The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by punyayaya0718, 2024-05-21 02:51:02

Presentasi Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman Hayati Siti Zahroh, S.Pd.


Tujuan Pembelajaran Mengidentifikasi tingkat keanekaragaman hayati. Mendeskripsikan keanekaragaman hayati di Indonesia. Menjelaskan manfaat keanekaragaman hayati di lingkungan sekitar. Mengkomunikasikan hasil observasi keanekaragaman hayati di lingkungan sekitar serta upaya pelestariaannya. Menjelaskan klasifikasi makhluk hidup


Keanekaragaman Hayati Keanekaragaman diatas bumi, baik makhluk hidup maupun sistem ekologi tempat makhluk tidup tinggal.


Tingkat Keanekaragaman Hayati Keanekaragaman ekosistem terjadi karena adanya variasi dan keanekaragaman spesies akan menyusun ekosistem yang berbeda Keanekaragaman pada satu spesies sehingga menghasilkan variasi Keanekaragaman pada spesies yang masih dalam satu genus atau satu famili 01 03 02 Gen Jenis Ekosistem


Keanekaragaman Hayati di Indonesia Indonesia dijuluki sebagai negara “MEGA BIODIVERSITY”


Keanekaragaman Fauna di Indonesia Keanekaragaman fauna di Indonesia dipengaruhi oleh keadaan alam. Berdasarkan garis Wallace dan Weber, Fauna di Indonesia dibedakan menjadi 3 tipe jenis fauna


Keanekaragaman Fauna di Indonesia Fauna ini terdapat di wilayah tengah Indonesia (Sulawesi dan Nusa Tenggara) Fauna ini terdapat di wilayah barat Indonesia (Sumatera, Kalimantan, Jawa dan pulau kecil sekitarnya) Fauna ini terdapat di wilayah timur Indonesia (Papua dan pulau sekitarnya) 01 03 02 Asiatis / Oriental Australia Peralihan


01 Fauna Asiatis/Oriental Mamalia berukuran besar Ditemukan berbagai jenis kera Ditemukan berbagai jenis ikan air tawar Warna bulu burung tidak menarik (berwarna warni) Contoh fauna : badak jawa, gajah, harimau, burung jalak bali, orang utan


02 Fauna Australis Mamalia berukuran kecil Tidak ditemukan jenis kera Ditemukan hewan berkantung Warna bulu burung menarik (berwarna warni) Contoh fauna : kanguru pohon, walabi kecil, burung kasturi, burung merak, buaya irian


03 Fauna Peralihan Memiliki ciri mirip fauna asiatis dan australis Terdapat hewan endemik Faunanya biasanya berbulu Terdapat beberapa jenis burung dan hewan langka Contoh fauna : anoa, Komodo, babirusa, kuskus beruang, burung rangkong, maleo


Keanekaragaman Flora di Indonesia Terdapat di Indonesia bagian tengah dengan curah hujan dan kelembapan udara rendah, didominasi hutan pegunungan, hutan sabana dan padang rumput (stepa) Flora ini terdapat di wilayah barat Indonesia didominasi oleh hutan hujan tropis. Selain itu ada hutan musim, hutan sabana tropis, dan hutan bakau Terdapat di wilayah timur Indonesia, didominasi oleh hutan hujan tropis, hutan pegunungan, dan hutan mangrove. 01 03 02 Asiatis / Oriental Australia Peralihan


01 Flora Asiatis / Oriental Contoh flora di hutan hujan tropis : lumut, paku, jamur, meranti, mahoni, dan damar. Contoh flora endemic : bunga bangkai dan Raflesia arnoldii) Raflesia arnoldii Amorphophallus sp Pohon meranti


02 Flora Australis Contoh floranya : pohon rasamala dan Eucalyptus pohon rasamala Eucalyptus


03 Flora Peralihan Contoh floranya : Tanaman pala, cengkih, kayu cendana, kayu manis, kayu eboni, dan beberapa jenis anggrek Tanaman pala Tanaman cengkih Kayu eboni Tanaman anggrek


