The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Memuat kegiatan P5 kelas 7 dan 8 di Tahun Pelajaran 2023-2024

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by rinaspd00, 2024-05-09 04:32:41

ALBUM P5 23-24

Memuat kegiatan P5 kelas 7 dan 8 di Tahun Pelajaran 2023-2024

Keywords: P5,P5 SMP,Gaya Hidup Berkelanjutan,Bhinneka Tunggal Ika,Kearifan Lokal

ALBUM P5 “TAKSIH MAWAS” SEKOLAHESPEROTIKA KEGIATAN PROJEK PENGGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA KEGIATAN PROJEK PENGGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA SMP NEGERI 2 PATIKRAJA 2023/2024


PROFIL SEKOLAH SMP NEGER 2 PATKRAJA Sejarah Singkat Visi "Mewujudkan insan yang bertakwa dan berakhlak mulia, sehat, berilmu, mandiri dan berwawasan Lingkungan dalam semangat Pancasila" (TAKSIH MAWAS) ii SMP Negeri 2 Patikraja berdiri tahun 1992 tepatnya tanggal 5 Mei 1992 sesuaidengan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 0216/O/1992. SMP Negeri 2 Patikraja merupakan sekolah yang berada di Desa Kedungwuluh Lor, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas. Saat ini sekolah dipimpin oleh Ibu Rina Muharti, M.Pd. serta terdapat 33 Guru, 7 Karyawan dan 2 Pramukantor. Sekolah memiliki berbagai sarana danprasarana untuk menunjang kegiatan pembelajaran baik akademik atau non akademik. Sejak awal didirikan hingga saat ini SMP Negeri 2 Patikraja telah mengalami beberapa kali pergantian kepemimpinan, yakni : 1. Drs. Soedarso Siswarijanti 2. Dra. Suprihastuti Yuliningsih 2. Sobirun, S.E. 3. Noor Rahayu Indriyastuti, M.Pd.4. 4. Purwanto Ali Suryanto, S.Pd. 5. M. Tejowibowo, S.Pd. 6. Amir Dahlan, S.Pd. (Alm.) 7. Rina Muharti, M.Pd. (Sekarang)


Puji Syukur kehadirat Alloh SWT karena atas limpahan rahmat, taufik dan hidayahnya sehingga Tim Penyusun buku/album kegiatan Sekolah khususnya Kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) tahun pelajaran 2023/2-24 telah selesai. Album kegiatan ini dijadikan sebagai dokumen sekolah yang dapat digunakan sebagai acuan dalam menyusun rencana kegiatan di tahun berikutnya. Buku ini menyimpan semua kegiatan P5 yang telah dilaksanakan di SMP Negeri 2 Patikraja. Dengan adanya buku ini dapat menjadi bukti tertulis dan mempunyai arti tersendiri bagi semua pihak yang membacanya. Penyusun mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam terselesainya album ini sehingga buku ini layak untuk dibaca dan dilihat oleh semua orang. Terimakasih penyusun sampaikan kepada Kepala SMP Negeri 2 Patikraja, rekan guru, siswa dan orang tua yang selalu mendukung setiap program atau kegiatan P5 yang ada di sekolah. Akhirnya penyusun berharap semoga apa yang disajikan dalam album ini dapat menginspirasi setiap pembaca untuk ikut berpartisipasi dalam mewujudkan program sekolah yang berpihak pada murid dan ikut mewujudkan cita-cita bangsa demi kemajuan pendidikan di Indonesia. Penyusun yakin tak ada satupun kerja yang sempurna, oleh karena itu saran dan kritik yang bersifat membangun senantiasa kami harapkan untuk perbaikan buku ini agar dapat terus dikembangkan dan disempurnakan. Patikraja, 8 Mei 2024 Tim Penyusun KATA PENGANTAR iii


