The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by erdalmurathan363, 2023-03-08 07:24:50

Di daerah Kalimantan Timur

Di daerah Kalimantan Timur

Di daerah Kalimantan Timur, tepatnya di daerah Kutai, pernah ada sebuah kerajaan. Kerajaan itu merupakan kerajaan pertama di Indonesia yang sudah mengenal tulisan. Artinya, sejak saat itu Nusantara mulai memasuki masa sejarah. Kerajaan Kutai ada setelah penduduk Nusantara mengadakan hubungan dagang dengan India dan Cina. Hubungan dagang itu sudah berlangsung sejak abad pertama.


Sumber Sejarah Berdasarkan bukti yang ada, kerajaan tertua d Kalimantan Timur. Bukti itu berupa tujuh buah prasasti yang dipahatkan di atas tiang batu yang disebut yupa. Kata yupa teretera di prasasti itu. Tujuh yupa itu sekarang disimpan di Museum Nasional Jakarta, ditulis dengan huruf Pallawa dalam Bahasa Sansekerta


Prasasti yupa tidak menyebut angka tahun, tetapi berdasarkan analogi dengan prasasti yang ditemukan di India Selatan, dapat diperkirakan prasasti yupa itu berasal dari pertengahan abad V. Salah satu prasasti yupa itu memuat silsilah Mulawarman, dari daerah Kutai. Dari yupa itu dapat diketahui bahwa Raja Mulawarman mempunyai ayah bernama Aswawarman yang dianggap sebagai pendiiri dinasti (vansakartta). Selain tujuh buah yupa, tidak ada sumber lainnya mengenai Kutai. Sumber Cina dikenal memiliki uraian lengkap tentang negeri lain, ternyata hanya sedikit menyebut Kalimantan. Padahal, berita Cina tentang Pulau Jawa sudah ada sejak abad V dan Sumatera sejak permulaan abad VI. Tidak adanya perhatian dari orang Cina mungki disebabkan Kalimantan tidak terletak pada jalur utama perdagangan Cina. Tom Harisson mencoba menunjukkan pentingnya Kawasan Kalimantan dalam jalur pelayaran India dan Cina dengan menyajikan sejumlah sisa-sisa peradaban Hindhu di Kalimantan Barat berupa arca Budha di daerah Sambas


Sejarah Berdirinya Kontak kerajaan di nusantara dengan India dan Cina dimulai dari perdagangan Sedangkan para pendeta hanya sebagai penumpang kapal dagang. Dari negeri lain datang ke nusantara untuk mencari barang komoditas yang banyak dicari oleh konsumen Negeri aslinya. Menurut Van leur, barang yang diperdagangkan dalam pasaran internasional adalah barang komoditas yang bernilai tinggi, seperti logam mulia, perhiasan, berbagai jenis temuan, dan barang pecah belah di samping bahan baku yang diperlukan untuk berbagai kerajinan. Salah satu naskah kuno india menyebutkan bahwa kayu gaharu dan cendana berasal dari negeri berasal dari negeri asing. Kayu cendana yang berasal dari sebelah timur nusantara berasal dari dibawa oleh pedagang lokal ke pusat perdagangan di nusantara bagian barat (Jawa dan Sumatera),


kemudian dijual ke India. Apabila kita lihat jalur perdagangan ini, tampaknya Kalimantan dan Sulawesi terabaikan. Padahal, data arkeologis yang merupakan indicator pengaruh budaya India ditemukan di wilayah Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur. Jelas sekali bahwa pertumbuhan ekonomi di daerah pesisir Kalimantan sudah berlangsung sejak lama. Selain itu, di daerah aliran sungai Kapuas di wilayah Kalimantan Barat terdapat situs situs arkeologi yang bercorak hindu-budha seperti lingga, yoni, dan arca nandi yang merupakan corak Jawa meskipun dari masa yang lebih muda dibandingkan dengan di Kutai. Prasasti yang ber aksara Pallawa dan berbahasa Sansekerta dari situs batu simpai dan situs batu pait yang berasal dari sekitar pertengahan abad XVIII juga merupakan bukti pengaruh nyata Hindu Budha di Kalimantan.


Kehidupan Politik Percampuran budaya menyebabkan timbulnya kerajaan bersifat Hindu. Kerajaan itu dipimpin oleh seorang raja. Sebelum budaya India masuk, pemerintahan desa dipimpin seorang kepala suku. Kepala suku itu merupakan orang pilihan titik orang itu harus kuat agar ia dapat melindungi keselamatan dan kesejahteraan warganya. Ia harus tahu adat istiadat dan upacara pemujaan roh nenek moyang dengan baik. Ia juga dianggap wakil nenek moyangnya. Segala perintah dan larangannya dipatuhi orang. Pada awalnya kepala suku dipilih di antara anggota masyarakat, tetapi dalam perkembangan selanjutnya jabatan kepala suku itu diwariskan turun-temurun. Setelah budaya India masuk terjadi perubahan besar. Bentuk pemerintahan desa diubah menjadi pemerintahan kerajaan seperti halnya di india