Flora dan Fauna Endemik di Indonesia Flora Endemik Fauna Endemik Bunga bangkai (Amorphophalus titanium) di Sumatera Siamang ( Hylobates syndactylus) di Sumatera Matoa (Pometia pinnata) di Papua Orang utan Sumatra (Pongo abeli) di Sumatera Sawo kecik (Manilkara kauki) di Jawa Penyu hijau (Chelonia mydas) di Jawa Anggrek hitam (Coelogyne pandurate) di Kalimantan Penyu sisik (Eretmochelys imbricate) di seluruh perairan Indonesia Kayu Eboni (Diospyro sp) di Sulawesi Badak bercula satu/ badak jawa (Rhinoceros sondaicus) di Jawa Kayu cendana (Santalum album) di Nusa Tenggara Banteng (Bos javanicus) di Jawa Sagu / Rumbia (Metroxylon sagu) di Papua Anoa (Bulbalus depressicornis) di Sulawesi


Manfaat Keanekaragaman Hayati Rami dan pohon kapas, biri-biri, domba, dan ulat sutra Sacchsaromyces cerevisae Auricularia auricula Lactobacillus bulgaricus Rhizopus oryzae Sapi, kambing, singkong, pepaya, dll Pangan Sandang


Kayu jati, mahoni, meranti, kayu besi, albasiah, kelapa, bambu, nangka Ular, cacing tanah, ikan gabus, jahe, kunyit, lengkuas, sereh Bunga mawar, kenanga, kayu gaharu, cendana, kayu jati, rotan, teh, kopi, gandum, kedelai Papan Kesehatan Industri


Faktor-faktor yang mempengaruhi keanekaragaman hayati Kondisi alam Perburuan dan perdagangan satwa liar Aktivitas manusia Penggunaan teknologi


Upaya Pelestarian Keanekaragaman hayati Reboisasi Tebang pilih Menghindari kebakaran hutan Pelestarian insitu Pelestarian exsitu Cagar alam, taman nasional, suaka margasatwa Taman safari, kebun koleksi, kebun botani, kebun binatang, pusat rehabilitasi satwa, pusat penyelamatan satwa


Klasifikasi Makhluk Hidup


“Klasifikasi merupakan suatu cara pengelompokkan makhluk hidup berdasarkan ciri-ciri tertentu” —Klasifikasi makhluk hidup Cabang ilmu biologi yang mempelajari klasifikasi makhluk hidup adalah “Taksonomi”


❖ Mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan ciriciri yang dimiliki ❖ Mengetahui hubungan kekerabatan antarmakhluk hidup ❖ Memberi nama makhluk hidup yang belum teridentifikasi ❖ Mengetahui tingkat evolusi makhluk hidup atas dasar kekerabatannya ❖ Mendeskripsikan ciri-ciri suatu jenis makhluk hidup untuk membedakannya dengan makhluk hidup jenis lain —Tujuan Klasifikasi


Klasifikasi Makhluk Hidup Klasifikasi makhluk hidup berdasarkan jauh dekatnya hubungan kekerabatannya. Klasifikasi makhluk hidup berdasarkan persamaan dan perbedaan morfologi (bentuk luar tubuh) secara alami. Contoh Binatang berkaki empat Klasifikasi makhluk hidup menggunakan satu atau dua ciri pada makhluk hidup. Contoh tumbuhan yang hidup di air : teratai, eceng gondok 01 03 Alam 02 i Artifisial / Buatan Filogenetik


Kingdom Animalia (hewan) Kingdom Plantarum (tumbuhan) Sistem Klasifikasi 2 kingdom Oleh Aristoteles


Kingdom Monera Kingdom Plantae Kingdom Animalia Sistem Klasifikasi 3 kingdom Oleh Ernest Haekel, 1866


Kingdom Monera Kingdom Plantae Kingdom Animalia Sistem Klasifikasi 4 kingdom Kingdom Fungi Oleh Robert H Whittaker, 1959


Kingdom Monera Kingdom Plantae Kingdom Animalia Sistem Klasifikasi 5 kingdom Kingdom Protista Kingdom Fungi Oleh Robert H Whittaker, 1969


KingdomMonera ❑ Organisme ini terkenal dengan sebutan bakteri. ❑ Tipe selnya ada lah tipe prokariotik (tidak memiliki membran sel) ❑ Organisme uniseluler. ❑ Beberapa jenis, menyebabkan penyakit ❑ Ada beberapa yang tinggal di tempat yang ekstrim. ❑ Contoh : Escherichia coli, Anabaena sp, dan Nostoc sp


