperti mesjid dan gereja. Akomodasi yang
dikelola secara komersiil pada jaman ini belum ada.
12
B. Jaman Pertengahan
Motivasi dan motif perjalanan pada abad pertengahan lebih luas dari motivasi dan motif
perjalanan pada jaman kuno. Di samping motif perjalanan untuk keperluan perdagangan,
keagamaan dan dambaan ingin tahu, pada jaman ini telah berkembang motif untuk tujuan
yang berhubungan dengan kepentingan negara (mission) dan motif untuk menambah
pengetahuan.
Para pedagang tidak lagi melakukan pertukaran secara barter. Para pedagang
cukup dengan membawa contoh barang yang ditawarkan melalui pekan-pekan
raya perdagangan. Seperti di St. Denis, Champagne atau Aix-la-Cappalle.
Untuk menjaga hubungan antar negara, baik negara penjajah maupun yang dijajah atau
antar negara merdeka, dilakukan saling kunjungan petugas-petugas negara.
Pada jaman pertengahan telah ada perguruan-perguruan tinggi seperti Al Azhar
di Kairo, di Paris, Roma, Salamanca, dan sebagainya. Para mahasiswa dari
berbagai negara melakukan kunjungan ke universitas-universitas ini untuk
menambah atau memperdalam pengetahuannya dengan mendengarkan kuliah-
kuliah yang diberikan oleh para guru besar.
Dengan semakin banyaknya yang melakukan perjalanan antar negara, berbagai negara
mulai mengeluarkan peraturan-peraturan guna melindungi kepentingan negara,
penduduknya serta kepentingan para wisatawan.
Akomodasi yang bersifat komersiil mulai bermunculan walaupun masih sederhana.
Demikian pula restoran-restoran yang menyediakan makanan untuk keperluan para
pelancong.
Alat angkut tidak hanya dengan menunggang kuda, keledai atau onta, tetapi telah meningkat
dengan menambah kereta yang ditarik kuda atau keledai. Angkutan laut telah menggunakan
kapal-kapal yang lebih besar.
Omnibus yang ditarik kuda awal
Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Bus
13
C. Jaman Modern
Perkembangan pariwisata pada jaman modern, ditandai dengan semakin
beraneka ragamnya motif dan keinginan wisatawan yang harus dipenuhi
sebagai akibat meningkatnya budaya manusia.
Formalitas atau keharusan para pelancong untuk membawa identitas diri bila
mengunjungi suatu negara mulai diterapkan.
Tempat-tempat penginapan (akomodasi) yang dikelola secara komersiil
tumbuh dengan subur. Fasilitas yang digunakan semakin lengkap.
Timbulnya revolusi industri di negara-negara Barat telah menciptakan alat
angkut yang sangat penting dalam perkembangan pariwisata. Diketemukannya
mesin uap, mulai diperkenalkan angkutan kereta api dan kapal uap, dan
menggantikan alat angkut yang menggunakan binatang.
Pelabuhan Batavia pada tahun 1900-an.
Sumber: https://interaktif.kompas.id/baca/pesona-jakarta/
Perkembangan selanjutnya ditemukan alat angkut yang menggunakan mesin
motor, yang jauh lebih cepat dan fleksibel dalam angkutan melalui darat.
Teknologi mutakhir yang sangat penting dalam jaman modern adalah dengan
digunakannya angkutan udara yang dapat menempuh jarak jauh dalam waktu
yang lebih cepat.
Sejak permulaan abad modern, ditandai pula oleh adanya badan atau organisasi
yang menyusun dan mengatur perjalanan.
Sebagai fenomena modern, tonggak-tonggak bersejarah dalam perjalanan
wisata juga dapat ditelusuri dari perjalanan Marcopolo pada tahun 1254-1324 yang
menjelajahi Eropa sampai Tiongkok, untuk kemudian kembali ke Venesia yang
kemudian disusul perjalanan Pangeran Henry (1394-1460), Cristophe Columbus
(1451-1506) dan Vasco da Gama (akhir abad XV). Namun sebagai kegiatan ekonomi
pariwisata baru berkembang pada awal abad XIX dan sebagai industri internasional
pariwisata dimulai tahun 1865 (Crick, 1989; dan Graburn dan Jafari 1991). Dewasa ini
14
pariwisata telah menjadi salah satu industri andalan utama dalam menghasilkan devisa
di berbagai negara seperti Thailand, Singapura, Filipina, Fiji, termasuk Indonesia
(Godfrey, 1993, Hitchcock et al, 1993). Dengan pentingnya peranan pariwisata dalam
pembangunan ekonomi berbagai negara, pariwisata sering disebut sebagai “passport to
development”, “new kind of sugar”, tool for regional development,”invisible export”,
non-polluting industry” dan sebagainya (Pitana, 2002a).
Sumber : https://qz.com/1097688/columbus-day-2017-who-was-christopher-
columbus-and-is-columbus-day-a-federal-holiday/
MUNCULNYA PARIWISATA DI INDONESIA
Dalam sejarah nusantara, diketahui bahwa kebiasaan mengadakan
perjalanan telah dijumpai sejak lama. Dalam buku Nagara Kartagama, pada abad XIV,
Raja Hayam Wuruk dilaporkan telah mengelilingi Majapahit dengan diikuti oleh para
pejabat negara. Ia menjelajahi daerah Jawa Timur dengan mengendarai pedati. Pada
awal abad XX, Susuhunan Pakubuwono X dikenal sebagai raja yang sangat suka
mengadakan perjalanan. Hampir setiap tahun beliau mengadakan perjalanan ke Jawa
Tengah sambil memberikan hadiah berupa uang. Dalam tradisi kerajaan Mataram, raja
atau penguasa daerah harus melakukan unjuk kesetiaan pada keraton dua kali setiap
tahunnya, sambil membawa para pejabat, pekerja yang mengangkut logistik dan
barang persembahan untuk raja. Dari sinilah, pariwisata Indonesia terus berkembang
sesuai dengan keadaan politik, sosial, dan budaya masyarakatnya. Kemajuan pesat
pariwisata Indonesia sendiri tidak terlepas dari usaha yang dirintis sejak beberapa
dekade yang lalu. Menurut Yoeti (1996:24), berdasarkan kurun waktu perkembangan,
sejarah pariwisata Indonesia dapat dibagi menjadi tiga periode penting yaitu : periode
masa penjajahan Belanda, masa pendudukan Jepang, dan setelah Indonesia merdeka.
15
A. Masa Penjajahan Belanda
Kegiatan kepariwisataan dimulai dengan penjelajahan yang dilakukan pejabat
pemerintah, missionaris atau orang swasta yang akan membuka usaha perkebunan di
daerah pedalaman. Para pejabat Belanda yang dikenai kewajiban untuk menulis laporan
pada setiap akhir perjalanannya. Pada laporan itulah terdapat keterangan mengenai
peninggalan purbakala, keindahan alam, seni budaya masyarakat nusantara. Pada awal
abad ke-19, daerah Hindia Belanda mulai berkembang menjadi suatu daerah yang
mempunyai daya tarik luar biasa bagi para pengadu nasib dari negara Belanda. Mereka
berkelana ke nusantara, membuka lahan perkebunan dalam skala kecil. Perjalanan dari
satu daerah ke daerah lain, dari nusantara ke negara Eropa menjadi hal yang lumrah,
sehingga dibangunlah sarana dan prasarana yang menjadi penunjang kegiatan tersebut.
Kegiatan kepariwisataan masa penjajahan Belanda dimulai secara resmi sejak tahun
1910-1912 setelah keluarnya keputusan Gubernur jenderal atas pembentukan
Vereeneging Toeristen Verkeer (VTV) yang merupakan suatu biro wisata atau tourist
bureau pada masa itu. Saat itu kantor tersebut digunakan pula oleh maskapai
penerbangan swasta Belanda KNILM (Koninklijke Nederlandsch Indische Luchtfahrt
Maatschapijj). yang memegang monopoli di kawasan Hindia Belanda saat itu.
Meningkatnya perdagangan antar benua Eropa, Asia dan Indonesia pada khususnya,
meningkatkan lalu lintas manusia yang melakukan perjalanan untuk berbagai
kepentingan masing-masing. Untuk dapat memberikan pelayanan yang lebih baik
untuk mereka yang melakukan perjalanan ini, maka didirikan untuk pertama kali suatu
cabang Travel Agent di Jalan Majapahit No. 2 Jakarta pada Tahun 1926 yang bernama
Lissone Lindeman (LISLIND) yang berpusat di Belanda. Sekarang tempat tersebut
digunakan oleh PT. NITOUR. Tahun 1928 Lislind berganti menjadi NITOUR
(Nederlandsche IndischeTouristen Bureau) yang merupakan bagian dari KNILM. Saat
itu kegiatan pariwisata lebih banyak didominasi oleh orang kulit putih saja, sedangkan
bangsa pribumi sangat sedikit bahkan dapat dikatakan tidak ada. Perusahaan perjalanan
wisata saat itu tidak berkembang karena NITOUR dan KNILM memegang monopoli.
16
Pertumbuhan hotel di Indonesia sesungguhnya mulai dikenal pada abad ke-19
ini, meskipun terbatas pada beberapa kota seperti di Batavia; Hotel Des Indes, Hotel
der Nederlanden, Hotel Royal, dan Hotel Rijswijk. Di Surabaya berdiri pula Hotel
Sarkies, Hotel Oranye, di Semarang didirikan Hotel Du pavillion, kemudian di Medan
Hotel de Boer, dan Hotel Astoria, di Makassar Hotel Grand dan Hotel Staat. Fungsi
hotel saat itu lebih banyak digunakan untuk tamu-tamu dari penumpang kapal laut dari
Eropa. Mengingat belum adanya kendaraan bermotor untuk membawa tamu-tamu
tersebut dari pelabuhan ke hotel dan sebaliknya, maka digunakan kereta kuda serupa
cikar.
Memasuki abad ke-20, mulailah perkembangan usaha akomodasi hotel ke kota
lainnya seperti Palace Hotel di Malang, Stier Hotel di Solo, Hotel Van Hangel,
Preanger dan Homann di Bandung, Grand Hotel di Yogyakarta, Hotel Salak di Bogor.
