PERANGKAT PEMBELAJARAN
1. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
2. TES HASIL BELAJAR (THB)
3. MATERI AJAR
4. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
5. MEDIA PEMBELAJARAN (POWER POINT)
6.
DOSEN PEMBIMBING
Abdul Salam M., M.Pd.
NIP. 19821206 200812 1 001
OLEH
Nuq Riyangga
1910121210010
Kelas B
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARMASIN
2021
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Sekolah : SMAN 4 Banjarmasin
Mata Pelajaran : Fisika
Kelas/Semester : XI/II
Pokok Bahasan : Teori Kinetik Gas
Alokasi Waktu : 6 × 45 Menit (3 Pertemuan)
A. Kompetensi Inti
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong
royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif, dan pro-aktif sebagai
bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan
kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara
mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
3.6 Memahami teori kinetik gas 3.6.1 Membedakan ciri- ciri gas
dan karakteristik gas pada ruang ideal
tertutup
dan gas real
3.6.2 Menjelaskan hukum Boyle-
Gay
Lusac
3.6.3 Mengklasifikasi hubungan
besaran besaran dalam gas
3.6.4 Menjelaskan faktor-faktor
yang
mempengaruhi energi kinetik
gas
3.6.5 Menjelaskan teori ekipartisi
energi
4.6 Menjelaskan karya yang 4.6.1 Menyajikan hasil presentasi
berkaitan dengan teori kinetik gas dari laporan pemikiran tentang teori
dan makna fisisnya kinetik gas dan makna fisisnya
4.6.3 Menerapkan hubungan antara
volume,tekanan dan suhu gas
dalam ruang tertutup pada
keadaan
tekanan , suhu atau volume
tetap
4.6.4 Melakukan kegiatan eksplorasi
dari
berbagai sumber dalam
menemukan
aplikasi persamaan gas ideal
pada
persoalan fisika sehari har
C. Tujuan Pembelajaran
Setelah proses mencari informasi, menanya, berdiskusi, dan melakukan
pengamatan peserta didik dapat menjelaskan menjelaskan fenomena gas
melalui percobaan berdasarkan hukum Boy-Gay Lussac; menjelaskan
karakteristik gas ideal; menggunakan persamaan umum gasideal;
menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi energi kinetik gas; dan
menggunakan teori kinetik gas untuk memprediksi kecepatan, tekanan,
dan/atau suhu gas; serta menyadari keteraturan alam dan keagungan
pencipta.
D. Materi Pembelajaran
1. Ciri-ciri gas ideal
Faktual
Botol menjadi kempes setelah di masuki air panas
Konseptual
• Gas ideal terdiri dari pertikel yang sangat kecil sehingga ukurannya
diabaikan
• Selalu bergerak dengan peluang sama ke segala arah
• Terdistribusi merata dalam ruang
• Tidak terjadi tumbukan antar partikel tumbukan terjadi antara
partikel dengan dinding ruang secara lenting sempurna
• Tidak terdapat gaya gravitasi dan gaya elektrostatik antar partikel
• Berlaku hukum Newton tentang gerak
2. Hukum Boyle –Gay Lusac
Faktual:
Ban motor menjadi kempes jika lama tidak digunakan
Konseptual:
Setiap suhu di naikkan, maka otomatis tekanan akan mingkat Tekanan
berbandung
terbalik dengan volume, Artinnya setiap benda yang volumenya di
perbesar maka
tekanananya akan semakin mengecil , dan Sebaliknya
3. Teori kinetik gas ideal
Faktual
Konsep gerakan piston dalam mesin
Konseptual
-Tekanan timbul karena gas selalu menumbuk dinding, jika tumbukan
sering atau impuls besar maka tekanan gas besar
-Jika gas dipanaskan akan menambah energi kinetik partikel gas.
