GRAND DESIGN FAHMI DAN KHANSA
“Untuk apa ada BEM FEB UB?”
“Ada dimana posisi BEM FEB UB saat ini? Akan dibawa kemana BEM FEB UB
kedepan? Apa yang harus dicapai dalam satu tahun kedepan dan bagaimana caranya?”
Beberapa rentetan pertanyaan di atas adalah pertanyaan yang mendasar yang perlu kami
jawab. Melalui naskah Grand Design Fahmi dan Khansa ini, kami akan memberikan jawaban
terkait pertanyaan-pertanyaan diatas.
Menurut pengertian James D. Mooney, “Organisasi adalah setiap bentuk perserikatan
manusia, untuk mencapai tujuan bersama”. Dalam pengertiannya, terselip kata “tujuan
bersama”. Sebagaimana diketahui bahwa setiap manusia memiliki tujuan dalam
kehidupannya. Selayaknya manusia, keberadaan sebuah organisasi pun tentu tidak terlepas
dari suatu tujuan. Organisasi dan tujuannya memiliki korelasi yang tidak dapat terpisahkan.
Dalam hal ini, berdasarkan Garis Besar Haluan Kerja (GBHK) Keluarga Mahasiswa Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas
Brawijaya (BEM FEB UB) hadir untuk melakukan segala kegiatan kemahasiswaan yang
bertujuan menghasilkan suatu outcome tertentu. Dari rangkuman yang telah kami buat,
terdapat beberapa poin outcome yang harus BEM FEB UB capai yaitu, terwujudnya good
student governance, meningkatkan kapasitas keilmuan mahasiswa, meningkatkan peran dan
fungsi mahasiswa, melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, dan pengkajian
permasalahan ekonomi bangsa dan berusaha memberikan solusi permasalahan untuk
peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal inilah yang mendasari kenapa BEM FEB UB
hadir.
Di samping itu, Fahmi dan Khansa memiliki pandangan lebih dalam memaknai
kehadiran BEM FEB UB. Kami memaknai kehadiran BEM FEB UB sebagai organisasi yang
mampu menciptakan, mempercepat, dan menjadi pelopor perubahan ke arah yang lebih baik.
Perubahan tersebut bertujuan untuk mampu memberikan solusi atas
permasalahan-permasalahan yang saat ini terjadi di tengah-tengah mahasiswa dan
masyarakat. Status Quo menunjukan bahwa dunia terus mengalami perubahan, zaman
semakin berkembang, perubahan lingkungan serba tidak pasti, persaingan semakin ketat,
tuntutan kebutuhan masyarakat dan mahasiswa semakin beragam. Berbagai tantangan
tersebut menimbulkan keresahan dan kecemasan mahasiswa akan peran dan eksistensinya.
Di samping itu, adanya suatu kesenjangan antara kenyataan dengan kondisi ideal
merupakan permasalahan yang banyak dihadapi masyarakat. Dalam suatu masyarakat, kita
tidak akan sulit untuk menemukan permasalahan-permasalahan yang terjadi. Beragam
penyebab munculnya suatu permasalahan hingga dampak dari adanya permasalahan tersebut
membuat kondisi masyarakat semakin kompleks. Permasalahan yang diterima masyarakat
tidak hanya berlaku sektoral, namun juga berlaku pada setiap generasi. Mulai dari
masalah-masalah pada sektor ekonomi, lingkungan, hingga masalah pada masyarakat
generasi Z. Tentu solusi atas permasalahan tersebut juga dapat dicapai melalui perkembangan
potensi yang dimiliki mahasiswa.
Hal ini menyebabkan BEM FEB UB harus mampu berkontribusi dalam
menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang terjadi. Seperti yang disampaikan oleh
Barack Obama, “Change will not come if we wait for some other person or time. We are the
ones we’ve been waiting for. We are the change that we seek”. Ya, perubahan harus kami
lakukan. Perubahan kecil maupun perubahan besar diharapkan dapat menyelesaikan
permasalahan-permasalahan yang terjadi agar hadirnya BEM FEB UB dapat memberikan
kebermanfaatan bagi mahasiswa, masyarakat, kampus, dan Indonesia. Karena kami pun
meyakini bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang dapat memberikan kebermanfaatan.
Itu lah jawaban kami atas pertanyaan pertama, kami meyakini bahwa kehadiran BEM
FEB UB memiliki alasan yang kuat. Tentunya jawaban atas pertanyaan pertama menjadi
dasar kami dalam menjawab pertanyaan yang kedua. Jawaban tersebut kami jabarkan melalui
perencanaan-perencanaan yang coba kami susun pada bab-bab berikutnya.
