Kumpulan Materi
KIE Pendampingan
Pencegahan Stunting
Panduan ini dibuat untuk memenuhi tugas
Latihan Fungsional Dasar bagi Penyuluh Keluarga
Berencana tahun 2022
Ridha Auliya Haq, S.KM
Perwakilan BKKBN Jawa Timur
Pengertian Stunting
Stunting adalah kekurangan gizi pada
bayi di 1000 Hari Pertama Kehidupan
yang berlangsung lama dan
menyebabkan terhambatnya
perkembangan otak serta tumbuh
kembang anak
1000 Hari Pertama Kehidupan
terhitung dimulai sejak bertemunya
sel telur dengan sperma sampai anak
usia dua tahun
Selanjutnya
Akibat Stunting
Terjadi hambatan dalam
perkembangan fisik
Terjadi penurunan fungsi
kognitif dan sulit berprestasi
Mudah terkena penyakit
infeksi dan beresiko
terkena penyakit kronis
serta penyakit degeneratif
Kepercayaan diri menurun
Selanjutnya
Sasaran
Pencegahan Stunting
Pilih salah satu gambar
Calon Pengantin Ibu Hamil
Ibu Pasca Salin Baduta-Balita
Klik salah satu materi untuk KIE
pendampingan Catin!
ELSIMIL
PENCEGAHAN
STUNTING PADA
CATIN
ALAT KONTRASEPSI
Selanjutnya
Selanjutnya
Pencegahan Stunting
pada Catin
Setiap catin harus mengecek Kesehatan sekaligus
memeriksa status gizi di fasilitas Kesehatan terdekat
supaya bisa melahirkan generasi bebas stunting.
Catin yang beresiko melahirkan anak stunting jika:
• Status gizi yang buruk
dapat diketahui melalui
pengukuran Lingkar Lengan
Atas (LILA) dan Indeks
Massa Tubuh (IMT).
• Catin Wanita dengan
kondisi empat terlalu (4T)
yaitu menikah terlalu muda,
terlalu tua, memiliki terlalu
banyak anak dan memiliki
anak dengan usia terlalu
dekat.
• Catin Wanita yang anemia.
• Catin yang merokok.
Klik salah satu resiko sesuai kondisi catin!
Selanjutnya
Status Gizi yang Buruk
Setelah menikah, banyak calon pengantin yang berharap
bisa langsung dikaruniai keturunan. Agar bisa melahirkan
generasi penerus yang sehat, calon pengantin wanita harus
memantau ukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) serta indeks
masa tubuhnya (IMT).
Pengukuran LILA dilakukan untuk mengetahui risiko
Kurang Energi Kronik (KEK) atau kekurangan gizi
berkepanjangan pada catin wanita. Jika kekurangan gizi,
maka tidak akan bisa memenuhi kebutuhan gizi janin.
LILA normal untuk dewasa dengan usia >17 tahun
adalah ≥ 23,5 cm.
Catin wanita yang terlalu kurus berisiko tidak mampu
mencukupi gizi bagi janin yang dikandungnya kelak.
Gemuk atau kurusnya seseorang ditentukan dari Indeks
Massa Tubuh (IMT). IMT dapat diukur dengan cara berat
badan (kg) dibagi tinggi badan (m2). Klasifikasi IMT dari
hasil perhitungan yang diperoleh yakni:
- Sangat kurus : <17
- Kurus: 17- <18,5
- Normal: 18,5-25
- Gemuk: >25-27
- Obesitas: >27
Jika LILA dan IMT belum memenuhi standar Kesehatan
maka segera konsultasi ke tenaga Kesehatan, penuhi
pola makan gizi seimbang dan lakukan kebiasaan-
kebiasaan baik lainnya.
Selanjutnya
Catin Wanita dengan
Kondisi 4T
Menurut BKKBN usia ideal menikah untuk Wanita adalah 21
tahun dan pria 25 tahun. Kehamilan yang terjadi dalam
kondisi 4T akan mengakibatkan beberapa risiko.
Terlalu Muda misalnya ibu hamil pertama usia kurang dari
21 tahun secara fisik kondisi rahim dan panggul belum
berkembang secara optimal. Hal ini menjadi resiko
terjadinya kanker.
Terlalu Tua misalnya ibu hamil pertama pada usia kurang
lebih 35 tahun dapat menyebabkan kematian pada ibu dan
bayinya.