Akibatnya kecepatan gas naik, makin kuat menumbuk dinding atau gas
makin sering menumbuk dinding.tekanan gas akan meningkat
-Jika volume diperkecil, jarak tempuh gas memendek, makin sering
menumbuk dinding, tekanan gas meningkat
- Jika gas ditambah, partikel smakin banyak, makin banyak terjadi
tumbukan,
tekanan gas meningkat
4. Teori ekipartisi energi dan energi dalam
Faktual:
Mempresentasikan animasi gerak partikel yang terkurung dalam ruang
tertutup
Konseptual:
Teori ekipartisi energy menjelaskan derajat kebebasan dan kontribusi
energy kitetik terhadap energy dalam (total energy kinetic)
- Gas mono atomic dan diatomic suhu rendah hanya mengelamai
gerak translasi pada berbagai keadaan suhu, sehingga derajat kebebasan 3
- Gas diatomik suhu sedang mengalami gerak translasi dan rotasi
yang menyumbang 5 derajat kebebasan
- Gas diatomik suhu tinggi mengalami gerak translasi, rotasi, dan
vibrasi yang
menyumbang 7 derajat kebebasan
E. Strategi Pembelajaran
Metode Pembelajaran yang digunakan untuk “Teori kinetik Gas” adalah
Diskusi dan Tanya jawab. Untuk memperkuat Pendekatan Ilmiah
(scientific) diterapkan Model Pembelajaran Problem Based Learning.
F. Media/ Alat dan Bahan
Laptop/LCD
G. Kegiataan Pembelajaran
PERTEMUAN PERTAMA (3 JP)
Indikator Pencapaian Kompetensi:
3.6.1 Membedakan ciri- ciri gas ideal dan gas real
3.6.2 Menjelaskan hukum Boyle-Gay Lusac
3.6.3 Mengkalsifikasikan hubungan besaran besaran dalam gas
1. PENDAHULUAN:
- Membuka pelajaran dengan mengucapkan salam dan melakukan
presensi terhadap peserta didik.
- Menyampaikan tujuan pembelajaran berdasarkan KD dan IPK
yang akan dibahas
- Menyampaikan indikator pencapaian kompetensi (3.6.1, 3.6.2,
dan 3.6.3)
- Menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang
akan dilakukan.
- Menyampaikan lingkup dan teknik penilaian yang akan
digunakan
2. Kegiatan Inti
Tahap Pembelajaran Deskripsi Kegiatan Pembelajaran Alokasi
Waktu
Orientasi siswa pada Gurumenyampaikan 5 menit
masalah permasalahan yang berkaitan
dengan gas yang ada di alam,
sebutkan gas apa aja yang ada di
alam? Apakah anda tahu kalau
gas di alam itu tidak ideal?
Siswa diharapkan mampu
menjawab /membayangkan
permasalahna nyata yang
disampaikan guru.
Mengorganisasikan 10 menit
siswa untuk belajar
Guru mengintruksikan siswa
Membimbing
penyelidikan untuk membentuk kelompok
individual maupun
kelompok diskusi. Kemudian
Mengembangkan dan mengntruksikan ke perpustakaan
menyajikan hasil
karya untuk mengerjakan sub materi
tentang sifat gas ideal, mol dan
massa molekul.
Siswa membentuk kelompok
untuk bekerja sama mencari solusi
dari permasalahan. Persmasalahan
dapat diselesaikan menggunakan
buku buku yang ada di
perpustakaaan. Kelompok
ditentukan secara acak.
10 menit
Guru mendorong siswa untuk
mengumpulkan informasi yang
sesuai dengan pemecahan
masalahnya.
Siswa bekerja dalam kelompok
untuk memecahkan permasalahan
yang ada dengan beragam cara
penyelesaian yang dilakukan
dengan diskusi.
Guru mengajak siswa kembali ke 40 menit
kelas kemudian menunjuk
kelompok yang akan
mempresentasikan hasil kerja
kelompoknya. Presentasi
dilakukan dngan cara bergantian
Siswa mematuhi arahan guru
kemudian bergantian
mempresentasikan hasil diskusi
kelompok dan yang lain
memperhatikan kelompok yang
sedang presentasi.
Menganalisis dan ..
Guru mengajak siswa untuk 5 menit
mengevaluasi proses membahas analisa soal pada sub
pemecahan masalah materi tentang sifat gas ideal dan
massa molekul secara bersama
dan guru mengkonfirmasi
terhadap hasil penemuan kerja
kelompok
Siswa memperhatikan hal-hal
yang disampaikan oleh gurudan
ikut mengerjakan bersama
3. PENUTUP:
- Memfasilitasi dalam menemukan kesimpulan tentang sifat gas
ideal dan massa molekul
- Melakukan penilaian untuk mengetahui pencapaian kompetensi
dari IPK 3.6.1 – 3.6.3.
