The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Ridwan Savarudin, 2024-02-22 06:47:27

MAKALAH KEPERAWATAN KOMUNITAS

KONSEP SEHAT DAN SAKIT

Keywords: KEPERAWATAN KOMUNITAS

MAKALAH KEPERAWATAN KOMUNITAS KONSEP SEHAT DAN SAKIT Dosen Pengampu : Rizqi Alvian Fabanyo, M.Kes Disusun Oleh : Kelompok 1 1. Andi Fitri Ramadani 114301210 8. Mar’atus Solikhah 11430121044 2. Deti Pratiwi Latunda 114301210 9. Natalia Marising 114301210 3. Demas Tahrin 114301210 10. Nur Azmi 11430121061 4. Delillah Ainun Safitri 114301210 11. Sofia Rukmana 114301210 5. Firda Mulyani Lestari 114301210 12. Ridwan Sabaruddin 114301210 6. Frita Fauzi Yusuf 11430121029 13. Rany Welerubun 114301210 7. Irwan R. H. Saputra 114301210 14. M. Abdul Qadir 114301210 KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL TENAGA KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES SORONG TAHUN 2024


i KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena telah memberikan kesempatan pada kami untuk menyelesaikan makalah ini. Atas rahmat dan hidayahNya kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Konsep Sehat dan Sakit” dengan tepat waktu. Makalah ini disusun guna memenuhi tugas Bapak Rizqi Alvian Fabanyo, M.Kes pada bidang studi Keperawatan Komunitas di kampus Poltekkes Kemenkes Sorong. Selain itu, kami juga berharap makalah ini dapat menambah wawasan bagi pembaca. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya Bapak Rizqi Alvian Fabanyo, M.Kes selaku dosen mata kuliah Keperawatan Kritis. Tugas yang telah diberikan ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan terkait bidang yang ditekuni. Kami menyadari makalah ini masih memerlukan penyempurnaan terutama pada bagian isi. Kami menerima segala bentuk kritik dan saran dari para pembaca demi penyempurnaan makalah ini. Apabila terdapat banyak kesalahan pada makalah ini, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya. Sorong, 22 Februari 2024 Kelompok 1


ii DAFTAR ISI KATA PENGANTAR............................................................................................. i DAFTAR ISI.......................................................................................................... ii BAB I...................................................................................................................... 1 PENDAHULUAN.................................................................................................. 1 A. Latar Belakang ............................................................................................. 1 B. Rumusan Masalah ........................................................................................ 2 C. Tujuan........................................................................................................... 2 BAB II .................................................................................................................... 3 TINJAUAN TEORI.............................................................................................. 3 A. Definisi......................................................................................................... 3 B. Ciri-Ciri Sehat dan Sakit .............................................................................. 3 C. Hubungan Sehat-Sakit.................................................................................. 4 D. Dimensi Kesehatan Prima ............................................................................ 6 E. Determinan Kesehatan (Faktor Pengaruh Terhadap Kesehatan ................... 8 F. Indikator Derajat Kesehatan Masyarakat..................................................... 9 G. Rentang Sehat dan Sakit ............................................................................ 10 BAB III..................................................................................................................11 PENUTUP.............................................................................................................11 A. Kesimpulan .................................................................................................11 B. Saran............................................................................................................11 DAFTAR PUSTAKA........................................................................................... 12