DAFTAR ISI
Pembuka
Daftar isi
Analisis Kondisi
Analisis Kondisi Internal
Analisis Kondisi Eksternal
Visi
Misi
Tujuan
Annuals Goals, Strategi, Arahan Strategi
Kerangka Kelembagaan
Program Kerja Unggulan
Program Kerja Inovasi
Program Kerja Kolaborasi
Fokusan Isu
Penutup
Daftar Pustaka
ANALISIS KONDISI
Untuk menganalisis kondisi internal, kami menggunakan metode The McKinsey 7s
Framework. Dalam metode tersebut terdapat 7 aspek internal yaitu Strategy, System,
Structure, Style, Shared Value, Staff, dan Skill yang coba kami susun melalui teknik observasi
dan wawancara. Selain 7 aspek tersebut, kami turut menganalisis tantangan dan peluang bagi
BEM FEB UB. Dari hasil analisis tersebut, kami mendapatkan beberapa permasalahan dan
peluang yang telah kami rangkum dan deskripsikan seperti di bawah ini :
KONDISI INTERNAL
1. Muda, Mura, dan Muri Organisasi
Berdasarkan data yang kami peroleh dalam Grand Design BEM FEB UB 2021,
terdapat 105 program kerja, yang mana dijalankan oleh 85 staf fungsionaris. Artinya
sejumlah program kerja tersebut melebihi kuantitas Sumber Daya Manusia. Selain itu, dalam
pelaksanaannya terdapat ketimpangan program kerja antar departemen/biro baik segi
kuantitas maupun bobot kerja. Belum lagi di samping setiap individu menjalankan program
kerja departemen/biro-nya, terdapat keharusan untuk mengikuti program kerja yang
dijalankan oleh departemen/biro lain maupun program kerja wajib BEM FEB UB.
Atas permasalahan tersebut, maka terjadinya gejala Muda, Mura, dan Muri dalam
organisasi. Secara definisi, Muda berarti pemborosan dalam pekerjaan yang artinya
melakukan hal yang tidak perlu atau non-value added activities, Mura artinya ketimpangan
pada pekerjaan atau pembebanan pekerja, dan Muri artinya pembebanan berlebih pada
sumber daya. Dari ketiga hal tersebut akan mengakibatkan munculnya permasalahan, seperti
work stress (Golden, 2015), kehilangan minat pada pekerjaan (Tahir et al, 2020), menurunnya
performa akibat demotivasi atau born out, hingga berpotensi berhentinya fungsionaris aktif di
BEM.
2. Pengembangan
a. Tidak terlaksananya upgrading Badan Pengurus Harian (BPH) sehingga
terjadinya ketimpangan kualitas BPH antara dan/atau dalam departemen dan
biro.
b. Pengembangan seluruh internal BEM FEB UB mengenai pemahaman
keorganisasian, soft skills, maupun hard skills tidak berdasarkan kurikulum
pengembangan
c. Dalam memantau kinerja fungsionaris, BEM FEB UB saat ini telah memiliki
Key Performance Indicator (KPI) SDM untuk melihat kinerja fungsionaris
sudah sesuai dengan standar atau target individu yang sudah ditetapkan.
Namun manajemen kinerja idealnya tidak hanya menilai seberapa kinerja
fungsionaris dan mengevaluasi kinerja yang sudah dilakukan. Akan tetapi,
manajemen kinerja harus memberikan dampak pada peningkatan kinerja
fungsionaris dan adanya kesempatan fungsionaris dalam mengembangkan
dirinya. Sejauh ini, BEM FEB UB hanya melakukan penilaian untuk diberikan
laporan berupa rapor setengah periode saja. Seharusnya terdapat
penindaklanjutan terhadap penilaian tersebut untuk dapat
meningkatkan/mengembangkan hal yang dianggap kurang dan
mempertahankan hal yang sudah dianggap baik sehingga manajemen kinerja
dapat berkelanjutan.
3. Peluang :
a. Mudahnya Berkolaborasi Dengan Organisasi dan Komunitas
Saat ini, BEM FEB UB sudah memiliki hubungan yang baik dengan beberapa
organisasi dan komunitas, baik pada tataran fakultas maupun diluar fakultas.
Hal tersebut memudahkan BEM FEB UB untuk dapat berkolaborasi dengan
organisasi dan komunitas dalam menjalankan aktivitasnya.
b. Menjadi Tuan Rumah Forum Mahasiswa Ekonomi Indonesia (FMEI)
BEM FEB UB telah terpilih menjadi tuan rumah Forum Mahasiswa Ekonomi
Indonesia (FMEI) tahun 2022. Dengan demikian BEM FEB UB memiliki
bargaining yang kuat dalam menentukan arah FMEI kedepan. Selain itu,
melalui serangkaian FMEI nanti dapat menjadi peluang untuk menunjukan
citra yang baik BEM FEB UB pada khususnya dan FEB UB pada umumnya.
c. Satu-satunya Lembaga di Lingkup FEB UB yang Bergerak Dalam Isu
Lingkungan Hidup
Dari semua lembaga yang ada di lingkup FEB UB, hanya BEM FEB UB yang
memiliki fokusan pada isu lingkungan hidup. Dengan demikian, BEM FEB
UB memiliki peluang untuk menjadi ujung tombak pergerakan pada sektor
lingkungan hidup dan memiliki peluang untuk mendapatkan partisipasi massa
yang besar.
