1 PERKEMBANGAN BAHASA ANAK USIA DINI Dosen Pengampu : Dra. Rukiyah, M.Pd Mahyumi Rantina, M.Pd Lia Dwi Ayu Pagarwati, M.Pd PROGRAM STUDI PG-PAUD FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2023
2 DAFTAR ISI COVER…………………………………………………………………………………………...1 DAFTAR ISI……………………………………………………………………………………...2 PROFIL PENULIS………………………………………………………………………………3 MATERI………………………………………………………………………………………….4 1. Pengertian Perkembangan Bahasa Anak………………………………………………….4 2. Karakteristik Perkembangan Bahasa Anak Usia 0 – 6 Tahun…………………………….5 3. Tahap Perkembangan Bahasa……………………………………………………………..9 4. Cara Memperluas Perkembangan Bahasa Anak………………………………………….10 VIDEO DONGENG BUAYA YANG BAIK HATI…………………………………………...13 DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………….…..14
3 PROFIL PENULIS NIM 06141282227039 Nama Lengkap Leni Maryani Nama Panggilan Leni Tempat Tanggal Lahir Majuria, 26 Maret 2005 Alamat Rumah Desa Majuria, Kec. Karang Agung Ilir, Kab. Banyuasin II Jenis Kelamin Perempuan Agama Islam Kewarganegaraan Indonesia No. Telepon 082281482676 E-mail [email protected]
4 MATERI 1. Pengertian Perkembangan Bahasa Perkembangan bahasa aadalah suatu prose perubahan dimana anak belajar mengenal, memakai, dan menguasai tingkat yang lebih tinggi dan berbagai aspek bahasa dan berbicara (Asrori : 2020). Menurut Madyawati (2017, hlm 126), perkembangan bahasa adalah perkembangan kemampuan untuk melakukan dan juga memahami informasi dan komunikasi dari orang lain. Menurut Yus (2015, hlm 70), menjelaskan bahwa perkembangan bahasa merupakan kemampuan dalam menggunakan bahasa untuk menyampaikan gagasan tentang dirinya dan memahami orang lain serta untuk mempelajari kata-kata baru. Perkembangan bahasa adalah kemampuan seorang anak dalam merespon terhadap adanya bentuk suara, perintah, serta berbicara secara spontan (Hasanah, Rachmawati, & Efendi : 2019) Dapat disimpulkan bahwa perkembangan bahasa adalah sebuah kemampuan seorang anak dalam memahami, merespon dan menguasai sebuah informasi untuk menyampaikan informasi dan gagasan tentang dirinya dan orang lain.
5 2. Karakteristik Perkembangan Bahasa Anak Usia 0 – 6 Tahun PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 137 TAHUN 2014 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Sebagai berikut (Haryani & Qalbi, 2021): Lingkup Perkembangan Usia Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak Mengeluarkan suara untuk menyatakan keinginan atau sebagai reaksi atas stimulan 3 Bulan • Menangis • Berteriak • Bergumam • Berhenti menangis setelah keinginannya terpenuhi (misal: setelah digendong atau diberi susu) Mengeluarkan suara untuk menyatakan keinginan atau sebagai reaksi atas stimulan 3 – 6 Bulan • Memperhatikan / mendengarkan ucapan orang • Meraban atau berceloteh (babbling); seperti ba ba ba) • Tertawa kepada orang yang mengajak berkomunikasi Mengeluarkan suara untuk menyatakan keinginan atau sebagai reaksi atas stimulan 6 – 6 Bulan • Mulai menirukan kata yang terdiri dari dua suku kata • Merespon permainan “cilukba” Mengeluarkan suara untuk menyatakan keinginan atau sebagai reaksi atas stimulan 9 – 12 Bulan • Menyatakan penolakan dengan menggeleng atau menangis • Menunjuk benda yang diinginkan A. Memahami Bahasa 12 – 18 Bulan • Menunjuk bagian tubuh yang ditanyakan • Memahami tema cerita yang didengar • Menjawab pertanyaan dengan kalimat pendek
