The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

EXPLORASI DUNIA KATA UNTUK MENINGKATKAN KEMAHIRAN BAHASA INDONESIA MELALUI AKTIVITAS MEMBACA UNTUK SISWA KELAS I SDN NGADIREJO 03 KECAMATAN WONOASRI KABUPATEN MADIUN

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by supartiwindu, 2023-11-21 23:17:02

Karya Tulis Ilmiah

EXPLORASI DUNIA KATA UNTUK MENINGKATKAN KEMAHIRAN BAHASA INDONESIA MELALUI AKTIVITAS MEMBACA UNTUK SISWA KELAS I SDN NGADIREJO 03 KECAMATAN WONOASRI KABUPATEN MADIUN

Keywords: Karya Tulis Ilmiah

i KARYA TULIS ILMIAH PENELITIAN TINDAKAN KELAS Judul : “ EXPLORASI DUNIA KATA UNTUK MENINGKATKAN KEMAHIRAN BAHASA INDONESIA MELALUI AKTIVITAS MEMBACA UNTUK SISWA KELAS I SDN NGADIREJO 03 KECAMATAN WONOASRI KABUPATEN MADIUN “ Disusun Dalam Rangka Pengembangan Profesionalisme Keguruan Disusun Oleh : WIWIK PUDJI MARHAENI, S.Pd.SD NIP. 19660812 199310 2 001 SD NEGERI NGADIREJO 03 KECAMATAN WONOASRI KABUPATEN MADIUN 2023


ii HALAMAN PUBLIKASI Judul : “ EXPLORASI DUNIA KATA UNTUK MENINGKATKAN KEMAHIRAN BAHASA INDONESIA MELALUI AKTIVITAS MEMBACA UNTUK SISWA KELAS I SDN NGADIREJO 03 KECAMATAN WONOASRI KABUPATEN MADIUN “ Diserahkan Untuk Dipublikasikan Di Perpustakaan SD Negeri Ngadirejo 03 Kecamatan Wonoasri Kabupaten Madiun 1. Identitas Peneliti a. Nama : WIWIK PUDJI MARHAENI, S.Pd.SD b. NIP : 19660812 199310 2 001 c. Pangkat/ Gol.Ruang : Pembina TK. I - IV /b d. Jabatan : Kepala Sekolah e Unit Kerja : SDN Ngadirejo 03 Kec. Wonoasri Kab. Madiun 2. Lokasi Penelitian : SDN Ngadirejo 03 Kec. Wonoasri Kab. Madiun Petugas Perpustakaan Peneliti SDN Ngadirejo 03 Kec. Wonoasri NUR PITA RINA WATI, S.Pd WIWIK PUDJI MARHAENI, S.Pd.SD NIP. 19881108 202221 2 003 NIP. 19660812 199310 2 001


iii PEMERINTAH KABUPATEN MADIUN DINAS PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR NEGERI NGADIREJO 03 Jln. Basuki rahmat no. 5 desa ngadirejo kecamatan wonoasri kode pos 63153 e-mail : [email protected] HALAMAN PENGESAHAN PENYUSUNAN KARYA TULIS ILMIAH Nama : WIWIK PUDJI MARHAENI, S.Pd.SD NIP : 19660812 199310 2 001 Pangkat/ Gol.Ruang : Pembina TK. I - IV /b Jabatan : Kepala Sekolah Unit Kerja : SDN Ngadirejo 03 Kec. Wonoasri Kab. Madiun Penulisan Penelitian Tindakan Kelas / PTK Disahkan Pada Tanggal : 01 November 2023 Madiun, 02 November 2023 Kepala SDN Ngadirejo 03 WIWIK PUDJI MARHAENI, S.Pd.SD NIP. 19660812 199310 2 001


iv ABSTRAK Judul : “ Explorasi Dunia Kata Untuk Meningkatkan Kemahiran Bahasa Indonesia Melalui Aktivitas Membaca Untuk Siswa Kelas I Sdn Ngadirejo 03 Kecamatan Wonoasri Kabupaten Madiun “ Oleh : WIWIK PUDJI MARHAENI, S.Pd.SD Kata Kunci : Minat Membaca Pendidikan merupakan tanggung jawab keluarga sekolah dan lingkungan. Keberhasilan pendidikan tiga komponen tersebut sangat menentukan. Disamping tiga komponen tersebut, metode atau strategi pembelajaran, alat-alat pembelajaran juga mutlak diperlukan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana menumbuhkan minat membaca dalam meningkatkan keterampilan berbahasa Indonesia siswa Kelas I SDN Ngadirejo 03 pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang menggambarkan masalah sebenarnya yang ada dilapangan kemudian di refleksikan dan dianalisis berdasarkan teori yang menunjang dilanjutkan dengan pelaksanaan penelitian dilapangan. Hasil proses belajar sebelum tumbuh minat membaca mencapai nilai ratarata 51%. Setelah termotivasi minat siklus I dan siklus II, refleksi dan rekomendasi nilai rata-rata mencapai 84%, berarti ada peningkatan 33%.Hasil belajar sebelum siklus I dan siklus II mencapai nilai rata-rata 77,63%, setelah


v siklus I dan siklus II, refleksi dan rekomendasi rata-rata mencapai 84,27% berarti ada peningkatan 6.64%. Kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa dengan menumbuhkan minat membaca dapat membantu siswa dalam meningkatkan keterampilan berbahasa Indonesia Kelas I, sehingga prestasi belajar mengalami kemajuan. Temuan yang lain anak menjadi senang, percaya diri dalam melakukan proses pembelajaran. Dengan demikian dapat disarankan bahwa pelaksanaan pendidikan hendaknya berwawasan lingkungan karena lingkungan banyak menyediakan alat bantu yang murah, mudah didapat dan mudah dikenal anak.


vi KATA PENGANTAR Dengan penuh rasa syukur kehadirat Allah S.W.T, laporan karya ilmiah ini berhasil terselesaikan. Melalui pengamatan yang dilakukan di lingkungan SDN Ngadirejo 03, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, penulis berupaya menggambarkan dan menyajikan hasil penelitian ini. Dalam rangka memenuhi kebutuhan akan pengembangan profesionalisme sebagai seorang guru, laporan ini dihasilkan dengan tujuan yang sama. Namun, perlu diakui bahwa laporan ini mungkin memiliki keterbatasan dalam segi kualitas dan kuantitas materi penelitian yang disajikan. Keterbatasan tersebut merupakan refleksi dari keterampilan dan kemampuan penulis dalam menyajikan informasi yang terkait. Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna sehingga penulis membutuhkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk kemajuan pendidikan dimasa yang akan datang. Selanjutnya dalam penyusunan laporan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada Pengawas TK dan SD Kecamatan Wonoasri, Kepala Sekolah SDN Ngadirejo 03, rekan – rekan guru, serta semua yang telah memberikan dorongan untuk penyusunan Karya Tulis Ilmiah Teriring doa semoga segala masukan yang telah diberikan, sebagai amal shaleh senantiasa mendapat Ridha Alloh Swt. Sehingga pada akhirnya laporan ini dapat bermanfaat bagi pembangunan pendidikan pada umumnya dan peningkatan mutu serta kemampuan professional tenaga kependidikan guru sekolah dasar pada khususnya. Madiun, November 2023 Penulis


