MODUL AJAR BAHASA JAWA KELAS 7 DISUSUN OLEH: HESTI TISNAWATI, S.HUM SMPIT PERMATA MULIA TUNJUNGAN BLORA MODUL AJAR (MA) MATA PELAJARAN
Tembang Macapat Gambuh Identitas Satuan Pendidikan : SMP IT Permata Mulia Kelas/Semester : VII/ Gasal Mata Pelajaran : Bahasa Jawa Tahun Pelajaran : 2022/2023 Fase / Elemen Waktu : : D / Membaca 2 X 40 Menit ( 1 X pertemuan ) Guru Mata Pelajaran Jumlah Siswa : : Hesti Tisnawati, S.Hum 32 A. Informasi Umum 1. Identitas penulis modul : 2. Kompetensi awal/Elemen CP : Peserta didik memiliki kemampuan memahami tembang macapat, memahami paugeran tembang macapat. 3. Profil Pelajar Pancasila : 1. Mandiri : Siswa secara mandiri dan bertanggung jawab dalam melakukan tugasnya. 2. Bernalar Kritis : Siswa berpikir secara kritis dalam mengungkapkan tembung untuk membuat syair tembang macapat. 3. Kreatif : Siswa mengembangkan kemampuan membuat syair tembang macapat. 4. Sarana dan prasarana : Buku Paket, Laptop, HP, komputer; proyektor; speaker; internet. 5. Target peserta didik : Peserta didik regular/ tipikal 6. Model pembelajaran yang digunakan : Moda Tatap muka. Permodelan dari guru atau video dari youtube B. Komponen Inti 1. Tujuan pembelajaran : 7.1 Melalui aktivitas berliterasi dan diskusi peserta didik mampu menembangkan tembang macapat gambuh dengan titi laras yang benar. 7.2 Melalui aktivitas berliterasi dan diskusi peserta didik mampu mengartikan kata-kata yang dianggap sulit yang terdapat dalam teks piwulang serat Wulangreh Pupuh Gambuh. 7.3 Melalui aktivitas berliterasi dan diskusi peserta didik mampu mengajukan dan menjawab pertanyaan tentang isi teks piwulang serat Wulangreh Pupuh Gambuh dalam ragam krama. 2. Pemahaman bermakna : Setelah mempelajari modul ini peserta didik mengetahui: 1. Cara menembangkan tembang gambuh dengan benar, sesuai dengan titi laras yang benar. 2. Penerapan nilai luhur yang terdapat dalam tembang macapat gambuh dalam kehidupan bermasyarakat. 3. Pertanyaan pemantik : 1. Tembang macapat iku ana pira?
2. Kepriye paugeran/pathokan tembang macapat iku ? 3. Kepriye paugeran tembang macapat gambuh? 4. Kegiatan pembelajaran : kegiatan pendahuluan 1. Guru menyapa peserta didik dengan ucapan salam 2. Guru mengajak peserta didik untuk berdoa bersama sebelum mengawali kegiatan pembelajaran dimulai 3. Guru memeriksa kehadiran dan kesiapan peserta didik. 4. Peserta didik merespons pertanyaan dari guru berhubungan dengan pembelajaran sebelumnya 5. Peserta didik menyimak informasi dari guru tentang kompetensi dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan manfaatnya dalam kehidupan seharihari 6. Peserta didik merespons secara aktif informasi tentang hal-hal yang akan dipelajari 7. Guru memberikan apersepsi dengan menunjukkan teks piwulang serat Wulangreh Pupuh Gambuh. 8. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran Kegiatan Inti Pertemuan 1: 1. Peserta didik menyimak teks tembang gambuh yang dibagikan guru. 2. Peserta didik mendengarkan rekaman teks dengaran piwulang Serat Wulangreh pupuh Gambuh. 3. Peserta didik menirukan titi laras tembang gambuh yang didengar. 4. Peserta didik menirukan cakepan tembang gambuh yang didengar dibimbing oleh guru. 5. Peserta didik menirukan menembangkan titi laras dan cakepan tembang gambuh yang dimulai dari baris ke 1, ke 2, ke 3, ke 4, dan ke 5. 6. Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok, tiap kelompok terdiri dari 4 orang. 7. Setiap peserta menembangkan tembang gambuh dihadapan kelompoknya masing-masing, dan dikoreksi oleh teman satu kelompoknya. 8. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara bergantian sampai semua anggota kelompok maju menembangkan tembang gambuh dengan benar. 9. Setiap peserta didik merekam tembang macapat gambuh yang ditembangkan dengah hand phone masing-masing peserta didik. 10. Peserta didik mengirimkan hasil rekamannya kepada guru. Pertemuan 2 : 1. Peserta didik membaca teks piwulang Serat Wulangreh pupuh Gambuh (pada 1-3 ) 2. Peserta didik bertanya jawab tentang kata-kata yang dianggap sulit yang terdapat dalam teks
dengaran piwulang Serat Wulangreh pupuh Gambuh. (pada 1-3) 3. Peserta didik menyampaikan hasil diskusi tentang pokok-pokok isi teks piwulang Serat Wulangreh pupuh Gambuh (pada 1-3) 4. Peserta didik menanggapi hasil diskusi kelompok lain tentang isi teks piwulang Serat Wulangreh pupuh Gambuh (pada 1-3) 5. Peserta didik berlatih membuat paraphrase teks piwulang Serat Wulangreh pupuh Gambuh.(pada 1-3) 6. Peserta didik menerima penjelasan dari guru tentang paugeran/pathokan tembang macapat dari guru gatra, guru wilangan dan guru lagu. 7. Peserta didik mencari pugeran/pathokan guru gatra, guru wilangan, dan guru lagunya tembang macapat gambuh. Kegiatan Penutup 1. Guru dan peserta didik melakukan refleksi atas pembelajaran yang sudah berlangsung. 2. Adapun pertanyaan berikut dapat digunakan untuk memandu proses refleksi murid: a. Apakah bagian yang paling menarik dari pembelajaran hari ini ? Mengapa? b. Menurutmu, apakah penting mempelajari materi ini? c. Tantangan apa yang masih kamu temui dalam mempelajari materi ini? Bagaimana kamu akan berlatih untuk mengatasi tantangan tersebut? d. Apa yang akan kamu lakukan agar hasil belajarmu lebih memuaskan dimasa mendatang? 3. Guru memberikan apresiasi atas semua usaha murid sepanjang mempelajari materi ini. 4. Guru melakukan kegiatan rutin dengan menyampaikan materi pertemuan selanjutnya, salam dan doa penutup. 5. Asesmen : Asesmen Formatif Bentuk assesmen : 1. Sikap (Profil pelajar pancasila ) : Observasi 2. Praktik : a. menulis cakepan/lirik tembang macapat gambuh. b. Menembangkan tembang macapat gambuh. REMIDIAL DAN PENGAYAAN: 1. Remidial. Pembelajaran remidial dilakukan bagi peserta didik yang capaian pembelajarannya belum tuntas. Pembelajaran remdial direncanakan diadakan dengan pemberian materi ulang dengan bantuan tutor sebaya. 2. Pengayaan. Bagi peserta didik yang sudah mencapai nilai ketuntasan diminta untuk mempelajari materi terkait dan materi lanjutan. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK : 1. Assesmen formatif : Kegiatan 1:
Gawea cakepan/lirik tembang macapat gambuh, nggatekake paugeran guru gatra, guru wilangan, lan guru lagu! Rubrik Penilaian: Keterampilan 100 Jumbuh kaliyan paugeran nulis cakepan tembang macapat Gambuh (7u, 10u, 12i, 8u, 8o). 85 Salah satunggaling gatra wonten ingkang kirang trep kaliyan paugeran, salah guru lagu, lan guru wilangan 75 Anggenipun nyipta syair macapat Gambuh lepat gunggung gatranipun Kegiatan 2: Ayo padha praktik nembang macapat pangkur lan gambuh ing ngarep kelas! Rubrik Penilaian: Keterampilan 100 Jumbuh kaliyan titi laras nembang macapat Gambuh. 85 Salah satunggaling gatra wonten ingkang kirang trep kaliyan titi laras nembang macapat Gambuh. 75 Anggenipun nembang macapat Gambuh lepat titi laras. Kegiatan 3 : Wangsulana pitakon ing ngisor iki : 1. Tembang macapat iku cacahe ana pira ? lan coba sebutna ! 2. Apa tegese tembung-tembung ing ngisor iki : a. Sekar b. Catur c. Sayektos d. Pitutur e. wuruk 3. Tulisen paugeran/pathokan tembang gambuh ! 4. Kepriye watake tembang gambuh ! 5. Sapa sing nganggit Serat Wulangreh Pupuh Gambuh ing dhuwur ! Kunci jawaban : 1. Tembang Macapat iku cacahe ana 11 yaiku : a. Maskumambang b. Mijil c. Sinom d. Kinanthi e. Asmaradhana f. Gambuh g. Dandhanggula h. Durma i. Pangkur j. Megatruh k. Pocung 2. Tegese tembung : a. Sekar : tembang b. Catur : papat/omong c. Sayektos : sayekti/bener d. Pitutur : nasehat e. Wuruk : mulang/ngajari 3. Paugeran utawi pathokan tembang gambuh : a. Guru gatra : 5 b. Guru wilangan : 7,10,12,8,8
c. Guru lagu : u,u,i,u,o 4. Watake tembang gambuh : sumanak,sumadulur,rumaket,kulina,wanuh wani. 5. Sing nganggit Serat Wulangreh Pupuh Gambuh yaiku Kanjeng Sri Susuhunan Pakubuwana IV. Bahan bacaan guru dan siswa Materi Tembang Macapat: Tembang Macapat Gambuh A. Tembang Macapat ing ngisor iki tembangna! G A M B U H Pelog pt 6 2 3 5 5 5 3 5 6 Se kar gam buh ping ca tur 6 5 3 2 2 3 5 5 3 5 6 Kang ci na tur po lah kang ke lan tur 2 1 6 12 2 2 2 2 3 1 6 5 Tan pa tu tur ka tu la tu la ka ta li 1 2 2 2 3 1 2 3 Ka da lu war sa ka tu tuh 3 5 6 5 6 3 2 3 1 2 Ka pa tuh pan da di a won Tembang Macapat iku ana 11 yaiku : 1. Maskumambang 2. Mijil 3. Sinom 4. Kinanthi 5. Asmarandana 6. Gambuh 7. Dandhanggula 8. Durma 9. Pangkur 10. Megatruh 11. Pocung Tembang Gambuh iku kalebu salah sijine tembang macapat. Tembang macapat iku duweni paugeran utawi pathokan : 1. Guru gatra yaiku cacahing larik utawi baris saben sapada. 2. Guru wilangan yaiku cacahing wanda ( kecap utawi suku kata ) saben sagatra. 3. Guru lagu utawi dhong dhing yaiku tibaning swara ing pungkasaning gatra. Wondene paugeran utawi pathokan tembang gambuh yaiku : 1. Guru gatra : ana 5 larik/baris 2. Guru wilangan : 7,10,12,8,8 3. Guru lagu : u,u,i,u,o 4. Watake tembang gambuh yaiku sumanak,sumadulur,rumaket,kulina,wanuh wani.
