The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

LKPD 3 & 4 KHAILA AYUDIA SYIFA GEOGRAFI _20240130_212228_0000

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Cahyo_ junior•, 2024-01-30 10:23:40

LKPD 3 & 4 KHAILA AYUDIA SYIFA GEOGRAFI _20240130_212228_0000

LKPD 3 & 4 KHAILA AYUDIA SYIFA GEOGRAFI _20240130_212228_0000

DINAMIKA LITHOSFER


pelapukan adalah perubahan atau penghancuran dalam batuan atau sedimen pada permukaan bumi Bentuk muka bumi akibat tenaga eksogen Pelapukan Erosi erosi adalah benda atau batu yang telah lapuk, lalu perlahan pecah menjadi partikelpartikel kecil dan akan menyatu dengan tanah. Abrasi Abrasi adalah proses pengikisan pantai yang disebabkan oleh gelombang laut. Ablasi Ablasi merupakan erosi yang disebabkan oleh air sungai atau hujan. Sedimentasi Sedimentasi adalah peristiwa mengendapnya material batuan yang dibawa oleh angin atau air. Deflasi Korasi atau deflasi merupakan erosi yang disebabkan oleh angin. Biasanya, korasi dan deflasi ini terjadi di daerah gurun. Eksarasi Eksarasi adalah pengikisan yang disebabkan oleh es yang mencair atau gerakan lapisan es. Meander Meander adalah bentuk sungai yang berkelokkelok yang terjadi akibat adanya pengikisan dan pengendapan


oxbow lake adalah danau kecil yang terletak di tempat terbengkalai (ditinggalkan) dan berliku-liku di dekat aliran sungai. delta adalah tanah endapan berbentuk segitiga di muara sungai. Bentuk muka bumi akibat tenaga eksogen Oxbow lake Delta Tanggul alam Tanggul alam merupakan tanggul yang terbentuk secara alami dari hasil luapan endapan banjir dan terdapat pada tepi sungai serta menjadi batas terluar dari sungai. faktor-faktor yang mempengaruhi pelapukan 1. Keadaan Struktur Batuan 2. Keadaan Topografi 3. Cuaca dan Iklim 4. Keadaan Vegetasi


Pelapukan kimiawi Proses penghancuran masa batuan disertai perubahan struktur kimiawi batuan tersebut. Zat pelapuk dalam proses pelapukan kimiawi oksigen, air , karbondioksida. pelapukan kimiawi ini tampak jelas pada pegunungan karst / kapur , pelapukan ini berlangsung dengan bantuan air dan suhu yang tinggi. Air yang banyak CO2 atau karbondioksida dapat dengan mudah melarutkan batuan kapur / CaCO2. Peristiwa ini merupakan pelarutan yang dapat menimbulkan gejala karst contohnya pembentukan ornamen goa seperti stalaktit dan stalakmit. Tetesan air hujan yang telah meresap kedalam batuan kapur. Tetesan air ini berasal dari air hujan yang telah meresap kedalam batuan kapur. Air inilah yang membawa pelarutan batuan kapur yang telah berubah unsur kimia. SSttaallaakkmmiitt Stalaktit


Erosi tebing sungai Terjadi ketika dinding sungai hingga badan sungai mengalami erosi sehingga sungai tersebut tambah lebar


Thank you for listening!


Erosi angin / deflasi Terjadi di wilayah gurun yang memiliki iklim kering, wilayah ini sering terjadi badai pasir yang mengikis batuan yang dilewatinya.contohnya adalah batuan jamur disamping , batuan yang awalnya utuh ini kemudian lama kelamaan tererosi oleh angin yang membawa pasir sehingga terbentuklah batuan yang bentuknya seperti jamur


Pelapukan fisik/ mekanik Suatu proses penghancuran masa batuan, tanpa mengubah struktur kimiawi batuan tersebut. Contohnya bongkahan batuan besar mengalami pelapukan dan berubah menjadi bagian yang lebih kecil, tidak ada perubahan unsur kimia dari batu ini yang berubah hanya fisik, ukuran, atau bentuk batuan. Faktor penyebab: 1. Terjadinya perubahan suhu siang dan malam 2. Perubahan suhu karena pengaruh cuaca 3. Pembekuan air menjadi es pada celah batuan 4. Pergerakan air , gelombang laut serta gletser


Erosi / pengikisan Proses pelepasan dan pemindahan masa batuan, secara alamiah dari suatu tempat ke tempat lain oleh suatu zat pengangkut. Berkaitan dengan pengendapan, 3 proses gerakan dalam peristiwa erosi yaitu pelepasan, pengangkutan, pengendapan Jika erosi lembar terus berlangsung secara terus menerus lama kelamaan tanah akan membentuk alur-alur yang searah dengan kemiringan lerengnya


DINAMIKA PERUBAHAN PEDOSFER Khaila Ayudia Syifa X-2


FAKOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBENTUKAN TANAH DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PROSES TERSEBUT Bahan induk => bahan induk memengaruhi pembentukan tanah melalui komposisi mineralogy, tekstur, dan stratifikasi lapisannya. Topografi => topografi memengaruhi cepat atau lambatnya tanah terbentuk, juga jenisnya. Organisme => aktivitas organisme mendorong pelapukan tanah secara fisik dan juga kimia. Iklim => cuaca, suhu, kelembaban, dan curah hujan memengaruhi pembentukan tanah. Waktu => pembentukan batuan memerlukan waktu dari yang singkat hingga lama.


