The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

0014 ULFIYAH (MODUL METODE PEMBELAJARAN) PGMI 4A

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by 14 Ulfiyah 14, 2023-07-11 00:37:31

0014 ULFIYAH (MODUL METODE PEMBELAJARAN) PGMI 4A

0014 ULFIYAH (MODUL METODE PEMBELAJARAN) PGMI 4A

i Puji syukur kita panjatkatkan kehadirat Allah SWT. karena atas limpahan Rahmat dan Hidayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan Modul pembelajaran dengan judul “ Metode Pembelajaran Bahasa Indonesia”. Salawat serta salam semoga tercurahkan kepada Nabiyullah Muhammad SAW, para keluarga, sahabat-sahabat, dan para pengikutnya sampai hari penghabisan. Penulis berharap dengan diadanya modul pembelajaran ini dapat menambah pengetahuan dan menjadi pedoman serta memberikan referensi bagi pembaca dalam penerapan metode pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar di Sekolah. Untuk meningkatkan prsetasi peserta didik dalam pembelajaran, penggunaan metode pembelajaran yang baik menjadi salah satu faktor pendukung. Penggunaan atau pemilihan metode pembelajaran harus sesuai, karena jika menggunakan metode pembelajaran yang tepat akan lebih memudahkan peserta didik dalam memahami materi yang di ajarkan dan siswa akan lebih tertarik dalam mengikuti proses belajar mengajar. Oleh karena itu guru sangat berperan penting dalam menentukan metode yang akan digunakan. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan modul ini masih terdapat banyak kekurangan dan belum sempurna. Untuk itu penulis berharap kritik dan saran dari pembaca yang bersifat membangun untuk perbaikan langkah-langkah selanjutnya. Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih. Sesungguhnya hanya kepadaAllah SWT. kita kembalikan semua, karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT.semata. Palopo, 08 Juli 2023 ULFIYAH


KATA PENGANTAR..................................................................................i DAFTAR ISI...............................................................................................ii TUJUAN PEMBELAJARAN...................................................................1 URAIAN MATERI ....................................................................................2 A. Pengertian Metode Pembelajaran ........................................................2 B. Fungsi Metode Pembelajaran ..............................................................3 C. Macam-Macam Metode Pembelajaran................................................4 1. Metode Talking Stik ......................................................................4 2. Metode Bermain Peran ..................................................................6 3. Metode Ceramah ...........................................................................9 4. Metode Simulasi.........................................................................13 5. Metode Discovery Lerning..........................................................14 6. Metode Brainstorming.................................................................17 7. Metode Pembelajaran Luar Kelas ...............................................19 D. Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Metode Pembelajaran .........21 LATIHAN .................................................................................................25 PENILAIAN .............................................................................................26 DAFTAR PUSTAKA ...............................................................................28 ii


1 Setelah mengikuti pembelajaran ini peserta diharapkan dapat 1. Menjelaskan pengertian metode pembelajaran dan fungsinya, 2. Mendeskripsikan macam-macam metode pembelajaran, 3. Memahami hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum menentukan metode pembelajaran yang akan diterapkan, 4. Mempraktikkan penggunaan metode pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar. 5. Mendemonstrasikan pendapat mengenai penggunaan metode pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar


Metode berasal dari bahasa Yunani yaitu: “Meta dan Hodos”. Meta berarti melalui dan Hodos berarti jalan atau cara, berdasarkan hal ini bahwa metode mengandung pengertian suatu jalan atau cara yang dilalui untuk suatu tujuan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, metode adalah cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan. Metode merupakan suatu alat dalam pelaksanaan pendidikan, yakni yang digunakan dalam penyampaian materi tersebut. Materi pelajaran yang mudah pun kadang-kadang sulit berkembang dan sulit diterima oleh peserta didik, karena cara atau metode yang digunakannya kurang tepat. Namun, sebaliknya suatu pelajaran yang sulit akan mudah diterima oleh peserta didik, karena penyampaian dan metode yang digunakan mudah dipahami, tepat dan menarik. Menurut Langgulung bahwa metode adalah cara yang harus dilalui untuk mencapai tujuan pendidikan. Sedangkan Hamiyah dan Jauhar mengartikan metode sebagai cara untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Menurut Sulaeman (2022) bahwa metode pembelajaran tidak hanya berfungsi sebagai cara untuk menyampaikan materi saja, melainkan mempunyai tugas untuk mengelola kegiatan pembelajaran sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran secara tepat. Metode pembelajaran merupakan langkah oprasional dari strategi pembelajaran yang dipilih untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pembelajaran merupakan sebuah proses yang dilakukan seorang pendidik agar peserta didik dapat melaksanakan proses belajar, dan peserta didik dapat melaksanakan proses belajar dimana saja, kapan saja, dan dengan apa dia belajar. Menurut Gagne, Briggs dan Wager (1992), pembelajaran adalah serangkaian kegiatan yang dirancang untuk memungkinkan terjadinya proses belajar pada peserta didik. Pembelajaran menurut Sikun Pribadi Guru Besar IKIP Bandung berpendapat bahwa pembelajaran adalah suatu kegiatan yang menyangkut pembinaan anak segi kognitif, psikomotor semata-mata yaitu supaya anak lebih banyak pengetahuannya, lebih cakap berpikir kritis, sistematis dan objektif serta terampil dalam mengerjakan sesuatu. Ada beberapa pengertian pembelajaran menurut para ahli, diantaranya adalah: 1. Knowles Menurut Knowles pembelajaran adalah cara pengorganisasian peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan. 2. Slavin Menurut Slavin pembelajaran dapat didefinisikan sebagai perubahan A. Pengertian Metode Pembelajaran 2


Ada beberapa pengertian pembelajaran menurut para ahli, diantaranya adalah: 1. Knowles Menurut Knowles pembelajaran adalah cara pengorganisasian peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan. 2. Slavin Menurut Slavin pembelajaran dapat didefinisikan sebagai perubahan tingkah laku individu yang disebabkan oleh pengalaman. 3. Woolfolk Woolfolk mengatakan bahwa pembelajaran berlaku apabila sesuatu pengalaman secara relatifnya menghasilkan perubahan kekal dalam pengetahuan dan tingkah laku. 4. Crow & Crow Menurtu Crow & Crow pembelajaran adalah perolehan tabiat, pengetahuan dan sikap. 5. Rahil Mahyuddin Rahil Mahyuddin mengatakan bahwa pembelajaran merupakan perubahan tingkah laku yang melibatkan keterampilan kognitif yaitu penguasaan ilmu dan perkembangan kemahiran intelek. 6. Achjar Chakik Menurut Achjar Chakik pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. 7. Corey Corey mengatakan bahwa pembelajaran adalah suatu proses dimana lingkungan seseorang secara disengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu dalam kondisi-kondisi khusus. B. Fungsi Metode Pembelajaran Menurut Djamarah dan Aswan Zain metode pembelajaran berfungsi sebagai salah satu komponen pembelajaran, metode menempati peranan yang tidak kalah pentingnya dari komponen lain. Tidak ada satupun kegiatan pembelajaran yang tidak menggunakan metode. Ini berarti fungsi metode pembelajaran sebagai alat motivasi ekstrinsik, dengan menempatkan guru sebagai motivasinya. Kegunaan metode antara lain : 1. Menambah wawasan bagi siswa mengenai perisriwa gejala atau kejadian yang terjadi dalam limgkungannya atau objek yang diamati. 2. Melatih kecerdasan dan kepekaan siswa terhadap kejadian-kejadian yang ada dilingkungannya. 3. Menanamkan nilai moral pada siswa Terdapat suatu prinsip yang umum dalam mengfungsikan metode yaitu prinsip agar pengajaran dapat disampaikan dalam suasana menyenangkan, menggembirakan penuh dorongan dan motivasi sehingga materi pelajaran atau materi didikan itu dapat dengan mudah diberikan kepada peserta didik. Fungsi metode secara umum dapat dikemukakan sebagai pemberi jalan atau cara yang sebaik mungkin bagi pelaksanaan operasional dari ilmu pendidikan tersebut. Sedangkan dalam konteks lain metode dapat merupakan sarana untuk menemukan, menguji dan menyusun data yang diperlukan bagi pengembangan disiplin suatu ilmu. metode berguna mengantarkan suatu tujuan kepada objek sasaran dengan cara yang sesuai perkembangan objek tersebut. Dengan demikian jelaslah bahwa metode sangat berfungsi dalam menyampaikan materi pendidik. Karena dengan metode seseorng pendidik akan lebih mudah dalam memahami apa yang disampaikan oleh pendidik. 3


