BAHAN AJAR Tema 7 KEPEMIMPINAN Disusun Oleh : Endang Setyowati, S.Pd Kelas Semester 2 SD Inpres 64 Wamfaura
KATA PENGANTAR Segala Puji dan Syukur kami panjatkan selalu kepada Tuhan Yang Maha Esa atas Rahmat, Taufiq, dan Hidayah yang diberikan kami bisa menyelesaikan bahan ajar Tema 7 Kepemimpinan ini. Bahan ajar ini dibuat dengan sederhana dan mudah dipahami serta disisipkan gambar, agar siswa maupun guru dalam mempelajari bahan ajar ini bisa paham tentang materi yang ada didalamnya. Menjadikan peserta didik merasa senang dan menikmati proses pembelajaran adalah salah satu kunci penting keberhasilan dalam belajar. Belajar akan menjadi hobi dan kesenangan yang dinikmati, bukan malah menjadi hal yang ditakuti dan dibenci. Harapan kami, bahan ajar ini dapt memberi manfaat yang seluas-luasnya khususnya bagi guru dan peserta didik. Kami menyadari bahwa bahan ajar inijauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan sebagai bahan perbaikan untuk penyusunan bahan ajar selanjutnya. Manokwari, Desember 2022 Endang Setyowati, S.Pd. Bahan ajar ini disusun berdasarkan kurikulum 2013 yang terus direvisi dengan pengembangan- pengembangan yang kreatif agar dapat membantuguru maupun para peserta didik dalam proses belajar mengajar.
Tema 7 Bahasa Indonesia Ilmu Pengetahuan Alam Ilmu Pengetahuan Sosial Seni Budaya Dan Prakarya Daftar Pustaka Daftar Isi Pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan
Pemetaan Kompetensi Dasar SubTema 1 : Pemimpin di Sekitarku
Ruang Lingkup Pembelajaran SubTema 1 : Pemimpin di Sekitarku
Pemetaan Kompetensi Dasar SubTema 2 : Pemimpin Idolaku
Ruang Lingkup Pembelajaran SubTema 2 : Pemimpin Idolaku
Pemetaan Kompetensi Dasar SubTema 3 : Ayo Memimpin
Ruang Lingkup Pembelajaran SubTema 3 : Ayo Memimpin
PANCASILA A. Pengertian Pancasila Pancasila merupakan ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama Pancasila diambil dari bahasa sansekerta yaitu panca yang berarti lima dan sila yang berarti dasar. Pancasila adalah lima dasar kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. B. Makna Lambang Pancasila 1. Makna Sila Pertama Pancasila Lambang: Bintang Tunggal. Makna Sila 1, Ketuhanan Yang Maha Esa dilambangkan dengan perisai hitam dengan sebuah bintang emas berkepala lima (bersudut lima), bintang emas sendiri dapat diartikan sebagai sebuah cahaya seperti layaknya Tuhan yang menjadi cahaya kerohanian bagi setiap manusia. 2. Makna Sila Kedua Pancasila Lambang: Rantai Emas. Makna Sila 2, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab dilambangkan dengan rantai yang disusun atas gelang-gelang kecil ini menandakan hubungan manusia satu sama lain yang saling membantu dan bersatu, gelang yang persegi menggambarkan pria sedangkan gelang yang lingkaran menggambarkan wanita 3. Makna Sila Ketiga Pancasila Lambang: Pohon Beringin. Makna Sila 3, Persatuan Indonesia dilambangkan dengan pohon beringin di bagian kiri atas perisai berlatar putih, pohon beringin merupakan sebuah pohon Indonesia yang berakar tunjang (sebuah akar tunggal panjang yang menunjang pohon yang besar) tumbuh sangat dalam ke dalam tanah. Hal ini mencerminkan kesatuan dan persatuan Indonesia. PPKn Kompetensi Dasar 3.1 Menganalisis penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari 4.1 Menyajikan hasil analisis pelaksanaan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari 1 Endang Setyowati, S.Pd 1
Pohon beringin juga mempunyai banyak akar yang menggelantung dari rantingrantingnya, ini mencerminkan Indonesia sebagai negara kesatuan namun memiliki berbagai latar belakang budaya yang berbeda-beda. 4. Makna Sila keempat Pancasila Lambang: Kepala Banteng. Dilambangkan dengan kepala banteng pada bagian kanan atas perisai berlatar merah. Lembu liar atau banteng merupakan binatang sosial yang suka berkumpul, sama halnya dengan manusia dimana dalam pengambilan keputusan harus dilakukan secara musyawarah dengan cara berkumpul untuk mendiskusikan sesuatu. 5. Makna Sila kelima Pancasila Lambang: Padi dan Kapas. Makna Sila 5, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia dilambangkan dengan padi dan kapas di bagian kanan bawah perisai yang berlatar putih. Padi dan kapas (pangan dan sandang) merupakan kebutuhan pokok semua masyarakat Indonesia tanpa melihat status maupun kedudukannya. Ini mencerminkan persamaan sosial dimana tidak adanya kesenjangan sosial antara satu dan yang lainnya, tetapi hal ini (persamaan sosial) bukan berarti bahwa Indonesia memakai ideologi komunisme. C. Nilai-Nilai Yang Terkandung Dalam Sila Pancasila 1. Sila ke 1 “Ketuhanan yang Maha Esa”. a. Percaya dan takwa terhadap Tuhan yang Maha Esa. b. Mengembangkan sikap hormat-menghormati dan bekerja sama antarpemeluk agama dan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan yang Maha Esa. c. Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa. d. Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan yang Maha Esa. e. Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing. f. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa kepada orang lain. 2 Endang Setyowati, S.Pd 2
2. Sila Ke 2 Pancasila “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”. a. Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan yang Maha Esa. b. Mengakui persamaan derajat, persaman hak, serta kewajiban setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, dan warna kulit. c. Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia. d. Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira. e. Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain. f. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. g. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan. h. Berani membela kebenaran dan keadilan. i. Mengembangkan sikap saling menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain. 3. Sila ke 3 Pancasila “Persatuan Indonesia”. a. Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara apabila diperlukan. b. Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa. c. Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia. d. Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika. e. Memajukan persatuan dan kesatuan bangsa. 4. Sila keempat Pancasila “Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan”. a. Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain. b. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama. c. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan. d. Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah. e. Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah. f. Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan yang Maha Esa, menjunjung 3 Endang Setyowati, S.Pd 3
