mencerminkan interaksi antara ciri dari tubuh seseorang dan ciri dari masyarakat
tempat dia tinggal
Duramater: Lapisan paling keras dari lapisan otak setelah tulang tengkorak, yang
merupakan lapisan pembungkus otak terluar. Duramater ini memiliki membran kuat
berserat terluar yang terletak tepat di dalam tulang sebagai bagian dari meninges.
Karena otak merupakan organ vital bagi manusia dan disinilah segala proses
kehidupan berjalan, sehingga dari itu otak dijaga ketat agar tidak mengalami
kerusakan jaringan otak dan juga memerlukan beberapa lapisan yang kuat untuk
menjaganya. Dua lapisan meningeal lainnya adalah pia mater dan arachnoid mater.
Duramater mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang dan bertanggung jawab
untuk menjaga dalam cairan cerebrospinal.
Efektor: Bagian yang menanggapi rangsangan yang telah dihantarkan oleh
penghantar impuls. Efektor yang paling penting pada manusia adalah otot dan
kelenjar.
Emovere: Berasal dari bahasa Latin, yang berarti bergerak menjauh. Arti kata ini
menyiratkan bahwa kecenderungan bertindak merupakan hal mutlak dalam emosi.
Fertilization: Disebut juga (konsepsi, fekundasi, atau singami) adalah peleburan
dua gamet yang dapat berupa nukleus untuk membentuk sel tunggal (zigot) atau
peleburan nukleus. Biasanya melibatkan penggabungan sitoplasma (plasmogami)
dan penyatuan bahan nukleus (kariogami).
Godspot: Salah satu titik di dalam otak manusia yang berhubungan dengan
Tuhannya. Dengan kata lain, terdapat syaraf kecil di dalam otak manusia yang
dapat merespon dari aspek agama dan Ketuhanan. Dikatakan pula bahwa syaraf
tersebut akan menjadi lebih utuh apabila dirangsang untuk mengingat Tuhan.
Golden age: Masa emas anak yang merupakan masa penting untuk
mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangannya. Pada masa golden age,
pembentukan system saraf secara mendasar sudah terjadi. Pada masa ini, terjadi
hubungan antara sel-sel saraf. Kuantitas dan kualitas sambungan ini menentukan
kecersan balita.
Habit: Segala sesuatu yang kita lakukan secara otomatis, bahkan kita melakukannya
tanpa berpikir atau suatu aktifitas yang dilakukan terus menerus sehingga menjadi
bagian dari kita, yang sering kita sebut sebagai kebiasaan
Implus: Rangsangan atau gerak hati yang timbul dengan tiba-tiba untuk melakukan
sesuatu tanpa pertimbangan; dorongan hati
Inner changes: Perubahan-perubahan jiwa yang terjadi selama proses pembelajaran.
Berpikir konvergen: Cara berpikir fokus pada persoalan yang sedang dihadapi, dan
tidak terbiaskan oleh pendapat-pendapat subyektif yang tidak terkait dengan
persoalan tersebut.
191
Mamalian brain: Bagian otak yang dilakukan untuk berkomunikasi dan emosi.
Semua bahasa disimpan dalam bagian otak ini. Manusia adalah mamalia dan juga
hewan yang senang hidup berkelompok. Dalam kelompok komunikasi adalah
sesuatu yang utama dalam bertahan, termasuk menunjukkan emosi yang diberikan
oleh pemimpin kelompok.
Mielin: zat kaya lemak yang mengelilingi akson sel saraf untuk mengisolasi mereka
dan meningkatkan kecepatan impuls listrik (disebut potensial aksi ) dilewatkan di
sepanjang akson.
Movore: Berasal dari bahasa latin, yang artinya berarti bergerak atau to move atau
motif. motif diartikan sebagai kekuatan yang terdapat dalam diri organisme yang
mendorong untuk berbuat atau driving force. Motif sebagai pendorong sangat terikat
dengan faktor-faktor lain, yang disebut dengan motivasi.
Nature: Mengacu pada kondisi biologis seseorang yang diturunkan secara genetik.
Ini meliputi traits/sifat/ciri, kapasitas dan keterbatasan yang diturunkan secara
genetik orang tua pada saat pembuahan. Sebagian contohnya adalah postur tubuh,
warna bola mata dan penyakit turunan. Nature juga mencakup ciri seperti
kemampuan verbal atau level aktivitas fisik yang muncul setelah kematangan
perkembangan tercapai di usia tertentu.