1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sehat dan sakit, dihubungkan dengan kondisi fisik seseorang. Saat bagian tubuh atau organ seseorang tidak berfungsi sebagaimana normalnya atau kebanyakan orang, maka ia dianggap menderita atau merasakan sakit. Sebaliknya, saat semua bagian tubuh bekerja selayak normalnya tanpa ada keluhan, orang tersebut dianggap sehat. Kedua kondisi ini sering dihubungkan dengan apa yang terjadi atau tindakan fisik seseorang. Meski demikian, tidak setiap Masyarakat menghubungkan kondisi sehat ataupun sakit hanya dengan kondisi tubuh seseorang. Namun nilai, kepercayaan dan budaya juga memainkan peran penting di dalam pendefinisian kondisi kesehatan seseorang. (Krisna Triyono & K. Herdiyanto, 2018) Sehat dan sakit merupakan kondisi universal yang dihadapi tiap manusia. Terdapat berbagai pandangan berbeda mengenai kondisi kesehatan seseorang, pendefinisian, penyebab serta bagaimana menanganinya. Semua ini sangat dipengaruhi oleh bagaimana orang tersebut memandang dunia. Masyarakat tradisional dan masyarakat modern, berdasarkan tingkatan perkembangan rasionalitas mereka cenderung mengartikan semua kondisi ini secara berbeda, bahkan karakter manusia dapat terbentuk dari keadaan lingkungan sekitarnya. Disatu sisi, saat ini masyarakat modern pada umumnya berpandangan bahwa penyakit merupakan bagian dari proses biologis murni bersifat fisik. Disisi lain masih banyak pula masyarakat yang berpandangan banyak hal lain yang berpengaruh terhadap kondisi kesehatan seseorang diluar faktor fisik. Sedangkan menurut UU No. 23, 1992 tentang kesehatan menyatakan bahwa: Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan social yang memungkinkan hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Dalam pengertian ini maka sehat harus dilihat sebagai satu


2 kesatuan yang utuh terdiri dari unsur-unsur fisik, mental dan sosial dan di dalamnya kesehatan jiwa merupakan bagian integral kesehatan. (Krisna Triyono & K. Herdiyanto, 2018) B. Rumusan Masalah Rumusan masalah dalam makalah ini adalah : a. Definisi sehat sakit b. Ciri-ciri sehat dan sakit c. Hubungan sehat sakit d. Dimensi Kesehatan primer e. Determinan Kesehatan (Faktor pengaruh terhadap kesehatan) f. Indikator Derajat Kesehatan masyarakat g. Rentang Sehat dan sakit C. Tujuan 1. Tujuan Umum Tujuan Umum penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui tentang konsep sehat dan sakit 2. Tujuan Khusus Tujuan Khusus penulisan makalah ini adalah : a. Untuk mengetahui dari sehat sakit b. Untuk mengetahui ciri-ciri sehat dan sakit c. Untuk mengetahui hubungan sehat sakit d. Untuk mengetahui dimensi kesehatan primer e. Untuk mengetahui determinan kesehatan (Faktor pengaruh terhadap kesehatan) f. Untuk mengetahui indicator derajat kesehatan masyarakat g. Untuk mengetahui rentang sehat dan sakit


3 BAB II TINJAUAN TEORI A. Definisi 1. Definisi Sehat Menurut WHO, kesehatan bukan hanya sekedar tidak memiliki penyakit, cacat, atau kelemahan, tetapi juga mencakup keadaan fisik, jasmani, mental, dan sosial yang utuh. Sementara itu, undang-undang Nomor 36 tahun 2009 mendefinisikan kesehatan sebagai keadaan yang sehat secara fisik, mental, spiritual, dan sosial, yang memungkinkan seseorang untuk hidup secara produktif dari segi sosial dan ekonomi. Dengan kata lain, kesehatan tidak hanya terbatas pada aspek fisik, tetapi juga melibatkan aspek mental, spiritual, dan sosial yang memungkinkan seseorang untuk hidup secara produktif dan seimbang. (Cholifah et al., 2019) 2. Definisi Sakit Kesakitan (illness) sangat berkaitan dengan peyakit (diseases), tetapi kedua istilah tersebut sangat berkaitan dengan suatu perbedaan mednasar dan konsepsional tentang periode sakit. Sakit diartikan suatu keadaan terganggunya seseorang dalam proses tumbuh kembang fungsi tubuh secara keseluruhan atau sebagian serta terganggunya proses penyesuaian diri manusia. Sakit dapat juga diartikan sebagai gangguan dalam fungsi yang normal dimana individu sebagai totalitas dari keadaan organisme sebagai sistem biologis dan adaptasi sosial. Sehingga sakit dapat dilihat dari adanya gejala yang dirasakan serta terganggunya kemampuan individu untuk melaksakan aktivitas sehari-hari. (Cholifah et al., 2019) B. Ciri-Ciri Sehat dan Sakit Ciri-ciri sehat sakit menurut (Juwinta, 2021) antara lain sebagai berikut:


4 Ciri-ciri sehat : 1. Memiliki kemampuan untuk merefleksikan perhatian pada individu sebagai manusia. 2. Memiliki pandangan terhadap sehat dalam konteks lingkungan baik secara internal maupun eksternal 3. Memiliki hidup yang kreatif dan produkstif. 4. Tubuh bugar dan tidak lemas 5. Wajah berseri, tidak nyeri 6. Berkomunikasi dua arah 7. Berpikir logis dan dimengerti 8. Produktif 9. Melakukan kegiatan sehari-hari dengan mandiri Ciri-ciri sakit : 1. Merasa nyeri, pusing, lemas 2. Tidak bersemangat menjalankan aktivitas 3. Merasa tidak tenang dan kecemasan yang berlebihan C. Hubungan Sehat-Sakit Hubungan sehat sakit menurut (Suryanti, 2021) antara lain sebagai berikut : 1. Model Ekologi Model ekologi dikenal dengan the Traditional Ecological Model, merupakan model status kesehatan seseorang ditentukan adalanya hasil interaksi antara host (tuan rumah), agent dan lingkungan, hubungan interaksi yang positif akan menimbulkan kondisi yang seimbang maka ada salah satu yang mengalami kemampuan yang menurun yang menimbulkan sakit.


5 2. Model The Health Field Concept Model the health field concept adalah suatu model yang dikembangkan oleh HL Lamfframboise, yang menjelaskan bahwa ada empat faktor yang berperan dalam kondisi status kesehatan diantaranya adalah faktor lingkungan, gaya hidup, biologis dan 29 sistem pelayanan kesehatan. 3. The Environment Of Health Model the environment of Health ini dikembangkan oleh HL. Blum, model ini merupakan pengembangan model sebelumnya dengan memberikan penjelasan mengenai peranan atau faktor penyebab kondisi sehat dan sakit, diantaranya : faktor herediter, faktor pelayanan kesehatan, gaya hidup dan faktor lingkungan yang merupakan memiliki peran yang sangat besar.


6 Dari beberapa model diatas muncul istilah penyakit yang menurut pandangan medis memiliki arti suatu gangguan fungsitubuh yang mengakibatkan berkurangnya kapasitas tubuh sehingga responnya berupa sakit. Selanjutnya hubungan sehat sakit dapat digambarkan sebagai berikut. D. Dimensi Kesehatan Prima Sehat prima adalah kemampuan individu untuk memilih jalan hidupnya, mampu berproses, menggunakan energi secara efisien, terjadinya integrasi yang baik antara tubuh, akal, dan perasaan serta dapat menerima dan mencintai apa yang dimilikinya. Kesehatan prima adalah suatu keadaan yang sejahtera, yang berarti adanya sikap dan perilaku yang mencerminkan kualitas hdup yang tinggi serta adanya tingkat potensi yang maksimal dari individu. (Herlan et al., 2020)


7 1. Dimensi fisik Secara umum, manusia dalam dimensi ini mampu mempraktikkan gaya hidup yang positif. Kemampuan fisik adalah kemampuan menyelesaikan tugasnya sehari – hari, pencapaian kebugaran tubuh, menjaga nutrisi tetap adekuat, dan ketepatan proporsi tubuh dari timbunan lemak, bebas dari penggunaan obat – obatan, alkohol dan rokok. 2. Dimensi social Kemampuan sosial adalah kemampuan berinteraksi secara baik dengan sesama dan lingkungannya, dapat menjaga dan mengembangkan keakraban individu, dan dapat menghargai serta toleran terhadap setiap pendapat dan kepercayaan yang berbeda. 3. Dimensi emosional Kemampuan emosional adalah kemampuan mengelola stress dan mengekspresikan emosinya yang dapat diterima oleh orang lain. Kesehatan emosi mencakup kemampuan untuk bertanggung jawab, menerima, dan meyampaiakn perasaannya serta dapat menerima keterbatasan orang lain. 4. Dimensi intelektual Kemampuan belajar dan menggunakan informasi secara efektif antarpersonal, keluarga, dan pengembangan karier. Kesehatan intelektual meliputi usaha untuk secara terus menerus tumbuh dan belajar untuk beradaptasi secara efektif dengan perubahan baru.