tinggi harkat dan martabat manusia, mengutamakan nilai-nilai kebersamaan dan keadilan, serta mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban merupakan salah satu nilai yang terkandung dalam sila kelima Pancasila, yaitu Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. 5. Sila kelima Pancasila “ Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia” a. Mengembangkan perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan gotong royong. b. Mengembangkan sikap adil terhadap sesama. c. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban. d. Menghormati hak orang lain. e. Memberi pertolongan orang lain agar dapat berdiri sendiri. f. Suka bekerja keras. g. Menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan&nbs kesejahteraan bersama. ➢ Nilai-nilai kepemimpinan dari beberapa tokoh idola. ( Subtema 1) 1. Mendengarkan masukan artinya sebagai seorang pemimpin harus mau mendengarkan masukan yang berasal dari siapapun yang dapat mengembangkan Semangat kekeluargaan Musyawarah Gotong Royong 1. Menjenguk teman sakit di rumah sakit 2. Membantu tetangga yang sedang hajatan 3. Membantu tetangga yang terkena musibah 4. Menyediakan konsumsi acara rapat pembangunan jalan desa 1. Memilih ketua kelompok diskusi 2. Musyawarah menentukan pembagian tugas acara kegiatan warga 3. Musyawarah panitia acara lomba kemerdekaan Republik Indonesia 4. Musyawarah pemilihan ketua kelas 1. Membersihkan lingkungan sekitar 2. Membersihkan tempat ibadah 3. Membantu persiapan acara lomba kemerdekaan Republik Indonesia 4. Membersihkan jalan desa yang akan dibangun 4 Endang Setyowati, S.Pd 4
kepemimpinannya. Masukan yang berupa saran maupun pendapat perlu dperhatikan demi perbaikan ke depan. 2. Memperhatikan kesejahteraan, sebagai seorang pemimpin harus mau memperhatikan kesejahteraan anggota organisasi yang dipimpinnya. Dengan kesejahteraan anggota yang terjamin kinerja organisasi akan berjalan dengan baik sehingga tujuan tercapai. 3. Menghormati perbedaan artinya setiap anggota memiliki kemampuan dan karakter yang berbeda. Sebagai seorang pemimpin harus dapat menggabungkan kemampuan dan karakter yang berbeda tersebut menjadi padu sehingga menunjang jalannya organisasi. 4. Jujur, pemimpin yang baik harus jujur karena dengan kejujuran akan menumbuhkan kepercayaan anggota kepada pemimpinya. Sikap jujur menimbulkan perasaan enak dan hati tenang, jujur akan membuat pelakunya menjadi tenang karena ia tidak takut akan diketahui kebohongannya. 5. Berkomunikasi dengan baik. Pemimpin yang baik dapat memastikan pesan yang disampaikannya diterima oleh setiap orang dalam organisasinya dengan persepsi yang sama dan jelas. 6. Menjadi Teladan. Pemimpin harus berada di garda terdepan dan memberikan pengaruh yang baik bagi anggotanya. Dalam segala hal dirinya mampu menjadi teladan. 7. Tekun. Seorang pemimpin tidak cukup hanya punya kemampuan, pemimpin yang baik sangat tekun dalam pencapaian tujuan dan visi yang telah ditetapkan. 8. Penuh Semangat. Seorang pemimpin yang baik harus membawa energi yang sangat besar bagi bawahannya, dan selalu mempunyai semangat yang senantiasa dikobarkan dalam setiap tugas yang diberikan, dalam setiap bidang yang ditangani kapanpun dan dimanapun. No. Peristiwa dalam Cerita Dheda dan Lima Butir Kentang Nilai-Nilai Pancasila yang Sesuai 1. “Aku tahu. Bersabarlah, semoga besok tidak hujan dan aku dapat pergi bekerja Sila Pertama (percaya dan taqwa kepada Tuhan YME) 5 Endang Setyowati, S.Pd 5
2. Sisa kentang yang ada biarlah untuk makan anak-anak saja,” kata Dheda. Sila Ketiga (Rela berkorban) 3. Dheda kasihan melihat si pengemis Sila Kedua (mengakui dan memberlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya) 4. Dheda bermusyawarah dengan istri dan anak-anaknya. Sila Keempat (mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan) 5. Akhirnya, mereka bersepakat untuk memberikan sisa makanan kepada si Pengemis. Sila Keempat (musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan) 6. "Baiklah, kami akan memberikan lima butir kentang itu kepadamu" Sila Kelima (Memberi pertolongan kepada orang lain) 7. Kami sangat kasihan melihatmu,” kata Dheda kepada si pengemis. Sila Kedua (mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia) 8. Dheda juga membagi-bagikan kentangnya kepada tetangganya Sila Kedua (gemar melakukan kegiatan kemanusiaan, dan Sila Kelima (memberi pertolongan kepada orang lain) 6 Endang Setyowati, S.Pd 6
PIDATO A. Pengertian Pidato Pidato adalah sebuah kegiatan berbicara di depan umum atau berorasi dengan susunan yang baik untuk menyatakan pendapatnya, atau memberikan gambaran tentang suatu hal. Pidato biasanya dibawakan oleh seseorang yang memberikan orasi-orasi dan pernyataan tentang suatu hal/ peristiwa yang penting dan layak untuk diperbincangkan. Teks pidato harus memuat hal-hal pokok berikut. 1. Salam pembuka. Berisi kalimat sapaan (selamat pagi, selamat siang, selamat malam, dan lain-lain) 2. Pendahuluan. Memaparkan topik permasalahan yang akan dibahas 3. lnti. Berisi pembahasan topik secara lengkap. Kalimat ajakan atau bujukan digunakan untuk mengajak pendengar melakukan kegiatan yang diharapkan. 4. Penutup. Penyampaian rangkuman atau intisari topik yang telah disampaikan. 5. Salam penutup. Berisi kalimat salam penutup seperti “terima kasih” 1. Tujuan pidato Tujuan pidato antara lain: a. Memberikan sapaan dalam suatu acara. b. Memberi suatu pemahaman atau informasi kepada orang lain. c. Mempengaruhi orang lain agar mau mengikuti keinginan kita dengan suka rela. d. Membuat orang lain senang dengan pidato yang menghibur sehingga orang lain senang dan puas dengan ucapan yang kita sampaikan. 2. Jenis-Jenis Pidato Jenis-jenis pidato antara lain: Bahasa Indonesia Kompetensi Dasar 3.3 Menggali isi teks pidato yang didengar dan dibaca 4.3 Menyampaikan pidato hasil karya pribadi dengan menggunakan kosakata baku dan kalimat efektif sebagai bentuk ungkapan diri 7 Endang Setyowati, S.Pd 7
a. Pidato Pembukaan Pidato Pembukaan merupakan pidato singkat yang dibawakan oleh pembaca acara atau MC. b. Pidato Pengarahan Pidato pengarahanmerupakan pidato untuk mengarahkan jalannya acara pada suatu pertemuan. c. Pidato Sambutan Pidato Sambutan merupakan pidato yang disampaikan pada suatu acara kegiatan atau peristiwa tertentu yang dapat dilakukan oleh beberapa orang dengan waktu yang terbatas secara bergantian. d. Pidato Peresmian Pidato Peresmian merupakan pidato yang dilakukan oleh orang yang berpengaruh untuk meresmikan sesuatu. e. Pidato Laporan Pidato Laporan merupakan pidato yang isinya melaporkan suatu tugas atau kegiatan. f. Pidato Pertanggungjawaban Pidato Pertanggungjawaban merupakan pidato yang berisi suatu laporan pertanggungjawaban 3. Metode Pidato Metode-metode pidato meliputi : a. Metode menghafal Metode menghafal yaitu membuat suatu rencana pidato lalu menghafalkannya kata per kata b. Metode naskah Metode naskah yaitu berpidato dengan menggunakan naskah yang telah dibuat sebelumnya, umumnya dipakai pada pidato-pidato resmi. c. Metode serta merta Metode serta merta yaitu membawakan pidato tanpa persiapan dan hanya mengandalkan pengalaman dan wawasan, umumnya dipakai pada pidato-pidato dadakan/ darurat. d. Metode ekstemporan 8 Endang Setyowati, S.Pd 8