COVER......................................................................................................... i PROFIL SEKOLAH....................................................................................... ii KATA PENGANTAR..................................................................................... iii DAFTAR ISI.................................................................................................. iv KEGIATAN P5 Tema 1 (Gaya Hidup Berkelanjutan - “Mari Hidup Sehat”) A. Kegiatan Menanam TOGA....................................................................... 1 B. Kreasi Senam Sehat................................................................................ 5 Tema 2 (Bhinneka Tunggal Ika - “Damai Dalam Perbedaan”) A. Diskusi Keberagaman (Outing Class)...................................................... 7 B. Permainan Tradional................................................................................ 12 C. Membuat Film Pendek Anti Bullying........................................................ 13 D. Membuat Maket Rumah Adat Indonesia.................................................. 15 E. Fashion Show Pakaian Adat Indonesia.................................................... 18 Tema 3 (Kearifan Lokal - “Mayuh Nguri-uri Budaya Banyumas”) A. Mengenal Budaya Khas Banyumas......................................................... 21 B. Kunjungan Industri Lokal.......................................................................... 22 C. Membuat Makanan Khas Banyumas....................................................... 27 D. Teknik Jumputan dan Ecoprint................................................................. 29 PENUTUP..................................................................................................... 35 DAFTAR ISI iv


TEMA 1 : GAYA HIDUP BERKELANJUTAN A. Kegiatan Menanam TOGA Tanaman Obat Keluarga (TOGA) adalah sebutan untuk berbagai jenis tanaman berkhasiat obat yang ditanam dan dikelola oleh keluarga di pekarangan rumah, ladang, atau kebun. TOGA bagaikan apotek hidup yang menyediakan obat alami untuk menjaga kesehatan keluarga Masing-masing kelompok mencari beberapa video mengenai cara membuat media tanam 1


TEMA 1 : GAYA HIDUP BERKELANJUTAN A. Kegiatan Menanam TOGA Untuk menembah wawasan peserta didik tentang media tanam, TIM P5 mengundang narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk memberikan pengarahan kepada peserta didik tentang “Mencintai dan Merawat Tanaman Melalui Apotik Hidup” Peserta didik sangat antusias dalam memperhatikan penjelasan dan pengarahan dari pihak DLH. Mereka merasa senang karena mendapat hadiah pada saat sesi tanya jawab setelah penjelasan seselai. 2


TEMA 1 : GAYA HIDUP BERKELANJUTAN Proses Menanam TOGA Dengan dampingan dan bimbingan wali kelas 7G yaitu Ibu Resthu Utami, S.Pd., mereka mulai menanam TOGA sesuai dengan undian. Cara penanaman bibit tanaman obat, yakni: 1.Bibit dipindahkan ke lubang tanam. 2.Pastikan bibit tertanam melekat pada media tanam. Tutupi lubang tanam dengan tanah, kemudian padatkan tanah supaya bibit bisa tumbuh dengan kokoh. 3. 4.Siram dengan air secukupnya pada bibit yang baru saja ditanam. Tujuan penanaman TOGA merupakan upaya pelestarian budaya leluhur dalam memelihara dan mempertahankan budaya masyarakat. 3


TEMA 1 : GAYA HIDUP BERKELANJUTAN Hasil Penanaman TOGA Kelas 7G Tak lupa, tanaman tersebut juga harus selalu dirawat dengan baik seperti : menyiram tanaman, memangkas tanaman mati, dan membersihkan daun. 4


TEMA 1 : GAYA HIDUP BERKELANJUTAN B. Kreasi Senam Sehat Senam sehat merupakan salah satu aktivitas fisik yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Namun, terkadang gerakan senam yang itu-itu saja bisa terasa membosankan dan menurunkan motivasi untuk berolahraga. Di sinilah kreasi senam sehat hadir sebagai solusi! Kreasi senam sehat adalah variasi gerakan senam yang dipadukan dengan musik dan gerakan kreatif untuk membuat aktivitas olahraga lebih menyenangkan dan energik. Senam tersebut diyakini sebagai kegiatan positif yang mengandung semangat nasionalisme dalam membentuk karakter siswa berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Apresiasi dari sekolah yaitu dengan diadakan penilaian kreasi senam sehat yang diambil kejuaraan sebagai apresiasi terhadap senam kreasi terbaik dan terkreatif. 5