Setelah kendaraan bermotor digunakan dan jalan raya sudah berkembang muncul pula
hotel baru di kota lainnya seperti : Hotel Merdeka di Bukittinggi, Hotel Grand Hotel
lembang di luar kota Bandung, kemudian berdiri pula di Dieng, Lumajang, Kopeng,
Tawang Mangu, Prapat, Malino, Garut,Sukabumi, disusul oleh kota-kota lainnya.
B. Masa Pendudukan Jepang
Berkobarnya Perang Dunia II yang disusul dengan pendudukan Jepang ke
Indonesia menyebabkan keadaan pariwisata sangat terlantar. Saat itu dapat dikatakan
sebagai masa kelabu bagi dunia kepariwisataan Indonesia. Semuanya porak poranda.
Kesempatan dan keadaan yang tidak menentu serta keadaan ekonomi yang sangat sulit,
kelangkaan pangan, papan, dan sandang tidak memungkinkan orang untuk berwisata.
Kunjungan wisatawan mancanegara pada masa ini dapat dikatakan tidak ada. Dalam
sejarah perjalanan bangsa Indonesia, masa pendudukan Jepang tercatat sebagai masa
yang pedih dan sulit. Ketakutan, kegelisahan merajalela, paceklik, perampasan harta
oleh tentara Jepang membuat dunia kepariwisataan nusantara mati. Banyak sarana dan
prasarana publik dijadikan sarana untuk menghalangi masuknya musuh dalam suatu
wilayah, obyek wisata terbengkalai dan tidak terurus. Banyak hotel yang diambil alih
oleh Jepang dan diubah fungsi untuk keperluan rumah sakit, asrama, dan hotel-hotel
yang lebih bagus disita untuk ditempati para perwira Jepang. Data dan informasi
pariwisata dalam masa pendudukan Jepang dapat dikatakan tidak tersedia.
17
C. Setelah Indonesia Merdeka
Setelah Indonesia merdeka, dunia kepariwisataan Indonesia mulai merangkak lagi.
Meskipun pemerintahan Indonesia baru berdiri, namun pemerintah Indonesia waktu itu
telah memikirkan untuk mengelola pariwisata. Menjelang akhir tahun 1946, Bupati
Kepala Daerah Wonosobo, mempunyai inisiatif untuk mengorganisasikan kegiatan
perhotelan di Indonesia dengan menugaskan tiga orang pajabat setempat : W. Soetanto,
Djasman Sastro Hoetomo,dan R. Alwan. Melalui mereka inilah lahir Badan Pusat
Hotel Negara, yang merupakan organisasi perhotelan pertama di Indonesia.Pada
tanggal 1 Juli 1947, pemerintah Indonesia mulai menghidupkan kembali industri-
industri di seluruh wilayah Indonesia, termasuk pariwisata.
Sektor pariwisata mulai menunjukkan geliatnya. Hal ini ditandai dengan Surat
Keputusan Wakil Presiden (Dr. Mohamad Hatta) sebagai Ketua Panitia Pemikir Siasat
Ekonomi di Jogjakarta untuk mendirikan suatu badan yang mengelola hotel-hotel yang
sebelumnya dikuasai pemerintah pendudukan. Badan yang baru dibentuk itu bernama
HONET (Hotel National & Tourism) dan diketuai oleh R Tjipto Ruslan. Badan tersebut
segera mengambil alih hotel-hotel yang terdapat di daerah : Yogyakarta, Surakarta,
Madiun, Cirebon, Sukabumi, Malang, Sarangan, Purwokerto, Pekalongan, yang
semuanya diberi nama Hotel Merdeka. Terjadinya KMB (Konferensi Meja Bundar)
pada tahun 1949 mengakibatkan perkembangan lain, mengingat salah satu isi
perjanjian KMB adalah bahwa seluruh harta kekayaan milik Belanda harus
dikembalikan kepada pemiliknya. Oleh karena itu, ahirnya HONET dibubarkan dan
selanjutnya berdiri badan hukum NV HORNET yang merupakan badan satu-satunya
yang menjalankan aktivitas di bidang perhotelan dan pariwisata. Tahun 1952 dengan
Keputusan Presiden Republik Indonesia, dibentuk Panitia Inter Departemental Urusan
Turisme yang diketuai oleh Nazir St. Pamuncak dengan sekretaris RAM
Sastrodanukusumo. Tugas panitia tersebut antara lain menjajagi kemungkinan
terbukanya kembali Indonesia sebagai daerah tujuan wisata. Pada tahun 1953 beberapa
tokoh perhotelan ahirnya mendirikan Serikat Gabungan Hotel dan Tourisme Indonesia
(SERGAHTI) yang diketuai oleh A Tambayong, pemilik Hotel Orient yang
berkedudukan di Bandung. Badan tersebut dibantu pula oleh S. Saelan (pemilik hotel
Cipayung di Bogor), dan M Sungkar Alurmei (Direktur hotel Pavilion/Majapahit di
Jakarta), yang kemudian mendirikan cabang dan menetapkan komisaris di masing-
masing daerah di wilayah Indonesia. Keanggotaan SERGAHTI pada saat itu mencakup
seluruh hotel di Indonesia. Disamping SERGAHTI, beberapa pejabat tinggi negara
yang posisinya ada kaitannya dengan aspek parwisata Indonesia dan beberapa anggota
elite masyarakat yang peduli terhadap potensi pariwisata nasional mendirikan Yayasan
Tourisme Indonesia atau YTI pada tahun 1955, yang nantinya akan menjadi DEPARI,
Dewan Pariwisata Indonesia yang menjadi cikal bakal Departemen Pariwisata dan
Budaya saat ini.
18
KONDISI PARIWISATA SETELAH PEMBERLAKUAN OTONOMI DAERAH
Pembukaan Undang Undang Dasar (UUD) 1945 memuat baik cita-cita, dasar-
dasar, serta prinsip-prinsip penyelenggaraan negara. Cita-cita pembentukan negara kita
kenal dengan istilah tujuan nasional yang tertuang dalam alinea keempat Pembukaan
UUD 1945, yaitu (a) melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah
Indonesia; (b) memajukan kesejahteraan umum; (c) mencerdaskan kehidupan bangsa;
dan (d) ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan,
perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Sektor pariwisata yang sudah mendunia dan menyedot banyak wisatawan
mancanegara bahkan lintas negara, juga pada akhirnya mampu menjadi duta bangsa
yang mengabarkan pada dunia, eksistensi bangsa dan negara Indonesia. Menjadi duta
kepada dunia dan mengabarkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah negara yang
merdeka, aman, kondusif, maju dan sejahtera. Sektor pariwisata ini dapat memberi
gambaran wajah Indonesia kepada dunia internasional. Pariwisata di era otonomi
daerah adalah wujud dari cita-cita Bangsa Indonesia untuk memajukan kesejahteraan
umum dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan,
perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Memajukan kesejahteraan umum dalam arti
bahwa pariwisata jika dikelola dengan baik, maka akan memberikan kontribusi secara
langsung pada masyarakat di sekitar daerah pariwisata, terutama dari sektor
perekonomian. Secara tidak langsung, pariwisata memberikan kontribusi signifikan
kepada pendapatan asli daerah (PAD) suatu daerah dan tentu saja pemasukan devisa
bagi suatu negara. Akibat langsung yang timbul dari pemberian otonomi daerah adalah
adanya “daerah basah” dan “daerah kering”. Hal ini disebabkan potensi dan kondisi
masing-masing daerah di Indonesia tidak sama. Daerah yang kaya akan sumber daya
alam otomatis menjadi “daerah basah” seiring dengan bertambahnya perolehan
pendapatan asli daerahnya dari sektor migas misalnya, sedangkan daerah yang minus
sumber daya alam otomatis menjadi daerah kering. Namun demikian tidak berarti
daerah yang miskin dengan sumber daya alam tidak dapat meningkatkan pendapatan
asli daerahnya, karena jika dicermati ada beberapa potensi daerah yang dapat digali dan
dikembangkan dari sektor lain seperti sektor pariwisata.
Dalam lingkup nasional, sektor pariwisata dianggap sebagai sektor yang potensial
di masa yang akan datang. Menurut analisis World Travel and Tourism Council
(WTTC) (2016) dan World Bank (2016), industri pariwisata di Indonesia telah
menyumbang 10% dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada saat ini dan
diperkirakan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) di atas rata-rata industri.
Peringkat ke-4 penyumbang devisa nasional, sebesar 9,3%. Pertumbuhan penerimaan
devisa tertinggi, yaitu 13%. Biaya marketing hanya 2% dari proyeksi devisa.
Penyumbang 9,8 juta lapangan pekerjaan, atau 8,4%. Lapangan kerja tumbuh 30%
dalam 5 tahun. Pencipta lapangan kerja termurah US$ 5.000/satu pekerjaaan.
Berdasarkan analisis tersebut wajar jika industri pariwisata di Indonesia dinilai
sebagai sektor andalan penyumbang devisa negara terbesar dalam bidang nonmigas.
19
Terlebih ketika pemerintah Indonesia mencanangkan program otonomi daerah, maka
industri pariwisata merupakan salah satu alternatif yang dapat dimanfaatkan sebagai
sumber penerimaan daerah. Yang perlu mendapat perhatian bahwa pengembangan
industri pariwisata daerah terkait dengan berbagai faktor yang mau tidak mau
berpengaruh dalam perkembangannya. Oleh karena itu perlu diketahui dan dipahami
apa saja faktor- faktor yang secara faktual memegang peranan penting dalam
pengembangan industri pariwisata daerah khususnya dalam rangka penerapan otonomi
daerah, sehingga pada akhirnya pengembangan industri pariwisata daerah diharapkan
mampu memberikan kontribusi yang cukup besar bagi peningkatan pendapatan asli
daerah dan mendorong program pembangunan daerah. Ada beberapa isu strategis
(politik, ekonomi, sosial dan budaya) yang terkait dengan pariwisata di era otonomi
daerah yaitu: pertama dalam masa penerapan otonomi daerah di sektor pariwisata
adalah timbulnya persaingan antar daerah, persaingan pariwisata yang bukan mengarah
pada peningkatan komplementaritas dan pengkayaan alternatif berwisata. Hal ini
disebabkan oleh beberapa faktor seperti: a) lemahnya pemahaman tentang pariwisata;
2) lemahnya kebijakan pariwisata daerah; 3) tidak adanya pedoman dari pemerintah
pusat maupun provinsi. Akibatnya pengembangan pariwisata daerah sejak masa
otonomi lebih dilihat secara parsial. Artinya banyak daerah mengembangkan
pariwisatanya tanpa melihat, menghubungkan dan bahkan menggabungkan dengan
pengembangan daerah tetangganya maupun propinsi/kabupaten / kota terdekat. Bahkan
cenderung meningkatkan persaingan antar wilayah, yang pada akhirnya akan
berdampak buruk terhadap kualitas produk yang dihasilkan. Padahal pengembangan
pariwisata seharusnya lintas provinsi atau lintas kabupaten/kota, bahkan tidak lagi
mengenal batas karena kemajuan teknologi informasi. Isu kedua terkait dengan kondisi
pengembangan pariwisata Indonesia yang masih bertumpu pada daerah tujuan wisata
utama tertentu saja, walaupun daerah-daerah lain diyakini memiliki keragaman potensi
kepariwisataan.