- Memberikan tugas kepada peserta didik
PERTEMUAN KEDUA ( 3 JP)
Indikator Pencapaian Kompetensi:
3.6.4 Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi energi kinetik gas
3.6.5 Menjelaskan teori ekipartisi energi
1. PENDAHULUAN:
- Membuka pelajaran dengan mengucapkan salam dan melakukan
presensi terhadap peserta didik.
- Menyampaikan tujuan pembelajaran berdasarkan IPK.
- Menyampaikan indikator pencapaian kompetensi (3.6.4 dan 3.6.5)
- Menyampaikan garis besar cakupan materi Energi kinetik rata-rata gas
dan kegiatan yang akan dilakukan.
- Menyampaikan lingkup dan teknik penilaian yang akan digunakan.
2. KEGIATAN INTI:
Tahap Pembelajaran Deskripsi Kegiatan Pembelajaran Alokasi
Waktu
Orientasi siswa pada Guru menyampaikan 5 menit
masalah permasalahan yang berkaitan
dengan cara menghitung tekanan
dan energi kinetik dalam teori
kinetik gas , misalnya berapa
tekanan gas maksimal pada ban
kendaraan bermotor atau sepeda
agar dapat kita naiki ?
Siswa diharapkan mampu
membayangkan permaslahan nyata
yang disampaikan guru
Mengorganisasikan Guru mengintruksikan siswa untuk 10 menit
siswa untuk belajar membentuk kelompok diskusi.
Membimbing Siswa membentuk kelompok
penyelidikan untuk bekerja sama mencari solusi
individual maupun dari permasalahan.
kelompok
Guru mendorong siswa untuk 10 menit
Mengembangkan dan
menyajikan hasil mengumpulkan informasi yang
karya
sesuai dengan pemecahan
masalahnya.
Siswa bekerja dalam kelompok
untuk memecahkan
permasalahan yang ada dengan
beragam cara penyelesaian yang
dilakukan dengan diskusi.
Guru menunjuk kelompok yang 40 menit
akan mempresentasikan hasil
kerja kelompoknya. Presentasi
dilakukan dngan cara
bergantian
Siswa mematuhi arahan guru
kemudian bergantian
mempresentasikan hasil diskusi
kelompok dan yang lain
memperhatikan kelompok yang
sedang presentasi.
Menganalisis dan Guru mengajak siswa untuk 5 menit
mengevaluasi proses
pemecahan masalah membahas analisa soal pada sub
materi tentang faktor-faktor
yang mempengaruhi energi
kinetik gas secara bersama dan
guru mengkonfirmasi terhadap
hasil penemuan kerja kelompok
Siswa memperhatikan hal-hal
yang disampaikan oleh guru
dan ikut mengerjakan bersama
3. PENUTUP:
- Memfasilitasi dalam menemukan kesimpulan tentang faktor-faktor
yang
Mempengaruhi energi kinetik gas
-Melakukan penilaian untuk mengetahui pencapaian kompetensi dari
IPK 3.6.4 – 3.6.5.
H. Penilaian Hasil Belajar
LP 1. Sikap Spiritual
LP 2. Sikap Sosial
LP 3. Sikap Pengetahuan
LP 4. Keterampilan
I. Sumber Pembelajaran
- Buku Fisika:
Bambang Haryadi. 2009. Fisika Untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta:
Pusat Perbukuan Kemdiknas.
Marthen Kanginan.2007. Fisika Untuk SMA/MA Kelas XI.
Jakarta:Erlangga
DAFTAR PUSTAKA
Bambang Haryadi. 2009. Fisika Untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta:
Pusat Perbukuan Kemdiknas.
Marthen Kanginan.2007. Fisika Untuk SMA/MA Kelas XI.