TEMA 1 : GAYA HIDUP BERKELANJUTAN Latihan Tari Kolosal Selain dengan Senam Kreasi, Peserta didik juga diberi kebebasan untuk melakukan Tari Kolosal. Tari kolosal yaitu menggabungkan elemen-elemen seni pertunjukan dan keindahan visual dalam skala yang besar. Tari kolosal biasa digunakan untuk menceritakan kisah-kisah masa lalu. Tari Kolosal biasanya merupakan sebuah kelompok besar yang terdiri dari 15 orang sampai dengan ratusan orang. 6


TEMA 2 : BHINNEKA TUNGGAL IKA A. Diskusi Keberagaman (Outing Class) Destinasi Kunjungan siswa ESPEROTIKA dalam diskusi Keberagaman : 1. Pendopo Si Panji 2. Gedung DPRD Banyumas 3. Pasar Manis 4. Museum Panglima Besar Jenderal Soedirman Kunjungan ke Gedung DPRD Banyumas 7


TEMA 2 : BHINNEKA TUNGGAL IKA Kunjungan ke Pendopo Si Panji Pendopo Si Panji merupakan salah satu bangunan ikon di Kabupaten Banyumas. Pendopo ini diberi nama Pendopo Si Panji untuk mengenang putra Bupati pertama Banyumas yang bernama Panji Ganda Subrata atau Bagus Kunthing yang sejak kecil tinggal bersama neneknya, Raden Ayu Bendar, di Keraton Kartasura. PENDOPO SI PANJI Projek penguatan profil pelajar Pancasila adalah sebagai salah satu sarana pencapaian profil pelajar Pancasila, diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk “mengalami pengetahuan” sebagai proses penguatan karakter, sekaligus kesempatan untuk belajar dari lingkungan sekitarnya. Pendopo ini bisa menjadi tempat berkumpulnya masyarakat untuk sekedar bersilaturahmi atau bermusyawarah untuk memecahkan suatu permasalahan. Sehingga dari keberagaman yang ada bisa didiskusikan dengan baik. Peserta didik diberi penjelasan dan pengenalan tentang sejarah Pendopo ini. Dari pendirinya hingga perekembangan dari zaman ke zaman. 8


GEDUNG DPRD BANYUMAS TEMA 2 : BHINNEKA TUNGGAL IKA Dengan berkunjung ke Gedung DPRD Banyumas, diharapkan mereka dapat mengetahui cara menyikapi keberagaman yaitu dengan adanya toleransi saat berdiskusi. Dengan bersikap toleran, maka semua orang memilki rasa untuk menghargai dan menerima perbedaan atas berbagai perilaku, budaya, agama, dan ras. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (disingkat DPRD) adalah lembaga perwakilan rakyat daerah yang berkedudukan sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah di Provinsi/Kabupaten/Kota) di Indonesia. Gedung DPRD adalah : Wadah atau tempat pertemuan lembaga atau perwaklilan rakyat (parlemen) dan masyarakat daerah (provinsi/kabupaten/kota) di Indonesia Tujuan Outing Class ini adalah menambah pengetahuan dan kecintaan peserta didik terhadap lingkungan sekitar, mengurangi kejenuhan dalam belajar, merangsang kreativitas, meningkatkan motivasi belajar, dan sebagainya. 9


MUSEUM PANGSAR SOEDIRMAN TEMA 2 : BHINNEKA TUNGGAL IKA Museum Panglima Besar Soedirman terletak di pinggiran kota Purwokerto sebelah barat berjarak 3 km dari pusat pemerintahan Kabupaten Banyumas. Museum ini dibangun pada tahun 1976 dan diresmikan oleh wakil Panglima Angkatan Bersenjata, Jenderal Soerono pada 21 Maret 1977. Dengan berkunjung dan bermain di museum Pangsar Soedirman ini, diharapkan lahir semangat nasionalisme di benak generasi muda. Khususnya untuk peserta didik SMP Negeri 2 Patikraja. Kiranya jiwa patriotisme dan kegigihan Panglima Besar Jenderal Soedirman yang rela mengorbankan jiwaraganya untuk negara jadi teladan bagi para generasi bangsa Indonesia. Penjelasan singkat tentang MUSEUM PANGSAR SOEDIRMAN oleh petugas terkait 10


