The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ainunzahirah98, 2020-11-28 07:10:18

WACANA PERIBAHASA

AKTIVITI 5 - LHE 4106

WACANA
PERIBAHASA

Berdasarkan gambar ini, berikan contoh
peribahasa yang menggambarkan situasi

pelajar A dan pelajar B ?

Maksud Peribahasa

Menurut Za'ba, peribahasa ialah
susunan kata yang pendek dengan

makna yang luas, mengandungi
kebenaran, sedap didengar dan bijak

perkataannya.

PELAJAR A

Ada padi , semua kerja jadi

Orang yang berkemampuan akan dapat
mencapai hajatnya dengan senang.

Alah bisa tegal biasa

Kerja yang sukar apabila dilakukan berulang
kali akan menjadi mudah

Alang – alang berdakwat biarlah hitam

Buat sesuatu haruslah sungguh

Alang – alang berminyak biar sampai licin

Setiap pekerjaan haruslah dilakukan dengan sempurna

Apa tampangnya, itulah tumbuhnya

Hasil pekerjaan itu menurut ukuran usaha
yang kita kerjakan

Alang – alang mandi biar basah

Membuat sesuatu biarlah hingga selesai

Alang – alang menyeluk pekasam biar sampai ke lengan

Belajar dengan bersungguh – sungguh

Bagai gadis jolong menumbuk

Rajin dan bersungguh – sungguh

Bagai air mencari jenisnya

Berusaha untuk mencari ilmu dengan tidak
henti – henti.

Bagai lebah menghimpun madu

Sangat rajin.

Belakang parang jika diasah akan tajam juga

Jika berusaha dengan gigih akhirnya pasti berjaya

Belum disuruh sudah pergi, belum dipanggil sudah datang.

Orang yang rajin.

Bagai semut penghimpun melukut

Orang yang rajin bekerja

Biar sakit dulu senang kemudian

Biarlah bersusah dulu asalkan senang di
kemudian hari.

Berjalan sampai ke batas, belayar sampai ke pulau.

Sesuatu usaha hendaklah dikerjakan sampai selesai.

Berpahit – pahit dahulu supaya manis kemudian.

Bekerja tanpa henti

Bertegang urat leher, berkeras buku lidah.

Tidak mahu mengalah

Bertumpu dulu barulah melompat

Jangan terburu – buru melakukan sesuatu
pekerjaan, cukupkan dulu persediaanya

Biar senget jangan tertiarap

Lebih baik rugi sedikit daripada
rugi banyak.

Berakit– rakit ke hulu, berenang – renang ke tepian.
Bersakit – sakit dahulu, bersenang – senang kemudian

Biar susah dahulu sebelum mendapat kejayaan,

Cepat kaki, ringan tangan

Rajin dan kuat berusaha

Duduk meraut ranjau, tegak MENINJAU
JARAK

Selalu bekerja tidak henti – henti.

Di mana ada kemahuan, di situ ada
jalan

Seseorang yang bercita – cita tinggi
akan berusaha untuk mencapainya

Elok buruk dan busuk hanyir

Kesenangan dan kesusahan sentiasa ada

Genggam bara api, biar sampai jadi arang

Melakukan kerja yang susah haruslah sabar
sehingga mencapai kejayaan.

Habis akal baru tawakal

Sesudah habis segala ikhtiar barulah
berserah kepada tuhan.

Habis kapak, berganti beliung

Amat rajin bekerja

Hati hendak semua jadi

Jika ada kemahuan , semua dapat dikerjakan

Hilang kabus , teduh hujan

Telah mendapat kesenangan sesudah
menderita kesusahan

Hendak seribu daya tidak hendak seribu dalih.

Jikalau ada kemahuan tentu ada cara untuk melakukannya,
jika tidak mahu

Isi dada bekal berjalan

Jika mempunyai ilmu ke mana pergi mudah rezeki

Kalau tidak dipecahkan ruyung, manakan dapat sagunya

Tanpa usaha, kejayaan tidak akan hadir

Kerja yang baik segerakkan, jangan ditimpa
kerja buruk

Kerja yang baik jangan dilewat- lewatkan

Lurah dituruni , bukit didaki

Gigih, tak mengenal lelah.

Malas bergarut perit perut

Sikap malas berusaha akan mendatangkan
kesukaran.

Naik basuh kaki sahaja

Mengerjakan sesuatu perkara
dengan mudah

Pagi tidak dibuang, senja tidak dikejar

Menggunakan waktu sebaik – baiknya

Patah dihubung , hilang diganti

Terus berusaha dengan tiada putus harap

Payah – payah dilambung ombak, tercapai juga tanah tepi.

Setelah beberapa lama menanggung susah akhirnya tercapai
cita – cita.

Pipit pekak makan berhujan

Seorang yang sangat rajin

Sabar penghilang penat, tekun pembawa dekat

Orang yang sabar akan berhasil usahanya

Sediakan payung sebelum hujan

Berwaspada sebelum ditimpa kesusahan

Sedikit – sedikit tekun, lama – lama
menjadi bukit

Sabar mengerjakan sesuatu lama – lama
berhasil juga.

Sedikit – sedikit, lama – lama jadi bukit

Sabar mengerjakan sesuatu, lama-lama
berhasil juga.

Sehari selembar benang, lama – lama
menjadi kain

Tekun dan usaha tentu berjaya.

Selembab lembab puntUng di dapur, ditiup menyala juga.

Sesuatu pekerjaan jika dilakukan dengan
bersungguh – sungguh lambat laun berhasil juga.

