E-MODUL PEMBELAJARAN
ANDI NADILA
A 221 17 077
BUDIDAYA
KANGKUNG
DARAT
ORGANIK
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TADULAKO
PALU 2021
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis haturkan kepada ALLAH SWT Tuhan Semesta
Alam yang menciptakan bumi dan isinya, karena atas berkat, izin,
petunjuk, hidayah serta rahmatnya sehingga penulis dapat menyelesaikan
penyelesaian modul pembelajaran sebagai bagian yang tak terpisahkan
dari penyususunan tugas akhir;
Modul ini berjudul “Budidaya Tanaman Kangkung Organik” yaitu
bahan ajar cetak yang disusun secara sistematis dan menarik
berdasarkan hasil penelitian sesuai dengan pokok bahasan dan
rancangan pembelajaran yang dapat dipelajari secara mandiri oleh
mahasiswa. Kelayakan modul ini diukur dengan lembar validasi ahli
materi, lembar validasi ahli desain dan ahli isi.
Sistem pembelajaran yang berbasis pembelajaran itu dapat berjalan
dengan baik apabila ditunjang oleh beberapa fasilitas pembelajaran seperti
modul pembelajaran. Modul pembelajaran ini dibuat untuk menunjang
suasana pembelajaran yang wajib dicapai. Penulis menyadari masih
banyak kekurangan dalam pembuatan modul pembelajaran ini. Oleh
karena itu mengharapkan adanya saran demi penyempurnaan modul ini.
Harapan saya semoga modul ini membantu menambah pengetahuan
dan pengalaman bagi para pembaca. Modul ini saya akui masih banyak
kekurangan karena pengalaman yang saya miliki sangat kurang. Oleh
kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan
masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan modul
ini dan semoga kehadiran modul pembelajaran ini dapat membantu
mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi dalam kegiatan
pembelajaran.
i
DAFTAR ISI i
ii
Halaman Judul 1
Kata Pengantar 2
Daftar isi 3
A. Kangkung Darat 3
B. Morfologi Kangkung Darat 4
C. Kandungan Gizi Kangkung Darat 5
D. Syarat Tumbuh 7
E. Langkah-langkah Budidaya Kangkung Darat 7
F. Pupuk Organik 8
Latihan Soal 9
Umpan balik dan tindak lanjut
Kunci Jawaban
Daftar Pustaka
ii
A. Kangkung Darat
Di Indonesia dikenal dua tipe kangkung yaitu kangkung darat (Ipomoea
reptans Poir.) dan kangkung air (Ipomoea aquatic Forssk.). Kangkung
tergolong sayuran yang sangat populer, karena banyak peminatnya.
Kangkung disebut juga Swamp cabbage, Water convolvulus, Water spinach,
berasal dari India yang kemudian menyebar ke Malaysia, Burma, Indonesia,
China Selatan Australia dan bagian negara Afrika.
Sistematik tanaman kangkung darat diklasifikasikan sebagai berikut: Regnum
Plantae
Divisio Magnoliophyta
Class Magnoliopsida
Ordo Solanales
Familia Convolvulaceae
Genus Ipomoea
Spesies Ipomoea reptans Poir.
Gambar 1.1 kangkung cabut
(Sumber : www.kampustani.com)
Kangkung darat adalah tanaman semusim atau tahunan yang merupakan
sayuran daun yang penting di kawasan Asia Tenggara dan Asia Selatan.
Sayuran kangkung mudah dibudidayakan, berumur pendek dan harga relatif
murah. Kangkung dapat dimasak menjadi berbagai macam menu sayuran.
Sayur batang yang daunnya berongga ini biasanya direbus atau ditumis.
Karena itu, kangkung merupakan sumber gizi yang baik bagi masyarakat
secara umum. Konsumsi kangkung mulai digemari oleh masyarakat terbukti
dengan sadarnya masyarakat peduli dengan gizi yang terkandung disayuran
kangkung. Kandungan gizi kangkung cukup tinggi terutama vitamin A,
vitamin C, zat besi, kalsium, potasium, dan fosfor.