PASAR MANIS PURWOKERTO TEMA 2 : BHINNEKA TUNGGAL IKA Fungsi dari konsep Bhinneka Tunggal Ika adalah menyatukan rakyat Indonesia di tengah perbedaan yang ada , menciptakan harmoni sosial, dan memperkuat identitas nasional yang beragam. Dalam sejarah Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika menjadi semboyan nasional dan tampak dalam Lambang Negara Garuda Pancasila. Melakukan pengamatan terkait keberagaman yang ada di pasa seperti barang yang dijual, harga jual setiap barang, cara menawar, dll. Setiap kelompok diberi tugas untuk melakukan wawancara kepada beberapa pedagang yang ada di pasar. Mulai melakukan proses tawar menawar barang yang akan dibeli Melakukan proses jual beli dengan pedagang. 11


ESTAFET BALOK TEMA 2 : BHINNEKA TUNGGAL IKA B. Permainan Tradisional *scan barcode di atas untuk mengakses video Cuplikan video Permainan tradisional merupakan kekayaan khasanah budaya lokal yang seharusnya dapat dimanfaatkan dan dilestarikan oleh kita. Terdapat berbagai macam jenis permainan tradisional di nusantara yang diwariskan oleh nenek moyang kepada kita. Estafet Balok adalah salah satu olahraga tradisional di Indonesia yang dilakukan dengan berlari di atas balok-balok yang disusun membentuk satu jalur lintasan. Estafet balok merupakan salah satu permainan tradisional Indonesia yang seru dan penuh dengan tantangan. Permainan ini melatih ketangkasan, keseimbangan, kerjasama tim, dan strategi. Estafet balok biasanya dimainkan dalam perlombaan atau acara-acara khusus, seperti Hari Kemerdekaan Indonesia atau Agustusan. Permainan estafet balok dimainkan oleh dua tim atau lebih yang terdiri dari 4-6 orang. Setiap tim akan bergantian membawa balok kayu sepanjang 20-30 cm untuk melewati garis finish. Balok hanya boleh dipindahkan dengan cara diinjak dan didorong dengan kaki, tidak boleh dipegang dengan tangan. 12


TEMA 2 : BHINNEKA TUNGGAL IKA C. Membuat Film Pendek Anti Bullying Perundungan atau bullying masih menjadi momok menakutkan di berbagai lingkungan, tak terkecuali di Indonesia. Tak hanya di sekolah, perundungan pun bisa terjadi di mana saja, bahkan di dunia maya. Untuk memerangi perundungan, berbagai upaya dilakukan, salah satunya melalui film pendek. Film pendek dengan tema anti perundungan memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan edukasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya perundungan. Melalui cerita yang dikemas menarik dan menyentuh, film pendek mampu menjangkau berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Fungsi dari skenario adalah untuk digunakan sebagai petunjuk kerja dalam pembuatan film. Sebab bagaimana penggambaran tokoh akan dilakukan, dalam bentuk apakah cerita akan dipublikasikan, dan lain sebagainya semuanya tertulis detail dalam skenario CONTOH SKENARIO FILM PENDEK 13


HASIL POTONGAN BEBERAPA FILM PENDEK KARYA PESERTA DIDIK ESPEROTIKA TEMA 2 : BHINNEKA TUNGGAL IKA Proses Membuat Film Pendek Anti Bullying Perekaman/Take Video Perkenalan Anggota Kelompok Perkenalan Peran 14


TEMA 2 : BHINNEKA TUNGGAL IKA D. Membuat Maket Rumah Adat Indonesia Menjelajahi Keindahan Budaya Indonesia: Maket Rumah Adat Indonesia, negara kepulauan yang kaya dengan keanekaragaman budaya, memiliki kekayaan arsitektur yang luar biasa. Rumah adat, sebagai representasi budaya dan tradisi leluhur, menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta budaya. Maket rumah adat hadir sebagai miniatur yang merepresentasikan keindahan dan keunikan arsitektur rumah adat dari berbagai daerah di Indonesia. Lebih dari sekadar pajangan, maket rumah adat memiliki nilai edukasi dan budaya yang tinggi. Membuat gambar/desain rumah adat di kertas A3 sesuai undian yang diperoleh Terbiasa bekerja bersama dalam melakukah kegiatan dengan kelompok. (melibatkan dua atau lebih orang) dapat menumbuhkan rasa saling percaya satu sama lain. Di sini, tujuan pembuatan maket rumah adat adalah untuk menambah wawasan peserta didik tentang keindahan dan keanekaragaman rumah adat dari masing-masing provinsi di Indonesia Mewarnai gambar/desain rumah adat di kertas A3 yang sudah dibuat 15