Adapun fungsi lain dari metode pembelajaran antara lain: 1. Alat Motivasi Ekstrinsik Metode pembelajaran berperan sebagai alat motivasi ekstrinsik atau motivasi dari luar untuk siswa. Sehingga siswa dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan baik. Dimana motivasi tersebut akan mendorong siswa agar semakin bersemangat mengikuti kegiatan belajar mengajar. 2. Strategi Pembelajaran Penerapan metode pembelajaran oleh guru maka menjadi setiap siswa di dalam kelas bisa menangkap ilmu dengan baik. Sehingga setiap guru perlu mengetahui metode dalam pembelajaran yang paling sesuai diterapkan di kelas berdasarkan pada karakteristik siswa. 3. Alat Mencapai Tujuan Metode pembelajaran merupakan sebuah alat supaya siswa bisa mencapai tujuan belajar. Sebab penyampaian materi yang tidak memperhatikan metode dalam pembelajaran maka dapat mengurangi nilai kegiatan belajar mengajar tersebut. Selain itu, guru juga menjadi kesulitan saat menyampaikan materi dan siswa kurang termotivasi saat belajar. 1. Metode talking stick Metode talking stick adalah sebuah metode pendidikan yang dilaksanakan dengan cara memberi kebebasan kepada peserta didik untuk dapat bergerak dan bertindak dengan leluasa sejauh mungkin menghindari unsur-unsur perintah sepanjang tidak merugikan bagi peserta didik dengan maksud untuk menumbuhkan dan mengembangkan rasa percaya diri. Metode talking stick melatih untuk berani berbicara, metode pembelajaran ini menciptakan suasana yang menyenangkan dan membuat siswa lebih aktif dalam proses belajar mengajar. Metode pembelajaran talking stick merupakan metode pembelajaran yang memanfaatkan tongkat sebagai media pembelajaran. Guru memberikan tongkat pada salah satu peserta didikmdan yang memegang tongkat wajib menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru. Metode talking stick dapat membuat anak didik ceria, senang, dan melatih mental anak didik untuk siap pada situasi dan kondisi apapun. Konsep pembelajaran dengan metode talking stick akan mendorong guru dan peserta C. Macam-macam Metode Pembelajaran 4


didik melaksanakan praktik pembelajaran secara aktif dan kreatif sehingga dapat diharapkan tercapainya peningkatan dalam pembelajaran. Metode pembelajaran ini dilakukan dengan bantuan tongkat, siapa yang memegang tongkat wajib menjawab pertanyaan dari guru setelah siswa mempelajari materi pokoknya. PembelajaranTalking Stick sangat cocok diterapkan bagi siswa SD, SMP, dan SMA/SMK. Adapun langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam model Talking Stick, yaitu sebagai berikut: 1) Guru membentuk kelompok yang terdiri dari 5-6 orang. 2) Guru menyiapkan sebuah tongkat yang panjangnya 20 cm. 3) Guru menyampaikan materi pokok yang akan dipelajari, kemudian memberikan kesempatan kepada para kelompok untuk membaca dan mempelajari materi pegangannya. 4) Siswa berdiskusi membahas masalah yang terdapat dalam wacana. 5) Setelah kelompok selesai membaca materi pelajaran dan mempelajarinya, guru mempersilahkan anggota kelompok untuk menutup wacananya. 6) Guru mengambil tongkat dan memberikan kepada salah satu anggota kelompok, setelah itu guru memberikan pertanyaan dan anggota kelompok yang memegang tongkat tersebut harus menjawabnya. Demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa mendapat bagian untuk menjawab setiap pertanyaan dari guru 7) Siswa lain boleh membantu menjawab pertanyaan jika anggota kelompoknya tidak bisa menjawab pertanyaan. 8) Guru memberikan kesimpulan. 9) Guru melakukan evaluasi /penilaian, baik secara kelompok maupun individu. 10) Guru menutup pembelajaran. Langkah-langkah 5


Kelebihan dari metode pembelajaran Talking Stick: 1) Menguji persiapan peserta didik dalam pembelajaran 2) Melatih peserta didik memahami materi dengan cepat 3) Memacu agar peserta didik lebih giat belajar (belajar dahulu sebelum pelajaran dimulai) 4) Peserta didik berani mengemukakan pendapat Kelemahan Metode Pembelajaran Talking Stick Adapun kelemahan dari metode Talking Stick adalah: 1) Membuat siswa senam jantung 2) Siswa yang tidak siap tidak bisa menjawab 3) Membuat peserta didik tegang 4) Ketakutan akan pertanyaan yang akan diberikan oleh guru. 2. Metode Bermain Peran Bermain peran adalah suatu metode pembelajaran sebagai bagian dari simulasi yang diarahkan untuk mengkreasi peristiwa sejarah, mengkreasi peristiwa-peristiwa aktual atau kejadian-kejadian yang mungkin muncul pada masa mendatang. Kemudian menurut Sagala (2011) menyatakan bahwa role playing atau sosiodrama berasal dari kata sosio dan drama, sosio berarti sosial menunjuk pada objeknya yaitu masyarakat dan drama berarti mempertunjukkan, memper-tontonkan, atau memperlihatkan. Pengertian peran dapat didefinisikan sebagai suatu rangkaian perasaan, ucapan dan tindakan, sebagai suatu pola hubungan unik yang ditunjukkan oleh individu terhadap individu lain. Bermain peran pada prinsipnya merupakan metode untuk menghadirkan peran-peran yang ada dalam dunia nyata ke dalam suatu pertunjukan peran di dalam kelas/pertemuan, yang kemudian dijadikan sebagai bahan refleksi agar peserta memberikan penilaian terhadap peran tersebut. Tujuan yang diharapkan dengan penggunaan metode bermain peran menurut Syaiful (2010) antara lain adalah 1) Agar siswa dapat menghayati dan menghargai perasaan orang lain; 2) Dapat belajar bagaimana membagi tanggung jawab; 3) Dapat belajar bagaimana mengambil keputusan dalam situasi kelompok secara spontan; Kelebihan dan Kelemehan 6


