Modul ini dikembangkan berbasis Problem Based
Learning (PBL)
Disusun oleh :
WAWAN SETIAWAN, S.E
SMAS PGRI CISAAT
MODUL
PERMINTAAN DAN PENAWARAN
BERBASIS
PROBLEM BASED LEARNING
UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI
CIREBON
2021
K ata Pengantar
Segala puji Syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Swt, Tuhan Yang
Maha Esa karena atas limpahan rahmat dan karunia-Nya penulis dapat
menyelesaikan modul Permintaan dan Penawaran yang disusun untuk menunjang
kegiatan pembelajaran di SMA PGRI Cisaat Kab. Sukabumi. Sholawat dan salam
semoga tercurah limpahkan kepada nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya
para sahabat dan tentunya kepada kita semua sebagai ummatnya.
Modul ini disusun berdasarkan modul PPG, buku, dan sumber lain yang
relevan dan telah disesuaikan dengan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar
Kurikulum 2013 Revisi .
Penulis berharap modul ini bermanfaat bagi pembaca pada umumnya
dan perserta didik dilingkungan SMA PGRI Cisaat pada khususnya. Penulis
menyadari masih banyak kekurangan baik dalam segi kedalaman materi, maupun
sistematika penulisannya.
Penulis juga mengucapkan banyak terimakasih kepada ibu dosen dan
teman – teman PPG yang telah membantu dan berkontribusi dalam penyusunan
modul ini. Semoga menjadi amal ibadah di sisi Allah SWT.
Kab. Sukabumi, 04 Juni 2021
Penyusun
Wawan Setiawan
i
D aftar Isi
KATA PENGANTAR ........................................................................................ i
DAFTAR ISI ...................................................................................................... ii
DAFTAR TABEL .............................................................................................. iii
DAFTAR GAMBAR ......................................................................................... iv
A. Pendahuluan ................................................................................................ 1
1. Latar Belakang ....................................................................................... 1
2. Deskripsi ................................................................................................ 1
3. Relevansi ................................................................................................ 2
4. Panduan Belajar ..................................................................................... 2
B. Kajian Teori dan Hipotesis ......................................................................... 3
1. Capaian Pembelajaran ............................................................................ 3
2. Sub Capaian ........................................................................................... 3
C. Uraian Materi .............................................................................................. 5
1. Permintaan ............................................................................................. 6
2. Penawaran .............................................................................................. 12
3. Harga Keseimbangan ............................................................................. 17
4. Elastisitas Permintaan dan Penawaran ................................................... 21
D. Penutup .........................................................................................................
1. Rangkuman ............................................................................................ 26
2. Refleksi .................................................................................................. 27
3. Tes Sumatif ............................................................................................ 28
4. Diskusi ................................................................................................... 33
5. Kunci Jawaban ....................................................................................... 34
6. Glosarium ............................................................................................... 35
7. Daftar Pustaka ........................................................................................ 36
8. Catatan ................................................................................................... 37
ii
D aftar Gambar
Halaman
Gambar 1.1 Langkah Pembelajaran ........................................................................ 3
Gambar 1.2 Peta Konsep ......................................................................................... 4
Gambar 1.3 Ilustrasi Kegiatan Ekonomi Pasar ....................................................... 6
Gambar 1.4 Ilustrasi Jual Beli ................................................................................. 6
Gambar 1.5 Tokoh Ekonomi ................................................................................... 8
Gambar 1.6 Kurva Permintaan................................................................................. 10
Gambar 1.7 Pergerakan Kurva Permintaan.............................................................. 11
Gambar 1.8 Pergeseran Kurva Permintaan .............................................................. 11
Gambar 1.9 Kurva Penawaran ................................................................................. 15
Gambar 1.10 Pergerakan Kurva Penawaran Akibat Perubahan Harga.................... 16
Gambar 1.11 Pergeseran Kurva Penawaran Selain dari Perubahan Harga .............. 16
Gambar 1.12 Keseimbangan Pasar .......................................................................... 19
Gambar 1.13 Implikasi Perubahan Permintaan dan Penawaran .............................. 20
iii
D aftar Tabel Halaman
Halaman
Tabel 1.1 Pergeseran Kurva Permintaan .............................................................. 12
Tabel 1.2 Pergeseran Kurva Penawaran............................................................... 16
Tabel 1.3 Permintaan, Penawaran barang pada Berbagai Tingkat Harga ............ 17
Tabel 1.4 Elastisitas.............................................................................................. 25
Tabel 1.5 Refleksi ............................................................................................... 27
iv
A. Pendahuluan
1. Latar Belakang
Tantangan saat ini yang dihadapi oleh pendidikan semakin meningkat karena
tuntutan terhadap kualitas sumber daya manusia yang semakin meningkat. Salah satu
tantangan yang dihadapi secara langsung dalam proses pembelajaran adalah intake
siswa yang tidak merata, bahkan dalam satu kelas yang sama terdapat peserta didik
dengan kecepatan belajar yang berbeda, sehingga proses pembelajaran menjadi tidak
optimal. Selain itu, keterbatasan sumber belajar di sekolah menjadi hambatan dalam
proses pembelajaran. Keterbatasan sumber belajar berdampak pada kualitas peserta
didik sebagai sumber daya manusia. Perkembangan industri yang semakin tinggi
menuntut lulusan untuk memiliki keahlian disamping kemampuan akademik. Peserta
didik harus dibekali dengan keahlian yang dapat bermanfaat ketika lulus nanti. Oleh
karena itu, dibutuhkan suatu bahan yang sistematis yang dapat membantu guru dalam
proses pembelajaran, sehingga akan mempermudah peserta didik dalam memahami
materi sampai dengan mengaplikasikannya di dunia kerja kelak. Bahan yang dapat
membantu guru dalam proses pembelajaran tersebut dikenal dengan istilah bahan ajar.
2. Deskripsi Singkat
Dalam modul ini dibahas hal-hal yang berhubungan dengan a. Permintaan, yang
meliputi; faktor-faktor yang memengaruhi permintaan, fungsi permintaan, kurva
permintaan, dan perubahan kurva permintaan b. Penawaran yang meliputi; faktor-faktor
yang memengaruhi penawaran, fungsi penawaran, kurva penawaran, dan perubahan
kurva penawaran. c. Harga keseimbangan, yang meliputi; pendekatan grafik dan
pendekatan matematik. d. Elastisitas permintaan dan penawaran, yang meliputi;
elastisitas permintaan, elastisitas pendapatan elastisitas harga silang dan elastisiitas
penawaran.
Materi dalam modul ini disusun berdasarkan metode Problem Based Learning
(PBL) yang mendorong peserta didik berfikir tingkat tinggi/ Higher Order Thingking
Skils (HOTS) sesuai dengan tuntutan pendidikan Abad 21 yang menuntut peserta didik
memiliki kemampuan 4C yaitu Comunication, Colaboration, Creatife, and Critical
Thingking. Modul ini juga disajikan secara sistimatis, yang menggambarkan bagaimana
interaksi yang terjadi antara pihak pembeli (konsumen) dengan pihak penjual
(produsen) dalam kehidupan masyarakat sehari- hari. Dalam konteks ini umumnya
konsumen selalu ingin membeli barang dengan harga yang murah dan kualitas yang
baik, dilain pihak penjual menginginkan harga yang mahal, dua paradoks ini kalau
dibiarkan menurut ego masing-masing, maka tidak akan terjadi pasar (jual - beli). Untuk
1
itu konsumen harus bersedia menaikkan harga dan penjualpun harus mau menurunkan
harga hingga terjadi kesepakatan, pada titik harga dan kuantitas yang diinginkan oleh
kedua belah pihak, maka terjadilah apa yang disebut dengan harga dan kuantitas
keseimbangan, dan disinilah terciptanya pasar.