Hal yang mengemuka dari pemusatan kegiatan pariwisata ini adalah dengan telah
terlampauinya daya dukung pengembangan pariwisata di berbagai lokasi, sementara
lokasi lainnya tidak berkembang sebagaimana mestinya. Selain itu kekhasan dan
keunikan atraksi dan aktivitas wisata yang ditawarkan masih belum menjadi suatu daya
tarik bagi kedatangan wisatawan mancanegara, karena produk yang ditawarkan tidak
dikemas dengan baik dan menarik seperti yang dilakukan oleh negara-negara pesaing.
Salah satu kelemahan produk wisata Indonesia, yang menyebabkan Indonesia kalah
bersaing dengan negara-negara tetangga adalah kurangnya diversifikasi produk dan
kualitas pelayanan wisata Indonesia. Para pelaku kepariwisataan Indonesia kurang
memberikan perhatian yang cukup untuk mengembangkan produk- produk baru yang
lebih kompetitif dan sesuai dengan selera pasar. Isu ketiga berhubungan dengan situasi
dan kondisi daerah yang berbeda baik dari potensi wisata alam, ekonomi, adat budaya,
mata pencaharian, kependudukan dan lain sebagainya yang menuntut pola
pengembangan yang berbeda pula, baik dari segi cara atau metode, prioritas, maupun
penyiapannya. Proses penentuan pola pengembangan ini membutuhkan peran aktif dari
20
semua pihak, agar sifatnya integratif, komprehensif dan sinergis. Isu keempat dapat
dilihat dari banyaknya daerah tujuan wisata yang sangat potensial di Indonesia apabila
dilihat dari sisi daya tarik alam dan budaya yang dimilikinya. Namun sayangnya belum
bisa dijual atau mampu bersaing dengan daerah-daerah tujuan wisata baik di kawasan
regional maupun internasional. Hal tersebut semata-mata karena daya tarik yang
tersedia belum dikemas secara profesional, rendahnya mutu pelayanan yang diberikan,
interpretasi budaya atau alam yang belum memadai, atau karena belum dibangunnya
citra (image) yang membuat wisatawan tertarik untuk datang mengunjungi dan lain
sebagainya. Memperbanyak variasi produk baru berbasis sumber daya alam, dengan
prinsip pelestarian lingkungan dan partisipasi masyarakat, merupakan strategi yang
ditempuh untuk meningkatkan pemanfaatan keunikan daerah dan persaingan di tingkat
regional dengan daerah lain. Selain kualitas kemasan dan pelayanan, produk pariwisata
berbasis alam harus memberikan pengalaman lebih kepada wisatawan. Selanjutnya,
pengemasan produk wisata dan pemasarannya, haruslah memanfaatkan teknologi
terkini. Produk-produk wisata yang ditawarkan harus sudah berbasis teknologi
informasi, sebagai upaya meningkatkan pelayanan dan sekaligus meningkatkan
kemampuan pariwisata daerah menembus pasar internasional.
Sebagai konsekuensi untuk menjawab tantangan isu dan mencapai tujuan-tujuan
besar tersebut, daerah-daerah harus melakukan inovasi, kreasi dan pengembangan-
pengembangan terhadap potensi-potensi pariwisata masing-masing daerah dengan
mencari dan menciptakan peluang-peluang baru terhadap produk-produk pariwisata
yang diunggulkan. Bagi Indonesia, industri pariwisata merupakan suatu komoditi
prospektif yang di pandang mempunyai peranan penting dalam pembangunan nasional,
sehingga tidak mengherankan apabila Indonesia menaruh perhatian khusus kepada
industri pariwisata. Hal ini lebih diperkuat dengan adanya kenyataan bahwa Indonesia
memiliki potensi alam dan kebudayaan yang cukup besar yang dapat dijadikan modal
bagi pengembangan industri pariwisatanya. Salah satu tujuan pengembangan
kepariwisataan di Indonesia adalah untuk meningkatkan pendapatan devisa khususnya
dan pendapatan negara dan masyarakat pada umumnya, perluasan kesempatan serta
lapangan kerja dan mendorong kegiatan-kegiatan industri-industri penunjang dan
industri-industri sampingan lainnya. Di Indonesia pengembangan industri pariwisata
masuk dalam skala prioritas khususnya bagi daerah-daerah yang miskin akan sumber
daya alam. Sesuai dengan pernyataan International Union of Official Travel
Organization (IUOTO) dalam konferensi di Roma tahun 1963 bahwa pariwisata adalah
penting bukan saja sebagai sumber devisa, tapi juga sebagai faktor yang menentukan
lokasi industri dan dalam perkembangan daerah-daerah yang miskin dalam sumber-
sumber alam. Ini menunjukkan bahwa pariwisata sebagai industri jasa mempunyai
andil besar dalam mendistribusikan pembangunan ke daerah-daerah yang belum
berkembang. Dalam orde reformasi ini, merupakan momentum awal yang sangat tepat
bagi daerah untuk lebih mandiri dalam menggali dan mengembangkan potensi-potensi
yang dimilikinya. Kemandirian daerah ini terwujud dalam pemberian kewenangan
yang cukup besar meliputi kewenangan dalam seluruh bidang pemerintahan, kecuali
21
kewenangan dalam bidang politik luar negeri, pertahanan, keamanan, peradilan,
moneter dan fiskal, agama. Penyerahan kewenangan tersebut disertai juga dengan
penyerahan dan pengalihan pembiayaan, sarana dan prasarana serta sumber daya
manusia sesuai dengan kewenangan yang diserahkan tersebut. Merupakan konsekuensi
logis bagi daerah dengan adanya penerapan otonomi daerah maka segala sesuatu yang
bersifat operasional dilimpahkan kepada daerah. Sehubungan dengan penerapan
otonomi daerah maka segala sesuatu yang menyangkut pengembangan industri
pariwisata meliputi pembiayaan, perizinan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi
menjadi wewenang daerah untuk menyelenggarakannya. Dengan demikian masing-
masing daerah dituntut untuk lebih mandiri dalam mengembangkan obyek dan potensi
wisatanya, termasuk pembiayaan promosinya.
Sumber-sumber penerimaan daerah dalam pelaksanaan desentralisasi berasal dan
pendapatan asli daerah, dana perimbangan, pinjaman daerah dan lain-lain penerimaan
yang sah. Sumber pendapatan asli daerah merupakan sumber keuangan daerah yang
digali dan dalam wilayah daerah yang bersangkutan terdiri dari hasil pajak daerah, hasil
retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain
pendapatan asli daerah yang sah.
Dilihat dari sisi pendapatan asli daerah, maka ada beberapa daerah di Indonesia
yang miskin akan sumber daya alam sehingga tidak dapat mengandalkan pendapatan
asli daerahnya dari hasil sumber daya alam. Oleh karenanya pengembangan industri
pariwisata suatu daerah menjadi alasan utama sebagai salah satu upaya meningkatkan
pendapatan asli daerah melalui pemanfaatan potensi-potensi daerah setempat.
Pada tahun 1997, industri pariwisata Indonesia diperkirakan menghasilkan pajak
tidak langsung sejumlah 8,7% dari keseluruhan nilai pajak tidak langsung dan pada
tahun 2007 meningkat sebesar 9,6% dari total keseluruhan. Data tersebut menunjukkan
bahwa industri pariwisata Indonesia memberikan kontribusi yang cukup besar di
bidang perpajakan. Sektor pajak mempunyai peranan penting dalam budget negara.
Pajak merupakan sumber penerimaan negara yang dipergunakan untuk membiayai
pengeluaran-pengeluaran rutin negara, juga dipergunakan untuk membiayai
pembangunan nasional. Oleh karenanya, kontribusi pajak bagi pembangunan
diharapkan tidak saja mendorong pembangunan satu wilayah saja, akan tetapi juga
dapat mendorong pembangunan secara merata sampai di daerah-daerah terpencil di
Indonesia.
Dalam ruang lingkup daerah, kontribusi industri pariwisata di bidang perpajakan
diharapkan semakin meningkat dengan jalan melakukan pengembangan dan
pendayagunaan potensi-potensi pariwisata daerah. Hanya saja pungutan pajak tersebut
harus dilakukan secara bijaksana, artinya pungutan pajak harus tetap berpegang pada
prinsip keadilan, kepastian hukum dan kesederhanaan. Dalam menuju kemandirian
daerah, potensi industri pariwisata daerah yang dikelola dan dikembangkan dengan
baik akan meningkatkan penerimaan di bidang perpajakan. Dalam hal ini kontribusi
pajak dan industri pariwisata daerah selain sebagai sumber pendapatan asli daerah, juga
dimaksudkan untuk membiayai pembangunan daerah.
22
Pada dasarnya pengembangan industri pariwisata suatu daerah berkaitan erat
dengan pembangunan perekonomian daerah tersebut. Dampak positif yang secara
langsung dapat dirasakan oleh masyarakat daerah setempat adalah adanya perluasan
lapangan kerja secara regional. Ini merupakan akibat dari industri pariwisata yang
berkembang dengan baik. Misalnya dengan dibangunnya sarana prasarana di daerah
tersebut maka tenaga kerja akan banyak tersedot dalam proyek-proyek seperti
pembangkit tenaga listrik, jembatan, perhotelan dan lain sebagainya.