Metode ekstemporan yaitu berpidato yang terlebih dahulu menyiapkan secara garis besar konsep pidato yang akan disampaikan pada saat berpidato. 4. Struktur Pidato Susunan/ struktur pidato antara lain: a. Salam Pembka b. Pembukaan/ Pendahuluan c. Isi pidato (disusun secara sistematis) d. Penutup e. Salam Penutup 5. Ciri-ciri Pidato Ciri-ciri pidato yang baikantara lain: a. Memiliki tujuan yang jelas. b. Isinya mengandung kebenaran. c. Penyampaiannya jelas dan juga menarik. d. Menciptakan suasana efektif dengan pendengarnya. e. Cara penyampaiannya sesuai dengan latar belakang pendengarnya. f. Menggunakan intonasi, artikulasi, dan volume yang jelas. - Intonasi : Naik turunnya lagu kalimat. - Artikulasi : Bagaimana cara melafalkan bunyi bahasa. - Volume : Kuat lemahnya dalam mengucapkan suatu kata-kata atau kalimat. 6. Cara berpidato yang baik antara lain: a. Berdiri dengan posisi yang tegap dan melihat ke arah audien atau pendengarnya. b. Menyampaikan pidato dengan bahasa yang santun, jelas, dan mudah dipahami. c. Memberikan sapaan/ penghormatan kepada orang-orang penting yang hadir. d. Menyampaikan pidato dengan tempo yang tepat (tidak terlalu cepat/ lambat). e. Ketika menyampaikan pidato tidak boleh menyinggung perasaan orang lain. ➢ Contoh Contoh Teks pada Pidato Ibu RT, Sang Pemersatu 1. Tema: Rencana mendirikan Posyandu 9 Endang Setyowati, S.Pd 9
2. Pembicara: Ibu Erika 3. Pendengar: Warga Kampung 4. Tempat: Balai desa 5. Urutan isi pidato: (1) Pembukaan (2) Memotivasi warga kampung.(3) Meminta peran serta masyarakat dalam kegiatan Posyandu (4) Mengajak tenaga kesehatan untuk menyisihkan waktu membantu pelaksanaan posyandu. (5) Penutup Teks Pidato tentang RA Karini ( Subtema 2) 1. Pembicara Pidato : Siswa 2. Pendengar Pidato : Siswa 3. Tempat Pidato : Sekolah 4. Suasana saat disampaikannya pidato : Tenang mendengarkan pidato 5. Poin-poin penting isi Pidato (1) Salam pembuka, (2) Pendahuluan : Menyampaikan tentang bersejarahnya tanggal 21 April, (3) Inti : Memaknai hari Kartini dengan meningkatkan peran wanita demi kemajuan bangsa, (4) Penutup, dan (5) Salam penutup 7 Contoh Kalimat Point Penting Dalam Pidato RA. Kartini 1. Salam Pembuka Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.... Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua 2. Pendahuluan Pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan pidato tentang gemar membaca. Era globalisasi memudahkan kita memeproleh informasi. Membaca merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk dapat memperoleh informasi tersebut. Membaca memiliki banyak sekali manfaat. Membaca sangatlah penting untuk semua orang. 3. Inti Ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menumbuhkan minat membaca, yaitu dimulai dengan kemauan dari diri kita sendiri untuk membaca. Kita membiasakan diri untuk membaca seperti yang kita lakukan pada kebiasaan lain. Kita bisa membaca koran, majalah, buku- buku pelajaran dan sebagainya untuk 10 Endang Setyowati, S.Pd 10
membiasakannya. Bisa juga dengan sering mengunjungi perpustakaan dan meminjam buku di perpustakaan. Dari membaca, banyak manfaat yang bisa kita dapat yaitu kita lebih disiplin dalam mengatur waktu, terutama waktu luang, dapat memperoleh informasi dan menambah wawasan. Harapan saya semoga dengan membaca, wawasan kita akan lebih luas dan minat membaca kita semakin besar. 4. Penutup Marilah kita tumbuhkan minat membaca, untuk menambah wawasan kita mengenai dunia dan lingkungan sekitar kita. Mulailah membaca dari diri sendiri dengan membaca bacaan yang ada di sekitar kita. 5. Salam Penutup Demikian pidato ini saya sampaikan. Bila ada kata- kata yang kurang berkenan, saya mohon maaf dan terima kasih atas kesempatan yang diberikan. Wabillahi taufik walhidayah Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh Contoh Pidato Topik “Pentingnya Gotong Royong 1. Salam Pembuka Assalamualaikum Wr Wb. 2. Pendahuluan Gotong royong atau kerja bakti merupakan satu hal yang sangat positif, dimana dengan adanya gotong royong, rasa kebersamaan dan rasa toleransi antar warga atau antar sesama akan semakin tinggi. Masyarakat Indonesia dikenal senang membantu dan bahu membahu. Salah satu bukti dari kebiasaan saling membantu yang dimiliki orang Indonesia adalah adanya budaya gotong royong. 3. Inti Budaya gotong royong kaya akan nilai-nilai positif yang sudah semestinya terus dilestarikan. Melalui budaya gotong royong kita bisa meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan antar individu dalam suatu lingkungan masyarakat. Adanya kerja sama antar manusia menjadi cikal bakal terbentuknya rasa persatuan dan kesatuan. Nantinya jika setiap pekerjaan yang berat dilakukan dengan cara gotong royong maka kerukunan hidup antar anggota masyarakat akan semakin terjalin kuat. 4. Keterangan lengkap tentang topik disampaikan secara rinci. 11 Endang Setyowati, S.Pd 11
Sebagai contoh pada saat terjadi bencana alam setiap orang berusaha untuk mengumpulkan dana dan membenahi sarana yang rusak serta membantu pihak keamanan untuk mencari korban. Para warga akan secara otomatis sigap dalam membantu orang lain yang membutuhkan pertolongan. Dengan kebersamaan segala masalah dapat diatasi. Marilah kita mengawali segala sesuatunya dari diri kita sendiri, sempatkan sedikit waktu kita untuk bersosialisasi dengan warga serta lingkungan di sekitar kita, tingkatkan ke-ikhlasan kita. Marilah kita lanjutkan dan kita kembangangkan warisan budaya luhur bangsa kita agar kita dapat menghadapi globalisasi yang sedang terjadi saat ini. 5. Penutup Dari pidato yang telah saya sampaikan di atas maka dapat saya simpulkan pentingnya bergotong royong. Kesimpulannya adalah gotong royong merupakan budaya luhur dari bangsa kita. Gotong royong bermanfaat untuk membuat setiap pekerjaan menjadi lebih ringan, mempercepat penyelesaian pekerjaan, mempererat rasa persatuan dan kesatuan, serta menghemat biaya. Demikian pidato singkat ini saya sampaikan. mohon maaf bila ada kata atau kalimat yang kurang jelas. Terima kasih. 6. Salam Penutup Wasalamualaikum wr.wb 8 Rancangan Teks Pidato Rancangan pidato berisi tentang pentingnya bemusyawarah. Rancangan Teks Pidato Unsur Pidato Keterangan Topik "Bermusyawarah untuk kepentingan bersama" Salam Pembuka Berisikan kalimat sapaan (selamat pagi, selamat siang, selamat malam, dan lain-lain) Pendahuluan Memaparkan topik permasalahan yang akan dibahas. Pidato kali ini akan membahas topil Bermusyawarah untuk kepentingan bersama Inti Berisikan pembahasan topik secara lengkap mengenai musyawarah. Kalimat ajakan atau bujukan digunakan untuk mengajak pendengar melakukan kegiatan ymusyawarah Keterangan lengkap tentang topik disampaikan secara rinci. 12 Endang Setyowati, S.Pd 12
Penutup Penyampaian rangkuman atau intisari topik yang telah disampaikan Salam Penutup Berisikan kalimat salam penutup seperti ‘terima kasih’. Contoh hasil rancangan Teks Pidato Bermusyawarah untuk Kepentingan Bersama Unsur Pidato Keterangan Topik "Bermusyawarah untuk kepentingan bersama" Salam Pembuka Assalamualaikum Wr Wb. Yang terhormat Bapak/Ibu Guru yang saya hormati, juga teman-teman yang saya cintai. Pada kesempatan ini saya akan menyampaikan pidato dengan topik Bermusyawarah untuk kepentingan bersama. Pendahuluan Musyawarah merupakan kegiatan membahas suatu masalah dengan tujuan agar mendapatkan solusi. Musyawarah sering juga kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh kecil di saat kita menentukan waktu belajar kelompok. Inti Beberapa manfaat musyawarah antara lain sebagai berikut : Pertama musyawarah melatih untuk menyuarakan pendapat (ide). Setiap orang pasti memiliki ide atau gagasan yang dapat diungkapkan dalam memecahkan suatu permasalahan yang sedang dibahas. Kedua melalui musyawarah masalah dapat segera terpecahkan. Dengan bermusyawarah, akan bisa didapatkan beberapa jalan alternatif dalam menyelesaikan suatu permasalahan yang menyangkut kepentingan bersama. Ketiga musyawarah dapat mengambil keputusan yang memiliki nilai keadilan. Musyawarah merupakan proses dengar pendapat yang nantinya keputusan yang diambil adalah merupakan kesepakatan bersama antar sesama anggota. Keempat musyawarah menghasilkan keputusan yang dapat menguntungkan semua pihak. Keputusan yang diambil dalam suatu musyawarah tidak boleh merugikan salah satu pihak atau anggota dalam musyawarah. Marilah mulai sekarang kita membudayakan musyawarah dalam kehidupan 13 Endang Setyowati, S.Pd 13