SERAT WULANGREH PUPUH GAMBUH Anggitanipun Kanjeng Sri Susuhunan Pakubuwana IV. ( Pada 01 ) Sekar gambuh ping catur kang cinatur polah kang kelantur tanpa tutur katula-tula katali kadaluwarsa katutuh kapatuh pan dadi awon. Terjemahan bebas mawa basa jawa : Tindak-tanduk kang ora gelem ngrungokake pituture wong liya, tindak tanduk kang ora becik kaemot ing sekar gambuh iki, tindak tanduk ala kang ora ana rampunge lan ora ana kendhaline bakal ala asile lan ngrugekake manugsa dhewe. Terjemahan bebas mawa basa Indonesia : Semuanya dimuat dalam Sekar Gambuh. Tembang ini memuat perilaku yang tidak teratur dan menjadi perbincangan orang banyak. Jika tidak mau mendenganr nasihat orang lain,semakin lama semakin tidak terkendali, hal ini akan berakibat buruk. ( Pada 02 ) Aja nganti kebanjur barang polah ingkang nora jujur yen kebanjur kojur sayekti tan becik becik ngupayaa iku pitutur ingkang sayektos. Terjemahan bebas mawa basa jawa : Aja nganti manungsa iku kulina nglakoni samubarang kang ora jujur, yen wis kasep/kebanjur bakal gawe cilaka. Mesthi wae iku ora becik. Mangka saka iku pra manungsa supaya mbudidaya ajaran/paugeran kang sejati. Terjemahan bebas mawa basa Indonesia : Jangan sampai terlanjur terbiasa dengan tingkah polah yang tidak jujur, jika sudah terlanjur akan mencelakakan diri sendiri, hal itu tidak baik. Olaeh karena itu berusahalah mencerna ilmu yang sejati. ( Pada 03 )
Pitutur bener iku sayektine kang iku tiniru nadyan metu saking wong sudra papeki lamun becik wurukipun iku pantes sira anggo. Terjemahan bebas mawa basa jawa : Ajaran/piwulang kang bener iku wajib dianut/ditiru, senajan ajaran iku asale saka wong pidak pideran( kaum rendah,miskin,pangkate cilik), nanging yen ajaran utawa piwulang iku mau becik,patut ditiru. Terjemahan bebas mawa basa Indonesia : Ajaran yang benar itu patut diikuti, meskipun berasal dari orang yang rendah derajatnya, namun jika baik ajarannya, maka ajaran tersebut pantas diterimanya. Glosarium : 1. sekar : tembang 2. catur : papat/omong 3. cinatur : diomongke 4. polah : tumindak,perilaku 5. kelantur : nggladrah,ora teratur,kebacut 6. tanpa tutur : ora nganggo diomongi 7. katula-tula katali : tansah nandhang cilaka 8. kadaluwarsa : kebacut 9. katutuh : didakwa,kapaido 10. kapatuh :kaanggep,katletuh 11. pan : rak,jer, nanging,mung 12. Nora : ora 13. Kojur : nemahi cilaka 14. Sayekti : sanyata,temenan 15. Ngupaya : golek,ngreka 16. Sayektos : sayekti,bener 17. Pitutur : nasehat 18. Apantes : ora pantes 19. Sudra : papa, asor, nistha, ora duwe 20. Papeki : sembrana,kurang ngati-ati, sengsara 21. Lamun : Manawa 22. Wuruk : mulang, ngajar Daftar Pustaka :
Arianto,Budi.2022.Wasita Basa Jawa.Blora:Dewan Bahasa Kabupaten Blora , Kepala sekolah Guru mata pelajaran Dwi Rahayu, S.Pd Hesti Tisnawati, S.Hum MODUL AJAR (MA) MATA PELAJARAN BAHASA JAWA Teks Naratif tentang Peristiwa atau kejadian Identitas
Satuan Pendidikan : SMPIT Permata Mulia Kelas/Semester : VII/ Gasal Mata Pelajaran : Bahasa Jawa Tahun Pelajaran : 2022/2023 Fase / Elemen Waktu : : D / Membaca 2 X 40 Menit ( 1 X pertemuan ) Guru Mata Pelajaran Jumlah Siswa : : Hesti Tisnawati, S.Hum 32 C. Informasi Umum 1. Identitas penulis modul : 2. Kompetensi awal/Elemen CP : Peserta didik mengetahui tentang teks naratif dan contohnya 3. Profil Pelajar Pancasila : 4. Mandiri : Siswa secara mandiri dan bertanggung jawab dalam melakukan tugasnya. 5. Bernalar Kritis : Siswa berpikir secara kritis dalam mengungkapkan tembung untuk membuat syair tembang macapat. 6. Kreatif : Siswa mengembangkan kemampuan membuat syair tembang macapat. 4. Sarana dan prasarana : Buku Paket, Laptop, HP, komputer; proyektor; speaker; internet. 5. Target peserta didik : Peserta didik regular/ tipikal 6. Model pembelajaran yang digunakan : Moda Tatap muka. Permodelan dari guru atau video dari youtube D. Komponen Inti 1. Tujuan pembelajaran : 7.1 Melalui aktivitas berliterasi dan diskusi peserta didik mampu mendengarkan dan mencatat kata-kata yang dianggap sulit yang terdapat dalam wacana narasi tentang peristiwa atas kejadian. 7.2 Melalui aktivitas berliterasi dan diskusi peserta didik mampu mendiskusikan dan mengartikan katakata yang dianggap sulit dalam konteks kalimat. 7.3 Melalui aktivitas berliterasi dan diskusi peserta didik mampu mengajukan dan menjawab pertanyaan wacana yang didengarkan dalam ragam krama. 7.4 Melalui aktivitas berliterasi dan diskusi peserta didik mampu Mendiskusikan isi wacana. 7.5 Melalui aktivitas berliterasi dan diskusi peserta didik mampu mengungkapkan isi wacana yang didengarkan secara tertulis. 2. Pemahaman bermakna : Setelah mempelajari modul ini peserta didik mengetahui: 3. Ciri-ciri teks naratif. 4. Contoh- contoh teks naratif. 5. Mengajukan dan menjawab pertanyaan tentang teks
naratif. 3. Pertanyaan pemantik : 4. Apa sing diarani teks cerita naratif ? 5. Apa titikane teks naratif ! 6. Wenehana tuladhane teks naratif ! 4. Kegiatan pembelajaran : kegiatan pendahuluan 9. Guru menyapa peserta didik dengan ucapan salam 10. Guru mengajak peserta didik untuk berdoa bersama sebelum mengawali kegiatan pembelajaran dimulai 11. Guru memeriksa kehadiran dan kesiapan peserta didik. 12. Peserta didik merespons pertanyaan dari guru berhubungan dengan pembelajaran sebelumnya 13. Peserta didik menyimak informasi dari guru tentang kompetensi dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan manfaatnya dalam kehidupan seharihari 14. Peserta didik merespons secara aktif informasi tentang hal-hal yang akan dipelajari 15. Guru memberikan apersepsi dengan menunjukkan video berisi rekaman suatu peristiwa untuk membangkitkan minat peserta didik. 16. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. Kegiatan Inti Pertemuan 1: 1. Peserta didik mendengarkan wacana narasi tentang peristiwa atau kejadian. 2. Peserta didik bertanya jawab tentang kata-kata yang dianggap sulit yang terdapat dalam wacana yang didengarkan. 3. Peserta didik mengajukan dan menjawab pertanyaan tentang isi wacana. 4. Peserta didik berdiskusi tentang isi wacana yang didengarkan. 5. Peserta didik berlatih membuat ringkasan. 6. Peserta didik menyampaikan hasil ringkasan. Pertemuan 2 : 1. Peserta didik membaca wacana narasi tentang peristiwa atau kejadian. 2. Peserta didik bertanya jawab tentang kata-kata yang dianggap sulit yang terdapat dalam wacana yang dibaca. 3. Peserta didik mengajukan dan menjawab pertanyaan tentang isi wacana. 4. Peserta didik berdiskusi tentang isi wacana yang
dibaca. 5. Peserta didik berlatih membuat ringkasan. 6. Peserta didik menyampaikan hasil ringkasan. Kegiatan Penutup 5. Guru dan peserta didik melakukan refleksi atas pembelajaran yang sudah berlangsung. 6. Adapun pertanyaan berikut dapat digunakan untuk memandu proses refleksi murid: a. Apakah bagian yang paling menarik dari pembelajaran hari ini ? Mengapa? b. Menurutmu, apakah penting mempelajari materi ini? c. Tantangan apa yang masih kamu temui dalam mempelajari materi ini? Bagaimana kamu akan berlatih untuk mengatasi tantangan tersebut? d. Apa yang akan kamu lakukan agar hasil belajarmu lebih memuaskan dimasa mendatang? 7. Guru memberikan apresiasi atas semua usaha peserta didik sepanjang mempelajari materi ini. 8. Peserta didik menerima tugas dari guru mencari teks naratif tentang peristiwa. 9. Guru melakukan kegiatan rutin dengan menyampaikan materi pertemuan selanjutnya, salam dan doa penutup. 5. Asesmen : Asesmen Formatif Bentuk assesmen : 3. Sikap (Profil pelajar pancasila ) : Observasi 4. Praktik : c. Mengidentifikasi isi teks wacana narasi tentang peristiwa. d. Menjelaskan kembali isi teks dengan ragam bahasa krama. REMIDIAL DAN PENGAYAAN: 3. Remidial. Pembelajaran remidial dilakukan bagi peserta didik yang capaian pembelajarannya belum tuntas. Pembelajaran remdial direncanakan diadakan dengan pemberian materi ulang dengan bantuan tutor sebaya. 4. Pengayaan. Bagi peserta didik yang sudah mencapai nilai ketuntasan diminta untuk mempelajari materi terkait dan materi lanjutan. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK : 2. Assesmen formatif : Kegiatan : Goleka teks narasi prastawa sing lagi santer-santere, banjur critakna karo kancamu sakelas! Rubrik Penilaian: No. Aspek yang dinilai Kriteria 1 2 3 4 1 Pilihan kata
