2020
LUMUT
(BRYOPHYTA)
AULIA RAHMI
(180101110232)
Page |1
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena
dapat terselesaikannya modul “Lumut (Bryophyata)”. Modul ini bertujuan
untuk membantu siswa SMA/MA/Sederajat dalam memahami tumbuhan
lumut. Saya berharap bahwa modul ini juga dapat menambah referensi bagi
siswa SMA/MA/Sederajat dalam pembelajran Biologi.
Dalam modul ini memuat tentang uraian materi-materi yang
berkaitan dengan “Tumbuhan Lumut”. Selain itu untuk memudahkan
pemahaman juga terdapat rangkuman. Saya juga menyisipkan gambar-
gambar terkait dengan tumbuhan lumut ini serta info-info tentang lumut yang
berkaitan dengan materi. Saya berusaha menyusun modul “Lumut
(Bryophyta)” ini sesuai dengan kebutuhan siswa dan guru sehingga dapat
terjadi kegiatan belajar mengajar yang lebih komunikatif dan optimal.
Akhirnya, saya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang
telah membantu dalam penyusunan modul ini, semoga dapat memberikan
andil dalam kemajuan siswa untuk mempelajari Biologi. Saya menyadari
bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan modul ini. Untuk itu, kritik
dan saran bagi kesempurnaan modul ini sangat saya harapkan. Semoga
modul ini dapat memberikan manfaat bagi pembentukan pengetahuan dan
hasil belajar siswa bisa di aplikasikan dalam kehidupan sehari – hari.
Banjarmasin, 20 November 2020
PENULIS
1
Page |2
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .................................................................................................... 1
DAFTAR ISI .................................................................................................................. 2
DAFTAR INFORMASI GAMBAR ................................................................................ 3
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang .......................................................................................... 4
B. Deskripsi Singkat ........................................................................................ 4
C. Tujuan Pembelajaran ............................................................................... 4
MATERI POKOK
A. Pengertian Lumut...................................................................................... 5
B. Ciri-ciri Lumut.............................................................................................. 6
C. Struktur Tubuh Lumut ................................................................................ 7
D. Klasifikasi Lumut ......................................................................................... 8
E. Reproduksi Lumut.................................................................................... 11
F. Siklus Metagenesis Lumut ...................................................................... 12
G. Manfaat Lumut........................................................................................ 13
PENUTUP
A. Rangkuman ............................................................................................. 15
B. Latihan ...................................................................................................... 15
C. Kunci jawaban Soal Latihan ................................................................. 17
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................... 18
2
Page |3
DAFTAR INFORMASI GAMBAR
Gambar 1. Struktur Tubuh Tumbuhan Lumut (Bryophyta) ................................ 7
Gambar 2. Lumut Daun (Musci)............................................................................ 8
Gambar 3. Lumut Hati (Hepaticae) ..................................................................... 9
Gambar 4. Lumut Tanduk (Anthocerotaceae)................................................ 10
Gambar 5. Siklus Metagenesis Tumbuhan Lumut (Bryophyta) ...................... 12
3
Page |4
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Lumut adalah tumbuhan kecil yang sering kita lihat menempel di
pepohonan, bebatuan atau di atas tanah. Umumnya lumut berwarna hijau
dengan bulu-bulu halus yang terdapat disetiap bagian tumbuhnya. Sebagian
orang mungkin menganggap tumbuhan lumut sebagai tumbuhan penggangu
yang tidak berguna mengingat tumbuhnya sering di tempat-tempat yang tidak
layak. Padahal sadar atau tidak ternyata manfaat tumbuhan lumut cukup
banyak baik bagi tumbuhan lain, lingkungan di sekitarnya, bahkan untuk
manusia khususnya untuk pengobatan.