3. Relevansi
Materi pembelajaran Permintaan dan Penawaran memiliki relevansi dengan faktor
lingkungan peserta didik di SMA PGRI Cisaat yang berada dipedesaan yang mayoritas
penduduknya memiliki mata pencaharian sebagai petani dan pedagang sehingga peserta
didik bisa mengaitkan atau mempelajari materi permintaan dan penawaran dengan
kehidupan sehari-hari, yang mana teori permintaan dan penawaran sering mereka
jumpai dalam kesehariannya. Hal ini menjadi suatu tatantangan sekaligus sumber
belajar untuk peserta didik dalam mempelajari teori dan konsep dari permintaan dan
penawaran berdasar fakta di lingkungan mereka masing-masing.
4. Petunjuk Belajar
Agar peserta didik dapat memahami materi ini dengan baik, maka semua peserta
didik diharapkan mengikuti seluruh proses pembelajaran yang ada dimodul ini, dan
kalian mengikuti langkah-langkah pembelajaran melalui beberapa petunjuk belajar
berikut ini.
a) Berdoalah sebelum kalian belajar
b) Bacalah setiap uraian dengan cermat, teliti, dan tertib sampai anda memahami
pesan, ide, dan makna yang disampaikan
c) Kerjakan apa yang diminta dan diinstruksikan dalam materi ini, termasuk tugas,
latihan dan tes sumatif
d) Lakukan diskusi dengan teman-teman dalam mengatasi bagian yang belum kalian
pahami
e) Jangan lupa, tanamkan pada diri anda bahwa anda akan berhasil dan buktikanlah
bahwa anda memang berhasil
f) tanamkan bahwa bahwa orang sukses selalu mencari jalan dan orang gagal selalu
mencari alasan, anda adalah orang sukses yang selalu dapat mencari jalan keluar
dari permasalahan yang dihadapi.
2
Gambar 1.1
Langkah Pembelajaran Modul
B. Kajian Teori dan Hipotesis
1. Capaian Pembelajaran
Peserta didik kompeten dalam menguasai teori Permintaan dan Penawaran, yang
melipitu pengertian, faktor – faktor yang memengaruhi permintaan dan penawaran,
fungsi, kurva dan terbentuknya harga keseimbangan.
2. Sub Capaian Pembelajaran
a) Menganalisis Faktor faktor yang memengaruhi permintaan dan penawaran
b) Mendeskripsikan kurva permintaan dan penawaran
c) Menganalisis perubahan kurva permintaan dan penawaran
d) Menentukan harga keseimbangan
3
PERMINTAAN DAN PENAWARAN
Gambar 1.2
PETA KONSEP
• Permintaan
• Penawaran
• Kurva Permintaan
• Kurva Penawaran
• Harga Keseimbangan
• Elastisitas Permintaan
• Elastisitas Penawaran
•
4
C. Uraian Materi Indikator
Kompetensi Dasar
Menjelaskan pengertian permintaan dan
3.3 Mendeskripsikan
terbentuknya keseimbangan penawaran
pasar dan struktur pasar
Mengidentifikasi faktor-faktor yang
4.3 Menyajikan hasil pengamatan
tentang perubahan harga dan memengaruhi permintaan dan penawaran
kuantitas keseimbangan di
pasar Menjelaskan fungsi permintaan dan penawaran
Menjelaskan hukum permintaan dan penawaran
serta asumsi-asumsinya
Menganalisis kurva permintaan dan
kurva penawaran
Menganalisis pergerakan di sepanjang
kurva dan pergeseran kurva
(permintaan dan penawaran)
Tujuan Pembelajaran
Setelah kegiatan pembelajaran:
1. Peserta didik dapat membedakan permintaan dan penawaran
2. Peserta didik dapat menemukan faktor-faktor yang memengaruhi
permintaan dan penawaran
3. Pesertadidikdapatmembandingkanhukumpermintaandanpenawaran
4. Peserta didik dapat menguraikan fungsi permintaan dan penawaran
5. Pesertadidikdapat menggambarkan kurvapermintaandanpenawaran
6. Pesertadidik dapatmenghitung elastisitas permintaan danpenawaran
7. Peserta didik dapat menggambarkan pergerakan dan pergeseran kurva
permintaan danpenawaran
8. Pesertadidikdapatmenyimpulkan terbentuknya keseimbangan pasar
5
Yuk Mengamati !!
Sebelum mempelajari
materi Permintaan
dan Penawaran
silahkan kalian
menyimak gambar
disamping kemudian
jawab pertanyaan
untuk menguji
pengetahuan kalian.
Sumber : https://www.google.com/
Gambar 1.3
Anda pasti pernah datang ke pasar, bukan? Gambar di atas menunjukkan kegiatan jual
beli yang terjadi di pasar dengan berbagai karakteristiknya, melibatkan penjual dan
pembeli.
Dari ilustrasi diatas coba jawab pertanyaan berikut
1. Apa kaitannya dengan materi yang akan kita pelajari?
2. Apa yang dimaksud dengan permintaan dan penawaran?
3. Apakah harga komoditas yang diperjual belikan tetap?
4. Apakah kenaikan harga mempengaruhi penjualan?
5. Apakah ada faktor-faktor lain yang memengaruhi kuantitas penjualan?
Untuk lebih memahami mari kita pelajari modul ini dengan teliti sehingga mendapat
pemahaman yang baik mengenai materi yang akan kita pelajari.
1. Permintaan
a. Pengertian
Ayo Permintaan
Mengamati masyarakat
terhadap barang
Anak- anak coba pada umumnya
amati gambar berbeda-beda.
disamping, Permintaan ini
timbul karena
kegiatan apa yang
ada pada gambar
tersebut
adanya kebutuhan
Gambar 1.4 seseorang terhadap
barang tertentu.
Permintaan adalah kesanggupan pembeli untuk membeli berbagai jumlah barang
dan jasa pada berbagai tingkat harga pada waktu tertentu. Yang dimaksud waktu
tertentu tersebut adalah suatu periode di mana keadaan ceteris paribus.
6
Berdasarkan definisi diatas kiranya dapat dimengerti bahwa permintaan berbeda
dengan permintaan yang sering kita pergunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Adapun unsur-unsur penting yang terdapat pada definisi permintaan yakni
jumlah barang/jasa yang diminta, harga, dengan asumsi ceteris paribus. Definisi
di atas menunjukkan jumlah barang dan jasa yang diminta pada berbagai tingkat
harga, artinya pada berbagai tingkat harga terdapat berbagai jumlah barang yang
diminta, sehingga terdapat hubungan antara tingkat harga dengan jumlah barang
yang diminta.
b. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan
Banyak sedikitnya jumlah barang yang diminta oleh konsumen
dipengaruhi oleh berbagai hal, antara lain:
1) Harga barang yang bersangkutan
Dalam keadaan normal, harga semangkuk mie bakso Rp 12.500 apabila harga
naik menjadi Rp 15.000 sedangkan uang bekal Anda tidak berubah, apa yang
akan Anda lakukan? Anda mungkin akan mengganti bakso dengan jajanan lain
yang sesuai dengan uang saku anda. Ini menunjukkan bahwa kenaikan harga
akan menurunkan permintaan suatu barang, demikian juga sebaliknya.