Neuron: Merupakan satuan kerja utama dari sistem saraf yang berfungsi
menghantarkan impuls listrik yang terbentuk akibat adanya suatu stimulus
(rangsang). Jutaan sel saraf ini membentuk suatu sistem saraf.
Novelty: Unsur kebaruan atau temuan dari sebuah penelitian. Penelitian dikatakan
baik jika menemukan unsur temuan baru sehingga memiliki kontribusi baik bagi
keilmuan maupun bagi kehidupan.
Nuthfah: Tetesan air yang sangat kecil atau sejumlah kecil air. Di antara yang
berhasil mencapai sel telur tersebut, hanya satu saja yang bisa membuahi sel telur,
sebagian kecil itu disebut nutfah.
Personal behavior: Merupakan nilai kebiasaan dari manusia atau individu yang
berbeda satu dengan yang lainnya, termasuk kemampuan dan skill, personality,
persepsi pengalaman dan latar belakang
Reseptor: Molekul protein yang menerima sinyal kimia dari luar sel. Ketika sinyal
kimia semacam itu berikatan dengan reseptor, mereka menyebabkan beberapa
bentuk respons jaringan, misalnya perubahan aktivitas listrik sel. Reseptor dapat
terikat pada membran sel, sitoplasma, atau nukleus, yang masing-masing hanya
dapat dilekati oleh jenis molekul sinyal tertentu. Molekul pemberi sinyal yang
melekat pada suatu reseptor disebut ligan, yang dapat berupa suatu peptida atau
molekul kecil lain seperti neurotransmiter, hormon, obat, atau toksin.
Sensation: Fungsi alat indra dalam menerima informasi dari lingkungan sangat
penting. Melalui alat indra, menusia dapat memahami kualitas fisik lingkungannya.
Lebih dari itu, melalui alat indralah, manusia memperoleh pengetahuan dan semua
192
kemampuan untuk berinteraksi dengan dunianya. Sensasi pada dasarnya
merupakan tahap awal dalam penerimaan informasi.
Sosioemosional: Berasal dari kata sosial dan emosi. Perkembangan sosial adalah
pencapaian kematangan dalam hubungan atau interaksi sosial. Dapat juga diartikan
sebagai proses untuk menyesuaikan diri dengan norma-norma kelompok, tradisi,
dan moral agama. Sedangkan emosi merupakan faktor dominan yang
mempengaruhi tingkah laku individu. Emosi dibedakan menjadi dua, yakni emosi
positif dan emosi negatif. Emosi positif seperti perasaan senang, bergairah,
bersemangat, atau rasa ingin tahu yang tinggi. Emosi negatif seperti perasaan tidak
senang, kecewa, tidak bergairah, individu tidak dapat memusatkan perhatiannya
untuk belajar.
Transfer of training: Merupakan aplikasi yang efektif dan berkelanjutan yang
bagian dari dilatih oleh pelatih untuk keterampilan pekerjaan dan latihan.
Tujuannya agar diaplikasikan dalam suatu pekerjaan. Karena dengan mengetahui
transfer of training maka akan mengetahui bagaimana pemindahan ilmu
pengetahuan dari pendidik kepada terdidik supaya diaplikasikan secara efektif
dalam pekerjaan. Transfer of training termasuk bagian dari transfer of learning dan
transfer of thinking yang membentuk satu kesatuan menjadi transfer of meaning.
Valence: Akibat dari perilaku tertentu mempunyai nilai / martabat tertentu
(daya/nilai motivasi) bagi setiap individu yang bersangkutan. Valence merupakan
hasil dari seberapa jauh seseorang menginginkan imbalan/ signifikansi yang
dikaitkan oleh individu tentang hasil yang diharapkan.