Biasanya tumbuhan lumut ini tumbuh lebih dulu di suatu tempat
sebelum tumbuhan lain mampu tumbuh di area tersebut, itu sebabnya lumut
disebut tumbuhan pelopor. Lumut yang berukuran kecil ini hidup dengan
membentuk koloni dan dapat menjangkau area yang cukup luas. Manfaat
tumbuhan lumut yang sudah mati adalah sebagai unsur hara dan pupuk bagi
tumbuhan lain disekitarnya termasuk untuk lumut yang masih hidup.
Banyak sekali jenis tumbuhan lumut di dunia, terdapat sekitar 4.000
spesies tumbuhan lumut (termasuk lumut hati), 3.000 di antaranya tumbuh di
Indonesia. Dalam ekosistem tumbuhan lumut berperan sebagai penyimpan air,
dan sebagai penyerap polutan. Disamping itu tumbuhan lumut dapat hidup di
wilayah-wilayah dimana tumbuhan lain tidak tumbuh.
B. DESKRIPSI SINGKAT
Dalam modul ini kamu akan diajak mengenal berbagai ciri dan
macam organisme lumut dan mendiskripsikan berbagai jenis serta
manfaatnya bagi kehidupan. Dalam modul ini juga dilengkapi dengan
rangkuman dan latihan. Dan juga terdapat kunci jawaban dari soal-soal
yang ada untuk mengukur pemahaman kalian.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah membaca modul pembelajaran ini peserta didik
diharapkan dapat:
1. Memahami apa yang dimaksud dengan tumbuhan lumut.
2. Mengetahui klasifikasi tumbuhan lumut.
3. Menjelaskan metagenesis tumbuhan lumut.
4. Menyebutkan manfaat tumbuhan lumut.
4
Page |5
MATERI POKOK
A. Pengertian Tumbuhan Lumut (Bryophyta)
Lumut merupakan kelompok tumbuhan yang telah beradaptasi
dengan lingkungan darat. Kelompok tumbuhan ini penyebarannya
menggunakan spora dan telah mendiami bumi semenjak kurang lebih
350 juta tahun yang lalu. Pada masa sekarang ini Bryophyta dapat
ditemukan disemua habitat kecuali di laut (Gradstein,2003).
Dalam skala evolusi lumut berada diantara ganggang hijau dan
tumbuhan berpembuluh (tumbuhan paku dan tumbuhan berbiji).
Persamaan antara ketiga tumbuhan tersebut adalah ketiganya
mempunyai pigmen fotosintesis berupa klorofil A dan B, dan pati
sebagai cadangan makanan utama (Hasan dan Ariyanti, 2004).
Perbedaan mendasar antara ganggang dengan lumut dan
tumbuhan berpembuluh telah beradaptasi dengan lingkungan darat
yang kering dengan mempunyai organ reproduksi (gametangium dan
sporangium), selalu terdiri dari banyak sel (multiselluler) dan
dilindungi oleh lapisan sel-sel mandul, zigotnya berkembang menjadi
embrio dan tetap tinggal di dalam gametangium betina. Oleh karena
itu lumut dan tumbuhan berpembuluh pada umumnya merupakan
tumbuhan darat tidak seperti ganggang yang kebanyakan aquatik
(Tjitrosoepomo, 1989).
Lumut dapat dibedakan dari tumbuhan berpembuluh terutama
karena lumut (kecuali Polytrichales) tidak mempunyai sistem
pengangkut air dan makanan. Selain itu lumut tidak mempunyai akar
sejati, lumut melekat pada substrat dengan menggunakan rhizoid.
Siklus hidup lumut dan tumbuhan berpembuluh juga berbeda (Hasan
dan Ariyanti, 2004).
Pada tumbuhan berpembuluh, tumbuhan sesungguhnya di alam
merupakan generasi aseksual (sporofit), sedangkan generasi
gametofitnya sangat tereduksi. Sebaliknya pada lumut, tumbuhan
sesungguhnya merupakan generasi seksual (gametofit). Sporofit
lumut sangat tereduksi dan selama perkembangannya melekat dan
tergantung pada gametofit (Polunin, 1990).