sehari-hari karena melalui musyawarah kepentingan bersama akan tetap terjaga. Musyawarah memiliki kelebihan, salah satu diantaranya adalah keputusan yang diambil merupakan keputusan bersama yang merupakan jalan tengah yang membuat masalah teratasi. Penutup Dari pidato yang telah saya sampaikan di atas maka dapat saya simpulkan tentang musyawarah untuk kepentingan bersama yaitu: pertama musyawarah dapat melatih menyuarakan ide. Kedua musyawarah dapat memecahkan masalah yang sedang kita hadapi. Ketiga musyawarah dapat menghasilkan keputusan yang menguntungkan semua pihak. Keempat musyawarah menghasilkan keputusan yang dapat menguntungkan semua pihak. Salam Penutup Demikian pidato singkat ini saya sampaikan. mohon maaf bila ada kata atau kalimat yang kurang jelas. Terima kasih. Wasalamualaikum wr.wb 14 Endang Setyowati, S.Pd 14
IPA Kompetensi Dasar 3.2 Menghubungkan ciri pubertas pada laki-laki dan perempuan dengan kesehatan reproduksi 4.2 Menyajikan karya tentang cara menyikapi ciri-ciri pubertas yang dialami PUBERTAS A. Pengertian Pubertas Pubertas adalah proses perubahan atau perkembangan seorang dari segi fisik menjadi dewasa secara seksual. Pubertas yang terjadi pada anak laki-laki dengan anak perempuan berbeda waktunya. Secara umum, pubertas pada anak perempuan terjadi lebih cepat dibandingkan dengan anak laki-laki. Pubertas pada anak perempuan terjadi pada rentang usia 10 - 14 tahun. Sementara laki-laki pada usia 12 - 16 tahun. Namun seiring dengan berbeda-beda kondisi tubuh manusia, proses itu bisa terjadi pada waktu yang berbeda-beda. Sesuai dengan definisinya, remaja yang mengalami pubertas akan mengalami perubahan fisik. Hal itu disebabkan karena adanya pengaruh hormon yang dihasilkan, yaitu laki-laki menghasilkan hormon androgen sedangkan perempuan menghasilkan hormon estrogen. Perubahan fisik selama masa pubertas kemungkinan akan mempengaruhi kegiatanmu sehari-hari. Mungkin kamu akan merasakan sedikit ketidaknyamanan. Berikut beberapa cara menyikapi masa pubertas yang akan kamu alami. 1. Menjaga kebersihan tubuh. Dalam masa pubertas, aktivitas kelenjar minyak dan kelenjar keringat meningkat. Akibatnya, wajah mudah berjerawat dan tubuh berbau kurang sedap. Mandilah dua kali sehari dan kenakan pakaian yang mudah menyerap keringat. Apabila keringatmu berlebih, bersihkan tubuhmu dan gantilah pakaianmu. Pakaian yang lembap oleh keringat menjadi sarang kuman. Kuman dapat menyebabkan bau tidak sedap dan menimbulkan penyakit kulit. 2. Menjaga kesehatan dengan memilih makanan sehat dan berolahraga. 15 Endang Setyowati, S.Pd 15
Makanan diperlukan untuk pertumbuhan badan. Pilihlah makanan yang berasal dari bahan-bahan segar dan diolah dengan cara yang sehat, misalnya tanpa pengawet, pemanis buatan, atau penyedap rasa. Perbanyak pula minum air putih untuk menggantikan cairan tubuh yang keluar berupa keringat. 3. Hati-hati dalam bergaul dengan lawan jenis. Pada masa puber, organ reproduksi telah aktif. Oleh karena itu, sebaiknya kamu bergaul dengan lawan jenis dalam batas yang wajar. Hindari berdua-duaan antara lakilaki dan perempuan. 4. Memilih bacaan dan tontonan yang sesuai umur. Saat ini akses untuk bacaan dan tontonan dengan mudah dapat kita peroleh. Namun, pilihlah bacaan dan tontonan yang baik, menambah wawasan, dan sesuai umurmu. Hindari membaca bacaan dan menonton tontonan dewasa. 5. Rajin beribadah sesuai agama masing-masing. Dengan rajin beribadah, kita mendekatkan diri kepada Tuhan. Kita akan mematuhi aturan-aturan agama untuk berperilaku dan berbuat sesuai tuntunan agama. B. Menjaga Kesehatan Reproduksi pada Masa Pubertas Pada masa pubertas, terjadi perubahan pada remaja pria dan remaja putri. Pada masa ini, produksi hormon meningkat. Peningkatan produksi hormon ini menyebabkan aktifnya kelenjar minyak dan kelenjar keringat. Aktifnya kedua kelenjar ini dapat mengakibatkan jerawat dan tubuh berbau kurang sedap. Kebersihan dan kesehatan tubuh harus selalu dijaga, termasuk kebersihan dan kesehatan alat reproduksi. Berikut cara-cara menjaga kebersihan dan kesehatan alat reproduksi. 1. Biasakan mengenakan pakaian dalam dari katun. Katun bersifat menyerap keringat sehingga kita terhindar dari kelembapan. Kelembaban pada lipatan kulit dapat menyebabkan tumbuhnya jamur kulit. Gantilah pakaian dalam setiap kali habis mandi atau setiap saat kamu merasa lembap pada pakaian dalammu. 2. Bilaslah setiap kali habis buang air kecil. Gunakan air bersih. Setelah dibasuh, keringkan dengan handuk atau tisu. 16 Endang Setyowati, S.Pd 16
3. Bagi remaja putri yang sedang menstruasi, gunakan pembalut yang lembut. Gantilah pembalut setiap kali pembalut yang kamu pakai terasa lembap. Gantilah minimal empat kali sehari. Cara menjaga organ reproduksi antara lain sebagai berikut: 1. Memakai handuk yang lembut, bersih, tidak berbau/lembab 2. Memakai celana dalam dengan bahan yang mudah menyerap keringat dan tidak terlalu ketat. 3. Hindari bertukar pakaian dalam dan handuk dengan orang lain 4. Pakaian dalam diganti minimal 2 kali dalam sehari 5. Bagi perempuan, sesudah buang air kecil, membersihkan alat kelamin sebaiknya dari arah depan menuju belakang agar kuman yang terdapat pada anus tidak masuk ke dalam organ reproduksi 6. Bagi perempuan saat menstruasi dianjurkan untuk mengganti pembalut 4 kali sehari atau setelah buang air kecil 7. Laki-laki dianjurkan untuk disunat/khitan agar menurunkan resiko kanker. C. Perubahan pada Masa Pubertas Tahapan perkembangan dan pertumbuhan manusia umumnya terbagi menjadi: balita, kanak-kanak, remaja, dewasa, dan usia lanjut. Masa remaja merupakan peralihan dari masa anak-anak menuju masa dewasa. Pada awal masa remaja, kita mengalami masa pubertas. Pada masa ini terjadi perubahan pada tubuh, baik yang terlihat maupun tidak. Di dalam tubuh, hormon reproduksi mulai dihasilkan. Pada perempuan, hormon ini akan mengakibatkan sel telur matang. Pada laki-laki, hormon reproduksi akan mengakibatkan tubuh memproduksi sel sperma. Jika sel telur dan sel sperma bertemu, dapat terjadi pembuahan dan tumbuh menjadi bayi. Pada umumnya, pada masa ini kesehatan reproduksi remaja akan memperlihatkan ciri-ciri pubertas. Pada perempuan, dia akan mengalamimenstruasi setiap jangka waktu tertentu (umumnya setiap 28 hari sekali). Pada laki-laki, dia akan mengeluarkan sperma. Ciri-ciri lain ditandai dengan perubahan tubuh yang terlihat. Pada perempuan, misalnya payudara akan tumbuh sebagai persiapan untuk memberikan ASI (air susu ibu) bagi bayinya kelak. Pada laki-laki, otot-otot tubuhnya berkembang lebih besar dan kuat, sehingga diharapkan laki-laki lebih kuat secara fisik untuk melindungi keluarganya. 17 Endang Setyowati, S.Pd 17