2) Pendapatan konsumen
Jika konsumen mengalami kenaikan pendapatan, konsumen akan meminta
jumlah barang yang lebih banyak, demikian juga sebaliknya. Tetapi hal ini
berlaku untuk barang normal, sedangkan untuk barang inferior berlaku hal yang
sebaliknya. Barang inferior merupakan barang yang rendah kualitasnya
sehingga ketika konsumen mengalami kenaikan pendapatan, mereka akan
mengurangi permintaan terhadap barang-barang tersebut.
3) Harga barang komplementer dan substitusi
Terbayangkah oleh Anda bagaimana pengaruh kenaikan harga bahan bakar
minyak (BBM) terhadap permintaan kendaraan bermotor? BBM dan motor
merupakan dua barang yang saling melengkapi (komplementer). Kenaikan
harga BBM tentu saja berpengaruh terhadap permintaan suatu barang. Pada saat
harga BBM naik, permintaan terhadap kendaraan bermotor akan turun,
demikian juga sebaliknya.
Daging sapi dan daging ayam merupakan barang yang sifatnya saling
menggantikan (substitusi). Ketika terjadi kenaikan harga daging sapi, ibu-ibu
rumah tangga akan menggantinya dengan daging ayam yang harganya lebih
7
terjangkau, demikian juga sebaliknya.
4) Selera konsumen
Selera konsumen tergantung pada penilaian terhadap suatu barang. Naiknya
selera konsumen terhadap suatu barang akan menyebabkan meningkat pula
permintaannya. Misalnya ketika selera konsumen terhadap kain batik
meningkat, maka permintaan terhadap barang tersebut akan ikut meningkat
demikian juga sebaliknya.
5) Jumlah penduduk
Jumlah penduduk berbanding lurus terhadap besarnya permintaan suatu barang.
Artinya semakin banyak jumlah penduduk, semakin banyak pula jumlah
permintaan terhadap barang dan jasa. Misalnya sebuah keluarga mendapatkan
tambahan anggota keluarga baru, akan menyebabkan permintaan terhadap
bahan pangan akan meningkat.
c. Hukum Permintaan TOKOH EKONOMI
Apabila faktor–faktor di atas dianggap
tetap atau konstan, maka permintaan hanya
ditentukan oleh harga, artinya besar
kecilnya perubahan permintaan di
determinasi/ditentukan oleh besar kecilnya
perubahan harga. Dalam hal ini berlaku
perbandingan terbalik antara harga
terhadap jumlah permintaan dan
berbanding lurus dengan penawaran.
Sebagaimana konsep asli dari
penemuannya (Alferd Marshall), maka
perbandingan terbalik antara harga terhadap permintaan disebut sebagai hukum
permintaan.
Pertalian antara harga dan jumlah barang dan jasa yang diminta melahirkan
hukum permintaan yang berbunyi “Bila harga suatu barang naik maka jumlah
permintaan barang tersebut akan turun, sebaliknya bila harga barang tersebut
turun maka jumlah permintaannya akan naik dengan asumsi cateris Paribus
(semua faktor yang mempengaruhi permintaan selain harga dianggap
konstan)”. Artinya “Apabila harga naik maka jumlah barang atau jasa yang
8
diminta akan turun, sebaliknya, apabila harga turun maka jumlah barang atau
jasa yang diminta akan naik”. Hukum permintaan itu hanya berlaku jika
keadaan ceteris paribus, dan jumlah barang/jasa merupakan variabel atau faktor
yang bergantung pada harga.
Berkaitan dengan berlakunya hukum permintaan ini, maka kaitan antar
barang dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu barang komplementer
(pelengkap) dan barang substitusi (pengganti). Untuk barang komplementer,
bila harga barang A naik maka jumlah permintaan terhadap barang tersebut akan
berkurang, begitu pula permintaan terhadap barang B juga akan turun.
Sedangkan untuk barang substitusi, bila kenaikan harga barang A akan
menyebabkan penurunan terhadap jumlah permintaan barang tersebut, tetapi
akan menyebabkan kenaikan terhadap jumlah permintaan barang B.
d. Fungsi Permintaan
Fungsi permintaan adalah persamaan yang menunjukkan hubungan antara
jumlah suatu barang yang diminta dengan faktor-faktor yang
mempengaruhinya. Fungsi permintaan mengikuti hukum permintaan. Oleh
karena hubungan antara harga dengan jumlah barang yang diminta adalah
negatif (berbanding terbalik), maka gradien dari fungsi permintaan (b) akan
selalu negatif.
Bentuk umum fungsi permintaan adalah:
Qd = atau P =
Dimana:
a = Konstanta
b = Koefesien
P : Harga barang yang diminta
Qd : Banyaknya barang yang diminta
Untuk memperoleh fungsi permintaan dapat dicontohkan sebagai berikut
berikut:
Pada saat harga barang “X” Rp 5,- jumlah yang diminta 40 unit, jika harga
barang tersebut naik menjadi Rp 15,- jumlah yang diminta berkurang menjadi 20
unit, fungsi permintaan barang tersebut dapat dicari dengan menggunakan rumus
sebagai berikut
; ; kita kali silang
9
Jadi fungsi permintaannya adalah
e. Kurva Permintaan
Kurva permintaan adalah kurva yang menggambarkan sifat hubungan
antara harga suatu barang tertentu dengan jumlah barang yang diminta
konsumen. Kurva permintaan merupakan kurva yang menunjukkan tempat
titik-titik yang menggambarkan maksimum pembelian pada harga tertentu
dengan anggapan ceteris paribus (faktor lain dianggap tetap). Kurva
permintaan berbentuk garis lurus yang miring dari kiri atas ke kanan bawah.
Hal ini sesuai dengan bunyi hukum permintaan "Hubungan antara barang yang
diminta dengan harga barang tersebut dimana hubungan berbanding terbalik
yaitu ketika harga meningkat atau naik maka jumlah barang yang diminta akan
menurun dan sebaliknya apabila harga turun jumlah barang meningkat."
P Miringnya Slope kurve
permintaan tersebut
menunjukan adanya hukum
permintaan, dan lurusnya
kurvapermintaan
menunukkan adanya
anggapan ceteris paribus
Q
Gambar 1.6.Kurva Permintaan
f. Perubahan Kurva Permintaan
1) Pergerakan Kurva
Pergerakan kurva permintaan adalah pergerakan yang terjadi pada
titik-titik disepanjang kurva permintaan sebagai akibat dari perubahan harga
produk. Pergerakan di sepanjang kurva permintaan disebabkan karena
perubahan harga produk yang bersangkutan. Pergerakan pada kurva sejalan
dengan Hukum Permintaan, yaitu ketika harga barang naik, maka jumlah
permintaan akan turun, dari gambar 2.2, terlihat bahwa kurva permintaan
akan bergerak ke kiri atas maupun ke kanan bawah. ketika terjadi perubahan
harga, grafik bergerak dari satu titik ke titik lainnya pada kurva permintaan
yang sama, yaitu dari P1 ke P2 dan perubahan kuantitasnya dari Q1 ke Q2.
Kita menyebut gerakan sepanjang kurva permintaan ini sebagai perubahan
10
kuantitas yang diminta, akibat perubahan harga.
Gambar 1.7. Pergerakan Kurva Permintaan
Selain pergerakan, kurva permintaan juga bisa mengalami pergeseran,
baik ke kanan maupun ke kiri. Pergeseran ini terjadi karena berubahnya
jumlah barang/jasa yang diminta konsumen sebagai akibat dari berbagai
faktor kecuali faktor harga produk tersebut. Sebagai contoh pendapatan,
maka akan terjadi pergeseran kurva permintaan (shifting). Untuk barang
normal, apabila pendapatan konsumen meningkat, maka jumlah barang yang
diminta akan meningkat pula dan kurva permintaan akan bergeser ke kanan.