Kingdom Protista ❑ Terdiri atas organisme yang bersel satu (uniseluler) maupun bersel banyak (multiseluler). ❑ Sel eukariotik. ❑ Pada umumnya sudah memiliki ciri seperti tumbuhan dan hewan. ❑ Diklasifikasikan menjadi protista mirip jamur, protista mirip tumbuhan dan protista mirip hewan ❑ Beberapa jenis dapat menyebabkan penyakit. ❑ Contoh : Euglena, Paramecium, dan Amoeba


Kingdom Fungi ❑ Terdiri atas organisme yang bersel satu (uniseluler) maupun bersel banyak (multiseluler). ❑ Sel eukariotik. ❑ Memiliki hifa (ada yang bersekat, ada yang tak bersekat) ❑ Tidak memiliki klorofil ❑ Dibagi menjadi 4 jenis yaitu : Deuteromycota, Ascomycota, Zygomycota, dan Basidiomycota ❑ Berkembang biak dengan spora ❑ Contoh : Aspergillus wentii, Mucor mucedo, Sacharomyces cerevisae


Kingdom Plantae ❑ Terdiri atas organisme yang bersel banyak (multiseluler). ❑ Sel eukariotik. ❑ Memiliki klorofil. ❑ Berdinding sel yang mengandung selulosa, bersifat autotrof. ❑ Dibedakan menjadi tanaman tak berpembuluh dan berpembuluh ❑ Contoh : lumut, tanaman paku, padi, jagung, mangga, jambu.


Kingdom Animalia ❑ Terdiri atas organisme yang bersel banyak (multiseluler). ❑ Sel eukariotik. ❑ Bersifat heterotroph. ❑ Tidak memiliki dinding sel. ❑ Dibedakan menjadi 2 filum yaitu vertebrata dan avertebrata. ❑ Contoh : ikan, katak, iguana, orang utan, cacing hati, cacing pita, bekicot, udang,


Tatanama Binomial (Binomial Nomenklatur) Sistem penamanaan makhluk hidup dengan menggunakan dua kata


Menggunakan dua kata dengan bahasa latin atau yang dilatinkan. Contoh Bambusa spinosa Kata pertama menunjukkan genus kata kedua menunjukkan spesies. Huruf pertama pada kata pertama menggunakan huruf kapital dan kata kedua menggunakan huruf kecil. Ditulis menggunakan garis bawah per kata/ terpisah atau dicetak miring. Contoh Salacca edulis atau Salacca edulis


Apabila nama tumbuhan terdiri dari lebih dari dua kata, kata kedua dan berikutnya harus digabung atau diberi tanda penghubung. Contoh Hibiscus rosasinensis atau Hibiscus rosa-sinensis Apabila nama hewan terdiri atas tiga kata dan nama tersebut bukan nama spesies melainkan nama subspesies (anak jenis), yaitu nama takson di bawah tingkat spesies maka ditulis terpisah. Contoh Felis maniculata domestica (kucing rumah/ peliharaan) Nama spesies juga dapat mencantumkan inisial pemberi nama spesies tersebut. Contoh Zea mays L. huruf “L” menunjukkan yang memberi nama ilmiah untuk jagung adalah Linnaeus


Taksonomi Makhluk Hidup Kingdom Filum / Divisio Kelas Ordo Family Genus Spesies


Identifikasi Makhluk Hidup Suatu spesies diidentifikasi menggunakan “kunci determinasi” Kunci determinasi merupakan serangkaian petunjuk yang berisi ciri-ciri morfologi suatu makhluk hidup, dengan ciri setiap petunjuk terdiri atas dua pernyataan yang berlawanan dan pernyataan-pernyataan ini membawa pada petunjuk berikutnya.


Contoh Kunci Determinasi


Kladogram Adalah pohon evolusi yang dibuat untuk membantu menganalisis hubungan kekerabatan pada makhluk hidup. Makin banyak persamaan, maka makin dekat hubungan kekerabatan organisme tersebut.


Contoh Kladogram


Terimakasih


Click to View FlipBook Version