1
B.Morfologi kangkung darat
Menurut Rukmana (2005), botani kangkung adalah sebagai berikut :
1. Akar Kangkung
Memiliki sistem perakaran tunggang dan cabang akarnya akan menyebar ke
semua arah, dapat menembus tanah sampai kedalaman 6 - 100 cm, dan
melebar secara mendarat pada radius 100 sampai 150 cm atau lebih.
2. Batang
Batang kangkung berbentuk bulat panjang, berbuku-buku, banyak
mengandung air (herbaceous), dan berlubang. Batang kangkung tumbuh
merambat atau menjalar dan perkecambahannya banyak.
3. Daun
Kangkung darat berdaun panjang dapat mencapai 14 cm, bentuk ujung bagian
daun runcing, dan berwarna hijau keputih-putihan.
4. Bunga
Bunga kangkung darat berwarna putih polos berbentuk terompet.
5. Buah
Buah kangkung berbentuk bulat telur yang didalamnya berisi tiga butir biji.
Bentuk buah kangkung seperti melekat dengan bijinya. Warna buah hitam jika
sudah tua dan hijau ketika muda. Buah kangkung berukuran kecil sekitar 10
mm, dan umur buah kangkung tidak lama.
6. Biji
Bentuk biji kangkung bersegi-segi atau tegak bulat, berwarna cokelat atau
kehitam-hitaman, dan termasuk biji berkeping dua.
2
Gambar 1.2 Bagian Tanaman kangkung (Sumber:cybex.pertanian.go.id)
C. Kandungan Gizi Kangkung Darat
Kangkung memiliki berbagai manfaat dan gizi yang tinggi. Berikut
kandungan Zat Gizi Kangkung dalam 100 g Sayuran Segar:
D. Syarat Tumbuh
Tanaman kangkung mudah tumbuh, terutama di kawasan berair. Syarat tumbuh
sayuran ini memang tidak rewel. kangkung dapat ditanam didataran rendah dan
dataran tingi. Kangkung dapat tumbuh dengan ketinggian sampai 1.000 m dpl.
Tanaman ini akan tumbuh bagus jika ditanam pada tanah yang gembur dan subur
dengan pH 6,0-7,0 dengan kelembapan 80-90%.
3
E. Langkah-langkah Budidaya kangkung darat
1. Persiapan media tanam
Menyediakan tanah yang subur untuk media tanam dan
memasukkannya kedalam polybag sebanyak 8 kg
2. Penyiapan pupuk kandang ayam
Menyediakan pupuk kandang ayam yang sudah dijemur atau
difermentasi selama 2 minggu hingga kering dan selanjutnya melakukan
pengayakan hingga pupuk halus, selanjutnya pupuk siap digunakan
untuk tanaman
2. Pemupukan
Setelah memasukkan tanah ke dalam polybag, kemudian menambahkan
pupuk kandang ayam dengan dosis sebanyak 480 g perpolybag,
pemupukan hanya dilakukan di awal sebelum tanam
3. Penyemaian Benih
Penyemaian biji kangkung dilakukan dengan cara merendam biji selama
12 jam, biji yang digunakan adalah biji yang tenggelam dalam air.
Kemudian meletakan biji di tempat penyemaian. Penyiraman benih
dilakukan 1 kali sehari, selama 5 hari
4. Penanaman
Memindahkan biji kangkung yang sudah berkecambah di polybag.
5. Pemeliharaan
Dengan selalu membersihkan gulma serta tanaman lain yang bisa
mengganggu pertumbuhan tanaman kangkung, dan melakukan
penyiraman 2 kali setiap harinya (pagi dan sore), kecuali saat kondisi
tanah lembab.
