The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

pdf_20230205_091226_0000

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Jazmyne, 2023-02-06 06:30:23

E-Magazine

pdf_20230205_091226_0000

3. Menetapkan batas waktu untuk menyelesaikan setiap tugas Agar dapat bekerja dengan lebih fokus dan disiplin, cobalah untuk menetapkan batas waktu untuk setiap tugas. Kamu bisa coba time boxing, salah satu teknik time management yang bisa membuat kita menjadi lebih fokus dalam menyelesaikan pekerjaan. Apa yang dimaksud dengan time boxing? Time boxing adalah membatasi berapa banyak waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan. Misalnya, kamu membatasi waktu untuk menyelesaikan laporan dari 9-10 pagi. Maka tugas itu harus coba kamu selesaikan selama rentang waktu tersebut. Time boxing dibagi menjadi 2, yaitu: soft time boxes dan hard time boxes. Soft time box artinya kamu memberi toleransi atau tambahan waktu apabila sampai batas waktunya selesai ternyata tugasmu belum selesai. Sedangkan hard time box, ketika batas waktu sudah selesai, maka kamu akan berhenti dan mengambil istirahat untuk pekerjaan sebelumnya. 4. Ambil jeda istirahat Melakukan kegiatan terlalu lama tanpa jeda istirahat membuat kamu merasa lelah dan sulit fokus. Oleh karena itu, jangan lupa ambil jeda istirahat, ya! 5. Hindari multitasking Ketika melakukan multitasking, kita biasanya menjadi sering berganti-ganti task untuk menyelesaikan semuanya, ini membuat tugas tidak terselesaikan dengan maksimal dan membuat kita jadi lebih mudah capek. Otak Ketika melakukan multitasking, kita cenderung sering berganti-ganti task untuk menyelesaikan semuanya. Ini membuat tugas tidak terselesaikan dengan maksimal dan membuat kita jadi lebih mudah capek. kita akan lebih fokus apabila menyelesaikan satu tugas dalam satu waktu. Jadi, multitasking nggak selalu bagus ya. 48


Perjalanan Time Management Dalam Kehidupan Sehari-hari Assalamualaikum, halo skalars! Gimana nih kabar kalian? Sekarang, kita akan membahas mengenai sejarah perjalanan istilah time management. Pasti gak asing ya sama istilah time management? Time management adalah istilah yang merujuk pada seni untuk mengatur penggunaan waktu secara efisien, sehingga pekerjaan atau kegiatan dapat diselesaikan dengan efektif. Simpelnya, time management mengacu pada pemakaian waktu secara efektif. Dalam studi yang dilakukan oleh seorang penulis bernama Stephen Covey untuk bukunya yang berjudul “The 7 Habbits of the Highly Effective People” ia mengkaji berbagai metode penggunaan waktu orang zaman dahulu, dan menguji ke-efektifan semuanya. Kemudian Covey menggolongkan metode penggunaan waktu ini kedalam 4 bagian (disebut juga 4 generasi) yang terdiri dari mengidentifikasi hal-hal penting yang ingin dilakukan, lalu merencanakan kegiatan yang ingin dilakukan, kemudian menentukan skala prioritas, dan memfokuskan diri untuk mengerjakan hal-hal penting terlebih dahulu. Gimana sih Stephen Covey ini bisa menemukan cara orang zaman dulu mengatur waktu? Ia menelitinya dari berbagai sumber dong, beberapa diantaranya melalui autobiografi orang-orang yang lahir sebelum dirinya, melalui bekas-bekas peninggalan kalender, melalui buku-buku diary, dan bahkan melalui bekas-bekas studi lain yang dilakukan oleh orang-orang sebelum dirinya. Darisini jugalah kita bisa mengetahui bahwa memanfaatkan waktu itu udah coba dilakukan manusia sejak dulu, terlebih lagi diary-diary udah ada sejak peradaban kuno, kayak peradaban mesir kuno, yunani kuno, dan romawi kuno. Sejarah By: Raa 49


