PENDIDIKAN FISIKA
UIN WALISONGO
SEMAANG
2021
FLUIDA STATIS KELAS
E-MODUL PEMBELAJARAN FISIKA
SMA/MA SEDERAJAT XI
SALSABILA KHASANAH 1808066028
KATA PENGANTAR
Puji Syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas berkat Rahmat dan
KaruniaNya, penulis dapat menyelesaikan penyusunan E-Modul Pembelajaran Fisika
SMA/MA Sederajat materi Fluida Statis untuk kelas XI ini sebagai penunjang dalam sistem
pembelajaan daring.
Dengan tersusunnya E-Modul Pembelajaran Fisika SMA/MA Sederajat materi Fluida
Statis untuk kelas XI ini, semoga dapat memberikan manfaat bagi banyak orang untuk
memperoleh ilmu pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan menganalisis segala hal yang
berkaitan dengan fenomena alam. Sehingga kita smeua mampu hidup selaras berdasarkan
hukum alam serta mempu mengelola sumberdaya alam dan lingkungannya.
Penulis sangat menyadari bahwa E-Modul Pembelajaran Fisika SMA/MA Sederajat
materi Fluida Statis untuk kelas XI ini masih jauh dari kata sempurna sebagai sarana dalam
menerapkan fungsi pembelajaran fisika di SMA/MA. Maka dari itu, penulis sangat
mengharapkan saran masukkan, dan kritik yang menmbangun guna perbaikan E-modul ini
kedepannya.
Tegal, 17 Agustus 2021
Penyusun
Salsabila Khasanah
DAFTAR ISI
Kata Pengantar .......................................................................................................................... i
Daftar Isi .................................................................................................................................. ii
Peta Konsep ............................................................................................................................... 3
Materi
A. Pengertian ............. ............................................................................................................ 4
B. Sifat-sifat .......................................................... ................................................................. 4
Hukum Pascal ........................................................................................................................... 7
Hukum Utama Hidrostatik ...................................................................................................... 10
Hukum Archimedes ................................................................................................................ 13
Fenomena Fluida Statis
A. Tegangan Permukaan ....................................................................................................... 16
B. Meniskus .......................................................................................................................... 18
C. Kapilaritas ........................................................................................................................ 21
D. Viskositas dan Hukum Stokes .......................................................................................... 24
Apakah kalian bisa berenang? Gaya atau teknik apa saja yang kamu kuasai? Ataukah
kalian bisa berenang walaupun dengan
gaya batu? Hehehe, mungkin sudah tidak
asing lagi dengan jenis olahraga ini ya!
Banyak sekali manfaat yang kita dapatkan
dari jenis olahraga ini.
Mengapa ketika berenang
seseorang yang sudah mengetahui gaya Gambar 1. Orang sedang berenang
atau tekniknya tidak bisa tenggelam ya,
padahal biasanya tinggi badan kita jauh lebih pendek dari tempat kita berenang. Saat tubuh
masuk kedalam air, akan muncul gaya apung akibat adanya air sebagai fluida. Semakin banyak
bagian tubuh yang tercelup dalam air, semakin besar pula gaya apungnya.
Menurut kamu, apa aspek tersulit dari berenang? Latihan mengambang? Meluncur?
Atau pada bagian menyelam? Ya, dibanding berbagai aspek berenang lain, menyelam adalah
kegiatan yang paling susah. Ketika menyelam, badan kita seolah terangkat ke atas, sehingga
kita membutuhkan “usaha lebih" untuk bisa mencapai dasar. Apalagi kalau berenang di laut.
Semakin dalam kamu menyelam, pasti akan merasa sakit di kepala. Tidak jarang telinga terasa
pengang karena tekanan di bawah air. Mengapa hal-hal tersebut bisa terjadi?
Eitss, itu mungkin salah satu dari sifat dan penerapan tentang fluida jenis air ya.
Sebenarnya apa itu fluida sih? Emang ada berapa jenis fluida tersebut? Sabarr, pada materi kali
ini kita akan membahas tentang fluida, ikuti pembelajaran ini dengan semangat dan aktif ya!
KOMPETENSI DASAR
Menerapkan hukum-hukum fluida statik dalam kehidupan sehari-hari.
Merancang dan melakukan percobaan yang memanfaatkan sifat-sifat fluida statik, berikut
presentasi hasil percobaan dan pemanfaatannya.