IPS Kompetensi Dasar 3.3 Menganalisis posisi dan peran Indonesia dalam kerja sama di bidang ekonomi, politik, sosial, budaya, teknologi, dan pendidikan dalam lingkup ASEAN 4.3 Menyajikan hasil analisis tentang posisi dan peran Indonesia dalam kerja sama di bidang ekonomi, politik, sosial, budaya, teknologi, dan pendidikan di ASEAN ASEAN A. Pengertian ASEAN ASEAN merupakan singkatan dari Association of Southeast Asian Nations. Dikenal juga dengan nama Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara, ASEAN merupakan sebuah organisasi dengan tujuan mensejahterakan dan memajukan negara di Asia Tenggara. ASEAN (Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara adalah organisasi geopolitik dan ekonomi dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara). ASEAN merupakan salah satu kerjasama Regional di kawasan Asia Tenggara yang didirikan di Bangkok, Thailand pada 8 Agustus 1967. ASEAN terbentuk berdasarkan Deklarasi Bangkok yang dipelopori oleh 5 negara yaitu 1. Indonesia di wakili Adam Malik 2. Malaysia oleh Tun Abdul Razak 3. Thailand oleh Thanat Khoman 4. Filipina diwakili Narsisco Ramos, dan 5. Singapura oleh S. Raja Ratnam. B. Latar Belakang berdirinya ASEAN antara lain : 1.Memiliki nasib yang hampir sama yaitu pernah dijajah oleh bangsa lain kecuali Thailand 2.Memiliki ras dan kebudayaan yang hampir sama adanya persamaan letak geografis yaitu di kawasan Asia Tenggara sama-sama sebagai negara agraris yang berkembang 18 Endang Setyowati, S.Pd 18
C. Tujuan berdirinya ASEAN adalah: 1.Mempercepat pertumbuhan ekonomi, sosial, dan budaya di kawasan Asia Tenggara 2.Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional 3.Memberikan bantuan dalam bidang pendidikan, industri, pertanian dan lainnya 4.Menangani dan meneliti masalah yang timbul di kawasan Asia Tenggara 5.Meningkatkan stabilitas politik dan keamanan Jumlah negara ASEAN saat ini ada 10 negara. : Indonesia, Filipina, Malaysia, Singapura, Laos, Myanmar, Thailand, dan Vietnam, Brunei Darussalam, Kamboja D. Kerja Sama Bidang Sosial Budaya Negara-Negara ASEAN Kerja sama dalam bidang budaya negara-negara ASEAN ditandai dengan pembentukan komunitas sosial budaya negara-negara ASEAN (ASEAN Social Cultural Community/ASCC). Komunitas ini memiliki empat bagian utama sebagai berikut. 1. Mengelola dampak-dampak sosial dari integrasi ekonomi. 2. Membentuk masyarakat yang lebih peduli dan berbagi untuk mengatasi isu-isu kemiskinan, keadilan, dan pengembangan sumber daya manusia. 3. Meningkatkan perlindungan lingkungan. 4. Memperkuat dasar-dasar bagi ikatan sosial kawasan. Kerja sama nyata dalam bidang sosial budaya negara-negara ASEAN antara lain sebagai berikut. 1.Pertukaran kunjungan antarseniman ASEAN. 2.Festival lagu dan lomba menyanyi negara-negara ASEAN. 3.Kerja sama promosi pariwisata. 4.Kerja sama budaya serumpun Melayu. 5.Pertukaran berita dan penyiaran informasi mengenai ASEAN melalui televisi dan radio. 6.Penyelenggaraan pesta olahraga SEA-Games setiap dua tahun sekali. 19 Endang Setyowati, S.Pd 19
E. Peran Indonesia Bidang Peran Indonesia Pendidikan 1.Mengembangkan Pendidikan Vokasi SMK di Indonesia 2.Sebagai Anggota SEAMEO 3.Berperan Dalam Iptekin ASEAN 4.Berperan Dalam ASEAN University Network [AUN] 5.Memberikan Penawaran Beasiswa Pendidikan Pangan 1.Indonesia mendukung ketahanan pangan di ASEAN 2.Indonesia mendukung keamanan pangan di ASEAN 3.Indonesia berperan dalam penyediaan sandang pangan di ASEAN 4.Pengembangan pusat-pusat produksi 5.Mempromosikan praktik perikanan yang bertanggungjawab Sosial 1.Menyepakati pembentukan ASEAN Ministerial Meting on Women (AMMW). 2.Menjalin kerja sama kepemudaan dengan mengadakan temu karya pemuda ASEAN. 3.Menjalin kerja sama di bidang kepegawaian dan administrasi. . 4.Menjalin kerja sama penanggulangan, pemberantasan penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkoba (P4GN) di tingkat regional ASEAN. 5.Menjalin kerja sama di bidang pembangunan sosial. Kerja sama ini menekankan pada kesejahteraan golongan berpenghasilan rendah dan penduduk pedesaan Kesehatan 1.Melaksanakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. 2.Menciptakan Masyarakat Sehat ASEAN tahun 2025 3.Bekerja sama menanggulangi ancaman penyakit menular seperti virus zika dan MERS CoV 4.Mengikuti Pertemuan Menteri Kesehatan ASEAN ke 13 yang menghasilkan naskah deklarasi untuk mengakhiri semua bentuk malnutrisi. 5.Menyelenggarakan seminar bertema “Optimalisasi Pemanfaatan Kerjasama ASEAN Bidang Kesehatan 20 Endang Setyowati, S.Pd 20
Pariwisata 1.Ikut membina Tim Komunikasi Krisis Pariwisata ASEAN (ATCCT). 2.Ikut mengintensifkan kolaborasi Organisasi Pariwisata Nasional (NTOs) ASEAN 3.Mendukung pengembangan dan implementasi kemampuan pariwisata ASEAN 4.Ikut mempercepat penerapan kebijakan mikro dan makro ekonomi bagi para stakeholder industri perjalanan dan pariwisata. 5.Ikut empercepat kerja sama dengan mitra dialog ASEAN mengenai pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan dan inklusif. F. Kerja Sama Bidang Sosial Budaya Negara-Negara ASEAN Kerja sama dalam bidang budaya negara-negara ASEAN ditandai dengan pembentukan komunitas sosial budaya negara-negara ASEAN (ASEAN Social Cultural Community/ASCC). Komunitas ini memiliki empat bagian utama sebagai berikut. 1. Mengelola dampak-dampak sosial dari integrasi ekonomi. 2. Membentuk masyarakat yang lebih peduli dan berbagi untuk mengatasi isu-isu kemiskinan, keadilan, dan pengembangan sumber daya manusia. 3. Meningkatkan perlindungan lingkungan. 4. Memperkuat dasar-dasar bagi ikatan sosial kawasan. Kerja sama nyata dalam bidang sosial budaya negara-negara ASEAN antara lain sebagai berikut. 1.Pertukaran kunjungan antarseniman ASEAN. 2.Festival lagu dan lomba menyanyi negara-negara ASEAN. 3.Kerja sama promosi pariwisata. 4.Kerja sama budaya serumpun Melayu. 5.Pertukaran berita dan penyiaran informasi mengenai ASEAN melaluitelevisi dan radio. 6.Penyelenggaraan pesta olahraga SEA-Games setiap dua tahun sekali G. Beberapa kerja sama ASEAN di bidang pendidikan, di antaranya: 21 Endang Setyowati, S.Pd 21
1. Penawaran beasiswa pendidikan, seperti Indonesia yang memberikan pendidikan kedokteran, bahasa, dan seni untuk mahasiswa terpilih dari negara-negara ASEAN. 2. ASEAN Council of Teachers (ACT) sebagai bentuk pertemuan guru-guru dari berbagai negara anggota ASEAN. Dengan adanya ACT pada pendidik berdiskusi dan berbagi ide-ide untuk mengembangkan kemampuan guru dan lingkungan belajar global. 3. Mengadakan olimpiade regional Asia Tenggara di bidang pendidikan untuk negaranegara anggota ASEAN. 4. ASEAN-Japan Scholarship Fund, fasilitas beasiswa untuk negara-negara anggota ASEAN belajar di berbagai universitas ASEAN dan Jepang. 5. Adanya program ASEAN-EU Cooperation and Scholarships Day, di mana memberikan beasiswa kepada negara-negara anggita ASEAN untuk menjalani pendidikan di Eropa khususnya pendidikan tinggi. Pemberian beasiswa ini tidak hanya untuk mahasiswa, melainkan juga tenaga pendidik dari ASEAN 22 Endang Setyowati, S.Pd 22