5
Page |6
B. Ciri-Ciri Tumbuhan Lumut (Bryophyta) Secara Umum
1. Dapat berfotosintesis, merupakan tumbuhan yang eukariotik dan
multiseluler
2. Tidak memiliki akar, batang, dan daun sejati (talu)
3. Struktur tubuhnya masih sederhana sehingga tidak memiliki
berkas pembuluh angkut (xylem dan floem)
4. Lumut umumnya merupakan tumbuhan kecil, biasanya hanya
beberapa mm sampai beberapa cm saja.
5. Ukuran tinggi tubuh ± 20 cm.
6. Mengalami pergiliran keturunan dari gametofit ke sporofit yang
disebut metagenesis
7. Reproduksi secara seksual dan aseksual (spora)
8. Habitatnya di berbagai tempat, yang hidup pada daun-daun
disebut sebagai epifit (organism yang hidup menempel pada
tumbuhan lain). jika pada hutan banyak pohon epifit maka hutan
demikian disebut hutan lumut.
9. Tumbuhan lumut berwarna hijau karena mempunyai plastida yang
menghasilkan klorofil a dan b sehingga lumut bersifat autotrof.
Tumbuhan lumut merupakan bentuk peralihan antara tumbuhan
bertalus (talofita) dengan tumbuhan berkormus (kormofita).
Karena tumbuhan lumut belum memiliki akar sejati.
10. Lumut melekat dengan perantaraan rhizoid (akar semu). Rizoid
berbentuk seperti benang /rambut untuk melekat pada tempat
tumbuhnya dan menyerap air dan garam-garam mineral.
11. Dinding sel lumut terdiri dari selulosa
12. Spora lumut tumbuh dan berkembang menjadi protonema
(filament yang berwarna hijau)
13. Kromosom tumbuhan lumut bersifat haploid.
14. Batang dan daun tegak pada lumut memiliki susunan yang
berbeda.
15. Lapisan lumut yang tebal dipermukaan batang dapat membantu
menangkap dan menyimpan air serta menjaga kelembaban hutan.
6
Page |7
C. Struktur Tubuh Tumbuhan Lumut (Bryophyta)
Gambar 1. Struktur Tubuh Tumbuhan Lumut (Bryophyta)
Bryophyta memiliki struktur tubuh sebagai berikut:
1. Sel – sel penyusun tubuhnya telah memiliki dinding sel yang
terdiri dari selulosa.
2. Pada semua tumbuhan yang tergolong lumut terdapat persamaan
bentuk susunan gametangiumnya (anteredium maupun
arkegonium) terutama susunan arkegoniumnya, mempunyai
susunan yang khas yang sering kita jumpai pada tumbuhan paku
(pteridophyta).
3. Batang dan daun pada tumbuhan lumut yang tegak memiliki
susunan yang berbeda-beda, jika batangnya dilihat secara
melintang tampak bagian-bagian sebagai berikut: a) Selapis sel
kulit, beberapa sel diantaranya memanjang membentuk rizoid –
rizoid epidermis. b) Lapisan kulit dalam yang tersusun atas
beberapa lapisan sel dinamakan korteks. c) Silinder pusat terdiri
dari sel-sel parenkimatik yang memanjang dan berguna untuk
mengangkut air dan garam-garam mineral (makanan). Jadi pada
tumbuhan lumut belum terdapat floem maupun xylem.
4. Daun lumut umumnya setebal satu lapis sel, kecuali ibu tulang
daun, lebih dari satu lapis sel. Sel–sel daun kecil , sempit panjang
dan mengandung kloroplas yang tersusun seperti jala.
5. Pada tumbuhan lumut hanya terdapat pertumbuhan memanjang
dan tidak ada pertumbuhan membesar.