6. Panen
Panen saat umur tanaman sudah mencapai 30 hari setelah tanam. Untuk
memanennya, cukup cabut kangkung hingga ke akarnya.
4
F. Pupuk Organik
Pupuk merupakan salah satu sumber nutrisi utama yang diberikan pada
tumbuhan. Dalam proses pertumbuhan, perkembangan dan proses reproduksi
setiap hari tumbuhan membutuhkan nutrisi berupa mineral dan air. Nutrisi yang
dibutuhkan tumbuhan diserap melalui akar, batang dan daun. Nutrisi tersebut
memiliki berbagai fungsi saling mendukung satu sama lainnya dan menjadi salah
satu komponen penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian.
Penggunaan pupuk anorganik (pupuk kimia) dalam jangka panjang
menyebabkan kadar bahan organik tanah menurun, struktur tanah rusak, dan
pencemaran lingkungan. Hal ini jika terus berlanjut akan menurunkan kualitas
tanah dan kesehatan lingkungan. Maka dari itu dianjurkan menggunakan
pupuk organic.
Maka perlu pemberian pupuk organic pada tanah untuk mencukupi
kebutuhan unsur hara yang diperlukan tanaman untuk tumbuh, karena tanah
pertanian yang baik dan produktif adalah tanah yang banyak mengandung
bahan organic dan jasad hidup (mikro dan makro organisme).
Pupuk dengan bahan organik berperan penting dalam menentukan kemampuan
tanah untuk mendukung pertumbuhan dan hasil tanaman. Kegunaan pupuk organic,
terutama di lahan-lahan pertanian, dapat memberikan banyak keuntungan. Berikut
beberapa keunggulan pupuk organic :
-Memperbaiki sifat kimia tanah
-Memperbaiki sifat fisika tanah
-Meningkatkan daya serap tanah terhadap air
-Meningkatkan efektivitas mikroorganisme tanah
-Sumber makanan bagi tanaman
-Ramah lingkungan
-Pupuk organic lebih murah
-Meningkatkan kualitas produksi
5
Adapun jenis pupuk yang digunakan yang sering digunakan petani yaitu pupuk
kandang terutama pupuk kandang ayam karena reaksinya yang cepat, cocok dengan
karakter sayuran daun yang rata-rata mempunyai siklus tanam pendek. Kotoran
ayam sangat baik diberikan sebagai pupuk organik karena kandungan Nitrogen,
Phospor dan Kalium pada pupuk kandang ayam lebih tinggi dibandingkan pupuk
kandang lainnya, yaitu Nitrogen 1.30%, Phospor 1.21%, dan Kalium 1.39%. Kadar
hara ini sangat dipengaruhi oleh jenis konsentrat yang diberikan.
Selain itu pula dalam kotoran ayam tersebut tercampur sisa-sisa makanan ayam
serta sekam sebagai alas kandang yang dapat menyumbangkan tambahan hara ke
dalam pupuk kandang terhadap sayuran. Beberapa hasil penelitian aplikasi pupuk
kandang ayam selalu memberikan respon tanaman yang terbaik pada musim
pertama. Hal ini terjadi karena pupuk kandang ayam relatif lebih cepat
terdekomposisi serta mempunyai kadar hara yang cukup pula jika dibandingkan
dengan jumlah unit yang sama dengan pupuk kandang lainnya dan juga pupuk
kandang ayam mempunyai potensi yang baik dibandingkan pupuk kandang lainnya.
6
Soal Latihan
Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi yang telah diuraikan,
kerjakanlah latihan berikut:
a) Apa saja syarat tumbuh tanaman kangkung ?
b) Sebutkan beberapa keunggulan pupuk organic !
c) Jelaskan dampak penggunaan pupuk kimia bila digunakan dalam jangka
panjang !
Umpan balik dan tindak lanjut
Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban soal latihan yang terdapat di
bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian, gunakan rumus
berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi.
