The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

SUHU DAN KALOR
Suhu dan Termometer
Kalor dan Pengaruhnya terhadap benda
Pemuaian
Perpindahan Kalor

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by seriosasidebang18, 2022-11-25 15:33:04

SUHU DAN KALOR

SUHU DAN KALOR
Suhu dan Termometer
Kalor dan Pengaruhnya terhadap benda
Pemuaian
Perpindahan Kalor

Keywords: Suhu dan Kalor

VBAB SUHU DAN KALOR

Suhu dan Kalor

Suhu Pemuaian Kalor Perpindahan Kalor

Suhu dan Alat Pemuaian Zat Pengertian Kalor Konduksi
Ukur Suhu Padat Konveksi
Asas Black Radiasi
Skala Termometer Pemuaian Zat Cair
Kalor Jenis dan
Zat Pengisi Pemuaian Zat Gas Kapasitas Kalor
Termometer
Perubahan
Wujud

Kembali ke daftar isi

A. Suhu

1. Suhu dan Alat Ukur Suhu
Jenis-Jenis Termometer

Termometer Raksa dan Alkohol Termometer Bimetal Termometer Hambatan

Termokopel Termometer Gas Pirometer

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

2. Skala Termometer

Perbandingan skala titik beku air
dan titik didih air termometer
Celcius, Fahrenheit, Kelvin, dan
Reamur:

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

3. Zat Pengisi Termometer Kelebihan Air Raksa

Kelebihan Alkohol ❖ Raksa cepat memuai.
❖ Raksa memiliki jangkauan
❖ Memiliki jangkauan pengukuran
suhu yang besar walaupun tidak pengukuran yang besar.
secepat raksa. ❖ Raksa tidak membasahi dinding

❖ Pemuaian alkohol bersifat teratur tabung.
(linear) terhadap kenaikan suhu. ❖ Pemuaian raksa teratur (linear)

❖ Lebih ekonomis. terhadap kenaikan suhu.

Kekurangan Alkohol Kekurangan Air Raksa
❖ Harganya mahal.
❖ Titik didih alkohol rendah yaitu ❖ Raksa termasuk zat beracun.
78°C. ❖ Raksa tidak dapat digunakan

❖ Alkohol membasahi dinding untuk mengukur suhu sangat
tabung. rendah

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

1. Pemuian Zat Padat B. Pemuian

b. Pemuian Luas

a. Pemuian Panjang c. Pemuian Volume
d. Hubungan Koefisien Pemuaian

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

2. Pemuaian Zat Cair 3. Pemuaian Zat Gas

Pada umumnya, volume zat cair Gas juga mengalami pemuaian ketika
bertambah jika mengalami kenaikan terjadi kenaikan suhu dan mengalami
suhu dan akan menyusut jika penyusutan ketika terjadi penurunan
mengalami penurunan suhu. suhu.

Pada saat dipanaskan dari suhu 0°C
sampai 4°C, air justru akan
mengalami pengerutan (penyusutan
volume), sehingga massa jenisnya
meningkat. Keadaan ini berbeda
dengan zat cair pada umumnya.

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

Contoh Soal 1 Contoh Soal Pemuaian

Contoh Soal 2

Penyelesaian Penyelesaian

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

C. Kalor

1. Pengertian Kalor 2. Asas Black

Kalor adalah energi panas zat yang Asas Black menjelaskan tentang hukum
dapat berpindah dari suhu tinggi kekekalan energi kalor. Jika dua benda
ke suhu rendah. Satu kalori adalah berbeda suhu saling melakukan kontak,
kalor yang dibutuhkan oleh 1 gram akan terjadi aliran kalor dari benda
air untuk menaikkan suhunya 1°C. bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu
lebih rendah sehingga mencapai
kesetimbangan termal. Asas Black
berlaku jika sistem terisolasi, maksudnya
tidak ada kalor yang masuk maupun
keluar sistem

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

3. Kalor Jenis dan Kapasitas Kalor atau
Kalor jenis (c) adalah banyaknya
kalor yang dibutuhkan oleh 1 kg
zat supaya suhunya naik atau
turun sebesar 1°C atau 1 K.

Kapasitas kalor (C) didefinisikan
sebagai kemampuan suatu benda
untuk menerima atau melepas
kalor sehingga dapat menaikkan
atau menurunkan suhu benda
sebesar 1°C atau 1 K.

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

4. Perubahan Wujud Dalam proses perubahan wujud terdapat
dua persamaan energi kalor yaitu kalor
Perubahan wujud benda perubahan suhu dan kalor perubahan
wujud.
dipengaruhi oleh energi kalor. Kalor Perubahan Suhu

Perubahan wujud zat semacam ini Kalor Perubahan Wujud

dinamakan perubahan fisika. Ada 3

jenis wujud benda yaitu cair, padat,

dan gas.

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

Contoh Soal Kalor

Contoh Soal 1 Contoh Soal 2

Besi 0,2 kg dipanaskan sampai suhu Kalorimeter dengan kapasitas kalor 1.000
120°C. Besi lalu dimasukkan ke J/K diisi 100 g air bersuhu 30°C dengan
dalam 100 gram air bersuhu 30°C. kalor jenis 4.200 J/kg K. Selanjutnya, ke
Jika kalor jenis air 4.200 J/kg °C dan dalam calorimeter tersebut dimasukkan
kalor jenis besi 525 J/kg °C, hitung 200 gram besi yang suhunya 80°C (kalor
suhu akhir campuran! jenis besi 500 J/kgK). Berapakah suhu
akhir campuran?
Penyelesaian
Penyelesaian

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

Perpindahan Kalor

Perpindahan Kalor Konduksi
Konveksi
Radiasi

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

B. Perpindahan Kalor

1. Konduksi 2. Konveksi

Konduksi adalah proses perpindahan Konveksi adalah perpindahan kalor yang
kalor tanpa diikuti perpindahan disertai dengan perpindahan partikel-
partikel penghantarnya. partikel penghantarnya.

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

3. Radiasi Energi yang dipancarkan setiap satuan
waktu dengan emisivitas
Radiasi adalah peristiwa perpindahan
kalor dalam bentuk gelombang
elektromagnetik. Gelombang elektro-
magnetik tidak membutuhkan
partikel penghantar untuk merambat.

Laju kalor radiasi

Energi yang dipancarkan setiap
satuan waktu

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

Konduksi Radiasi Konveksi

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

❖ Contoh Soal 1 Perpindahan Kalor

❖ Contoh Soal 2

Pembahasan

Pembahasan

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab


Click to View FlipBook Version