8 5. Dimensi spiritual Percaya adanya beberapa kekuatan (seperti alam, ilmu pengetahuan, agama dan bentuk kekuatan lain) yang diperlukan manusia dalam mengisi kehidupannya. Setiap individu memiliki nilai, moral dan etika yang dianutnya. Setiap komponen dalam dimensi diatas dapat mengalami tumpang tindih karena faktor dalam komponen satu secara langsung mempengaruhi faktor lain. Seseorang yang belajar mengontrol tingkat stress dari fisiknya diharapkan juga dapat menjaga stamina emosinya yang digunakan dalam menanggulangi krisis. Kesehatan prima mencakup semua aspek kerja dalam model. Identifikasi kesehatan dari berbagai dimensi merupakan hal penting dalam meningkatkan kesadaran kompleksitas konsep sehat. E. Determinan Kesehatan (Faktor Pengaruh Terhadap Kesehatan Derajat kesehatan dalam pengertian tersebut jelas dibedakan antara derajat kesehatan individu, kelompok, atau komunitas (masyarakat). Hal ini dapat dipahami karena derajat kesehatan perorangan (individu), kelompok, dan masyarakat memang berbeda. Determinan untuk kesehatan kelompok atau komunitas mungkin sama, tetapi untuk kesehatan individu, disamping empat faktor tersebut, faktor internal individu juga berperan, misalnya : umur, gender, pendidikan, dan sebagainya, selain faktor heriditer. (Suryanti, 2021) Oleh sebab itu, bila kita analisis lebih lanjut detrminan kesehatan itu sebenarnya adalah semua faktor di luar kehidupan manusia, baik secara individual, kelompok maupun komunitas yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi kehidupan manusia itu. Hal ini berarti, disamping determinan – determinan derajat kesehatan yang telah dirumuskan oleh Blum tersebut masih terdapat faktor lain yang mempengaruhi atau menentukan terwujudnya kesehatan seseorang, kelompok atau masyarakat. (Suryanti, 2021)


9 F. Indikator Derajat Kesehatan Masyarakat Terdapat beberapa indikator yang menentukan derajat kesehatan seseorang. Berikut ini adalah indikator yang berhubungan dengan derajat kesehatan masyarakat. 10 Indikator Menurut Sistem Kesehatan Nasional atau 12 Indikator Menurut HL. Blum yatu: 1. Life span, yaitu lamanya usia harapan untuk hidup dari masyarakat atau juga dapat di pandang sebagai derajat kematian masyarakat yang bukan karena mati tua. 2. Disease or Infirmity, yaitu keadaan sakit atau cacat secara fisiologis dan anatomis dari masyarakat. 3. Discomfort or Illness, yaitu keluhan sakit dari masyarakat tentang keadaan somatik, kejiwaan, maupun sosial dari dirinya. 4. Disability or Incapability, yaitu ketidakmampuan seseorang dalam masyarakat daam melakukan pekerjaan dan menjalankan peranan sosialnya karena sakit. 5. Partipation in Health Care, yaitu kemapuan dan kemauan masyarakat untuk berpartisipasi dalam menjaga dirinya untuk selalu dalam keadaan sehat. 6. Health Behaviour, yaitu perilaku nyata dari anggota masyarakat secara langsung berkaitan dengan kesehatan. 7. Ecologic Behaviour, yaitu perilaku masyarakat terhadap lingkungan, spesies lain, sumber daya alam, dan ekosistem 8. Social Behaviour, yaitu perilaku anggota masyarakat terhadap sesamanya, keluarga, komunitas dan bangsanya. 9. Interpersonal Relatioship, yaitu kualitas komunikasi anggota masyarakat terhadap sesamanya. 10. Reserve or Positive Health, yaitu daya tahan anggota masyarakat terhadap penyakit, atau kapasitas anggota masyarakat masyarakat dalam menghadapai tekanan – tekanan somatik, kejiwaan dan sosial.