2 Ketepatan isi dan gagasan pokok cerita 3 Bisa menjawab 5 W + 1 H Keterangan: 4 = Sangat Baik 2 = Cukup 3 = Baik 1 = Kurang Penghitungan nilai akhir : Nilai akhir : skor yang diperoleh ---------------------------- X 100 Instrumen Penilaian Pengetahuan (K3) Nama : ______________________________ Kelas : ______________________________ Soal : A. Isenana ceceg-cecek ing ngisor iki kanthi trep! 1. Genea bakul-bakul padha teka sedina sadurunge sedhekah bumi Janjang? 2. Sapa sing nggawe jajan lan ambeng kanggo sedhekah bumi Janjang ? 3. Sedhekah bumi Janjang tiba dina apa ? 4. Mbah Sakimah iku wong endi? 5. Ambeng-ambeng dikumpulake dadi siji banjur diapakna? 6. Kepriye carane ngajeni panganan ? 7. Pangendume ambeng sedhekah bumi Janjang kena kanggo titen apa? 8. Sejatine sapa kang sinebut Mbah Janjang iku? 9. Kepriye critane Mbah Janjang manggon ana ing Desa Janjang? 10. Wayang Krucil iku wayang sing kepriye ? B. Coba critakna maneh isine teks kang wis kokrungoke ! Kunci Jawaban : A 1. Bakul-bakul sampun dugi sedinten saderengipun awit badhe nata panggenan. 2. Ingkang damel ambeng lan jajanan warga Dusun Janjang lan sakiwa tengenipun. 3. Sedhekah bumi Janjang dhawah dinten Jemuah Pon. 4. Mbah Sakimah menika warga Dukuh Ngurep. 5. Ambeng-ambeng dipun kembalaken dados setunggal lajeng dipun dum-dum dheteng ingkang sami rawuh ngantos telas. 6. Caranipun ngajeni tetedhan menawi madhang sampun ngantos nyisa, lan boten mbucal tetedhan. 7. Pangendumipun ambeng saged kangge titen, menawai sekulipun kirang ateges tahun ngajeng ‘awis tetedhan’ lan menawi ingkang kirang ronipun ateges tahun ngajeng ketigen panjang. 8. Mbah Janjang inggih menika Pangeran Jati Suwara lan Jati Kusuma. 9. Pangeran Jati Suwara lan Jati Kusuma kautus pados sisik melik icalipun Wulu Dumba Pancal Panggung pusaka-pusaka warisan Pajang ingkang dipuncolong Rajekwesi lajeng ngantos dumugi Janjang. 10. Ringgit ingkang wangunipun alit gepeng kadamel sakin kulit maesa utawi kajeng.
B. Kasumanggakaken Pedoman Penskoran: Setiap jawaban benar diberi skor 5, sedangkan jawaban salah diberi skor 0. Karena soal berjumlah 10 butir, maka jumlah skor berkisar antara 0 sampai 50. Untuk soal B skor 50 (ringkasan bisa menjawab 5W + 1 H) jadi total skor maksimal 100 Skor maksimal Bahan bacaan guru dan siswa Materi Teks naratif tentang peristiwa atau kejadian. Teks naratif yaiku teks kang nyritakake kedadeyan utawa kisah sakiwa tengene siswa. Teks naratif ana kang asipat khayalan nanging ana kang asipat aktual utawa kedadeyan sabenere. Maksude yaiku kanggo menehi panglipur marang wong kang padha maca crita mau. Kajaba iku,teks naratif duweni maksud kanggo aweh pendhidhikan,menehi ngerti, menehi refleksi marang para siswa lan sapa wae kang maca teks mau lan menehi daya imajinasi marang wong kang padha maca teks mau. Kanggo mbedakake karangan naratif karo karangan liyane kita bisa naliti kanthi nggatekake titikan ing ngisor iki : 1. Underan karangan naratif yaiku kisah/nyritakake kedadean. 2. Nggambarake tumindak kang dumadi ing sawijining wektu tartamtu. 3. Nduweni paraga kang dicritakake. 4. Nduweni alur utawa plot sajrone ngandharake A. Nyemak teks naratif Coba saiki semaken teks naratif kang diwaca gurumu utawa kancamu ! MANGANAN JANJANG Sedina sadurunge sedhekah bumi Janjang bakul-bakul wis padha mara saperlu nata panggonan. Bakul dolanan bocah, bakul rupa-rupa panganan, bakul sandhangan lan liyaliyane. Yen pinuju sedhekah bumi dalan tumuju pesareane Mbah Janjang kiwa tengen kebak bakul kaya pasar ngalih enggon. Dene warga desa Janjang lan sakiwa tengene padha nggawe jajan lan ambeng kanggo kaperluan sedhekah bumi kang mesthi tiba dina Sumber : Dokumen Pribadi Jemuah Pon iku. Ora keri Mbah Sakimah. Mbah Sakimah esuk iku mlaku rungkukrungkuk turut dalan pinggir alas jati tumuju menyang desa Janjang karo nggendhong ambeng kanggo sedhekah bumi. Sawise tekan plataran pesareane Mbah Janjang ambeng kang wujude sega lan urap iku banjur dipasrahake marang pawongan kang wis siyaga nampani ambeng-ambenge para warga kang melu sedhekah bumi. Ambenge Mbah Sakimah mau banjur dikumpulake karo ambenge para warga liyane. Mbah Sakimah kang asale saka dhukuh Ngurep, desa Bleboh iku melu sedhekah bumi amarga kepengin sedhekah (weweh) sebab dheweke wis diwenehi (diparingi) kecukupan saka Gusti Allah. Ambeng kang dikumpulake mau banjur dibunteli nganggo godhong jati lan diedum kabeh wong kang teka ana kono nganti etek. Dene banyune dijupukake saka genthong. Wujud syukur ora mung weweh kaya sedhekah bumi iki nanging kudu bisa ngajeni panganan. Upamane : Yen mangan kudu ndedonga luwih dhisik. Yen mangan aja nyisa lan ora elok mbuwang-mbuwang panganan.
Ngelmu titen Unen-unene wong Jawa ‘pinter iku jalaran saka niteni’. Critane kena kanggo niteni, yen anggone ngedum ambeng segane kurang tahun ngarep bakal ‘larang pangan’, yen sing kurang godhonge tahun ngarep arep panen mbako gagal, lha yen sing kurang banyune pratandhane arep ketiga dawa. Yen niteni kaya ngene iki banjur padha ngati-ati anggone padha olah tetanen. Padha ngati-ati anggone nyimpen panenan’ Wayang Krucil Kang sinebut Mbah Janjang sejatine Pangeran Jati Kusuma lan Jati Suwara kekarone isih sedulur karo Pangeran Benawa Adipati Jipang Panolan. Pangeran Benawa entuk warisan Wulu Dumba Pancal Panggung, yaiku kumpulan pusaka Pajang. Pusaka-pusaka iku kasimpen ana ing genthong gawean cina. Genthong iku dicolong kadipaten Rajekwesi, saiki Bojonegoro. Pangeran Jati Kusuma lan Jati Suwara kautus Pangeran Benawa nggoleki. Pangeran sakloron banjur tekan desa Janjang. Ing kono banjur mulang warga sakiwa Sumber : Dokumen Pribadi tengene babagan agama Islam lan ngelmu kawruh liyane. Pangeran sakloron uga gawe wayang krucil nganti saiki dikepyakna nalika sedhekah bumi Janjang kanthi lakon “Mbedhah Negari Makadam”. Lakon iki nyritakake padudon antarane agama Nasrani lan agama Islam sing akhire dadi rukun urip bebarengan. B. Nyathet tembung kang angel lan negesi tembung kang angel kanthi dhiskusi Sawise nyemak wacan ing dhuwur, coba saiki para siswa padha nyathet tembung kang angel saka wacan kasebut banjur digoleki tegese, digarap bareng-bareng karo kancamu (dhiskusi). Asiling dhiskusi ditulis kaya kang kapacak ing ngisor iki. Tembung-tembung kang dianggep angel saka asiling nyemak manut para siswa. 1. .... Tegese .... 2. .... Tegese .... 3. .... Tegese .... 4. .... Tegese .... 5. .... Tegese .... 6. .... Tegese .... 7. .... Tegese .... 8. .... Tegese .... 9. .... Tegese .... 10. .... Tegese .... 11. Lan sateruse C. Gawe Ukara Gawenen ukara adhedhasar tembung-tembung kang angel saka asiling nyemak! 1. .................................................................................................................. 2. .................................................................................................................. 3. .................................................................................................................. 4. .................................................................................................................. 5. .................................................................................................................. 6. Lan sateruse ... D. Nulis isine teks naratif mawa ragam krama Para siswa sawise gawe pitakon, saiki nyritakake maneh isine teks naratif kasebut mawa basa krama. Mudheng lan orane para siswa anggone nyemak gumantung bisa lan orane para siswa anggone nyritakake maneh isine teks naratif mau. Maksude mangkene, sansaya para siswa mudheng isine kang disemak,sansaya bisa nyritakake isine kanthi lancar. Kosok baline, yen para siswa ora ngerti karepe sing disemak mau, ya ora lancar anggone padha crita.
