1
BAHAN AJAR TEKS ANEKDOT
KD 4.6 Menciptakan kembali teks anekdot dengan memerhatikan
struktur, dan kebahasaan baik lisan maupun tulis
Oleh,
ABDUL KHODIR ZAELANI
PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA BARAT
DINAS PENDIDIKAN
CABANG DINAS PENDIDIKAN WILAYAH IX
SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 BONGAS
Terakreditasi A (Unggul)
Jalan Raya Desa Bongas Kecamatan Bongas, Telp (0234) 5613423
Website : www.sman1bongas.sch.ide-mail : [email protected]
INDRAMAYU -4525
2
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan
karunia-Nya, bahan ajar ini dapat diselesaikan dengan baik. Bahan ajar ini terkait dengan materi
pembelajaranan yang akan dipelajari, yaitu keterampilan menulis teks anekdot mata pelajaran
bahasa Indonesia, kelas X. Penulis sangat berharap modul ini dapat berguna dalam rangka
menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai pempembelajaranan Bahasa Indonesia.
Lebih karena itu, penulis berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan bahan ajar
yang telah penulis buat di masa yang akan datang. Semoga bahan ajar sederhana ini dapat
digunakan dan dipahami dengan baik dan jelas.
Indramayu, 20 Oktober 2020
Penyusun
Abdul Khodir Zaelani
3
DAFTAR ISI
Kata Pengantar................................................................................................................... 2
Daftar isi…………………………........................................................………………….. 3
1. Langkah-Langkah Menulis Teks Anekdot................................................................... 4
2. Struktur Teks Anekdot................................................................................................. 5
3. Kebahasaan Teks Anekdot........................................................................................... 6
4.
5. Kumpulan Gambar Karikatur Sindan ............................................................………..
Daftar Pustaka ............................................................................................................. 11
4
1. Langkah-langkah Menulis Teks Anekdot
Langkah-langkah menulis teks anekdot sebagai berikut.
1. Menentukan topik
Topik adalah ide cerita atau gagasan cerita atau dasar cerita atau apa yang akan diceritakan.
Contoh: Orang miskin yang mencuri
2. Mencari bahan referensi
Bahan yang diperoleh bisa berupa buku/majalah/koran/internet, observasi, dan imajinasi.
3. Menentukan pesan yang akan disampaikan atau sindiran yang akan disampaikan Pesan
yang akan disampaikan bisa tersirat (implisit) maupun tersurat (eksplisit).
Contoh: Katakanlah hal kebenaran
Perhatikan kehidupan orang miskin
Kesenangan sesaat akan menghancurkan masa depan
4. Menentukan unsur lucu/konyol/jengkel
Contoh: Ibu yang memuji tindakan anak yang salah.
5. Menentukan alur cerita berdasarkan struktur teks anekdot
Contoh
Abstraksi : Di sebuah desa, tinggallah seorang ibu dan anaknya.
Orientasi : Keluarga itu sangat miskin. Mereka kelaparan.
krisis : Ibu memuji tindakan Hasan (mencuri).
Reaksi : Hasan babak belur dihajar massa.
Koda :Ibunya menangis.
6. Mengembangkan teks anekdot
Contoh
Abstraksi
Di sebuah desa, hiduplah seorang janda dengan anaknya. Hari ini tidak ada kepulan
asap di dapur.
Orientasi
Hasan sangat lapar.Ia pun pergi dari rumah, siapa tahu ada orang yang berbelas
kasihan terhadapnya dengan memberi makan kapadanya. Tapi tak seorang pun yang belas
kasih kepadanya.
Krisis
Akhirnya Hasan punya akal panjang yaitu mencuri buah durian milik tetangga yang
kikir itu.Dia pulang ke rumah membawa sebuah durian.Ibunya pun senang melihat
5
kedatangan Hasan yang membawa makanan.Ibunya pun memuji tindakan Hasan.“Lain kali
lebih banyak, ya, Nak! Tidak hanya satu!“ kata ibunya dengan polos.
