The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Mohammed Fawwazal Wafiy
X UPW 2
No. Absen 17
Tugas Simdig Membuat Ebook

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by fawwazwafiy31, 2021-05-28 11:57:47

Organisasi Kepariwisataan Nasional Indonesia

Mohammed Fawwazal Wafiy
X UPW 2
No. Absen 17
Tugas Simdig Membuat Ebook

Keywords: #organisasi #pariwisata

Organisasi Kepariwisataan
Nasional Indonesia

Mohammed Fawwazal Wafiy
X UPW 2

PENGERTIAN

Organisasi kepariwisataan adalah lembaga atau wadah yang
memperlancar operasional usaha wisata, sekaligus menjadi tempat
untuk saling berbagi dan menyebarkan informasi yang berkaitan
dengan dunia pariwisata. Organisasi ini berfungsi dan berperan
sebagai lembaga legislasi, eksekusi dan yudikasi industri pariwisata.

ORGANISASI KEPARIWISATAAN NASIONAL

Organisasi-organisasi Kepariwisataan Nasional yang ada di Indonesia,
antara lain :

1. Kementerian Pariwisata

Lembaga yang dibentuk oleh pemerintah pusat yang
menetapkan kebijakan dan peraturan pemerintah tentang
pengembangan pariwisata di Indonesia seperti Sapta Pesona
Wisata. Berkantor pusat di Jakarta dan dipimpin oleh seorang
menteri.
2. Dinas Pariwisata Daerah (Diparda)

Diparda/Disparda merupakan badan pemerintah daerah
propinsi/kabupaten yang langsung di bawah komando gubernur,
walikota dan bupati untuk mengelola dan mempromosikan
pariwisata masing-masing daerah.

3. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI)

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) merupakan
organisasi perusahaan yang beranggotakan pengusaha hotel,
restoran, jasa pangan, jasa boga,dan lembaga pendidikan
pariwisata.

PHRI merupakan organisasi yang berorientasi pada
pembangunan dan peningkatan kepariwisataan, dalam rangka
ikut serta melaksanakan pembangunan nasional serta merupakan
wadah pemersatu dalam memperjuangkan dan menciptakan

iklim usaha yang menyangkut harkat dan martabat pengusaha
yang bergerak dalam bidang jasa pariwisata.
4. Association of Indonesian Tour and Travel Agency (ASITA)

Association of Indonesian Tourand Travel Agency (ASITA)
atau Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia
merupakan organisasi nonprofit yang didirikan di Jakarta pada 7
Januari 1971 beranggotakan para pengusaha biro perjalanan dan
agen perjalanan. ASITA bertujuan membangun citra pariwisata
Indonesia, menjadi penengah antara para pengusaha travel dan
pihak-pihak lain.
5. Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI)

Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) semula bernama
Himpunan Duta Wisata Indonesia yang didirikan di Palembang

pada 1988 merupakan organisasi profesi non politik dan mandiri
sebagai wadah tunggal pribadi-pribadi yang memiliki profesi
sebagai pramuwisata. HPI merupakan asosiasi tingkat nasional,
provinsi dan kabupaten/kota.

6. Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI)

Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) atau
Indonesian Tourism Objects and Attraction Organization yang
didirikan pada 10 November 1977 oleh sekelompok pengelola
objek wisata di Jakarta. PUTRI merupakan asosiasi yang
menghimpun para pengelola obyek dan daya tarik wisata dengan
menyandang misi sebagai wadah perjuangan kepentingan
bersama dan pengabdian profesi dalam upaya membantu
pemerintah mengembangkan kepariwisatan.

Sejak Munas Ill 1989 PUTRI merupakan nama perhimpunan
yang mengkoordinasikan obyek dan daya tarik wisata Indonesia.
Dengan demikian, namanya sekarang menjadi Perhimpunan
Obyek dan Daya Tarik Wisata Indonesia.

7. Gabungan Pengusaha Wisata Bahari dan Tirta (Gahawisri)

Gabungan Pengusaha Wisata Bahari dan Tirta (Gahawisri)
merupakan sebuah organisasi yang mengkhususkan diri pada
partisipasi dan mengambil bagian dalam usaha, praktisi
langsung dari setiap aspek kegiatan wisata bahari, termasuk
dalam penyediaan servis dan sarana, berdedikasi untuk
meletakkan posisinya, agar dapat secara langsung bekerjasama
dengan setiap institusi pemerintah, masyarakat, akademisi, yang
berkaitan dengan pengembangan Wisata Bahari di Indonesia.

Potensi umum Wisata Bahari yang dikembangkan di Gahawisri
adalah : olahraga memancing, olah raga layar (yachting), olah
raga selam, keindahan pantai, kegiatan pesisir, akomodasi
Marina, dermaga atau rumah gudang kapal, penyewaan kapal,
pembuatan kapal, selancar air.

8. Asosiasi Perusahaan Impresariat Indonesia (ASPINDO)

Asosiasi Perusahaan Impresariat Indonesia (ASPINDO)
merupakan suatu wadah organisasi profesi dari kalangan swasta
yang bersifat nonpolitik dan mandiri, yang menghimpun
perusahaan-perusahaan jasa impresariat Indonesia untuk
melakukan kegiatan dan berusaha di bidang impresariat yaitu
kegiatan pengurusan penyelenggaraan hiburan dan olahraga
yang bersifat eksibisi.

9. Himpunan Penulis Pariwisata (HPP)

Himpunan Penulis Pariwisata (HPP) merupakan organisasi
untuk menghimpun para penulis pariwisata serta meningkatkan
kepariwisataan Indonesia. Didirikan pada tanggal 12 Maret 1977
dan berkantor pusat di Jakarta.

10. Asosiasi Kawasan Pariwisata Indonesia (AKPI)

Asosiasi Kawasan Pariwisata Indonesia (AKPI) merupakan
wadah bagi pengelola kawasan pariwisata yang pada umumnya
mencakup lahan cukup luas dan beragam permasalahnya.
Kepemilikan lahan tidak selalu ada pada pemerintah, tetapi juga
yang dikuasai oleh masyarakat setempat.

11. Masyarakat Pariwisata Indonesia (MPI)

Masyarakat Pariwisata Indonesia (MPI) merupakan hasil
reformasi di bidang pembangunan pariwisata yang diprakarsai
oleh forum dialog pariwisata (FDP) dan dideklarasika pada 21
Juli 1998 dan didirikan untuk jangka waktu yang tidak
ditentukan lamnya dan berpusat di Jakarta.
12. Hotel Human Resources Managers Association
(HHRMA)

Hotel Human Resources Managers Association (HHRMA)
merupakan wadah para manajer HRD dari hotel-hotel
berbintang dan apartemen seluruh Indonesia. Tujuannya adalah

untuk menyatukan visi dan misi dari berbagai pemimpin
Departemen HRD agar dapat saling menukar informasi tentang
sumber daya manusia yang andal.


Click to View FlipBook Version