Untuk mengembangkan industri pariwisata suatu daerah diperlukan strategi-
strategi tertentu maupun kebijakan-kebijakan baru di bidang kepariwisataan. Sebuah
gagasan menarik dari Sri Sultan HB X yang menyodorkan konsep kebijakan pariwisata
borderless, yaitu suatu konsep pengembangan pariwisata yang tidak hanya terpaku
pada satu obyek untuk satu wilayah, sedangkan pola distribusinya harus makin
dikembangkan dengan tidak melihat batas geografis wilayah.
Gagasan tersebut memberi angin segar bagi dunia kepariwisataan di Indonesia
terlebih dengan diterapkannya sistem otonomi daerah. Paling tidak kebijakan baru
tersebut menjadi salah satu alternatif yang dapat dipergunakan untuk mengembangkan
dan mendayagunakan potensi-potensi wisata daerah melalui program kerjasama antar
daerah. Namur demikian yang perlu mendapat perhatian di sini bahwa penerapan
program kerjasama tersebut jangan sampai menimbulkan konflik yang justru
berdampak merugikan, sehingga tujuan dan pengembangan pariwisata daerah menjadi
tidak tercapai.
3. Rangkuman
World Tourism Organization (WTO), secara sepintas membagi perkembangan
atau sejarah pariwisata ini ke dalam 3 ( tiga) jaman, yakni :
a. Jaman kuno
b. Jaman pertengahan, dan
c. Jaman modern
Menurut Yoeti (1996:24), berdasarkan kurun waktu perkembangan, sejarah
pariwisata Indonesia dapat dibagi menjadi tiga periode penting yaitu :
a. periode masa penjajahan Belanda,
b. masa pendudukan Jepang,
c. setelah Indonesia merdeka.
Untuk mengembangkan industri pariwisata suatu daerah diperlukan strategi-
strategi tertentu maupun kebijakan-kebijakan baru di bidang kepariwisataan. Sebuah
gagasan menarik dari Sri Sultan HB X yang menyodorkan konsep kebijakan pariwisata
borderless, yaitu suatu konsep pengembangan pariwisata yang tidak hanya terpaku pada
satu obyek untuk satu wilayah, sedangkan pola distribusinya harus makin dikembangkan
dengan tidak melihat batas geografis wilayah.
Gagasan tersebut memberi angin segar bagi dunia kepariwisataan di Indonesia
terlebih dengan diterapkannya sistem otonomi daerah. Paling tidak kebijakan baru
23
tersebut menjadi salah satu alternatif yang dapat dipergunakan untuk mengembangkan
dan mendayagunakan potensi-potensi wisata daerah melalui program kerjasama antar
daerah
4. Tugas I
Menurut pendapatmu Mengapa pariwisata tidak bisa lepas dari keberadaan transportasi ?
5. Tes Formatif I
1. Apa yang melatarbelakangi munculnya Pariwisata ? Jelaskan !
2. Jelaskan! Mengapa pariwisata muncul di Indonesia ?
3. Mengapa pada masa pendudukan Jepang pariwisata sangat terlantar ?
24
KEGIATAN BELAJAR 2
Kegiatan Belajar 2 : Memahami Jenis-Henis Pariwisata
1. Tujuan kegiatan pembelajaran 2
Peserta didik mampu : Menyebut jenis-jenis pariwisata
2. Uraian Materi
Jenis dan macam Pariwisata
Kepariwisataan tidak menggejala sebagai bentuk tunggal. Istilah ini umum
sifatnya yang menggambarkan beberapa jenis perjalanan dan penginapan sesuai dengan
motivasi yang mendasari kepergian tersebut. Orang melakukan perjalanan untuk
memperoleh berbagai tujuan dan memuaskan bermacam-macam keinginan. Di samping
itu, untuk keperluan perencanaan dan pengembangan kepariwisataan itu sendiri, perlu
pula dibedakan antara pariwisata dengan jenis pariwisata lainnya, sehingga jenis dan
macam pariwisata yang dikembangkan akan dapat berwujud seperti diharapkan dari
kepariwisataan itu sendiri. Sebenarnya pariwisata sebagai suatu gejala, terwujud dalam
beberapa bentuk yang antara lain, misalnya :
(a) Menurut letak geografis, dimana kegiatan pariwisata berkembang dibedakan
menjadi :
1. Pariwisata lokal (local tourism) yaitu jenis kepariwisataan yang ruang lingkupnya
lebih sempit dan terbatas dalam tempat-tempat tertentu saja. Misalnya
kepariwisataan kota Denpasar, kepariwisataan kota Bandung.
2. Pariwisata regional (regional tourism) yaitu kegiatan kepariwisataan yang
dikembangkan dalam suatu wilayah tertentu, dapat regional dalam lingkungan
nasional dan dapat pula regional dalam ruang lingkup internasional. Misalnya
kepariwisataan Bali, Yogyakarta, dan lain-lain.
3. Pariwisata nasional (national tourism) yaitu jenis pariwisata yang dikembangkan
dalam wilayah suatu negara, dimana para pesertanya tidak saja terdiri dari
warganegaranya sendiri tetapi juga orang asing yang terdiam di negara tersebut.
Misalnya kepariwisataan yang ada di daerah-daerah dalam satu wilayah Indonesia.
4. Pariwisata regional-internasional yaitu kegiatan kepariwisataan yang berkembang
di suatu wilayah internasional yang terbatas, tetapi melewati batas-batas lebih dari
dua atau tiga negara dalam wilayah tersebut. Misalnya kepariwisataan ASEAN.
5. Pariwisata internasional (International tourism) yaitu kegiatan kepariwisataan yang
terdapat atau dikembangkan di banyak negara di dunia.
25
(b) Menurut pengaruhnya terhadap neraca pembayaran
1. Pariwisata aktif (in bound tourism) yaitu kegiatan kepariwisataan yang ditandai
dengan gejala masuknya wisatawan asing ke suatu negara tertentu. Hal ini tentu
akan mendapatkan masukan devisa bagi negara yang dikunjungi dengan sendirinya
akan memperkuat posisi neraca pembayaran negara yang dikunjungi wisatawan.
2. Pariwisata pasif (out-going tourism) yaitu kegiatan kepariwisataan yang
ditandai dengan gejala keluarnya warga negara sendiri bepergian ke luar negeri
sebagai wisatawan. Karena ditinjau dari segi pemasukan devisa negara,
kegiatan ini merugikan negara asal wisatawan, karena uang yang dibelanjakan
itu terjadi di luar negeri.
(c) Menurut alasan/tujuan perjalanan
1. Business tourism yaitu jenis pariwisata dimana pengunjungnya datang untuk
tujuan dinas, usaha dagang atau yang berhubungan dengan pekerjaannya,
kongres, seminar dan lain-lain
2. Vacational tourism yaitu jenis pariwisata dimana orang-orang yang melakukan
perjalanan wisata terdiri dari orang-orang yang sedang berlibur, cuti, dan lain-
lain
3. Educational tourism yaitu jenis pariwisata dimana pengunjung atau orang
melakukan perjalanan untuk tujuan belajar atau mempelajari suatu bidang ilmu
pengetahuan. Contohnya : darmawisata (study tour).
4. Familiarization tourism yaitu suatu perjalanan anjangsana yang dimaksudkan
guna mengenal lebih lanjut bidang atau daerah yang mempunyai kaitan dengan
pekerjaannya.
5. Scientific tourism yaitu perjalanan wisata yang tujuan pokoknya adalah untuk
memperoleh pengetahuan atau penyelidikan terhadap sesuatu bidang ilmu
pengetahuan.
6. Special Mission tourism yaitu suatu perjalanan wisata yang dilakukan dengan
suatu maksud khusus, misalnya misi kesenian, misi olah raga, maupun misi
lainnya.
7. Hunting tourism yaitu suatu kunjungan wisata yang dimaksudkan untuk
menyelenggarakan perburuan binatang yang diijinkan oleh penguasa setempat
sebagai hiburan semata-mata.
(d) Menurut saat atau waktu berkunjung
1. Seasonal tourism yaitu jenis pariwisata yang kegiatannya berlangsung pada
musim-musim tertentu. Contoh : Summer tourism, winter tourism, dan lain-lain.
26
2. Occasional tourism yaitu jenis pariwisata dimana perjalanan wisatawan
dihubungkan dengan kejadian (occasion) maupun suatu even. Misalnya
Sekaten di Yogyakarta, Nyepi di Bali, dan lain-lain.
(e) Menurut Objeknya
1. Cultural tourism yaitu jenis pariwisata dimana motivasi wisatawan untuk
melakukan perjalanan disebabkan karena adanya daya tarik dari seni dan
budaya suatu tempat atau daerah.
2. Recuperational tourism yaitu jenis pariwisata dimana motivasi wisatawan
untuk melakukan perjalanan adalah untuk menyembuhkan penyakit, seperti
mandi di sumber air panas, mandi lumpur, dan lain-lain.
3. Commercial tourism yaitu jenis pariwisata dimana motivasi wisatawan untuk
melakukan perjalanan dikaitkan dengan kegiatan perdagangan nasional dan
internasional.
4. Sport tourism yaitu jenis pariwisata dimana motivasi wisatawan untuk
melakukan perjalanan adalah untuk melihat atau menyaksikan suatu pesta olah
raga di suatu tempat atau negara tertentu.
5. Political tourism yaitu jenis pariwisata dimana motivasi wisatawan untuk
melakukan perjalanan tujuannya melihat atau menyaksikan suatu peristiwa atau
kejadian yang berhubungan dengan kegiatan suatu negara. Misalnya
menyaksikan peringatan hari kemerdekaan suatu negara
6. Social tourism yaitu jenis pariwisata dimana dari segi penyelenggaraannya
tidak menekankan untuk mencari keuntungan, misalnya study tour, picnik, dan
lain-lain.
7. Religion tourism yaitu jenis pariwisata dimana motivasi wisatawan untuk
melakukan perjalanan tujuannya melihat atau menyaksikan upacara-upacara
keagamaan, seperti upacara Bali Krama di Besakih, haji umroh bagi agama
Islam, dan lain-lain.
8. Marine tourism merupakan kegiatan wisata yang ditunjang oleh sarana dan
prasarana untuk berenang, memancing, menyelam, dan olah raga lainnya,
termasuk sarana dan prasarana akomodasi, makan dan minum.