TEMA 2 : BHINNEKA TUNGGAL IKA Proses Membuat Maket Rumah Adat Indonesia Fasilitator (wali kelas) mendampingi dan membimbing siswa dalam kegiatan P5 ini. 16


TEMA 2 : BHINNEKA TUNGGAL IKA Gallery Walk dan Penilaian Maket Rumah Adat Indonesia HASKAR KELAS 7G GALLERY WALK KELAS LAIN KE KELAS 7G GALLERY WALK KELAS LAIN KE KELAS 7G Haskar Rumah Adat dari Kelas 8A 17


TEMA 2 : BHINNEKA TUNGGAL IKA E. Fashion Show Pakaian Adat Indonesia Mengenakan pakaian adat memiliki manfaat penting, seperti menjaga dan melestarikan budaya, meningkatkan rasa bangga, dan mempromosikan pariwisata. Pakaian adat bukan hanya menunjukkan keelokan busana tradisional, tetapi juga memperkaya identitas dan rasa kebanggaan akan asalusul dan kekayaan budaya. Ini membantu mempertahankan keberagaman budaya serta menceritakan kisah yang melekat pada masyarakat yang menggunakannya. 1. Mencari informasi nama pakaian adat dari semua provinsi 2. Hasil karya wayang pakaian adat dari semua provinsi Cara membuat wayang pakaian adat adalah: Mencari 1 tokoh wayang atau beberapa tokoh wayang yang menggunakan pakaian adat di internet Potong hasil wayang yang diperoleh menggunakan cutter/gunting Kemudian pindahkan ke kardus bekas atau kertas yang agak tebal, gunting dan selesaikan, terakhir pasang gagang wayangnya. Setelah selesai, rapikan semua peralatan. 18


TEMA 2 : BHINNEKA TUNGGAL IKA Kelas 7G 19 Pembuatan Wayang Pakaian Adat Provinsi di Indonesia


TEMA 2 : BHINNEKA TUNGGAL IKA 3. Acara Fashion Show Pakaian Adat Indonesia Mengenakan pakaian adat memiliki manfaat penting, seperti menjaga dan melestarikan budaya, meningkatkan rasa bangga, dan mempromosikan pariwisata. Fungsi utama keberagaman pakaian adat di Indonesia yaitu agar memudahkan kita untuk mengenali identitas daerah maupun seseorang hanya dengan melihat baju adatnya. Selain menjadi pembeda identitas, fungsi pakaian adat juga sebagai simbol yang melambangkan daerahnya. 20


Untuk mengenal budaya yang ada di Banyumas, baik seni tari, adat istiadat, seni musik dan peranan museum dalam perkembangan budaya Banyumas, peserta didik menyelesaikan puzzle yang berkaitan dengan budaya Banyumas secara berkelompok. TEMA 3 : KEARIFAN LOKAL A. Mengenal Budaya Khas Banyumas Kebudayaan Banyumas merupakan perpanduan antara budaya jawa lama dengan kehidupan masyarakat setempat dan dipengaruhi budaya hindu. Perkembangan budaya banyumas secara umum berlangsung lebih lambat dibandingkan kebudayaan yang hidup di lingkugan kraton sebagai pusat kekuasaan. Penyusunan Puzzle Budaya Banyumas 21


TEMA 3 : KEARIFAN LOKAL B. Kunjungan Industri Lokal Destinasi Kunjungan siswa ESPEROTIKA dalam Kunjungan Industri Lokal : 1. Kampoeng Nopia 2. Umah Gamela 3. Umah Batik 4. Museum Wayang Kunjungan Industri Lokal ke Banyumas 22