Arti tingkat penguasaan:
90 - 100% = baik sekali
80 - 89% = baik
70 - 79% = cukup
< 70% = kurang
7
Kunci jawaban
1. Tanaman kangkung mudah tumbuh, terutama di kawasan berair. Syarat
tumbuh sayuran ini memang tidak rewel. kangkung dapat ditanam didataran
rendah dan dataran tingi. Kangkung dapat tumbuh dengan ketinggian sampai
1.000 m dpl. Tanaman ini akan tumbuh bagus jika ditanam pada tanah yang
gembur dan subur dengan pH 6,0-7,0 dengan kelembapan 80-90%.
2. Berikut beberapa keunggulan pupuk organic :
- Memperbaiki sifat kimia tanah
- Memperbaiki sifat fisika tanah
- Meningkatkan daya serap tanah terhadap air
- Meningkatkan efektivitas mikroorganisme tanah
- Sumber makanan bagi tanaman
- Ramah lingkungan
- Pupuk organic lebih murah
- Meningkatkan kualitas produksi
3. Penggunaan pupuk anorganik (pupuk kimia) dalam jangka panjang dapat
menyebabkan kadar bahan organik tanah menurun, struktur tanah rusak, dan
pencemaran lingkungan serta dapat menurunkan kualitas tanah dan kesehatan
lingkungan.
8
DAFTAR PUSTAKA
Bejo, 2015. Respon Pertumbuhan Tanaman Kangkung Darat(Ipomoea reptans Poir.)
Terhadap Pupuk Bioboost Dan Pupuk Za. Agritrop Jurnal. 15(2): 48-49.
Direktorat Gizi Departemen Kesehatan RI. 1979. Kandungan Zat Gizi
Kangkung. Jakarta : Bhartara Karya Aksara
Djuariah, D. 2007. Evaluasi Plasma Nutfah Kangkung Di Dataran Medium Rancaekek.
Jurnal Hortikultura 7(3):756-762.
Isnaini, M. 2006. Pertanian Organik. Yogyakarta: Kreasi Wacana. Hal 247-248.
Lingga, L . 2010. Cerdas Memilih Sayuran. Jakarta. PT AgroMedia Pustaka. 418
Muhsin, 2003. Pemberian Takaran Pupuk Kandang Ayam Terhadap Pertumbuhan dan
Produksi Mentimun (Cucumi sativus, L.). Skripsi. Padang: Fakultas Pertanian
Universitas Taman Siswa
Narka, I.W. 2017. Pengaruh Residu Pemberian Pupuk Organik, Anorganik Dan Pupuk
Hayati Terhadap Pertumbuhan Tanaman Kangkung. Laporan Akhir Penelitian
Mandiri. Bali : Universitas Udayana
Ngantung, Jeanete A. B., Jenny J. Rondonuwu dan Rafli I. Kawulusan. 2018. Respon
Tanaman Sawi Hijau(Brassica Juncea L.) Terhadap Pemberian Pupuk
Organik Dan Anorganik Di Kelurahan Rurukan Kecamatan Tomohon Timur.
Eugenia. 4 (1) : 44-51
Parnata, Ayub. S. 2010. Meningkatkan Hasil Panen dengan Pupuk Organik. Jakarta:
PT. Agomedia Pustaka.
Rukmana, R. 2005. Kangkung. Kanisus. Yogyakarta.
Sofiari, E. 2009. Karakterisasi Kangkung Varietas Sutera Berdasarkan Panduan
Pengujian Individual. Buletin Plasma Nutfah. 15(2): 4950.
Widowati, L.R., Widati, S., Jaenudin, U. dan Hartatik, W. 2005. Pengaruh Kompos
Pupuk Organik yang Diperkaya dengan Bahan Mineral dan Pupuk Hayati
terhadap Sifat-sifat Tanah, Serapan Hara dan Produksi Sayuran Organik.
Laporan Proyek Penelitian Program Pengembangan Agribisnis, Balai
Penelitian Tanah. Bogor.
9