2) Dapat belajar bagaimana membagi tanggung jawab; 3) Dapat belajar bagaimana mengambil keputusan dalam situasi kelompok secara spontan; 4) Merangsang kelas untuk berpikir dan memecahkan masalah. Kemudian menurut Endraswara (2011) tujuan dari penggunaan metode bermain peran adalah: 1) Mendorong siswa untuk menciptakan realitas mereka sendiri; 2) Mengembangkan kemampuan untuk berinteraksi dengan orang lain; 3) Meningkatkan motivasi belajar siswa; 4) Melibatkan para siswa pemalu dalam kegiatan kelas; 5) Membuat rasa percaya diri siswa; 6) Membantu siswa untuk mengidentifikasi dan kesalahpahaman yang benar; 7) Menunjukkan siswa bahwa dunia nyata yang kompleks dan masalah yang muncul di dunia nyata tidak dapat diselesaikan dengan hanya menghafal informasi; 8) Menggarisbawahi penggunaan simultan keahlian yang berbeda (yang diperoleh secara terpisah). langkah-langkah pelaksanaan metode bermain peran agar berhasil dengan baik menurut Suharto (1997) yaitu: 1) Guru harus menerangkan dan memperkenalkan kepada siswa tentang teknik pelaksanaan metode bermain peran ini. 2) Guru menunjuk beberapa siswa yang akan bermain peran dimana masingmasing akan mencari pemecahan masalah sesuai dengan perannya sementara siswa yang lain menjadi penonton dengan tugas-tugas tertentu pula. 3) Guru harus memilih masalah yang urgen sehingga menarik minat siswa. 4) Guru harus dapat menceritakan peristiwa yang akan diperankan sambil Langkah-langkah 7


siswa yang lain menjadi penonton dengan tugas-tugas tertentu pula. 3) Guru harus memilih masalah yang urgen sehingga menarik minat siswa. 4) Guru harus dapat menceritakan peristiwa yang akan diperankan sambil mengatur adegan yang pertama agar siswa memahami peristiwanya, 5) Guru memberikan penjelasan kepada pemeran dengan sebaik-baiknya, agar mengetahui tugas peranannya, menguasai masalahnya dan pandai berekspresi maupun berdialog. 6) Siswa yang tidak bermain peran menjadi penonton yang aktif, disamping mendengar dan melihat, siswa harus memberikan saran dan kritik kepada siswa yang telah bermain peran. 7) Bila siswa belum terbiasa, perlu dibantu guru dalam menimbulkan kalimat pertama dalam dialog. 8) Setelah bermain peran mencapai situasi klimaks, maka harus dihentikan agar kemungkinan-kemungkinan pemecahan masalah dapat didiskusikan secara umum. 9) Sebagai tindak lanjut dari hasil diskusi, dilakukan tanya jawab, diskusi atau membuat karangan yang berbentuk sandiwara. Alasan diterapkannya metode pembelajaran bermain peran dalam kegiatan belajar mengajar adalah untuk penanaman dan pengembangan konsep, nilai, moral, serta norma. Hal ini dapat dicapai bila para peserta didik secara langsung bekerja dan melakukan interaksi satu sama lainnya dan melakukan pemecahan masalah melalui peragaan. Oleh karena itu, metode ini mampu menghasilkan suatu pengalaman yang berharga bagi para peserta didik Kelebihan metode bermain peran antara lain; 1) Siswa melatih dirinya untuk melatih, memahami, dan mengingat isi bahan yang akan didramakan. Sebagai pemain harus memahami, menghayati isi cerita secara keseluruhan, terutama untuk materi yang harus diperankannya. Dengan demikian, daya ingatan siswa harus tajam dan tahan lama. 2) Siswa akan terlatih untuk berinisiatif dan berkreatif. Pada waktu main drama para pemain dituntut untuk mengemukakan pendapatnya sesuai dengan waktu yang tersedia. 3) Bakat yang terdapat pada siswa dapat dipupuk sehingga dimungkinkan akan muncul atau tumbuh bibit seni drama dari sekolah. Jika seni drama dibina dengan baik kemungkinan besar mereka akan menjadi pemain yang baik kelak. Kelebihan dan Kelemehan 8


muncul atau tumbuh bibit seni drama dari sekolah. Jika seni drama dibina dengan baik kemungkinan besar mereka akan menjadi pemain yang baik kelak. 4) Kerjasama antar pemain dapat ditumbuhkan dan dibina dengan sebaikbaiknya 5) Siswa memperoleh kebiasaan untuk menerima dan membagi tanggung jawab dengan sesamanya. 6) Bahasa lisan siswa dapat dibina menjadi bahasa yang baik agar mudah dipahami orang lain. Kelemahan metode bermain peran; 1) Sebagian besar anak yang tidak ikut bermain drama mereka menjadi kurang kreatif. 2) Banyak memakan waktu, baik waktu persiapan dalam rangka pemahaman isi bahan pelajaran maupun pada pelaksanaan pertunjukan. 3) Memerlukan tempat yang cukup luas, jika tempat bermain sempit menjadi kurang bebas. 4) Sering kelas lain terganggu oleh suara pemain dan para penonton yang kadang-kadang bertepuk tangan, dan sebagainya. 5) Metode ini membutuhkan ketekunan, kecermatan dan waktu cukup lama. 6) Guru yang kurang kreatif biasanya sulit berperan menirukan sesuatu situasi/tingkah laku sosial yang berarti pula metode ini baginya sangat tidak efektif. 7) Ada kalanya para murid enggan memerankan suatu adegan karena merasa rendah diri atau malu. 8) Apabila pelaksanaan dramatisasi gagal, maka guru tidak dapat mengambil sesuatu kesimpulan apapun yang berarti pula tujuan pengajaran tidak dapat tercapai. 3. Metode Ceramah Metode ceramah adalah salah satu cara pengajaran tradisional yang paling lama digunakan dalam proses belajar mengajar dari tingkat paling dasar sampai perguruan tinggi mengingat sifatnya yang sangat praktis lagi efisien bagi model pengajaran yang materi dan jumlah peserta didiknya banyak. Boleh dikatakan setiap orang yang telah mengenyam bangku pendidikan formal maupun non formal atau mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah ataupun selainnya. 9


pasti telah mengerti dan merasakan metode pengajaran tersebut. Yang dimaksud dengan ceramah dalam metode pembelajaran di sini adalah penyampaian materi pelajaran secara langsung melalui penuturan lisan atau komunikasi verbal yang menggunakan bahasa dan disebut juga dengan pidato. Menurut KBBI atau Kamus Besar Bahasa Indonesia, yang disebut dengan metode ceramah adalah salah satu cara belajar mengajar yang menekankan pada pemberitahuan satu arah dari seorang pengajar kepada para pelajar. Suryono, menurut beliau metode ceramah adalah penuturan atau penjelasan guru secara lisan, di mana dalam pelaksanaannya guru dapat menggunakan alat bantu mengajar untuk memperjelas uraian yang disampaikan kepada muridmuridnya. Sedang menurut Roestiyah N.K, metode ceramah adalah suatu cara mengajar yang digunakan untuk menyampaikan keterangan atau informasi atau uraian tentang suatu pokok persoalan serta masalah secara lisan. Dari berbagai macam definisi yang dipaparkan tentang metode ceramah, inti metode ceramah ada pada penyampaian secara lisan. Artinya dalam metode ini kemampuan bahasa memiliki urgensitas yang sangat besar dalam keberhasilannya sesuai dengan tujuan pembelajaran dari zaman ke zamannya. Penggunaan metode ceramah dalam pelajaran bahasa Indonesia sangat membantu siswa dalam memahami materi ditambah pelajaran bahasa Indonesia membutuhkan analisis berpikir yang mumpuni. Dengan menggunakan metode ceramah isi materi bisa sangat mudah di pahami oleh siswa karena di jelaskan secara langsung oleh guru sehingga murid tidak menciptakan pemahamanya sendiri atau teorinya sendiri. Saat siswa sudah mampu memahami isi dari materi yang diberikan guru, maka siswa akan menjadi sangat aktif dalam mengikuti pelajaran bahasa Indonesia karena siswa sudah mampu memahami isi dari pelajaran tersebut. a. Menjelaskan terlebih dulu kepada siswa tujuan dari pembelajaran agar peserta didik mengetahui ke mana arah kegiatan belajarnya, bahkan tujuan itu dapat membangkitkan motivasi belajar jika bertalian dengan Langkah-langkah 10