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat:
Mengidentifikasi penerapan fluida dalam kehidupan sehari-hari
Menyimpulkan konsep tekanan hidrostatis
1
Menyimpulkan konsep prinsip hukum Archimedes
Menyimpulkan konsep hukum Pascal
Merancang percobaan yang memanfaatkan sifat-sifat fluida statik, berikut presentasi
hasil percobaan dan pemanfaatannya
Membuat laporan hasil percobaan
Mempresentasikan penerapan hukum-hukum fluida statik.
2
PETA KONSEP
FLUIDA
Pengertian Sifat-sifat Jenis
Hukum Utama Hukum Fenomena
Hukum Pascal
Hidrostatik Archimedes Fluida Statis
Tekanan Tegangan
Hidrostatis Terapung Permukaan
Melayang Meniskus
Tenggelam Kapilaritas
Hukum Stokes
dan Viskositas
3
Suatu zat yang mempunyai kemampuan mengalir dinamakan fluida. Kata Fluida
mencakup zat cair, air dan gas karena kedua zat ini dapat mengalir, sebaliknya batu dan benda-
benda keras atau seluruh zat padat tidak digolongkan kedalam fluida karena tidak bisa
mengalir.
Susu, minyak pelumas, dan air merupakan contoh
zat cair. dan Semua zat cair itu dapat dikelompokkan ke
dalam fluida karena sifatnya yang dapat mengalir dari satu
tempat ke tempat yang lain. Selain zat cair, zat gas juga
termasuk fluida. Zat gas juga dapat mengalir dari satu satu
tempat ke tempat lain. Hembusan angin merupakan
contoh udara yang berpindah dari satu tempat ke tempat
Gambar 2. Susunan Molekul Zat
lain.
Fluida adalah zat yang dapat mengalir dan berubah bentuk (dapat dimampatkan) jika
diberi tekanan. Perbedaan antara zat cair dan gas terletak pada kompresibilitasnya atau
ketermampatannya. Gas mudah dimampatkan, sedangkan zat cair tidak dapat dimampatkan.
Ditinjau dari keadaan fisisnya, fluida terdiri atas fluida (zat alir yang diam /tidak bergerak) dan
fluida dinamis (zat alir atau fluida yang bergerak).
Materi kali ini, kita akan mempelajari tentang fluida statis. Apa itu fluida statis? Apa
saja aplikasi dari fluida statis tersebut? Ayo kita mulai bersama kegiatan belajar sekarang!
Pengertian dari Fluida Statis adalah fluida yang tidak bergerak (diam). Fluida statis
dipakai untuk menjelaskan fenomena-fenomena seperti kenaikan besar tekanan air terhadap
kedalamannya dan perubahan besar tekanan atmosfer terhadap ketinggian pengukuran dari
permukaan laut.
1. Kompresibel dan tak kompresibel
Kompresibel yaitu kemampuan suatu zat untuk dimampatkan akibat tekanan, karena
zat ini bisa mengalami perubahan volume saat di tekan misalnya gas. Adapun zat tak
kompresibel artinya zat yang tidak bisa dimampatkan, karena zat ini tidak bisa mengalami
perubahan volume pada saat ditekan misalnya zat cair.
4
2. Massa Jenis
Massa jenis yaitu kerapatan suatu benda. Semakin rapat susunan partikel suatu benda
maka massa jenisnya juga akan semakin besar. Secara matematis dirumuskan
=
INGAT!!!
ρ : massa jenis (kg.m )
-3
ρ padat > ρ cair > ρ gas
m : massa (kg)
V : Volume (m )
3
Sebagai contoh, apa yang terjadi jika air dan minyak kita campur? Tentunya tidak dapat
menyatu kan, walaupun kita sudah mengaduk dengan sekuat tenaga. Kok bisa? Padahal
keduanya sama-sama benda cair. Fenomena tersebut tentunya disebabkan oleh massa
jenis kedua zat tersebut berbeda. Oleh karena itu, minyak akan selalu mengapung diatas
permukaan air karena massa jenis minyak lebih kecil dari massa jenis air.