Terlalu Rapat yang dimaksud di sini jarak antara kehamilan
pertama dengan berikutnya kurang dari 2 tahun yang
menyebabkan dapat menghambat proses persalinan seperti
gangguan kekuatan kontraksi, kelainan letak, dan posisi
janin.
Terlalu Banyak Anak misalnya ibu pernah hamil dan
melahirkan lebih dari 2 kali yang menyebabkan dapat
menghambat proses persalinan, seperti gangguan
kontraksi, kelainan letak dan posisi janin, dan perdarahan
pasca persalinan.
Jika Catin dalam kondisi 4T maka dapat menggunakan
kontrasepsi terlebih dahulu dengan pilihan kondom, pil
atau suntik untuk menunda kehamilan. Jika catin terlalu
muda sudah mencapai 21 tahun, pasangan sudah bisa
memulai program kehamilan.
Selanjutnya
Catin Wanita yang
Anemia
Hb atau Hemoglobin adalah kadar protein dalam sel
darah merah. Disebut Anemia jika kadar Hb dalam
darah bernilai kurang dari 12 mg/dL.
Harap diingat, anemia tidak sama dengan darah rendah.
Seseorang dengan anemia umumnya akan cepat
mengalami 5L (Letih, Lesu, Lemah, Lelah dan Lunglai)
serta lebih sering pusing dan mata berkunang-kunang.
Wanita hamil masuk kategori anemila apabila kadar Hb
dalam darahnya kurang dari < 11 mg/dL.
Kondisi anemia pada masa kehamilan bisa memicu
risiko melahirkan anak stunting dan berbagai risiko lain
berikut ini:
· Pertumbuhan janin terhambat
· Bayi berat lahir rendah (BBLR)
· Bayi lahir sebelum waktunya (prematur)
· Bayi mengalami kelainan bawaan
· Anemia pada bayi yang dilahirkan
· Risiko perdarahan saat melahirkan
Selanjutnya
Catin yang Merokok
Rokok dapat meningkatkan risiko stunting melalui dua
cara:
1. Dalam hal kesehatan, asap rokok dapat menganggu
proses penyerapan gizi pada anak, serta ibu hamil yang
terpapar asap rokok memiliki risiko bayi yang lahir
prematur dan memiliki berat badan kurang (BBLR).
2. Merokok membebani ekonomi keluarga dimana
perilaku belanja rokok membuat orang tua mengurangi
jatah belanja makanan bergizi, biaya kesehatan,
pendidikan, dll.
Jadi, jika berhenti membeli rokok, kesempatan
keluarga untuk belanja makanan bergizi menjadi lebih
besar.
Selanjutnya
Selanjutnya
Klik salah satu materi untuk KIE
pendampingan Ibu Hamil!
TIGA TAHAPAN ASI
ASUPAN YANG
HARUS DIPENUHI
SAAT HAMIL
PERILAKU IBU
HAMIL DAN
MENYUSUI YANG
KADANG KELIRU
ALAT KONTRASEPSI
Selanjutnya
Tiga Tahapan
ASI
Asi diberikan kepada anak dari usia
0-2 tahun. Saat masa pemberian ASI
nutrisi Ibu juga harus optimal karena
berpengaruh pada kualitas ASI yang
diproduksi
Pelekatan bayi untuk mendapatkan ASI
pertamanya dalam kurun waktu 1 jam setelah
melahirkan.
“JANGAN LUPA JIKA ASI PERTAMA
(KOLOSTRUM) BESAR KHASIATNYA”
Cukup memberikan ASI saja bagi bayi usia
0-6 bulan. Bahkan air putih, madu, dan
susu formula tidak boleh.
Melanjutkan pembersian ASI ditambah
makanan pendamping ASI secara bertahap
sampai bayi berusia 24 bulan atau 2 tahun.
Bubur kental: 6-9 bulan
Makanan cincang & tim: 9-12 bulan
Makanan keluarga: 12-24 bulan
PEMBERIAN MAKANAN AKTIF
Sabar dan dorong anak untuk makan lebih banyak
tapi jangan memaksa. Ingat jika membei makan anak
adalah proses belajar dan mencintai.