SBdP Kompetensi Dasar 3.2 Memahami interval nada 4.2 Memainkan interval nada melalui lagu dan alat musik INTERVAL NADA A. Pengertian Interval Nada Interval nada adalah jarak frekuensi antara satu nada dengan nada lainnya, baik jarak nada ke atas maupun ke bawah. Interval adalah ukuran jarak dalam pitch di antara dua nada. Interval harmonik muncul jika dua not dibunyikan secara bersamaan, sementara interval melodik muncul ketika not dibunyikan secara bergantian. Metode pengukuran interval adalah sama, baik untuk interval harmonik maupun melodik. B. Jenis-Jenis Interval Nada Dalam sistem musik diatonis setiap interval memiliki nama yang berbeda-beda. Masing-masing interval tersebut dapat berubah naik dan turun ½ langkah. a. Interval Nada Prime: jarak antara nada yang satu dengan yang lain dengan pitch yang sama b. Interval Nada Second: jarak antara nada yang satu dengan yang lain dengan pitch satu tingkat di atasnya c. Interval Nada Ters: jarak antara nada pertama ke nada ketiga d. Interval Nada Kuart: jarak antara nada pertama ke nada keempat e. Interval Nada Kwint: jarak antara nada pertama ke nada kelima f. Interval Nada Sekst: jarak antara nada pertama ke nada keenam g. Interval Nada Septim: jarak antara nada pertama ke nada ketujuh h. Interval Nada Oktaf: jarak antara nada pertama ke nada kedelepan 1. Tangga Nada Diatonis Mayor Tangga nada merupakan susunan berjenjang, misalnya do, re, mi, fa, sol, la, si, do. Dalam seni musik ada jenis tangga nada diatonis. Tangga nada diatonis terdiri atas delapan nada. Tangga nada diatonis dibagi lagi dalam dua jenis tangga nada, yaitu tangga nada mayor dan tangga nada minor. Tangga nada diatonis mayor memiliki 23 Endang Setyowati, S.Pd 23
interval (jarak nada) 1 1 ½ 1 1 1 ½ Ciri-ciri tangga nada diatonis mayor biasanya sebagai berikut. 1. Bersifat riang gembira. 2. Bersemangat. 3. Biasanya diawali dan diakhiri nada do. Namun, tidak menutup kemungkinan diawali dengan nada 5 (sol) atau 3 (mi) dan diakhiri nada 1 (do). Lagu Ibu Kita Kartini diciptakan oleh WR Supratman dinyanyikan dengan nada dasar C = Do birama 4/4 dan tempo Andante. Lagu Gundul Pacul dari Jawa Tengah ciptaan RC Harjosubroto dinyanyikan dengan nada dasar Do= C, birama 4/4 dan tempo moderato artinya dinyanyikan dengan tempo sedang 2. Tangga Nada Diatonis Minor Tangga nada diatonis minor memiliki interval (jarak nada) 1 ½ 1 1 1 ½ 1 1. Tangga nada diatonis minor ada bermacam-macam salah satunya tangga nada diatonis minor harmonis. Tangga nada diatonis minor harmonis adalah tangga nada diatonis minor dengan nada ketujuh dinaikkan setengah. Perhatikan contoh urutan tangga nada diatonis minor harmonis berikut. Ciri-ciri tangga nada diatonis minor biasanya sebagai berikut. • Lagu bersifat sedih. • Lagu kurang bersemangat. • Melodi lagu biasanya diawali dan diakhiri nada 6 (la). Namun, tidak menutup kemungkinan diawali nada 3 (mi) dan diakhiri nada 6 (la). Secara umum, lagu bertangga nada diatonis minor bersifat sedih dan kurang bersemangat. Namun, ada pula lagu bertangga nada minor yang gembira dan bersemangat, misalnya lagu “Ayam Den Lapeh” dan “Bungong Jeumpa”. 24 Endang Setyowati, S.Pd 24
SBdP Kompetensi Dasar 3.3 Memahami penampilan tari kreasi daerah 4.3 Menampilkan tari kreasi daerah TARI KREASI DAERAH A. Pengertian Tari Kreasi Daerah Tari kreasi daerah adalah tarian yang berasal dari daerah tertentu dan mengalami perubahan pada gerakan tariannya seiring dengan perkembangan zaman. Pada saat ini terdapat banyak gerakan dan koreografi yang dipadukan dengan tari daerah sehingga menghasilkan tari kreasi yang indah. B. Jenis tari Terdapat berbagai jenis tari di Indonesia. Ada tari daerah dan ada pula tari kreasi modern. Berdasarkan banyaknya penari yang menarikan, ada tari tunggal, tari berpasangan, dan tari kelompok. Berikut beberapa contoh tari daerah berpasangan. 1. Tari Piring berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat 2. Tari serampang dua belas terkenal di daerah melayu (Melayu Deli), Sumatera Utara, (Ranah Minang) Sumatera barat, Pekanbaru (RIAU) 3. Tari Payung berasal dari Sumatera Barat 4. Tari Legong dari Bali 5. Tari Janger Dari Bali 6. Tari Ketuk tilu dari Jawa Barat 7. Tari Bamabangan Cakil Dari Jawa Tengah 8. Tari Zapin dari Riau 9. Tari Gandrung dari Banyuwangi, Jawa timur 10. Tari Golek Menak dari Yogyakarta C. Unsur-unsur tari kreasi daerah Untuk membangun terciptanya tari kreasi daerah terdapat empat unsur utama, yaitu: 1. Tema tari 25 Endang Setyowati, S.Pd 25
Tema tari sangat penting ditentukan terlebih dahulu sebelum melakukan eksplorasi gerak. Sebab, tema merupakan sumber atau hal yang melatarbelakangi penciptaan karya tari. Segala sesuatu yang ada dalam karya tari disesuaikan dengan tema tari tersebut, termasuk gerakannya. 2. Bentuk tari kreasi Bentuk karya tari perlu ditentukan sebelum melakukan gerakan. Sebab, bentuk tari akan memengaruhi hasil dari gerakan yang dicari. Eksplorasi bentuk tari tunggal akan berbeda dengan eksplorasi bentuk karya tari berpasangan maupun bentuk karya tari kelompok. 3. Properti Properti merupakan hal yang penting dalam menampilkan tari kreasi daerah agar dapat memasukkan suasana yang lebih dalam. Penggunaan properti tentu sesuai dengan tema yang diangkat. Dalam tarian terdapat berbagai unsur yang saling mendukung sehingga memunculkan perpaduan yang harmonis. Keharmonisan itu akan membuat sajian tari menjadi indah dan menarik. Unsur tari terdiri atas gerak, busana, tata rias, properti, dan iringan. 1. Gerak Gerak tari adalah serangkaian gerakan indah dari anggota tubuh yang dapat dinikmati oleh orang lain. Gerak tari diperagakan berdasarkan ruang, waktu, dan tenaga. Ciri khas gerak tari setiap daerah di Indonesia berbeda-beda. Gerak tari terbagi atas dua macam, yaitu gerak murni dan gerak maknawi. Gerak tari murni yaitu gerak yang tidak mengandung arti tetapi tetap mementingkan keindahan. Sebaliknya, gerak tari maknawi mempunyai arti tertentu. 2. Tata busana Tata busana tari meliputi semua pakaian yang dikenakan penari saat mempertunjukkan suatu karya tari di atas pentas sesuai peran yang ditampilkan. Tata busana tari disesuaikan dengan konsep, tema, karakter, dan bentuk tarian. Tata busana membantu penonton menangkap ciri sebuah peran atau tokoh. Tata busana juga memperlihatkan kesesuaian hubungan antara peran dengan karakter tarian yang dibawakan. 3. Tata rias Dalam mempertunjukkan suatu tarian, penari harus merias wajahnya. Alat-alat rias yang digunakan meliputi bedak, lipstik, pensil alis, dan perona mata serta perona pipi. 26 Endang Setyowati, S.Pd 26