6. Rizoid tampak seperti rambut / benang-benang , berfungsi
sebagai akar untuk melekat pada tempat tumbuhnya dan
menyerap air serta garam-garam mineral (makanan).
7
Page |8
7. Struktur sporofit (sporogonium) tubuh lumut terdiri atas:
Vaginula Kaki yang diselubungi sisa dinding
Seta atau Tangki
Apofisis arkegonium.
Kaliptra atau Tudung Tangkai pada tumbuhan lumut
Kolumela Ujung seta yang agak melebar
yang merupakan peralihan antara
seta dan kotak spora
Berasal dari dinding arkegonium
sebelah atas menjadi tudung
kotak spora.
Jaringan yang tidak ikut
mengambil bagian dalam
pembentukan spor
D. Klasifikasi Tumbuhan Lumut (Bryophyta)
Divisio tumbuhan lumut dibagi menjadi beberapa kelas, yaitu:
1. Musci (Lumut Daun)
Gambar 2. Lumut Daun (Musci)
Disebut lumut daun karena pada jenis lumut ini telah
ditemukan daun meskipun ukurannya masih kecil. Lumut daun
merupakan jenis lumut yang banyak dijumpai sehingga paling
banyak dikenal. Contoh-contoh spesiesnya adalah Polytrichum
juniperinum, Furaria, Pogonatum cirratum, dan Sphagnum.
Ciri-ciri Lumut Daun adalah sebagai beikut:
a. Memiliki struktur tubuh yang mirip batang, daun dan akar
(Rhizoid) tapi tak memiliki sel/jaringan seperti pada
tumbuhan tingkat tinggi.
b. Spora terdiri dari dua lapisan yaitu endospore dan
eksospora.
8
Page |9
c. Kumpulannya membentuk hamparan hijau yang luasdan
memiliki sifat seperti karet busa sehingga mampu menyerap
dan menahan air.
d. Mudah ditemukan (permukaan tanah, batu-batuan, kulit
pohon dan ditembok).
e. Gametofitnya terbagi menjadi dua tingkatan yaitu
protonema (bertalus, berbentuk benang) dan gametofora
(berupa tumbuhan lumut).
2. Hepaticae (Lumut Hati)
Gambar 3. Lumut Hati (Hepaticae)
Lumut hati atau Hepaticae dapat bereproduksi secara
seksual dengan peleburan gamet jantan dan betina, secara
aseksual dengan pembentukan gemmae. Lumut hati tubunya
terbagi menjadi dua lobus, sehingga tampak seperti lobus pada
hati. lumut hati mencakup sekitar 6.500 spesies. Bentuk
gametofit pada lumut tersusun dari struktur yang membentuk
hati pipih yang disebut dengan talus yang tidak terdiferensiasi
menjadi akar, batang dan daun. Dalam sporangium tumbuhan
lumut hati terdapat elatera (sel yang berbentuk gulungan) yang
akan terlepas saat kapsul terbuka dan membantu memancarkan
spora. Contohnya adalah Marchantia polymorpha.
Morfologi bervariasi. Ada 2 tipe lumut hati yaitu lumut hati
bertalus (thallose liverwort) dan lumut hati berdaun (leafy
liverwort). Lumut hati melekat pada substrat dengan rhizoid
uniselluler (Hasan dan Ariyanti, 2004). Pada kebanyakan lumut
thalloid selain rhizoid juga dijumpai sisik-sisik. Sporofit pada
kelompok lumut ini hidupnya hanya sebentar, lunak dan tidak
9
P a g e | 10
berklorofil. Spora yang telah masak dikeluarkan dari kapsul
dengan cara kapsul pecah menjadi 4 bagian memanjang atau lebih
(Gradstein, 2003).