Daftar Pustaka : Arianto,Budi.2022.Wasita Basa Jawa.Blora:Dewan Bahasa Kabupaten Blora Tunjungan, 15 Juli 2023 Kepala sekolah Guru mata pelajaran Dwi Rahayu, S.Pd Hesti Tisnawa, S.Hum MODUL AJAR (MA) MATA PELAJARAN Parikan
Identitas Satuan Pendidikan : SMPIT Permata Mulia Kelas/Semester : VII/ Gasal Mata Pelajaran : Muatan Lokal Bahasa Jawa Tahun Pelajaran : 2022/2023 Fase / Elemen Waktu : : D / menyimak 2 x 40 Menit ( 1x pertemuan ) Guru Mata Pelajaran Jumlah Siswa : : Hesti T,S.Hum 32 siswa E. Informasi Umum 1. Identitas penulis modul : Hesti Tisnawati, S.Hum 2. Kompetensi awal/Elemen CP : Peserta didik mampu menganalisis dan mengevaluasi informasi berupa gagasan, pikiran, perasaan, pandangan, arahan atau pesan yang akurat dari kasusastran parikan. 3. Profil Pelajar Pancasila : 7. Kreatif, yang ditunjukkan melalui menghubungkan maknamakna, membangun atau merekonstruksi imaji-imaji visual dengan baik, menyesuaikan atau mengadaotasi imaji dengan pikiran imajinatif untuk menciptakan karya baru dalam tulisan, lukisan, dan pementasan. 8. Jujur, yang ditunjukkan melalui penyampaian informasi berdasarkan apa yang disimak. 9. Mandiri, yang ditunjukkan melalui self regulator untuk bisa fokus terhadap apa yang disimak. 10.Kritis, yang ditunjukkan melalui menyampaikan gagasan/pandangan, alasan ketidaksetujuan, alasan kesalahan dan menyimak. 4. Sarana dan prasarana : Buku Paket, Gawai, video youtube 5. Target peserta didik : Peserta didik regular 6. Model pembelajaran yang digunakan : Moda Tatap muka. Permodelan dari guru atau video dari youtube F. Komponen Inti 1. Tujuan pembelajaran : 1. Peserta didik mampu menyebutkan ciri-ciri parikan. 2. Peserta didik mampu menyebutkan jenis parikan. 3. Peserta didik mampu membuat parikan. 2. Pemahaman bermakna : Peserta didik dapat membuat parikan. 3. Pertanyaan pemantik : 1. Sapa sing wis tahu krungu tembang Jaka Tingkir Ngombe Dawet? 2. Kepiye lirik utawa syair tembang kuwi? Ana sing bisa nembangke? 4. Kegiatan pembelajaran : Kegiatan pendahuluan 17. Guru menyapa peserta didik dengan ucapan salam 18. Guru mengajak peserta didik untuk berdoa bersama sebelum mengawali kegiatan pembelajaran dimulai 19. Peserta didik merespons pertanyaan dari guru berhubungan dengan pembelajaran sebelumnya
20. Peserta didik menyimak informasi dari guru tentang kompetensi dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari 21. Peserta didik merespons secara aktif informasi tentang hal-hal yang akan dipelajari Kegiatan Inti 1. Guru menjelaskan secara garis besar apa yang sudah diketahui peserta didik dan apa yang ingin diketahui oleh peserta didik tentang parikan. 2. Guru menjelaskan materi tentang parikan (ciri-ciri lan jenis-jenis arikan) 3. Guru menampilkan contoh parikan dalam tembang campursari “Jaka Tingkir Ngombe Dawet” yang diambil dari Youtube. Tembang : https://www.youtube.com/watch?v=LQMXM29AVWI Atau https://www.youtube.com/watch?v=SNAijZ5U0H4 4. Peserta didik memberikan tanggapan secara kritis terhadap tayangan video. 5. Peserta didik dibagi menjadi 5 kelompok, kemudian dibagi tema untuk membuat parikan menggunakan Bahasa sehari-hari. 6. Peserta didik berdiskusi menggali cara membuat parikan jawa. 7. Peserta didik berlatih membuat ukara parikan jawa miturut ciri-ciri lan jenis parikan. 8. Guru bersama dengan peserta didik memberikan apresiasi dan tanggapan terhadap karya parikan jawa peserta didik. 9. Guru bersama peserta didik menyimpulkan pembalajaran yang telah dilaksanakan. Kegiatan Penutup 10. Guru dan peserta didik melakukan refleksi atas pembelajaran yang sudah berlangsung. 11. Adapun pertanyaan berikut dapat digunakan untuk memandu proses refleksi murid: a. Apakah bagian yang paling menarik dari pembelajaran hari ini ? Mengapa? b. Menurutmu, apakah penting mempelajari materi ini? c. Tantangan apa yang masih kamu temui dalam mempelajari materi ini? Bagaimana kamu akan berlatih untuk mengatasi tantangan tersebut? d. Apa yang akan kamu lakukan agar hasil belajarmu lebih memuaskan dimasa mendatang? 12. Guru memberikan apresiasi atas semua usaha murid sepanjang mempelajari materi ini. 13. Guru melakukan kegiatan rutin dengan menyampaikan materi pertemuan selanjutnya, salam dan doa penutup. 5. Asesmen : Asesmen Diagnostik : Dilakunan di awal KBM
Bentuk : Pertanyaan Lisan 1. Apa kang ko ngerteni babagan parikan bahasa jawa? Asesmen Formatif : 1. Penilaian sikap (profil elajar Pancasila) berupa observasi saat melakukan pengamatan dalam berdiskusi (jujur dan mandiri). 2. Penilaian performa saat presentasi (kritis dan kreatif). Asesmen Sumatif : Memberikan kuis untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta didik terhadap materi yang sudah dipelajari. REMIDIAL DAN PENGAYAAN: 5. Remidial. Pembelajaran remidial dilakukan bagi peserta didik yang capaian pembelajarannya belum tuntas. Pembelajaran remdial direncanakan diadakan dengan pemberian materi ulang dengan bantuan tutor sebaya. 6. Pengayaan. Bagi peserta didik yang sudah mencapai nilai ketuntasan diminta untuk mempelajari materi terkait dan materi lanjutan. Gladhen : Gawea parikan kanthi tema budi pekerti ! ............................................................................................................................................................ ............................................................................................................................................................ ............................................................................................................................................................ ............................................................................................................................................................ ............................................................................................................................................................ ............................................................ LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK : A. Peserta didik ditayangkan video tembang campursari dari youtube yang berisi parikan jawa. Video “Jaka Tingkir Ngombe Dawet” : https://www.youtube.com/watch?v=LQMXM29AVWI Atau https://www.youtube.com/watch?v=SNAijZ5U0H4 B. Nggoleki ciri-ciri lan nilai-nilai moral parikan bahasa jawa. Sawise nyemak parikan saka video youtube, coba saiki para siswa padha nggoleki ciri-ciri lan nilai-nilai moral parikan saka video kasebut! ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ASESMEN 3. Assesmen formatif : 1) Penilaian sikap (profil pelajar Pancasila) berupa observasi saat melakukan pengamatan dalam
berdiskusi (jujur dan mandiri). 2) Penilaian performa saat presentasi (kritis dan kreatif). Pengamatan Individu Parikan Bahasa Jawa No Nama Profil Pelajar Pancasila Jumlah Skor Nilai Keterangan Santun Kreatif Mandiri Kritis Pengamatan Kelompok Parikan Bahasa Jawa No Kelompok Profil Pelajar Pancasila Jumlah Skor Nilai Keterangan Santun Kreatif Gotong Royong Kritis 2) Asesmen Sumatf : Gladhen : Gawea parikan kaya tuladha ing dhuwur ! ............................................................................................................................................................ ............................................................................................................................................................ ............................................................................................................................................................ ............................................................................................................................................................ ............................................................................................................................................................ ............................................................................................................................................................ Bahan bacaan guru dan siswa Materi Tembang Macapat: Parikan Parikan yaiku unen-unen kang kedadeyan saka rong perangan ukara, kang pandhapuke nganggo purwakanthi guru swara. Perangan ukara kapisan dadi pambuka utawa purwaka dene perangan kapindho dadi wose utawa isine. Werna-wernane parikan kaya ing ngisor iki : 1. Parikan kang kadadeyan saka ( 4 wanda + 4 wanda ) x 2, tuladhane : a. Numpak sepur,mangan bubur Bocah jujur, bakal luhur b. Ngasah arit nganti landhep Dadi murid kudu sregep 2. Parikan kang kadadeyan saka ( 4 wanda + 8 wanda ) x 2, tuladhane : a. Kembang menur, ditandur ing pinggir sumur Watak jujur,ati bungah sugih dulur b. Tuku kaca,menyang kutha Wanasaba Sregep maca,sugih ilmu akeh kanca 3. Parikan sing kadadeyan saka ( 8 wanda + 8 wanda ) x 2, tuladhane : a. Ana sawah nandur pari, Pari lemu ati bungah, Singkirana watak dhengki, Watak dhengki gawe susah b. Iwak teri jangan terong Sega adhem rada pera Anyingkiri watak sombong Ati tentrem akeh kanca
Glosarium : Daftar Pustaka : 1. Modul MGMP Bahasa Jawa SMP Kabupaten Blora. 2. Nuraini. Pepak Basa Jawa. Surakarta: Lingkar Media. 3. Daryanto. Kawruh Basa Jawa Pepak. Surabaya : Penerbit Apollo Lestari. Tunjungan, 15 Juli 2023 Mengetahui, Kepala SMPIT Permata Mulia Guru Mata Pelajaran Dwi Rahayu, S.Pd Hesti Tisnawati, S.Hum MODUL AJAR (MA) MATA PELAJARAN Berbicara dan Menulis Unggah-ungguh basa
