The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by aurellicha229, 2022-01-10 20:45:33

10 Materi Geografi

pdf_20220111_084309_0000

GEOGRAFI LM.2

10 MATERI

Adam Juliansyah X MIPA 1/1

1. Vulkanisme


Vulkanisme adalah segala peristiwa yang berhubungan dengan magma yang keluar

menuju permukaan bumi melalui rekahan dalam kerak bumi.

- Gejala Vulkanisme :
1. Gejala pravulkanisme

Gejala pravulkanisme atau ciri-ciri dari gunung api yang akan meletus antara lain
adalah:

•Sering terjadi gempa

•Banyak sumber air mengering

•Peningkatan temperatur di sekitar kawah

•Terdengar gemuruh dari dalam gunung


•Hewan-hewan dari puncak gunung turun ke lereng gunung



2. Gejala pascavulkanisme

Sedangkan untuk gejala pascavulkanisme yang muncul setelah gunung api selesai
meletus adalah:

•Munculnya sumber air panas atau geiser

•Munculnya sumber gas atau ekshalasi seperti belerang

•Munculnya sumber air yang mengandung mineral seperti belerang atau sulfur

- Erupsi Gunung Api

Erupsi adalah proses keluarnya magma dari perut bumi. Dengan kata lain, erupsi itu
terjadi ketika suatu gunung api meletus.

1. Erupsi eksplosif adalah erupsi dengan tekanan yang sangat kuat, hingga
menghasilkan letusan yang besar atau ledakan. Ini karena magma di bawah gunung
memiliki kandungan gas yang sangat tinggi, sehingga memiliki tekanan yang tinggi
dan menghasilkan ledakan besar yang biasanya hanya satu kali.

2. Erupsi efusif adalah erupsi dengan tekanan yang kecil, sehingga hanya berupa
lelehan yang berangsur keluar. Ini terjadi karena magma di dalamnya bersifat basa
dan memiliki kandungan gas yang sedikit ya gais. Jadi biasanya erupsi tipe ini tidak
menghasilkan ledakan yang dahsyat.
- Bentuk Gunung Api
1.Gunung Api Maar
Gunung api ini terbentuk karena terjadinya erupsi eksplosif, sehingga meninggalkan
kawah yang cukup besar.
2.Gunung Api Perisai
Gunung Api Perisai adalah gunung yang bentuknya relatif datar. Gunung ini hanya
terbentuk karena erupsi efusif. Karena magma yang keluar sangat cair, gunung ini
memiliki lereng yang sangat landai dan dasar yang relatif luas.
3. Gunung Api Kerucut

Gunung api kerucut atau biasa juga disebut strato merupakan bentuk gunung api
yang paling umum di Indonesia. Gunung ini terbentuk karena erupsi campuran
antara eksplosif dan efusif. Tumpukan magma yang bergantian dari letusan
(eksplosif) dan lelehan (efusif) mengendap semakin tinggi seiring perjalanan waktu.
Inilah yang menyebabkan dinding kawah dari gunung jenis ini memiliki batuan

beku yang berlapis-lapis.

Status Aktivitas Gunung Api
Berdasarkan Permen ESDM No. 15 Tahun 2011, tingkat aktivitas gunung api di Indonesia dibagi
menjadi 4 level atau tingkatan loh gais. Keempat level itu dari paling rendah ke paling tinggi
adalah Level I (Normal), Level II (Waspada), Level III (Siaga), dan Level IV (Awas).

2. 5 Teori Pembentukan Tata Surya dan Pencetusnya | Geografi Kelas 10
1. Teori Nebula (Immanuel Kant dan Laplace)
Tata surya terbentuk dari kabut pekat dan besar yang berputar, berpilin, dan terpadatkan menjadi
matahari beserta planet-planet dan penyusun tata surya lainnya.
2. Teori Planetesimal (Chamberlin dan Moulton)
Tata surya terbentuk dari sebagian material matahari yang tertarik akibat bintang yang lewat.
3. Teori Pasang Surut (James dan Jeffreys)
Tata surya terbentuk dari gelombang gas-gas matahari yang tertarik membentuk filament.
4. Teori Bintang Kembar (Lyttleton)
Tata surya terbentuk dari bintang kembaran matahari yang meledak dan menghasilkan serpihan
berupa batuan, gas, debu, dan berbagai material lainnya.
5. Teori Awan Debu (Gerald P.Kuiper dan Weizsacker)
Tata surya terbentuk dari gumpalan awan dan debu dengan jumlah yang sangat banyak, yang
berputar menyerupai cakram, lalu berubah bentuk menjadi planet dan matahari.