d. Peluang Optimalisasi Penyaluran Informasi
BEM FEB UB memiliki media sosial yang mainstream dan beragam, seperti
Instagram, Twitter, Linked.in, Youtube, Line, dan Website. Dengan demikian,
BEM FEB UB memiliki peluang yang tinggi dalam menyalurkan informasi
secara luas. Melalui optimalisasi ini, mahasiswa FEB UB dapat juga terlayani
dengan baik dalam memenuhi kebutuhannya.
e. Potensi Digitalisasi Manajemen Kinerja
Dengan hadirnya Pandemi Covid-19, kita semua dituntut untuk dapat
memanfaatkan teknologi untuk dapat menyesuaikan dengan kondisi dan tetap
terhubung satu sama lain. Oleh karena itu, BEM FEB UB memiliki peluang
yang tinggi dalam mengoptimalkan kinerja secara efektif dan efisien dengan
mengadaptasi tools tools online untuk menunjang progresifitas kinerja.
KONDISI EKSTERNAL :
1. Bonus Demografi dalam Era Disrupsi
Dependency Ratio Indonesia
Source : Bappenas
Saat ini indonesia telah memasuki Bonus Demografi dalam Era Disrupsi dimana
penduduk usia produktifnya lebih banyak dibandingkan dengan penduduk usia non
produktif serta di tengah perubahan zaman besar-besaran yang mana secara fundamental
telah mengubah semua sistem, tatanan, dan juga landscape yang ada ke cara-cara baru.
Banyaknya penduduk usia produktif tentu dapat membawa perubahan pada sebuah
negara, misalnya dalam dunia pendidikan, Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM),
serta bidang penelitian dan pengembangan. Faktanya, bonus demografi hanya akan terjadi
1 kali di setiap negara. Di Indonesia sendiri, masa ini diperkirakan akan mencapai
puncaknya pada tahun 2025-2030. Maka dari itu, potensi keberhasilan bonus demografi
ini perlu didukung dengan meningkatkan produktivitas penduduk usia produktif.
Apabila Indonesia memiliki sumber daya manusia yang melimpah namun tidak
disertai dengan kegiatan produktif, maka pemudanya akan cenderung malas untuk maju,
memilih jalan yang instan, dan tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk memasuki
dunia kerja. Hal ini akan berakibat pada banyaknya pengangguran, lambatnya
perkembangan sumber daya manusia, dan peningkatan keuangan negara yang defisit.
Dalam semua itu diperlukan adanya pendidikan karakter sebagai pondasi awal
dalam investasi sumber daya manusia, pembentukan pola pikir seorang yang harus dapat
berpikir kreatif, mampu mencari dan menciptakan peluang. Selain itu, diperlukan pula
pendidikan yang dapat membentuk rasa percaya diri dan optimis, berorientasi pada tugas
dan hasil, berani mengambil resiko dan menyukai tantangan, mempunyai jiwa leadership,
mampu melakukan orisinalitas, serta berorientasi pada masa depan. Apabila ke enam
karakter tersebut telah terbentuk, maka Indonesia sudah mempunyai pondasi bangsa yang
berkualitas. Pondasi Ini juga masih harus dilengkapi dengan penguasaan keterampilan
bahasa, komunikasi, teknologi informasi serta didasari ilmu pengetahuan mumpuni dalam
menghadapi era globalisasi. Bonus demografi yang mencapai puncaknya pada 2025
hingga 2035 membuat Indonesia masih berpeluang menciptakan generasi emas nya.
2. Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity)
Saat ini, kita berada pada era yang mana dinamakan sebagai VUCA (Volatility,
Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity). Dunia sedang berada pada keadaan yang penuh
dengan Volatility (volatilitas), Uncertainty (Ketidakpastian), Complexity (Kompleksitas),
dan Ambiguity (Ambiguitas). VUCA erat kaitannya dengan bagaimana seseorang dapat
melihat kondisi pada saat mereka membuat keputusan, merencanakan ke depan,
mengelola risiko yang ada, mendorong perubahan dan melakukan pemecahan masalah.
Menurut teori Boston Consulting Group (BCG), terdapat dua teori untuk
mengatasi sebuah masalah. Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah efisiensi, yaitu
ketika sebuah masalah hanya dilihat dari status quo saja dan kemudian dijadikan evaluasi.
Teori kedua ini yang dibenarkan oleh BCG yang bernama diferensiasi, di mana teori ini
tidak melihat evaluasi yang ada, melainkan membawa suatu perubahan baru, tanpa
melihat letak kesalahannya. Teori diferensiasi ini dapat disimpulkan bahwa, kita melawan
perubahan yang dialami dunia ini dengan perubahan.