(f) Menurut jumlah orang yang melakukan perjalanan
1. Individual tourism yaitu seorang wisatawan atau satu keluarga yang melakukan
perjalanan secara bersama.
2. Family group tourism yaitu suatu perjalanan wisata yang dilakukan oleh
serombongan keluarga yang masih mempunyai hubungan kekerabatan satu sama
lain.
27
3. Group tourism yaitu jenis pariwisata dimana yang melakukan perjalanan wisata
itu terdiri dari banyak orang yang bergabung dalam satu rombongan yang biasa
diorganisasi oleh sekolah, organisasi, atau tour oprator/travel agent.
(g) Menurut alat pengangkutan yang digunakan
1. Land tourism yaitu jenis pariwisata yang dalam kegiatannya menggunakan
transportasi darat, seperti bus, taxi, dan kereta api.
2. Sea tourism yaitu kegiatan kepariwisataan yang menggunakan angkutan laut
untuk mengunjungi suatu daerah tujuan wisata.
3. Air tourism yaitu jenis pariwisata yang menggunakan angkutan udara dari dan ke
daerah tujuan wisata.
(h) Menurut umur yang melakukan perjalanan
1. Youth tourism yaitu jenis pariwisata yang dikembangkan bagi para remaja yang
suka melakukan perjalanan wisata dengan harga relatif murah.
2. Abdult tourism yaitu kegiatan pariwisata yang diikuti oleh orang-orang yang
berusia lanjut. Biasanya orang yang melakukan perjalanan adalah para pensiunan.
(i) Menurut jenis kelamin
1. Masculine tourism yaitu jenis pariwisata yang kegiatannya hanya diikuti oleh
kaum pria saja, seperti safari, hunting, dan adventure.
2. Feminime tourism yaitu jenis pariwisata yang hanya diikuti oleh kaum wanita
saja, seperti rombongan untuk menyaksikan demontrasi memasak.
(j) Menurut harga dan tingkat sosial
1. Delux tourism yaitu perjalanan wisata yang menggunakan fasilitas standar
mewah, baik alat angkutan, hotel, maupun atraksinya.
2. Middle class tourism yaitu jenis perjalanan wisata yang diperuntukkan bagi
mereka yang menginginkan fasilitas dengan harga tidak terlalu mahal, tetapi
tidak terlalu jelek pelayanannya.
3. Social tourism yaitu perjalanan wisata yang penyelenggaraannya dilakukan
secara bersama dengan biaya yang diperhitungkan semurah mungkin dengan
fasilitas cukup memadai selama dalam perjalanan.
3. Rangkuman
Jenis-jenis Pariwisata
a) Menurut letak geografis,
1. Pariwisata lokal (local tourism)
2. Pariwisata regional (regional tourism)
3. Pariwisata nasional (national tourism)
28
4. Pariwisata regional-internasional.
5. Pariwisata internasional (International tourism)
(b) Menurut pengaruhnya terhadap neraca pembayaran
1. Pariwisata aktif (in bound tourism)
2. Pariwisata pasif (out-going tourism)
(c) Menurut alasan/tujuan perjalanan
1. Business tourism
2. Vacational tourism
3. Educational tourism
4. Familiarization tourism
5. Scientific tourism
6. Special Mission tourism
7. Hunting tourism
(d) Menurut saat atau waktu berkunjung
1. Seasonal tourism
2. Occasional tourism
(e) Menurut Objeknya
1. Cultural tourism
2. Recuperational tourism
3. Commercial tourism
4. Sport tourism
5. Political tourism
6. Social tourism
7. Religion tourism
8. Marine tourism
(f) Menurut jumlah orang yang melakukan perjalanan
1. Individual tourism
2. Family group tourism
3. Group tourism.
(g) Menurut alat pengangkutan yang digunakan
1. Land tourism
2. Sea tourism
3. Air tourism
(h) Menurut umur yang melakukan perjalanan
1. Youth tourism
2. Abdult tourism
29
(i) Menurut jenis kelamin
1. Masculine tourism
2. Feminime tourism
(j) Menurut harga dan tingkat sosial
1. Delux tourism
2. Middle class tourism
3. Social tourism
4. Tugas 2
1. Ceritakan pengalamanmu berwisata, sebutkan obyek-obyek wisata yang
pernah kalian kunjungi.
2. Coba kelompokkan obyek yang pernah kalian kunjungi berdasarkan jenis-
jenis pariwisata yang telah dipelajari!
30
KEGIATAN BELAJAR 3
1. Tujuan kegiatan pembelajaran 3
Peserta didik mampu : Mengelompokkan jenis-jenis obyek wisata di Indonesia
2. Uraian Materi
Di Indonesia ada berbagai jenis tempat wisata yang tentunya sering kita
kunjungi. Tempat wisata itu antara lain : pantai, taman, laut, hutan, pegunungan,
pusat perbelanjaan atau mall, tempat bersejarah, museum, sentra kuliner, danau,
waduk, situ, kolam renang, alun-alun, pemandian air panas, kebun binatang, air
terjun, taman bunga dan buah, dan lain sebagainya.
Berikut informasi tentang jenis-jenis tempat wisata lainnya:
BERDASARKAN MOTIF WISATAWAN
1. Wisata bahari
Wisata bahari dikenal juga dengan sebutan wisata maritim atau wisata
tirta.Wisata ini pun berhubungan dengan olahraga yang dilakukan di air, seperti di
pantai, danau, teluk.Kegiatan yang biasa dilakukan saat melakukan wisata bahari
adalah memancing dan berselancar, berlayar, melakukan lomba balap mendayung,
snorkeling, menyelam dan melakukan pemotretan di bawah air.
Dalam menyelam, kita bisa melihat betapa indahnya pemandangan di bawah
laut. Di nusantara terdapat pula taman laut yang bisa kita nikmati keindahannya.
Potensi wisata bahari Indonesia antara lain terdapat di Kepulauan Seribu, Raja
Ampat, Danau Toba, Mentawai, Pulau Bali, laut Kepulauan Maluku, dan sebagainya.
Sementara untuk negara maritim yang juga mempunyai potensi wisata bahari seperti
Fiji, Hawaii, dan Tahiti.
2. Wisata Budaya di Indonesia
Melakukan wisata budaya bertujuan untuk menambah wawasan serta
pandangan hidup seseorang. Dalam wisata budaya, terutama ke luar negeri, kita bisa
melihat cara hidup masyarakat di negara tersebut, mempelajari adat istiadat, kesenian,
dan kebudayaan mereka.
Wisata budaya juga bermanfaat untuk memperkenalkan kebudayaan negeri
sendiri ke kancah internasional dan sebaliknya (memberi informasi/membagikan info
mengenai kebudayaan dan adat istiadat negeri yag baru saja dikunjungi ke negara
kita). Dengan kata lain, melakukan pertukaran seni dan budaya. Seperti, seni musik,
seni tari, seni drama.
31
3. Wisata pertanian
Wisata pertanian merupakan perjalanan wisata ke lokasi pertanian, melihat
pembibitan di ladang, perkebunan. Biasanya dilakukan dalam rangka studi atau dapat
pula hanya sekedar berjalan-jalan menikmati hijaunya tanaman dan segarnya udara.
Mata akan segar kembali dengan pemandangan berupa sayuran segar berwarna-warni,
melongok bibit aneka sayur, dan bertualang di perkebunan yang sejuk.
4. Wisata buru
Wisata buru ini bisa dilakukan di negara yang mempunyai daerah hutan
yang dapat dijadikan tempat berburu. Tentunya tidak berburu secara sembarangan, ya.
Melainkan mengikuti aturan pemerintah tentang batas wilayah perburuan dan jenis
binatang apa saja yang boleh diburu. Untuk Indonesia sendiri, pemerintah telah
membuka wisata buru di wilayah Jawa Timur, tepatnya di Baluran.
Hewan yang boleh diburu adalah babi hutan dan banteng. Sementara di luar
negeri, wisata buru dapat kita lakukan di berbagai daerah di benua Afrika. Hewan
yang boleh diburu ialah jerapah, gajah, singa, dan lain-lain. Untuk India, hewan yang
boleh diburu adalah macan dan badak.
5. Wisata ziarah
Jenis wisata ini berkaitan dengan sejarah, adat istiadat, dan kepercayaan
yang dianut oleh masyarakat setempat. Kebanyakan dilakukan oleh rombongan
daripada perorangan. Tujunanya ke tempat suci, makan orang yang dianggap
berkuasa atau suci/makam orang besar, pemakaman tokoh terkenal, bukit dan gunung
keramat yang sarat legenda, dan sebagainya.
Banyak dihubungkan dengan niat dari wisatawan tersebut, misalnya ingin
meminta restu dan petunjuk dari ilahi bahkan ada yang memohon kekayaan. Sebagai
contoh adalah orang muslim yang berkunjung ke tanah suci atau pemakaman para
wali, seorang katholik melakukan wisata ziarah ke vatikan, untuk penganut budha
akan berkunjung ke Nepal, Tibet, atau India.
Di Indonesia sendiri juga banyak tempat yang dikujungi oleh orang-orang
yang memiliki maksud tertentu seperti yang telah disebutkan di atas antara lain
mengunjungi Candi Borobudur, Gunung Kawi, makam Wali Songo, Prambanan,
pura Basakih Bali, makam Soekarno, dan lain-lain.
6. Wisata cagar alam
Wisata yang dikenal juga dengan wisata konservasi ini dilakukan dengan
mengunjungi taman lindung, cagar alam, wilayah yang kelestariannya dilindungi
oleh undang-undang. Kebanyakan para pecinta alam yang melakukan wisata ini.
Bagi yang suka memotret, sangat cocok melakukan wisata sejenis ini.
32
Ada banyak tumbuhan dan satwa yang unik dan indah, dapat dijadikan
sebagai objek foto. Suasana lingkungan yang segar, asri, sangat mendukung untuk
melakukan relaksasi. Jadi pikiran lebih fresh dan rileks. Tempat wisata cagar alam
contohnya adalah Cagar alam di Pulau Bali yaitu Kebun Raya Eka Karya dan Taman
Nasional Bali Barat.
7. Wisata konvensi
Wisata konvensi ini lekat dengan politik. Contohnya adalah bangunan
tempat musyawarah, persidangan, dan pertemuan yang dilakukan secara nasional
atau internasional. Misalnya pusat kongres internasional di Berlin, Gedung Senayan
di Jakarta, Filipina memiliki Philippine International Convention Center.