vii DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ..................................................................................... i HALAMAN PUBLIKASI ............................................................................ ii HALAMAN PENGESAHAN ....................................................................... iii ABSRAK ....................................................................................................... iv KATA PENGANTAR .................................................................................. v DAFTAR ISI ................................................................................................. vi DAFTAR TABEL ......................................................................................... ix BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang Masalah .................................................................... B.Rumusan Masalah ............................................................................. C. Tujuan Penelitian ............................................................................... D.Hipotesis Penelitian .......................................................................... E. Kegunaan Penelitian .......................................................................... F. Asumsi Penelitian .............................................................................. G.Ruang Lingkup Penelitian ................................................................. H.Definisi Operasional .......................................................................... BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Pengertian Minat ............................................................................... B. Membaca .......................................................................................... 1. Pengertian Membaca .................................................................... 2. Tujuan Membaca .......................................................................... 3. Aspek Ketrampilan Membaca ...................................................... 4. Jenis – Jenis Membaca ................................................................. BAB III PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian ........................................................ 1. Jenis Penelitian ............................................................................. 2. Pendekatan Penelitian .................................................................. B. Kehadiran Peneliti ............................................................................. C. Lokasi Penelitian .............................................................................. D. Sumber Data ..................................................................................... E. Prosedur Pengumpulan Data ............................................................. F. Analisa Data ...................................................................................... 1 5 5 5 6 6 7 7 9 10 10 12 13 14 16 16 16 18 18 19 19 20


viii BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian ................................................................................. 1. Hasil Penelitian Siklud I .............................................................. 2. Hasil Penelitian Sklus II .............................................................. B. Pembahasan dan Refleksi .................................................................. 1. Pembahasan .................................................................................. 2. Refleksi ......................................................................................... BAB V PENUTUP A.Kesimpulan ....................................................................................... B. Saran ................................................................................................. DAFTAR PUSTAKA .................................................................................. LAMPIRAN 23 23 28 32 32 33 34 34 35


ix DAFTAR TABEL 1. Tabel 4.1. Minat Siswa Pada Saat Pengerjaan LKS Siklus I ............... 24 2. Tabel 4.2. Minat Siswa Pada Pembahasan LKS Siklus I …................. 24 3. Tabel 4.3. Minat Siswa Pada Saat Diskusi Siklus I ............................. 25 4. Tabel 4.4. Minat Siswa Pada Saat Evaluasi Siklus I ........................... 26 5. Tabel 4.5. Hasil Evaluasi Belajar Siklus 1 ........................................... 27 6. Tabel 4.6. Minat Siswa Pada Pengerjaan LKS Siklus I ........................ 29 7. Tabel 4.7. Minat Berprestasi Pada Pembahasan LKS Siklus II ............ 30 8. Tabel 4.8. Minat Berprestasi Berdiskusi Siklus II ................................ 30 9. Tabel 4.9. Minat Berprestasi Pada Evaluasi Siklus II ......................... 31 10. Tabel 4.10. Hasil Evaluasi Belajar Siklus II ................... .......... ......... 31


x


1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Keberhasilan dalam peningkatan mata pelajaran dan kemampuan berbahasa adalah salah satu kunci keberhasilan. Ini juga berfungsi sebagai bekal untuk memasuki dunia informasi. Menurut Depdikbud (1994), mata pelajaran bahasa Indonesia di sekolah dasar dialokasikan sepuluh jam per minggu untuk kelas I, II, dan III, dan delapan jam per minggu untuk kelas IV, V, dan VI. Menyimpulkan pendapat K. Goodman tentang konsep keterampilan materi pelajaran bahasa dapat dilihat dari dua perspektif: integrasi materi pelajaran bahasa dengan materi pelajaran lain dan integrasi materi pelajaran bahasa itu sendiri. Perubahan lain mencakup pendekatan komunikatif yang mengurangi fokus pada pembelajaran yang berpusat pada siswa. Selain itu, sumber belajar atau alat, alokasi waktu, dan evaluasi yang tidak ditemukan dalam garis besar program pembelajaran (GBPP) akan memberi guru lebih banyak kebebasan untuk membuat program pembelajaran mereka sendiri. Keterampilan berbahasa mendukungnya. Tujuan lain kurikulum 1994, mata pelajaran bahasa Indonesia, mencakup tujuan pembelajaran bahasa Indonesia, yaitu: 1. Meningkatkan kemampuan siswa untuk berkomunikasi secara efektif dan berbahasa Indonesia..


2 2. Mengembangkan keterampilan dasar menggunakan bahasa yaitu terampil berbahasa ( siswa belajar berbahasa ) dan mengembangkan ilmu pengetahuan. 3. Menggunakan bahan kegiatan yang berkaitan dengan lingkungannya ( Sukarman, 1997 :78 ). Kurikulum mata pelajaran bahasa Indonesia mengandung komponen terpadu yaitu : Kebahasaan ( lafal, ejaan, tanda baca, struktur, kosa kata, paragraph dan wacana), pemahaman ( menyimak, membaca dan penggunaan bahasa berbicara dan menulis). Namun pengalaman menulis selama ini dengan cara belajar verbal siswa hanya mendengarkan guru berceramah dari hari ke hari, tidak membuat siswa senang mengikuti pelajaran, tetapi siswa menjadi jenuh dan tidak ada minat belajar. Muchlisoh, dkk ( 1998:5 ) mengutip pendapat psikolg, siswa yang hanya belajar dengan mendengarkan informasi dari guru “ Tidak “ dapat menyerap dan memahami pengetahuan dengan sepenuhnya. Siswa perlu belajar bagaimana menemukan informasi dengan berbagai cara. Dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan, guru bukanlah satu-satunya orang yang “ serba tahu “ di dalam kelas. Sejalan dengan teori belajar bermakna Ausubel ( 1963) dikemukakan bahwa kebermaknaan belajar di tandai oleh munculnya dua kriteria, yaitu (1) Terjadinya hubungan Substantif aspek-aspek konsep informasi atau situasi baru dengan komponen yang relevan yang terdapat di dalam bentuk hubungan-hubungan bersifat derivative, elaborative, korelatif, maupun yang


3 bersifat kualitatif atau representasional, (2) hasil belajar yang diperoleh bersifat tahan lama “ Actual “ eksperimental berbasis paa pengalaman pribadi dan minat. Waktu belajar siswa yang selama ini digunakan guru untuk ceramah, hendaknya dikembalikan pada siswa agar mereka dapat belajar aktif, kreaitf. Untuk itu guru harus mempersiapkan kegiatan belajar mengajar yang menarik, merangsang, menantang dan menyenangkan, melalui cara belajar yang bermakna dan bervariasi agar siswa gemar belajar. Karena membaca adalah kunci pokok didalam belajar, yang terpenting adalah bagaimana mengupayakan membaca dan menulis menjadi suatu kegemaran. Budaya membaca perlu dikembangkan karena mempelajari sesuatu dengan membaca lebih dalam pengalamannya dari pada mendengarkan informasi. Adapun yang menjadi dasar mempelajari suatu ilmu pengetahuan adalah mengetahui dan paham apa yang dipelajari terutama bahasa yang digunakan. Dengan demikian bahasa merupakan syarat mutlak bagi anak untuk memahaminya. Oleh karena itu alokasi waktu pelajaran Bahasa Indonesia yang diwajibkan di Sekolah Dasar paling besar dari mata pelajaran lainnya. Mengerti dan memahami bahasa yang digunakan di buku-buku membantu siswa untuk aktif belajar. Pada akhirnya siswa memiliki kegemaran tersendiri untuk belajar ( membaca) dan tidak terbatas di sekolah saja. Sehubungan dengan kreatfitas guru di sekolah diperlukan melalui kritik diri ( refleksi) terhadap proses pembelajaran yang telah dilaksanakan untuk