Identitas Satuan Pendidikan : SMPIT Permata Mulia Kelas/Semester : VII/ Gasal Mata Pelajaran : Muatan Lokal Bahasa Jawa Tahun Pelajaran : 2022/2023 Fase / Elemen Waktu : : D / Berbicara 4 X 40 Menit ( 4 X pertemuan ) Guru Mata Pelajaran Jumlah Siswa : : Hesti Tisnawati 36 G. Informasi Umum 1. Identitas penulis modul : 2. Kompetensi awal/Elemen CP : Peserta didik menulis berbagai teks untuk menyampaikan pengamatan dan pengalamannya meskipun belum terstruktur, dan menuliskan tanggapannya terhadap paparan dan bacaan menggunakan pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki. 3. Profil Pelajar Pancasila : 11.Mandiri : Siswa secara mandiri dan bertanggung jawab dalam melakukan tugasnya. 12.Bernalar Kritis : Siswa berpikir secara kritis dalam mengungkapkan tembung untuk membuat paragraph pengalaman pribadhinya. 13.Kreatif : Siswa mengembangkan kemampuan membuat cerita pengalaman pribadhi. 14.Jujur, yang ditunjukkan melalui penyampaian informasi/menceritakan pengalaman pribadhi berdasarkan apa yang dilalui. 4. Sarana dan prasarana : Buku Paket, LCD, Mikrophone, Gawai, video youtube 5. Target peserta didik : Peserta didik regular 6. Model pembelajaran yang digunakan : Moda Tatap muka. Permodelan dari guru atau video dari youtube H. Komponen Inti 1. Tujuan pembelajaran : 7.5 Peserta didik mampu berkomunikasi dengan memperhatikan unggah-ungguh basa yang benar 7.6 Mampu menanggapi kalimat yang salah dari temannya 2. Pemahaman bermakna : Peserta didik mampu menerapkan unggah-ungguh basa dalam kehidupan sehari-hari. 3. Pertanyaan pemantik : 3. Sapa sing nganggo basa karma yen matur marang tiyang sepuh? 4. Sapa sing isa mbedakake yen matur karo wong tuwa karo ngomong karo kancane? 4. Kegiatan pembelajaran : kegiatan pendahuluan 22. Guru menyapa peserta didik dengan ucapan salam 23. Guru mengajak peserta didik untuk berdoa bersama sebelum mengawali kegiatan pembelajaran dimulai 24. Peserta didik merespons pertanyaan dari guru berhubungan dengan pembelajaran sebelumnya 25. Peserta didik menyimak informasi dari guru tentang kompetensi dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari 26. Peserta didik merespons secara aktif informasi tentang hal-hal yang akan dipelajari Kegiatan Inti Pertemuan 1: 10. Guru menjelaskan secara garis besar apa yang sudah diketahui peserta didik dan apa yang ingin diketahui oleh peserta didik tentang unggah – ungguh basa. 11. Guru menjelaskan materi tentang jinise unggah-ungguh basa
yaiku basa ngoko lugu, basa ngoko alus, basa karma madya, dan basa karma alus. 12. Guru menampilkan contoh crita pengalaman pribadhi kang nyenengake yang diambil dari Youtube. Materi unggah-ungguh basa : https://www.youtube.com/watch?v=VHQVBDl MZT0&t=3s 13. Peserta didik memberikan tanggapan secara kritis terhadap tayangan video materi unggah-unggah basa dan contoh model role playing yang sudah dilihat 14. Peserta didik dibagi menjadi 8 kelompok, kemudian dibagi tema sesuai jenising unggah-ungguh basa untuk membuat teks naskah model pembelajaran role playing. 15. Peserta didik berdiskusi menggali teks naskah yang dibuat secara berkelompok. 16. Guru bersama dengan peserta didik memberikan apresiasi dan tanggapan terhadap karya teks naskah pacelathon peserta didik. 17. Guru bersama peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilaksanakan. Pertemuan 2 : 2. Guru mereview pembelajaran sebelumnya tentang membuat atau menulis teks pacelathon tentang unggah-ungguh basa bersama kelompoknya. 3. Guru menampilkan contoh video pacelathon kanthi modep pembelajaran role playing. berikut adalah link youtube video pembelajaran dengan menerapkan model Role Playing : https://www.youtube.com/watch?v=bg_JTAv1OWo&t =2s 4. Guru menjelaskan contoh video pembelajaran role playing yang sudah dilihat. 5. Peserta didik merekam dengan gawai masing-masing teks pacelathon kanthi unggah-ungguh kang bener dari kelompok masing-masing.. 6. Peserta didik menayangkan kembali hasil rekaman yang sudah dibuat untuk diperhatikan kembali. 7. Guru bersama dengan peserta didik memberikan apresiasi dan tanggapan terhadap pacelathon utawa dhialog yang dipraktekkan dari masing-masing kelompok. 8. Guru bersama peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilaksanakan. Kegiatan Penutup 14. Guru dan peserta didik melakukan refleksi atas pembelajaran yang sudah berlangsung. 15. Adapun pertanyaan berikut dapat digunakan untuk memandu proses refleksi murid: a. Apakah bagian yang paling menarik dari pembelajaran hari ini ? Mengapa? b. Menurutmu, apakah penting mempelajari materi ini? c. Tantangan apa yang masih kamu temui dalam mempelajari materi ini?Bagaimana kamu akan berlatih untuk mengatasi tantangan tersebut?
d. Apa yang akan kamu lakukan agar hasil belajarmu lebih memuaskan dimasa mendatang? 16. Guru memberikan apresiasi atas semua usaha murid sepanjang mempelajari materi ini. 17. Guru melakukan kegiatan rutin dengan menyampaikan materi pertemuan selanjutnya, salam dan doa penutup. 5. Asesmen : Asesmen Formatif Asesmen Diagnostik : Dilakunan di awal KBM Bentuk : Pertanyaan Lisan 2. Apa kang kokngerteni babagan jinising unggah-ungguh basa? Asesmen Formatif : 3. Penilaian sikap (Profil Pelajar Pancasila) berupa observasi saat melakukan pengamatan dalam berdiskusi (jujur dan mandiri). 4. Penilaian performa saat presentasi (kritis dan kreatif). Asesmen Sumatif : Memberikan kuis untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta didik terhadap materi yang sudah dipelajari. REMIDIAL DAN PENGAYAAN: 7. Remidial. Pembelajaran remidial dilakukan bagi peserta didik yang capaian pembelajarannya belum tuntas. Pembelajaran remidial direncanakan diadakan dengan pemberian materi ulang dengan bantuan tutor sebaya. 8. Pengayaan. Bagi peserta didik yang sudah mencapai nilai ketuntasan diminta untuk mempelajari materi terkait dan materi lanjutan. Gladhen : Gaweya teks pacelathon kanthi ngetrepake unggah-ungguh basa kang bener banjur rekam nganggo handphone banjur ditayangke ing ngarep kelas ! .................................................................................................................................................. .................................................................................................................................................. .................................................................................................................................................. .................................................................................................................................................. .................................................................................................................................................. .............................................................................................................. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK : B. Peserta didik ditayangkan video materi unggah – ungguh basa : https://www.youtube.com/watch?v=VHQVBDlMZT0&t=3s Atau Contoh video pembelajaran dengan model role playing : https://www.youtube.com/watch?v=bg_JTAv1OWo&t=2s B. Nggoleki tembung kang angel lan negesi tembung kang angel kanthi dhiskusi. Sawise jingglengi lan ngrungrokake teks pacelathon unggah - ungguh basa ing video mau, coba saiki golekana tembung-tembung kang angel, banjur golekana tegese kaya tuladha kang ana ngisor iki. No Tembung Tegese/makna
1 sowan Mara/dolan 2 ASESMEN 4. Assesmen formatif : 3) Penilaian sikap (profil pelajar Pancasila) berupa observasi saat melakukan pengamatan dalam berdiskusi (jujur dan mandiri). 4) Penilaian performa saat presentasi (kritis dan kreatif). Pengamatan Individu teks pacelathon unggah – ungguh basa No Nama Profil Pelajar Pancasila Jumlah Skor Nilai Keterangan Santun Kreatif Mandiri Kritis Pengamatan Kelompok teks pacelathon unggah – ungguh basa No Kelompok Profil Pelajar Pancasila Jumlah Skor Nilai Keterangan Santun Kreatif Gotong Royong Kritis 3) Asesmen Sumatf : Gladhen : Wangsulana pitakon ing ngisor iki nganggo basa krama kang mathuk ! Bahan bacaan guru dan siswa i. Unggah-ungguh Basa Basa mujudake salah sijine unsur budaya universal tegese saben negara utawa bangsa mesthi nduweni basa minangka sarana kanggo komunikasi. Tujuan komunikasi kanggo medharake sawijine idhe, gagasan, rasa pangrasa,panemu,pamawas,maksud utawa kekarepan marang wong sing diajak guneman. Tumindak basa kang diucapake iku kudu ana sing guneman lan sing diajak guneman utawa ngrungu, nanging tarkadhang ana wong kang omong dhewe wae utawa ngunandika. Katilik saka wujude, basa iku arupa basa tulis,lesan,isyarat lan basa wiraga (bahasa tubuh). Sajrone nggunakake basa kudu trep ora kena tumpang suh. Bebrayan Jawa ngugemi tataning kasopanan, sajroning pangetrapane basa ing pasrawungan. Pangetrapane basa jawa sajrone tuturan lumrah diarani unggah-ungguh. Miturut
Sudaryanto (2001:1062) unggah-ungguh yaiku tata pranataning basa miturut lungguhing tata krama. Tata krama yaiku unggah-ungguhing gunem tuwin tindak-tanduk. (Sudaryanto,2001:1000). Pamedhare rasa pangrasa utawa ciptaning ati bisane gamblang utawa cetha kajaba diucapake uga kudu dikantheni solah bawa,tindak-tanduk, lan sapepadhane kang salaras karo ciptane ati. Ungguh-ungguh basa miturut Sudaryanto(2001:5) merang unggah-ungguh dadi 2 tataran, yaiku basa ngoko lan basa krama. Sabanjure basa ngoko kaperang dadi ngoko lugu lan ngoko alus. Dene basa krama kaperang dadi krama lugu lan krama alus. 1. Unggah-ungguh/trap-trapaning/tingkatan tembung iku ana 3 yaiku : a. Ngoko b. Krama/krama madya c. Krama inggil 2. Unggah-ungguh basa : a. Ngoko lugu b. Ngoko alus c. Krama lugu d. Krama alus Tuladha Unggah-ungguh/trap-trapaning tembung : Ngoko Krama/krama madya Krama inggil nonton ningali mirsani mangan nedha dhahar kowe sampeyan panjenengan ngombe nginum ngunjuk turu tilem sare lunga kesah tindak njaluk nedhi nyuwun adus adus siram kandha sanjang Matur/ngendika nganggo ngangge ngagem banyu toya toya dadi dados dados lara sakit gerah lungguh lenggah pinarak metu medal miyos mulih Mantuk/wangsul kondur nyilih nyambut ngampil putih pethak pethak tuku tumbas mundhut ngadeg ngadeg jumeneng BASA KRAMA ALUS Basa Krama Alus yaiku Basa sing tetembungane migunakake tembung krama kacampur krama inggil tumrap wong sing di ajak guneman ( wong kapindho ) utawa wong sing di gunem ( wong katelu ), dene ater-ater lan panambange di kramakake. ( di dadi dipun, -e dadi -ipun, -ne dadi -nipun, -ake dadi -aken ) Basa krama alus iku basa kang ngajeni banget. Biyen arane basa krama inggil. Krama inggil iku sing ana mung tumrap tembung, yaiku tembung krama inggil.Tembung krama inggil iku tembung kang digunakake kanggo nginggilake utawa ngajeni wong sing diajak guneman, utawa wong sing digunem. Kosok baline tembung krama andhap, yaiku