BERDASARKAN LOKASI YANG DITUJU
1. Wisata sejarah
Mengunjungi berbagai peninggalan dan situs sejarah. Bagi yang suka
dengan arkeologi dan informasi yang berkaitan dengan sejarah/masa lampau,
datanglah untuk berwisata sejarah ke candi, museum, benteng, atau melihat prasasti.
2. Wisata alam
Jenis wisata yang dilakukan dengan obyek wisata berupa keindahan alam
sekitar. Mata kita akan dimanjakan dengan keadaan alam yang menakjubkan dan
sangat indah. Wisata alam yang dapat kita lakukan antara lain mendaki, berkemah.
3. Wisata religi
Melakukan wisata religi dengan mengunjungi tempat khusus umat beragama,
makam, tempat beribadah. Bertujuan untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan.
Seperti melakukan wisata ke Masjid Istiqlal, Jakarta, bagi yang beragama muslim.
Atau Gereja Katedral bagi penganut Kristen katholik.
4. Wisata pendidikan
Wisata pendidikan ini disebut juga dengan wisata edukasi dan banyak
dilakukan oleh anak-anak dan sekolah. Tujuan dari wisata pendidikan merupakan
sebagai sarana penunjang pelajaran yang telah diberikan di sekolah. Wisata
pendidikan diharapkan membuat anak lebih mudah memahami materi pelajaran.
ORANG YANG MELAKUKAN PERJALANAN
1. Wisata minat khusus
Jenis wisata ini biasanya dilakukan oleh orang-orang yang mempunyai
minat terhadap hal tertentu dan tidak banyak yang berminat dengan wisata yang satu
33
ini. Contoh wisata minat khusus adalah trekking, rafting (mengarungi sungai), diving
(menyelam), hiking (mendaki gunung), dan lain sebagainya.
2. Wisata petualang
Wisata yang dilakukan dengan obyek wisata tempat-tempat menantang.
Biasanya memiliki medan yang berat. Yang termasuk salah satu wisata petualangan
merupakan panjat tebing, arung jeram, atau menyusuri gua vertikal.
3. Wisata banyak minat
Wisata jenis ini dilakukan oleh orang-orang yang tidak mempunyai minat
khusus terhadap suatu hal. Dengan kata lain, wisata banyak minat dilakukan oleh
orang yang punya minat yang sama dengan orang lain pada umumnya. Yang
meliputi : wisata religi, wisata bahari, wisata budaya, wisata alam, wisata belanja,
wisata sejarah, wisata kuliner, dan sebagainya.
4. Wisata backpacker
Dalam bahasa Indonesia arti backpacking adalah tas gendong atau tas ransel.
Jadi wisatawan yang tergolong wisatawan backpacker adalah orang yang pergi
melakukan perjalanan wisata hanya dengan membawa tas gendong atau tas ransel
saja. Dan mereka biasanya membawa sedikit barang (hanya barang yang pokok dan
perlu saja yang dibawa).
Backpacker tidak terikat oleh waktu, bebas mengatur waktu kapan saja
mereka hendak berwisata. Dan kelebihan lain dari wisata backpacker adalah biasanya
mereka cenderung hemat dan tidak mau mengeluarkan biaya besar untuk melakukan
wisata, mereka tidur dimanapun (kadang penginapan sewa murah), memilih
memakai transportasi umum daripada kendaraan traveling, dan wisata ini
kebanyakan dilakukan oleh anak-anak muda.
BERDASARKAN DAYA TARIK DAN PESONA WISATA ALAM
Alam diciptakan begitu luar biasa oleh Tuhan. Keanekaragaman flora dan
fauna yang ada di sana sungguh menarik dan unik sehingga dapat memancing mata
orang-orang untuk terus memandang. Pesona wisata alam seperti pegunungan,
dataran tinggi, dataran rendah, pantai, danau, dan sebagainya, dipengaruhi oleh
beberapa hal, yaitu :
1. Kondisi Iklim
Iklim suatu wilayah yang berbeda dengan wilayah lainnya bisa menjadi
magnet yang menarik wisatawan baik lokal maupun luar negeri untuk datang
berkunjung. Ya, tentu saja jadi menarik. Karena misalnya kita terbiasa hidup di kota
34
dengan polusi udara yang setiap hari dirasakan khususnya dari asap kendaraan
bermotor, tentunya ingin menghirup udara yang segar dan merasakan iklim sejuk.
Inilah mengapa iklim menjadi salah satu faktor yang dapat menarik
wisatawan. Sebagai contohnya adalah daerah wisata puncak di kawasan Cianjur yang
menyedot banyak orang yang selalu betah berlama-lama berkunjung ke sana.
2. Keadaan Permuaan Bumi dan Lingkungan (Topografi dan Ekologi)
Indonesia yang termasuk dalam salah satu negara kepulauan akan banyak
memiliki obyek wisata alam yang menarik seperti gua, pantai, hutan, danau, laut,
bahkan air terjun. Keadaan permukaan bumi dan lingkungan yang unik tersebut
membuat wisatawan tertarik untuk datang dan melihat sendiri keunikannya.
3. Keunikan Flora dan Fauna
Flora dan fauna yang ada di Indonesia tentunya mempunyai keunikan
tersendiri begitupun dengan flora dan fauna yang ada di negara lainnya. Nah,
keunikan ini adalah daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke negara tersebut
termasuk juga ke Indonesia. Indonesia yang termasuk dalam negara kepulauan
memiliki flora dan fauna yang berbeda antara pulau yang satu dengan pulau yang
lain.
Salah satu faktor yang mempengaruhi perbedaan jenis itu adalah kondisi
iklim yang tak sama. Di daerah yang iklimnya dingin tentu tumbuhan dan satwanya
akan beda dengan wilayah dengan iklim yang panas. Beberapa contohnya, kadal
raksasa yang biasa kita kenal dengan komodo di pulau Nusa Tenggara Barat, burung
maleo dan anoa yang terdapat di Sulawesi, badak bercula satu yang ada di daerah
Jawa Barat, populasi orang utan yang ada di daerah Kalimantan khususnya
Kalimantan Tengah dan Selatan, dan masih banyak lainnya.
BERDASARKAN OBYEK PADA WISATA BUDAYA
Obyek wisata budaya adalah satu tempat wisata yang sumbernya dari hasil
kebudayaan manusia. Benda-benda diciptakan oleh masyarakat sesuai dengan
kebudayaan masing-masing. Dan tentunya tata nilai dan benda-benda yang terdapat
di daerah yang satu dengan daerah lain berbeda-beda dengan keunikan dan khas
tersendiri. Contoh obyek wisata yang merupakan hasil karya serta budaya manusia
antara lain :
1. Monumen bersejarah, yang termasuk dalam kategori ini yaitu : bangunan candi
yang ada di Indonesia, seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan, benteng,
bangunan masjid tua, serta gereja yang sudah tua.
35
2. Tempat dengan nilai sejarah atau tempat bersejarah, diantaranya : museum, tempat
menyimpan benda arkeologi, pusat kesenian.
3. Hasil seni yang berupa rumah adat, senjata tradisional, alat musik tradisional,
kesenian rakyat.
4. Perayaan seperti dilaksanakannya upacara adat, upacara keagamaan, pesta
tradisional.
5. Obyek yang merupakan buah dari pemikiran dan pengetahuan modern antara lain :
bendungan, industri penerbangan, peluncuran satelit, teropong bintang, dan
sebagainya.
BERDASARKAN BENTUK-BENTUK WISATA
Kegiatan wisata yang dilakukan oleh pengunjung di suatu obyek wisata
memiliki dua bentuk, pasif dan aktif. Contohnya adalah gua Jomblang dan Pindul
yang ada di Yogyakarta, Pantai Sanur, Kuta, dan lainnya.
1. Bentuk Kegiatan Pasif
Maksud dari bentuk kegiatan pasif di suatu obyek wisata adalah pengunjung
tidak melakukan gerak atau keterampilan gerak saat berkunjung ke suatu obyek
wisata. Wisatawan jenis ini cenderung menekankan pada perasaan, pengetahuan, dan
sikap, atau dengan kata lain hanya menikmati apa yang ada di obyek wisata tersebut.
Misalnya ketika melakukan wisata alam, pengunjung hanya berjalan-jalan
menikmati keindahan dan udara yang sejuk, menikmati indahnya alam, dan menjadi
pengamat bagaimana cara hidup dan bersosial masyarakat yang ada di sana.
2. Bentuk Kegiatan Aktif
Maksud dari bentuk kegiatan aktif di suatu obyek wisata adalah pengunjung
melakukan gerakan/banyak bergerak dan menggunakan keterampilan gerak.
Contohnya adalah ketika melakukan wisata petualangan hiking, rafting atau
menelusuri sungai, arung jeram, golf, sepak bola, bersepeda, tenis, voli pantai, dan
lainnya.
BERDASARKAN TREND PAKET WISATA
1. Wisata budaya
36
Wisata budaya yang sering disebut juga dengan culture tourism merupakan
sejenis perjalanan wisata yang dibuat untuk mengetahui bagaimana kebudayaan, cara
hidup, sosial, sejarah, adat istiadat, seni budaya, agama yang ada di suatu wilayah.
Sebagai contoh adalah melakukan kunjungan wisata ke suku Baduy dalam di Banten,
berkunjung ke suku-suku asli Papua, menyaksikan pesta kematian rambu solo di
Toraja, melihat prosesi pencukuran anak gimbal, dan lain-lain.
2. Wisata petualangan
Dikenal juga dengan nama adventure tourism. Biasanya dilakukan di alam
terbuka dan wisatawan dituntut untuk memiliki kecakapan terhadap apa saja yang
diinstruksikan oleh pamandu yang jauh lebih berpengalaman. Dapat melatih agar
jasmani jadi sigap dan rohani jadi segar. Wisata petualangan jelas memiliki resiko
yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan jenis wista yang lainnya.
Contoh dari wisata petualangan antara lain melakukan arung jeram di
berbagai sungai yang ada di Indonesia (misalnya sungai Alas), mendaki gunung
Papandayan, puncak Rinjani, Gunung Anak Krakatau, melihat burung di savanna
Taman Nasional Baluran, melakukan panjat tebing, rafting, trekking, diving, dan
lain-lain.