10 11. Eksternal Satisfaction, yaitu rasa kepuasan anggota masyarakat terhadap lingkungan sosialnya meliputi rumah, sekolah, pekerjaan, rekreasi, transportasi, dan sarana prasarana pelayan kesehatan yang ada. 12. Internal Satisfaction, yaitu kepuasan anggota masyarakat terhadap seluruh aspek kehidupan dirinya sendiri. G. Rentang Sehat dan Sakit Rentang sehat terdiri atas rentang sehat dan rentang sakit. Rentang sehat dapat digambarkan mulai dari sejahtera, sehat sekali, sehat normal, sedangkan untuk rentang sakit dimulai dari setengah sakit, sakit kronis dan berakhir pada kematian. Rentang ini merupakan alat ukur status kesehatan yang bersifat dinamis dan selalu berubah setiap waktu. Melalui rentang ini dapat diketahui batasan tenaga kesehatan dalam melakukan tindakan yang jelas. (Juwinta, 2021)


11 BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Menurut WHO, kesehatan bukan hanya sekedar tidak memiliki penyakit, cacat, atau kelemahan, tetapi juga mencakup keadaan fisik, jasmani, mental, dan sosial yang utuh. Sementara itu, undang-undang Nomor 36 tahun 2009 mendefinisikan kesehatan sebagai keadaan yang sehat secara fisik, mental, spiritual, dan sosial, yang memungkinkan seseorang untuk hidup secara produktif dari segi sosial dan ekonomi. Sakit diartikan suatu keadaan terganggunya seseorang dalam proses tumbuh kembang fungsi tubuh secara keseluruhan atau sebagian serta terganggunya proses penyesuaian diri manusia. Sakit dapat juga diartikan sebagai gangguan dalam fungsi yang normal dimana individu sebagai totalitas dari keadaan organisme sebagai sistem biologis dan adaptasi sosial. Kesehatan tidak hanya dipahami sebagai ketiadaan penyakit, tetapi juga melibatkan kesejahteraan fisik, mental, dan sosial. Keperawatan komunitas berfokus pada upaya preventif, promotif, kuratif, dan rehabilitatif untuk meningkatkan kesehatan masyarakat secara keseluruhan. B. Saran 1. Mengintegrasikan pendidikan kesehatan dalam komunitas untuk meningkatkan pemahaman tentang gaya hidup sehat. 2. Mendorong kolaborasi antara pemberi layanan kesehatan dan komunitas untuk merancang program preventif yang efektif. 3. Melibatkan pemangku kepentingan lokal dalam perencanaan dan pelaksanaan intervensi kesehatan. 4. Mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam upaya promosi kesehatan dan pencegahan penyakit. 5. Memastikan akses yang adil dan setara terhadap layanan kesehatan bagi semua anggota komunitas.


12 DAFTAR PUSTAKA Cholifah, Ameli, P., & Nisak, U. K. (2019). BUKU AJAR MATA KULIAH ILMU KESEHATAN MASYARAKAT Diterbitkan oleh UMSIDA PRESS (Vol. 1). Herlan, H., Praptantya, D. B., Juliansyah, V., Efriani, E., & Dewantara, J. A. (2020). Konsep Sehat dan Sakit pada Budaya Etnis Dayak Kebahan. ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial Dan Budaya, 9(1), 24–38. https://doi.org/10.33772/etnoreflika.v9i1.720 Juwinta, C. P. (2021). Modul konsep sehat dan sakit. Biologi Dan Ilmu Lingkungan, 9–10. Krisna Triyono, S. D., & K. Herdiyanto, Y. (2018). Konsep Sehat Dan Sakit Pada Individu Dengan Urolithiasis (Kencing Batu) Di Kabupaten Klungkung, Bali. Jurnal Psikologi Udayana, 4(02), 263. https://doi.org/10.24843/jpu.2017.v04.i02.p04 Suryanti, P. E. (2021). Konsep Sehat-Sakit : Sebuah Kajian Filsafat. Sanjiwani: Jurnal Filsafat, 12(1), 90. https://doi.org/10.25078/sjf.v12i1.2005


Click to View FlipBook Version