Seperti anai – anai makan kayu

Mengerjakan sesuatu dengan tekun

Yang bulat tidak datang bergolek, yang pipih tidak datang

Sesuatu benda tidak akan datang tanpa usaha.

Ada hati

Mempunyai kemahuan

Bulat kata

Keazaman yang bersungguh – sungguh

Cari jalan

Berusaha / berikhtiar melakukan sesuatu

Hati waja

Tidak mudah berputus asa

Mandi peluh

Bekerja keras

Masa itu emas

Masa itu sangat berharga.

Memeras otak

Terlalu kuat berfikir atau belajar

Otak cair

Pintar

Ringan tulang

Rajin

Titik peluh

Hasil usaha sendiri

PELAJAR B

Anak badak dihambat – dihambat

Sengaja mencari susah

Apa boleh buat sakit menimpa sesal
terlambat

Sudah terlanjur tidak dapat berbuat
apa lagi

Arang habis besi binasa

Usaha yang sia – sia

Awak tikus, hendak menampar
kepala kucing

Melakukan sesuatu yang mustahil

Bagai berumah di tepi tebing

Sentiasa gelisah

Bagai kambing menanduk bukit

Melakukan kerja yang sia – sia

Bagai mencari belalang di atas akar

Melakukan kerja yang sia – sia

Bagai tanah pelempar balam

Usaha yang tidak bersungguh – sungguh

Bak cendawan tumbuh selepas hujan

Terlalu banyak pekerjaan dalam satu masa

Bakar air hendakkan abu

Membuat pekerjaan yang sia –sia

Bala lalu dibawa singgah

Sengaja mencari susah

Bandar terbuka dagangan murah, badan
sudah tua

Sudah terlambat

Belukar sudah menjadi rimba

Kesalahan yang tidak dapat diperbaik lagi

Berbukit di balik pendakian

Kesusahan yang bersilih ganti

Bergalah ke hilir tertawa buaya, bersuluh di bulan
terang tertawa harimau

Membuat pekerjaan yang sia – sia

Berkelahi di dalam mimpi

Berlelah – lelah dengan sia – sia

Bertangguh itu pencuri masa

Tidak wajar berlengah lengah apabila
melakukan sesuatu kerana membazirkan masa

Buta kehilangan tongkat

Menghadapi keadaan sukar

Cerdik bagai ekor kerbau

Melakukan pekerjaan yang merugikan diri sendiri

Diturutkan gatal tiba ke tulang

Jika diturut kehendak nafsu, akhirnya jadi binasa

Hangat – hangat tahi ayam

Tidak bersungguh – sungguh

Hari baik dibuang – buang , hari buruk
dikejar – kejar

Masa yang baik dibiarkan lalu, kemudian
tergopoh – gopoh mengejar waktu yang

sudahsempit

Hempas tulang tak berbalas jasa

Melakukan perkerjaan yang merugikan diri
sendiri

Ikan di hulu tuba di hilir

Perbuatan yang sia – sia

Itik diajar berenang

Membuat pekerjaan yang sia – sia

Jangan diperlelarkan timba perigi
kalau tidak putus genting

Perbuat buruk jangan dibiasakan

Jangan sudah terperosok, baru hendak membaiki lantai

Sesudah mendapat kecelakaan baru hendak beringat – ingat

Jatuh dihimpit tangga

Mendapat kesusahan bersilih ganti

Kera kena belacan

Sangat gelisah

Laksana layang – layang melawan
angin

Membuat kerja yang sia – sia

Laksana mencari sungai yang tiada
berhulu

Berpenat lelah yang sia – sia

Makan bubur panas – panas

Kelakuan yang tergesa – gesa

Malu berkayuh perahu hanyut

Orang yang malas tidak akan maju

Menanti laki pulang maling

Tidak tenteram

Menggantang anak ayam

Melakukan pekerjaan yang sia – sia

Menghasta kain sarung

Pekerjaan yang sia – sia

Menghitung bulu kambing

Perbuatan yang sia – sia

Mengisi gantang pesuk

Melakukan kerja yang tidak
mendatangkan hasil

Menjaring angin

Perbuatan yang sia – sia belaka

Menyukat belut

Pekerjaan yang tak mungkin berhasil

Menunjukkan ilmu kepada orang yang
menetek

Mebuat pekerjaan yang sia – sia

Nasi sudah menjadi bubur

Sudah terlanjur tak dapat diubah lagi

Menjual bedil kepada lawan

Perbuatan yang sia – sia

Menohokkan lembing ke semak

Perbuatan yang sia – sia

Menopang pisang yang tak berbuah

Usaha yang sia – sia

Orang buta diberi bersuluh

Melakukan perbuatan yang sia – sia

Pisang ditanam tak berjantung

Usaha yang sia – sia

Sakit menimpa, sesal terlambat

Bila sudah terjadi, menyesal tiada guna

Seperti membubul jala buruk

Penat yang sia – sia

Si buta membilang bintang di langit

Membuat pekerjaan yang sia – sia

Telah busuk maka dipeda

Tindakan yang sudah terlambat

Seperti hujan jatuh ke pasir

Membuat pekerjaan yang sia – sia

Sudah terhantuk baru terngadah

Apabila sudah terjadi baru hendak menyesal

Tertanam di biji hampa

Usaha yang sia – sia

Sudah jatuh ditimpa tangga

Berturut – turut mendapat susah

Cangkul angin

Melakukan perbuatan yang sia – sia

Otak udang

Bebal atau bodoh


Click to View FlipBook Version