4 menumbuhkan minat membaca pada siswa. Kemampuan membaca pada siswa merupakan dasar untuk belajar lebih giat setelah siswa memiliki minat yang tumbuh dari dalam dirinya sendiri. Dapat dikatakan bahwa membaca merupakan kegiatan manusia untuk mengembangkan jiwanya. Apabila telah terampil dalam membaca mereka dapat memperoleh pengalaman, pengetahuan, membentuk pengertian, mengembangkan daya pikir dan imajinasi, serta dapat membentuk sikap hidup yang baik, sebagai warga Negara yang berguna bagi masyarakat dan negaranya. (Supriadi, dkk, 1995). Dalam hal ini siswa dituntut sering belajar membaca, untuk sering dan banyak membaca, diperlukan minat yang besar untuk membaca. Kemampuan membaca siswa hendaknya diiringi pada upaya meningkatkan minat siswa dalam membaca, sehingga dapat mengubah “ Learning to read “ secara berangsur-angsur menjadi “ reading to learn”. Sehingga siswa kelas I mampu dalam keterampilan berbahasa (membaca), Muchlisoh,dkk ( 1992 ). Kenyataan di lapangan membuktikan bahwa minat membaca sangat menurun( rendah ), yang implikasinya terhadap prestasi belajar keterampilan berbahasa Indonesia juga rendah ( Hasil belajar siswa rendah ). Atas dasar kenyataan itu penulis mengadakan penelitian kelas yang berjudul “ Explorasi Dunia Kata Untuk Meningkatkan Kemahiran Bahasa Indonesia Melalui Aktivitas Membaca Untuk Siswa Kelas I Sdn Ngadirejo 03 Kecamatan Wonoasri Kabupaten Madiun ” Sekolah Dasar Negeri Ngadirejo 03 Kecamatan Wonoasri Kabupaten Madiun Pada semester I Tahun Pelajaran 2023/2024. Dengan maksud setelah selesai melakukan penelitian, tindakan


5 kelas ini, melalui refleksi diri guru dan siswa, diharapkan siswa terampil dalam berbahasa Indonesia sehingga prestasinya meningkat. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atasa maka Penelitian Tindakan Kelas ( PTK) ini rumusan masalahnya sebagai berikut : 1. Apakah dengan menumbuhkan minat membaca dapat meningkatkan keterampilan berbahasa Indonesia? 2. Bagaimana cara menumbuhkan minat membaca agar keterampilan berbahasa Indonesia dapat meningkat ? Alokasi waktu penelitian ini selama satu semester, tepatnya semester I tahun Pelajaran 2023/2024 dalam siklus pembelajaran di sekolah dasar C. Tujuan Penelitian Penelitian Tindakan Kelas ( PTK) ini bertujuan sebagai berikut : 1. Untuk mengetahui bahwa dengan menimbulkan “ minat membaca”, dapat meningkatkan keterampilan berbahasa Indonesia. 2. Untuk mengetahui cara menumbuhkan minat membaca agar keterampilan berbahasa Indonesia siswa meningkat. D. Hipotesis Penelitian Menumbuhkan minat membaca siswa agar dapat meningkatkan berbahasa Indonesia.


6 E. Kegunaan Penelitian Penelitian ini berguna dan bermanfaat bagi siswa, guru,kepala sekolah dan pejabat di lingkungan Dinas P dan K sebagai berikut : 1. Berguna bagi siswa setelah mengetahui kekurangan dan kelemahannya, minat membaca akan terus ditingkatkan sehingga prestasi belajar keterampilan berbahasa Indonesia siswa dapat meningkat. 2. Bagi guru, temuan yang diperoleh dapat bermanfaat sebagai bahan balikan refleksi diri agar dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran melalui menumbuhkan minat membaca dengan cara yang tepat sehingga keterampil berbahasa Indonesia siswa meningkat. 3. Bagi Kepala Sekolah, bermanfaat sebagai bahan dalam melaksanakan pembinaan bagi guru-guru dalam mengambil langkah-langkah menumbuhkan minat membaca agar prestasi siswa meningkat secara optimal. 4. Bagi pejabat di lingkungan Dinas P dan K bermanfaat sebagai bahan balikan dalam memberikan pembinaan kepada bawahannya agar keterampil berbahasa dan prestasi belajar siswa meningkat. F. Asumsi Penelitian Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) ini dengan disadari sebagai berikut : 1. Minat membaca siswa kelas I Sekolah Dasar dapat diukur dengan menggunakan alat pengumpul data pengamatan langsung ( observasi) atau observasi buku raport.


7 2. Prestasi belajar keterampilan bahasa Indonesia siswa , sebagaimana dalam buku raport merupakan evaluasi yang memenuhi karakteristik valid dan variable, sehingga dapat digunakan sebagai bahan analisis. G. Ruang Lingkup penelitian Ruang lingkup penelitian tindakan Kelas ini dibatasi sebagai berikut: “ Explorasi Dunia Kata Untuk Meningkatkan Kemahiran Bahasa Indonesia Melalui Aktivitas Membaca Untuk Siswa Kelas I Sdn Ngadirejo 03 Kecamatan Wonoasri Kabupaten Madiun ”. H. Definisi Operasional Dengan berdasarkan permasalahan atau pernyataan penelitian diatas beberapa istilah yang digunakan dijabarkan operasionalnya demi kejelasan, serta menghindari salah penafsiran, salah pengertian dalam mengimplementasikan masalah penelitian. 1. Menumbuhkan Minat Membaca Menumbuhkan adalah mengupayakan suatu perubahan dari pada yang ada pada diri siswa yang terkait dengan minat ditingkatkan agar motivasi intrinsiknya meningkat. 2. Yang dimaksud “ minat “ adalah kesediaan jiwa yang aktif untuk menerima pengaruh dari dunia luar dirinya. Minat yang bersifat tetap merupakan motivasi intrinsik. 3. Yang dimaksud membaca adalah membaca lanjutan. 4. Meningkatkan keterampilan berbahasa Indonesia.


8 Adalah usaha-usaha untuk meningkatkan prestasi belajar secara proporsional antara guru, siswa dan lingkungan satu sama lain yang saling terkait. Guru harus mengenal dengan mengadakan observasi atau melihat raport siswa. Mengetahui kondisi siswa seutuhnya sangat perlu untuk mengetahui strategi pembelajaran seperti “ falsafah pisau” semakin sering diasah semakin tajam. Kondisi siswa yang bervariasi perlu mendapatkan perhatian khusus dari guru. Guru harus mampu mengupayakan kedisiplinan dan ketertiban. Kedisiplinan adalah kunci untuk mencapai keberhasilan, khususnya kedisplinan soal waktu. Siswa dibiasakan hidup disiplin, teratur, bertanggung jawab, baik di sekolah maupun di rumah. Guru harus bias menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, mengadakan evaluasi secara konsisten dengan alat evaluasi yang valid sehingga prestasi keterampilan berbahasa Indonesia siswa meningkat. 5. Penelitian Tindakan Yang dimaksud penelitian tindakan adalah penelitian yang dipusatkan pada analisis refleksi terhadap apa yang secara aktual terjadi di dalam kelas. Dalam hal ini adalah proses (aktivitas guru, aktivitas siswa dan interaksi siswa-siswi, guru-siswa) dan bahan tugas pembelajaran keterampilan berbahasa Indonesia ( menyimak, berbicara, membaca dan menulis hal ini satu sama lain yang saling terkait) selama pembelajaran berlangsung.