Agar pembelajaran metode ceramah dapat efektif dan efisien hendaknya para pendidik memperhatikan langkah-langkah berikut ini: 1) Memulai pelajaran dengan adanya kontak mata dan guru memberikan perhatian kepada mereka, mereka akan lebih tertarik menyimak pelajaran. 2) Menjelaskan terlebih dulu kepada siswa tujuan dari pembelajaran agar peserta didik mengetahui ke mana arah kegiatan belajarnya, agar dapat membangkitkan motivasi belajar jika bertalian dengan kebutuhan mereka. 3) Menjelaskan setelahnya pokok-pokok materi yang akan dipelajari. 4) Merangsang pengalaman peserta didik yang sesuai dengan materi pelajarannya melalui pertanyaan-pertanyaan yang dapat mengundang perhatian mereka. 5) Melakukan langkah penyajian materi ceramah dengan memperhatikan faktorfaktor berikut: a) Memelihara perhatian peserta didik sepanjang pelajaran dan menyemangatinya. b) Sistematis dalam penyampaian, tidak berputar-putar dan tidak loncat-loncat. c) Bervariasi dalam kegiatan pembelajaran, dan berinteraksi dengan siswa semisal memberi latihan mengerjakan tugas, mengajukan pertanyaan dan berdiskusi. d) Menggunakan media pelajaran yang variatif, yang sesuai dengan tujuan pelajaran. e) Memberi ulangan pelajaran kepada respons, jawaban yang salah dan benar perlu ditanggapi sebaik-baiknya. f) Menyampaikan materi dengan antusias dan dengan suara yang lantang dan jelas. g) Bergerak, tidak terpaku di meja, sehingga dapat respons menarik perhatian siswa-siswanya dan di samping itu bisa mengawasi mereka dari dekat. h) Hendaknya dihindari penggunaan bahasa yang hanya dimengerti oleh kalangan tertentu. 11


Adapun kelebihan metode ceramah antara lain; 1. Murah dikarenakan tidak memerlukan biaya yang besar sehingga dapat menampung kelas besar dan tiap siswa mempunyai kesempatan yang sama untuk mendengarkan. 2. Mudah dikarenakan cukup menggunakan media lisan tanpa perlu persiapan yang rumit. Siswa bisa langsung menerima ilmu pengetahuan. Kekurangan atau tidak adanya buku pelajaran dan alat bantu pelajaran, tidak menghambat terlaksananya pelajaran dengan ceramah. 3. Konsep dan materi yang disajikan secara hierarki. 4. Dapat mencakup materi pelajaran yang banyak dan luas. 5. Guru dapat memberi tekanan terhadap hal-hal yang penting hingga waktu dan energi dapat digunakan sebaik mungkin. 6. Keadaan kelas dapat terkontrol, karena kondusifitas kelas dan kenyamanannya untuk digunakan sebagai ruang belajar adalah tanggung jawab guru. 7. Organisasi kelas dapat disetting secara lebih sederhana Adapun kekurangan dari metode ceramah yang bisa dianalisis oleh para ahli yang bisa dikumpulkan adalah sebagai berikut: 1. Minimnya kesempatan untuk berdiskusi memecahkan masalah dan mengembangkan keberanian dalam mengemukakan pendapat. 2. Proses penyerapan pengetahuan kurang dikarenakan bertumpu pada satu arah. 3. Kurang memberi ruang bagi para siswa untuk mengembangkan kreativitas. 4. Guru yang kurang kreativitas akan mengakibatkan situasi kelas yang monoton. 5. Kurangnya kemampuan guru dalam berorasi yang baik akan membuat peserta didik cepat bosan. 6. Sangat sulit mendeteksi sejauh mana tingkat pemahaman seluruh siswa. 7. Siswa mudah lupa atas apa yang sudah disampaikan. 8. Tidak merangsang siswa untuk membaca Kelebihan dan Kelemehan 12


4. Metode Simulasi Metode Simulasi Menurut Djamarah (2006:46) metode adalah suatu cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam kegiatan belajar mengajar, metode diperlukan oleh guru agar penggunaanya bervariasi sesuai yang ingin dicapai setelah pengajaran berakhir. Seorang guru tidak akan dapat melaksanakan tugasnya bila dia tidak menguasai satu pun metode mengajar yang dirumuskan dan dikemukakan para ahli psikologi dan pendidikan. Simulasi adalah tiruan atau perbuatan yang hanya pura-pura saja (dari kata simulate yang artinya pura-pura atau berbuat seolah-olah; dan simulation artinya tiruan atau perbuatan yang pura-pura saja). Sedangkan menurut Hamalik dalam Taniredja, dkk (2011) simulasi adalah suatu teknik yang digunakan dalam semua sistem pengajaran, terutama dalam desain instruksional yang berorientasi pada tujuan-tujuan tingkah laku. Latihan-latihan ketrampilan menuntut praktik yang dilaksanakan di dalam situasi kehidupan nyata (dalam pekerjaan tertentu), atau dalam situasi simulasi yang mengandung ciri-ciri situasi kehidupan senyatanya. Latihanlatihan dalam bentuk simulasi pada dasarnya berlatih melaksanakan tugastugas yang akan dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Hasibuan dan Moedjiono (2008) ada beberapa langkahlangkah dalam penggunaan metode simulasi, yaitu : 1) Penentuan topik dan tujuan simulasi; 2) Guru memberikan gambaran secara garis besar situasi yang akan disimulasikan; 3) Guru memimpin pengorganisasian kelompok, peranan-peranan yang akan dimainkan, pengaturan ruangan, pengaturan alat, dan sebagainya. dPemilihan pemegang peranan; e. Guru memberikan keterangan tentang peranan yang akan dilakukan; f. Guru memberikan kesempatan untuk mempersiapkan diri kepada kelompok dan pemegang peranan; g. Menetapkan lokasi dan waktu pelaksanaan simulasi; h. Pelaksanaan simulasi; i. Evaluasi dan pemberian balikan; j. Latihan ulang. Langkah-langkah 13