Di bulan Juli 2018, Kampung Nopia Mino resmi berdiri dengan tujuan untuk mengenalkan nopia dan mino sebagai jajanan tradisional khas Banyumas. Kampung Nopia Mino tempat wisata kuliner Banyumas dan oleholeh khas Banyumas berada di RT 03 RW 04 desa Pekunden, kecamatan Banyumas. Edukasi pembuatan MINO (mini nopia) secara langsung dengan didampingi koki terbaik, serta membuat adonan dan peserta dapat mencoba pembuatan mino secara langsung yang kemudian menempelkan mino yang telah dibuat di gentong. TEMA 3 : KEARIFAN LOKAL KAMPOENG NOPIA Kabupaten Banyumas memiliki beragam potensi & peluang investasi dari berbagai sektor, antara lain sektor Pertanian, Energi, Pariwisata, UMKM dan Ekonomi Kreatif serta didukung oleh iklim investasi yang kondusif, sumber daya yang melimpah, upah tenaga kerja yang kompetitif, dan juga infrastruktur pendukung yang memadai. Peserta didik ESPEROTIKA belajar dengan langsung membuat dan memanggang dengan alat tradisional yaitu Genthong. 23


TEMA 3 : KEARIFAN LOKAL OEMAH GAMELAN Oemah Gamelan Didirikan pada tahun 2021 oleh Eko Kunto Wibowo yang hadir sebagai upaya pelestarian budaya Banyumas, khususnya seni karawitan dan gamelan. Eko Kunto Wibowo, pendiri Oemah Gamelan, memiliki visi untuk menjadikan Oemah Gamelan sebagai pusat pengembangan seni karawitan dan gamelan di Banyuma. Juga menampilkan atraksi berupa Kesenian tradisional yang menjadi unggulan berupa Seni Karawitan, Seni Tari Lengger, Musik Kentongan , musik Lesungan dan Seni rupa pembuatan Wayang Kulit. Peserta didik ESPEROTIKA melihat langsung pembuatan gamelan dan memainkan alat musik gamelan Peserta didik ESPEROTIKA mendengarkan arahan dari pemilik Oemah Gamelan yaitu Bapak Eko Kuntowibowo.. 24


TEMA 3 : KEARIFAN LOKAL OEMAH BATIK Oemah Batik adalah Sebuah Destinasi Desa Wisata di Desa Pekunden yang didalamnya para wisatawan akan mendapatkan ilmu pengetahuan tentang Dunia Batik Khas Banyumas kota lama. Peserta didik ESPEROTIKA juga akan belajar langsung Teknik dasar membuat Batik Tulis berupa Tata Busana yang pembuatannya masih menggunakan bahan-bahan alami berupa dedaunan dll. Peserta didik ESPEROTIKA memperhatikan penjelas dari pemilik Oemah Batik terkait cara pembuatan batik tulis. Batik Banyumas adalah salah satu kearifan lokal Indonesia yang memiliki ciri khas yang diambil dari flora pada wilayah Banyumas. Pelestarian motif batik Banyumas perlu dilakukan agar dapat diwariskan pada generasi penerus. Peserta didik ESPEROTIKA mempraktikkan secara langsung membuat motif batik dari awal hingga akhir. 25


TEMA 3 : KEARIFAN LOKAL MUSEUM WAYANG Museum Wayang Banyumas, yang juga dikenal sebagai Museum Sendang Mas, merupakan sebuah museum seni yang terletak di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Museum ini didirikan pada tanggal 31 Desember 1983 dan dikelola oleh Yayasan Seni Budaya Sendang Mas. Koleksi utama di Museum Wayang Banyumas adalah wayang, dengan fokus pada wayang Banyumasan. Wayang Banyumasan merupakan salah satu jenis wayang kulit yang unik dan memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan dengan wayang kulit dari daerah lain di Jawa. Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa dilakukan ketika berkunjung ke museum. Memahami Sejarah Dan Konteks Budaya. Museum menyediakan peluang untuk memahami sejarah dan konteks budaya dari suatu waktu dan tempat. Partisipasi Dalam Tur Atau Aktivitas Edukatif. Mengamati dan Menganalisis Koleksi Seni. 26