Gambar 3. Perbedaan massa jenis air dan minyak
Berikut tabel massa jenis dari berbagai benda
Nama Zat Massa Jenis Nama Zat Massa Jenis
3
3
3
3
Kg/m g/cm Kg/m g/cm
Air 1000 1 Seng 7140 7,14
Alkohol 790 0,79 Es 920 0,92
Air Raksa 13600 13,60 Gula 1600 1,60
Alumunium 2700 2,70 Garam 2200 2,2
Besi 7900 7,90 Kaca 2600 2,6
Emas 19300 19,30 Tembaga 8900 8,9
Kuningan 8400 8,40 Helium 0,179 0,000179
Platina 10500 10,50 Oksigen 1,3 0,0013
Timah 11300 11,30 Minyak 800 0,8
Tabel 1. Massa Jenis Benda
5
Contoh Soal
Sebuah balok memiliki panjang 4 cm, lebar 5 cm, dan tinggi 7 cm dengan massa kubus 250
gram. Berapakah nilai massa jenis balok tersebut?
Diketahui
P : 4 cm
L : 5 cm
T : 7 cm
ρ : ?
Jawab
Volume balok = p x l x t = 4 x 5 x 7 = 140 cm
3
=
= = , /
3
Jadi, massa jenis balok tersebut adalah 1,78 gram/cm
3. Tekanan
Waktu SMP kalian telah mempelajari tentang besaran tekanan, apa tekanan itu? Untuk
mengingat kembali ayo lakukan diskusi berikut!
DISKUSI
1. Jika diinjak orang dewasa lebih sakit mana dibandingkan diinjak anak kecil?
2. Mengapa ketika bemain Ski di salju harus menggunakan sepatu luncur?
6
Tekanan didefinisikan sebagai besar gaya yang bekerja pada permukaan benda. Secara
matematis dirumuskan
Satuan tekanan yang sering
= digunakan
5
2
P : tekanan (Pa atau N/m ) 1 bar : 10 Pa
1 atm : 76 cmHg : 760 mmHg
F : gaya tekan (N)
5
2
A : luas permukaan tekan (m ) : 1,01 bar : 1,01x10 Pa
Contoh Soal
Sebuah peti kayu berbentuk balok berukuran panjang 1 m dan lebar 70 cm memiliki berat
20 kg. Jika peti tersebut beada di atas lantai, maka tekanan yang dihasilkan adalah?
Diketahui
P : 1 m
l : 70 cm :0,7 m
m : 20 kg : 200 N
Ditanya tekanan?
Jawab
P = F = F = 200 = 285,7 Pa
A Pl 1 x 0,7
Jadi, tekanan peti terhadap lantai sebesar 285,7 Pa
Pernahkah kalian ke tempat cucian mobil? Atau
pernahkan kalian melihat orang mengganti ban
mobil? Apa yang kalian amati? Tentunya kalian
bertanya-tanya mengapa mobil yang seberat itu
bisa diangkat menggunakan sebuah alat yang
dinamakan dongkrak hidrolik, alat ini
membantu kita untuk mengangkat mobil
terutama ketika hendak dicuci atau diservis.
Gambar 4. Dongkrak Hidrolik
Dongkrak hidrolik merupakan salah satu
aplikasi dari Hukum Pascal lho!
7
Sebenarnya apa itu Hukum Pascal? Lalu bagaimana cara kerja dari dongkrak hidrolik itu?
Ayooo! Temukan jawabannya ketika kalian belajar materi ini ya!
Hukum Pascal dicetuskan oleh seorang ilmuwan asal Prancis, yaitu Blaise Pascal (1623–
1662). Dalam hukumnya, Pascal menyatakan bahwa “Tekanan yang diberikan pada suatu
fluida dalam ruang tertutup akan diteruskan ke segala arah dengan sama besar”. Secara
sistematis dirumuskan
=
=
=
= ×
Gambar 5. Sistematika Hukum Pascal
F1 = gaya pada permukaan A1 (N)
F2 = gaya pada permukaan A2 (N)
2
A1 = luas permukaan 1 (m )
2
A2 = luas permukaan 2 (m )
d1 = diameter permukaan 1
d2 = diameter permukaan 2
8
Dari Hukum Pascal diketahui bahwa dengan memberikan gaya yang kecil pada penghisap
dengan luas penampang kecil dapat menghasilkan gaya yang besar pada penghisap dengan
luas penampang yang besar. Prinsip inilah yang dimanfaatkan pada peralatan teknik yang
banyak dimanfaatkan manusia dalam kehidupan misalnya dongkrak hidrolik, pompa
hidrolik, dan rem hidrolik
Contoh Soal
Sebuah pompa hidrolik berbentuk silinder memiliki jari-jari 4 cm dan 20 cm. Jika
pengisap kecil ditekan dengan gaya 200 N, berapakah gaya yang dihasilkan pada pengisap
besar?