Dan begitupun sebaliknya, apabila pendapatan memurun, maka jumlah
barang yang diminta juga akan menurun Apabila digambarkan dalam sebuah
kurva, berturut-turut adalah sebagai berikut: Bila pendapatan meningkat,
kurva permintaan bergeser sejajar ke kanan. Jika pendapatan menurun, kurva
permintaan bergeser sejajar ke kiri.
Gambar 1.8. Pergeseran Kurva Permintaan
Untuk lebih mempermudah dalam memahami pergeseran kurva permintaan.
Dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
11
Tabel 1.1. Pergeseran Kurva Permintaan
Faktor pergeseran kurva permintaan Geser ke Geser ke
kanan kiri
1. Pendapatan Turun
2. Selera konsumen Naik Turun
3. Harga Barang Subtitusi Naik Turun
4. Harga Barang Komplementer Naik Naik
5. Perkiraan Harga Turun Turun
Naik
UJI PENGUASAAN MATERI
1. Keinginan yang disertai kemampuan untuk membeli barang disebut? …
2. Dalam hukum permintaan , jika harga barang dan jasa semakin tinggi, kuantitas
yang diminta akan ………
3. Kondisi dimana faktor -faktor yang memengaruhi permintaan dianggap tetap
disebut ……
2. Penawaran
a. Pengertian
Penawaran digunakan untuk menunjukkan perilaku para produsen di
sesuatu pasar. Penawaran adalah kesanggupan penjual/produsen untuk
menjual (melepas) berbagai jumlah barang atau jasa yang pada berbagai
tingkat harga waktu tertentu. Penawaran berasal dari pihak produsen dan
muncul sebagai akibat adanya permintaan dari konsumen.
Sama halnya dengan permintaan, didalam penawaran juga terdapat
hukum penawaran. Hukum penawaran menjelaskan hubungan antara harga
suatu barang dengan jumlah penawaran barang tersebut. Hukum penawaran
berbunyi, “semakin tinggi harga suatu barang, semakin banyak jumlah barang
tersebut ditawarkan oleh para produsen. Sebaliknya semakin rendah harga
suatu barang, semakin sedikit jumlah barang yang ditawarkan oleh para
produsen.”
b. Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran
Jumlah barang yang ditawarkan oleh produsen dipengaruhi oleh beberapa hal
antara lain:
• Harga barang yang bersangkutan
Harga barang berbanding lurus dengan jumlah barang yang ditawarkan,
artinya ketika terjadi kenaikan harga, jumlah barang yang ditawarkan juga
12
akan meningkat hal ini terjadi karena ingin meningkatkan keuntungan.
• Kemajuan teknologi
Kemajuan teknologi akan meningkatkan kapasitas produksi (jumlah
maksimum output yang dapat dihasilkan dalam suatu waktu tertentu) sehingga
akan meningkatkan jumlah barang yang ditawarkan.
• Harga faktor produksi
Biaya untuk memproduksi suatu produk/jasa sangat tergantung pada harga
input yang dibutuhkan. Jika biaya produknya tinggi maka penawaran akan
dikurangi dan begitu sebaliknya.
• Jumlah perusahaan dalam industri
Dalam jangka panjang, jumlah perusahaan yang ada dalam industri bisa
bertambah. Jika hal itu terjadi maka jumlah barang yang ditawarkanpun akan
ikut bertambah.
• Harga barang komplementer dan substitusi
Jika harga barang substitusi meningkat, maka harga barang yang bersangkutan
akan turun. Hal ini karena harga barang tersebut menjadi relatif lebih murah
dibandingkan harga barang substitusinya, demikian sebaliknya. Sedangkan
jika harga suatu barang komplementer meningkat, maka penawaran terhadap
barang yang diamati meningkat.
• Perkiraan harga di masa yang akan datang
Jika produsen mengharapkan harga di masa yang akan datang meningkat,
maka mereka akan menunda penawarannya dengan harapan akan
meningkatkan keuntungan di masa depan, demikian juga sebaliknya.
c. Hukum Penawaran
Apabila beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat penawaraan diatas
dianggap tetap selain harga barang terkait. Maka penawaran hanya
ditentukan oleh harga, artinya besar kecilnya perubahan penawaran
dideterminasi/ditentukan oleh besar kecilnya perubahan harga. Dalam hal ini
berlaku perbandingan lurus antara harga terhadap jumlah barang yang
ditawarkan (penawaran). Sebagaimana konsep asli dari penemunya (Alfared
Marshall), maka perbandingan lurus antara harga terhadap penawaran
disebut sebagai hukum penawaran. Hukum penawaran berbunyi : “Apabila
harga naik maka penawaran akan meningkat, apabila harga turun maka
penawaran akan turun dengan asumsi Cateris Paribus”.
13
d. Fungsi Penawaran
Fungsi penawaran adalah persamaan yang menunjukkan hubungan
antara jumlah suatu barang yang ditawarkan dengan faktor-faktor yang
mempengaruhinya. Fungsi penawaran harus sesuai dengan hukum
penawaran. Dengan demikian, hubungan antara harga barang dengan
jumlah barang yang ditawarkan adalah positif (berbanding lurus), sehingga
gradien dari fungsi penawaran (b) akan selalu positif.
Bentuk umum fungsi penawaran adalah:
Qs = atau P =
Dimana: a = Konstanta
b = Koefesien
P = Harga barang yang ditawarkan
Qs = Banyaknya barang yang ditawarkan
Untuk memperoleh fungsi permintaan dapat dicontohkan sebagai berikut
berikut:
Pada saat harga barang “X” Rp 5,- jumlah yang ditawarkan 5 unit, jika
harga barang tersebut naik menjadi Rp 15,- jumlah yang ditawarkan
bertambah menjadi 55 unit, buatlah fungsi penawaran barang tersebut.
Untuk menjawab contoh tersebut kita menggunakan rumus sebagai berikut
;; kita kali
silang
Jadi fungsi penawarannya adalah
e. Kurva Penawaran
Kurva penawaran adalah suatu kurva yang menunjukkan hubungan antara
kuantitas suatu barang yang di tawarkan pada berbagai tingkat harga, dengan
asumsi ceteris paribus. Pada sepanjang kurva penawaran menunjukkan
perubahan harga dan kuantitas yang ditawarkan. Kurva penawaran dapat
dibentuk dengan menghubungkan titik-titik pasangan nilai harga pada sumbu
14
tegak dan kuantitas yang ditawarkan produsen pada sumbu datar.
PS Hubungan antara harga dan kuantitas
yang ditawarkan adalah searah.
Q Konsekuensinya adalah jika harga naik,
Gambar 1.9. Kurva Penawaran kuantitas barang yang ditawarkan
semakin meningkat. Sebaliknya, jika
harga turun maka kuantitas yang
ditawarkan semakin sedikit.