Kedudukan kepala suku digantikan oleh seorang raja. Raja di India memiliki kekuasaan sangat besar, bahkan sering disembah sebagai penjelmaan Dewa oleh rakyatnya. Iya merupakan pimpinan suatu kerajaan yang terdiri dari sejumlah desa. Raja tidak lagi wakil nenek moyang tetapi merupakan penjelmaan Dewa di dunia titik cara pemerintah nya juga ditiru dan diterapkan di Indonesia. Salah satu prasasti Yupa memuat silsilah Mulawarman, raja dari daerah Kutai, berbunyi: 1. srimatah sri-narendrasya 2. kundungasya mahatmanah 3. putro'svavrmmo vikhayatah 4. vansakartta yathansuman 5. tasya putra mahatmanah 6. trayas traya ivagnayah 7. tesan trayanam pravarah 8. tapo bala damanvitah 9. sri mulavarmma rajendro 10. yastva bahusuvarnnakam 11. tasya yajnasya yupo'yam 12. dvijendrais samprakalpitab


Kehidupan Sosial dan Ekonomi Yupa yupa dari Kutai dikeluarkan oleh para pendeta sebagai peringatan atas kemurahan hati Raja Mulawarman yang memberikan hadiah sapi sebanyak 20000 ekor kepada para Brahmana. Keterangan itu oleh para ahli dianggap sebagai suatu fakta sejarah dan tidak perlu dipersoalkan lagi padahal jika hadiah 20.000 ekor sapi itu diartikan secara harfiah artinya pada abad V telah ada usaha peternakan yang maju. Padahal ternak yang sedemikian banyak tentu memerlukan makanan titik Berapa luas Padang rumput yang tersedia untuk menggembalakan sapi sebanyak itu sepanjang tahun titik Berapa luas kandang yang harus disediakan adalah sampai sekarang hampir sebagian besar Pulau Kalimantan terdiri dari hutan belantara dari rawa di daerah pantai nya.


Keterangan dalam prasasti itu tidak diartikan secara harfiah, maka mungkin Nadia 20.000 ekor sapi itu hanya mengacu kepada salah satu jenis upacara keagamaan dengan cara tertentu titik di India kita mengenal upacara aswamedha dan rajasuya, mungkin upacara pemberian sapi sebanyak 20000 ekor dapat disejajarkan dengan kedua upacara itu Sejarah peradaban yang mendapat pengaruh India di Kalimantan Barat hingga kini masih gelap. Bukti tertulis baik prasasti maupun naskah kuno (berita asing dan lokal) tidak banyak, bahkan tidak ada yang menguraikan kehidupan social dan ekonomi di Kalimantan Barat. Berita asing yang biasa ditulis orang cina dapat dikatakan nyaris tidak ada.


Kehidupan Budaya dan Religi Tinggalan budaya Lampung mengenai keagamaan yang pernah berkembang di Kalimantan Barat tidak sebanyak yang ditemukan di Jawa dan Sumatera. Meskipun sedikit, peninggalan budaya tersebut cukup untuk mengungkapkan latar belakang agama yang pernah berkembang di Kalimantan Barat. Berdasarkan penanggalan relatif dari hasil peninggalan budaya keagamaan tersebut ada kesesuaian dengan berita Cina mengenai kerajaan Chin-li-p'i-shih atau Wijayapura yang berkembang pada sekitar abad VI-VII. Jauh di pedalaman Kalimantan Barat, di tepi sungai Tekarik (cabang Sungai Kapuas) ditemukan sebuah prasasti yang dipahatkan pada sebuah batu granit yang berisi tentang mantra-mantra Buddha. Keberadaan prasasti ini mengindikasikan bahwa di tempat tersebut, setidaknya ada kelompok masyarakat yang menganut agama Budha yang tinggal di lembah Sungai sempit yang dialiri sungai Tekarik. 10 Indikator lain keberadaan kelompok masyarakat yang beragama Buddha ditemukan di daerah Sambas. Dari tempat ini ditemukan arcaarca yang dibuat dari bahan perunggu terdiri dari Arca Buddha dan arca padmapani dan sebuah tempat pedupaan. Menurut Tan dan Wales hargaharga logam tersebut berasal dari sekitar abad VIII-IX. Nilakanta Santri beranggapan bahwa wilayah Kalimantan Barat termasuk dalam kekuasaan Sriwijaya. Tanggapan yang didasarkan atas langgam seni yang mirip dengan langgam seni Arca Sriwijaya. Selain kelompok masyarakat yang memeluk agama Buddha di daerah aliran sungai Kapuas juga ada kelompok masyarakat pemeluk agama Hindu. Indikator agama ini ditemukan di situs Nanga sepak dan situs Nanga Serawai berupa reruntuhan bangunan candi, arca lingga, yoni, dan nandi. Situs Nanga separuh terletak di sebuah Tanjung yang menjorok di daerah pertemuan Sungai Kapuas dan sungai sepauk. Peninggalan budaya yang menarik dari situs ini adalah sebuah mukhalingga (arca Lingga) yang keberadaannya mengundang perdebatan para pakar.


Click to View FlipBook Version