KARTINI FONDS Fellycia Tikta Ulan Sari 2 7 J u n i 1 9 1 3
Kata Pengantar Puja dan puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat serta hidayah-Nya sehingga buku Kartini Fonds dapat kami persembahkan. Dalam buku ini Organisasi Kartini Fonds telah berkontribusi dalam pemberdayaan perempuan di Indonesia dan pemberdayaan perempuan yang menjadi hal penting dari sejarah Bangsa Indonesia. Dalam bahan ajar ini, akan mempelajari tentang biografi pemikiran R.A Kartini, berbagai aspek organisasi Kartini Fonds mulai dari sejarah pendiriannya, program-program yang telah dijalankan hingga faktor yang melatar belakangi berdirinya Organisasi Kartini Fonds. Serta kita akan mengenal berbagai tokoh penting dalam organisasi ini dan bagaimana mereka berjuang untuk para perempuan pribumi di Hindia-Belanda. Semoga dengan bahan ajar ini, kita semua dapat menghargai dan memperkuat tekad untuk mendukung pemberdayaan perempuan di Indonesia. Mari kita selalu berjuang untuk kemajuan bangsa Indonesia melalui pendidikan. Malang, 1 Mei 2024 Penulis i
KATA PENGANTAR ............................................................................. i DAFTAR ISI .......................................................................................... ii DAFTAR GAMBAR ............................................................................... iii PETA KONSEP ..................................................................................... iv PENDAHULUAN ................................................................................. 1 A. Identitas Bahan Ajar ..................................................................... 1 B. Tujuan Pembelajaran ................................................................... 1 C. Petunjuk Penggunaan Bahan Ajar .............................................. 1 BAB I R.A Kartini ................................................................................ 2 A. Uraian Materi ................................................................................ 2 1. R.A Kartini ................................................................................... 2 BAB II Organisasi Kartini Fonds ....................................................... 6 A. Uraian Materi ................................................................................ 6 1.Sejarah terbentuknya Organisasi Kartini Fonds ..................... 6 GLOSARIUM ....................................................................................... 9 DAFTAR PUSTAKA ............................................................................. 10 DAFTAR ISI ii
DAFTAR GAMBAR Gambar 1 R.M. Sosroningrat ................................................... 2 Gambar 2 R. A Kartini ............................................................... 3 Gambar 3 Kartini School .......................................................... 5 Gambar 4 C. Th. Van Deventer ................................................ 6 iii
PETA KONSEP iv
C. Petunjuk Penggunaan Bahan Ajar Bacalah bahan ajar ini dengan seksama PENDAHULUAN A. Identitas Bahan Ajar Mata Pelajaran : Sejarah Indonesia Kelas : XI Alokasi Waktu : 2 X 45 Menit Judul : Organisasi Perempuan Kartini Fonds B. Tujuan Pembelajaran Setelah tuntas membaca dan mempelajari materi pada bahan ajar ini. peserta didik diharapkan mampu berfikir kritis dan kreatif untuk dapat menganalisis peran Organisasi Kartini Fonds dalam memajukan pendidikan bagi kaum perempuan di Indonesia 1 Ikuti petunjuk kegiatan pada bahan ajar ini Buatlah catatan atau point-point penting dari hasil membaca Diskusikan dengan teman-teman dari hasil membaca tersebut Jika memiliki pertanyaan atau kesulitan dalam memahami materi jangan ragu untuk bertanya kepada guru
Raden Adjeng Kartini, seorang tokoh penting dalam sejarah Indonesia, lahir pada tanggal 21 April 1879 di wilayah Karesidenan Jepara. Beliau merupakan anak dari pasangan R.M. Sosroningrat dan Mas Ajeng Ngasirah.R. M Sosroningrat atau Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat merupakan seorang Bupati Jepara pada tahun 1880. Sebagai keturunan keluarga bangsawan Jawa, Kartini beruntung mendapatkan kesempatan untuk mengenyam pendidikan. Pendidikan yang diterima oleh Kartini tidak hanya membentuknya menjadi perempuan yang haus akan ilmu, tetapi juga membentuknya menjadi seorang pemikir yang maju. Kartini dikenal karena perjuangannya dalam memperjuangkan hak-hak perempuan, khususnya hak pendidikan. Ia merupakan simbol emansipasi wanita dan pergerakan wanita di Indonesia (Dewi, 2023). BAB I R.A Kartini Tahukah kamu apa hubungan R. A Kartini dengan Organisasi Kartini Fonds 2