PROSES SETIAP HORIZON 1. Horizon O Horizon O ditemukan terutama pada tanah-tanha hutan yang belum terganggu, merupakan horizon organik yang terbentuk diatas lapisan tanah mineral. 2. Horizon A Horizon ini ditemukan dipermukaan tanah yang terdiri dari campuran bahan mineral. Merupakan horizon aluviasi yaitu horizon yang mengalami pencucian. A1 : bahan mineral campur dengan humus, berwarna gelap. A2 : horizon dimana terdapat pencucian (aluviasi) maksimum terhadap liat, Fe, Al bahan organik. A3 : horizon peralihan ke-B, lebih menyerupai A.


PROSES SETIAP 3. Horizon B HORIZON Horizon aluviasi (penimbunan) dari bahan-bahan yang tercuci di atasnya (liat, Fe, Al, bahan organik). B1 : peralihan dari A ke B, lebih menyerupai B. B2 : penimbunan (iluviasi) maksimum liat, Fe dan Al-Oksida, kadang-kadang bahan organik. B3 : peralihan ke-C, lebih menyerupai B. 4. Horizon C Bahan induk sedikit terlapuk. 5. Horizon R Batuan keras yang belum lapuk.


1. Bertekstur lunak 2. Warnanya tua Mudah berubah bentuk saat dilakukan penekanan 3. Memiliki sifat plastisitas yang rendah 4. JENIS-JENIS TANAH DIINDONESIA ciri-ciri tanah Organik : Tanah Organik Tempat penyebaran : tersebar di hampir seluruh daerah, mulai dari Papua, Sumatera, Kalimantan, Jawa, hingga Nusa Tenggara. Alluvial ciri-ciri Alluvial : 1. Tanahnya berwarna kelabu muda Sifat fisiknya cenderung keras dan pejal jika kering. Apabila basah, tanahnya akan lekat. 2. 3.Bersifat subur 4.Punya tingkat kepekaan yang besar terhadap erosi Tanah aluvial memiliki ukuran pH yang sangat rendah, sekitar 5,3 hingga 5,8. 5. Kandungan unsur tanahnya sangat tergantung pada iklim 6. Punya tingkat permeabilitas (kemampuan untuk meloloskan partikel dengan menembusnya) yang tergolong rendah 7. Memiliki kandungan mineral tinggi, sehingga mudah menyerap air. 8. Tempat penyebaran : Tanah Aluvial : Tanah aluvial banyak ditemukan di hampir seluruh wilayah Indonesia, terutama di sepanjang daerah aliran sungai. Regosol Tempat penyebaran : persebaran tanah regosol cukup meluas. Adapun sejumlah daerah yang termasuk di dalamnya yaitu Pantai Sumatera Barat, Jawa, Bengkulu, Bali, hingga Nusa Tenggara Barat.


1. Memiliki butiran yang kasar 2. Tidak menunjukkan adanya lapisan horizontal 3. Memiliki warna yang beragam, di antaranya yaitu merah, kuning, coklat kemerahan, coklat, dan coklat kekuningan 4. Sensitif terhadap erosi 5. Mengandung banyak unsur hara yang bagus untuk tanaman 6. Bertekstur relatif gembur 7. Mengandung air yang rendah hingga tinggi. JENIS-JENIS TANAH DIINDONESIA ciri-ciri tanah regosol : Litosol ciri-ciri litosol : 1. tanah litosol antara lain warnanya coklat 2. struktur remah 3. solumnya dangkal 4. dan teksturnya yang beragam Tempat penyebaran : Tanah litosol banyak ditemukan di daerah Pulau Sumatera, Jawa Timur, Jawa Tengah, Nusa Tenggara, Maluku Selatan dan Papua. Latosol Tempat penyebaran : Tanah latosol banyak ditemukan di daerah Papua, Kalimantan Timur, dan Maluku. ciri-ciri latosol : tanah latosol antara lain berwarna coklat-merah 1. 2. memiliki horizon 3. solumnya dalam 4. dan teksturnya lempung Grumosol ciri-ciri grumosol : Bertekstur kering dan mudah sekali pecah terutama saat musim kemarau. 1. Tidak cocok untuk diolah sebagai lahan pertanian. 2. 3.Berwarna kelabu hingga hitam. Berada di permukaan yang tidak lebih dari 300 meter dari permukaan laut. 4. Mempunyai topografi datar dan bergelombang. 5. Tersebar di Jawa Tengah (Jepara, Demak, Pati, dan Rembang), Jawa Timur (Ngawi dan Madiun), dan Nusa Tenggara Timur. 6.


