"Salah satu caranya gimana?" tanya Yessi.
"Jadikan guru itu, sebagai guru favoritmu," jawab Gibran diiringi senyuman manisnya.
Mereka semua pun menganggukkan kepala, karena paham dengan apa yang Gibran
bicarakan.
"Jika sudah dijadikan guru terfavorit, selanjutnya gimana Bran?" tanya Arick.
"Selengkapnya, silakan cari di Google," gurau Gibran dengan tawa yang menggema.
Wajah dari murid yang singgah di meja ini berubah menjadi merah padam. Mereka
kesal dengan ucapan Gibran. Akan tetapi tak lama kemudian, mereka pun tertawa. Tawa
mereka disebabkan oleh suara tawa Gibran, yang membuat siapapun ketika mendengarnya
ikut tertawa. Gibran telah berhasil mencairkan suasana yang hampir memanas, dan Gibran
pula berhasil membuat Leon kembali bersemangat untuk terus berusaha menyukai mata
pelajaran matematika.
- Selesai –
47 | Buletin | Jurnalistik | MAN 3 Bogor | Edisi 34 | November 2021
Congratulation!
48 | Buletin | Jurnalistik | MAN 3 Bogor | Edisi 34 | November 2021
49 | Buletin | Jurnalistik | MAN 3 Bogor | Edisi 34 | November 2021