50 BAB IX. Membuat Balok Beton dan Teknologi Tepat Guna 9.1 Pendahuluan 9.1.1 Gambaran umum materi Materi ini membahas tentang tujuan, peralatan dan bahan yang digunakan, keselamatan kerja, prosedur pelaksanaan sampai pada gambar kerja. 9.1.2 Relevansi terhadap pengetahuan mahasiswa/bidang kerja Secara umum mempergunakan baja tulangan dalam pelaksanaan merakit atau merangkai tulangan dalam pelaksanaan membuat beton dengan bahan tambahan serta pemadatan dan pemeliharaan dan perawatan beton. 9.1.3 Learning Objective (LO) Setelah mengikuti praktek atau job ini diharapkan mahasiswa dapat menjelaskan jenis-jenis peralatan dan bahan yang digunakan, prosedur pelaksanaan dan mempraktekkan sampai pada analisis dengan baik dan benar. 9.2 Teori Job ini pekerjaannya sama halnya dengan job pembuatan blok beton penyangga namun pada job ini akan dipergunakan bahan tambahan sebagai zat additive pada beton. Job ini juga akan dibahas cara pemeliharaan dan perawatan beton. A. Bahan Tambahan Secara umum bahan tambahan dapat dibedakan menjadi dua bagian yaitu bahan tambahan bersifat kimiawi (Chimical admixture) dan bahan tambahan mineral (additive). Bahan tambahan kimia dapat dibedakan lagi menjadi tujuh tipe yaitu :
51 1. Tipe A (water-Reducing Admixtures) Adalah bahan tambah yang mengurangi air pencampur yang diperlukan untuk menghasilkan beton dengan konsistensi tertentu 2. Tipe B (Retarding Admixtures) Adalah bahan tambah yang berfungsi untuk menghambat waktu pengikatan beton. 3. Tipe C (Accelerating Admixture) Adalah bahan tambah yang berfungsi untuk mempercepat pengikatan dan pengembangan kekuatan awal beton 4. Tipe D (Water Reducing and Retarding Admixtures Adalah bahan tambah yang berfungsi ganda yaitu mengurangi jumlah air pencampur yang diperlukan untuk menghasilkan beton dengan konsistensi tertentu dan menghambat pengikatan awal. 5. Tipe E (Water Reducing and Accelerating Admixture) Adalah bahan tambah yang berfungsi ganda yaitu mengurangi jumlah air pencampur yang diperlukan untuk menghasilkan beton yang konsistensinya tertentu dan mempercepat pengikatan awal. 6. Tipe F (Water Recuding, Hight Range Admixture) Adalah bahan tambah yang berfungsi untuk mengurangi jumlah air pencampur yang diperlukan untuk menghasilkan beton dengan konsistensi tertentu, sebanyak 12 % atau lebih. 7. Tipe G (Water Recuding, Hight Range Retarding Admixture) Adalah bahan tambah yang berfungsi untuk mengurangi jumlah air pencampur yang diperlukan untuk menghasilkan beton
52 dengan konsistensi tertentu, sebanyak 12 % atau lebih dan juga untuk menghambat pengikatan beton. Sedangkan untuk bahan tambahan mineral dimaksudkan untuk memperbaiki kinerja beton. Beberapa keuntungannya adalah : - Memperbaiki kinerja workability - Mengurangi panas hidrasi - Mengurangi biaya pekerjaan beton - Mempertinggi daya tahan terhadap serangan reaksi alkali-silika - Mempertinggi daya tahan terhadap serangan sulfat - Mempertinggi usia beton - Mempertinggi kekuatan tekan beton - Mempertinggi keawetan beton - Mengurangi penyusutan - Mengurangi porositas dan daya serap air dalam beton B. Pemadatan Beton a. Beton harus dipadatkan dengan mesin penggetar di dalam yang disetujui, apabila diperlukan dilengkapi dengan pemampatan adukan beton. b. Pemadatan manual hanya diizinkan jika disetujui oleh Direksi Teknik dan terdiri dari pemadatan tumbuk (cerucuk) di dalam campuran beton dengan tongkat pemadat, bersama-sama dengan pemukulan yang menerus sisi luar cetakan. c. Pemadatan dengan penggetar dan pemadat tumbuk (cerucuk) harus dibatasi sampai waktu yang diperlukan untuk menghasilkan pemadatan yang memuaskan tanpa menyebabkan segregasi bahan-bahan.