Pembahasan
Diketahui = A 2
2 1 A
R1 : 4 cm 1 2
R2 : 20 cm = 1 π 2 2
2
π
1
F1 : 200 N 2
2
F2 ? = ( )
2
1
1
Jawab 20 2
2
F 1 = F 2 = 200 ( 4 ) = 5000
A 1 A 2
Jadi, gaya yangdihasilkan pada penghisap besar adalah
5000 N
PERHATIKAN VIDEO BERIKUT!
9
Pernahkah kalian pergi bepergian ke
bendungan atau waduk? Jika diperhatikan
dari atas atau ketika terjadi pendangkalan
terlihat bahwa bagian bawah dinding
bendungan lebih lebar daripada bagian
atasnya.mengapa bisa dibuat seperti itu? Apa
manfaatnya? Nahh, setelah mempelajari
materi ini diharapkan kalian mampu
Gambar 6. Waduk
menganalisis fenomena tersebut! Ayo kita
mulai kegiatan pembelajaran ini dengan
semangat ya!!
Tekanan Hidrostatik adalah tekanan yang diakibatkan oleh gaya yang ada pada zat cair
terhadap suatu luas bidang tekan, pada kedalaman tertentu. Maksudnya, setiap jenis zat cair
akan memberikan tekanan tertentu tergantung dari kedalamannya. Tekanan hidrostatis akan
meningkat seiring dengan bertambahnya kedalaman diukur dari permukaan air.
Secara matematis dirumuskan
=
Ph : tekanan hidrostatis (Pa)
3
ρ : massa jenis zat cair (kg/m )
2
g : percepatan gravitasi (m/s )
h : kedalaman zat cair dari permukaan (m)
Gambar 7. Tekanan hidrostatis pada penyelam
10
Selain itu, ada beberapa tekanan juga yang memengaruhi tekanan hidrostatis
Tekanan mutlak adalah penjumlah tekanan yang terdapat dalam suatu zat ditambah dengan
tekanan luar (atmosfer).
Tekanan mutlak zat cair P = P0 + ρgh
Tekanan Gauge (alat ukur) P = Pgauge + P0
P0 : tekanan luar (Pa atau atm)
Penerapan hukum utama hidrostatik
Manometer Terbuka Manometer Tertutup
P = ρgh
P = P0 + ρgh
Gambar 8.Manometer terbuka Gambar 9.Manometer tertutup
Barometer Tekanan bejana U berhubungan
P = ρgh ρ1h1 = ρ2h2
Gambar 10. Barometer Gambar 11. Bejana U berhubungan
11
Contoh Soal
Seorang wisatawan menyelam pada kedalaman 10 m dibawah permukaan air laut yang massa
3
jenisnya 1,1 gr/cm . Bila tekanan atmosfer ditempat itu 76 cmHg. Tentukan tekanan
hidrostatis dan tekanan total yang dialami penyelam!
Pembahasan
Diketahui
3
3
ρ : 1,1 gr/cm : 1100 kg/m
h : 10 m
5
P0 : 76 cmHg : 1,01 x 10 Pa
Ditanya Ph dan P : ?
Jawab
Ph = ρgh P = P0 + Ph
5 5
= 1100.10.10 = 1,01 x 10 + 1,1 x 10
5
= 110000 = 2,11 x 10 Pa
5
= 1,1 x 10 Pa
5
Jadi, tekanan yang dialami oleh penyelam tersebut adalah 2,11 x 10 Pa
PERHATIKAN VIDEO BERIKUT!
12
Pernahkah kamu bersantai dengan
mengapungkan punggungmu di dalam
kolam renang. Kamu merasa seperti tidak
memiliki berat pada saat air tersebut
menopangmu. Jika kamu perlahan-lahan
naik keluar dari kolam, kamu merasa
tubuhmu seperti bertambah berat. Mengapa
bisa terjadi? Apa yang menyebabkan badan
kita tidak tenggelam bahkan terasa lebih
Gambar 12. Mengapung diatas air
ringan? Jika ingin tahu ayo kita pelajari
pada materi ini dengan semangat dan
sungguh-sungguh!
Ilmuwan pertama yang mengamati gejala ini adalah matematikawan berkebangsaan
Yunani bernama Archimedes (187-212 SM). Pengamatan ini memunculkan sebuah hukum
yang dikenal Prinsip Archimedes, yaitu: “Jika sebuah benda dicelupkan ke dalam zat
cair, maka benda tersebut akan mendapat gaya yang disebut gaya apung sebesar berat
zat cair yang dipindahkannya”.