tembung kang digunakake kanggo ngandhapake awake dhewe,ngajeni wongl iya. Wujude krama alus dumadi saka tembung-tembung krama kacampuran tembung. krama inggil utawa tembung krama andhap, saengga basane luwih alus lan ngajeni banget. Kaya dene basa ngoko andhap, sing nganggo tembung krama inggil yaiku tembung sesulih purusa, tembung kriya(panindake) lan barang kaluwihane.Yen tumrap awake dhewe ora kena nganggo tembung krama inggil (ora kena ngramakake awake dhewe), kepara yen ana k udu nganggo tembung krama andhap. Tembung krama inggil sing digunakake iku tujuane kanggo ngurmati wong sing diajak guneman. Kosok baline tembung krama andhap iku kanggo ngandhapake awake dhewe. Basa krama alus bisa digunakake kanggo guneman marang sapa wae sing pancen kudu dihurmati. Panganggone kayata: a. Wong enom marang wong tuwa. b. Batur marang bendarane. c. Murid marang gurune. d. Andhahan marang pimpinane. e. Kanca karo kanca sing durung kulina. Tuladha : a. Manawi Ibu badhe dhahar, ngersakaken dhaharan punapa,mangga kula ladosi! b. Bapak badhe tindak dhateng Jakarta nitih kreta mangke tabuh sekawan sonten. c. Kula mboten mangertos ingkang dipun ngendikaken PakRoni, pramila kula nyuwun dipunandharaken malih. ii. Lembar Kerja Peserta Didik Owahana dadi basa krama alus ! 1. Bapak lunga menyang kantor numpak sepedha motor. ............................................................................................................................... 2. Ibu lunga menyang pasar arep tuku beras, lenga,uyah,gula lan jajanan. ............................................................................................................................... 3. Bapak maca koran ana ngarep omah. .............................................................................................................................. 4. Aku wis kandha bapak yen aku arep nonton wayang karo Mas Anung ing Blora .............................................................................................................................. 5. Ing Blora ana bakul wayang,aku ditukokake wayang Gathutkaca bapak. ............................................................................................................................... 6. Karcise kanggo nonton wayang ora dakgawa nanging digawa bapak. ............................................................................................................................... 7. Bapak aja ngadeg ana kono,lungguh kene wae,aku sing ngadeg ana kono.. ............................................................................................................................... 8. Adhiku diwenehi dhuwit simbah kanggo tuku wayang. ............................................................................................................................... 9. Aku dhek wingi diwenehi manuk Pak Dhe dakgawa mulih. ............................................................................................................................... 10. Esuk mau ana duren tiba naging durung mateng banjur dakwenehake adhiku. .............................................................................................................................. Glosarium :
Daftar Pustaka : Tukijo, dkk. 2022. Mardika Basa lan Sastra Jawa. Jakarta: PT Erlangga Bausastra Jawa Kalawarti Tunjungan, 15 Juli 2023 Mengetahui, Kepala SMP IT Permata Mulia Guru Mata Pelajaran Dwi Rahayu, S.Pd Hesti Tisnawati, S.Pd MODUL AJAR (MA) MATA PELAJARAN Berbicara Pengalaman Pribadhi Identitas
Satuan Pendidikan : SMPIT Permata Mulia Kelas/Semester : VII/ Gasal Mata Pelajaran : Muatan Lokal Bahasa Jawa Tahun Pelajaran : 2022/2023 Fase / Elemen Waktu : : D / Berbicara 4 X 40 Menit ( 4 X pertemuan ) Guru Mata Pelajaran Jumlah Siswa : : Hesti Tisnawati, S.Hum 33 I. Informasi Umum 1. Identitas penulis modul : 2. Kompetensi awal/Elemen CP : Peserta didik menulis berbagai teks untuk menyampaikan pengamatan dan pengalamannya meskipun belum terstruktur, dan menuliskan tanggapannya terhadap paparan dan bacaan menggunakan pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki. 3. Profil Pelajar Pancasila : 15.Mandiri : Siswa secara mandiri dan bertanggung jawab dalam melakukan tugasnya. 16.Bernalar Kritis : Siswa berpikir secara kritis dalam mengungkapkan tembung untuk membuat paragraph pengalaman pribadhinya. 17.Kreatif : Siswa mengembangkan kemampuan membuat cerita pengalaman pribadhi. 18.Jujur, yang ditunjukkan melalui penyampaian informasi/menceritakan pengalaman pribadhi berdasarkan apa yang dilalui. 4. Sarana dan prasarana : Buku Paket, LCD, Mikrophone, Gawai, video youtube 5. Target peserta didik : Peserta didik regular 6. Model pembelajaran yang digunakan : Moda Tatap muka. Permodelan dari guru atau video dari youtube J. Komponen Inti 1. Tujuan pembelajaran : 1. Peserta didik mampu menulis teks pengalaman pribadi yang mengesankan untuk dengan lebih terstruktur, dan menuliskan tanggapannya terhadap paparan dan bacaan menggunakan pengalaman dan pengetahuannya. 2. Peserta didik mampu bercerita tentang pengalaman pribadhi yang dialaminya dengan baik. 2. Pemahaman bermakna : Peserta didik dapat membuat dan bercerita pengalaman pribadi 3. Pertanyaan pemantik : 5. Apa kowe duwe crita pengalaman? 6. Pengalaman pribadi kang kolakoni iku kalebu pengalaman kang nyedhihake apa nyenengake? 7. Coba eling-elingen crita kang kolakoni mau, banjur critanana kancamu ing ngarep kelas! 4. Kegiatan pembelajaran : kegiatan pendahuluan 27. Guru menyapa peserta didik dengan ucapan salam 28. Guru mengajak peserta didik untuk berdoa bersama sebelum mengawali kegiatan pembelajaran dimulai 29. Peserta didik merespons pertanyaan dari guru berhubungan dengan pembelajaran sebelumnya 30. Peserta didik menyimak informasi dari guru tentang kompetensi dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari 31. Peserta didik merespons secara aktif informasi tentang hal-hal yang akan dipelajari Kegiatan Inti Pertemuan 1: 18. Guru menjelaskan secara garis besar apa yang sudah diketahui peserta didik dan apa yang ingin diketahui oleh peserta didik
tentang crita pengalaman pribadhi. 19. Guru menjelaskan materi tentang jinise crita pengalaman pribadhi yaiku crita sedhih, crita lucu lan crita nyenengake. 20. Guru menampilkan contoh crita pengalaman pribadhi kang nyenengake yang diambil dari Youtube. Crita nyenengake : https://www.youtube.com/watch?v=7U9UF8iLv1E Crita nrenyuhake : https://www.youtube.com/watch?v=jWFV75C2yiM 21. Peserta didik memberikan tanggapan secara kritis terhadap tayangan video crita pengalaman pribadi yang sudah dilihat 22. Peserta didik dibagi menjadi 8 kelompok, kemudian dibagi tema sesuai jenis crita pengalaman pribadi untuk membuat crita pengalaman pribadi dengan bahasa sendiri. 23. Peserta didik berdiskusi menggali cerita pengalaman pribadi yang dibuat secara berkelompok. 24. Guru bersama dengan peserta didik memberikan apresiasi dan tanggapan terhadap crita pengalaman pribadhi peserta didik. 25. Guru bersama peserta didik menyimpulkan pembalajaran yang telah dilaksanakan. Pertemuan 2 : 9. Guru mereview pembelajaran sebelumnya tentang membuat atau menulis teks pengalaman pribadhi bersama kelompoknya. 10. Guru menampilkan contoh cara bercerita pengalaman pibadhi. Crita Pengalaman Pribadhi : https://www.youtube.com/watch?v=U8iLdBcyVi0 11. Guru menjelaskan dan mencontohkan cara becerita pengalaman pribadhi yang baik. 12. Peserta didik merekam dengan gawai masing-masing crita pengalaman pribadhi dari kelompok masing-masing.. 13. Peserta didik bercerita pengalaman pribadhi yang telah dibuat dan mengedit dengan aplikasi yang telah dipilih. 14. Guru bersama dengan peserta didik memberikan apresiasi dan tanggapan terhadap crita pengalaman pribadhi yang dibacakan dari masing-masing kelompok. 15. Guru bersama peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilaksanakan. Kegiatan Penutup 18. Guru dan peserta didik melakukan refleksi atas pembelajaran yang sudah berlangsung. 19. Adapun pertanyaan berikut dapat digunakan untuk memandu proses refleksi murid: a. Apakah bagian yang paling menarik dari pembelajaran hari ini ? Mengapa? b. Menurutmu, apakah penting mempelajari materi ini? c. Tantangan apa yang masih kamu temui dalam mempelajari materi ini?Bagaimana kamu akan berlatih untuk mengatasi tantangan tersebut? d. Apa yang akan kamu lakukan agar hasil belajarmu lebih memuaskan dimasa mendatang? 20. Guru memberikan apresiasi atas semua usaha murid sepanjang mempelajari materi ini. 21. Guru melakukan kegiatan rutin dengan menyampaikan materi pertemuan selanjutnya, salam dan doa penutup. 5. Asesmen : Asesmen Formatif Asesmen Diagnostik :