Reaksi
Waktu terus berjalan, tapi tetap tak ada sesuatu yang bisa dimasak oleh Ibu
Hasan.Hasan teringat buah durian.Hasan pun pergi ke kebun.Diambilnya dua buah
durian.Tapi naas bagi Hasan, warga sudah menghadangnya. Hasan dihakimi oleh massa.
“Ini bukan keinginan saya, tapi keinginan ibuku.”Hasan menjerit kesakitan.Ibunya
hanya diam.
“Bagaimana warga, apakah kita lanjutkan hukuman ini?” kata kepala kampung.
“Lanjut, hajar dia, sampai dia kapok!” seru warga
Ibunya hanya bisa melihat anak yang malang itu dihakimi massa.
Koda
Setelah warga selesai melampiaskan amarah dan meninggalkannya, ibunya datang
memeluknya. Tapi Hasan malah memukul ibunya. Ibunya jatuh tersungkur di tanah.
“Kenapa ibu dulu tidak memarahiku ketika aku mencuri pertama kali?” tanya Hasan.
2. Struktur Teks Anekdot
struktur Teks Anekdot Abstrak
Orientasi
Krisis
Reaksi
Koda
Berdasarkan keterangan di atas dapat kita simpulkan bahwa penjelasan struktur teks
anekdot terdiri atas lima bagian, yaitu:
1. Abstrak, yaitu bagian awal teks anekdot yang berfungsi memberikan gambaran tentang isi
teks. Biasanya bagian ini menunjukkan hal unik yang akan ada di dalam teks. Abstrak dapat
disebut sebagai tahap pembukaan.
6
2. Orientasi, yaitu bagian tes yang menunjukkan awal kejadian cerita atau latar belakang suatu
peristiwa terjadi. Biasanya penulis bercerita dengan detil di bagian ini. Orientasi ini
berfungsi untuk membangun teks.
3. Krisis, yaitu bagian teks yang menunjukkan hal atau masalah yang unik dan tidak biasa yang
terjadi pada penulis atau orang yang diceritakan. Krisis dimaknai sebagai saat terjadinya
ketidakpuasan atau kejanggalan.
4. Reaksi, yaitu bagian teks yang menerangkan cara penulis atau orang yang diceritakan dalam
menyelesaikan masalah yang yang timbul di bagian krisis. Reaksi itu berkenaan dengan
tanggapan.
5. Koda, yaitu bagian akhir dari cerita unik tersebut yang menjelaskan simpulan tentang
kejadian yang diceritakan oleh penulis. Koda sama dengan penutup.
3. Kaidah Kebahasaan Teks Anekdot
Menurut Kosasih (2017, hlm. 9) Anekdot tergolong ke dalam teks bergenre cerita.
Berdasarkan hal tersebut, secara kebahasaan anekdot memiliki karakteristik sebagai berikut.
1) Banyak menggunakan kalimat langsung ataupun tidak langsung.
2) Menggunakan nama tokoh orang ketiga tunggal, baik dengan menyebutkan langsung
nama tokoh faktual atau tokoh yang disamarkan.
3) Banyak menggunakan keterangan waktu. Hal ini terkait dengan bentuk anekdot yang
berupa cerita, disajikan secara kronologis atau mengikuti urutan waktu.
4) Menggunakan kata kerja material, yaitu kata yang menunjukkan suatu aktivitas. Hal ini
terkait dengan tindakan para tokohnya dan alur yang membentuk rangkaian peristiwa
ataupun suatu kegiatan yang menyangkut ceritanya.
5) Banyak menggunakan kata penghubung atau konjungsi yang bermakna kronologis
(keterangan waktu), seperti: kemudian, akhirnya, lalu.
6) Banyak pula menggunakan konjungsi penerang atau penjelas, seperti: bahwa, ialah,
sebab. Hal ini berkaitan langsung dengan dialog dari para tokohnya yang diubah dari
bentuk langsung ke kalimat tak langsung.
Sementara itu, Tim Kemdikbud (2017, hlm.95) mengutarakan bahwa unsur kebahasaan
khas sebagai berikut:
1) Menggunakan kalimat yang menyatakan peristiwa masa lalu.
2) Banyak menggunakan kalimat bergaya retoris atau kalimat pertanyaan yang tidak
membutuhkan jawaban.