Akibat adanya gaya apung, berat benda dalam zat cair akan berkurang. Benda yang diangkat
dalam zat cair akan terasa lebih ringan dibandingkan diangkat di darat. Berat ini disebabkan
berat semu dan dirumuskan sebagai berikut:
Wfluida = Wbenda - FA
2
Wfluida = berat benda dalam zat cair (Kg⋅m/s )
2
Wbenda = berat benda sebenarnya (Kg⋅m/s )
Fa = gaya apung (N)
Secara matematis hukum Archimedes dapat dirumuskan
=
FA : gaya archimedes (N)
ρf : massa jenis fluida (kg/m3)
Vbf : volume benda tercelup (L)
13
Perhatikan Fenomena Berikut!
Gambar 13. Mengapung Gambar 14. Melayang Gambar 15. Tenggelam
Kasus yang terjadi pada fluida
Mengapung Melayang
Tejadi apabila W = FA Terjadi apabila W = FA
Vbf < Vb Vbf = Vb
ρb < ρf ρb = ρf
Tenggelam
Terjadi apabila W > FA
Vbf = Vb
ρb > ρf
Massa jenis benda terapung dapat dihitung
Σ
= =
Penerapan Hukum Archimedes
1. Hidrometer
Digunakan untuk mengukur massa jenis fluida
2. Kapal laut
Agar tetap mengapung, besinya dibuat berongga sehingga air yang dipindahkan menjadi
lebih besar dan menyebabkan gaya pung menjadi lebih besar
3. Kapal selam
Memiliki tangki pemberat yang dapat diisi sesuai keperluan. Agar mengapung, tangki
tersebut diisi udara dan jika agar tenggelam tangki diisi air
4. Balon udara
14
Cara kerja balon udara
a. Naik, balon diisi gas oanas sehingga volumenya berubah, volume udara yang
dipindahkan menjadi lebih besar FA > W
b. Melayang, jika ketinggian yang ingin tercapai FA = W
c. Turun, gas panas dikeluarkan dari balon udara, sehingga volume balon berkurang FA <W
Contoh Soal
Sebuah gabus jika 75 % voume gabus tercelup ke dalam air dan massa jenis air 1000 kg/m³,
maka massa jenis gabus sebesar ... kg/m³
Pembahasan
Diketahui:
Volume tercelup : 75% = Vt = 0,75
Volume gabus : 100% = Vb = 1
Massa jenis air (ρair) : 1000 kg/m³
Ditanya Massa jenis gabus ? (ρgabus)
Jawaban :
ρgabus Vb = ρair Vt
ρgabus. 1 = 1000 . 0,75
ρgabus = 750 kg/m³
Jadi, massa jenis gabus adalah sebesar 750 kg/m³
PERHATIKAN VIDEO BERIKUT!
15
Tegangan Permukaan
Pernahkah kalian melihat sebuah silet, uang
logam atau nyamuk terapung diatas air?
Mengapa hal itu bisa terjadi? Apakah benda
tersebut tidak tenggelam? Fenomena tadi
berkaitan dnegan penjelasan tegangan
permukaan. Apa itu tegangan permukaan?
Gambar 16. Peristiwa tegangan permukaan. Mari kita bahas bersama materi tersebut
dengan penuh semangat!
Tegangan permukaan terjadi akibat gaya kohesi (gaya tarik menarik antar partikel-partikel
sejenis) pada permukaan fluida tersebut.
Gambar 17. Gaya kohesi
Tegangan permukaan didefinisikan sebagai “gaya atau tarikan ke bawah yang
menyebabkan permukaan cairan berkontraksi dan benda dalam keadaan tegang”. Hal ini
terjadi disebabkan oleh gaya–gaya tarik yang tidak seimbang pada antar muka cairan.
Tegangan permukaan bisa juga fenomena menarik yang terjadi pada zat cair (fluida) yang
ada dalam keadaan diam (statis). Secara matematis dirumuskan,
= = 2
F : gaya (N)
: tegangan permukaan (Nm)
d : panjang permukaan (m)
Penerapan tegangan permukaan dalam kehidupan sehari-hari diantaranya:
1. Itik dan angsa bisa berenang dan terapung di atas permukaan air karena bulu-bulunya
tidak basah oleh air
16
2. Gelembung yang dihasilkan oleh air sabun
3. Serangga air yang bisa berjalan diatas permukaan air.
4. kenaikan batas air pada pipa kapiler
5. Air yang keluar dari pipet berupa tetesan berbentuk bulat-bulat
6. Alkohol dan antiseptik pada umumnya punya kemmapuan membunuh kuman dan
mempunyai tegangan permukaan yang rendah sehingga bisa membasahi seluruh
permukaan kulit yang luka
Contoh Soal
Sebatang kawat dibengkokkan seperti huruf U. Kemudian, kawat kecil A yang bermassa 0,2
gram dipasang dalam kawat tersebut. Setelah itu, kawat tersebut dicelupkan kedalam cairan
sabun dan diangkat vertikal, jadi ada lapisan tipis sabun diantara kawat tersebut. Saat ditarik
keatas, kawat kecil mengalami gaya tarik keatas oleh lapisan sabun. Agar terjadi
keseimbangan, maka kawat kecil A digantungkan benda dengan massa 0,1 gram. Jika panjang
kawat A = 10 cm dan nilai gravitasi 9,8 m/s². Maka berapakah tegangan sabun tersebut?
Pembahasan
Diketahui:
Massa kawat = 0,2 gram = 2 x 10-4 kg
Panjang kawat = 10 cm = 10⁻¹ m
Massa benda = 0,1 gram = 1 x 10-4 kg
Gravitasi (g) = 9,8 m/s²
Ditanya: Tegangan permukaan lapisan sabun?
Jawab:
F = m . g γ = F/d
F = 2 x 10⁻4 kg . 9,8 m/s² γ = F/2L
F= 2,94 x 10⁻³ N γ = 2,94 x 10⁻³ / 2 x 10⁻¹
γ = 1,47 x 10⁻² N/m
Jadi, besarnya tegangan permukaan adalah 1,47 x 10⁻² N/m
17
Meniskus
Pernahkah kamu mengamati permukaan raksa
di dalam termometer? Permukaan raksa pada
termometer jika kamu amati dengan cermat
akan terlihat tidak datar, tetapi sedikit
melengkung pada bagian raksa yang
menempel pada kaca. Peristiwa bentuk
permukaan raksa pada dinding kaca
termometer tersebut berkaitan erat dengan
fenomena atau gejala Meniskus. Lalu tahukah
Gambar 18. Termometer kalian apa yang dimaksud dengan meniskus
itu? Nah, pada kesempatan kali ini kita akan
membahas tentang pengertian meniskus!
Meniskus adalah bentuk kelengkungan permukaan suatu zat cair di dalam tabung.
Meniskus yang kita kenal ada meniskus cekung dan meniskus cembung.
Penyebab Terjadinya Meniskus Cembung dan Cekung
Gaya adhesi dan kohesi dapat menyebabkan beberapa bentuk permukaan zat cair
berbeda-beda. Ada yang berbentuk cembung dan ada yang berbentuk cekung, yang disebut
dengan miniskus. Miniskus cembung terjadi apabila zat cair tidak membasahi dinding.
Sedangkan miniskus cekung terjadi apabila zat cair dapat membasahi dinding. Jadi hubungan
kohesi, adhesi, dan miniskus dapat kita tuliskan sebagai berikut.
Miniskus cembung → kohesi > adhesi
Miniskus cekung → adhesi > kohesi
Meniskus cembung maupun meniskus cekung menyebabkan sudut kontak antara bidang
wadah (tabung) dengan permukaan zat cair berbeda besarnya. Meniskus cembung
o
menimbulkan sudut kontak tumpul (> 90 ), sedangkan meniskus cekung menimbulkan sudut
o
kontak lancip (< 90 ).
Gaya adhesi adalah gaya tarik-menarik dua partikel atau lebih dari partikel yang tidak
sejenis. Mengakibatkan sebuah zat dapat menempel pada zat yang lain (tetapi bukan gaya
magnet atau gaya tarik grafitasi bumi).
Contoh: Cat dapat menempel pada tembok, kapur dapat menempel pada papan tulis.
18
Gambar 19. Cat menempel pada kayu
Gaya kohesi adalah gaya tarikmenarik dua partikel atau lebih dari partikel yang sejenis.
Mengakibatkan sebuah zat tidak dapat menempel pada zat yang lain. Contoh: Air tidak
dapat menempel pada daun talas.
Gambar 20. Air pada daun talas
Akibat meniskus cembung dan meniskus cekung dan gaya kohesi-adhesi maka
mengakibatkan perbedaan ketinggian zat cair (raksa dan air) dalam pipa kapiler-pipa kapiler
yang saling terhubung atau yang disebut dengan bejana berhubungan seperti yang ditunjukkan
pada gambar berikut ini.