Tujuan rias wajah untuk mengubah tampilan wajah penari sesuai dengan jenis karakter tarian yang dibawakan. 4. Iringan tari Iringan tari merupakan bunyi-bunyian untuk mendukung suasana penampilan tari. Iringan tari dapat berupa permainan alat-alat musik modern atau tradisional. Iringan tari juga dapat berupa bunyi yang berasal dari gerakan tubuh, misalnya tepuk tangan, hentakan kaki, siulan, atau nyanyian. 5. Properti tari Properti tari meliputi semua alat yang digunakan oleh penari dalam melakukan gerakan tari. Properti tari dapat berupa selendang, kipas, topeng, piring, kuda kepang, keris, tombak, tameng, atau benda-benda lain. Pemilihan properti tari disesuaikan dengan jenis tari yang akan ditampilkan. 6. Tempat pertunjukan Seni tari memerlukan tempat untuk mempertunjukkanya. Tempat pertunjukan tari biasa disebut panggung. Secara umum, jenis pentas tari ada dua: pentas tertutup dan pentas terbuka. Pentas tertutup diadakan di dalam ruang kelas, gedung, atau aula. Sebaliknya, pentas terbuka dapat diadakan di lapangan, halaman rumah, atau bahkan di jalan. Tari Piring Unsur Tari Keterangan Gerak Berbagai macam gerak tari Piring tersebut dibagi ke dalam tiga fase, yaitu gerak awal yang terdiri atas gerak pasambahan dan singanjuo lalai. Bagian tengah terdiri atas gerak mencangkul sampai gerak menampih padi, dan bagian akhir terdiri atas gerak menginjak pecahan kaca. Tata Busana Busana yang dikenakan para pria terdiri dari atasan lengan lebar berhias renda benang emas (busana rang mudo), celana dengan bagian tengah berukuran besar (saran galembong), kain songket (sisamping), ikat pinggang dari kain songket (cawek songket), serta penutup kepala berbentuk segitiga (destar). Busana yang dikenakan para penari wanita terdiri atas baju kurung dari kain satin atau beludru, bawahan kain songket, selendang, 27 Endang Setyowati, S.Pd 27
penutup kepala berbentuk tanduk khas Minang (Tikuluak tanduak balapak), serta aksesoris berupa kalung gadang, anting, dan kalung rambai. Pakaian yang digunakan para penaripun tersebut harus berwarna cerah dan sarat dengan nuansa warna merah dan kuning keemasan. Tata Rias Tari piring ini banyak menggambarkan kegembiraan, kebersamaan, kesejahteraan, dan kemakmuran rakyat Minangkabau. Rias aksen akan memberikan tekanan pada pemain yang sudah mendekati peranan yang akan dimainkannya. Iringan Tari Alat musik yang digunakan untuk mengiringi tari Piring adalah talempong, gandang, seruling, dan jentikan jari penari terhadap piring yang dipegang. Properti Tari Tarian ini dimainkan dengan menggunakan piring sebagai properti utama. Piring-piring tersebut kemudian diayun dengan gerakangerakan cepat yang teratur, tanpa terlepas dari genggaman tangan. Tempat Pertunjukan Tari piring dipentaskan pada upacara adat, upacara pernikahan, upacara setelah panen padi maupun hasil bumi lainnya, khitanan dan pengangkatan penghulu. Biasanya tari piring dipertunjukan di tempat terbuka. D. Tokoh tari daerah Nama Tokoh Hasil Karya Retno Maruti Retno Maruti merupakan salah satu pencipta dan penata tari sekaligus penari. Ia mengembangkan tari Jawa terutama untuk gaya Surakarta. Karya-karya Retno Maruti banyak mengambil cerita epos Ramayana seperti “Alap-Alap Sukesi”, “Dewabrata”, “Abimanyu Gugur”. Ide cerita diambil dari babad tanah Jawa seperti “Ki Ageng Mangir” dan juga cerita tentang kepahlawanan “Untung Suropati.” Retno Maruti membuat inovasi baru terhadap seni tradisional disesuaikan dengan kondisi terkini sehingga tetap relevan untuk ditonton sebagai seni pertunjukan 28 Endang Setyowati, S.Pd 28
Huriah Adam Huriah Adam merupakan salah satu tokoh seni tradisional tari Minang. Dia menggali semua potensi ragam gerak Randai ke dalam bentuk tarian baik dilakukan secara berkelompok maupun perseorangan atau pasangan. Ragam gerak pencak silat merupakan materi pada tari tradisional Minang. Hurian Adam juga menciptakan tari Payung yang melihat bahwa budaya Minang juga memiliki persinggungan dengan budaya Melayu. Rasinah Rasinah merupakan salah satu maestro tari Topeng Cirebonan. Sepanjanghidupnya didedikasikan pada perkembangan dan pertumbuhan seni tradisional Topeng Cirebon terutama untuk gaya Indramayuan. Iravati Durban juga salah satu tokoh yang senantiasa mengembangkan tari tradisional Sunda. Trisna Bulan Jelantik Trisna Bulan Jelantik merupakan salah satu tokoh dari sekian banyak tokoh penari dan penata tari tradisional Bali. Bulan Jelantik mengembangkan seni tradisi tari Bali. Bersama dengan Retno Maruti membuat dramatari “Calonarang” yang memadukan konsep dua budaya berbeda Bali dan Jawa dalam bentuk Bedayan dan Langendriyan. Trisna Bulan Jelantik adalah penari yang menyanyi dan menari dalam dua budaya Jawa dan Bali dalam iringan musik yang sama. Raden Tjetje Somantri Raden Tjetje Somantri adalah saeorang pelopor tari kreasi Jawa Barat. R. Tjetje Somantri menciptakan Tari Dewi, Anjasmara I dan II, Puragabaya, Kendit Birayung, Dewi Serang dan Sulintang, Komala Gilang Kusumah, Ratu Graeni, Topeng Koncaran, Srigati, Golek Purwokertoan, Rineka Sari, Kukupu, Sekar Putri, Tari Merak, Golek Rineka, Nusantara, Anjasmara III dan Renggarini. S. Maridi S. Maridi terkenal sebagai seniman tari yang karya-karyanya banyak menggunakan gerak tradisional. Beliau berasal dari Surakarta. Hasilhasil karyanya, yaitu: Tari Gombyang Pareanom, Tari Merak Subai, Tari Bondan Tani R.I. Sasmita Mardono Beliau berasal dari Yogyakarta. Seni tari yang beliau ciptakan merupakan hasil dari pengembangan tari-tari klasik gaya Yogyakarta. R.I. Sasmito Mardono adalah seniman yang mengembangkan Tari 29 Endang Setyowati, S.Pd 29
Meraj Yogyakarta. Karya-karya beliau adalah: Tari Golek AyunAyun, Tari Golek Kenya Tinembe, Beksan Menak UmaryonoUmardi I Wayan Dibia Sesuai dengan namanya. I Wayan Dibia berasal dari Bali. Beliau adalah seniman yang banyak mengembangkan tari gaya Bali, karya beliau yang terkenal adalah Tari Jaran Teji. Wiwik Widiastutik Wiwik Widiastutik Seorang pinata tari dari jakarta yang aslinya dari yogyakarta ini tidak diragukan lagi . Sebagai pinata tari beliau selalu menggali dan mengembangkan budaya betawi . Karyanya antara lain sebagai berikut : Tari Ronggeng blantek, Tari Ngarojeng, Tari Topeng, Tari Kembang Lambangsari Gugun Gumbira Gugun Gumbira Seorang pinata tari yang juga berasal dari jawa barat ini mengembangkan tari rakyat ketuk tilu menjadi sebuah tontonan yang menarik yaitu tari Jaipongan . Bahkan tari ini sampai di kenal hingga ke mancanegara . Beliau juga mempunyai sanggar tari yaitu Sanggar tari jugala yang di khususkan untuk membuat tari-tarian jaipongan . Karyanya antara lain : Tari Daunpulus, Tari Serat Salira, Tari Kameutmeut Bagong Kusudiarjo Bagong Kusudiarjo Beliau merupakan seorang pelukis dan juga pinata tari dari yogyakarta yang sudah terkenal . Bahkan karyanya telah menyebar keseluruh pelosok nusantara . Tari ini di sukai karena beragam dan berlatar belakang tradisi dari budaya-budaya diseluruh indonesia . Ini adalah karya tarinya : Tari Tani, Tari Batik, Tari Wira Pertiwi, Tari Reog, Tari Keris, Tari Bhayangkari E. Fungsi tari kreasi daerah Tari kreasi daerah mempunyai fungsi di antaranya: 1. Menghibur penonton Penonton secara umum semakin mengikuti masa sehingga mau tidak mau budaya tetap terlestarikan dan tetap banyak penonton, maka diubah konsepnya sesuai dengan keinginan pribadi dan menyesuaikan perkembangan zaman. 2. Menceritakan suatu kisah budaya tertentu 30 Endang Setyowati, S.Pd 30
Budaya yang ditampilkan biasanya kisah-kisah budaya baru di masa sekarang. Hal ini dilakukan agar konsep tari terus berkembang. Maka dari itu pentingnya kisah-kisah baru agar konsep dan cerita tidak ketinggalan zaman untuk suatu budaya agar bisa terlestarikan dalam jangka lama. 3. Menampilkan suatu hiburan tanpa meninggalkan suatu unsur budaya Unsur budaya tersebut memang agak berubah karena adanya kreasi namun tidak membuat tarian tersebut hilang namun tetap terjaga dengan baik. Maka dari itu pentingnya penampilan suatu hiburan dalam relatif jangkauan waktu yang lama dengan pencampuran penambahan suatu gerakan. 31 Endang Setyowati, S.Pd 31