9 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Pengertian Minat Minat adalah kesediaan jiwa yang aktif, untuk menerima pengaruh dari dunia luar diri siswa. Minat bersifat tetap, merupakan motivasi intrinsikMenurut Marsel ada sepuluh macam minat sebagai berikut : 1. Minat Jasmaniah, adalah suka akan pekerjaan yang memerlukan tenaga jasmani. 2. Minat Mekanik, adalah suka memperbaiki dan merancang hal-hal yang berkaitan dengan mesin. 3. Minat sosial, adalah suka akan aktivitas kelompok. 4. Minat Domestik, adalah suka menyelenggarakan pekerjaan rumah tangga. 5. Minat Matematis, adalah suka bekerjaan dengan angka-angka. 6. Minat Ilmiah, adalah suka mempelajari gejala-gejala alamiah. 7. Minat Belajar, adalah suka menyelidiki sesuatu itu secara mendalam untuk mengetahui suatu obyek. 8. Minat Eksperimentasi, adalah suka mencoba sesuatu dan memastikan hasil percobaan. 9. Minat terhadap anak-anak, adalah suka bermain-main dengan anak-anak. 10. Minat terhadap Kepemimpinan, adalah lebih suka memimpin dari pada dipimpin.


10 Sesuai dengan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa minat anak sangat berpengaruh besar terhadap proses belajar mengajar, khususnya proses belajar membaca, karena dalam diri anak sebenarnya telah terbentuk konsep diri dan kemampuan diri. Oleh sebab itu guru mempunyai kewajiban menumbuhkan minat membaca pada siswa melalui “ motivasi ekstrensik”( pengaruh dari luar siswa). Meningkatkan motivasi ektrensik membaca lanjutan di kelas I agar tumbuh minat membaca sekaligus belajar yang mengacu pada langkah-langkah awal rencana refleksi dan siklus yang telah direncanakan. B. Membaca 1. Pengertian Membaca Membaca merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang bersifat aktif represif. Suatu kegiatan aktif represif membaca dipandang sebagai suatu proses yang melibatkan berbagai komponen, antara lain : 1. Pengetahuan Kebahasaan 2. Pengetahuan Keduniaan 3. Aspek Afektif 4. Kemampuan Penginderaan Keterlibatan berbagai komponen tersebut mengakibatkan pengajaran membaca harus dilakukan secara komprehensif dengan memperhatikan kondisi komponen tersebut. Pengajaran membaca dikembangkan. Berdasarkan hasil penelitian di berbagai lembaga pendidikan formal tentang kegitan membaca. Pengajaran mempunyai


11 karakteristik yang berbeda-beda, yakni: (1) Setiap jenjang pendidikan, (2) Keadaan/lokasi penyelenggaraan pendidikan, (3) Kondisi sosial ekonomi pelaku pendidikan. Meskipun demikian tujuan dan sasaran akhir dari pengajaran membaca adalah sama. Seperti dikemukakan Anderson (dalam tarigan, 1984:7) bahwa membaca dari segi linguistik merupakan proses dari penyandian kembali dan pembacaan sandi. Tarigan (1987:7) mengemukakan bahwa membaca suatu proses pengambilan atas ide pengarang melalui kata-kata atau bahasa tulis. Ada beberapa pandangan ahli tentang pengertian membaca : 1. Membaca merupakan pengembangan keterampilan mulai dari keterampilan memahami kata-kata kalimat, paragraph dalam bacaan sampai dengan mmahami secara kritis dan evaluasi terhadap keseluruhan isi bacaan. 2. Membaca merupakan kegiattan visual berupa serangkaian kegiatan gerakan mata dalam mengikuti baris-baris tulis pemusatan penglihatan pada kata dan kelompok kata melihat ulang kata dan kelompok kata untuk memperoleh pemahaman. 3. Membaca merupakan kegiatan mengamati dan memahami kata-kata yang tertulis dan memberikan makna terhadap kata-kata tersebut berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki. 4. Membaca merupakan suatu pengolahan informasi yang dilaksanakan pembaca dengan menggunakan informasi dalam bacaan dan


12 pengetahuan serta pengalaman yang telah dimiliki sebelumnya yang relevan dengan informasi tersebut. 5. Membaca merupakan proses menghubungkan tulisan dengan bunyi sesuai dengan system tulisan yang digunakan. Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. Membaca merupakan proses mekanik berupa mengkoordinasi kembali rangkaian bunyi bahasa dalam kombinasi kata, kelompok kata dan kalimat yang bermakna. 2. Proses psikologis berupa kegiatan dalam mengolah informasi. 3. Kegiatan mencari dan menemukan informasi dalam bacaan. 4. Mengidentifikasi, menguraikan dan menetukan makna bacaan dan aktivitas yang melibatkan pengetahuan, pengalaman dan sikap. 2. Tujuan Membaca Dalam kurikulum dikatakan tujuan membaca di sekolah dasar sebagai berikut : 1. Memupuk dan mengembangkan kemampuan siswa untuk memahami dan melaksanakan cara membaca dan menulis dengan baik dan benar. 2. Melatih dan mengembangkan kemampuan siswa agar terampil mengubah huruf menjadi suara. 3. Melatih dan mengembangkan kemampuan menyuarakan huruf dalam kata menjadi suara yang di dengarnya. 4. Melatih keterampilan siswa untuk memahami kata-kata isi bacaan yang dibaca atau di tulis .


13 5. Memupuk dan mengembangkan kemampuan siswa untuk memahami, menuliskan, menggunakan, menikmati dan menghargai keindahan cerita bahawa Indonesia sederhana. Pendapat lain yang mengemukakan tujuan membaca menurut Walpes ( dalam Nurhadi, 1987 : 136 ) menggolongkan membaca menjadi lima, yaitu sebagai berikut : 1. Membaca untuk memperoleh sesuatu yang praktis. 2. Membaca untuk mendapat rasa lebih dibanding orang lain. 3. Membaca untuk memperkuat nilai-nilai dan keyakinan. 4. Membaca untuk mengganti pengalaman yang sudah usang. 5. Membaca untuk menghindarkan dari kesulitan. 3. Aspek Keterampilan Membaca Aspek keterampilan membaca menurut Nurhadi ( 1987 : 12-14) adalah sebagai berikut : 1. Keterampilan mengenal kata-kata. 2. Tanda baca. 3. Makna tersurat 4. Membaca kritis 5. Membaca kreatif Sedangkan menurut Broughton ( dalam tarigan 1987 : 11-12), aspek keterampilan membaca sebagai berikut : 1. Membaca merupakan keterampilan yang bersifat mekanik mencakup pengenalan ejaan dan bunyi.