Ciri-ciri lumut hati adalah sebagai berikut:
a. Tubuhnya masih berupa talus dan mempunyai rhizoid.
b. Gametofit berbentuk anteredium dan arkegonium yang
berbentuk seperti payung.
c. Tidak memiliki jaringan meristematic sehingga sporofitnya
terbatas.
d. Berkembang secara generative dengan oogami, dan secara
vegetative dengan fragmentasi,tunas dan kuncup eram
(gemma atau struktur seperti mangkok dipermukaan
gametofit).
e. Lumut hati sering ditemui ditanah yang lembab, seperti
hutan hujan tropis.
3. Anthocerotaceae (Lumut Tanduk)
Gambar 4. Lumut Tanduk (Anthocerotaceae)
Disebut sebagai lumut tanduk karena morfologi
sporofitnya mirip seperti tanduk hewan. Masing-masing
mempunyai kloroplas tunggal berukuran besar, lebih besar dari
kebanyakan tumbuhan lumut. Contohnya adalah Anthoceros
leavis.
10
P a g e | 11
Ciri-ciri lumut Tanduk adalah:
a. Tubuhnya mirip lumut hati namun sporofitnya membentuk
kapsul yang memanjang (seperti tanduk).
b. Gametofitnya berupa talus yang lebar dan tipis dengan tepi
berlekuk.
c. Rhizoid berada pada bagian ventral
d. Berhabitat didaerah yang mempunyai kelembaban yang
tinggi.
E. Reproduksi Tumbuhan Lumut (Bryophyta)
Reproduksi lumut bergantian antara seksual dengan
aseksualnya. Reproduksi aseksualnya dengan spora haploid yang di
bentuk dalam sporofit, sedangkan reproduksi seksualnya dengan
membentuk gamet-gamet, baik gamet jantan maupun betina yang
dibentuk dalam gametofit. Ada 2 macam gametangium, yaitu sebagai
berikut:
1. Arkegonium adalah gametangium betina yang bentuknya seperti
botol dengan bagian lebar yang disebut perut, bagian yang sempit
disebut leher. Keduanya mempunyai dinding yang tersusun atas
selapis sel. Diatas perut terdapat saluran leher dan satu sel induk
yang besar, sel ini akan megalami pembelahan dan menghasilkan
sel telur.
2. Anteredium adalah gametangium jantan yang
bulat seperti gada. Dinding anteredium terdiri dari selapis sel
sel yang mandul dan didalamnya terdapat sejumlah sel induk
spermatozoid. Sel induk ini membelah secara miosis dan
menghasilkan spermatozoid yang bentuknya seperti spiral
pendek, sebagian besar terdiri dari inti dan bagian depannya
terdapat dua bulu cambuk.
Reproduksi aseksual dan seksual berlangsung secara bergantian
melalui suatu pergiliran keturunan yang disebut metagenesis. Jika
anteredium dan arkegium terdapat dalam satu individu mata
tumbuhan lumut tersebut berumah satu (monoesis). Sedangkan jika
dalam individu hanya terdapat anteredium atau arkrgonium saja maka
tumbuhan tersebut berumah dua (diesis).
Pada siklus hidup tumbuhan lumut, sprofit menghasilkan spora
yang akan berkecambah menjadi protomena. Selanjutnya dari
11
P a g e | 12
protomena akan muncul gametofit. Generasi gametofit mempunyai
satu set kromosom (haploid) yang menghasilkan organ sex
(gametangium) yang disebut archegonium (betina) yang menghasilkan
sel telur dan antheredium (jantan) yang menghasilkan sperma
berflagella (antherezoid dan spermatozoid). Gametangium biasanya
dilindungi oleh daun-daun khusus yang disebut bract (daun pelindung)
atau oleh tipe struktur pelindung lainnya. Gametangium jantan
(antheredium) berbentuk bulat atau seperti gada, sedangkan
gametogonium betinanya (arkegonium) berbentuk seperti botol
dengan bagian lebar disebut perut dan bagian yang sempit disebut
leher. Gametangia jantan dan betina dapat dihasilkan pada tanaman
yang sama (monoceous) atau pada tanaman berbeda (dioceous).