Gambar 2.4 diatas menunjukkan bahwa hubungan antara harga dan
kuantitas yang ditawarkan, jika harga naik maka kuantitas barang yang ditawarkan
semakain meningkat. Sebaliknya, jika harga turun maka kuantitas maka barang
yang ditawarkan semakin sedikit. Alasan rasional yang dapat dikemukakan disini
ialah karena produsen ingin memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya
dengan berusaha menjual barang sebanyak-banyaknya, tetapi mempunyai kendala
yaitu keterbatasan modal.
f. Perubahan Kurva Penawaran
1) Pergerakan Kurva
Perubahan kurva penawaran terdiri dari pergerakan kurva dan
pergeseran kurva. Pergerakan kurva penawaran merupakan pergerakan yang
terjadi pada titik-titik disepanjang kurva penawaran yang diakibatkan oleh
berubahnya jumlah produk yang ditawarkan produsen sebagai akibat dari
perubahan harga produk tersebut. Pergerakan di sepanjang kurva penawaran
disebabkan karena perubahan harga produk yang bersangkutan. Pergerakan ini
sejalan dengan Hukum Penawaran, yaitu ketika harga barang naik, maka
jumlah barang yang ditawarkan akan bertambah, sehingga titik pada kurva
penawaran akan bergerak ke kanan, begitupun sebaliknya.
15
Gambar 1.10. Pergerakan Kurva Penawaran Akibat Perubahan Harga
Sama halnya pada pergeseran kurva permintaan, kurva penawaran juga
dapat mengalami pergeseran karena adanya perubahan faktor-faktor yang
memengaruhi penawaran selain faktor harga. Bergesernya kurva penawaran
ditandai dengan bergeraknya kurva ke kanan atau ke kiri. Salah satu faktor tersebut
adalah biaya produksi. Seperti diperkirakan harga jeruk bulan depan akan naik
karena harga pupuk naik. Kenaikan harga jeruk menyebabkan penurunan
penawaran jeruk. Sehingga ketika diperkirakan harga di masa depan naik, maka
produsen akan mengurangi jumlah barang yang dijualnya.
Gambar 1.11. Pergeseran Kurva Penawaran Selain dari Perubahan Harga
Untuk lebih mempermudah dalam memahami pergeseran kurva penawaran.
Dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 1.2. Pergeseran Kurva Penawaran
No Faktor pergeseran kurva penawaran Ke kanan Ke kiri
1 Harga input Murah Mahal
2 Tekhnologi Modern Tradisional
3 Jumlah penjual Banyak Sedikit
4 Pajak Rendah Tinggi
16
3. Harga Keseimbangan
Keseimbangan pasar terjadi jika pada tingkat harga tertentu, jumlah barang
yang ditawarkan sama dengan jumlah barang yang diminta (terjadi keseimbangan
antara permintaan dan penawaran). Secara geometris keseimbangan pasar terjadi
pada saat kurva penawaran berpotongan dengan kurva permintaan pasarnya.
Interaksi antara kekuatan permintaan dan penawaran di pasar, akan melahirkan
keseimbangan harga dan jumlah (kuantitas) barang yang selanjutnya disebut
dengan keseimbangan pasar. Pada kondisi ini, akan tercipta harga keseimbangan
(equilibrium price) dan jumlah keseimbangan (equilibrium quantity). Pada
kondisi keseimbangan, harga dan kuantitas cenderung tetap tidak berubah, selama
faktor lain tetap (ceteri paribus).
Untuk memperoleh harga dan kuantitas keseimbangan diilustrasikan pada
data Tabel 2.3 di bawah ini. Berdasarkan data Tabel 2.3 dapat ditentukan harga
keseimbangan dan kuantitas keseimbangan untuk harga barang X.
Tabel 1.3. Permintaan dan Penawaran barang X pada Berbagai Tingkat Harga
Nomor Harga/unit Jumlah yang Ditawarkan Jumlah yang Diminta
(Rp) (Unit) (Unit)
1
2 5 5 40
3 Pe 10 30 30
4 55 20
15 80 10
20
Berdasarkan Tabel 2.3 terlihat bahwa keseimbangan pasar terjadi pada saat
jumlah penawaran dan permintaan mencapai jumlah 30 unit per bulan dan pada
harga Rp10,- per unit. Dengan demikian, 30 unit per bulan merupakan jumlah
keseimbangan (equilibrium quantity) dan harga Rp10,,- per unit merupakan harga
keseimbangan (price quantity). Seandainya, dicoba dengan harga Rp5,-, apakah
yang akan terjadi? Pada harga tersebut permintaan melebihi penawaran.
Konsumen akan berebut untuk memperoleh sejumlah bbarang X yang dibutuhkan.
Hal ini akan menyebabkan harga X naik. Adapun pada harga Rp15,- jumlah yang
ditawarkan lebih besar dari jumlah yang diminta, sehingga persediaan X akan
menumpuk.
Berdasarkan fungsi permintaan dan fungsi penawaran barang X
sebelumnya, Anda dapat mencari harga keseimbangan pasar dan jumlah
keseimbangan pasar. Pada dasarnya, harga keseimbangan terjadi apabila jumlah
17
X yang diminta di pasar sama dengan jumlah X yang ditawarkan. Secara
matematis hal ini ditunjukkan oleh persamaan Qd = Qs.
Fungsi Permintaannya Qd = 50 - 2P
Fungsi penawarannya Qs = -20
+5P
Harga keseimbangana dapat dihitung sebagai
berikut: Qd = Qs
50 - 2P = -20 + 5P
50 + 20 = 5P + 2P
70 = 7P
P = 10
Jadi harga keseibangan adalah sebesar Rp 10,-. Untuk menghitung
quantitas keseimbangan masukkan nilai P kedalam salah satu persamaan.
Misalkan nilai P = 10 masukkan kedalam persamaan Qd
Qd = 50 - 2P
Qd = 50 – 2(10)
Qd = 50 – 20
Qd = 30
Jika nilai P = 10 dimasukkan kedalam persamaan
Qs Qs = -20 + 5P
Qs = -20 + 5(10)
Qs = -20 + 50
Qs = 30
Jadi quantitas keseimbangan adalah 30 unit
Lihat kembali Tabel 1.3 (skedul permintaan dan penawaran barang X).
Kurva permintaan dan penawaran berdasarkan data Tabel 1.3 tergambar pada
Kurva 1.7 berikut.
18
E
Gambar 1.12. Keseimbangan Pasar
Gambar 2.7 menjelaskan keseimbangan pasar yang ditunjukkan oleh titik
keseimbangan (titik E). Jika dari titik keseimbangan (E) ditarik garis ke sumbu Q,
akan diperoleh jumlah keseimbangan (Qd = Qs) sebesar 30. Jika dari titik
keseimbangan ditarik garis ke sumbu P, akan diperoleh harga keseimbangan
sebesar Rp 10,-. Berdasarkan Gambar 1.7 harga keseimbangan pasar dan jumlah
keseimbangan pasar terjadi di titik perpotongan antara kurva permintaan dan
kurva penawaran, yaitu pada titik E..
Dalam keseimbangan pasar, perubahan atas faktor-faktor lain selain harga
akan mempengaruhi permintaan dan penawaran yang menyebabkan perubahan
keadaan keseimbangan. Ada empat kemungkinan perubahan/pergeseran kurva
permintaan dan penawaran, yaitu: permintaan bertambah (kurva permintaan
bergeser ke kanan), permintaan berkurang (kurva permintaan bergeser ke kiri),
penawaran bertambah (kurva penawaran bergeser ke kanan) dan penawaran
berkurang (Kurva penawaran bergeser ke kiri). Salah satu faktor yang
menyebabkan pergeseran pada keseimbangan pasar adalah pendapatan.
Perubahan pendapatan dapat menggeser fungsi permintaan akan membawa
konsekuensi.
19
Apabila pendapatan meningkat maka fungsi permintaan bergeser ke kanan,
konsekuensinya adalah keseimbangan konsumen akan berubah.