53 d. Penggetar di dalam harus dilaksanakan dengan memasukkan batang penggetar ke dalam beton cor yang masih segar, bebas penulangan. Alat penggetar harus dimasukkan kedalam campuran beton sejajar dengan sumbu memanjang, dan digetar selama 30 detik pada setiap lokasi berjarak masingmasing 45 cm (lihat PBI 1971). e. Jumlah penggetar yang diperlukan harus ditentukan dengan volume beton yang di-cor setiap jam, dengan persyaratan minimum dua penggetar untuk beton empat meter kubik. C. Perawatan Beton a. Dimulai segera setelah pengecoran, beton harus dilindungi terhadap hujan lebat, panas matahari, atau setiap kerusakan fisik yang dapat menggeser beton tersebut. b. Untuk menjamin pengerasan dan hidrasi, beton harus dirawat dengan menutup dengan pasir basah, anyaman atau selimut rawatan yang harus direndam dengan air untuk satu jangka waktu paling sedikit 3 hari dan kemudian dirawat dalam keadaan lembab untuk 4 hari berikutnya. c. Cetakan yang terpasang harus dijaga tetap basah. 9.3 Pelaksanaan Praktek Tujuan Setelah akhir pelajaran mahasiswa diharapkan : 1. Agar dapat mengaduk beton dengan menggunakan mesin pengaduk atau secara manual. 2. Agar dapat menggunakan peralatan slump tes,untuk memeriksa konsistensi dari pada beton. 3. Agar dapat membuat benda uji kuat tekan beton. 4. Agar dapat memadat beton dengan menggunakan vibrator. 5. Agar dapat melakukan cara merawat beton yang benar.
54 Petunjuk 1. Balok beton yang akan dibuat,menggunakan jaringan tulangan balok. 2.Banyak benda uji kuat tekan beton yang akan dibuat adalah 1. (satu) buah untuk masing-masing jenis a. Kubus 15x15xl5 cm. 3.Baca dan pelajari lembaran kerja dengan seksama. 4.Ikuti petunjuk instruktur.
55 7.3.1 Gambar Kerja (Job Sheet)
56 9.3.2 Langkah Pengerjaan 1 Masukkan jaringan tulangan balok kedalam bekisting. 2 Ikat beton deking sebanyak 4 buah setiap 1 m2 pada jaringan tulangan balok. 3 Periksa keadaan vibrator,untuk mengetahui ,apakah vibrator tersebut masih dalam keadaan baik. Perhatian ! Pengecekan dilakukan dengan menjalankannya sebentar. 4 Periksa kedudukan bekisting dan bersihkan bekisting dari kotorankotoran yang terdapat didalamnya. 5 Aduk beton hingga merata pencampuran bahannya.bersamaan dengan itu jalankan vibrator. Periksa konsistensi aduk dan buat benda uji kuat tekan beton.
57 Perhatian ! Untuk memudahkan pembukaan benda uji nantinya maka terlebih dahulu cetakan disapu dengan minyak pelumas. 6 Basahi bekisting dengan menyiraminya menggunakan air. 7 Masukkan adukan beton kedalam bekisting. 8 Masukkan bahan tambahan yang akan digunakan sesuai takaran. 9 Padatkan adukan beton menggunakan vibrator. 10Ratakan permukaan beton dengan menggunakan jidar dan ruskam. 11Biarkan sejenak hingga pada permukaan beton tidak nampak genangan air. 12Siram bekisting berikut beton dengan air. 9.4 Peralatan Bantu Kerja Peralatan 1 Mesin pengaduk 2 Palu 3 Ruskam 4 Kain lap 5 Cetakan benda uji 6 Ember 7 Vibrator 8 Alat slump test 9 Jidar 10 Kuas 11 Waterpas 12 Sekop 13 Pacul
58 Bahan 1 Semen 2 Air 3 Pasir 4 Minyak pelumas 5 Kerikil 9.5 Keselamatan Kerja 1. Berdoalah sebelum melaksanakan praktek 2. Hati-hati dan pusatkan perhatian pada pekerjaan. 3. Pergunakan peralatan sesuai dengan fungsinya. . 4. Pakailah pakaian kerja lengkap.
59 DAFTAR PUSTAKA 1. Concrete I, Jurusan Teknik Sipil. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Proyek Pengembangan Pendidikan Politeknik Pusat Pengembangan Pendidikan Politeknik. 2. Ir.Tri Mulyono MT, Teknologi Beton 2005. 3. Tri Rochadi, dkk. Pengujian Bahan Bangunan 2. Pusat Pengembangan Pendidikan Politeknik Direktorat Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Bandung 1996. 4. Yanto Irwan, Panduan Membangun Rumah, 2007