14 2. Keterampilan yang bersifat pemahaman mencakup pengertian sederhana, makna evaluasi dan kecepatan membaca fleksibel. 4. Jenis-Jenis Membaca Dalam pengajaran bahasa ada dua jenis membaca yaitu membaca permulaan dan membaca lanjutan. Jenis-jenis membaca lanjutan menurut Supriyadi, dkk, ( 1995 : 185 ) adalah sebagai berikut : 1. Membaca dalam hati. Tujuan membaca dalam hati adalah agar siswa memahami isi bacaan. Bahan bacaan yang digunakan adalah buku paket dan buku pelengkap, dapat pula ditambah buku-buku lain mempertimbangkan keluasan dan ke dalam materi. Untuk mengembangkan kemampuan siswa memahami bacaan Smith dab Baret mengemukakan “ suatu taksonomi yang dapat dipakai guru sebagai pedoman dalam menyusun pertanyaan yang dapat mengembangkan kemampuan siswa memahami bacaan “. Taksonomi itu terdiri dari empat kategori yaitu : a. Pemahaman Harfiah Membimbing siswa untuk menemukan informasi yang secara jelas diungkapkan dalam bacaan. b. Pemahaman Inferensial Ditujukan oleh siswa bila dapat menarik kesimpulan dari fakta-fakta tertulis atau hal-hal yang diketahui dari bacaan.


15 c. Pemahaman Evaluasi Apabila siswa menunjukkan pikiran evaluative dengan membandingkan buah pikiran yang disajikan wacana dengan kriteria yang ada dalam dirinya atau kriteria sumber lain. d. Pemahaman Apresiasi Pemahaman apresiasi berhubungan dengan psikologis dan etetis siswa. Selain itu juga membimbing siswa mengenal teknik-teknik, bentuk gaya dan struktur kata. 2. Membaca Bahasa Tujuan membaca bahasa adalah agar siswa memiliki pengetahuan tentang kebahasaan Indonesia yang diperoleh dari membaca. 3. Membaca Teknik Membaca teknik bertujuan agar siswa memiliki keterampilan mengubah lambang tulisan menjadi ucapan yang dapat dipahami baik oleh diri sendiri atau orang lain yang mendengarkan (Muchlisoh, dkk, 1992) yang perlu mendapat perhatian guru dalam pengajaran ini ialah intonasi kata, kalimat atau lafal kata fungtuasi (tanda-tanda baca). 4. Membaca Indah Yang menjadi perhatian utama dalam membaca indah ialah unsur irama informasi, ketepatan ucapan, intonasi, kalimat seru, kalimat ajakan dan seterusnya. Bahan bacaan yang diperlukan ialah puisi, prosa, lirik, bacaan dialog atau naskah drama.


16 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian 1. Jenis penelitian Sunardi Suryabrata (1998) mengklasifikasikan jenis penelitian menjadi tujuh macam, yakni sebagai berikut : 1. Penelitian Deskriptif 2. Penelitian Historis 3. PenelitianKoresional 4. Penelitian Kausal Komparatif 5. Penelitian Eksperimen 6. Penelitian Grounded 7. Penelitian Tindakan ( Action Research) 2. Pendekatan Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan ( Action Research) berdasarkan pendekatan Naturalistik Kualitatif. Pendekatan ini memandang kenyataan sebagai sesuatu yang berdimensi jamak, utuh dan merupakan kesatuan serta open minded. Karena itu tidak mungkin disusun rancangan penelitian yang terinci dan fixed sebelumnya. Rancangan penelitian berkembang selama proses penelitian berlangsung. Peneliti dan obyek yang diteliti saling berinteraksi, yang proses penelitiannya dilakukan dari “ luar” dan dari “dalam” dengan melibatkan banyak fudgement.


17 Dalam pelaksanaannya peneliti sekaligus seorang alat peneliti yang dengan sendirinya tidak dapat melepaskan sepenuhnya dari unsur subyektifitas. Dengan kata lain dalam penelitian ini tidak ada alat penelitian yang baku yang telah disiapkan sebelumya. Penerapan penelitian didalam kelas diharapkan mampu memotivasi guru memiliki kesadaran diri, melakukan refleksi diri dan kritik diri terhadap aktivitas pembelajaran yang dilaksanakan ( MC. Niff, 1992, Hopkins, 1985,1993). Maka penelitian tindakan ini didasarkan pada prinsip situasional yang berkaitan dengan realitas lapangan yang dalam hal ini adalah suasana kelas. Membiarkan kelas dalam suasana kewajaran, sebagaimana keadaan sebenarnya , artinya tindakan dan penelitian yang akan dilakukan bertolak dari informasi-informasi yang actual yang diperoleh dari “realitas” yaitu guru, siswa dan proses-proses selama pembelajaran berlangsung. Kemudian dijadikan bahan dasar refleksi diri dalam menyusun rencana tindakan yang akan dilakukan. Kegiatan ini mengikuti alur pokok sebagai berikut : 1. Refleksi Awal 2. Perencanaan Tindakan 3. Pelaksanaan Tindakan dan Observasi 4. Refleksi untuk perbaikan selanjutnya dan seterusnya sampai tujuan yang hendak dicapai berhasil.


18 B. Kehadiran Peneliti Kehadiran peneliti dalam penelitian tindakan ini berperan ganda, yaitu sebagai peneliti dan praktisi. Sebagai praktisi dan peneliti guru melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas I dengan menerapkan berbagai teori dan teknik pembelajaran yang yang relevan secara kreatif, efektif dan menyenangkan. Dalam kegiatan pembelajaran mengangkat masalah-masalah “aktual” yang dihadapi oleh guru dilapangan, kemudian dilakukan suatu observasi dan evaluasi yang hasilnya dapat dipakai sebagai masukan untuk melakukan “refleksi” atas apa yang terjadi pada tahapan pelaksanaan pembelajaran. Hasil proses ini kemudian melandasi upaya perbaikan dan penyempurnaan dari perencanaan tindakan berikutnya. Tahapan-tahapan diatas dilakukan berulang-ulang dan berkesinambungan sampai kualitas keberhasilan tertentu dapat dicapai dengan baik. C. Lokasi Penelitian Pengertian lokasi pada penelitian tindakan ini adalah situasi sosial yang terdiri dari dari tempat, pelaku dan kegiatan ( Nasution, 1992). Dengan demikian yang dimaksud lokasi dalam penelitian tindakan ini adalah sebagai berikut : 1. Aspek Tempat Adalah lokasi dimana proses interaksi pembelajaran berlangsung. Dalam hal ini kelas I Sekolah Dasar Negeri Ngadirejo 03 Kecamatan Wonoasri Kabupaten Madiun.


19 2. Aspek Pelaku Adalah Guru dan siswa kelas I yang terlibat dalam interaksi belajar mengajar di dalam kelas. 3. Aspek Kegiatan Adalah kegiatan yang dilakukan dalam hal ini adalah “ Explorasi Dunia Kata Untuk Meningkatkan Kemahiran Bahasa Indonesia Melalui Aktivitas Membaca Untuk Siswa Kelas I Sdn Ngadirejo 03 Kecamatan Wonoasri Kabupaten Madiun “ pada semester I Tahun Pelajaran 2023/2024. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus sampai dengan bulan November 2023. D. Sumber Data Sumber data yaitu aspek penelitian yang dapat memberikan informasi yang dapat membantu perluasan teori (Bogdan dan Biken, 1990). Sumber data dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas I Sekolah Dasar Negeri Ngadirejo 03Kecamatan Wonoasri Kabupaten Madiun. E. Prosedur Pengumpulan Data Sumber data variabel pertama dilakukan melalui dua tahap, yaitu : 1. Tahap Pertama Siswa secara satu persatu membaca wacana yang telah dipersiapkan dalam waktu dua menit 2. Tahap kedua


