The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Topik 5 Demonstrasi Kontekstual Filosofi Pendidikan Indonesia

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by NANDA TANTRI HASTUTI, 2024-05-09 10:06:28

Topik 5 Demonstrasi Kontekstual Filosofi Pendidikan Indonesia

Topik 5 Demonstrasi Kontekstual Filosofi Pendidikan Indonesia

Keywords: Topik 5 Demonstrasi Kontekstual FPI

DEMONSTRASI KONTEKSTUAL NANDA TANTRI HASTUTI PPG PRAJABATAN GEL 1 2024 FILOSOFI PENDIDIKAN INDONESIA Kontekstualisasi pendidikan yang memerdekakan TOPIK 5


Gambaran yang kontekstual tentang pendidikan yang berpihak kepada peserta diidk dan memerdekakan peserta didik dalam pendidikan abad 21


Pendidikan yang berpihak pada peserta didik adalah pendidikan yang memfasilitasi kebutuhan peserta didik, karena peserta didik terdiri dari berbagai latar belakang dan karakteristik yang berbeda mulai dari suku, ras, agama, budaya, motivasi, gaya belajar, bakat, minat, dan tingkat kemampuan yang berbeda, sehingga pendidikan yang efektif harus dapat menyesuaikan dengan kebutuhan individu setiap peserta didik. Pendidikan menempatkan peserta didik sebagai pusat pembelajaran dan guru sebagai fasilitator dalam membimbing dan mengarahkan peserta didik. Pendidikan yang berpihak pada peserta didik 1.


Pendidikan yang memerdekakan menurut KHD, adalah suatu proses pendidikan yang meletakkan unsur kebebasan anak didik untuk mengatur dirinya sendiri, bertumbuh dan berkembang menurut kodratnya secara lahiriah dan batiniah. 2. Pendidikan yang MEMERDEKAKAN PESERTA DIDIK Dalam proses pembelajaran Guru memberikan kebebasan dengan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengemukakan pendapatnya serta memberi kebebasan untuk berkreasi dan berkolaborasi sehingga peserta didik dapat terlibat aktif dalam proses pembelajaran dan mampu mengembangkan potensi yang dimiliki secara maksimal. Guru dapat menciptakan pembelajaran berdiferensiasi agar mampu mengakomodir kebutuhan seluruh peserta didik


Aktualisasi Pendidikan Abad Ke-21 1 Implementasi Kurikulum Merdeka 2 Profil Pelajar Pancasila (PPP) 3. PENDIDIKAN ABAD KE 21 3 Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5)


4. PENERAPAN PEMBELAJARAN ABAD 21 Dalam proses pembelajaran guru harus merancang pembelajaran yang dapat mengakomodir semua peserta didik sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan belajar peserta didik dengan menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. Untuk mengetahui karakteristik dan kemampuan awal peserta didik, guru dapat melakukan tes diagnostik. Selanjutnya dalam proses pembelajaran memberikan pertanyaan pemantik, memberikan motivasi dan stimulus pada peserta didik, serta selalu mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran. Setelah itu guru dapat melaksanakan refleksi pembelajaran dan evaluasi untuk mengetahui sejauh mana proses pembelajaran berhasil dengan dilihat dari tercapainya tujuan pembelajaran oleh peserta didik.


Tantangan yang umumnya terjadi ialah pendidik merasa bahwa melakukan hal-hal yang baru terkait pengajaran itu sangat memberatkan, dan peserta didik tidak terbiasa untuk mandiri dalam proses pembelajaran, serta kurangnya pemahaman orang tua dan masyarakat tentang tujuan pendidikan nasional. 5. TANTANGAN DALAM PENERAPAN PRAKTIK PEMBELAJARAN YANG MEMERDEKAKAN


Solusi penerapan pendidikan yang memerdekakan dan berpihak pada peserta didik, dapat dilakukan dengan merujuk pada beberapa contoh berikut:


A general overview is a summary of the main points of a topic. It gives an overview of the main ideas, facts, concepts, and other information about the subject. Sekolah kembang Melibatkan peserta didik untuk aktif dalam proses pembelajaran di sekolah, dengan ikut menentukan tujuan belajar, cara belajar, cara evaluasi belajar, sampai merefleksikan proses belajarnya serta menyediakan lingkungan belajar yang kondusif agar anak tumbuh menjadi seseorang yang suka belajar sepanjang hidupnya dengan rasa bahagia dan antusias. SekolaH ERUDIO Memberikan kemerdekaan bagi peserta didik untuk menentukan tujuan dan cara belajarnya sendiri, memfasilitasi lingkungan belajar yang menunjang inovasi dan kreativitas, melaksanakan pembelajaran berbasis proyek dan riset, serta membangun empati dan sensitivitas peserta didik dengan masalah-masalah yang nyata atau konkrit di luar.


A general overview is a summary of the main points of a topic. It gives an overview of the main ideas, facts, concepts, and other information about the subject. Sekolah 010 BONGAN Melibatkan peserta didik dalam proses pengambilan keputusan, misalnya keputusan dalam memilih lokasi belajar di dalam kelas atau di luar kelas dan juga keputusan dalam memilih kelompok belajar. Proses pembelajaran juga dapat dilakukan dengan memanfaatkan lingkungan sekitar misalnya dengan membuat kebun sekolah, kandang kambing dan pemeliharaannya, dan kolam ikan sebagai media pembelajaran yang disesuaikan materi pembelajaran yang diajarkan. SekolaH ERUDIO Pendidikan dengan pembelajaran mandiri berbasis komunitas sebagai model praksis pendidikan humanistik. Prinsip pembelajaran sanggar anak akar yakni mengupayakan sanggar menjadi suatu ekosistem tempat anak-anak merasa aman dan nyaman untuk mengembangkan dirinya. Dalam proses pembelajaran di sanggar anak akar juga membuat ruang dialog bersama untuk mengkomunikasikan hal yang ingin dicapai dalam proses pembelajaran. Selain itu juga memberi peluang bagi anak untuk melakukan eksplorasi.


THANK YOU


Click to View FlipBook Version