6 B. Mengungkapkan Bahasa • Menyanyikan lagu sederhana • Menyatakan keinginan dengan kalimat pendek A. Memahami Bahasa B. Mengungkapkan Bahasa 18 – 24 Bulan • Menaruh perhatian pada gambar-gambar dalam buku • Memahami kata-kata sederhana dari ucapan yang didengar • Menjawab pertanyaan dengan kalimat pendek • Menyanyikan lagu sederhana • Menyatakan keinginan dengan kalimat pendek A. Memahami Bahasa B. Mengungkapkan Bahasa 2 – 3 Tahun • Memainkan kata/suara yang didengar dan diucapkan berulang-ulang • Hafal beberapa lagu anak sederhana • Memahami cerita/dongeng sederhana • Memahami perintah sederhana seperti letakkan mainan di atas meja, ambil mainan dari dalam kotak • Menggunakan kata tanya dengan tepat (apa, siapa, bagaimana, mengapa, dimana) • Menggunakan 3 atau 4 kata untuk memenuhi kebutuhannya (misal, mau minum air putih) A. Memahami Bahasa B. Mengungkapkan Bahasa 3 – 4 Tahun • Pura-pura membaca cerita bergambar dalam buku dengan kata-kata sendiri • Mulai memahami dua perintah yang diberikan bersamaan contoh: ambil mainan di atas meja lalu berikan kepada ibu pengasuh atau pendidik • Mulai menyatakan keinginan dengan mengucapkan kalimat sederhana (6 kata) • Mulai menceritakan pengalaman yang dialami dengan cerita sederhana A. Memahami Bahasa 4 – 5 Tahun • Menyimak perkataan orang lain (bahasa ibu atau bahasa lainnya)
7 B. Mengungkapkan Bahasa C. Keaksaraan • Mengerti dua perintah yang diberikan bersamaan • Memahami cerita yang dibacakan • Mengenal perbendaharaan kata mengenai kata sifat (nakal, pelit, baik hati, berani, baik, jelek, dsb) • Mendengar dan membedakan bunyi-bunyian dalam Bahasa Indonesia (contoh, bunyi dan ucapan harus sama) • Mengulang kalimat sederhana • Bertanya dengan kalimat yang benar • Menjawab pertanyaan sesuai pertanyaan • Mengungkapkan perasaan dengan kata sifat (baik, senang, nakal, pelit, baik hati, berani, baik, jelek, dsb) • Menyebutkan kata-kata yang dikenal • Mengutarakan pendapat kepada orang lain • Menyatakan alasan terhadap sesuatu yang diinginkan atau ketidaksetujuan • Menceritakan kembali cerita/dongeng yang pernah didengar • Memperkaya perbendaharaan kata • Berpartisipasi dalam percakapan • Mengenal simbol-simbol • Mengenal suara–suara hewan/benda yang ada di sekitarnya • Membuat coretan yang bermakna • Meniru (menuliskan dan mengucapkan) huruf A-Z A. Memahami Bahasa B. Mengungkapkan Bahasa Keaksaraan C. Keaksaraan 5 – 6 Tahun • Mengerti beberapa perintah secara bersamaan • Mengulang kalimat yang lebih kompleks • Memahami aturan dalam suatu permainan • Senang dan menghargai bacaan • Menjawab pertanyaan yang lebih kompleks
8 • Menyebutkan kelompok gambar yang memiliki bunyi yang sama • Berkomunikasi secara lisan, memiliki perbendaharaan kata, serta mengenal simbol-simbol untuk persiapan membaca, menulis dan berhitung • Menyusun kalimat sederhana dalam struktur lengkap (pokok kalimat-predikatketerangan) • Memiliki lebih banyak kata-kata untuk mengekpresikan ide pada orang lain • Melanjutkan sebagian cerita/dongeng yang telah diperdengarkan • Menunjukkkan pemahaman konsep-konsep dalam buku cerita • Menyebutkan simbol-simbol huruf yang dikenal • Mengenal suara huruf awal dari nama benda-benda yang ada di sekitarnya • Menyebutkan kelompok gambar yang memiliki bunyi/huruf awal yang sama • Memahami hubungan antara bunyi dan bentuk huruf