3. Ekowisata
Dikenal juga dengan nama ecotourism merupakan jenis wisata yang
dilakukan untuk mengunjungi alam serta melakukan konservasi, sehingga mampu
memberi efek pada perekonomian daerah sekitarnya. Contohnya : wisata kebun teh
dan kopi Malabar, Bandung, mengunjungi hutan mangrove Taman Nasional Alas
Purwo, dan lain-lain.
4. Wisata bisnis
Dikenal juga dengan nama business tourism. Wisata ini dilaksanakan
biasanya karena tengah melakukan studi kelayakan usaha pada daerah yang
dikunjungi. Contohnya : berbelanja di pasar Tanah Abang, mengunjungi kebun kopi
Gayo yang terdapat di daerah Aceh Tengah.
5. Wisata MICE
Disebut juga dengan Meeting, Incentive, Convention, Exhibition.
Merupakan suatu wisata yang dilakukan dalam waktu senggang atau di sela-sela
kunjungan dalam menghadiri rapat, pameran, perjalanan perusahaan, pertemuan.
Contohnya adalah ketika melakukan perjalanan dinas kita selingi dengan wisata
belanja apabila ada waktu luang, berkunjung ke event Inacraft JCC, Jakarta, dan lain-
lain.
37
6. Wisata minat khusus
Dikenal juga dengan nama special interest tourism. Dan dalam melakukan
wisata ini dibutuhkan suatu keterampilan yang khusus, biasanya jumlah pesertanya
dibatasi dan dilakukan di tempat tertentu atau khusus juga (tidak semua tempat
wisata bisa dipakai). Contohnya adalah paragliding yang dilakukan di Danau Toba,
night dive yang dilakukan di pulau Halmahera, dan lain-lain.
7. Wisata volunteer
Disebut juga dengan nama voluntourism. Wisata ini dilakukan ke suatu
daerah dengan tujuan untuk melakukan bakti sosial, berbagi pengalaman serta
keterampilan pada masyarakat yang ada di sana, di sela-sela melakukan aktivitas
sosial kita dapat sambil berwisata.
Contohnya adalah menjadi pengajar bagi anak-anak yang ada di pedalaman
Papua maupun Kalimantan serta pulau-pulau lainnya, menjadi pengasuh orang utan
yang ada di Kalimantan, dan lain-lain.
JENIS-JENIS WISATA LAINNYA
1. Wisata Edukasi
Wisata edukasi ini biasanya dilakukan oleh anak-anak usia sekolah. Pada
dasarnya anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Mereka belajar di kelas
setiap hari, pasti akan mengalami kejenuhan atau bosan. Disinilah perlu dilakukan
wisata edukasi. Wisata edukasi tidak harus mahal atau ke tempat yang jauh, lho. Bisa
dilakukan kapan saja. Wisata edukasi memiliki komsep yang berbanding terbalik
dengan belajar di kelas.
Kalau belajar di kelas hanya teori saja, tetapi dengan wisata edukasi anak-
anak dapat melihat dan merasakan secara langsung apa yang ada di sekitarnya, atau
benda-benda yang biasa mereka lihat hanya di gambar, ini bisa lihat kenyataannya.
Dengan adanya wisata edukasi anak diharapkan untuk bisa tumbuh minatnya
terhadap suatu hal, serta dapat menunjang materi pelajaran yang ada di sekolah.
Bagi anak wisata edukasi merupakan cara belajar yang asyik. Apabila anak
sudah memiliki kesenangan itu, maka mereka akan terus ingat dengan apa yang
dipelajari dan melekat di benak anak. Contoh wisata edukasi adalah : mengunjungi
museum Layang-layang, museum Tekstil, dan lainnya.
2. Wisata Kuliner
Ini merupakan salah satu jenis wisata yang paling popular. Wisata kuliner
dapat dilakukan oleh semua orang. Makan-makan di tempat yang asyik dan
mencicipi makanan yang belum pernah kita nikmati sebelumya merupakan sesuatu
yang menyenangkan.
38
Contoh dari wisata kuliner adalah menikmati makanan khas suatu daerah
seperti di Yogyakarta (Gudeg, bakpia, yangko, bakmi, lotek, sate klatak, dan lainnya),
mencicipi ayam betutu, sate lilit, rendang dari Padang, markobar dari Solo, es pisang
ijo, es doger, siomay, aneka jajanan berbahan aci (cireng, cimol) dan lain-lain.
3. Wisata Belanja
Wisata belanja merupakan salah satu yang paling disukai oleh wanita.
Ketika berkunjung ke suatu daerah pasti kita ingin memiliki atau membawa oleh-
oleh selain makanan. Ya, kita pasti akan berbelanja. Belanja souvenir, baju, tas,
kerudung, batik, dan barang-barang lain yang sekiranya tidak ada di tempat kita atau
daerah kita.
Wisata belanja biasanya bisa kita lakukan sembari melakukan wisata
lainnya. Wisata belanja banyak dilakukan di area pasar, temasuk juga pasar seni,
mall, pusat perbelanjaan, supermarket, toko cindera mata, toko khusus pakaian
muslim, dan lain sebagainya. Wisata ini tidak akan terlewatkan bagi para wanita.
Yang terpenting ketika melakukan wisata ini adalah tetap berhati-hati
menjaga barang-barang bawan kita, karena terkadang ada saja copet yang mengintai
karena melihat kita yang tengah asyik dan sibuk dengan tawar menawar dan barang
belanjaan.
Itulah beberapa jenis tempat wisata yang ada di Indonesia. Ternyata negara
kita kaya juga, ya. Jadi, tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam kalau ingin
berwisata, kan? Di dalam negeri pun banyak pilihan wisata yang asyik dan menarik
untuk dikunjungi.
3. Rangkuman
Jenis-jenis obyek wisata yang ada di Indonesia
A. BERDASARKAN MOTIF WISATAWAN
1. Wisata bahari
2. Wisata Budaya di Indonesia
3. Wisata pertanian
4. Wisata buru
5. Wisata ziarah
6. Wisata cagar alam
7. Wisata konvensi
B. BERDASARKAN LOKASI YANG DITUJU
1. Wisata sejarah
2. Wisata alam
3. Wisata religi
4. Wisata pendidikan
C. BERDASARKAN ORANG YANG MELAKUKAN PERJALANAN
1. Wisata minat khusus
39
2. Wisata petualang
3. Wisata banyak minat
4. Wisata backpacker
D. BERDASARKAN DAYA TARIK DAN PESONA WISATA ALAM
1. Wisata karena Kondisi Iklim
2. Wisata karena Keadaan Permukaan Bumi dan Lingkungan (Topografi dan Ekologi)
3. Wisata karena Keunikan Flora dan Fauna
E. BERDASARKAN OBYEK PADA WISATA BUDAYA
1. Monumen bersejarah,
2. Tempat dengan nilai sejarah atau tempat bersejarah,
3. Hasil seni yang berupa rumah adat, senjata tradisional, alat musik tradisional, kesenian rakyat.
4. Perayaan seperti dilaksanakannya upacara adat, upacara keagamaan, pesta tradisional.
5. Obyek yang merupakan buah dari pemikiran dan pengetahuan modern antara lain : bendungan,
industri penerbangan, peluncuran satelit, teropong bintang, dan sebagainya.
4. Tugas 3
Diskusi
Petunjuk Pelaksanaan
1. Buatlah kelompok beranggotakan 4-6 siswa.
2. diskusikan dengan kelompokmu lokasi dan jenis obyek wisata dari beberapa obyek
yg ada di bawah ini!
No. Obyek Wisata Lokasi Jenis Obyek Wisata
1 Lawang Sewu Semarang, Jawa Tengah
2 Jam Gadang Bukittinggi, Bali
3 Istana Maimun
4 Taman Sari
5 Masjid Istiqlal
6 Fort Rotterdam
7 Candi Borobudur
8 Danau Toba
9 Pemandian air panas
Toya Devasya
10 Candi Prambanan
11 Gunung bromo
12 Pantai pasir putih
13 Wisata Ranu Kumbolo
14 Wisata Kawah Ijen
15 Jawa Timur Park 1
16 Wisata House of
Sampoerna
17 Wisata arung jeram
40
Songa
18 Goaa Maharani
19 Air terjun Coban
Rondo
20 Puncak B-29
21 Simpang Lima Gumul
22 Kediri Waterpark
23 Cimory In The Valley
24 Air Terjun Grojogan
Sewu Tawangmangu
25 Museum purbakala
Sangiran
26 Dataran Tinggi Dieng
27 Kawasn Wisata
Baturaden
28 Rafting di Sungai
Progo
29 Ketep Pass
30 Kampung Batik
Laweyan
31 Ngarsopuro Night
Market
32 Keraton Kasunanan
Surakarta Hadiningrat
33 Kota Lama Semarang
34 Masjid Agung Jawa
Tengah
35 Taman Wisata Air
Panas Gucci
36 Mata Air Cokro
37 River Boarding Kali
Pusur
38 Pantai Tanjung
Kelayang
39 Menara Siger Lampung
40 Kawasan Wisata Cakat
Raya
41 Danau Ranau
42 Bendungan Batu Tegi
44 Mata Air Way Sumpuk
45 Taman Nasional Way
Kambas
46 Taman Nasional Bukit
Barisan Selatan
47 Jembatan Siti Nurbaya
41
48 Jembatan Kelok
Sembilan
49 Lembah Harau
Limapuluh Kota
50 Istana Maimun
51 Benteng Fort de Kock
52 Ngarai Sianok
53 Lobang Jepang
Bukittinggi
54 Danau Labuan Cermin
55 Taman Nasional
Gunung Palong
56 Hutan Mangrove
Margomulyo
57 Museum Balanga
58 Tugu Khatulistiwa
59 Museum Mulawarman
60 Saint Joseph Cathedral
61 Taman Laut Bunaken
62 Tana Toraja
63 Wakatobi
64 Danau Linow
65 Raja Ampat
66 Desa wisata
sauwandarek
42
BAB III
EVALUASI
1. Sehimpun bidang usaha bergerak dalam menyajikan dan memberikan berbagai jasa dan baran
yang dibituhkan oleh tamu adalah mengertian .....