Selanjutnya
Asupan yang Harus Dipenuhi
saat Hamil
PROTEIN
Protein hewani seperti ayam,
ikan, telur dan daging minimal
2 varian protein hewani setiap
harinya
Protein nabati seperti tahu dan
tempe
KALSIUM ZAT BESI
Susu dan Daging
produk susu Merah
lainnya seperti
keju atau MULTIMIKRO
NUTRIEN
yogurt Vitamin
A,D,C,D,E, xink,
asam folat dan
mineral, sayuran
dan buah
Selanjutnya
Perilaku Ibu Hamil dan
Menyusui yang Kadang Keliru
Tidak paham soal stunting.
Merasa bahwa kehamilan adalah kondisi
biasa saja sehingga tidak memperbaiki pola
makannya.
Menganggap anaknya jika sekedar kenyang
maka kebutuhan gizi sudah terpenuhi.
Menghindari makanan yang dianggap mitos,
akhirnya kekurangan zat yang dibutuhkan.
Tidak memperhatikan konsumsi gizi bagi diri
dan bayinya.
Menganggap bahwa makan saat hamil
diperuntukkan bagi dua orang, akibatnya
hanya nasi yang di tambah.
Tidak meyakini bahwa stunting bisa terjadi
akibat pola makan yang salah sehingga tidak
mencegah sejak awal.
Saat melahirkan tidak melakukan Inisiasi
Menyusui Dini (IMD).
Selanjutnya
Selanjutnya
Klik salah satu materi untuk KIE
pendampingan Ibu Pasca Persalinan!
TIGA TAHAPAN ASI
TUMBUH KEMBANG
ANAK
POLA
PENGASUHAN
ANAK
ALAT KONTRASEPSI
Selanjutnya
Tiga Tahapan
ASI
Asi diberikan kepada anak dari usia
0-2 tahun. Saat masa pemberian ASI
nutrisi Ibu juga harus optimal karena
berpengaruh pada kualitas ASI yang
diproduksi
Pelekatan bayi untuk mendapatkan ASI
pertamanya dalam kurun waktu 1 jam setelah
melahirkan.
“JANGAN LUPA JIKA ASI PERTAMA
(KOLOSTRUM) BESAR KHASIATNYA”
Cukup memberikan ASI saja bagi bayi usia
0-6 bulan. Bahkan air putih, madu, dan
susu formula tidak boleh.
Melanjutkan pembersian ASI ditambah
makanan pendamping ASI secara bertahap
sampai bayi berusia 24 bulan atau 2 tahun.
Bubur kental: 6-9 bulan
Makanan cincang & tim: 9-12 bulan
Makanan keluarga: 12-24 bulan
PEMBERIAN MAKANAN AKTIF
Sabar dan dorong anak untuk makan lebih banyak
tapi jangan memaksa. Ingat jika membei makan anak
adalah proses belajar dan mencintai.
Selanjutnya
Tumbuh Kembang Anak
Deteksi dini tumbuh kembang anak adalah pemeriksaan
untuk menemukan secara dini penyimpangan pertumbuhan,
perkembangan serta mental sehingga intervensi dapat
dilakukan lebih cepat dan tepat.
Tanda Anak Sehat:
1. Berat badan naik sesuai garis pertumbuhan
2. Anak bertambah tinggi
3. Perkembangan bertambah sesuai umur
4. Jarang sakit
Cara-cara Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak
1. Memberi makanan bergizi seimbang sesuai usia
2. Memberi stimulus tumbuh kembang pada anak
3. Melakukan imunisasi tepat waktu
4. Memantau pertumbuhan anak secara teratur di
Posyandu menggunakan Kartu Menuju Sehat (KMS)
5. Memantau perkembangan anak secara teratur di Bina
Keluarga Balita (BKB) menggunakan Kartu Kembang
Anak (KKA)
6. Berikan penanganan dini yang tepat saat anak sakit.
Jika sakit bertambah parah segera hubungi petugas
medis
7. Menjaga kebersihan
8. Berikan perhatian dan kasih saying yang cukup pada
anak
Selanjutnya
Pola Pengasuhan Anak
Pengasuhan yang dilakukan dengan penuh
kasih sayang kepada anak dan
megedepankan kepentingan anak agar
tercipta hubungan yang hangat antara anak
dengan orang tua
Manfaat Pola Pengasuhan Positif
1. Mengoptimalkan tumbuh kembang anak
2. Mendeteksi kelainan pada tumbuh
kembang
3. Meningkatkan kualitas interaksi anak
dengan orang tua
4. Mencegah anak dari perilaku
menyimpang “POLA ASUH AYAH DAN IBU HARUS
SALING MENDUKUNG DEMI TUMBUH
KEMBANG ANAK”
- Peran ayah bermanfaat untuk
perkembangananak, membentuk ikatan
yang kuat
- Pola asuh ibu mempengaruhi hubungan
dengan lawan jenis, orientasi
seksualitas dan kemampuan bersaing
saat dewasa
Jenis Pola Asuh
❖ Otoriter: Orangtua menjadi yang menentukan semua hal
menyakut anaknya.