193
INDEKS
A
Afirmasi diri, 159 Cognitif apprenticeship, 308
Amygdala, 73, 82 Cognitive, 96
Anima, 14 Conduct disorder, 147
Area asosiasi, 69 Cortex prefontalis, 79
Area asosiasi, 80 Cortex prefrontal, 68
Aspek kemampuan berpikir kreatif, Critical thinking, 166
170
Attitude dan expectation, 20
Autis, 206
BD
Babyhood, 88 Dasar biologis emosi, 140
Belajar, 270 Definisi perkembangan otak, 49
belajar bermakna, 300 Dilemma of determinism, 30
Belajar dalam pandangan B. F. Skinner, Discovery learning, 300
Dolescence, 89
271 Down syndrome, 197
Berfikir divergen, 77
Berpikir, 150 E
Berpikir kreatif, 168
Brains wired for the task, 104 Early childhood, 92
Emosi, 137
C Evaluasi, 323
Evaluasi diagnostik, 343
Cara memotivasi siswa, 254 Evaluasi Formatif, 340
Childhood, 88 Evaluasi pembelajaran, 322
Children arrested at a primitive level or Evaluasi penempatan (Placement), 345
Evaluasi sumatif, 341
socialization, 221
Children with minimum socialization F
capacit, 221 Faktor-faktor yang berkaitan dengan
Children with psychotic processes, 222 berpikir positif, 158
Ciri dan karakteristi tunadaksa, 178
Ciri dan karakteristi tunagrahita, 197 Faktor kesulitan belajar, 205
Ciri dan karakteristik tunanetra, 183 Faktor penyebab pola pikir negatif, 165
Ciri dan karakteristik tunarungu, 189 Faktor yang dapat mempengaruhi
Ciri-ciri berpikir positif, 155
Ciri-ciri khusus perilaku belajar, 248 kemandirian seseorang, 259
Ciri-ciri peserta didik mandiri, 262
194
Faktor yang dapat mempengaruhi Infancy, 88
belajar, 274, 275 Infant, 91
Infantile, 87
Faktor yang dapat Mempengaruhi Inneleben, seelischer prozess, 19
persepsi, 118 Instumentalisme, 33
Faktor yang mempengaruhi proses J
belajar, 276
Jeis-jenis perilaku, 243
Faktor-faktor yang mempengaruhi Jiwa, 13
persepsi, 119
K
Feeling, 29
Fenomenologi, 24 Karakteristik dan Perkembangan ABK,
Fine motor Skills, 96 177
Formal operasional, 100
Frame of experience, 120 Karakteristik prioritas tawaran Lewin,
Frame of reference, 119 293
Fungsi evaluasi, 329
Fungsi motivasi, 123 Karakteristik psikologis Anak
Fungsi motivasi, 135 Tunalaras, 217
Fungsi motivasi dalam belajar, 253
Fungsi penilaian diagnostik, 344 Karakteristik umum dari peseta didik
cerdas istimewa, 225
G
Kebutuhan aktualisasi diri, 316
Gangguan emosi, 145 Kebutuhan fisiologis, 314
Genital, 88 Kebutuhan kasih sayang, 315
Giftedness, 223 Kebutuhan rasa aman, 315
Gross motor, 95 Kemandirian belajar peserta didik, 258
Klasifikasi tunalaras, 218
H Konkret operasional, 100
Konsep program kelas khusus bagi
Harapan yang positif, 158
Hemisfer, 51 anak cerdas, 226
Hipotiroid kongenital, 199 Konstruktivisme, 302
Hydrocephal, 200 Kreatif, 77
Hypocampus, 82 Kreativitas, 81
Hypotalamus, 82 Kriteria autis, 210
Kriteria autis menurut ICD-10, 212
I
L
Immature, withdrawl behavior
(internalizing), 146 Laten, 88
Learning disabilities, 204
Learning disfunction, 204
Learning disorder, 204
195
Learning resources by design, 273 P
Learning resources by utilization, 273
Pemerolehan bahasa, 105
M Pemrosesan informasi, 296
Pendidikan inklusi, 231
Macam-macam evaluasi, 340 Pengertian anak berkebtuhan khusus,
Macam-macam motivasi, 133
Manfaat sumber belajar, 273 174
Manfaat tes sumatif, 342 Penyesuaian terhadap kenyataan, 161
Mediated learning, 308 Peran orang tua dalam pembentukan
Melakukan verifikasi data, 338
Menarik kesimpulan, 339 kemandirian anak, 264