3) Guru memimpin pengorganisasian kelompok, peranan-peranan yang akan dimainkan, pengaturan ruangan, pengaturan alat, dan sebagainya. 4) Pemilihan pemegang peranan; 5) Guru memberikan keterangan tentang peranan yang akan dilakukan; 6) Guru memberikan kesempatan untuk mempersiapkan diri kepada kelompok dan pemegang peranan; 7) Menetapkan lokasi dan waktu pelaksanaan simulasi; 8) Pelaksanaan simulasi; 9) Evaluasi dan pemberian balikan; 10) Latihan ulang. Menurut Hasibuan dan Moedjiono (2008) dalam pembelajaran metode simulasi ini juga memiliki kelebihan dan kelemahan yaitu sebagai berikut: a. Kelebihan Metode Simulasi: 1) Menyenangkan, sehingga siswa secara wajar terdorong untuk berpartisipasi; 2) Menggalakkan guru untuk mengembangkan aktivitas simulasi; 3) Memungkinkan eksperimen berlangsung tanpa memerlukan lingkungan yang sebenarnya; 4) Memvisualkan hal-hal yang abstrak; 5) Tidak memerlukan ketrampilan komunikasi yang pelik; 6) Memungkinkan terjadinya interaksi antarsiswa; 7) Menimbulkan respon yang positif dari siswa yang lamban, kurang cakap dan kurang motivasi; 8) Melatih berpikir kritis karena siswa terlibat dalam analisa proses, kemajuan simulasi. b. Kelemahan Metode Simulasi: 1) Efektifitasnya dalam memajukan belajar belum dapat dilaporkan oleh riset; 2) Validitas simulasi masih banyak diragukan orang; 3) Menuntut imajinasi dari guru dan siswa. 5. Metode Discovery Learning Menurut Djamarah (2008) Discovery Learning adalah belajar mencari dan menemukan sendiri. Dalam sistem belajar mengajar ini guru menyajikan bahan pelajaran yang tidak berbentuk final, tetapi anak didik diberi peluang untuk mencari dan menemukan sendiri dengan menggunakan teknik pendekatan Kelebihan dan Kelemehan 14


menemukan sendiri. Dalam sistem belajar mengajar ini guru menyajikan bahan pelajaran yang tidak berbentuk final, tetapi anak didik diberi peluang untuk mencari dan menemukan sendiri dengan menggunakan teknik pendekatan pemecahan masalah. Pemecahan masalah adalah metode yang mengharuskan pelajar untuk menemukan jawabanya (discovery) tanpa bantuan khusus. Dengan pemecahan masalah pelajar menemuakan aturan baru yang lebuh tinggi tarafnya sekalipun ia mungkin tidak dapat merumuskan secara verbal. Dengan menggunakan metode Discovery Learning pembelajaran akan lebih bermakna mengena kepada siswa. Sebab siswa disini tidak hanya sebagai pendengar setia, namun dalam metode pembelajaran ini siswa dituntut aktif dalam pembelajaran. Langkah-langkah metode pembelajaran discovery adalah sebagai berikut: 1) Identifikasi kebutuhan siswa; 2) Seleksi pendahuluan terhadap prinsip-prinsip, pengertian konsep dan generalisasi pengetahuan; 3) Seleksi bahan, problema/ tugas-tugas; 4) Membantu dan memperjelas (tugas/ problema yang akan dipelajari, peranan masing-masing siswa). 5) Mempersiapkan setting kelas dan alat-alat yang diperlukan. 6) Mengecek pemahaman siswa terhadap masalah yang akan dipecahkan dan tugas–tugas siswa. 7) Memberi kesempatan pada siswa untuk melakukan penemuan. 8) Membantu siswa dengan informasi/data jika diperlukan oleh siswa. 9) Memimpin analisis sendiri (self analysis) dengan pertanyaan yang mengarahkan dan mengidentifikasi proses. 10) merangsang terjadinya interaksi antara siswa dengan siswa. 11) Memuji dan membesarkan siswa yang bergiat dalam proses penemuan. 12) membantu siswa merumuskan prinsip-prinsip dan generalisasi atas hasil penemuannya Langkah-langkah 15


10) Merangsang terjadinya interaksi antara siswa dengan siswa. 11) Memuji dan membesarkan siswa yang bergiat dalam proses penemuan. 12) Membantu siswa merumuskan prinsip-prinsip dan generalisasi atas hasil penemuannya Kelebihan metode Discovery Learning antara lain; a) Dianggap membantu siswa mengembangkan atau memperbanyak persediaan dan penguasaan ketrampilan dan proses kognitif siswa. b) Pengetahuan diperoleh dari strategi ini sangat pribadi sifatnya dan mungkin merupakan suatu pengetahuan yang sangat kukuh; dalam arti pendalaman dari pengertian; retensi, dan transfer. c) Strategi penemuan membangkitkan gairah pada siswa, misalnya siswa merasakan jerih payah penyelidikannya, menemuk an keberhasilan dan kadang–kadang kegagalan. d) Metode ini memberi kesempatan pada siswa untuk bergerak maju sesuai dengan kemampuannya sendiri. e) Metode ini menyebabkan siswa mengarahkan sendiri cara belajarnya, sehingga ia lebih merasa terlibat dan bermotivasi sendiri untuk belajar, paling sedikit dapa suatu proyek penemuan khusus. f) Metode ini dapat membantu memperkuat pribadi siswa dengan bertambahnya kepercayaan pada diri sendiri melalui proses–proses penemuan. Dapat memungkinkan siswa sanggup mengatasi kondisi yang mengecewakan. g) Strategi ini berpusat pada anak, misalnya memberi kesempatan kepada mereka dan guru berpartisipasi sebagai sesama dalam mengecek ide. Guru menjadi teman belajar, terutama dalam situasi penemuan yang jawabannya belum diketahui sebelumnya. h) Membantu perkembangan siswa menuju skeptisisme yang sehat untuk menemukan kebenaran akhir dan mutlak. Kelemahan metode Discovery Learning sebagai berikut, a) Dipersyaratkan keharusan adanya persiapan mental untuk cara belajar ini. Misalnya, siswa yang lamban mungkin bingung dalam usahanya mengembangkan pikirannya jika berhadapan dengan hal–hal yang abstrak, Kelebihan dan Kelemehan 16


atau menemukan saling ketergantungan antara pengertian dalam suatu subjek, atau dalam usahanya menyusun suatu hasil penemuan dalam bentuk tertulis. Siswa yang lebih pandai mungkin akan memonopoli penemuan dan akan menimbulkan frustrasi pada siswa yang lain. b) Metode ini kurang berhasil untuk mengajar kelas besar. Misalnya sebagian besar waktu dapat hilang karena membantu seorang siswa menemukan teori–teori, atau menemukan bagaimana ejaan dari bentuk kata–kata tertentu. a) Harapan yang ditumpahkan pada strategi ini mungkin mengecewakan guru dan siswa yang sudah biasa dengan perencanan dan pengajaran secara teradisional. b) Mengajar dengan penemuan mungkin akan dipandang sebagai terlalu mementingkan memperoleh pengertian dan kurang memperhatikan diperolehnya sikap dan ketrampilan. Sedangkan sikap dan ketrampilan diperlukan untuk memperoleh pengertian atau sebagai perkembangan emosional social secara keseluruhan. c) Dalam beberapa ilmu (misalnya IPA) fasilitas yang dibutuhkan untuk mencoba ide–ide mungkin tidak ada. d) Strategi ini mungkin tidak akan memberi kesempatan untuk berfikir kreatif, kalau berfikir kreatif, kalau pengertian– pengertian yang akan ditemukan telah diseleksi terlebih dahulu oleh guru, demikian proses–proses dibawah pembinaannya. Tidak semua pemecahan masalah menjamin penemuan yang penuh arti. Penemuan masalah dapat bersifat membosankan mekanisasi, formalitas dan pasif seperti bentuk terburuk dan metode ekspositories verbal. 6. Metode Brainstorming Brainstorming merupakan bentuk dari pengembangan metode diskusi.Model diskusi banyak dikembangkan menjadi Metode pembelajaran baru salah satunya yaitu metode Branstorming.Diskusi adalah membahas suatu masalah oleh sejumlah anggota kelompok, setiap anggota kelompok bebas untuk menyumbangkan ide, saran, pendapat, informasi yang dimiliki, dan gagasan.Setiap anggota bebas untuk menanggapi, didukung, atau bahkan tidak sepihak.Sedangkan dalam metode Brainstorming semua ide tau gagasan ditampung oleh ketua kelompok dan hasilnya kemudian dijadikan peta gagasan.Hasil dari peta gagasan menjadi kesepakatan bersama dalam kelompok. Menurut Danajaya (2010: 79), brainstorming adalah dirancang untuk mendorong kelompok mengekspresikan berbagai macam ide dan menunda penilaian17