20 Siswa diberi lembar pertanyaan yang menyangkut isi wacana dan dijawab secara tertulis. Pada tahap pertama dan tahap kedua akan menghasilkan data tentang kemampuan membaca setelah dimotivasi dengan menumbuhkan minat membaca. 1. Dokumentasi Dokumentasi digunakan untuk mengetahui hasil belajar keterampilan berbahasa Indonesia, sebelum tumbuh minat. Dengan melihat raport memiliki standar validitas dan obyektifitas karena telah memenuhi kriteria standar. 2. Obsevasi Menurut Suharsimi Arikunti (1992:128) observasi dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu : a. Observasi non sistematis, yaitu dilakukan pengamat dengan tidak menggunakan instrument pengamatan. b. Observasi sistematis, yaitu dilakukan oleh pengamat dengan menggunakan pedoman sebagai instrument pengamatan. 3. Catatan Lapangan Digunakan untuk menilai proses pembelajaran F. Analisi Data Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif berdasarkan hasil observasi terhadap tumbuhnya minat membaca dan hasil belajar dengan langkah-langkah sebagai berikut :


21 1. Melakukan reduksi yaitu mengecek dan mencatat kembali data-data yang telah terkumpul. 2. Melakukan interpelasi yaitu menafsirkan yang diwujudkan dalam bentuk pernyataan. 3. Melakukan inferensi yaitu menyimpulkan apakah dalam pembelajaran terjadi peningkatan tumbuhnya minat membaca dan hasil belajar atau tidak. 4. Tahap tindak lanjut yaitu merumuskan langkah-langkah perbaikan untuk siklus berikutnya atau pelaksanaan di lapangan setelah siklus berhasil berdasarkan inferensi yang telah ditetapkan. 5. Pengambilan kesimpulan diambil berdasarkan analisis hasil-hasil observasi yang sesuai dengan tujuan penelitian ini. Kemudian dituangkan dalam bentuk pernyataan. Kegiatan analisis data mempergunakan pedoman dibawah ini : 1. Tumbuhnya minat membaca siswa dalam pelajaran dengan indikator: a. Tidak suka membuang waktu b. Keaktifan yang tinggi c. Mengerjakan tepat waktu d. Mengerjakan sebaik mungkin e. Bergairah belajar Adapun kriteria penelitian tumbuhnya minat membaca adalah sebagai berikut :


22 a. Rumus untuk menentukan prosentase pada setiap indikator adalah jumlah siswa yang masuk dikalikan 100%. b. Tumbuhnya minat membaca dengan ketentuan sebagai berikut : 1) Minat membaca dinyatakan tumbuh (meningkat) jika rata-rata prosentase masing-masing kegiatan yang dinilai lebih dari atau sama dengan 75%. 2) Minat membaca dinyatakan belum tumbuh atau meningkat jika ratarata prosentase masing-masing kegiatan kurang dari 75%. 2 Meningkatkan hasil belajar siswa ditandai dengan indikator hasil belajar (nilai ulangan harian) menjadi lebih baik daripada sebelum penelitian.


23 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Hasil Penelitian Siklus I Menumbuhkan atau meningkatkan minat membaca dalam keterampilan berbahasa Indonesia dapat memberikan pengaruh yang positif sehingga siswa merasakan pada dirinya ada perubahan berupa kemajuan dalam belajarnya karena dirinya telah termotivasi sehingga minat membaca meningkat dan bergairah untuk belajar. Guru memberikan kebebasan kepada siswa untuk menanyakan secara individual tentang apa saja yang belum dipahaminya. Pertanyaan siswa secara individual dijawab oleh guru juga secara individual. Guru juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk berlomba mendapatkan nilai yang terbaik. Beberapa hal yang dicatat pada pertemuan siklus I ini antara lain : 1. Waktu yang dipergunakan mengerjakan pertanyaan belum merata. 2. Kurang telitinya siswa dalam menulis jawaban pertanyaan yang tersedia. Berikut ini data siswa yang menunjukkan meningkatnya minat siswa pada siklus I pada saat mengerjakan LKS


24 Tabel 4.1 Minat Siswa Pada Saat Pengerjaan LKS Siklus I NO Indikator Jumlah Siswa Prosentase % 1. Tidak suka membuang waktu 7 44% 2. Aktivitas yang sangat tinggi 8 50% 3. Mengerjakan tepat waktu 9 56% 4. Mengerjakan sebaik mungkin 8 50% 5. Bergairah belajar 9 56% Rata-rata 8,2 51% Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa pada siklus ini minat membaca siswa belum memenuhi harapan(masih dibawah 75%). Pada tahap selanjutnya guru mengajak siswa untuk membahas hasil pengerjaan LKS dengan cara memberi kebebasan siswa menulis jawaban di papan tulis. Selanjutnya pembahasan tentang jawaban yang telah ditulis di papan tulis. Siswa yang jawabannya salah atau kurang sempurna harus menyempunakan jawabannya. Hal ini dimaksudkan agar pada kegiatan selanjutnya tidak mengalami kesalahan. Apabila tidak diperbaiki, kesalahan ini terbawa pada kegiatan-kegiatan selanjutnya. Berikut daftar aktivitas yang menunjukkan meningkatnya minat berprestasi siswa pada siklus pertama pada saat pembahasan LKS. Tabel 4.2. Minat Siswa pada pembahasan LKS Siklus I NO Indikator Jumlah Siswa Prosentase % 1. Tidak suka membuang waktu 13 81% 2. Aktivitas yang sangat tinggi 13 81%


25 3. Mengerjakan tepat waktu 11 69% 4. Mengerjakan sebaik mungkin 10 63% 5. Bergairah belajar 13 81% Rata-rata 12 75% Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa pada siklus I pembahasan LKS minat siswa sudah cukup baik, rata-rata mencapai 75%. Pada akhir tahap ini guru memberikan penelitian akan hasil tugas siswa. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan motivasi siswa bahwa semakin sempurna dan teliti jawabannya akan mendapat nilai yang lebih baik. Kemudian diadakan ulangan tertulis yang bahannya dari semua bahan yang dipelajari siswa sebanyak sepuluh soal dengan waktu sepuluh menit. Pada saat mengerjakan evaluasi terlihat adanya minat dan motivasi siswa untuk lebih berprestasi mengerjakan sebaik-baiknya. Berikut data aktivitas siswa yang menunjukkan minat belajar siswa pada siklus I pada saat diskusi kelompok. Tabel. 4.3. Minat siswa pada Saat Diskusi Siklus I NO Indikator Jumlah Siswa Prosentase % 1. Tidak suka membuang waktu 12 75% 2. Aktivitas yang sangat tinggi 13 81% 3. Mengerjakan tepat waktu 13 81% 4. Mengerjakan sebaik mungkin 12 75% 5. Bergairah belajar 13 81% Rata-rata 12,6 79%


26 Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa minat dalam mengikuti diskusi Tanya jawab sudah cukup baik yaitu mencapai nilai rata-rata 79%. Pada saat pengerjaan evaluasi terlihat adanya minta untuk berpartisipasi dengan mengerjakan sebaik-baiknya. Tabel 4.4. Minat Siswa Pada Saat Evaluasi Siklus I NO Indikator Jumlah Siswa Prosentase % 1. Tidak suka membuang waktu 13 81% 2. Aktivitas yang sangat tinggi 12 75% 3. Mengerjakan tepat waktu 13 81% 4. Mengerjakan sebaik mungkin 12 75% 5. Bergairah belajar 13 81% Rata-rata 12,6 79% Dari data diatas tersebut menunjukkan bahwa motivasi (minat) siswa dalam evaluasi ini cukup baik, mencapai rata-rata 79 %. Pada akhir kegiatan guru dan siswa memberikan beberapa kesimpulan kegiatan dan memberikan penilaian terhadap aktivitas siswa selama kegiatan dan memberikan penyempurnaan kegiatan selanjutnya. 1) Hasil Belajar Berdasarkan ulangan harian yang telah dilaksanakan menunjukkan bahwa telah ada peningkatan hasil belajar daripada pertemuan sebelum dilaksanakan penelitian walaupun kenaikan belum signifikan. Beberapa siswa telah menunjukkan hasil yang nilainya rendah kurang dari 6,00. Secara rinci dapat dilihat pada table berikut :