❖ Permisif: Pola auh yang memungkinkan orang tua
mengikuti setiap kemauan anak.
❖ Abai: Orang tua bersikap cuek dan tidak memperhatikan
perkembangan anaknya.
❖ Demokratis: Bentuk pola asuh paling ideal. Perpaduan
antara otoriter dan permisif. Orang tua melibatkan anak
untuk memutuskan mana yang tepat diwaktu yang
tepat.
Selanjutnya
Selanjutnya
Klik salah satu materi untuk KIE
pendampingan Baduta-balita!
TUMBUH KEMBANG
ANAK
POLA
PENGASUHAN
ANAK
Selanjutnya
Tumbuh Kembang Anak
Deteksi dini tumbuh kembang anak adalah pemeriksaan
untuk menemukan secara dini penyimpangan pertumbuhan,
perkembangan serta mental sehingga intervensi dapat
dilakukan lebih cepat dan tepat.
Tanda Anak Sehat:
1. Berat badan naik sesuai garis pertumbuhan
2. Anak bertambah tinggi
3. Perkembangan bertambah sesuai umur
4. Jarang sakit
Cara-cara Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak
1. Memberi makanan bergizi seimbang sesuai usia
2. Memberi stimulus tumbuh kembang pada anak
3. Melakukan imunisasi tepat waktu
4. Memantau pertumbuhan anak secara teratur di
Posyandu menggunakan Kartu Menuju Sehat (KMS)
5. Memantau perkembangan anak secara teratur di Bina
Keluarga Balita (BKB) menggunakan Kartu Kembang
Anak (KKA)
6. Berikan penanganan dini yang tepat saat anak sakit.
Jika sakit bertambah parah segera hubungi petugas
medis
7. Menjaga kebersihan
8. Berikan perhatian dan kasih saying yang cukup pada
anak
Selanjutnya
Pola Pengasuhan Anak
Pengasuhan yang dilakukan dengan penuh
kasih sayang kepada anak dan
megedepankan kepentingan anak agar
tercipta hubungan yang hangat antara anak
dengan orang tua
Manfaat Pola Pengasuhan Positif
1. Mengoptimalkan tumbuh kembang anak
2. Mendeteksi kelainan pada tumbuh
kembang
3. Meningkatkan kualitas interaksi anak
dengan orang tua
4. Mencegah anak dari perilaku
menyimpang “POLA ASUH AYAH DAN IBU HARUS
SALING MENDUKUNG DEMI TUMBUH
KEMBANG ANAK”
- Peran ayah bermanfaat untuk
perkembangananak, membentuk ikatan
yang kuat
- Pola asuh ibu mempengaruhi hubungan
dengan lawan jenis, orientasi
seksualitas dan kemampuan bersaing
saat dewasa
Jenis Pola Asuh
❖ Otoriter: Orangtua menjadi yang menentukan semua hal
menyakut anaknya.
❖ Permisif: Pola auh yang memungkinkan orang tua
mengikuti setiap kemauan anak.
❖ Abai: Orang tua bersikap cuek dan tidak memperhatikan
perkembangan anaknya.
❖ Demokratis: Bentuk pola asuh paling ideal. Perpaduan
antara otoriter dan permisif. Orang tua melibatkan anak
untuk memutuskan mana yang tepat diwaktu yang
tepat.
Selanjutnya
"Periode 1.000 HPK sangat penting dan menjadi
prioritas utama, dimulai 270 hari masa
kehamilan hingga 730 hari setelah lahir.
Peran Keluarga harus dioptimalkan sebagai pelopor
dalam pencegahan Stunting melalui pemberian makanan
dengan benar, memberi ASI dan MPASI secara tepat,
meningkatkan imunitas melalui asupan gizi yang baik,
serta penerpan pola hidup sehat"
Dr. (H.C) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K)
Kepala BKKBN