3. 5 Akibat Revolusi Bumi Bagi Kehidupan
1. Perbedaan Lama Waktu Siang dan Malam
2. Perubahan Rasi Bintang
3. Gerak Semu Tahunan Matahari
4. Adanya Perubahan Musim
5. Ditetapkannya Kalender Masehi

4. 5 Macam Klasifikasi Tipe Iklim dan Perbedaannya
Iklim adalah pola cuaca rata-rata yang terjadi untuk waktu yang relatif lebih lama dan mencakup
wilayah yang luas.
Klasifikasi Tipe Iklim
1. Iklim Matahari, merupakan klasifikasi iklim yang didasarkan oleh panas matahari yang diterima
bumi.
2. Iklim Koppen, merupakan pengelompokkan iklim berdasarkan pada rata-rata curah hujan dan
temperatur.
3. Iklim Junghuhn, merupakan klasifikasi iklim berdasarkan ketinggian dan vegetasi di kawasan
tertentu.
4. Iklim Schmidt-Ferguson, merupakan klasifikasi iklim berdasarkan curah hujan.
5. Iklim Oldeman, yaitu klasifikasi iklim yang menggunakan curah hujan juga sebagai acuannya.

5. 3 Jenis Siklus Hidrologi
Siklus Hidrologi atau siklus air adalah rangkaian atau tahapan yang dilalui oleh air dari bumi, ke
atmosfer, dan kembali lagi ke bumi.

1. Siklus Air Pendek
Air di laut mengalami evaporasi atau penguapan. Evaporasi di sini adalah proses menguapnya air
dari laut, danau, sungai, atau permukaan air lain yang ada di bumi. Kunci utama dari evaporasi ini
adalah panas matahari. Kemudian, uap air tadi mengalami kondensasi dan berubah menjadi
awan. Kondensasi adalah berubahnya wujud uap air menjadi titik-titik air, hingga akhirnya
terbentuk menjadi awan. Setelah menjadi awan ini, akhirnya terjadi presipitasi ini kita kenal juga
namanya sebagai hujan.
2. Siklus Air Sedang
Air mengalami evaporasi, terkondensasi menjadi awan, dan akhirnya turun hujan. Bedanya sama
siklus air pendek, kali ini hujannya turun di darat nih. Jadi, ketika sudah mengalami kondensasi,
awan bisa juga mengalami adveksi. Adveksi adalah bergeraknya awan menuju tempat lain karena
bantuan angin. Karena adanya adveksi ini, awan bisa menurunkan hujannya di darat, sehingga
timbul lagi yang namanya run off. Run off adalah bergeraknya air di darat dari tempat yang tinggi
ke tempat yang rendah. Air yang bergerak ini nantinya akan mengalir kembali ke laut.
3. Siklus Air Panjang
Air mengalami evaporasi dan kondensasi. Hujan es karena awan yang ada di atmosfer bergerak
ke tempat yang relatif lebih dingin, atau kondisi suhu udara di atmosfer saat itu sedang rendah.
Nanti setelah musim semi, baru deh salju atau esnya mencair, mengalir di permukaan bumi, dan
akhirnya sampai ke laut buat mengulang kembali siklusnya. Karena prosesnya yang panjang ini
deh siklusnya dinamakan siklus panjang.gomongin es, dalam siklus panjang ini kamu bisa juga
menjumpai proses sublimasi. Sublimasi adalah perubahan wujud padat menjadi gas, dalam hal ini
adalah es yang menguap kembali menjadi uap air. Jadi, uap air yang ada di atmosfer bukan cuma
dari air aja, bisa juga dari air yang versi padatnya, yaitu es.