Dengan tema Kearifan Lokal, topik “Nguri-uri Budaya Banyumas”, kegiatan P5 kali ini bertujuan agar para siswa mampu mengaktualisasikan diri sebagai anggota masyarakat yang menghargai dan melestarikan budaya Banyumas. Kuliner makan yang dibuat dan disajikan kali ini adalah soto Banyumas, pecel, tahu kupat dan mendoan, sedangkan untuk minuman adalah es cau, es dawet, dan es kelapa. Tidak hanya diminta untuk membuat dan menyajikan kulier, para siswa diharapkan faham tentang sejarah kuliner tersebut. Sebelum kegiatan praktek pembuatan kuliner setiap kelompok membuat rancangan tentang makanan dan minuman yang akan dibuat bersama kelompoknya. Dan setelah kegiatan siswa membuat laporan. Seluruh rangkaian kegiatan juga didokumentasikan. Ternyata antusias para siswa sangat tinggi, tidak hanya pandai memasak, siswa juga bisa mempresentasikan hasil karnyaya dengan apik. Kegiatan diakhiri dengan makan bersama guru, karyawan dan siswa SMP Negeri 2 Patikraja. TEMA 3 : KEARIFAN LOKAL C. Membuat Makanan Khas Banyumas Makanan khas daerah adalah makanan yang biasa dikonsumsi di suatu daerah dan cocok dengan lidah masyarakat setempat. Cita rasa yang dimiliki berbeda antara suatu daerah dengan yang lainnya (Halomuda, 2016). Makanan- makanan tersebut adalah salah satu kekayaan budaya daerah masing-masing. Proses Pembuatan serta Penyajian Makanan dan Minuman Khas Banyumas 27


TEMA 3 : KEARIFAN LOKAL Penyajian Makanan Khas Banyumas Proses Penilaian Makanan dan Minuman Khas Banyumas oleh Dewan Juri 28 Penyajian Makanan dan Minuman Khas Banyumas oleh Kelas 8D


TEMA 3 : KEARIFAN LOKAL D. Teknik Jumputan dan Ecoprint Mendengarkan penjelasan pembuatan motif jumputan pada kain panjang dan taplak Jumputan dan ecoprint adalah dua teknik wastra Nusantara yang sama-sama cantik dan memiliki nilai tradisi yang tinggi. Keduanya sama-sama bisa menghasilkan kain bermotif cantik, namun dengan proses dan ciri khas tersendiri. Jumputan, yang juga dikenal dengan sebutan tie-dye, adalah teknik pewarnaan kain dengan cara mengikat atau menjepit bagian tertentu kain sebelum dicelup. Jumputan biasanya menggunakan warna-warna yang berani dan cerah, serta memiliki motif geometris atau abstrak. Proses pembuatan motif jumputan pada kain selendang dengan bentuk segitiga Contoh Proses pembuatan motif jumputan pada kaos Hasil keseluruhan kain jumputan kelas 8 29


TEMA 3 : KEARIFAN LOKAL D. Teknik Jumputan dan Ecoprint Ecoprint atau disebut juga eco dyeing, adalah teknik pewarnaan kain menggunakan bahan-bahan alami seperti daun, bunga, kayu, dan kulit buah. Teknik yang digunakan adalah dengan teknik pounding (memukul). Pengarahan dari narasumber terkait proses pembuatan kain ecoprint DIY ECO–PRINT (POUNDING) Langkah Pembuatan: 1.Bentangkan kain di tempat yang datar. 2.Tempelkan daun-daunan yang diinginkan. 3.Pukul dengan menggunakan palu khusus hingga warna daun menempel di kain. 4.Angkat secara perlahan daun tersebut. 5.Jemur kain hingga kering. 6.Rendam kain dalam air campuran tawas. Sebelum melakukan DIY ECOPRINT, kain terlebih dahulu harus dilakukan treatment yang disebut dengan Mordan. Mordanting adalah proses perebusan dengan larutan tawas. Perebusan dilakukan selama 1 jam dihitung setelah larutan tawas mendidih. Kemudian didiamkan selama 1 hari 1 malam, selanjutnya dibilas dan dijemur. 30