Dilakunan di awal KBM Bentuk : Pertanyaan Lisan 3. Apa kang kokngerteni babagan crita pengalaman pribadhi? Asesmen Formatif : 5. Penilaian sikap (Profil Pelajar Pancasila) berupa observasi saat melakukan pengamatan dalam berdiskusi (jujur dan mandiri). 6. Penilaian performa saat presentasi (kritis dan kreatif). Asesmen Sumatif : Memberikan kuis untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta didik terhadap materi yang sudah dipelajari. REMIDIAL DAN PENGAYAAN: 9. Remidial. Pembelajaran remidial dilakukan bagi peserta didik yang capaian pembelajarannya belum tuntas. Pembelajaran remidial direncanakan diadakan dengan pemberian materi ulang dengan bantuan tutor sebaya. 10. Pengayaan. Bagi peserta didik yang sudah mencapai nilai ketuntasan diminta untuk mempelajari materi terkait dan materi lanjutan. Gladhen : Ceritakna isi carita Pengalaman Pribadhimu kang nengsemake kanthi cara divideo banjur upload ing media sosial kang kokduweni! .................................................................................................................................................. .................................................................................................................................................. .................................................................................................................................................. .................................................................................................................................................. .................................................................................................................................................. .............................................................................................................. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK : C. Peserta didik ditayangkan video crita pengalaman pribadhi kang nyenengake : https://www.youtube.com/watch?v=7U9UF8iLv1E Atau Crita pengalaman pribadhi kang nrenyuhake : https://www.youtube.com/watch?v=jWFV75C2yiM B. Nggoleki tembung kang angel lan negesi tembung kang angel kanthi dhiskusi. Sawise jingglengi lan ngrungrokake crita pengalaman pribadhi ing video mau, coba saiki golekana tembung-tembung kang angel, banjur golekana tegese kaya tuladha kang ana ngisor iki. No Tembung Tegese/makna 1 sowan Mara/dolan 2
ASESMEN 5. Assesmen formatif : 5) Penilaian sikap (profil pelajar Pancasila) berupa observasi saat melakukan pengamatan dalam berdiskusi (jujur dan mandiri). 6) Penilaian performa saat presentasi (kritis dan kreatif). Pengamatan Individu Cerita Pengalaman Pribadhi Bahasa Jawa No Nama Profil Pelajar Pancasila Jumlah Skor Nilai Keterangan Santun Kreatif Mandiri Kritis Pengamatan Kelompok Cerita Pengalaman Pribadhi Bahasa Jawa No Kelompok Profil Pelajar Pancasila Jumlah Skor Nilai Keterangan Santun Kreatif Gotong Royong Kritis 4) Asesmen Sumatf : Gladhen : Wangsulana pitakon ing ngisor iki nganggo basa krama kang mathuk ! Bahan bacaan guru dan siswa i. Materi Crita Pengalaman Pribadhi: 1) Crita Pengalaman Pribadhi yaiku Crita Pengalaman pribadhi muudake crita pengalaman kang dialami utawa dilakoni dhewe. Pengalaman pribadhi tansah dieling-eling , ora bisa dilalekake. 2) Jinise crita pengalaman pribadhi : a. Crita nyenengake b. Crita nyedhehake c. Crita njengkelke d. Crita lucu e. Crita medeni utawa nggegirisi 3) Teknik nulis crita Pengalaman Pribadhi a. Nemtokake topic utawa tema crita, kudu nemtokake ndhisik crita kang arep ditulis iki kalebu crita kang wujude nyenengake, lucu, njengkelke utawa liyane. b. Gawe cengkorongan crita, gawe inti-inti saka crita mau. c. Ngembangake cengkorongan, banjur dikembangake dadi crita jangkep kanthi urutan kang mathuk. d. Urutan kedadeyan alure becik lan bener, crita kang ditulis iku kudu urut lan dicritakake siji mbaka siji. e. Basa, ukara, lan tembung – tembung kang digunakake bener lan trep.
ii. Teks Crita Pengalaman Semaken crita pengalaman kang diparingake guru utawa kang diputer lumantar LCD ing gisor iki ! Teks 1. ENDHOG SAPI Nuju dina minggu aku lan adhiku sowan simbah. Omahku karo daleme simbah ora adoh,udakara mung rong kilo meteran. Aku lan adhiku boncengan numpak sepedha onthel. Wektu iku adhiku lagi kelas 2 SD dene aku kelas 6 SD. Aku sing nggenjot sepedhane. Wah ya rada abot,sanajan lagi kelas 2 SD nanging adhiku kagolong longgor lan lemu pisan. Tekan daleme simbah gembrobyos kringetku. Simbah seneng banget. Adhiku njur dijak mlebu dalem. Simbah kakung ndangu aku. “Iki mau diutus bapak ibumu, apa mung dolan karepmu dhewe?’ “Anu mbah, kajeng kula nggih mung dolan, nanging punika wau lajeng dipuntitipi Ibu.. wande kagem mbah kakung,nyamping kagem Mbah putri.” ‘Wah… ya .. ya.. daktampa. Wong sing ngaturi dhisik kae rung dakagem kok,iki malah ngirimi maneh.” Sawise sholat dhuhur, Simbah ndhawuhi aku lan adhiku madhang. “Kene gek dha njupuk dhewe-dhewe. Kebeneran Simbah masak gule daging sapi. Ayo ndang… nyidhuk!’ Adiku nyela, ujare emoh daging sapi. Gandheng adhiku ora gelem daging sapi mula Mbah putri nawani lawuh liya. “Ya wis ra apa-apa, yen daginge ora doyan, kuwi endhoge wae.” “Mbah, dagingipun mawon kula emoh kok, napa malih endhoge sapi!” adhiku matur karo njekutrut praupane. Bareng krungu kandhane adhiku mau kabeh padha meneng sedhela, ora let suwe simbah kakung putri padha gumujeng, aku dhewe ya kepingkel-pingkel. “Kowe ki salah tampa,Dhik. Kersane Simbah, yen kowe ora gelem daginge ya endhoge wae, kuwi ora kok endhoge sapi nanging iki lho endhog pitik …!” Adhiku mlengeh lega. Apa tumon ana wong ditawani endhog pitik kok dikira endhog sapi. Pengalaman lucu kuwi ora bisa daklalekake. Tarkadhang yen kelingan malah sok kudu ngguyu dhewe. iii. Lembar Kerja Peserta Didik a. Nyebutke tembung-tembung kang angel saka crita lan goleki tegese. Sawise jingglengi lan maca crita rakyat ing dhuwur mau, coba saiki golekana tembung-tembung kang angel, banjur golekana tegese kaya tuladha kang ana ngisor iki. b. Wangsulana pitakon ing ngisor iki! 1. Nuju dina apa aku lan adhiku sowan embahku? ........................................................................................................... 2. Pirang kilo meter adohe omahku karo daleme simbahku? ........................................................................................................... 3. Simbahku ndangu apa marang aku? .......................................................................................................... 4. Aku matur apa marang embahku? ......................................................................................................... 5. Apa sebabe embah kakung lan embah putri padha gumujeng sawise midhanget ature adhiku? ......................................................................................................... Glosarium : Pengalaman pribadi : Pengalaman individu/diri sendiri. Crita sedhih : crita kang isine sedhih Crita nemgsemake : crita kang nyenengake Daftar Pustaka : Tukijo, dkk. 2022. Mardika Basa lan Sastra Jawa. Jakarta: PT Erlangga Bausastra Jawa Kalawarti
Tunjungan, 21 Juli 2023 Mengetahui, Kepala SMP IT Permata mulia Guru Mata Pelajaran Dwi Rahayu, S.Pd Hesti Tisnawati, S.Hum MODUL AJAR (MA) MATA PELAJARAN BAHASA JAWA Menulis Teks Aksara Jawa Identitas Satuan : SMP Kelas/Semester : VII/ Gasal
Pendidikan Mata Pelajaran : Bahasa Jawa Tahun Pelajaran : 2022/2023 Fase / Elemen Waktu : : D / Menulis dan membaca 2 X 40 Menit ( 1 X pertemuan ) Guru Mapel Jumlah Siswa : : 31 K. Informasi Umum 1. Identitas penulis modul : 2. Kompetensi awal/Elemen CP : Peserta didik mampu menulis teks dengan huruf Jawa sesuai dengan kaidah penulisan huruf Jawa. 3. Profil Pelajar Pancasila : 1. Mandiri : Peserta didik secara mandiri dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugasnya. 2. Berfikir kritis : Peserta didik berfikir secara kritis dalam menulis teks dengan huruf Jawa sesuai dengan kaidah penulisan huruf Jawa. 4. Sarana dan prasarana : Buku Paket, Kartu Huruf Jawa, Laptop 5. Target peserta didik : Peserta didik regular 6. Model pembelajaran yang digunakan : Moda Tatap muka. Permodelan dari guru atau video dari youtube, Cooperating Learning L. Komponen Inti 1. Tujuan pembelajaran : 7.1 Peserta didik dapat menulis teks dengan huruf Jawa sesuai dengan kaidah penulisan huruf Jawa. 2. Pemahaman bermakna : Dengan belajar menulis dan membaca teks berhuruf Jawa Peserta didik dapat menulis atau membaca huruf Jawa yang dijumpai di masyarakat. 3. Pertanyaan pemantik : 8. Aksara Jawa ana pira? 9. Sapa sing apal aksara Jawa? 4. Kegiatan pembelajaran : Kegiatan pendahuluan 32. Guru menyapa peserta didik dengan ucapan salam 33. Guru mengajak peserta didik untuk berdoa bersama sebelum mengawali kegiatan pembelajaran dimulai 34. Peserta didik merespon pertanyaan dari guru berhubungan dengan pembelajaran sebelumnya 35. Peserta didik menyimak informasi dari guru tentang kompetensi dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan manfaatnya dalam kehidupan seharihari 36. Peserta didik merespon secara aktif informasi tentang hal-hal yang akan dipelajari Kegiatan Inti Pertemuan 1: 26. Guru menjelaskan secara garis besar apa yang sudah diketahui peserta didik dan apa yang ingin diketahui oleh peserta didik tentang teks aksara Jawa 27. Guru menjelaskan tentang aksara Jawa, pasangan aksara Jawa, dan sandhangan aksara Jawa. 28. Guru memberikan contoh penggunaan pasangan dan sandhangan aksara Jawa. 29. Peserta didik memberikan tanggapan secara kritis terhadap contoh penggunaan pasangan dan sandhangan aksara Jawa. 30. Peserta didik dibagi menjadi 5 kelompok, masingmasing kelompok diberi teks berhuruf Latin. 31. Peserta didik berdiskusi mengubah teks berhuruf Latin ke huruf Jawa. 32. Peserta didik menulis di papan tulis hasil diskusi dari masing-masing kelompok.