Pendidikan yang didapatkan oleh Kartini mampu membentuknya mnejadi perempuan yang cerdas, peduli, dan berani. Semasa kecilnya, Kartini sangat lincag sehingga ia kerap dipanggil dengan sebutan “Trinil”. Kartini bahkan menguasai Bahasa Belanda. Hal tersebut membuktikan bahwa kecerdasan Kartini tidak mampu diragukan. Kartini merupakan seorang perempuan yang mempunyai keinginan besar dan semangat tinggi utuk memajukan pendidikan bagi kaum perempuan (Indriani, 2022). Karti mempunyai jiwa sosial sejak masa sekolah yang mana ia sering kali diajak oleh ayahnya berkeliling untuk mengetahui secara dekat keberlangsungan hidup rakyar yang serba kekurangan. Kartini memiliki semangat juang yang dapat dikatakan jarang ditemukan dalam lingkup kaum perempyan seusianya. Keberanianna sebagai tokoh emansipasi perempuan patut diacungi jempol. Ia merupakan pejuang yang cerdas sejak kecil. Kartini turut prihatin terhadap nkondisi kaum perempuan di masa laalu. Sebagai bangsawan, ia tidak mengenal kata sombong. Hal ini dikarenakan yang ia kenal sematamata sikap sosial terhadap sesame makhluk hidup. 3
Prasangka negative terhaadap kaum perempuan tidak ia miliki dalam dirinya. Justru, yang ia miiki yakni sikap positivismyang memandang bahwa perempuan tentu akan merasakan kebebasan melalui perjuangan yang akan ia usahakan dengan sekuat tenaga yang ia punyai (Hermawan, 2021). Hal apapun dilakukan oleh Kartini asalkan positif untuk menunjang kebebasan kaum perempuan dan mendorong peningkatan kemampuan kaum perempuan akan beliau usahakan dengan gigih. Semangatnya tidak pernah ssurut sedikit pun, hal tersebut karena ada kobaran api kegigihan demi memperjuangkan martabat perempuan pada dirinya. Melalui semangat perjuangan demi memajukan kaum perempuan untuk memperoleh hak-haknya khususnya pada bidang pendidikan. Kartini gigij melakukan usaha-usaha yang ia lakukan dengan ketekunannya. Sosok Kartini selain dikenal dengan kegigihannya , ia juga peduli akan nasib-nasib kaum perempuan yang tidak mampu merasakan bangku sekolah karena masa lalu perempuan itu pekerjaannya hanya di dapur, sumur, dan Kasur. Perjuangan Kartini tak gentar dan pantang menyerah ia mendirikan sekolah untuk meningkatkan keterampilan kaum perempuan. 4
Sekolah yang didirikan oleh Kartini tepatnya berada di Jepara diberi nama Sekolah Gadis pada tahun 1930. Sekolahnya mulai terbengkai sejak Kartini berkeluarga dan tinggal di Rembang. Kartini merupakan pejuang emansipasi perrempuan yang layak mendapatkan penghargaan. Ia merupakan tokoh yang memperjuangkan kesetaraan gender perempuan dan laki-laki. Dimata Kartini perempuan bukanlah barang yang tak ternilai. Perempuan juga manusia seperti laki-laki yang butuh dimanusiakan namun, sering kali kedudukan perempuan dinilai tak berarti. Oleh sebab itu, perjuangan Kartini yang gigih dan berani mampu menginspirasi khalayak umum. 5
Kesempatan mendapatkan pendidikan bagi perempuan pada masa kolonial tidak terbuka seperti pada saat ini. Artinya, pendidikan bagi perempuan masih minim diterima. Hal tersebut lantaran hanya golongan bangswan yang dapat menempuh pendidikan pada masa itu. Ditambah pendidikan pada masa colonial masih bersifat diskriminatif. Dengan kata lain, pendidikan pada masa kolonial hanya diperuntukan untuk kalangan bangsawan saja dan laki-laki diutamakan dalam memperoleh pendidikan (Ohorella, 1992). Kartini Fonds didirikan oleh C. Th. Van Deventer di Den Haag Belanda pada tahun 1912 yang merupakan sebuah perkumpulan. Pendiri sekolah ini Van Deventer merupakan tokoh politik etis. Politik etis merupakan haluan politik yang berjalan dari tahun 1900-1942 atau tepatnya berjalan pada masa pemerintahan Hindia Belanda (Dewi, 2023). BAB II Organisasi Kartini Fonds 6 Facts Tahukah siapa C. Th. Van Deventer itu?
