Komunikasi
Terapeutik
RSUP H ADAM MALIK MEDAN 2022
Apa itu Komunikasi Terapeutik?
Komunikasi yang direncanakan secara sadar, bertujuan dan kegiatannya dipusatkan
untuk kesembuhan pasien dan membina hubungan terapeutik antara perawat dan
pasien.
Suryani (2005)
Komunikasi yang dilakukan atau dirancang untuk tujuan terapi, dimana perawat
dapat membantu pasien mengatasi masalah yang dihadapinya melalui komunikasi
Yubiliana (2017)
Komunikasi yang terjalin dengan baik, komunikatif dan bertujuan untuk
menyembuhkan atau setidaknya dapat melegakan serta dapat membuat pasien
merasa nyaman dan akhirnya mendapatkan kepuasan
Fungsi Komunikasi Terapeutik
01
Sebagai terapi untuk menurunkan tingkat kecemasan
pasien atau meningkatkan rasa percaya pasien
terhadap perawat.
02
Meningkatkan tingkat kemandirian pasien
melalui proses realisasi diri, penerimaan diri
dan rasa hormat terhadap diri sendiri.
Tujuan Komunikasi Terapeutik
Membantu pasien memperjelas penyakit yang
dialami, juga mengurangi beban pikiran dan
perasaan untuk dasar tindakan guna
mengubah kedalam situasi yang lebih baik
Komunikasi terapeutik diharapkan dapat
mengurangi keraguan serta membantu
dilakukannya tindakan efektif, mempererat
interaksi antara pasien dan perawat secara
profesional dan proporsional dalam rangka
membantu penyelesaian masalah pasien.
Teknik Komunikasi Terapeutik
Mendengar dengan penuh
perhatian
Menunjukkan penerimaan
Menanyakan pertanyaan yang
berkaitaan
Mengulang ucapan klien dengan
kata-kata sendiri
Mengklarifikasi
Memfokuskan
1. Fase Pra-Interaksi
Perawat mempersiapkan diri
Mengumpulkan data tentang
pasien
Menciptakan lingkungan
yang nyaman
2. Fase Orientasi
Memberi salam
Memperkenalkan diri
Menanyakan nama pasien
dan tanggal lahir pasien
(sambil mencocokkan
dengan gelang identitas
pasien
Menyepakati pertemuan
Menjelaskan tujuan dan
tindakan yang akan
dilakukan
Menjelaskan waktu yang
dibutuhkan untuk
melakukan tindakan
3. Fase Kerja
Memberikan kesempatan
kepada pasien untuk
bertanya
Menanyakan keluhan pasien
Melakukan tindakan
keperawatan
Melaksanakan observasi dan
monitoring
Melaksanakan kolaborasi
4. Fase Terminasi
a. Terminasi Sementara
Merencanakan tindak
lanjut denganpasien
Mengakhiri kegiatan dengan cara yang
Baik
b. Terminasi Akhir
Menyimpulkan hasil kegiatan
Memberikan masukan
ataupun anjuranyang positif
Melakukan kontrak untuk
pertemuanselanjutnya (waktu
& tempat)
Mengakhiri kegiatan dengan cara
yangbaik
“Kepedulian adalah
esensi mutlak dari
keperawatan
—Jean Watson
Sumber : https://www.kajianpustaka.com/2020/06/komunikasi-terapeutik-pengertian-fungsi-karakteristik-prinsip-dan-teknik.html?m=1