27 Tabel 4.5. Hasil Evaluasi Belajar Siklus I No Nama MIN BC MB JML Ratarata % 1. Abimanyu Akmal Fadilah 80 80 80 240 80,00 80,00 2. Ahmad Reza Fathurrahman 75 80 80 235 78,33 78,33 3. Akbar Nurdaffa 85 85 90 260 86,67 86,67 4. Az - Zhahra Nuzula Firdausi 75 75 85 235 78,33 78,33 5. Azizah Hasna Aprilya Putri 85 85 90 260 86,67 86,67 6. Calvin Alvarino Nugroho 85 75 80 240 80,00 80,00 7. Dafa Azka Alfarizi 75 80 75 230 76,67 76,67 8. Dea Permata Sari 75 80 75 230 76,67 76,67 9. Fadilla Zahwa Nuraini 85 95 100 280 93,33 93,33 10. Melvi Evril Wellyananda 80 75 75 230 76,67 76,67 11. Muhammad Alif Hafiidz Ramadhani 100 90 100 290 96,67 96,67 12. Shifa Nur Aisyah 90 85 90 265 88,33 88,33 13. Tatan Putra Pratama 100 100 90 290 96,67 96,67 14. Yiyin Indah Trisnawati 90 85 85 260 86,67 86,67 Jumlah 1180 1170 1195 3545 1181,66 1181,66 Rata-rata 84,29 83,57 85,36 253,21 84,40 84,40 Keterangan : MIN = Menyimak BC = Berbicara MB = Membaca Dari hasil evaluasi belajar tersebut nilai rata-rata 77,63 maka dapat disimpulkan bahwa menumbuhkan minat membaca dapat meningkatkan keterampilan berbahasa Indonesia.


28 2) Rekomendasi Siklus I Walau pada siklus I ini menunjukkan hasil yang baik tetapi beberapa catatan penyempurnaan masih perlu dilakukan sebagai berikut : 1. Tata tertib belajar perlu disempurnakan antara lain : a. Perlu adanya pelaksanaan pembatasan waktu pengerjaan LKS b. Ketelitian siswa dalam penulisan jawaban c. Kelengkapan jawaban 2. Pada saat Pembahasan LKS a. Guru sebaiknya menuliskan nomor soal yang akan diisi oleh siswa secara berurutan di papan tulis kemudian menunjukkan siswa untuk mengisi. b. Penukaran buku LKS untuk dilakukan pemeriksaan ulang. 3. Pada saat diskusi, tempat duduk siswa sebaiknya berdekatan dengan anggota kelompoknya untuk mempercepat berkumpulnya kelompok. 2. Hasil Penelitian Siklus II Dengan melihat hasil rekomendasi pada siklus I, peneliti telah melakukan penyempurnaan pada siklus II. Pada saat pembukan pelajaran guru memberikan pengarahan ulang tentang tata cara belajar yang disempurnakan dari siklus I, meliputi :


29 Tabel 4.6. Minat siswa Pada Pengerjaan LKS Siklus II NO Indikator Jumlah Siswa Prosentase % 1. Tidak suka membuang waktu 13 81% 2 Aktivitas yang sangat tinggi 14 88% 3 Mengerjakan tepat waktu 12 75% 4 Mengerjakan sebaik mungkin 14 88% 5 Bergairah belajar 13 81% Rata-rata 13,2 83% Dari data di atas dapat dilihat bahwa siklus II ini terjadi peningkatan minat siswa pada saat mengerjakan LKS, yaitu sebesar 32% bila dibandingkan dengan siklus I. Pada saat pembahasan LKS pada siklus II, guru tidak lagi memberikan kebebasan terhadap siswa untuk menjawab soal di papan tulis, tetapi guru membatasi dengan menuliskan nomornomor yang akan dijawab untuk menunjukkan deret-deret siswa yang akan menjawab. Dengan cara ini pelajaran di papan tulis lebih terorganisasi. Disamping itu guru membatasi jumlah siswa yang akan mengerjakan di papan tulis. Dengan cara ini dapat diperoleh efisiensi waktu dan ketentuan pengerjaan di papan tulis dan pembahasan cepat dilaksanakan. Berikut data aktivitas siswa menunjukkan minat berprestasi siswa pada siklus II, pada saat pembahasan LKS di papan Tulis.


30 Tabel 4.7. Minat Berprestasi Pada Pembahasan LKS Siklus II NO Indikator Jumlah Siswa Prosentase % 1. Tidak suka membuang waktu 13 81% 2 Aktivitas yang sangat tinggi 14 88% 3 Mengerjakan tepat waktu 13 81% 4 Mengerjakan sebaik mungkin 14 88% 5 Bergairah belajar 13 81% Rata-rata 13,4 84% Dari data di atas diperoleh minat belajar siswa mengalami peningkatan sebesar 9 % bila dibandingkan Siklus I. Siklus II ini diberi waktu 10 menit untuk diskusi kelompok, semangat siswa dalam melakukan diskusi cukup tinggi. Berikut data aktivitas siswa yang menunjukkan minat belajar siswa pada siklus II pada saat siswa berdiskusi. Tabel 4.8. Minat Berprestasi Berdiskusi Siklus II NO Indikator Jumlah Siswa Prosentase % 1. Tidak suka membuang waktu 13 81% 2 Aktivitas yang sangat tinggi 15 94% 3 Mengerjakan tepat waktu 11 69% 4 Mengerjakan sebaik mungkin 15 94% 5 Bergairah belajar 16 100% Rata-rata 14 88% Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa keikutsertaan siswa dalam melaksanakan diskusi mengalami peningkatan sebesar 9 % bila dibandingkan dengan siklus I.


31 Tabel 4.9. Minat Berprestasi Pada Evaluasi Siklus II NO Indikator Jumlah Siswa Prosentase % 1. Tidak suka membuang waktu 13 81% 2 Aktivitas yang sangat tinggi 15 94% 3 Mengerjakan tepat waktu 13 81% 4 Mengerjakan sebaik mungkin 15 94% 5 Bergairah belajar 16 100% Rata-rata 14,4 90% Dari data diatas menunjukkan rata-rata berprestasi siswa mengalami peningkatan sebesar 11% dibandingkan siklus I. Hasil yang diraih siswa pada siklus II ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Keteraturan yang diciptakan oleh guru dalam pembelajaran ini membuahkan hasil positif berupa peningkatan hasilbelajar dari siklus I ke siklus II. Tabel 4.5. Hasil evaluasi Belajar Siklus II No Nama MIN BC MB JML Ratarata % 1. Abimanyu Akmal Fadilah 80 80 80 240 80,00 80,00 2. Ahmad Reza Fathurrahman 75 80 80 235 78,33 78,33 3. Akbar Nurdaffa 85 85 90 260 86,67 86,67 4. Az - Zhahra Nuzula Firdausi 75 75 85 235 78,33 78,33 5. Azizah Hasna Aprilya Putri 85 85 90 260 86,67 86,67 6. Calvin Alvarino Nugroho 85 75 80 240 80,00 80,00 7. Dafa Azka Alfarizi 75 80 75 230 76,67 76,67