gagasan. Hasil dari peta gagasan menjadi kesepakatan bersama dalam kelompok. Menurut Danajaya (2010: 79), brainstorming adalah dirancang untuk mendorong kelompok mengekspresikan berbagai macam ide dan menunda penilaianpenilaian kritis. Setiap orang menawarkan ide yang dicatat, kemudian dikombinasikan dengan berbagai macam ide yang lainnya. Pada akhirnya kelompok tersebut setuju dengan hasil akhirnya. Sedangkan metode brainstorming menurut Parera (1991: 190), ialah aktivitas dari sekelompok kecil yang telah berkumpul untuk memproduksi atau menciptakan gagasan yang baru, original, praktis sebanyak-banyaknya. Menurut Muhaimin (2010: 124), metode Brainstorming digunakan untuk menyimpulkan sejumlah pendapat dalam satu tim pada kerangka pikir yang sama. Brainstorming merupakan metode yang sangat membantu dalam mencari solusi dalam suatu masalah yang membutuhkan kreativitas tinggi dalam penyelesaiannya Proses pelaksanaan Brainstorming sebagai berikut: 1) Menentukan batasan waktu yang digunakan, 2) Menentukan aturan main yang digunakan dalam Brainstorming, 3) Memberikan kesempatan kepada para peserta untuk menyampaikan ideidenya, 4) Ketua kelompok menulis setiap ide yang dikemukakan oleh anggota kelompok, 5) Setiap kelompok melakukan pengelompokan ide yang sejenis, 6) Melakukan pembahasan ide-ide dan 7) Menyimpulkan pembicaraan. kelebihan dari metode ini yaitu; 1) Anak-anak aktif berfikir untuk menyatakan pendapat. 2) Melatih siswa berfikir dengan cepat dan tersusun logis 3) Merangsang siswa untuk selalu siap berpendapat yang berhubungan dengan masalah yang diberikan guru 4) Meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran 106 Model & Metode Pembelajaran di Sekolah 5) Siswa yang kurang aktif mendapat bantuan dari temannya yang pandai atau dari guru 6) Terjadi persaingan yang sehat 7) Siswa merasa bebas dan gembira 8) Suasana demokrasi dan disiplin dapat ditumbuhkan. Langkah-langkah Kelebihan dan Kelemehan 18


Pembelajaran di Sekolah 5) Siswa yang kurang aktif mendapat bantuan dari temannya yang pandai atau dari guru 6) Terjadi persaingan yang sehat 7) Siswa merasa bebas dan gembira 8) Suasana demokrasi dan disiplin dapat ditumbuhkan. Selain itu metode Brainstorming memiliki kelemahan yang perlu diatasi ialah: 1) Guru kurang memberi waktu yang cukup kepada siswa untuk berfikir dengan baik. 2) Siswa yang kurang selalu ketinggalan. 3) Kadang-kadang pembicaraan hanya dimonopoli oleh siswa yang pandai saja. 4) Guru hanya menampung pendapat tidak merumuskan kesimpulannya. 5) Tidak menjamin pemecahan masalah. 6) Masalah dapat berkembang kearah yang tidak diharapkan. 7. Metode Pembelajaran Luar Kelas Menurut Kajawati (1995) bahwa metode outdoor study atau metode di luar kelas adalah metode dimana guru mengajak siswa belajar di luar kelas untuk melihat peristiwa langsung dilapangan dengan tujuan mengakrabkan siswa dengan lingkungannya. Melalui outdoor study lingkungan luar kelas dapat digunakan sebagai sumber belajar. Peran guru disini adalah sebagai motivator artinya guru sebagai pemandu agar siswa belajar secara aktif, kreatif dan akrab dengan lingkungan. Langkah – langkah pembelajaran metode pembelajaran di luar kelas: 1) Tahap Persiapan Pada tahap ini aktivitas yang dilakukan adalah : a. Penentuan tujuan dan sasaran yang dituju; Tahap ini dengan terencananya tujuan dan sasaran yang dituju diharapkan dengan melaksanakan metode Outdoor Study siswa mampu menggali ide-ide kreativitas siswa dalam mengungkapkan gagasan. b. Aspek-aspek yang akan diselidiki; Aspek-aspek yang akan diselidiki didasarkan pada materi yang disesuaikan, sebelumnya pembentukan kelompok, serta bimbingan pengarahan kerja. c. Peralatan; Peralatan yang harus dibawa misal buku, pensil. d. Tenaga Pendamping; Tenaga pendamping yang akan membimbing siswa serta mengawasi siswa dalam kegiatan pembelajaran di luar kelas adalah guru. e) Objek pengamatan dan waktu; Penentuan lokasi disini sangat diperhatikan misal akan menjadikan halaman sekolah sebagai sumber Langkah-langkah 19


d) Tenaga Pendamping; Tenaga pendamping yang akan membimbing siswa serta mengawasi siswa dalam kegiatan pembelajaran di luar kelas adalah guru. e) Objek pengamatan dan waktu; Penentuan lokasi disini sangat diperhatikan misal akan menjadikan halaman sekolah sebagai sumber belajar dan sebelum pelaksanaan waktu yang tepat juga harus direncanakan sebaik mungkin. 2) Tahap Pelaksanaan Pada tahap ini aktivitas yang dilakukan adalah kunjungan lokasi, pengajuan masalah, kerja kelompok dan monitoring kerja. 3) Tahap Pelaporan dan Improvisasi Pada tahap ini aktivitas yang dilakukan adalah presentasi, diskusi dan evaluasi. Keunggulan metode pembelajaran di luar kelas (outdoor study) : 1) Pembelajaran di ruang terbuka memberi anak kebebasan untuk belajar dengan menggunakan semua indra, dan dapat mendorong pola pikir kreatif dan imajinatif. 2) Pembelajaran di ruang terbuka membantu memperbaiki kemampuan belajar, prilaku dan pemahaman anak di dalam kelas . 3) Dapat menumbuhkan rasa senang, percaya diri, harga diri, pengendalian diri dan motivasi terhadap objek tertentu. 4) Memberikan masukan terhadap program sekolah. 5) Mendekatkan siswa dengan lingkungan sehingga dapat memberikan pengalaman belajar yang kuat, praktis. Dari penjelasan di atas dapat menyimpulkan bahwa pembelajaran di luar kelas akan mendorong terjadinya proses belajar dan memberikan pengalaman siswa secara nyata. Menjadikan siswa lebih bersemangat dalam belajar, lebih berkonsentrasi pada materi, membuat daya pikir siswa lebih berkembang, suasana belajar lebih nyaman, siswa lebih dapat memahami materi pelajaran, siswa lebih berani mengemukakan pendapat dan membuat siswa lebih aktif. Kelemahan metode pembelajaran luar kelas (outdoor study) antara lain : 1) Memerlukan waktu yang cukup lama. 2) Memerlukan pengawasan dan bimbingan ekstra ketat terhadap aktivitas siswa. 3) Jika tidak terkontrol maka siswa bermain sendiri daripada belajar Pada metode pembelajaran kelas ini, siswa diajak keluar ruangan kelas untuk mengadakan pengamatan terhadap lingkungan sekitarnya yang sesuai dengan materi pelajaran. Kelebihan dan Kelemehan 20