33. Guru bersama dengan peserta didik memberikan apresiasi dan tanggapan terhadap hasil diskusi dari masing-masing kelompok. 34. Guru bersama peserta didik menyimpulkan pembalajaran yang telah dilaksanakan. Kegiatan Penutup 22. Guru dan peserta didik melakukan refleksi atas pembelajaran yang sudah berlangsung. 23. Adapun pertanyaan berikut dapat digunakan untuk memandu proses refleksi murid: a. Apakah bagian yang paling menarik dari pembelajaran hari ini ? Mengapa? b. Menurutmu, apakah penting mempelajari materi ini? c. Tantangan apa yang masih kamu temui dalam mempelajari materi ini? Bagaimana kamu akan berlatih untuk mengatasi tantangan tersebut? d. Apa yang akan kamu lakukan agar hasil belajarmu lebih memuaskan dimasa mendatang? 24. Guru memberikan apresiasi atas semua usaha murid sepanjang mempelajari materi ini. 25. Guru melakukan kegiatan rutin dengan menyampaikan materi pertemuan selanjutnya, salam dan doa penutup. 5. Asesmen : 1. Asesmen Diagnostik Dilakukan di awal pembelajaran 2. Asesmen Formatif Dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung, saat peserta didik berdiskusi, dan presentasi. 3. Asesmen Sumatif Dilakukan di akhir pembelajaran berupa tes tertulis. Bentuk asesmen : 5. Sikap (Profil pelajar pancasila ) : Observasi 6. Praktek : Menulis teks aksara Jawa (Mengubah teks berhuruf Latin ke huruf Jawa) REMIDIAL DAN PENGAYAAN: 11. Remidial. Pembelajaran remidial dilakukan bagi peserta didik yang capaian pembelajarannya belum tuntas. Pembelajaran remdial direncanakan diadakan dengan pemberian materi ulang dengan bantuan tutor sebaya. 12. Pengayaan. Bagi peserta didik yang sudah mencapai nilai ketuntasan diminta untuk mempelajari materi terkait dan materi lanjutan. LAMPIRAN : i. BAHAN BACAAN GURU DAN PESERTA DIDIK Materi Nulis lan Maca Aksara Jawa: Miturut Hardyanto ( 1999:1), supaya bisa maca aksara Jawa perlu mangerteni perangkat aksara Jawa. Perangkat aksara Jawa wujude : Aksara Jawa, cacahe 20 kang diarani aksara dentawyanjana Pasangan aksara Jawa Sandhangan aksara Jawa Aksara murda Aksara swara (vokal) Aksara rekan
Angka Jawa Pada Ing wulangan iki sing arep diandharake mligi bab aksara dentawyanjana, pasangan, lan sandhangan, dene aksara murda, aksara swara, aksara rekan, angka Jawa, lan pada diandharake ing wulangan lan tataran kelas liyane. Aksara Jawa dentawyanjana legena cacahe ana 20, yaiku ha, na, ca, ra, ka, da, ta, sa. wa, la, pa, dha, ja, ya, nya, ma, ga, ba, tha, nga. Dene pasangan aksara Jawa cacahe uga ana 20 yaiku pasangan ha, ,ca, ra, ka, da, ta, sa, wa, la, pa, dha, ja, ya, nya, ma, ga, ba, tha, nga. Pamacane aksara Jawa legena jumbuh karo panulise, tegese yen ditulis ha, pamacane uga ha, lsp. Pamacane aksara Jawa uga nggatekake sandhangan aksara Jawa, upama sandhangan pepet, wulu, layar, wignyan, cakra, cakra keret, lsp. Kanthi sandhangan Jawa kang beda, pamacane uga beda, upamane aksara ha, diwenehi sandhangan taling, pamacane he, dene yen diwenehi sandhangan wulu, pamacane dadi hi. Mangkono sateruse. Panulise aksara Jawa werna loro yaiku ana sing ditulis sejajar karo aksara sing diwenehi pasangan, ana uga panulise sangisore aksara sing diwenehi pasangan. Pasangan aksara Jawa sing panulisane sejajar karo aksara sing diwenehi pasangan cacahe ana 3 (telu), yaiku ha, sa, pa, dene pasangan liyane kang cacahe ana 17 (pitulas) yaiku na, ca, ra, ka, da, ta, wa, la, dha, ja, ya, nya, ma, ga, ba, tha, nga, panulise sangisore aksar kang diwenehi pasangan. Ing ngisor iki wujude aksara Jawa carakan sarta pasangan adhedhasar Pedoman Penulisan Aksara Jawa kaya kang wis kapacak ing dhuwur yaiku: ha na ca ra ka da ta sa wa la pa dha ja ya nya ma ga ba tha nga Sandhangan aksara Jawa bisa kaperang dadi 2 (loro) yaiku: sandhangan swara (bunyi vokal) lan sandhangan panyigeg wanda (penanda konsonan penutup suku kata). Sandhangan swara (bunyi vokal) ana werna 5 (lima) yaiku: 1. Wulu ( ……) diwaca i. 2. Pepet ( … …) diwaca e ( e lemah). 3. Suku ( … …) diwaca u. 4. Taling ( ……) diwaca e. 5. Taling tarung ( … ) diwaca o. Sandhangan panyigeg wanda (penanda konsonan penutup suku kata ) ana 4 (papat )yaiku: 1. Wignyan ( … … ) gantine aksara ha, diwaca ha/h
2. Layar ( … … ) gantine aksara ra, diwaca ra/r 3. Cecak ( … … ) gantine aksara nga, diwaca nga/ng 4. Pangkon ( … … ) aksara kang dipangku mati A. Ayo maca aksara dentawyanjana! Wacanen aksara dentawyanjana ing ngisor iki kanthi premati. No. Aksara Jawa Pamacane 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 B. Ayo maca pasangan aksara Jawa 1 No. Pasangan Pamacane 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
19 20 C. Ayo maca sandhangan lan tembung aksara Jawa! 1. Ayo diwaca sandhangan aksara Jawa ing ngisor iki! No. Sandhangan Pamacane 1 2 3 4 5 … 6 7 8 9 10 2. Wacanen tembung lan frasa ( gabungan tembung/istilah) kang mawa pasangan lan sandhangan ing ngisor iki kanthi premati lan bener, dene kancamu sabangku nyemak. Manawa wis, ganten kanca mau kang maca. No. Tembung Pamacane 1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 D. Ukara tulisan Jawa iki wacanen kanthi cetha ! 1. 2. 3. 4. 5. Ukara tulisan jawa ing dhuwur dadekna tulisan latin ! 1. ………………………………………………………………………………… 2. …………………………………………………………………………………
3. ………………………………………………………………………………… 4. ………………………………………………………………………………… 5. ………………………………………………………………………………… B. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK Tulisen nganggo aksara Jawa ! 1. Kembang mawar : .......................................................................... 2. Sapa salah seleh : ……………………………………………….. 3. Ana catur mungkur : ……………………………………………….. 4. Ora uwur ora sembur : ……………………………………………….. 5. Kadang konang : ………………………………………………. 6. Sing sareh bakal pikoleh : ……………………………………………….. 7. Sing weweh bakal wuwuh : ……………………………………………….. 8. Pengin maju kudu sinau :……………………………………………....... 9. Tekun teken tekan : ……………………………………………….. 10. Aja sumelang ra dipikir : ……………………………………………….. Glosarium : Daftar Pustaka : Arianto, Budi.2022.Wasita Basa Jawa.Blora:Dewan Bahasa Kabupaten Blora Tunjungan, 16 Juli 2023 Mengetahui, Kepala SMPIT Permata Mulia Guru Mata Pelajaran Dwi Rahayu, S.Pd Hesti Tisnawati, S.Hum