Pendidikan bagi kaum perempuan tidak pernah mendapatkan tempat prioritas dari pemerintah karena penyebabnya dari para penjabat colonial yang skeptic. Padahal, sosok Kartini sangat mendambakan pendidikan bagi perempuan terkhusus kaum perempuan Jawa. Kartini berupaya agar perempuan dapat dipandang layak dalam menerima pendidiikan. Maka, Kartini tidak hentinya berupaya agar perempuan memperoleh kesempatan yang sama di bidang pendidikan. Melalui Abendanon yang menerbitkan surat-surat Kartini yang berjudl “Habis Gelap Terbitlah Terang”, ide dan gagasan mengenai pendidikan bagi perempuan mendapat sorotan dari sejumlah organisasi non-pemerintah. 7 Salah satu usaha yang dilakukan Kartini dalam memperjuangkan hak pendidikan bagi perempuan di Jawa tahun 1903, Kartini mendirikan sekolah yang bernama Sekolah Kartini. Kartini berkeinginan agar perempuan memiliki kecakapan yang baik dengan adanya pendidikan. Sekolah Kartini dibuka oleh Kartini dan Rukmini di Jepara yang mana hanya terdapat 9 siswa pada awalnya namun, kian lama makin bertambah. Sekolah tersebut juga berfokus pada pengembangan pendidikan budi pekerti perempuan.
Sesudah Kartini menikah, akhirnya di Rembang jua didirikan Sekolah Kartini. Tetapi, kurangnya dana finansial yang mendorong akhirnya sekolah tersebut dibubarkan. Kartini wafat pada tahun 1904. Kemudian diadakan kegiatan pengumpulan dana yang kini dikenal dengan Kartini Fonds (Dana Kartini) yang mana atas usaha Van Deventer nantinya akan dimanfaatkan untuk membangun Sekolah Kartini (Karlina, 2020). Latar belakang lahirnya Kartini Fonds berawal dari rasa kekaguman Van Deventer terhadap Kartini yang mana mampu menyatukan dirinya pada kebudayaan Timur dan Barat. Hal tersebut yang mendorong ia berusaha mendirikan Sekolah Kartini di beberapa tempat agar perempuan khususnya di Jawa mendapatkan fasilitas pendidikan. 8 Simaklah materi video online Kartini Fonds:
GLOSARIUM Keresidenan : pembagian daerah administratif menjadi ke dalam sebuah provinsi Emansipasi Wanita : gerakan untuk memperjuangkan hakhak wanita Kartini Fonds : organisasi pergerakan perempuan pada masa pra kemerdekaan yang didirikan pada tahun 1912 Politik Etis (Politik Balas Budi) : haluan politik yang berjalan dari tahun 1900-1942 dengan tujuan pertanggung jawaban pemerintah Kolonial Belanda kepada pribumi 9
DAFTAR PUSTAKA Dewi, R. U. (2023). KARTINI FONDS SEBAGAI WADAH DALAM MENDUKUNG PENDIDIKAN BAGI PEREMPUAN. Krinok: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sejarah, 2(3), 73-81. Hermawan, A., Purnomo, B., & Wahyuni, A. (2021). Kesetaraan Gender pada Abad XIX di Indonesia dalam Karya RA Kartini. SWADESI: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah, 2(1), 50-58. Indriani, L. D. (2022). Kartini yang Tersembunyi: Membaca Pergeseran Emansipasi Kartini. Stiletto Book. Karlina, H. (2020). Pemikiran Pendidikan dan Perjuangan Raden Ayu Kartini Untuk Perempuan Indonesia. Jurnal Humanitas, 7(1), 35-44. Ohorella, G. A., Sutjiatiningsih, S., & Ibrahim, M. (1992). Peranan wanita Indonesia dalam masa pengerakan nasional. Direktorat Jenderal Kebudayaan. 10