TEMA 3 : KEARIFAN LOKAL D. Teknik Jumputan dan Ecoprint Alat dan bahan yang digunakan: 1.Kertas koran 2.Plastik 3.Palu khusus berbahan kayu Dedaunan yang masih segar, seperti daun afrika, eucalyptus, jarak, jaran, jati, johar, kalpataru, kenikir, kersen, kesumba, dll. 4. Kain (katun, linen, sutra, dan rayon) 5. 6.Baskom cuci 7.Tawas 8.Air Tujuan dari kegiatan ini untuk menumbuhkan dimensi kreativitas pada siswa dalam penerapan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Selain menumbuhkan kreativitas pada siswa kegiatan ini juga menumbuhkan sikap untuk cinta lingkungan, karena kegiatan pembuatan totebag ecoprint menggunakan bahan dan teknik yang ramah lingkungan. 31


TEMA 3 : KEARIFAN LOKAL D. Teknik Jumputan dan Ecoprint Teknik pounding adalah membuat motif daun atau bunga ke atas kain dengan cara memukulkan palu di atas susunan daun tersebut. Metode pounding ini seperti mencetak motif daun di atas kain. Palu dipukulkan pada daun yang telah diletakkan di atas kain yang telah dilapisi plastik untuk mengekstrak pigmen warna. Proses ecopounding pada kain taplak Proses ecopounding pada totebag Selain proses mordanting dalam eco print juga terdapat proses fiksasi. Menurut Lestari (2002:8) “Fiksasi merupakan proses untuk memperkuat zat warna alam warna agar tidak luntur”. Setiap proses mordan maupun fiksasi berpengaruh pada hasil akhir. 32


TEMA 3 : KEARIFAN LOKAL D. Teknik Jumputan dan Ecoprint Hasil ecoprint pada totebag kelas 7 Dalam teknik ecoprint, bahan alami seperti daun, bunga, dan kulit kayu digunakan sebagai pewarna alami, menggantikan pewarna sintetis yang berpotensi merusak lingkungan. Dengan mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya, kain ecoprint membantu menjaga kualitas air dan mengurangi polusi lingkungan. Setiap kelompok berdiskusi terkait laporan kegiatan P5 ecoprint 33


TEMA 3 : KEARIFAN LOKAL Hasil Jumputan kelas 8 Ecoprint Kelas 7 34


PENUTUP Demikianlah Album P5 ini dibuat untuk menjadi kenangan yang yang berkesan bagi kita semua. Kegiatan dan Program yang telah dijalankan di SMP Negeri 2 Patikraja dapat dijadikan sebagai acuan dalam perencanaan program di tahun berikutnya, yang pastinya dengan melakukan refleksi untuk dapat memperbaiki kelemahan dan tantangan serta hambatan yang terjadi sebelumnya. Album ini disusun untuk mendokumentasikan semua kegiatan dan program P5 yang sudah berjalan sebagai bentuk implementasi program yang telah dilaksanakan di SMP Negeri 2 Patikraja. Motivasi dan inovasi dari warga sekolah sangat penting demi memajukan pendidikan di SMP Negeri 2 Patikraja yaitu mewujudkan merdeka belajar dan menciptakan pembelajaran yang berpihak pada murid. Buku dokumentasi Kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi pembaca semuanya untuk terus melakukan perubahan. Harapan kami kepada seluruh pembaca tentunya dapat berinovasi untuk menciptakan program- program sekolah yang berpihak pada murid. Semoga album ini bermanfaat untuk semuanya dan menambah wawasan keilmuan bagi semua pembaca. Akhirnya, tiada gading yang tak retak dan segala kekeliruan juga kesalahan. Kami tim penyusun menyadari buku ini masih banyak kekurangan, oleh karenanya kritikan, saran akan kami terima dengan senang hati demi perbaikan. Terimakasih. Salam Guru Hebat! Patikraja, 8 Mei 2024 Tim Penyusun 35


Click to View FlipBook Version