VUCA merupakan salah satu tantangan yang harus dihadapi oleh BEM FEB UB,
yang menyangkut disrupsi, perubahan perilaku para konsumen, pergeseran pasar serta
persaingan yang semakin ketat. Ancaman era VUCA, ini dapat kami hadapi dengan VUCA
Prime (Bob Hansen, 2009) , yaitu Vision (Penglihatan), Understanding (Pemahaman), Clarity
(Kejelasan), Agility (Kelincahan) yang dapat dijabarkan sebagai berikut :
a. Menghadapi Volatility dengan Vision
b. Mengatasi Uncertainty dengan Understanding
c. Memecahkan Complexity dengan Clarity
d. Melawan Ambiguity dengan Agility
3. Top 10 Skills 2025
Pemuda merupakan aset bangsa yang harus dijaga sedemikian rupa. Untuk
menjadi pemuda yang profesional di era perkembangan zaman yang semakin meningkat
ini, tentunya memiliki hard skill dan nilai akademik yang baik saja tak cukup untuk
bersaing di dunia kerja. Para pemuda memerlukan keahlian soft skill yang mumpuni pula
untuk mengatasi hal tersebut agar dapat unggul di lingkungan kerja.
Berdasarkan penelitian dalam Future Jobs Report 2020 yang dirilis oleh The
World Economic Forum terdapat Top 10 Skills 2025 yang yaitu panduan mengenai 10
kemampuan yang paling dibutuhkan dunia pada tahun 2025. Top 10 Skills tersebut yaitu :
Berangkat dari hal tersebut, BEM FEB UB perlu melakukan penyesuaian dalam
pelaksanaan program kerjanya, dengan terus memperhatikan karakteristik dan
memaksimalkan potensi-potensi yang ada untuk direlevansikan sebagaimana mestinya.
4. Sustainable Development Goals (SDGs)
Sustainable Development Goals (SDGs) merupakan sebuah tujuan yang telah
dirumuskan oleh United Nation (UN) dan telah disetujui oleh para pemimpin dunia
termasuk Indonesia, guna membangun kehidupan yang lebih layak bagi seluruh
masyarakat di dunia, yang direncanakan tercapai pada tahun 2030 untuk mengurangi
kemiskinan, mengurangi kesenjangan dan melindungi lingkungan.
SDGs merupakan sebuah panggilan nyata untuk menciptakan masa depan yang
lebih baik dan sustain (berkelanjutan) yang dimana dirancang dengan melibatkan seluruh
aktor pembangunan tak terkecuali pemerintah maupun para akademisi. Maka dari itu,
BEM FEB UB sebagai lembaga mahasiswa sudah seharusnya berperan dan turut andil
dalam pencapaian SDGs melalui serangkaian kegiatan-kegiatan mampu memberikan
dampak perubahan secara signifikan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan
kegiatan dalam aspek lingkungan hidup. Dari 17 poin SDGs, terdapat beberapa aspek
yang menjadi fokusan kami yaitu :
a. Good Health and Well-being (Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan )
b. Quality Education (Pendidikan Bermutu)
c. Gender Equality (Kesetaraan Gender)
d. Decent Work and Economic Growth (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi)
e. Industry Innovation and Infrastructure (Infrastruktur, Industri, dan Inovasi)
f. Climate Action (Penanganan Perubahan Iklim)
g. Peace, Justice and Strong Institution (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan
yang Kuat)
5. Kelelahan Pandemi
Dunia berubah begitu cepat, teknologi membuat akselerasi berbagai hal pada
berbagai bidang tampak nyata. Banyak sekali hal di dunia ini yang membuat kita mau
tidak mau berfikir bahwa masa depan ialah tentang hari ini, bukan besok atau bahkan
beberapa tahun lagi. Saat ini, kita dihadapkan pada masa dimana kita tak lagi memiliki
kesempatan untuk menunda-nunda pekerjaan hari ini. Disisi lain, kita masuk ke masa
yang dinamakan“Kelelahan Pandemi”. Secara emosional, banyak manusia yang sudah
mulai merasakan bahwa emosional mereka telah diamputasi karena ketidakpastian ini.
Minimnya partisipasi, demotivasi, kebosanan dalam bentuk-bentuk monoton dalam
organisasi, dan susah berinteraksi yang berujung pada demotivasi menjadi tantangan kita
saat ini (Merete Wedell, 2020).
Dunia berubah, maka dari itu kita pun harus berubah. The world is changing, so
should we? Tanpa pandemi, banyak sekali perubahan yang telah terjadi, dan pandemi
telah mengakselerasi segala perubahan di dunia ini. Kedaruratan mendorong segala hal
untuk terjadi, dan menuntut setiap individu untuk terus beradaptasi. Maka dari itu,
diperlukan adanya sense of skills atau keterampilan tertentu yang dapat membuat kita
mengikuti perkembangan teknologi. Tantangan “Kelelahan Pandemi” ini perlu di imbangi
oleh BEM FEB UB dengan menentukan arah gerak yang tepat, yaitu dengan bertindak
lebih adaptif dan juga inovatif yang tentunya disesuaikan pula dengan perubahan yang
terjadi begitu cepat.