S1 Produsen akan lebih tertarik
P1 S2 untuk menjual produknya
pada suatu daerah konsumen
P0 yang lebih makmur daripada
D2 konsumen mengalami krisis.
P2 D1
Q
Q 0 Q1
Gambar 1.13. Implikasi Perubahan Permintaan dan Penawaran
Pada Gambar 2.8 kenaikan pendapatan telah menggeser keseimbangan dari
harga Po menjadi P1 dan telah menggeser kuantitas yang diminta dari Qo menjadi
Q1. Akibat kenaikan pendapatan maka harga keseimbangan meningkat dan jumlah
yang diminta juga meningkat. Kenaikan jumlah yang diminta sebesar Qo menjadi
Q1 juga dapat terjadi karena adanya penurunan harga sampai P2 sebagai akibat
kenaikan penawaran. Oleh karena itu, perubahan jumlah yang diminta dapat
terjadi karena kenaikan harga yang disebabkan oleh kenaikan pendapatan
konsumen, dan dapat pula terjadi karena penurunan harga sebagai akibat kenaikan
penawaran.
Bagi seorang produsen, kenaikan kuantitas yang diminta karena perubahan
pendapatan akan lebih menguntungkan daripada kenaikan kuantitas yang diminta
karena perubahan harga, sebab kenaikan kuantitas yang diminta karena
pendapatan, selain menaikan kuantitas juga menaikan harga. Oleh karenanya,
produsen akan lebih tertarik untuk menjual produknya pada suatu daerah
konsumen yang lebih makmur daripada konsumen yang mengalami krisis.
Perubahan harga dan kuantitas keseimbangan sangat bergantung pada
perubahan permintaan dan penawarannya itu sendiri. Kenaikan permintaan yang
disertai dengan penurunan penawaran yang tidak sebanding akan menyebabkan
harga meningkat dan jumlah barang keseimbangan akan berkurang.
20
4. Elastisitas Permintaan dan Penawaran
Perubahan harga akan mempengaruhi besarnya jumlah barang yang diminta
(jumlah permintaan) dan jumlah barang yang ditawarkan (penawaran). Seberapa
besar perubahan jumlah barang yang diminta atau ditawarkan sebagai akibat
perubahan harga menunjukkan kepekaan permintaan atau penawaran barang
tersebut terhadap perubahan harga barang yang bersangkutan. Kepekaan ini
selanjutnya dikenal dengan istilah elastisitas.
` Ukuran yang dipakai untuk mengukur derajat kepekaan digunakan
rasio/perbandingan persentase perubahan kuantitas barang yang diminta atau
barang yang ditawarkan dengan persentase perubahan faktor-faktor yang
menyebabkan kuantitas barang itu berubah. Nilai elastisitas hanya dilihat nilai
mutlaknya sehingga meskipun hasilnya secara matematik negatif tetapi yang
dilihat harga positifnya (harga mutlaknya). Yang bergerak sampai tak terhingga,
dan hasilnya diinterpretasikan sebagai berikut :
1 Jika nilai mutlak koefisien elastisitas hasilnya < 1 disebut inelastis, maka
barang yang diperjual belikan termasuk jenis barang yang sifatnya tidak peka
terhadap perubahan harga. Barang-barang yang mempunyai sifat inelastis
umumnya adalah barang-barang yang termasuk kebutuhan pokok.
2 Jika nilai mutlak koefisien elastisitas hasilnya > 1 disebut elastis, maka barang
yang diperjual belikan termasuk jenis barang yang sifatnya peka terhadap
perubahan harga. Barang-barang yang mempunyai sifat elastis adalah barang
kebutuhan mewah atau tersier.
3 Jika nilai mutlak koefisien elastisitas hasilnya = 1 disebut elastis uniter, maka
barang-barang yang diperjual belikan termasuk jenis barang yang tingkat
kepekaannya sebanding dengan perubahan harga. Barang yang mempunyai
koefisien elastisitas uniter pada umumnya adalah barang-barang kebutuhan
sekunder.
1. Elastisitas Permintaan
Pada umumnya faktor yang sering dianalisis sebagai faktor yang
mempengaruhi jumlah yang barang/jasa yang diminta adalah harga barang
itu sendiri, pendapatan konsumen, dan harga barang lain. Semua itu dapat dibuat
formulasinya sebagai berikut:
Qbarang X = f ( Pbarang X, I, Py)
21
Berkaitan dengan uraian di atas, maka elastisitas permintaan dapat dibagi
menjadi tiga yaitu elastisitas permintaan (harga), elastisitas pendapatan, dan
elastisitas harga silang.
a. Elastisitas Harga (Price Elasticity)
Elastisitas harga merupakan perubahan jumlah barang/jasa yang diminta
sebagai akibat perubahan harga. Hal tersebut dapat disusun rumusnya sebagai
berikut:
Dimana:
Q : Jumlah Permintaan (jumlah barang yang
diminta) P : Harga
Elastisitas harga ini mempunyai nilai negatif, artinya kenaikan harga akan
menciptakan penurunan jumlah barang/jasa yang diminta begitupun sebaliknya
penurunan harga akan menyebabkan kenaikan jumlah barang/jasa yang diminta.
Makin datar garis permintaan maka makin elastis, sebaliknya makin curam garis
permintaan makaa makin inelastis.
b. Elastisitas Pendapatan (Income Elasticity)
Elastisitas pendapatan merupakan perubahan jumlah yang diminta sebagai
akibat perubahan pendapatan. Hal tersebut dapat disusun rumusnya sebagai
berikut:
Dimana: : Jumlah Permintaan
Q : Pendapatan
I
22
Nilai elastisitas pendapatan dapat digunakan untuk mengetahui jenis suatu
barang. Pada umumnya hubungan antara jenis barang dengan nilai elastisitas
pendapatan dapat dibedakan sebagai berikut:
✓ Barang Normal (EI= positif). Hal ini menunjukkan bahwa pendapatan dan
jumlah barang normal yang diminta berbanding langsung, artinya kenaikan
pendapatan akan menyebabkan kenaikan jumlah barang yang diminta.
✓ Barang Inferior (EI = negatif). Hal ini menunjukkan bahwa pendapatan dan
jumlah barang inferior yang diminta berbanding terbalik, artinya kenaikan
pendapatan akan menyebabknan penurunan barang yang diminta.
✓ Barang Kebutuhan pokok (O<EI<1). Hal ini bahwa pendapatan dan jumlah
jumlah kebutuhan barang pokok yang diminta berbanding langsung, tetapi
perubahan pendapatan tidak menyebabkan perubahan permintaan terhadap
barang tersebut sebesar perubahan pendapatan.
✓ Barang Mewah (EI>1). Hal ini bahwa perubahan pendapatan akan
menimbulkan perubahan jumlah yang diminta, tetapi dalam hal ini perubahan
permintaan lebih besar daripada perubahan pendapatan itu sendiri.
c. Elastisitas Harga Silang (Cross Elasticity of Demand)
Elastisitas harga silang merupakan perubahan jumlah suatu barang yang
diminta sebagai akibat perubahan harga barang lain. Hal tersebut dapat disusun
rumusnya sebagai berikut:
Dimana:
Q X : Jumlah barang X yang diminta
Qy : Jumlah barang Y yang
diminta PX : Harga barang X
Py : Harga barang Y
23
Nilai elastisitas harga silang dapat digunakan untuk mengetahui hubungan
antara suatu barang dengan barang lainnya. Pada umumnya hubungan antar
barang dapat dikelompokan menjadi tiga bagian, yaitu barang komplementer
(pelengkap), barang subtitusi (pengganti), dan barang netral (tidak memiliki kaitan
satu sama lainnya). Hubungan antara barang subtitusi, dan komplementer dengan
elastisitas harga silang adalah sebagai berikut: Barang komplementer (ES <0), hal
ini berarti bahwa kenaikan harga barang X akan menyebabkan penurunan
kuantitas barang Y yang diminta, sedangkanuntuk barang Subtitusi (ES< 0), hal
ini berarti bahwa kenaikan barang X akan menyebabkan kenaikan kuatitas barang
Y yang diminta.