3) Jika tidak terkontrol maka siswa bermain sendiri daripada belajar. Pada metode pembelajaran kelas ini, siswa diajak keluar ruangan kelas untuk mengadakan pengamatan terhadap lingkungan sekitarnya yang sesuai dengan materi pelajaran. Lingkungan tersebut bisa di halaman sekolah, di jalan depan sekolah. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok heterogen agar siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran dan siswa belajar untuk bekerja sama dalam kelompok. Guru perlu mempertimbangkan beberapa aspek dalam memilih metode pembelajaran yang baik. Adapun aspek-aspek penting itu meliputi : “Tujuan pembelajaran, latar belakang siswa, fasilitas yang tersedia, waktu yang tersedia, lingkungan sekolah dan aspek terkai lainnya.” 1. Tujuan Pembelajaran Kaitan metode dengan tujuan pembelajaran yaitu didasarkan atas kondisi bahwa metode sebagai cara untuk mencapai tujuan pembelajaran, sehingga metode apa yang akan kita gunakan banyak dipengaruhi oleh kondisi tujuan pembelajaran itu sendiri. Tujuan pembelajaran disini menyangkut kemampuan yang harus dimilki warga belajar setelah selesai mengikuti kegiatan pembelajaran. Ketepatan pemilihan metode akan menghasilkan kualitas hasil belajar yang tinggi, bahkan dapat mencapai tingkat efisiensi yang tinggi pula. Untuk mencapai kemampuan yang bersifat menyatakan tidak usah menggunakan variasi metode yang terlalu rumit, tetapi misalnya cukup menggunakan metode yang hanya untuk menyampiakan informasi. Tetapi sebaliknya apbila kemampuan belajar yang diharapkan itu menyangkut psikomotor yang tinggi maka harus menggunakan variasi metode yang sekiranya warga belajar dapat menampilkan/mempraktekan kemampuan tertentu. 2. Bahan/Materi Pembelajaran Pengaruh bahan belajar terhadap penetapan metode pada hakekatnya merupakan kelanjutan dari pengaruh tujuan pembelajaran. Gagne (1976) mengungkapkan bahwa bahan belajar terdiri dari konsep, prinsip, prosedur dan fakta atau kenyataan yang ada. Dari setiap jenis bahan belajar tersebut memilki tingkatan kesulitan yang terdiri dari bahan belajar dasar, kelanjutan dan tinggi. Berdasarkan keragaman bahan belajar tersebut maka dituntut adanya penggunaan variasi metode dalam kegiatan pembelajaran sesuai dengan jenis bahan belajar itu sendiri. Metode-metode tertentu ada yang dapat digunakan untuk membahas seluruh bahan belajar, tetapi ada metodemetode tertentu yang hanya tepat digunakan untuk bahan-bahan tertentu pula. 3. Faktor sumber belajar juga merupakan salah satu faktor yang harus dipertimbangkan dalam pemlihan suatu metode. Kondisi sumber belajar D. Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Metode Pembelajaran 21


keragaman bahan belajar tersebut maka dituntut adanya penggunaan variasi metode dalam kegiatan pembelajaran sesuai dengan jenis bahan belajar itu sendiri. Metode-metode tertentu ada yang dapat digunakan untuk membahas seluruh bahan belajar, tetapi ada metode-metode tertentu yang hanya tepat digunakan untuk bahan-bahan tertentu pula. 3. Faktor Sumber Belajar Juga Merupakan Salah Satu Faktor Yang Harus Dipertimbangkan Dalam Pemlihan Suatu Metode. Kondisi sumber belajar menyangkut kondisi diri yang mempengaruhi baik yang bersifat internal maupun yang bersifat eksternal. Kondisi internal yaitu menyangkut pemahaman terhadap bahan kajian, pemahaman penggunaan metode dan kemampuan mengelola kegiatan pembelajaran, sedangkan kondisi eksternal yaitu kondisi di luar diri sumber belajar tersebut yang dapat mempengaruhi terhadap pengelolaan kegiatan pembelajaran. Bagi sumber belajar jangan terlalu memaksakan dalam penggunaan suatu metode yang hanya didasarkan kepada pengalaman orang lain, sebab belum tentu efektif dan efisien penggunaan suatu metode yang sudah digunakan oleh orang lain apabila diterapkan oleh diri kita dalam proses pembelajaran yang kita kelola. Hal ini didasarkan bahawa kemampuan sumber belajar yang satu dengan yang lainnya memiki perbedaan. Sumber belajar harus mempertimbangkan kondisi diri dalam menggunakan metode tersebut baik yang menyangkut pemahaman terhadap bahan belajar, pemahaman penggunaan metode dan kemampuan mengelola kegiatan pembelajaran 4. Warga Belajar Warga belajar dalam kegiatan pembelajaran sebagai masukan mentah yang akan dirubah melalui proses pembelajaran. Kondisi warga belajar memiliki karakteristik pribadi yang dimilikinya yaitu menyangkut : jenis kelamin, usia, latar belakang sosial ekonomi, pengalaman dan keadaan psikisnya. Keragaman kondisi warga belajar mengakibatkan perlu adanya pemilihan dan penentuan metode pembelajaran yang akan digunakan. Bagi peserta yang memiliki pengalaman yang sederhana dan terbatas akan lain cara belajarnya apabila dibandingkan dengan mereka yang sudah banyak memiliki pengalaman walaupun mempelajari bahan kajian yang sama. Untuk mengatasi keanekaragaman karakteristik warga belajar tersebut maka sumber belajar perlu menganalisinya terlebih dahulu dalam penetapan suatu metode, sehingga dalam penerapannya tidak akan mengalami ketimpangan cara berfikir antara warga belajar yang sudah banyak pengalaman dan warga belajar yang masih kurang memiliki pengalaman dalam bidangbidang tertentu. Apabila sumber belajar 22


menganalisinya terlebih dahulu dalam penetapan suatu metode, sehingga dalam penerapannya tidak akan mengalami ketimpangan cara berfikir antara warga belajar yang sudah banyak pengalaman dan warga belajar yang masih kurang memiliki pengalaman dalam bidangbidang tertentu. Apabila sumber belajar sudah dapat mengantisipasi tentang karakteristik warga belajar sejak awal, maka iklim belajar dalam kegiatan pembelajaran akan tercipta secara kondusif. 5. Sarana/Fasilitas Belajar Sarana dalam pembelajaran diartikan segala macam fasilitas yang dapat menunjang dan melengkapi terselenggaranya kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sarana tersebut dapat berfungsi sebagai : fasilitas atau alat belajar dan sumber belajar. Sebagai fasilitas atau alat belajar diantaranya seperti alat tulis, ruangan kelas, tempat duduk, buku bacaan, dan alatalat lainnya yang dibutuhkan untuk terselenggaranya kegiatan belajar. Sedangkan sarana sebagai sumber belajar yaitu sarana tersebut merupakan alat atau orang yang digunakan untuk mempelajari bahan kajian tertentu. Kelengkapan sarana dalam kegiatan pembelajaran mempunyai implikasi terhadap penetapan metode yang digunakan sumber belajar dalam kegiatan pembelajaran. Akibat hal ini maka sumber belajar harus mampu menyesuaikan antara penggunaan metode dengan kelengkapan dan jenis sarana yang tersedia. Misalnya apabila sarana belajar yang tersedia hanya grafis maka sebaiknya tidak menggunakan metode yang memerlukan sarana elektronik 6. Waktu Pembelajaran Faktor waktu adalah menyangkut jumlah dalam kegiatan pembelajaran, serta menyangkut kondisi waktu kegiatan pembelajaran. Penggunaan metode dalam kegiatan pembelajaran perlu disesuaikan dengan waktu. Walaupun Sumber Belajar dapat menetapkan metoda yang dianggap paling tepat berdasarkan kecenderungan program pembelajaran tertentu, namun apabila metoda tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama sedangkan waktu yang tersedia sangat terbatas, maka metoda tersebut kurang tepat untuk digunakan. Ketepatan metoda dengan jumlah waktu yang tersedia akan menjurus kepada tercapainya tujuan pembelajaran dengan baik. 7. Besar Kecilnya Kelompok Perubahan dalam diri orang-orang lebih mudah terjadi dalam suasana interaksi antara sumber belajar dengan warga belajar apabila ada kesempatan untuk saling menerima dan memberi untuk kejelasan dan pengembangan suatu gagasan. Makin besar kelompok maka akan menimbulkan kurang interaksi baik antara warga belajar maupun antara warga belajar dengan sumber belajar 23