6. Surat Edaran (SE) tentang perkuliahan genap tahun 2021/2022
Universitas Brawijaya akan memulai perkuliahan semester genap pada perkuliahan
semester depan dengan tatap muka secara bertahap. Dengan dilakukannya perkuliahan secara
hybrid, tentunya BEM FEB UB diharuskan untuk dapat menyesuaikan kembali dengan
kondisi offline/hybrid. Hal tersebut menjadi tantangan baru, lantaran hampir 2 tahun
perkuliahan maupun segala aktivitas kemahasiswaan dilakukan secara online. Yang mana
pada saat awal pandemi, BEM FEB UB perlu beradaptasi praktik menyesuaikan dengan
kondisi stay at home. Saat ini, kondisi semakin pulih dan wacana perkuliahan offline semakin
terang, hal ini kembali mengharuskan BEM FEB UB untuk kembali beradaptasi praktik
dalam melaksanakan segala kegiatannya. Tentu hal ini bukan perkara yang mudah, BEM FEB
UB perlu mengantisipasi tantangan ini dengan bergerak secara adaptif dan inovatif.
VISI
“Terwujudnya BEM FEB UB sebagai Katalisator dalam memberikan
kebermanfaatan”
Katalisator memiliki arti sesuatu yang menyebabkan terjadinya perubahan dan menimbulkan
kejadian baru atau mempercepat suatu peristiwa. Maka dari itu, BEM FEB UB dapat hadir
dengan mendorong dan memanfaatkan segala potensi yang ada untuk menciptakan dan
mempercepat perubahan. Perubahan-perubahan tersebut ditujukan untuk memberikan
manfaat yang dapat diterima langsung oleh sasaran yang kami tuju.
MISI
1. Membentuk sumber daya manusia internal BEM FEB UB yang profesional
Sumber daya manusia merupakan salah satu aset yang sangat penting dan menjadi
perhatian khusus, tak terkecuali dalam suatu organisasi. Dalam lingkup BEM FEB UB
sendiri, SDM internal (fungsionaris) yang mumpuni merupakan subjek vital dimana akan
menentukan mampu tidaknya Visi BEM FEB UB diwujudkan. Maka dari itu dibutuhkan
Fungsionaris yang memiliki sikap profesional yang mana ia dapat memposisikan dirinya
agar mampu memahami hak dan kewajiban terhadap urusan pekerjaannya serta dapat
bekerja secara kompeten, dan disiplin agar dapat mencapai hasil terbaik.
2. Menjalankan kinerja BEM FEB UB yang adaptif dan inovatif
Untuk mewujudkan BEM FEB UB sebagai katalisator, dibutuhkan nilai Adaptif dan
Inovatif. Inovatif sendiri merupakan proses menciptakan suatu hal baru sedangkan adaptif
yaitu kemudahan untuk menyesuaikan dengan keadaan yang ada. Kedua hal tersebut
menjadi sangat penting untuk BEM FEB UB kedepan dalam menjalankan kinerjanya,
mengingat dimana saat ini kita berada pada post pandemic era dan dihadapkan dengan
kondisi yang sangat dinamis. Harapannya BEM FEB UB mampu bergerak cepat dalam
menyesuaikan perubahan kondisi yang serba tidak pasti ini dan dapat menerapkan
cara-cara baru dan ide-ide baru dalam menjalankan program kerjanya.
3. Menjalin hubungan yang kolaboratif dan berkelanjutan dengan seluruh
stakeholder BEM FEB UB
Dalam menjalin komunikasi dan koordinasi bersama KM FEB UB, Pihak Dekanat,
maupun stakeholder yang lainnya dibutuhkan adanya kolaborasi sebagai bentuk
keharmonisan dan memaksimalkan pelaksanaan setiap agenda BEM FEB UB. Pentingnya
sebuah komunikasi menjadi faktor utama dalam sebuah hubungan, maka dari itu poin
kolaboratif dalam misi ini menjadi salah satu fokus kami yang harapannya akan dilakukan
secara terus-menerus.
4. Memberikan pelayanan yang responsif dan inklusif dalam pemenuhan
kebutuhan dasar mahasiswa
Dalam pemenuhan kebutuhan mahasiswa pada aspek pendidikan dan kesejahteraan,
BEM FEB UB dituntut untuk memberikan pelayanan yang tanggap dalam menghadapi
permasalahan KM FEB UB, agar KM FEB UB tidak mengalami hambatan dalam proses
pencapaian kebutuhan dasarnya. Selain itu, pelayanan yang diberikan juga harus inklusif
yang mana menurut KBBI sendiri berarti mendapatkan ketercakupan. Diharapkan dengan
pelayanan yang inklusif ini BEM FEB UB dapat memberikan pelayanan yang mencakup
kepada setiap mahasiswa. .