6. Dari Mana Asalnya Bau Hujan?
Bau hujan bukan benar-benar bau dari air hujan. Aroma tersebut dikeluarkan oleh tiga sumber
utama :
1.Ozon : Ozon terbentuk saat muatan listrik dari petir memisahkan atom oksigen (O2) menjadi
dua atom O. Atom O yang terlepas menimbulkan bau.
2.Tumbuhan : Selama musim kemarau, tumbuhan akan mengeluarkan minyak yang banyak
mengandung asam lemak, kemudian minyak tersebut mengendap dan senyawa yang mengumpul
menghasilkan bau.
3.Bakteri : Bakteri yang mengeluarkan senyawa bernama geosmin.

7. Manfaat Tanah dan Bagaimana Cara Menjaganya
Manfaat sumber daya tanah dalam kehidupan :
1. Menyediakan unsur hara
2. Menyediakan bahan makanan mikroorganisme
3. Menyediakan bahan makanan bagi makhluk hidup
4. Menjadi bahan baku produksi
5. Sumber mata air
6. Menyimpan mineral
7. Sumber pendapatan
8. Material bahan bangunan
9. Menjaga keseimbangan lingkungan

10. Menjadi tanggul alami
11. Membantu pembentukan bawang
Ada beberapa cara melakukan konservasi tanah yang biasanya dilakukan, yaitu
1. Cara vegetatif :
a. Reboisasi
b. Menanam tanaman untuk menutupi tanah
c. Penanaman cara strip
d. Penanaman berganda menggunakan mulsa
2. Cara mekanik
a. Pembuatan teras
b. Pembuatan saluran pembuangan air
c. Bangunan pengendali
3. Cara kimiawi
Cara ini dilakukan dengan memberikan bahan kimia ke tanah.

8. Berbagai Hal yang Terjadi Jika Seseorang terjebak di Luar Angkasa
1. Tidak ada oksigen di luar angkasa
Jangan mencoba untuk menahan napas.
2. Tidak ada tekanan udara di luar angkasa
Tubuh kita akan bergerak terus searah dengan gaya awal kita.

9. Bagaimana Proses Terbentuknya Aurora di Lapisan Atmosfer Bumi?
Aurora adalah gejala alam berupa cahaya yang menari-nari indah di langit dalam berbagai warna.
- Termosfer
Termosfer jaraknya sangat jauh dari permukaan bumi yaitu sekitar 80-100 km dari permukaan
bumi. Lapisan ini juga disebut lapisan ionosfer karena pada ketinggian 100 km terjadi proses
ionisasi dimana ion positif dan elektron bebas bermuatan negatif terbentuk dan disinilah Aurora
terbentuk Squad. Proses ionisasi yang terjadi menyebabkan penambahan dan pengurangan
jumlah elektron yang
menghasilkan cahaya berwarna-warni di angkasa. Cahaya hanya bisa dilihat dari tempat di bumi
yang medan magnetnya kuat yaitu di Kutub Utara dan Kutub Selatan. Semakin kuat magnet bumi,
semakin jelas Aurora terlihat. Begitu juga sebaliknya.

10. Langkah-langkah Penelitian Geografi
1. Merumuskan pertanyaan penelitian
Penelitian yang berkualitas ini ditentukan oleh kualitas pernyataan yang diajukan.
2. Pengumpulan dan pengolahan data
Data harus didapat kemudian diolah sesuai dengan tujuannya. Kegiatan pengumpulan data itu
mancari data di lapangan yang digunakan untuk menjawab pertanyaan dan masalah penelitian.
3. Analisis data penelitian
Analisis data penelitian geografis merupakan proses penyelidikikan suatu fenomena untuk

mengetahui keadaan yang sebenarnya.

4. Membuat laporan penelitian

Laporan penelitian terdiri dari bagian utama, pembuka, isi, dan penutup.


Click to View FlipBook Version