9 3. Tahap Perkembangan Bahasa Menurut Guntur dalam Susanto Ahmad 2012 : 75, tahap perkembangan bahasa sebagai berikut (Astari & Safira, 2019): ❖ Tahap I (pralinguistik), yaitu antara 0-1 tahun. Tahap ini terdiri dari : a. Tahap meraban -1 (pralinguistik pertama). Tahap ini dimulai dari bulan pertama hingga bulan keenam dimana anak akan mulai menangis, tertawa, dan menjerit. b. Tahap meraban -2 (pralinguistik kedua). Tahap ini pada dasarnya merupakan tahap kata tanpa makna dari bulan ke-6 hingga 1 tahun. ❖ Tahap II (linguistik). Tahap ini terdiri dari tahap I dan tahap Ii, yaitu: a. Tahap-1; holafrasik (1 tahun), ketika anak-anak mulai menyatakan makna keseluruhan frasa atau kalimat dalam satu kata. Tahap ini juga ditandai dengan perbendaharaan kata anak hingga kurang lebih 50 kosa kata. b. Tahap -2; frasa (1-2), pada tahap ini anak sudah mampu mengucapkan dua kata (ucapan dua kata). Tahap ini juga ditandai dengan perbendaharaan kata anak sampai dengan rentang 50-100 kosa kata. ❖ Tahap III (pengembangan tata bahasa, yaitu prasekolah 3,4,5 tahun). Pada tahap ini anak sudah dapat membuat kalimat, seperti telegram. Dilihat dari aspek pengembangan tata bahasa seperti: S-P-O, anak dapat memperpanjang kata menjadi satu kalimat. ❖ Tahap IV (tata bahasa menjelang dewasa, yaitu 6-8 tahun). Tahap ini ditandai dengan kemampuan yang mampu menggabungkan kalimat sederhana dan kalimat kompleks. Tahap perkembangan bahasa menurut Benner dalam Brophy, Satham, dan Moss: 2002 sebagai berikut ini (Palupi & Pendahuluan, n.d.): a. Pra bicara, usia lahir – 10 bulan, kemampuannya sebagai berikut : • Perkembagan suara (persepsi dan hasil) • Perkembangan isyarat • Penambahan persepsi suara; bicara bayi merupakan hasil menangis dan keributan; bermain dengan suara termasuk mengulang bicara dengan orang lain yang dimulai usia 3 bulan ; antara enam (6) sampai sepuluh (10) bulan dapat menggunakan konsonan dan huruf vocal terbatas.
10 b. Kata-kata pertama pemunculan nama, usia 10 – 13 bulan, kemampuannya sebagai berikut : • Pengertian kata tunggal • Menghasilkan kata tunggal • Perbedaan individual dalm penggunaan kata tunggal • Fungsi isyarat sebagai kata • Perhatian dapat diarahakan dengan nama obyek (lihat anjing, Ami, anjing); mulai 13 bulan menerima kosakata dari 17 sampai dengan 97 kata. 4. Cara Memperluas Perkembangan Bahasa Anak a. Kegiatan emperluas perkembangan bahasa pada bayi dan batita ➢ Kegiatan eksploratori, kegiatan ini didasarkan pada tanggapan pancaindra, termasuk di dalamnya penglihatan, suara, perasa, sentuhan, dan penciuman. ➢ Kegiatan yang dimediasi guru, mediasi terjadi ketika guru berintarakssi dengan anak, media lebih fokus terjadi ketika seorang guru menyanyikan satu lagu untuk bayi, mengenalkan benda kepada bayi, atau membacakan buku bersama dengan bayi. ➢ Kegiatan rutin, selama kegiatan rutinan tersebut, guru atau orang tua bisa melibatkan bayi dalam interaksi serupa percakapan (putaran komunikasi), kontak mata dan saling berbagi rujukan yang sama, dan bisa memberikan pemetaan verbal bagi bayi. ➢ Menggunakan bahasa tubuh simbolik dengan batita, kegiatan memberikan tambahan cara berkomunikasi untuk anak. ➢ Kegiatan ekslopatori (kegiatan merangsang panca indera), kegiatan eksploratori harus menyediakan kesempatan bagi batita untuk terlibat dalam kegiatan yang melibatkan partisipasi aktif dengan praktik dan untuk berinteraksi secara kreatif dengan beragam benda dan bahan-bahan pembelajaran. ➢ Kegiatan yang dmediasi guru, kegiatan ini pada tingkat batita melibatkan interaksi guru dengan satu atau lebih anak di satu waktu, sambil membaca, atau berbagi informasi bersama tentang benda baru atau koleksi benda.