5. Mengoptimalkan pengembangan diri mahasiswa yang relevan dengan
kebutuhan mahasiswa dan perkembangan zaman
Sebagai sebuah terminal dalam memfasilitasi penjaringan dan pengembangan
kebutuhan mahasiswa, BEM FEB UB harus mampu menyesuaikannya dengan kebutuhan
dan perkembangan zaman. Pengembangan mahasiswa haruslah relevan yang mana dalam
kamus KBBI berarti memiliki arti kait-mengait, bersangkut paut, ataupun dapat berguna
secara langsung. Nilai relevan ini diperlukan agar mahasiswa dapat menghadapi
tantangan di masa kini serta memiliki nilai kemanfaatan yang sesuai dengan apa yang
dibutuhkannya.
6. Melakukan kajian dan riset terhadap isu-isu terkini sebagai landasan
pergerakan serta melakukan advokasi kebijakan sebagai wujud pergerakan
yang konstruktif
Peran mahasiswa sebagai aktor penengah dalam kehidupan masyarakat dan
melakukan berbagai pergerakan demi terciptanya perubahan sangatlah penting. Dalam
melakukan pergerakan mahasiswa, diperlukan nilai konstruktif yaitu bersifat membina,
memperbaiki, dan membangun. Selain itu, tentunya dalam melakukan pengawalan isu
strategis serta kebijakan diperlukan adanya landasan yang kuat seperti melalui berbagai
macam kajian maupun riset. Hal inilah yang membawa kita melihat pentingnya aspek
akademis dalam kehidupan masyarakat. Akan tetapi, kajian dan riset akan menjadi kertas
yang tidak berguna jika tidak ada penindaklanjutan atas hal tersebut, maka diperlukan
adanya suatu aksi strategis dengan melakukan advokasi kebijakan atas isu yang telah
dikaji sebagai upaya dalam melakukan pemecahan masalah yang terjadi.
7. Meningkatkan kepedulian dan melakukan kegiatan yang berdampak signifikan
dengan berbasis ilmu pengetahuan dalam pengabdian masyarakat dan
lingkungan hidup
Kepedulian merupakan hal yang sangat penting dalam melakukan pengabdian
masyarakat dan lingkungan hidup. Melalui kepedulian tersebut, maka setiap mahasiswa
dapat bersikap dan bertindak dalam kehidupannya untuk dapat memberikan manfaat
kepada masyarakat dan mencegah adanya kerusakan lingkungan. Dalam hal ini, BEM
FEB UB harus mampu meningkatkan kepedulian tersebut, karena seiring dengan
meningkatnya kepedulian maka manfaat yang akan diterima oleh masyarakat akan
semakin besar dan lingkungan hidup akan semakin terjaga dengan baik. Selain itu, BEM
FEB UB memiliki fokusan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mencegah
kerusakan lingkungan. Dalam hal ini, BEM FEB UB dapat melakukan segala kegiatan
untuk memberikan dampak perubahan yang penting dalam menyelesaikan
permasalahan-permasalahan yang dialami masyarakat dan lingkungan hidup. Tentunya
segala kegiatan tersebut harus berdasarkan ilmu pengetahuan yang dimiliki.
TUJUAN
1. Memiliki sumber daya manusia internal BEM FEB UB yang dapat menjalankan
tugasnya dengan baik dan memiliki nilai tambah
2. Mampu bergerak cepat dalam menyesuaikan dengan perubahan kondisi yang serba
tidak pasti
3. Menerapkan cara-cara baru dan ide-ide baru dalam menjalankan program kerja
4. Berkolaborasi dengan seluruh stakeholder BEM FEB UB dalam menunjang program
kerja
5. Melakukan hubungan yang dapat terus menerus dengan stakeholder BEM FEB UB
6. Mahasiswa dapat terlayani dengan tanggap dalam memenuhi kebutuhannya pada
aspek pendidikan dan kesejahteraan
7. Memastikan setiap mahasiswa mendapatkan pelayanan yang baik
8. Mengembangkan soft skills dan hard skills mahasiswa yang disesuaikan dengan apa
yang dibutuhkan mahasiswa, perkembangan teknologi, dan kondisi sosial
9. Terciptanya kajian dan riset sebagai landasan pergerakan yang dilakukan oleh BEM
FEB UB
10. Memecahkan permasalahan publik melalui advokasi kebijakan terkait isu-isu yang
dikaji
11. Meningkatnya kepedulian mahasiswa terhadap pengabdian masyarakat dan
lingkungan hidup
12. Berkontribusi dalam menyelesaikan permasalahan pada masyarakat dan lingkungan
hidup
CORE VALUE
1. Intellectual
Menurut KBBI, intelektual adalah cerdas, berakal, dan berpikiran jernih
berdasarkan ilmu pengetahuan. Dalam hal ini, setiap fungsionaris diharuskan untuk
mengedepankan kecerdasan, berakal, dan berpikiran jernih berdasarkan ilmu pengetahuan
yang dimiliki dalam menjalankan setiap kegiatan organisasi.
2. Integrity
Setiap fungsionaris yang memiliki integritas ketika antara niat dan perilaku sesuai
dengan nilai yang dianut, memiliki kerendahan hati untuk lebih memilih apa yang benar,
berani membela kebenaran walaupun kondisi sulit, dan memiliki keterbukaan untuk
sama-sama percaya.