SBdP Kompetensi Dasar 3.4 Memahami patung 4.4 Memainkan patung PATUNG A. Pengertian Seni Patung Seni patung yang dalam bahasa Inggris disebut sculpture, kata tersebut berasal dari bahasa Latin, "sculptura" yang berarti memotong, memahat atau membelah. Patung bersifat tiga dimensi atau benda yang bervolume. Hal itu berarti patung merupakan jenis karya seni rupa yang bisa dilihat dari berbagai arah. Seni patung adalah karya seni rupa yang diciptakan dengan membentuk bahan bervolume yang dapat berupa tanah liat, kayu, batu, logam dan bahan lainnya dengan cara substraktif yang berarti mengurangi bahan seperti dipahat, dipotong, dicukil atau dengan cara aditif, yang berarti menambahkan bahan seperti mengecor dan mencetak. Aspek Keterangan Ciri-ciri Patung 1. Memiliki volume (panjang, lebar dan tinggi). 2. Memiliki tekstur. Tekstur adalah sifat permukaan yang memiliki karakter halus, licin, polos, kasap, mengkilap, berkerut, dan sebagainya 3. Memiliki warna. Unsur warna yang ada pada patung dapat dimanfaatkan sebagai salah satu nilai estetis pada karya seni patung. 4. Memiliki bentuk. Bentuk (form) adalah wujud fisik yang dapat dilihat 5. Berbentuk manusia, hewan, maupun tumbuhan Jenis-jenis patung A. Berdasarkan bentuk : Berdasarkan bentuknya, karya seni patung dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu Figuratif dan Nonfiguratif. 1. Figuratif merupakan bentuk patung yang dibuat dengan meniru bentuk secara alamiah, Misalnya : manusia, hewan atau tumbuhan. Bentuk karya ini dibuat secara utuh sesuia dengan keasliannya. 32 Endang Setyowati, S.Pd 32
2. Nonfiguratif merupakan karya seni rupa patung yang dibuat tidak seperti bentuk figuratif, yaitu dibuat diluar bentuk aslinya. Bentuk ini biasanya menampilkan garis-garis melintang atau memanjang, lubang, lekukan, benda dll. B. Berdasarkan jenis : Berdasarkan jenisnya, karya seni patung dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu Zonde Bosse dan Relief 1. Zonde Bosse (bentuk patung yang berdiri sendiri dan terlepas di kanan kirinya) 2. Relief adalah bentuk patung yang menempel pada permukaan dinding. Relief dibagi menjadi 3 yaitu : Baserelief (menampilkan bentuk-bentuk yang timbul kurang dari setengahnya, Demirelief (menampilkan bentuk persis setengah dari bentuknya), Hautrelief (menampilkan bentuk yang sama dengan bentuknya). C. Berdasarkan Fungsi : Berdasarkan fungsinya patung dikelompokkan menjadi 6 kelompok sebagai berikut : 1. Patung Religi Patung religi adalah jenis-jenis patung yang dibuat untuk tujuan patung untuk sarana beribadah Patung-patung pada zaman dahulu seringkali di buat untuk kepentingan keagamaan. Misalnya, pada era kejayaan Hindu dan Budha, patung di buat untuk menghormati dewa atau untuk mengenang orang-orang yang yang diagungkan. Misalnya raja atau pimpinan keagamaan atau komunitas mereka. 2. Patung Monumen Patung monumen adalah jenis-jenis patung yang kedua. Patung monumen biasa dibuat untuk peringatan sebuah peristiwa atau kejadian yang bersejarah. Patung monumen juga dibuat untuk mengenang jasa seorang pahlawan besar dalam sebuah bangsa atau kelompok kenegaraan. 3. Patung Arsitektur Patung arsitektur adalah patung yang memiliki nilai estetika, dan berfungsi untuk menopang suatu konstruksi bangunan. 33 Endang Setyowati, S.Pd 33
Patung arsitektur mengutamakan kekokohan dan detil-detil keindahan guna memanjakan mata bagi yang memandangnya. 4. Patung Dekorasi Patung dekorasi adalah patung yang biasanya berfungsi untuk menghias suatu bangunan atau suatu tempat. Patung dekorasi juga bisa Anda temukan terletak di sebuah taman baik taman pribadi maupun taman umum. Tujuannya untuk mempercantik atau memperindah pemandangan di sekitarnya. 5. Patung Seni. Patung seni adalah patung yang dibuat dengan tujuan murni untuk estetika. Artinya, fungsi patung seni murni untuk dinikmati keindahannya dari segi bentuk dan makna bagi yang memahaminya. Patung seni bisa Anda temukan dalam pameranpameran kesenian, di museum, atau di sebuah gedung dan tempat penting. 6. Patung Kerajinan Patung kerajinan adalah jenis patung yang murni diproduksi untuk tujuan konsumerisme. Artinya, patung kerajinan adalah patung yang diperjual-belikan secara bebas, dengan berbagai tujuan. Baik untuk hiasan rumah, taman dan lain sebagainya. D. Berdasarkan corak Berdasarkan coraknya, jika dilihat dari perwujudannya ragam seni patung modern dapat dibedakan menjadi 3 corak : 1. Corak Imitatif/realis/representatif adalah patung berdasarkan tiruan dari bentuk alam, berdasarkan bentuk fisik, baik anatomi, proporsi maupun gerak 2. Corak Deformatif adalah patung yang telah mengalami perubahan dari tiruan alam, diubah menjadi bentuk baru berdasarkan imajinasi pematung 3. Corak Nonfiguratif/abstrak adalah patung yang secara umum sudah meninggalkan bentuk-bentuk alam untuk perwujudannya. Corak abstrak dipengaruhi oleh aliran konstruksi. Patung dipandang sebagai bentuk konstruksi, yaitu besi, kayu, plat, plastik, kawat, dan lain-lain. Bahan pembuat patung 1. Bahan lunak yaitu bahan yang digunakan lunak dan mudah dibentuk. Seperti tanah liat, plastisin, sabun dan lainnya. 34 Endang Setyowati, S.Pd 34
2. Bahan sedang yaitu bahan yang digunakan tidak lunak dan tidak keras. Misal kayu sengon, kayu waru, kayu mahoni, kayu randu dan lainnya 3. Bahan keras yaitu bahan yang dapat berupa kayu atau batu-batuan. Misal kayu jati, kayu ulin, batu andesit, batu granit, batu marmer dan lainnya 4. Bahan campuran yaitu bahan yang bukan berasal dari 3 jenis bahan di atas. Misal dari semen, pasir, perunggu, kuningan, emas dan lainnya. Teknik pembuatan patung 1. Teknik pahat adalah pembuatan patung dengan mengurangi bagianbagian tertentu pada bahan dasar keras. 2. Teknik cor adalah pembuatan patung dengan memanaskan logam hingga mencair kemudian dituangkan dalam cetakan patung yang telah dibentuk rupa patungnya. 3. Teknik butsir adalah pembuatan patung dengan mengurangi bahan lunak seperti tanah liat, gips dan bahan yang berstruktur lunak lainnya. 4. Teknik modeling adalah pembuatan patung dengan membuat model terlebih dahulu dan setelah itu dibentuk patung sebenarnya. 5. Teknik merakit adalah pembuatan patung dengan cara merakit bahan dasar patung kemudian merangkainya. 6. Teknik membentuk adalah pembuatan patung dengan cara membentuk patung secara bertahap sehingga tercipta patung yang diinginkan. Membuat Patung Berbahan Kertas 1. Siapkan kertas bekas. 2. Rendam kertas kira-kira selama 24 jam sampai lunak. 3. Buatlah kerangka menggunakan kawat. Besar kecilnya kawat menyesuaikan besar kecilnya patung yang akan dibuat. 4. Kertas yang sudah lunak dapat ditumbuk lagi, lalu diperas dan dicampur dengan lem kanji (sampai berbentuk seperti tanah liat). 5. Tempelkan bubur kertas pada kerangka kawat sesuai dengan bentuk yang dinginkan. 6. Untuk mendapatkan lapisan luar yang halus, lapislah dengan kertas yang berwarna putih dengan lem. 35 Endang Setyowati, S.Pd 35
7. Jemur patung di bawah sinar matahari. 8. Setelah kering, warnai patung dengan cat kayu atau cat tembok, sesuai warna yang kamu sukai. 36 Endang Setyowati, S.Pd 36