menerima dan memberi untuk kejelasan dan pengembangan suatu gagasan. Makin besar kelompok maka akan menimbulkan kurang interaksi baik antara warga belajar maupun antara warga belajar dengan sumber belajar 24


25 1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan metode pembelajaran! a. Menurut bahasa b. Menurut para ahli 2. Jelaskan fungsi dari metode pembelajaran! 3. Deskripsikan macam-macam metode pembelajaran Bahasa Indonesia berdasarkan pengerian, kelebihan dan kekurangan! a. Talking Stik b. Metode Bermain Peran c. Metode Ceramah d. Metode Simulasi e. Dst…. 4. Jelaskan faktor apa yang menjadi pertimbangan dalam menentukan metode pembelajaran! 5. Tulisakan pendapat anda tentang metode pembelajaran! (menggunakan bahasa sendiri) Tugas Proyek Membuat video proses belajar mengajar dengan menerapkan metode pembelajaran didalamnya!


A. Penilaian Sikap No Nama Siswa Aspek penilaian Religius (Salam, Berdoa Sebelum & Sesudah belajar) Disiplin (Mengikuti proses pembelajaran tepat waktu) Tanggung jawab (Menyelesaikan tugas tepat waktu) Kerja Sama (Bekerja Sama dalam Mengerjakan Tugas Kelompok) 1 2 3 4 5 Petunjuk Pengisisan yaitu dengan menuliskan simbol di bawah ini: SB = Sangat Baik B = Baik C = Cukup PB = Perlu Bimbingan B. Penilaian Pengetahuan No Nama Siswa Aspek Penilaian Memahami keseluruhan materi pembelajaran yang dipelajari dengan baik (90-100) Memahami Materi pembelajaran yang dipelajari (80-89) Hanya memahami sebagian dari materi yang dipelajari (65-79) Belum memahami materi (≤ 64) 1 2 3 4 5 Pengisian dengan memberikan tanda pada kolom yang tersedia sesuai dengan kemampuan siswa 26


C. Penilaian Keterampilan No Kriteria keterampilan Rubrik Kriteria Sangat Baik Skor (90- 100) Baik Skor (80-89) Cukup Skor (65-79) Perlu Pendampingan Skor (≤ 64) Menyajikan video praktek pembelajaran dengan menerapkan metode pembelajaran di dalamnya Menerapkan metode pembelajaran selama proses pembelajaran dengan baik dan benar, serta sesuai prosedernya Menerapkan metode pembelajaran selama proses pembelajaran dengan baik Kurang paham menerapkan metode pembelajaran dalam proses belajar mengajar Tidak menerapkan metode pembelajaran dalm proses belajar mengajar No Nama siswa Menerapkan metode pembelajaran selama proses pembelajaran dengan baik dan benar, serta sesuai prosedernya Menerapkan metode pembelajaran selama proses pembelajaran dengan baik Kurang paham menerapkan metode pembelajaran dalam proses belajar mengajar Tidak menerapkan metode pembelajaran dalm proses belajar mengajar 1 Ani 2 Edo 3 Susan 4 Dst… 27


Afandi, M. dkk. (2013). MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN DI SEKOLAH. In Computer Physics Communications (Vol. 180, Issue 4). UNISSULA PRESS. https://doi.org/10.1016/j.cpc.2008.12.005 Hasibuan, N. (2013). KRITERIA PEMILIHAN METODE MENGAJAR DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN. Ta’allum. Ilyas, M., & Syahid, A. (2018). PENTINGNYA METODOLOGI PEMBELAJARAN BAGI GURU. Al-Aulia, 04(01), 58–85. https://opac.perpusnas.go.id/DetailOpac.aspx?id=672676# Krissandi, A., Widharyanto, & Dewi, R. P. D. (2018). Pembelajaran Bahasa Indonesia untuk SD:Pendekatan dan Teknis. In Media Maxima. Penerbit Media Maxima. Maesaroh, S. (2013). Peranan metode pembelajaran terhadap minat dan prestasi belajar pendidikan agama islam [The role of learning methods on interest and learning achievement in Islamic religious education]. Jurnal Kependidikan, 1(1), 150–168. Manggus, M. Y., Inggo, M. S., Melania, M., Bhena, O., Weo, S., Baka, M. Y., Tai, Y., & Lawe, Y. U. (2023). IMPELEMENTASI METODE CERAMAH DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA KELAS 1 SEKOLAH DASAR. 2023, 82–88. Nurbaeti, N., Mayasari, A., & Arifudin, O. (2022). Penerapan Metode Bercerita Dalam Meningkatkan Literasi Anak Terhadap Mata Pelajaran Bahasa Indonesia. Jurnal Tahsinia, 3(2), 98–106. https://doi.org/10.57171/jt.v3i2.328 Tahsinia, J., Tanjung, R., Supandi, A., Nurhaolah, N., Pendek, C., Stick, M. T., Stories, S., Talking, T., & Method, S. (2019). Meningkatkan Kemampuan Membaca Teks Cerita Pendek Dengan Menggunakan Metode Talking Stick Pada. 82–91. Wina Dwi Puspitasari. (2015). Metode Pembelajaran Bermain Peran Dalam Meningkatkan Kemampuan Ekspresif Drama Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia. Jurnal Cakrawala Pendas, I(1), 55–64. Wirabumi, R. (2020). Metode Pembelajaran Ceramah. Annual Conference on Islamic Education and Thought, 1(1), 111. http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PEND._LUAR_SEKOLAH/195404021980112001- IHAT_HATIMAH/FAKTOR_PEMILIHAN_METODE_PEMBELAJARAN.pdf 28


Dalam modul ini membahas tentang metode pembelajaran (pengertian, fungsi, macam-macam metode pembelajaran, serta faktor yang perlu diperhatikan sebelum menentukan metode pembelajaran yang akan digunakan). Modul pembelajaran ini dapat menambah pengetahuan dan menjadi pedoman serta memberikan referensi bagi pembaca dalam penerapan metode pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar di Sekolah. Untuk meningkatkan prsetasi peserta didik dalam pembelajaran, penggunaan metode pembelajaran yang baik menjadi salah satu faktor pendukung. Penggunaan atau pemilihan metode pembelajaran harus sesuai, karena jika menggunakan metode pembelajaran yang tepat akan lebih memudahkan peserta didik dalam memahami materi yang di ajarkan dan siswa akan lebih tertarik dalam mengikuti proses belajar mengajar.


Click to View FlipBook Version