3. Agility
Setiap fungsionaris yang Agile memiliki kemampuan dalam merespon dengan
baik terhadap tantangan kondisi eksternal melalui proses adaptasi dan inovasi agar
terpenuhinya kebutuhan sasaran yang dituju. Organisasi dapat menjadi Agile ketika
orang-orang di dalamnya Agile. Menjadi fungsionaris yang Agile terdapat tiga aspek
utama yang harus dipenuhi, yaitu memiliki sifat konsisten terhadap tanggung jawab,
berani mengambil peran simultan dalam organisasi secara responsif dan mampu
berkolaborasi, serta memiliki keinginan untuk belajar hal-hal yang baru.
NILAI TURUNAN
1. Growth Mindset
Growth mindset cenderung berpandangan lebih positif terhadap usahanya, lebih
dapat mengatasi kesulitan dalam tugas dan lebih termotivasi pada situasi yang menantang,
tidak hanya mendasarkan pada kemampuan yang dimiliki (Jach, Sun, Loton, Chin, &
Waters, 2017). Dengan demikian, fungsionaris akan lebih positif ketika dihadapkan
dengan perubahan dan berusaha mencari strategi terbaik ketika menghadapi tantangan.
2. Design Thinking
Design Thinking adalah suatu proses atau metode pola pikir untuk berempati
terhadap permasalahan yang berpusat pada manusia. Artinya, dalam merumuskan dan
menjalankan program kerja, fungsionaris perlu memfokuskan pada sasaran yang dituju
(empetize), terkait apa yang dibutuhkan dan bagaimana mencarikan solusi untuk dapat
memenuhi kebutuhan sasaran. Sehingga apapun kegiatan yang dilakukan, harus sesuai
dengan apa yang dibutuhkan oleh user. Dalam memenuhi kebutuhan sasaran tersebut,
fungsionaris dituntut untuk inovatif yang disesuaikan dengan perkembangan zaman dan
kondisi sosial.
3. Collective Work
Menurut KBBI, kolektif adalah secara bersama atau secara gabungan. Dalam
menjalankan tugas dan fungsinya, fungsionaris diharuskan menjalankan kerja secara
kolektif dalam mencapai tujuan bersama. Dengan bekerja kolektif, setiap fungsionaris
tidak hanya terfokus dengan tugas individual yang ditangani, akan tetapi memiliki
kepedulian dengan fungsionaris lainnya untuk dapat saling membantu dan keterkaitan
satu sama lainnya.
BUDAYA
respect to time
- Disiplin atau tepat waktu dalam menghadiri kegiatan
- Menggunakan waktu secara efisien
- Memiliki kemampuan manajemen waktu yang baik
respect to people
- Memberikan apresiasi terhadap segala pencapaian
- Mengedepankan etika komunikasi yang baik
- Memberikan kepercayaan kepada setiap orang
- Memiliki sikap peduli untuk saling membantu dan mengisi
respect to system
- Mematuhi segala aturan yang telah ditetapkan
- Melaksanakan tugas secara optimal dan wewenang dengan baik
respect to yourself
- Mengapresiasi atas pencapaian diri sendiri
- Terus berupaya dalam mengaktualisasi diri
ANNUAL GOALS STRATEGIC BEM FEB UB 2022
Annual Goals Strategi Arahan Strategi
Membentuk Sumber Daya Mengoptimalkan Memberikan pemahaman
seputar arah gerak, visi,
Internal BEM FEB UB pengembangan fungsionaris misi, nilai, budaya
organisasi, serta based
yang memiliki Value Added BEM FEB UB knowledge terkait program
kerja dan pemeliharaan
internal kepada Badan
Pengurus Harian secara
berkala
Menyusun kurikulum
kompetensi pengembangan
fungsionaris internal BEM
FEB UB yang disusun untuk
menunjang kinerja dan
disesuaikan dengan
kebutuhan
Penilaian Sumber Daya Merancang penilaian
Manusia (SDM) internal fungsionaris dalam
mengukur progresifitas dan
kebahagiaan fungsionaris
selama berproses di BEM
FEB UB berbasis
Continuous Performance
Management
Mengoptimalkan digitalisasi Meningkatkan progresifitas
sistem kerja internal BEM kinerja yang efektif dan
FEB UB efisien melalui
pengadaptasian tools-tools
online, seperti aplikasi
kolaboratif online, aplikasi
pengarsipan data, dan lain
sebagainya
Penguatan Ekonomi Lokal Melakukan pengembangan Memanfaatkan potensi Desa
desa berprinsip Community Sumberbendo dalam
Development melaksanakan
pengembangan desa wisata
Membuat dokumen
perencanaan pengembangan
desa berbasis ilmu
pengetahuaan dan
Pencegahan Krisis Iklim Melakukan pemberdayaan berwawasan lingkungan
UMKM yang dimiliki dalam menciptakan value