2. Elastisitas Penawaran
Dalam ilmu ekonomi, elastisitas penawaran didefinisikan sebagai ukuran
kepekaan jumlah penawaran suatu barang terhadap perubahan harga barang itu
sendiri. Elastisitas penawaran mengukur persentase perubahan jumlah penawaran
yang terjadi akibat persentase perubahan harga. Sebagai contoh, jika harga sebuah
barang naik 10%, jumlah penawarannya naik 20%, maka koefesien elastisitas
permintaannya adalah 20% : /10% = 2.
Jumlah barang yang ditawarkan, dalam jangka pendek, berbeda dengan
jumlah barang yang diproduksi, karena sebuah perusahaan biasanya tidak
langsung menawarkan semua produknya ke konsumen, melainkan menyimpan
sebagian produknya untuk dijual dikemudian hari (atau biasa disebut sebagai stok
barang). Meskipun demikian, dalam jangka panjang, jumlah barang yang
ditawarkan dianggap sama dengan jumlah barang yang diproduksi.
Elastisitas penawaran terdiri dari lima jenis, diantaranya:
No Jenis Penjelasan Kurva
elastisitas
Penawaran suatu
1 Elastis
(Es > 1) barang dikatakan
elastis apabila
persentase perubahan
jumlah yang
ditawarkan lebih besar
dari persentase
perubahan harga.
24
2 Inelastis Penawaran suatu
(Es < 1)
barang dikatakan
inelastis apabila
persentase perubahan
jumlah yang
ditawarkan lebih kecil
dari persentase
perubahan harga.
3 Unitary Penawaran suatu
(Es = 1) barang dikatakan
unitary apabila
persentase perubahan
jumlah yang
ditawarkan sama
dengan persentase
perubahan harga.
4 Tak Penawaran suatu
terhingga barang dikatakan tak
(Es = ∞) terhingga apabila
perubahan harga
sedikit saja akan
menyebabkan
perubahan penawaran
takterbilangbesarnya.
5 Inelastis Penawaran suatu
sempurna barang dikatakan
(Es = 0) inelastis sempurna
apabila jumlah yang
sama (Q0) akan
ditawarkan berapa
pun harganya.
Tabel 1.4 Elastisitas
25
R angkuman
1. Permintaan adalah sejumlah barang yang dibeli atau diminta pada suatu
harga dan waktu tertentu.
2. Hukum Permintaan berbunyi bila harga suatu barang naik maka jumlah
barang yang diminta akan turun, sebaliknya bila harga barang tersebut
turun maka jumlah barang yang diminta akan naik dengan asumsi cateris
paribus (semua faktor yang mempengaruhi permintaan selain harga
dianggap konstan)
3. Fungsi permintaan adalah persamaan yang menunjukkan hubungan antara
jumlah barang yang diminta dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya.
4. Penawaran adalah banyak jumlah barang atau jasa yang ditawarkan pada
berbagai tingkat harga dan waktu tertentu.
5. Hukum penawaran berbunyi, “semakin tinggi harga suatu barang, semakin
banyak jumlah barang tersebut ditawarkan oleh para produsen. Sebaliknya
semakin rendah harga suatu barang, semakin sedikit jumlah barang yang
ditawarkan oleh para produsen.”
6. Fungsi penawaran adalah persamaan yang menunjukkan hubungan antara
jumlah suatu barang yang ditawarkan dengan faktor-faktor yang
mempengaruhinya.
7. Keseimbangan pasar terjadi jika jumlah barang yang ditawarkan sama
dengan jumlah barang yang diminta dan tidak ada kekuatan internal yang
menyebabkan perubahan.
8. Elastisitas adalah pengaruh perubahan harga terhadap jumlah barang yang
diminta atau yang ditawarkan. Dengan kata lain elastisitas adalah tingkat
kepekaan (perubahan) suatu gejala ekonomi terhadap perubahan gejala
ekonomi yang lain.
26
R efleksi
Tabel 1.5 Refleksi Pembelajaran Permintaan dan Penawaran
Materi Ajar
Materi Pembelajaran
No Uraian Respon/Jawaban
1 Materi apa saja yang
sudah kamu kuasai?
uraikan
2 Materi apa yang sulit
dipahami? uraikan
3 Hambatan yang dialami
pada saat mempelajari
materi permintaan dan
penawaran?
4 Hal yang akan dilakukan
untuk sukses di
pembelajaran materi lain?
27
TES FORMATIF
1. Kondisi permintaan dan penawaran beberapa barang di pasar induk kota
X adalah sebagai berikut :
1. Karena panen raya maka penawaran beras meningkat tajam, padahal
permintaan beras cukup stabil.
2. Menjelang lebaran permintaan terigu meningkat dua kali lipat, tetapi
pengadaan terigu sangat terbatas sekali.
3. Karena hujan terus menerus banyak tanaman kedelai pada puso
sehingga penawarannya merosot tajam, padahal permintaan akan
kedelai mengalami kenaikan 5 %.
4. Setelah lebaran haji permintaan terhadap hewan kambing dan sapi
menurun tajam, sedangkan pedagang mendatangkan hewan kambing
dan sapi dari daerah secara besar-besaran.
Berdasarkan kondisi di atas maka kesimpulan yang tepat adalah….
A. Terjadi kenaikan harga beras yang luar biasa tetapi harga hewan
kambing dan sapi menurun kembali.
B. Harga beras dan terigu naik dua kali lipat menjelang lebaran karena
banyak orang-orang yang membutuhkannya.
C. Terjadi kenaikan harga kedelai tetapi harga terigu merosot tajam sebab
kedelai lebih penting.
D. Harga kedelai dan hewan kambing serta sapi sama-sama menurun
karena permintaannya sudah berkurang.
E. Harga beras turun karena panen raya dan harga hewan kambing dan sapi
juga turun karena permintaannya sudah berkurang.
2. Ketika harga sebuah barang X sebesar Rp 10.000/Kg, bu Ani membeli
barang tersebut sebanyak 10 Kg. Ketika harga barang tersebut turun
sebesar 20%, Permintan barang X bu Ani naik sebesar 60%.
Berdasarkan data diatas hitunglah fungsi permintannya....
A. Qd = 40 - 0,003P
B. Qd = 50 - 0,002P
28
C. Qd = 60 - 0,004P
D. Qd = 35 - 0,022P
E. Qd = 45 -0,024P
3. Setiap menjelang bulan Agustus, permintaan terhadap bendera merah
putih meningkat. Pernyataan yang tepat untuk menggambarkan perilaku
produsen produk bendera adalah….