Jakarta:Erlangga
TES HASIL BELAJAR
(THB)
1. “Setiap suhu di naikkan, maka otomatis tekanan akan meniingkat Tekanan
berbanding terbalik dengan volume, Artinya setiap benda yang volumenya
di perbesar maka tekananannya akan semakin mengecil, dan Sebaliknya”,
hal ini merupakan bunyi dari hukum? Dan berikan contoh pada kehidupan
sehari-hari
2. Menyebutkan ciri-ciri gas ideal dan contoh dalam kehidupan sehari-hari
3. Gas oksigen (mr = 32) berada dalam tabung yang volumenya 8,314 liter
dan bertekanan 2 atm (1 atm = 105 Pa) jika suhu gas saat itu 47⁰C, maka
massa gas yang tertampung dalam tabung adalah … gram (R = 8,314
J/mol K)
4. Suhu gas nitrogen pada saat kelajuan rms-nya (root mean square) sama
dengan V1 adalah 300 K. Jika kelajuan rms gas nitrogen diperbesar
menjadi dua kali dari V1, maka suhu gas nitrogen tersebut berubah menjadi
….
Kunci Jawaban
1. Hukum Boyle –Gay Lusac. Contohnya : Ban motor menjadi kempes jika
lama tidak digunakan. (C3 : 25 poin )
2. • Gas ideal terdiri dari pertikel yang sangat kecil sehingga ukurannya
diabaikan
• Selalu bergerak dengan peluang sama ke segala arah
• Terdistribusi merata dalam ruang
• Tidak terjadi tumbukan antar partikel tumbukan terjadi antara partikel
dengan dinding ruang secara lenting sempurna
• Tidak terdapat gaya gravitasi dan gaya elektrostatik antar partikel
• Berlaku hukum Newton tentang gerak (C1 : 10 poin)
3. Menghitung massa gas (m) yang tertampung dalam tabung :
. = . .
. = . .
2 × 10 5. 8,314 × = . 8,314.320
10−3 32
2 × 102 = × 10
(C3 : 25 poin) 2 × 102
4. 2 = 1 = 10 = 20
(C4 : 40 poin) 1 = √3 0 1
Total poin : 100 2 √3 0 2
1 = √ 12
2
1 = 300
2 1 √ 2
1 300
4 = 2
2 = 300 × 4 = 1.200
MATERI AJAR
A.Hukum-Hukum Yang Mendasari Teori Kinetik Gas
1. Hukum Boyle
Robert Boyle (1627 – 1691) melakukan percobaan untuk menyelidiki
hubungan tekanan dengan volume gas dalam suatu wadah tertutup pada
suhu konstan.
Hubungan tersebut pertama kali dinyatakan pada tahun 1666, yang
dikenal sebagai hukum Boyle, yang berbunyi: “jika suhu gas yang
berada dalam bejana tertutup dijaga konstan, maka tekanan gas
berbanding terbalik dengan volumenya”. Secara matematis, pernyataan
diatas dapat ditulis sebagai berikut:
PV = konstan P1V1 = P2V2
Di mana
P = tekanan (N/m2 = Pa)
V = volume (m3)
dengan:
P 1 = tekanan gas pada keadaan 1 (N/m 2 )
V 1 = volume gas pada keadaan 1 (m 3 )
P 2 = tekanan gas pada keadaan 2 (N/m 2 )
V 2 = volume gas pada keadaan 2 (m 3 )
Tabel di bawah menunjukkan tekanan dan volume data untuk mencari
tetapan jumlah gas pada suhu konstan. Kolom ketiga merupakan nilai
konstanta (k) untuk data ini dan selalu sama dengan tekanan dikalikan
dengan volume. Saat salah satu variabel mengalami perubahan,
perubahan lain sedemikian rupa sehingga hasil dari P . V selalu tetap
sama. Dalam kasus ini, konstantanya yaitu 500 atm · ml.
Tekanan Volume (mL) P x V= K
(atm) (atm.ml)
1000 500
0,5 800 500
0,625 500 500
1,0
2,0 250 500
5,0 100 500
8,0 62,5 500
10,0 50 500
Gambar 1. Grafik Hubungan P – V Pada T Konstan
Hubungan antara tekanan dan volume gas pada suhu konstan dapat
dilukiskan dengan grafik seperti yang tampak pada Gambar 1
disamping. Grafik tersebut menunjukkan bahwa pada saat
volumenya bertambah, tekanan gas akan berkurang. Proses pada
suhu konstan disebut proses isotermis.