Gambar 21. Zat cair dalam bejana berhubungan
19
Penugasan!
Beri tanda < atau > untuk fenomena meniskus berikut
No Fenomena Meniskus Keterangan
1. Air di atas daun talas Adhesi ... Kohesi
Tembong/dinding rumah basah ketika
2. Adhesi ... Kohesi
musim hujan
Naiknya minyak pada sumbu kompor
3. Adhesi ... Kohesi
minyak
Naiknya air tanah melalui batang
4. Adhesi ... Kohesi
tumbuhan dan sampai ke daun
5. Cat pada tembok Adhesi ... Kohesi
PERHATIKAN VIDEO BERIKUT!
20
Kapilaritas
Jika kita sedang makan bersama keluarga,
kemudian ada air yang tumpah di atas meja,
secara spontan kita akan mengambil tisu atau
kain lap untuk mengeringkannya. Mengapa
demikian? Dan mengapa kita tidak memilih
plastik pembungkus belanjaan untuk
mengeringkannya? Kita memilih tisu atau kain
lap karena mereka memiliki daya serap atau
daya kapilaritas tinggi. Sebenarnya apa itu
Gambar 22. Air tumpah
kapilaritas? Ayo!! Kita belajar bersama dengan
penuh semangat!
Kapilaritas adalah peristiwa naik atau turunnya zat cair pada pembuluh atau celah kecil
atau pori-pori kecil. kenaikan atau penurunan zat cair pada pipa kapiler disebabkan oleh adanya
tegangan permukaan yang bekerja pada keliling persentuhan zat cair dengan pipa. Gejala ini
disebabkan karena adanya gaya adhesi atau kohesi antara zat cair dan dinding celah tersebut.
Gambar 23. Kapilaritas naik Gambar 24. Kapilaritas turun
Gaya kohesi < gaya adhesi Gaya kohesi > gaya adhesi
Terjadi pada meniskus cembung Terjadi pada meniskus cembung
Besarnya kenaikan/penuruanan zat cair dalam pipa
=
h = perbedaan tinggi permukaan zat cair di dalam dan di luar pipa kapiler (m)
= tegangan permukaan (N/m)
2
g = percepatan gravitasi (m/s )
21
θ = sudut kontak (º)
r = jari-jari penampang pipa kapiler (m)
3
ρ = massa jenis zat cair (kg/m )
Manfaat Kapilaritas
Suatu Peristiwa kapilaritas juga memberikan beberapa manfaat bagi makhluk hidup, dan
diantaranya yaitu sebagai berikut:
1. Pada Manusia
Hemoglobin akan mengambil suatu oksigen dari paru paru & akan dilepaskan pada saat sel
darah merah (eritrosit) melewati pembuluh kapiler.
2. Pada Ikan
Filamen pada pembuluh darah insang yang mengandung pembuluh kapiler untuk
memudahkan suatu proses pertukaran oksigen dan karbondioksida.
3. Pada Tumbuhan
Rambut akar dan batang tumbuhan terdiri dari pembuluh kapiler yang sehingga air dan zat
hara dari dalam tanah akan naik menuju batang, dahan, dan ranting tumbuhan.
Kerugian Kapilaritas
Berikut Ini Merupakan Kerugian Kapilaritas.
1. Dinding rumah akan menjadi retak karena pori pori dinding ini menyerap air dalam tanah
2. Lumut yang menempel pada sebuah dinding
3. Cat pada dinding rumah menjadi rusak dikarenakan adanya air yang diserap oleh dinding
Contoh Kapilaritas
1. Gejala naiknya minyak tanah pada sumbu kompor
2. Naiknya air dari dalam tanah oleh akar kemudian ke daun
3. Air menyerap ka atas serat handuk
4. Naiknya air pada musim hujan sehingga dinding rumah basah,
5. Naiknya air tanah melalui akar dengan pembuluh-pembuluh tumbuhan,
6. Air menggenang dapat diserap dengan kain pel, spons, atau kertas isap, dan
7. Cairan tinta yang tumpah dapat diserap oleh kapur tulis atau kertas isap
22
Contoh Soal
3
Sebuah pipa kapiler yang jari-jarinya 1 mm berisi raksa yang massa jenisnya 13,6 g/cm .
Jika sudut kontak, tegangan permukaan, dan percepatan gravitasi berturut-turut 120°, 1,36
2
N/m, 10m/s , maka tentukan penurunan raksa dalam pipa kapiler tersebut.