a. Atraksi objek
b. Objek wisata
c. Kepariwisataan
d. Industri pariwisata
e. Industri
2. Kemudahan wisatawan mencapai daerah wisata valena sudah tersedianya prasarana dan sarana
perhubungan disebut....
a. Aktivitas
b. Atraksi
c. Amanitasi
d. Akomodasi
e. Aksesibilasi
3. Salah satu tujuan seseorang melakukan perjalanan wisata adalah......
a. Bersenang senang
b. Mencari pekerjaan
c. Berpindah rumah
d. Untuk mendapatkan keuntungan
e. Untuk berfoya foya
4. Industri yang menyediakan oleh-oleh yang bisa diberi wisatawan adalah.....
a. Hotel
b. Ball room
c. Money changer
d. Restoran
e. Souvenir shop
5. Yang termasuk unsur penunjang industri pariwisata adalah......
a. transportasi
b. Biro perjalanan
c. Akomodasi
d. Restoran
e. Atraksi wisata
6. Industri yang bergerak pada bidang penyediaan makanan dan minuman secara komersial adalah....
a. Hotel
b. Restoran
c. Ball room
d. Money changer
e. Sport facility
7. Sejarah perjalanan pariwisata dimuai di.....
a. Eropa
b. Yunani
c. Romawi
43
d. Amerika utara
e. Inggris
8. Orang eropa pertama yang mengunjungi amerika utara pada tahn....
a. 983 m
b. 928 m
c. 984 m
d. 988 m
e. 982 m
9. Orang yang dipercaya menjadi orang eropa pertama yang menjunjung amerika utara adalah....
a. Orang norwegia
b. Orang tiongkok
c. Orang afganhistan
d. Orang afrika
e. Orang india
10. Usaha yang menyediakan pelayanan penginapan adalah....
a. Jasa boga dan restorant
b. Bianis transportasi
c. Daya tarik wisata
d. akomodasi
e. biro wisata
11. industri jasa yang bergerak dibidang amgkutan adalah.....
a. bisnis transportasi
b. biro perjalanan
c. bisnis wisata
d. akomodasi
e. restorant
12. hotel-hotel mulai berkembang didaerah pedalaman pada abat ke- .....
a. ke-18
b. ke-22
c. ke-20
d. ke-21
e. ke-19
13. tahun 1913, vereneging toaristen vanker (VTV) menerbitkansebuah guide book didaerah-derah
kecuali....
a. jawa tengah
b. jawa barat
c. bali
d. sumatra utara
e. kalimantan
14. orang yang pertama kali mengunjung i amerika utara pada tahun....
a. 1275
b. 1910
c. 1913
d. 1882
e. 1845
15. Gurun yang dilewati oleh marcopolo pada saat perjalanan ke begdad adalah gurun...
a. Gurun sahara
44
b. Gurun gobi
c. Gurun kalahari
d. Gurun bitagonia
e. Gurun arabia
16. Berikut ini yang bukan anggota PT. Nataur ltd adalah....
a. Hotel
b. Pantai kuta
c. Pantai sanur
d. Pantai baron
e. Hotel bali
17. Pariwisata etnik juga disebut....
a. Culture tourism
b. Eco tourism
c. Rersort city
d. Cargo tourism
e. Etnhic tourism
18. Siapa yang mendirikan biroperjalanan dilondon...
a. Thomas van
b. Thomas de bash
c. Marcopolo
d. Thomas cook
e. Ward G fastar
19. Pada tahun 1953 dibentuk sebuah organisasi, organisasi tersebut adalah.....
a. HONET
b. SERGAHTI
c. PT NATOUR LTD
d. HV. HONET
e. VIPOT
20. Salah satu ciri industr pariwisata diantaranya adalah....
a. Dinikmati dalam waktu tertentu
b. Terpisah oleh pemakaian jangka
c. Padat karya
d. Dapat dicicipi
e. Dapat disimpan
21. Segala sesuatu yang berhubungan dengan wisata termasuk penguasaan ibjek dan daya tarik wisata
disebut....
a. Pariwisata
b. Wisata
c. Argo wisata
d. Objek wisata
e. Subyek wisata
22. Objek wisata yang dibuat oleh manusia adalah....
a. wisata perjalanan
b. Wisata alami
c. Wisata buatan
d. Wisata torta
e. Wisata sejarah
45
23. Dibawah ini yang termasuk unsur-unsur wisata, kecuali....
a. Kegiatan perjalanan
b. Secara sukarela
c. Bersifat sementara
d. Objek wisata
e. Travel agent
24. Biro perjalanan wisata termasuk dalam....
a. Sarana pariwisata
b. Tujuan pariwisata
c. jasa pariwisata
d. Perlengkapan pariwisata
e. Alat pariwisata
25. Dibawah ini salah satu tokoh pariwisata dunia yaitu...
a. William
b. Thomas van
c. Hans buchli
d. Robert
e. Brayn
26. Tujuh unsur yang terkandung dalam setiap produk pariwisata disebut.....
a. Pesona wisata
b. Cipta pesona
c. Sapta pesona
d. Karya
e. Pesona gaya
27. Pariwisara yang bersifat fauna contohnya sebagai berikut, kecuali....
a. Kebun binatang
b. Pantai
c. Sirkus hewan
d. Gelangga samudra
e. Dunia hewan
28. Surat ijin jika ingin wisata keluar negri disebut....
a. KTP permit
b. Medical check up
c. Visa
d. Work
e. Passport
29. Dadan pariwisata resmi pertama kali jaman penjajahan belanda yaitu....
a. ABT agent
b. VCV
c. VTV
d. VERKER
e. NITOUR
30. Peta pariwisata sangat suram dan tidak berkembang diindonesia yakni pada zaman....
a. Penjajah belanda
b. Penjajah portugal
c. Penjajah jepang
d. Perang kemerdekaan
46
e. Awal kemerdekaan
31. Segmen langsung dari industri pariwisata....
a. Biro perjalanan
b. Accounting
c. Cleaning service
d. Laundry
e. Perdagangan
32. Usaha yang menyediakan jasa penukaran uang dari asing ke uang lokal atau sebaliknya disebut....
a. Restorant
b. Hotel
c. Key cart
d. money charge
e. money cart
33. orang yang melakukan perjalanan dari satu tempat lain guna tujuan wisata maupun bisnis
disebut....
a. pariwisata
b. wisatawan
c. objek wisata
d. kepariwisataan
e. destinasi
34. daerah yang dijadikan sebagai tujuan dari wisatawan adalah pengertian dari....
a. pariwisata
b. wisatawan
c. destinasi wisata
d. kepariwisataan
e. objek wisata
35. apa yang dimaksud dengan kegiatan wisata....
a. kegiatan mencari keuntungan
b. kegiatan dinas sekolah
c. kegiatan perjalanan guna mengunjungi suatu daerah wisata
d. kegiatan berpindah dari tempat satu ke tempat lain
e. semuanya benar
36. yang dimaksud dengan “ WONDERFULL INDONESIA” dalam program pariwisata adalah....
a. indahnya indonesia
b. alam indonesia
c. kunjungi indonesia
d. pesona indonesia
e. cantiknya indonesia
37. pertunjukan tari, musik, upacara adat dan pertunjukan daerah setempat merupakan pengertian
dari....
a. biro perjalanan
b. travel agent
c. atraksi wisata
d. tour and travels
e. akomodasi
38. organisasi kepariwisataan secara untuk dibagi menjadi berapa organisasi....
a. 1
47
b. 2
c. 3
d. 4
e. 5
39. Salah satu organisasi kepariwisataan nasional yang mengurushotel dan restourant diindonesia
dalam organisasi....
a. ASITA
b. ASEANTA
c. ATF
d. PHRI
e. SEA CENTER
40. Atraksi yang berasal dari sumatra barat adalah...
a. Tari piring
b. Tari reog
c. Tari pendet
d. Tari jambore
e. Tari jaipong
41. Organisasi kepariwisataan buatan pemerintah adalah...
a. ASITA
b. DINAS KEPARIWISATA
c. DINAS AGENT WISATA
d. PHRI
e. ASEANTA
42. Analisis SWOT menganalisis 2 faktor adalah....
a. Faktor internal adn intern
b. Faktor eksternal dan ekstern
c. Faktor internal dan eksternal
d. Faktor internasional dan ekternasional
e. Faktor penguat dan pendukung
43. Daerah wisata yang memiliki kondosi keindahan alamnya dan lingkungannya dengan sendirinya
disebut....
a. Destinasi alam
b. Destinasi buatan
c. Destinasi ekonomis
d. Destinasi bahari
e. Destinasi budaya
44. Tour de singkarak 2017 merupakan salah satu event pemerintah yang berbentuk...
a. Sport tourism
b. Natural tourism
c. Air tourism
d. River tourism
e. Daerah tourism
45. Penyebabnya kemunduran industri karna bencana buatan contoh nya adalah....
a. Tsunami
b. Banjir
c. Teror bom
d. Angin topan
48
e. Banjir
46. Usaha yang menyediakan fasilitas pertemuan rapat dan acara-acara seperti pameran merupakan
usaha....
a. Travel agent
b. MICE
c. Konsultan wisata
d. Informasi wisata
e. Tour operator
47. Orang yang memandu saat melakukan perjalanan yaitu...
a. Turgatetour
b. Biro perjalanan
c. Ketua wisata
d. Pemilik biro
e. Manager tour
48. Usaha yang berdiri dibidang angkutan adalah...
a. Tempat penukar uang
b. Jasa boga
c. Bisnis transportasi
d. Akomodasi
e. Tempat wisata
49. Ciri khas dari perjalanan wisata adalah adanya....
a. Cindra mata
b. Transportasi
c. Perjalanan yang seru
d. Daya tarik wisata
e. Makanan khas
50. Dibawah ini yang merupakan alat transportasi udara adalah...
a. Kapal feri
b. Bus
c. Kereta
d. Garuda
e. Kapal
49
BAB IV
PENUTUP
Dunia pariwisata yang selalu bergerak mengikuti perkembangan jaman akan menjadi pengetahuan yang
tidak akan pernah habis dipelajari. Harapan kami setelah mempelajari modul ini siswa bisa lebih
mengenal dunia pariwisata di dunia, terutama di Indonesia.
Setelah mempelajari, mengerjakan tugas dan evaluasi, siswa dappat lulus dengan pengetahuan yang
lebih baik.
50