Fertilisasi sel telur oleh antherezoid menghasilkan zigot dengan
dua set kromosom (diploid). Zigot merupakan awal generasi sporofit.
Selanjutnya pembelahan zigot membentuk sporofit dewasa yang
terdiri dari kaki sebagai pelekat pada gametofit, seta atau tangkai
dan kapsul (sporangium) di bagian ujungnya. Kapsul merupakan tempat
dihasilkannya spora melalui meiosis. Setelah spora masak dan
dibebaskan dari dalam kapsul berarti satu siklus hidup telah lengkap.
F. Siklus Metagenesis Tumbuhan Lumut (Bryophyta)
Spora yang jatuh ditempat lembab akan tumbuh menjadi
protonema. Protonema kemudian tumbuh menjadi tumbuhan lumut.
Tumbuhan lumut menghasilkan anteredium dan arkegonium.
Anteredium menghasilkan spermatozoid (sel kelamin jantan),
sedangkan arkegonium menghasilkan ovum (sel kelamin betina),.
Spermatozoid kemudian membuahi sel telur dan menghasilkan zigot.
Zigot hasil pembuahan akan tumbuh menjadi sporangium. Sporangium
menghasilkan spora. Spora terkumpul pada kotak spora (sporangium).
Apabila kotak spora pecah, maka spora akan bertebaran. Jika spora
jatuh pada tempat yang lembab maka akan terjadi siklus berikut:
Gambar 5. Siklus Metagenesis Tumbuhan Lumut (Bryophyta)
12
P a g e | 13
G. Manfaat Tumbuhan Lumut (Bryophyta)
Tumbuhan lumut jenis tertentu dapat dimanfaatkan untuk
dekorasi ruangan (ornamen tata ruang). jenis lumut lainnya dapat
dijadikan bahan obat, sedangkan manfaat tumbuhan lumut yang hidup
di hutan dapat menyerap air di musim kemarau dan membantu
menahan erosi sehingga dapat mencegah banjir. Selain manfaat tadi,
tumbuhan lumut juga dapat dijadikan indikator biologi untuk
mengetahui degradasi lingkungan di sekitarnya. Berdasarkan hasil
penelitian yang dilakukan di negera China, terbukti lebih dari 40 jenis
lumut telah digunakan masyarakat China sebagai bahan obat-obatan
seperti untuk mengobati gatal-gatal dan penyakit lain yang
disebabkan oleh bakteri dan jamur.
Berikut adalah beberapa manfaat tumbuhan lumut bagi manusia:
1. Dapat dijadikan tanaman pengganti ijuk.
2. Dapat mencegah terjadinya erosi dan banjir.
3. Menyediakan cadangan air karena dapat meyerap air di musim
kemarau.
4. Lumut jenis tertentu dapat dijadikan sebagai obat seperti obat
hati, penyakit mata, dan kulit.