Contoh Penerapan Hukum Boyle Pada Kehidupan Sehari-Hari
a. Cat Semprot
Kita tahu bahwa sebelum Kita semprot kaleng, kita harus
mengkocok beberapa saat untuk mencampur dua bagian yang ada di
dalam kaleng, yang kemudian akan terdengar bantalan bola bergetar
dibagian dalam kaleng. Ada 2 zat yang tinggal di dalam kaleng,
salah satunya adalah cat, yang lainnya adalah gas yang memiliki
tekanan tinggi, yang berada dalam keadaan cair. Gas cair ini ini
memiliki titik didih jauh di bawah suhu kamar. Kaleng ditutup rapat
yang akan mencegah gas ini tidak mendidih dan berubah menjadi
bentuk gas. Artinya, sampai kita menekan nosel. Saat nosel ditekan,
dan penutup terbuka, sekarang ada jalan keluar untuk gas. Gas cair
yang ada di dalam kaleng langsung mendidih dan mengembang
menjadi gas dan mendorong keluar bersama dengan cat yang
mencoba untuk melepaskan diri dari tekanan tinggi ke udara luar
yang memiliki tekanan lebih rendah. Proses ini akan memaksa cat
juga ikut tersembur keluar dari nosel.
b. Jarum Suntik
Jauh lebih sederhana daripada kaleng cat semprot. Jarum suntik
semuanya memanfaatkan Hukum Boyle pada tingkat yang sangat
dasar. Ketika kita menarik batang penutup pada jarum suntik itu
menyebabkan volume dalam ruangan meningkat. Seperti yang kita
ketahui, ini menyebabkan tekanan melakukan hal yang sebaliknya,
yang menciptakan ruang vakum dengan tekanan rendah di banding
tekanan atmosfer. Kemudian cairan yang tersedia di sisi lain dari
jarum seperti darah, akan tersedot ke dalam ruang dalam jarum
suntik, yang kemudian mengurangi volume dan meningkatkan
tekanan kembali di tempat itu.
c. Kaleng Soda
Biasanya Kita pernah mengambil sebotol soda, perlahan-lahan
memutar tutup memungkinkan udara untuk secara bertahap
melepaskan diri sebelum melepas tutup. Kita melakukan ini karena
telah belajar dari waktu ke waktu bahwa jika membuka tutup terlalu
cepat menyebabkan semburan isi kaleng soda di sekitar Anda.
Peristiwa ini disebabkan udara penuh karbon dioksida (karbonasi)
terpompa yang menyebabkan gelembung CO2 cepat keluar.
2. Hukum Charles
Jacques Charles (1746 – 1823) menyelidiki hubungan volume
dengan suhu dalam suatu wadah tertutup pada tekanan konstan, yang
berbunyi: ” jika tekanan gas yang berada dalam bejana tertutup
(tidak bocor) dijaga tetap, maka volume gas sebanding dengan
suhu mutlaknya”. Secara matematis pernyataan diatas dapat ditulis
sebagai berikut:
= = 1 = 2
1 2
Di mana:
V :Volume (m3) T : Suhu mutlak (K)
dengan:
V 1 = volume gas pada keadaan 1 (m 3 )
T 1 = suhu mutlak gas pada keadaan 1 (K)
V 2 = volume gas pada keadaan 2 (m 3 )
T 2 = suhu mutlak gas pada keadaan 2 (K)
3. Hukum Gay-Lussac
Joseph Gay Lussac (1778-1805) menyelidiki hubungan suhu dengan
tekanan dalam suatu wadah tertutup pada volume konstan yang
berbunyi: “ jika volume gas yang berada dalam bejana tertutup
dijaga konstan, maka tekanan gas sebanding dengan suhu
mutlaknya”. Secara matematis pernyataan di atas dapat ditulis
sebagai berikut:
1 = 2
= 1 2
dengan:
P 1 = tekanan gas pada keadaan 1 (N/m 2 )
T 1 = suhu mutlak gas pada keadaan 1 (K)
P 2 = tekanan gas pada keadaan 2 (N/m 2 )
T 2 = suhu mutlak gas pada keadaan 2 (K)
Gambar 2. Grafik Hubungan P – T Pada V
Konstan
Hubungan antara tekanan dan suhu gas pada volume konstan dapat
dilukiskan dengan grafik seperti yang tampak pada Gambar 2 di atas.