11 ➢ Kegiatan rutin, rutinitas memberikan rasa aman dan akrab yang bisa diprediksi bati batita. ➢ Memperluas hubungan sekolah – rumah, hubungan yang dekat ini tidak hanya memberikan rasa aman atau stabil bagi anak-anak, tetapi juga mendorong orang tua dan anggota keluarga untuk melihat diri mereka sebagai partner yang penting dalam memperluas pertumbuhan dan perkemnbangan anak. b. Kegiatan memperluas perkembangan bahasa pada anak-anak prasekolah ➢ Mengajukan pertanyaan, merupakan strategi kunci yang mendapatkan respons dari pendengar. ➢ Bahasa penyangga, bahasa penyangga yang tepat untuk berinteraksi dengan anak-anak prasekolah berbeda dengan yang digunakan untuk bayi dan batita. Menggunakan pertanyaan kontingen (serangkaian pertanyaan yang saling membangun dan melibatkan pemikiran respons lisan anak), menggunakan ekspansi, menggunakan pengulangan. ➢ Mediasi, strategi yang fokus untuk menyederhanakan rangsangan pembelajaran atau tugass dengan menggunakan bahasa untuk memfasilitasi pemahaman dan pembelajaran anak. ➢ Resolusi konflik, digunakan untuk mendorong anak menggunakan bahasa untuk mengekspresikan dirinya dan menyelesaikan atau memperbaiki ketidaksepakatan sosial, ini merupakan cara lain dalam meningkatkan pengetahuan bahasa di antara anak-anak. ➢ Mendorong perkembangan bahasa melalui kegiatan-kegiatan eksploratori ➢ Mendorong perkembangan bahasa melalui kegiatan yang dipandu guru ➢ Mendorong perkembangan bahasa dalam kegiatan rutinitas c. Kegiatan Memperluas perkembangan bahasa pada anak usia taman kanak-kanak ➢ Kegiatan eksploratori, (kegiatan dipusat pembelajaran) : diantaranya yaitu, pusat kegiatan menggambar atau menulis, perpustakaan kelas, pusat kegiatan ilmu pasti atau matematika, pusat kegiatan komputer, pusat kegiatan drama. ➢ kegiatan diluar kelas , seperti meja pasir atau air ➢ pembacaan buku cerita ➢ pendiktean tulisan dan menulis interaktif
12 ➢ kegiatan-kegiatan pembelajaran kata ➢ Kegiatan rutin seperti kedatangan dan kepulangan. d. Kegiatan memperluas perkembangan bahasa diantara anak-anak dan gangguan komunikasi ➢ Kesulitan pendengaran, ketika berinteraksi dengan anak yang mengalami kesulitan pendengaran, anda harus : • Selalu berbicara dengan anak tersebut dalam jaak yang dekat dan saling berhadap-hadapan • Dalam situasi kelompook besar, seperti pembacaan buku bersama atau kegiatan berkumpul secara melingkar, tempatkan anak didekat anda, sehingga ia bisa melihat gambar dan mendengar dengan lebih jelas • Gunakan bahasa tubuh untuk menyertai arahan atau penjelasan konseptual • Gunakan bahasa tubuh untuk mendapatkan perhatian anak dalam kegiatan yang ramai atau permainan di ruang kelas • Doronglah anak untuk menggunakan pusat kegiatan mendengarkan, di mana earphone digunakan dan volume suara di tape player bisa disesuaikan dengan kebutuhan anak • Berbicaralah dengan jelas, menggunakan volume suara yang cukup • Doronglah anak-anak lain di kelas untuk berbicara dengan anak tersebut dalam jarak yang dekat dan saling berhadap-hadapan • Berikan waktu yang cukup untuk merespon apa yang sudah anda ucapkan dan merespons tanpa tergesa-gesa
13 VIDEO DONGENG https://youtu.be/u9Paxy_HlCg
14 DAFTAR PUSTAKA Astari, T., & Safira, S. (2019). Penerapan Permainan Modifikasi Tapak Gunung Untuk Mengembangkan Kemampuan Bahasa Anak Usia 4-5 Tahun di RA Mutiara, Ciputat. Yaa Bunayya: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(1), 46. https://jurnal.umj.ac.id/index.php/YaaBunayya/article/view/4348/3104 Haryani, M., & Qalbi, Z. (2021). Pemahaman Guru Paud Tentang Alat Permainan Edukatif (Ape) Di Tk Pertiwi 1 Kota Bengkulu. Jurnal Educhild : Pendidikan Dan Sosial, 10(1), 6. https://doi.org/10.33578/jpsbe.v10i1.7699 Palupi, Y., & Pendahuluan, I. (n.d.). Perkembangan bahasa pada anak. 29–35. Permendikbud 137 Tahun 2014 Tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini Otto, Beverly. 2015. Perkembangan Bahasa Pada Anak Usia Dini (edisi ke-3). Jakarta : Prenadamedia Group.