5. Dapat dijadikan antibakteri, antikanker, dan antiseptik.
6. Dapat membantu menghilangkan racun akibat gigitan ular.
7. Dapat dijadikan sebagai obat luka bakar.
8. Sebagai obat untuk merangsang pertumbuhan rambut.
Sebagai tumbuhan tingkat rendah, lumut memiliki fungsi yang
tidak kalah penting dibanding tumbuhan lain. Beberapa
jenis Bryophyta selain berfungsi sebagai tumbuhan perintis, juga
bermanfaat untuk pengobatan dan bernilai estetis sebagai tanaman
hias. Beberapa jenis lumut memiliki manfaat dalam dunia
kesehatan. Untuk mengenal manfaat tumbuhan lumut lebih jauh dapat
dilihat dari potensi yang dikandungnya, diantaranya ekstrak lumut
dapat digunakan sebagai antikanker, antibakteri, antifungi,
antifidan(tidak dimakan oleh serangga), mengobati darah tinggi,
epilepsi, sebagai antiseptik, penyakit kulit, mengobati luka bakar, luka
sayatan, mengobati penyakit jantung, menumbuhkan rambut,
menghilangkan racun akibat gigitan ular, sebagai pendegradasi logam
berat yang banyak terkandung dalam tanah pertanian. Tumbuhan
lumut yang sudah dikenal manfaatnya sebagai obat-obatan terbagi
13
P a g e | 14
atas dua golongan yaitu lumut hati dan lumut daun. Beberapa
tumbuhan lumut tersebut antara lain:
1. Marchantia polymorpha dikenal juga dengan lumut hati, jenis
tersebut dapat digunakan sebagai obat hepatitis, menghilangkan
racun akibat gigitan ular.
2. Conocephalum conicum, juga termasuk lumut hati, berfungsi
sebagai antibakteri, antifungi, mengobati luka bakar dan luka
luar.
3. Frullania tamarisci, merupakan lumut hati yang dapat digunakan
sebagai obat antiseptik.
4. Fissidens japonicum, merupakan lumut daun, dapat digunakan
untuk membantu pertumbuhan rambut.
5. Rhodobryum giganteum, merupakan jenis lumut daun yang dapat
mengobati tekanan darah tinggi dan sebagai sedatif atau obat
bius.
6. Cratoneuron filicinum, termasuk lumut daun yang mengandung
senyawa untuk mengobati penyakit jantung.
7. Haplocladium catillatum, merupakan lumut daun, yang berguna
untuk mengobati mengobati pneumonia.
14
P a g e | 15
PENUTUP
A. RANGKUMAN
Tumbuhan lumut merupakan tumbuhan yang paling awal
beradaptasi dengan lingkungan darat. Lumut pada umumnya memiliki
perawakan yang kecil serta tumbuh di tempat-tempat lembab.
Tumbuhan lumut dapat dikelompokkan dalam lumut hati dan lumut
daun. Lumut hati berbentuk lembaran pipih hidup menempel pada
permukaan tanah atau batuan, sedangkan lumut daun menyerupai
tumbuhan berbiji, berdiri tegak pada permukaan tempat hidupnya.
Tubuh lumut daun tersusun oleh bagian-bagian yang menyerupai akar,
batang dan daun.
Pada tumbuhan lumut dikenal pergiliran keturunan antara
generasi sporofit dan gametofit. Fase gametofit pada lumut mampu
hidup mandiri dan berumur panjang, sedangkan fase sporofit
menumpang pada gametofit. Lumut berkembang biak secara seksual
serta aseksual. Perkembangbiakan secara seksual memerlukan
bantuan air.
Struktur jaringan pada tumbuhan lumut masih tergolong
sederhana, sebagian besar berupa parenkim, serta belum memiliki
jaringan pembuluh. Meskipun demikian, pada kelompok yang lebih maju
telah dijumpai sel-sel khusus yang berperan dalam penyaluran, yaitu
hidroid dan leptoid.
B. LATIHAN
Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, kerjakanlah
latihan berikut!
1. Pada umumnya lumut memiliki perawakan tubuh yang kecil, sangat jarang
yang berukuran lebih dari 50 cm. Coba jelaskan mengapa demikian.
2. Mengapa tumbuhan lumut banyak kita jumpai ditempat-tempat yang basah.
Berikan penjelasan Anda!
3. Pada tumbuhan lumut terdapat pergiliran keturunan antara generasi
sporofit dan gametofit. Manakah diantara ke dua generasi tersebut yang
lebih dominan, jelaskan.
4. Bagaimanakah struktur tubuh lumut hati?. Coba jelaskan pula tentang cara
reproduksinya.
5. Ditinjau dari struktur jaringan penyusunnya, kelompok manakah yang
lebih maju lumut hati ataukah lumut daun?