3) Menggunakan konjungsi atau kata penghubung yang menyatakan hubungan waktu
(kronologis) seperti: akhirnya, kemudian, lalu.
4) Menggunakan kata kerja aksi seperti: menulis, membaca, dan berjalan.
5) Menggunakan kalimat perintah atau imperative sentence.
7
6) Menggunakan kalimat seru, khusus untuk anekdot yang disajikan dalam bentuk dialog,
penggunaan kalimat langsung sangat dominan.
4. Jenis Jenis Pola Penyajian Teks Anekdot
Luxembrug dkk (1992:160), mengemukakan bahwa jenis-jenis teks anekdot sebagai
berikut.
1) Artikel Anekdot
artikel bisa berbentuk format naratif yang mana dalam ceritanya memiliki kejelasan tokoh,
alur, peristiwa, dan latar.
2) Cerpen Anekdot
anekdot berupa cerpen biasanya hanya menceritakan sesuatu hal yang lugas, sehingga
ceritanya tersebut tidak berbelit-belit, sehingga pembaca dapat lebih mudah untuk memahami
lelucon dan sindiran dari teks tersebut.
3) Teks Dialog Anekdot
teks dialog adalah sarana primer dari teks anekdot. Mengapa? Karena teks dialog merupakan
situasi bahasa utama untuk menyampaikan lelucon. Sehingga, teks dialog anekdot sangatlah
memungkinkan untuk dibuat.
5. Gambar Karikatur
Kumpulan gambar anekdot beserta penjelasannya - Keberadaan contoh teks anekdot di
medsos maka Anda para penikmat sosmed akan terhibur dengan kreatifitasnya merancang
gambar teks anekdot yang amat menghibur semua penikmat media sosial yang tengah galau.
Dengan mempunyai Kumpulan Gambar Anekdot Beserta Penjelasannya bagus dan nyaman buat
desain layar hp Android kalian, pastinya Anda dapat merasa senang waktu sedang memainkan
smartphone kamu. Namun bisa lain jadinya kalau kamu cuma mempunyai contoh teks anekdot
yang cuma begitu saja.
Bermacam Kumpulan Gambar Anekdot Beserta Penjelasannya keren tahun ini, untuk
Anda yang gemar kirim gambar di media social misalnya di FB, Line, W.A serta media sosial
serta lainnya disini terdapat berbagai kumpulan foto teks anekdot paling seru serta konyol yang
kita peroleh dari berbagai blog serta terus update khusus buat pengunjung di website ini, yang
pastinya siapa saja yang melihatnya akan senang.
8
Kumpulan Gambar Karikatur
9
10
11
DAFTAR PUSTAKA
Kosasih, E. 2013. Cerdas Berbahasa Indonesia untuk SMA/ MA kelas X. Jakarta : Erlangga
Kosasih, E. 2017. Jenis-jenis Teks. Bandung: Penerbit Yrama Media
Luxemburg, Jan Van dkk. 1992. Pengantar Ilmu Sastra (Terjemahan Dick Hartoko). Jakarta:
Gramedia
Suherli, dkk. 2017. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas X Revisi Tahun 2017. Jakarta: Pusat
Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.
Yustinah. 2014. Produktif berbahasa Indonesia untuk SMK/MAK kelas X. Bandung: Erlangga.
http://kreatormeme.blogspot.com/2018/10/gambar-karikatur-anekdot-dan.html
https://www.google.com/search?safe=strict&q=karikatur+kritik&spell=1&sa=X&ved=2ahUKE
wjT6crUpcfsAhUYT30KHb1xAC4QBSgAegQIAxAp&biw=1366&bih=625
https://www.google.com/search?safe=strict&q=karikatur+kritik&spell=1&sa=X&ved=2ahUKE
wjT6crUpcfsAhUYT30KHb1xAC4QBSgAegQIAxAp&biw=1366&bih=625
http://materidelaru.blogspot.com/2015/01/langkah-langkah-penulisan-teks-anekdot.html
https://bsd.pendidikan.id/data/2013/kelas_10sma/guru/Kelas_10_SMA_Bahasa_Indonesia_Guru
_2017.pdf