A. pedagang memberi diskon ganda agar jualan benderanya cepat terjual
B. menjahit sendiri bendera yang diperlukannya karena umumnya harga
bendera sangat mahal
C. para pedagang mengurangi stok bendera dengan
tujuan mengurangi jumlah penawaran bendera agar harganya
meningkat
D. pedagang menaikkan harga jual dan menambah
jumlah penawaran untuk memenuhi peningkatan permintaan
E. banyak masyarakat yang memilih untuk menggunakan bendera lama
yang masih layak guna
4. Sebagai seorang pedagang Pak Karim menawarkan dagangganya dengan
harga tinggi, sedangkan Rina sebagai pembeli menawar barang dagangan
dengan harga rendah di pasar supaya terjadi keseimbangan harga pasar
antara pak Karim dan buk Rina adalah ..........
A. Pak Karim menaikkan harga dan buk Rina menurunkan harga
B. Pak Karim menurunkan haarga sedikit dan Buk Rina menaikkan harga
sedikit
C. Buk Rina menaikkan harga sedangkan Pak Karim tetap
D. Pak Karim dan buk Rina sama- sama menaikkan harga barang
E. Pak Karim dan buk Rina sama-sama menurunkan harga harga barang
29
5. Pada saat harga barang Rp. 1.000/unit jumlah barang yang ditawarkan
sebanyak 2.000 unit. Pada saat harga meningkat menjadi Rp. 1.200/ unit
maka jumlah yang ditawarkan naik menjadi 2.600 unit. Berdasarkan data
tersebut, maka sifat penawaran barang tersebut adalah
A. Unitary elastis, karena ES = 1
B. Inelastis, karena ES = 3/4
C. Elastis, karena ES = 3/2
D. Elastis Sempurna, karena ES = 4/3
E. Inlastis sempurna karena ES = 1
6. Asumsikan musim kemarau mengurangi penawaran gandum. Dengan
mengingat bahwa gandum merupakan bahan baku untuk memproduksi roti
dan bahwa kentang merupakan substitusi roti bagi konsumen, kita akan
mengharapkan harga gandum:
A. naik, penawaran roti meningkat, dan permintaan kentang meningkat.
B. naik, penawaran roti menurun, dan permintaan kentang meningkat
C. naik, penawaran roti menurun, dan permintaan kentang menurun.
D. turun, penawaran roti meningkat, dan permintaan kentang meningkat.
E. naik, penawaraan roti meningkat dan permintaan kentang menurun
7. Untuk mendorong produksi dalam negeri, pemerintah memberikan subsidi
atas barang X, pengaruh pemberian subsidi yang diberikan oleh
pemerintah terhadap barang X akan menyebabkan….
A. tidak ada pergeseran baik kurva permintaan atau penawaran
B. kurva penawaran barang X bergeser ke sebelah kanan bawah
C. kurva permintaan barang X bergeser ke sebelah kanan atas
D. kurva permintaan barang X bergeser ke sebelah kiri bawah
E. kurva penawaran barang X bergeser ke sebelah kiri atas
8. Diketahui fungsi permintaan sebuah barang Qd = 40 – P dan fungsi
penawaran barang tersebut Qs = 4P – 50. Tentukanlah berapa harga dan
quantitas keseimbangan!
A. P = 18 dan Q = 20
B. P = 20 dan Q = 22
30
C. P = 18 dan Q = 22
D. P = 16 dan Q = 20
E. P = 16 dan Q= 22
9. Diketahui fungsi permintaan Qd = 11 - P, pada saat harga Rp5,00 barang
yang akan ditawarkan 6 unit, ketika harga Rp7,00 barang yang ditawarkan
10 unit. Harga keseimbangan adalah ....
A. Rp3,00
B. Rp3,50
C. Rp5,00
D. Rp6,00
E. Rp15,00
10. Jika sebuah perusahaan menghadapi permintaan elastis untuk produknya
dan harga untuk produk itu jatuh, perusahaan dapat mengharapkan,
bahwa..
A. kuantitas yang dijual akan menurun dan total pendapatan akan
meningkat
B. kuantitas yang dijual akan meningkat dan total pendapatan akan
meningkat
C. kuantitas yang dijual akan menurun dan total pendapatan akan
menurun
D. kuantitas yang dijual akan meningkat dan total pendapatan akan
menurun
E. kuantitas yang dijual dan total pendapatan tidak akan berubah
31
Soal Uraian
1. Jelaskan hukum permintaan dan penawaran beserta asumsi yangmempengaruhinya!
2. Diketahui fungsi permintaan Qd = 5 – P dan fungsi penawaran Qs = - 10
+ 4P. Hitunglah:
a. Harga dan kuantitaskeseimbangan
b. Elastisitas penawaran bila harga mengalami kenaikan menjadi Rp 7,- dan
jumlah menjadi 10 unit.
3. Jelaskan apa yang dimaksud dengan pasar output dan berikan contohnya!
4. Apakah yang dimaksud dengan struktur pasar ?
5. Jelaskan mengapa dalam pasar oligopoli, perusahaan harus
memperhitungkan biaya promosi ?
32
D iskusi
Yuk Cek Penguasaanmu terhadap Materi Permintaan dan Penawaran Agar dapat
dipastikan bahwa kalian telah menguasi materi permintaan dan penawaran maka
kerjakan soal berikut secara mandiri di buku kerja kalian masing-masing.
Bila harga kue bolu Rp 400,- jumlah kue yang ditawarkan 8 buah. Bila harga kue
naik menjadi Rp 500,- jumlah kue yang ditawarkan 12 buah. Carilah:
a. Fungsi penawarannya! ( skor 5 )
b. Jumlah permintaan kue jika harganya Rp 700,-! ( skor 5 )
Setelah menyelesaikan soal di atas dan mengikuti kegiatan belajar 1,2 dan 3,
bagaimana penyelesaian permasalahan pada keniakan harga cabai di bagian awal
pembelajaran tadi? Silahkan kalian berdiskusi dengan teman sebangku atau teman
lain. Kemudian tuliskan penyelesaian ekonomi tersebut di buku kerja masing-
masing.
33
K unci Jawaban
34
G losarium
• Permintaan (Demand) adalah sejumlah barang yang dibeli atau diminta pada
suatu harga dan waktu tertentu.
• Penawaran (Supply) adalah banyak jumlah barang atau jasa yang ditawarkan
pada berbagai tingkat harga dan waktu tertentu.
• Keseimbangan pasar (Equilibrium Price)terjadi jika jumlah barang yang
ditawarkan sama dengan jumlah barang yang diminta dan tidak ada kekuatan
internal yang menyebabkan perubahan.
• Elastisitas (Elasticity) adalah pengaruh perubahan harga terhadap jumlah barang
yang diminta atau yang ditawarkan. Dengan kata lain elastisitas adalah tingkat
kepekaan (perubahan) suatu gejala ekonomi terhadap perubahan gejala ekonomi
yang lain.
35
D aftar Pustaka
Al Arif, M. Nur Rianto dan Euis Amalia. 2010. Teori Mikroekonomi: Suatu
Perbandingan Ekonomi Islam dan Ekonomi Konvensional. Jakarta,
Kencana.
Joesron Tati Suharatati, 2003 Teori Ekonomi Mikro, Dilengkapi Beberapa Bentuk
Fungsi Produksi, Salemba Empat, Jakarta. Mankiw. 2014.
Sadono.2013. Mikroekonomi Teori Pengantar. Jakarta: PT. Raja Grafindo
Sugiharsono, Wahyuni. 2018 Dasar-dasar Ekonomi Yogyakarta PR
Rajagrafindo Persada.
Sukirno, sadono. 2002. Pengantar Teori Ekonomi Mikro. Jakarta : Raja Grafindo
Persada.
Alam S. 2016. Ekonomi Peminatam Kelas X. Jakarta : Erlangga
36
C atatan
37