15
P a g e | 16
Tes Formatif
Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!
1. Gamet jantan pada lumut ….
a. secara morfologi tidak dapat dibedakan dari gamet betina
b. setiap gametangium menghasilkan satu gamet
c. dibentuk di dalam arkegonium
d. perlu bantuan air untuk menuju gamet betina
2. Berikut ini ciri talus pada Marchantia kecuali ….
a. berupa lembaran
b. pada permukaan bawah terdapat rhizoid
c. bercabang-cabang bentuk menggarpu
d. dapat dibedakan bagian caulid dan philoid
3. Sporofit pada lumut ….
a. merupakan generasi yang dominan
b. berkembang di dalam anteridium
c. hasil perkembangan spora melalui pembelahan mitosis
d. tidak diselubungi oleh jaringan steril
4. Jaringan steril berbentuk pita pada sporangium yang berfungsi membantu
penyebaran spora ….
a. Seta
b. Kaki
c. Kolumela
d. Elater
5. Sel-sel hydroid ….
a. terdapat pada lumut hati
b. menyalurkan hasil-hasil fotosintesis
c. berupa seperti xilem
d. menyalurkan air dan hara tanah
6. Struktur jaringan pada talus lumut hati ….
a. struktur rhizoid sama seperti akar
b. stoma terdapat pada permukaan atas dan bawah talus
c. stoma dapat membuka dan menutup
d. sebagian besar berupa parenkima
7. Struktur yang menancapkan sporofit pada gametangium lumut….
a. Kaki
b. Peristom
c. Seta
d. Kapsul
16
P a g e | 17
8. Bagian dari arkegonium yang tetap bertahan untuk melindungi sporofit
muda ….
a. Sisik
b. Rizoid
c. Calyptra
d. Peristom
Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang
terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian,
gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap
materi
Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat
meneruskan dengan Kegiatan Belajar lainnya. Bagus! Jika masih di bawah 80%,
Anda harus mengulangi materi, terutama bagian yang belum dikuasai.
C. KUNCI JAWABAN SOAL LATIHAN TES FORMATIF
1. D Gamet jantan menggunakan flagela untuk berenang menuju gamet betina
2. D Talus Marchantia berbentuk lembaran, tidak terdapat deferensiasi
menjadi caulid dan philid.
3. C Sporofit bersifat diploid membentuk spora melalui pembelahan Meiosis.
4. D Perubahan bentuk elater secara cepat sebagai reaksi perubahan
kelembaban lingkungan membantu penyebaran spora.
5. D Struktur sel hidroid lebih sederhana dari xilem belum berupa pembuluh,
terdapat pada lumut daun.
6. D Jaringan penyusun lumut hati masih sederhana, stoma yang terdapat pada
permukaan atas talus selalu dalam keadaan terbuka.
7. A Bagian kaki tersusun oleh jaringan sporofit yang menembus gametofit.
8. C Calyptra merupakan pelindung sporofit muda.
17
P a g e | 18
DAFTAR PUSTAKA
Gradstein, S.R. 2003. Ecology of Bryophuta. A Handout Lecture of Regional Training
Course On Biodeversity and Conservation of Bryophyta and Lichens. Jurnal
Sains. Bogor, Indonesia.
Hasan, M dan Ariyanti, N. S. 2004. Mengenal Bryophyta (Lumut) Taman Nasional
Gunng Gede Pangrango Volum 1. Balai Taman Nasional Gunung Gede
Pangrango. Jurnal Biologi. Cibodas.
Polunin, N., Pengantar Geografi Tumbuhan dan Beberapa Ilmu Serumpun.
(diterjemahkan oleh : Gembong Tjitrosoepomo), Yogyakarta: Gadja Mada
University Press, 1990.
Tjitrosoepomo , Gembong, Morfologi Tumbuhan, Yogyakarta: Universitas Gajah
Mada Press, 1989.
18