masyarakat Kota Malang added
Melaksanakan advokasi Berkolaborasi dengan unsur
kebijakan publik terhadap akademisi FEB UB, unsur
permasalahan ekonomi pemerintah setempat, dan
masyarakat unsur masyarakat dalam
Raising Awareness pelaksanaan pengembangan
mahasiswa terhadap isu desa
krisis iklim
Mengoptimalkan pelatihan
Melaksanakan advokasi dan pendampingan yang
kebijakan publik yang dilakukan melalui aspek
mengarah terhadap permodalan, aspek sumber
daya manusia, aspek
pemasaran, dan aspek
pemanfaatan teknologi yang
sesuai dengan kebutuhan
UMKM binaan
Melaksanakan kolaborasi
kemitraan dalam mendorong
perkembangan UMKM
binaan
Melakukan pemetaan dan
menganalisis kondisi atau
kendala UMKM binaan
sehingga nantinya dapat
disusun program
perencanaan untuk
menyelesaikan
permasalahan tersebut
Melakukan upaya
pemecahan masalah
ekonomi masyarakat melalui
serangkaian advokasi
Meningkatkan pemahaman
terhadap permasalahan
lingkungan hidup serta
menanamkan value gerakan
lingkungan hidup itu mudah
dan beragam
Melaksanakan pengawalan
isu krisis iklim dengan
serangkaian kajian dalam
permasalahan krisis iklim upaya pemecahan masalah
Terpenuhinya kebutuhan Memberikan pelayanan melalui advokasi kebijakan
dasar mahasiswa saat ini prima
Mengoptimalkan
Memberikan wadah pemanfaatan website BEM
aktualisasi diri mahasiswa FEB UB dalam penyediaan
yang relevan informasi kebutuhan dasar
mahasiswa yang terintegrasi
Memberikan wadah
pencerdasan, konsultasi, dan
menerima pelaporan terkait
kasus kekerasan seksual
Memberikan wadah
pengembangan dalam
menunjang kompetensi yang
dibutuhkan mahasiswa pasca
dunia perkuliahan (S2 dan
karir)
Mengoptimalkan
pengembangan diri baik soft
skills maupun hard skills
mahasiswa yang disesuaikan
dengan tuntutan zaman atau
skills 21 Century
STRUKTUR KELEMBAGAAN
PROGRAM KERJA UNGGULAN
1. Social In Action
2. EBCL
3. EBPC (Economics Business Plan Competition)
4. ISE (International Scholarship Expo)
5. ESD (Economy Society Development)
6. SDT (Self Development Training)
7. Aksi Erat (Advokasi Ekonomi Rakyat)
PROGRAM KERJA INOVASI
1. Care Your Career
Program kerja yang memfasilitasi seluruh KM FEB UB maupun mahasiswa umum
mengenai persiapan untuk menuju dunia kerja
2. Pedoman Transisi Daring ke Luring (PEDAL)
Buku pedoman pelaksanaan kegiatan organisasi pada masa transisi dari daring ke
luring
3. Guideline Keuangan dan Kesekretariatan
Buku panduan yang diperuntukan kepada KM FEB UB perihal peradmistrasian di
lingkup FEB terkhusus pada kesekretariatan dan keuangan
4. Be Come Mapres
Program kerja yang memberikan pencerdasan seputar Mapres dan penghubung antara
pihak fakultas dan KM FEB UB dalam hal publikasi seputar mahasiswa berprestasi
5. PMW Corner
Program kerja pendampingan bagi mahasiswa yang mengikuti PMW (Program
Mahasiswa Wirausaha)
6. For Your Information (FYI)
Fitur terbaru dalam website BEM FEB UB untuk menyalurkan informasi seputar
kebutuhan dasar mahasiswa, seperti alur regulasi banding UKT, kemahasiswaan, serta
tombol panic button untuk mahasiswa yang ingin melaporkan tindak kekerasan
seksual, dan lain sebagainya
7. Pahlawan Lingkungan
Program kerja yang memiliki fokusan dalam memberikan apresiasi bagi KM FEB UB
yang bergerak dalam aspek lingkungan hidup
8. Sekolah BEM
Program kerja pengembangan internal BEM untuk membentuk SDM internal yang
memiliki value added dan sebagai wadah kaderisasi
FOKUSAN ISU
1. Pengelolaan Efisiensi dan Efektifitas APBN 2022
2. Kekerasan Seksual
3. Sustainable Green Economy
4. Krisis Iklim
5. Perguruan Tinggi Berbadan Hukum
6. Isu Saat dan Pasca Pandemi
7. Gig Economy
PENUTUP
Demikianlah Grand Design Fahmi dan Khansa. Harapannya rancangan besar ini akan
membawa perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik lagi, tidak hanya untuk BEM FEB
UB tapi untuk kita semua. Dengan begitu, seluruh narasi sudah kami berikan, sekarang
waktunya untuk mencocokan dengan mimpi yang kalian inginkan dengan narasi yang kami
tawarkan. Semoga kita semua sehat selalu dan sampai jumpa pada titik akhir yang
membahagiakan. SATU JIWA FEB!