Aku ada contoh nih buat yang bagian autobiografi, kalo kita tarik ke zaman dulu, ya gausah jauh-jauh sih, di abad ke-18, salah seorang “Founding Father” Amerika Serikat yang bernama Benjamin Franklin menulis autobiografi tentang dirinya. Dan dalam autobiografinya itu, ia mengaku memiliki rutinitas untuk menentukan kegiatan-kegiatan yang akan ia lakukan selama sehari penuh setiap paginya. Jadi, setiap pagi dia akan bangun jam 5 dan memikirkan tentang kegiatan apa saja yang harus dilakukan pada hari itu, mulai dari hal sekecil sarapan hingga merancang kegiatan bisnis yang ia lakukan di hari tersebut. Nah kegiatan ini adalah contoh sederhana dari konsep manajemen waktu yang diteliti oleh Covey, yaitu merencanakan kegiatan yang akan dilakukan, namun sayangnya kegiatan Franklin ini ga berjalan mulus karena kondisi Amerika di saat itu yang berada dalam kolonialisasi Inggris. Contoh lain deh, tau gak kalo konsep manajemen waktu pernah dikembangkan untuk bidang industri? Nah sekitar abad ke-19, seorang pria yang nantinya dikenal dengan nama “Bapak Manajemen Sains” (Father of Scientific Management) bernama Frederick W Taylor meneliti bagaimana caranya manusia bisa menghasilkan produktivitas maksimal secara terus-menerus sehingga dapat menghasilkan kegiatan produksi yang efektif dan efisien. Studi yang dilakukan Taylor ini salah satunya adalah “Studi Waktu” (Time Study) dimana ia menguji berbagai metode untuk menyelesaikan berbagai kegiatan dalam waktu cepat namun tidak memakan banyak tenaga. Inilah yang menjadi cikal bakal istilah “Work smarter, not harder” (walau yang mencetuskan istilah itu bukan Taylor). Kembali ke studi Stephen Covey, karena kalo lanjut bahas Taylor bakal panjang banget nantinya. Covey mengemukakan konsep “Kuadran Waktu” sebagai hasil dari studinya, ia membagi penggunaan waktu kedalam 4 golongan yang disusun secara urut. Golongan pertama adalah kegiatan yang penting dan mendadak (urgent and important), kemudian golongan kedua adalah penting namun tidak mendadak (not urgent and important), yang ketiga adalah tidak penting namun mendadak (urgent and not important), dan yang terakhir adalah tidak penting dan tidak mendadak (not urgent and not important). Dia juga menambahkan bahwa prioritas utama harus diselesaikan duluan sebelum kegiatan lainnya. 50


Kuadran waktu inilah yang nantinya menjadi dasar perkembangan berbagai metode berbeda untuk membagi pemakaian waktu, sehingga bentuknya makin umum dan menjadi manajemen waktu yang kita kenal saat ini, manajemen aktu setiap orang sekarang juga beda beda, tapi mereka kemungkinan besar akan membaginya berdasarkan prioritas dan kepentingan tiap-tiap kegiatan. Nah sekarang tepuk tangan dulu dong, kita udah sekilas mempelajari perkembangan istilah manajemen waktu ini, semoga artikel ini bisa menambah wawasan kita, sekian terimakasih, wassalamualaikum. 51


O U R T E A M


H U N T I N G


D A I L Y


Elvia Luthfiasari M.Pd. Zeiyan Luthfiah Tsani Pembina Pelatih


TEAM Ketua: Nabila Maulida Sekretaris: Chefira Bunga Ramadhani Bendahara: Audrey Maulidyannisa Rianti Divisi Podcast: Maharani Ardelia Shopiyan Keisya Ananda Dyanca Divisi E-Magazine: Jazmyne Livia Nanda Oktavia Ratu Bilkis Asgara Divisi Mading: Rafif Asya Andika Adinda Zulayka Divisi Instagram: Moudy Cahya Kamyla Fajriyah Azwa Rifa Divisi Liputan: Anggie Nur Sulissetiowati Farah Aulia Rahmah Divisi TikTok: Ersa Pramesthi Nabila Dwi Pratiwi Pembina: Elvia Luthfiasari M.Pd. Pelatih: Zeiyan Luthfiah Tsani


Click to View FlipBook Version