Mengendalikan Emosi, 147 Perilaku belajar, 243
Mengolah dan menganalisis data, 339 Periodesasi perkembangan, 86
Menyusun rencana evaluasi hasil Perkembangan, 85
Perkembangan anak tunadaksa, 181
belajar, 337 Perkembangan bahasa, 102
Midle and late childhood, 93 Perkembangan kognitif, 98
Model pemrosesan informasi, 296 Perkembangan kognitif menurut Jean
Molekular, 23
Motivasi, 122 Piaget, 290
Motivasi Belajar, 249 Perkembangan Tunanetra, 185
Motivasi Ekstrinsik, 252 Perkembangan Tunarungu, 192
Motivasi Intrinsik, 250 Pernyataan yang tidak menilai, 161
Motor Ability, 94 Persepsi, 113
Mulyasa menjelaskan, sumber belajar, Personal behavior, 15
Pola pikir negatif individu, 164
272 Positive Thingking, 152
Posnatal, 46
N Praktikabilitas (Practicability), 336
Pranatal, 90
Negative Thingking, 162 Praoperasional, 99
Neurosains, 62 Prenatal, 88
Neurospiritual, 64 Prinsip berkesinambungan (continuity),
Neurotic behavior, 222
331
O Prinsip evaluasi pembelajaran, 331
Prinsip konstruktivisme, 307
Obyektivitas dan subyektivitas, 334 Prinsip menyeluruh (comprehensive),
Operator neurospiritual, 66
Otak besar (Cerebrum), 57 333
Otak manusia dibagi menjadi 4 bagian, Program percepatan belajar, 229
Prosedur evaluasi, 337
50 Proses dinamika emosi, 144
Proses mengkonstruksi, 305
196 Proses persepsi, 117
Psikologi multidisipliner ilmu, 18
Psikologi sosiologis, 18 Teori belajar konstruktivisme
Psycology, 12 Vygotsky, 306
Pubertas, 88
Teori belajar medan kognitif, 292
S Teori belajar medan kognitif Kurt
Sarbon (stimulus and response bond Lewin, 291
theoriy), 285 Teori belajar Thorndike, 279
Teori ERG Clayton Aldefer, 126
Self transcendence, 316 Teori harapan Vroom., 132
Sensorimotor, 99 Teori hierarki Maslow, 124
Sikap atau perilaku, 241 Teori kebutuhan David McClelland,
Single photon emission computed
128
tomograhy, 67 Teori kebutuhan John W. Atkinson, 128
Sistem limbik, 59 Teori kepribadian, 143
Sistem syaraf otonom, 75 Teori motivator-Hygiene Herzberg, 130
Slow learner, 205 Teori nativisme, 106
Social leaning, 307 Teori periferal, 143
Sumber belajar, 272 Teori sentral, 142
Teori-teori emosi, 142
T Teori-teori motivasi, 124
Terbentuknya persepsi, 116
Teknik evaluasi pembelajaran, 346 The semi-socialized child, 221
Teknik non tes, 347 Tindak lanjut hasil evaluasi, 339
Teknik tes, 346 Tujuan dan fungsi evaluasi, 327
Teori kognitivisme, 110 Tujuan humanisme, 310
Teori behavioristik, 107 Tujuan utama melakukan evaluasi, 329
Teori belajar Abraham Maslow, 310 Tunadaksa, 177
Teori Belajar behaviorisme, 277 Tunagarhita, 194
Teori belajar Carl Rogers, 317 Tunalaras, 215
Teori belajar dalam pendidikan, 277 Tunanetra, 181
Teori belajar David ausubel, 299 Tunarungu, 187
Teori belajar Gagne, 295 Tujuan dan karakteristik Pendidikan
Teori belajar humanisme, 309
Teori belajar humanistik Rogers, 319 Inklusi, 235
Teori belajar Ivan Petrovich Pavlov, 282
Teori belajar Jean Piaget, 289 U
Teori belajar Jerome S. Bruner, 294
Teori belajar kognitivisme, 288 Under achiever, 205
Teori belajar konstruktivisme, 301 Unsur yang mempengaruhi motivasi
Teori belajar konstruktivisme Jean
belajar, 254
Pieget, 304 Upaya pengembangan kemandirian
anak, 264
197
Upaya yang dapat dilakukan untuk
mengembangkan kemandirian anak,
265
Upaya yang harus dilakukan oleh guru
dalam mengembangkan
kemandirian belajar, 267
V
Vocalization zone, 154
Z
Zone of proximal development, 307
198