Proses yang terjadi pada volume konstan disebut proses isokhoris.
4. Hukum Boyle–Gay Lussac
Persamaan hukum Boyle – Gay Lussac merupakan gabungan dari
ketiga hukum
diatas dimana:
1 1 = 2 2
1 2
Persamaan ini dikenal dengan persamaan Boyle-Gay Lussac.
Persamaan ini sebaiknya
digunakan untuk menyelesaikan soal-soal suatu gas yang jumlahnya
tetap (massanya tetap)
yang mengalami dua keadaan (keadaan 1 dan keadaan 2). Massa
suatu gas adalah tetap jika
ditaruh dalam wadah yang tidak bocor.
Jika suhu T tetap, dihasilkan Pv = tetap; jika tekanan P tetap,
dihasilkan tetap.
untuk percobaan gas ideal dalam bejana tertutup (tidak ada
kebocoran) sehingga massa gas tetap selama percobaan. Jika massa
atau mol gas diubah,
misal kita menggandakan mol gas n, dengan menjaga tekanan dan
suhu tetap, ternyata hasil
volum V yang ganda (lipat dua) juga. karena itu, boleh ditulis
bilangan tetap diruas kanan
persamaan (6.4) dengan nR, dengan R diperoleh dari percobaan, dan
diperoleh persamaan
umum gas ideal :
pV = nRT
Dengan
P : tekanan (Pa atau atm) dengan 1 atm = 1 x 105 Pa
T : suhu (K)
R : konstanta umum gas : 8314 J kmol-1 K-1
V : volume (m3)
5. Persamaan Umum Gas Ideal
Sebelum membahas lebih lanjut mengenai persamaanumum gas
ideal, kita akan mendefinisikan dahulubeberapa istilah kimia yang
berkaitan dengan gas ideal.
a. Massa atom relatif (Ar), adalah perbandingan massa rata-rata
sebuah atom suatu unsur terhadap 1/12 kalimassa sebuah atom 12 C .
Harga massa atom relative bukanlah massa yang sebenarnya dari
suatu atom,tetapi hanya merupakan harga perbandingan.
Contoh:
Ar H = 1
Ar Ne = 20
Ar Ar = 4Massa molekul relatif (Mr), adalah jumlah keseluruhan
massa atom relatif (Ar) unsur-unsur penyusun senyawa.
b. Mol (n), adalah satuan banyaknya partikel yang besarnya
merupakan hasil bagi massa suatu unsur (senyawa) dengan massa
relatifnya (Ar atau Mr).
= ( )
c. Bilangan Avogadro, adalah bilangan yang menyatakanjumlah
partikel dalam satu mol.
partikel/molNA = 6,023x1023
N = n NA
N adalah jumlah total partikel.
Hukum-hukum tentang gas dari Boyle, Charles, GayLussac, dan
Boyle-Gay Lussac diperoleh dengan menjagasatu atau lebih variabel
dalam keadaan konstan untukmengetahui akibat dari perubahan satu
variabel.Berdasarkan Hukum Boyle–Gay Lussac diperoleh:
= konstan atau PV = k.
Apabila jumlah partikel berubah, maka volume gas juga akan
berubah. Hal ini berarti bahwa harga PV/T= tetap.bergantung pada
banyaknya partikel (N ) yangterkandung dalam gas. Persamaan di
atas dapat dituliskan:
P.V = N.k.T ........................................ (i)
k= konstanta Boltzmann, (k = 1,3810-23 J/K)
Karena N = n.NA, maka:
P.V = n.N A.k.T .................................... (ii)
NA.k = R, yang merupakan konstanta gas umum yangbesarnya sama
untuk semua gas, maka persamaan (ii) menjadi:
P.V = n.R.T
dengan:
P = tekanan gas (N/m2)
V = volume gas (m3)
n = jumlah mol
T = suhu mutlak (K)
R = konstanta gas umum (J/mol.K)
R = 8,31 J/mol.K = 0,082 L.atm/mol.K
Persamaan di atas adalah persamaan umum gas ideal.