Persebarannya di Indonesia seperti di Jawa Tengah (Demak, Jepara, Pati, Rembang), Jawa Timur (Ngawi, Madiun) dan Nusa Tenggara Timur JENIS-JENIS TANAH DIINDONESIA Podsol ciri-ciri podsol : Tempat penyebaran grumosol : Podsolik merah kuning ciri-ciri Podsolik merah kuning : 1. Daya penyimpanan unsur hara rendah 2. Unsur basa rendah 3. Daya simpan air rendah Kadar bahan organik di dalam tanah relatif rendah 4. Tempat penyebaran : Tanah jenis ini banyak tersebar di wilayah Jawa Barat, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Papua. Mempunyai warna pucat, hal tersebut dikarenakan terdapat kandungan A2/ abu-abu pada tiap-tiap jengkal / pun butiran tanah ini. 1. 2.Mempunyai kandungan pasir kuarsa paling tinggi. Memiliki tingkat keasaman tinggi, apabila dilihat pada kondisi PH maupun keasamannya yakni mempunyai pH 3,5 sampai 5,5 dari asam sampai yang asam. 3. Paling peka terhadap erosi, tanah podsol ini merupakan tanah yang peka pada erosi tanah sebab daya menahan airnya yang sangat jelek. 4. Mempunyai sifat kurang subur, kandungan dari unsur hara yang rendah dan sampai paling rendah. Bahan induk tanah podsol ini ialah tuff vulkan dengan asam. Jadi menurut sifat fisikanya atau sifat kimianya ini tanah bersifat jelek. 5. 6.Tidak mempunyai perkembangan profile Mempunyai tekstur yang sifatnya itu lempung sampai berpasir, pada dasarnya tanah podsol ini memiliki sifat pasir bertekstur sedang sampai kasar. Tekstur inilah yang sifatnya bagian atas serta juga pejal dibagian yang bawah. 7. Mempunyai sifat mudah basah, jadi saat tanah itu terkena air tanah sehingga tanah podsol itu pun menjadi subur. 8. Tempat penyebaran : Tanah podsol ini tersebar di daerah pegunungan Sumatra, Kalimantan, Maluku, Papua, dan Jawa bagian barat..


JENIS-JENIS TANAH DIINDONESIA Andosol ciri-ciri Andosol : Memiliki solum (bagian atas tanah yang mengalami pelapukan) cukup tebal, yakni berkisar 100 hingga 225 sentimeter 1. 2.Warnanya hitam, kelabu, atau cokelat tua Teksturnya ada yang berdebu, lempung berdebu, atau lempung 3. Lapisan bawahnya agak gumpal dengan konsistensi gembur 4. Tanah andosol biasanya berkembang di wilayah bercurah hujan tinggi, 5. Ciri tanah andosol lainnya adalah memiliki daya absorpsi (penyerapan) sedang, tingkat kelembapan yang tinggi, dan peka terhadap erosi. 6. Tempat penyebaran : Tanah podsol ini tersebar di daerah pegunungan Sumatra, Kalimantan, Maluku, Papua, dan Jawa bagian barat..


Metode Vegetasi METODE PENGAWETAN TANAH UNTUK MENGATASI EROSI Pengawetan tanah dengan cara metode vegetasi adalah dengan memanfaatkan peran tanaman untuk mengurangi daya rusak akibat hujan, aliran permukaan, dan erosi. Metode vegetasi dapat dilakukan dengan cara: Penanaman tumbuhan atau tanaman penutup tanah secara terus-menerus Penanaman bergilir di sebidang lahan menurut urutan dan waktunya Penanaman dengan sistem bercocok tanam. Beberapa jenis tanaman ditanam selang-seling, dan disusun menurut garis konturnya.


Metode mekanik METODE PENGAWETAN TANAH UNTUK MENGATASI EROSI Cara menerapkannya, yaitu menggunakan sarana fisik, seperti tanah dan batu dalam mengawetkan tanah. Salah satu bentuk metode mekanik ini, yaitu mengolah tanah. Pengolahan ini dilakukan untuk menyiapkan tempat tumbuh bibit, menciptakan daerah perakaran yang baik, membenamkan sisa tanaman, dan memberantas gulma. Beberapa cara umum yang dilakukan untuk menerapkan metode mekanik ialah: Pengolahan tanah melihat garis kontur Membuat tanggul yang sejajar dengan kontur Pembuatan terasering pada lahanmiring Pembuatan saluran air (drainase).


Metode kimia METODE PENGAWETAN TANAH UNTUK MENGATASI EROSI Adalah pemanfaatan bahan kimia untuk memperbaiki struktur tanah juga menguatkan tanah dari erosi. Tanah dengan struktur yang mantap, tidak akan mudah hancur oleh pukulan air hujan. Sehingga infiltrasi tetap besar dan aliran air permukaan kecil. Pemberian bahan kimia harus dilakukan dengan dosis yang tepat. Metode kimia ini dilakukan saat metode vegetatif dan mekanis kurang efektif atau efisien untuk dilakukan.


TERIMA KASIH


Click to View FlipBook Version