Penyelesaian :
Diketahui :
-3
r = 1 mm = 10 m
3 3
ρ = 13,6 g/cm = 13.600 kg/m
θ = 120°, cos 120° = 0,5
γ = 1,36 N/m
2
g = 10m/s
Ditanyakan : h = …
Jawab
2γcosθ 2×1,36×0,5
h = = = 0,01 1
ρgr 13600×10×10 −3
Jadi, kenaikan pipa kapiler tersebut adalah 0,01 m atau 1 cm
PERHATIKAN VIDEO BERIKUT!
23
Hukum Stokes dan Viskositas
Bunyi Hukum Stokes
”Apabila ada sebuah bola bergerak dalam suatu fluida yang diam. Maka bola itu akan
bekerja suatu gaya gesek dalam bentuk gaya gesekan dan juga arahnya berlawanan
dengan arah gerak bola itu sendiri”
Hambatan gerak di dalam fluida disebabkan gaya gesek antara bagian fluida yang
melekat ke permukaan suatu benda dengan bagian fluida di sebelahnya. Gaya gesek tersebut
sebanding dengan koefisien viskositas (η) fluida.
Menurut Stokes, gaya gesek yaitu :
Fs = 6 π r η v
Fs : gaya hambatan (N)
η : koefisien viskositas (kg/ms)
r : jari jari bola (m)
v : laju relatif benda pada fluida.
Viskositas
Viskositas adalah ukuran kekentalan fluida yang menyatakan besar atau kecilnya
gesekan di dalam fluida. Semakin besar viskositas (kekentalan) fluida, maka sulit fluida untuk
mengalir dan menunjukkan bahwa sulit suatu benda bergerak di dalam fluida tersebut.
Gambar 25. Viskositas
Apabila sebuah benda mempunyai bentuk bola dan jatuh bebas ke alam suatu fluida
kental. Untuk kecepatannya akan bertambah sebab pengaruh gravitasi bumi sampai mencapai
pada suatu kecepatan terbesar yang tetap. Kecepatan terbesar yang tetap itu dinamakan dengan
kecepatan terminal. Pada saat kecepatan terminal tercapai, berlaku keadaan:
24
= ( − )
v : kecepatan terminal (m/s)
2
η : koefisien viskositas fluida (Ns/m )
r : jari-jari bola (m)
2
g : percepatan gravitasi (m/s )
3
ρb : massa jenis benda (kg/m )
3
ρf : massa jenis fluida (kg/m )
Contoh Soal
Hukum Stokes
Sebuah kelereng dengan jari – jari 0,5 cm jatuh ke dalam bak berisi oli yang memiliki
koefisien viskositas 110 x 10 N.s/m . Tentukan besar gaya gesek yang dialami kelereng
2
-3
jika bergerak dengan kelajuan 5 m/s!
Pembahasan:
Diketahui:
r = 0,5 cm = 5 x 10 m
-3
ɳ = 110 x 10 N.s/m
2
-3
v = 5 m/s
Ditanyakan = Fs = …?
Jawaban:
Fs = 6 π r η v
Fs = 6 . 3,14 . (5 x 10 ) . (110 x 10 ) . 5
-3
-3
Fs = 51.810 x 10 N
-6
Fs = 51,81 x 10 N
-3
Jadi, gaya gesek yang dialami kelereng sebesar 51,81 x 10 N
-3
Viskositas
Tentukanlah koefisien viskositas udara apabila kecepatan terminal satu tetes air hujan
berdiameter 0,5 mm yang jatuh adalah 7,5 m/s. (Diketahui massa jenis udara = 1,3 kg/m
3
dan percepatan gravitasi Bumi = 10 m/s ).
2
Pembahasan
Diketahui:
d = 0,5 mm
25
-3
r = d/2 = 0,5/2 = 0,25 mm = 0,25 x 10 m
VT = 7,5 m/s
ρf = 1,3 kg/m
3
2
g = 10 m/s
3
ρb = 1000 kg/m
Ditanyakan: ɳ = …?
Jawaban:
= ( − )
2 r g
2
η = (ρ − ρ )
f
b
9 v r
η = 2 0,25×10 −3 (1000 − 1,3) = 73,98 × 10 Pas
−3
9 7,5
−3
Jadi, koefisien viskositas 1 tetes air hujan adalah 73,98 × 10 Pas
PERHATIKAN VIDEO BERIKUT!
26