32 8. Dea Permata Sari 75 80 75 230 76,67 76,67 9. Fadilla Zahwa Nuraini 85 95 100 280 93,33 93,33 10. Melvi Evril Wellyananda 80 75 75 230 76,67 76,67 11. Muhammad Alif Hafiidz Ramadhani 100 90 100 290 96,67 96,67 12. Shifa Nur Aisyah 90 85 90 265 88,33 88,33 13. Tatan Putra Pratama 100 100 90 290 96,67 96,67 14. Yiyin Indah Trisnawati 90 85 85 260 86,67 86,67 Jumlah 1180 1170 1195 3545 1181,66 1181,66 Rata-rata 84,29 83,57 85,36 253,21 84,40 84,40 Dari data di atas menunjukkan adanya peningkatan hasil evaluasi belajar sebesar 6,64% dari siklus I. Peningkatan nilai menunjukkan bahwa perbaikan proses pembelajaran membawa dampak positif terhadap hasil belajar siswa. B. Pembahasan dan Refleksi 1. Pembahasan Berdasarkan hasil belajar dan proses belajar yang telah dilaksanakan menunjukkan ada peningkatan baik proses pembelajaran maupun hasil belajar. Hasil belajar sebelum diadakan tindakan kelas mencapai nilai rata-rata 51 % setelah siklus I dan siklus II rata-rata nilai 84% berarti ada peningkatan 33%. Hasil prestasi sebelum diadakan, tindakan kelas nilai rata-rata mencapai 77,63%, setelah siklus I dan siklus II, serta rekomendasi mencapai nilai rata-rata 84,27% berarti ada peningkatan 6,64%.


33 2. Refleksi Sesuai dengan catatan dilapangan dalam proses pembelajaran rekomendasi dan refleksi berupa perbaikan dan penyempurnaan proses belajar dan mengajar berdampak positif untuk meningkatkan hasil belajar siswa.


34 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan penulisan dan pembahasan pada bab sebelumnya maka dapat disimpulkan sebagai berikut : Hasil proses belajar sebelum tumbuh minat membaca mencapai nilai rata-rata 51%. Setelah termotivasi minat siklus I dan siklus II, refleksi dan rekomendasi nilai rata-rata mencapai 84%, berarti ada peningkatan 33%. Hasil belajar sebelum siklus I dan siklus II mencapai nilai rata-rata 77,63%, setelah siklus I dan siklus II, refleksi dan rekomendasi rata-rata mencapai 84,27% berarti ada peningkatan 6.64%.Maka menumbuhkan minat membaca dapat meningkatkan keterampilan berbahasa Indonesia kelas I SDN Ngadirejo 03 Kecamatan Wonoasri Kabupaten Madiun. B. Saran Berdasarkan hasil kesimpulan di atas dapat disarankan sebagai berikut : 1. Agar keterempilan berbahasa Indonesia meningkat, siswa harus memiliki minat yang tinggi dalam prosses pembelajaran. 2. Agar hasil belajar siswa bias meningkat secara optimal hendaknya guru menumbuhkan minat siswa dengan perbaikan dan penyempurnaan proses pembelajaran


35 DAFTAR PUSTAKA Ausebel, D.P, 1963. The Psychology of meaning Verbal Learning. New York, grune & Srattim Arikunto, S. 1983. Dasar-dasar evaluasi pendidikan, prosedur Penulisan Suatu Pendekatan Praktis. Jakarta: Bina Aksara. Baso, M. 1999.Kapita Selekta Teknologi Pembelajaran. Surabaya: Alkon Training. Depdikbud, 1994. Garis-garis Besar program Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas VI Sekolah Dasar. Jakarta : Dikdasmen. De Porter,B.M.dkk.2000. Quantum Teaching. Bandung : Kaifa. Hopkins, David. 1985. Teaching’s Guide the Classroom Research. Philadelphia : Open University, Milton Keynes. Muchlisoh, dkk. 1992. Materi Pokok pendidikan Bahasa Indonesia 3. Jakarta: Universitas Terbuka. Mc, Niff, jean. 1992. Action Research, principle and Practice. New York, Rontledge Champman & Hall, Inc. Nasution, S. 1992. Metodologi Penulisan Neturalistik Kualitatif. Bandung: Tarsito. Supriadi, dkk. 1995. Materi Pokok pendidikan Bahasa Indonesia. Jakarta: Depdikbud Bagian proyek peningkatan mutu guru SD, Setara D-II 1995. Sudjana, N. 1997. Teknologi Pengajaran. Bandung: Sinar baru.


36


37 Lampiran 2 Evaluasi Belajar Siklus I SIAPA YANG PANDAI Seluruh binatang di hutan menganggap kancil sebagai binatang paling pintar dan banyak akal. Oleh karena itu, baginda Singa pun sering bertanya kepada Kancil bila ada masalah yang sulit dipecahkan. Sudah beberapa hari ini Kancil melihat Baginda Singa akrab dengan Keledai. Ia tidak senang dan merasa tersaingi. Ketika Baginda Singa sedang sendiri.Kancil mendekat, “ Tuanku akhir-akhir ini Tuanku sering melihat bersama Keledai. Hamba takut kalau Tuanku tertular kebodohannya.” “ Terima kasih, Cil. Kalau begitu, aku akan berusaha menjauhinya,” jawab Baginda Singa. Kancil merasa senang karena hasutannya berhasil. Singa percaya bahwa Keledai bodoh. Setelah kancil pergi, Baginda Singa berpikir,” Apa benar yang dikatakan kancil? Ah, aku tidak mau langsung percaya begitu saja ! Aku harus menguji kepintaran kancil dan keledai. Aku harus mengajukan pertanyaan yang sulit yang sangat sulit untuk mereka berdua. Baginda Singa lalu mencari pertanyaan yang akan diajukan kepada mereka. Setelah ia menemukan pertanyaan yang sulit, Baginda Singa mengundang Kancil dan keledai.


38 “ Kancil, Keledai sengaja kalian aku undang malam ini. Kita rasakan udara begitu sejuk. Langit bersih. Bintang bertaburan dan berkelip-kelip. Coba kalian lihat ke atas! Berapa ya jumlah bintang-bintang itu?”Tanya Baginda Singa. Kancil dan Keledai terus mengamati langit. Kancil beberapa kali menghitung jumlah bintang, tetapi tidak pernah cocok jumlahnya berbeda terus. “ Kancil, bagaimana Kamu?” Tanya Baginda Singa. Kancil terdiam. Ia akhirnya menggelengkan kepala. “ Hamba menyerah, Baginda?”. “Keledai, bagaimana kamu?” Singa bertanya kepada keledai. Keledai menjawab tenang. “ Jumlah bintang di langit sama dengan jumlah bulu yang tuan miliki.” “ Kamu jangan asal menjawab saja,Keledai!” Ujar Singa agak marah. “ Kalau Tuan tidak percaya, silahkan saja Tuan hitung sendiri!” kata Keledai. Singa terdiam. Ia berpikir dalam hatinya dan benar kata keledai. Aku juga tidak tahu, berapa jumlah buluku dan jumlah bintang di langit. “ Kamu ternyata pintar. Keledai,” puji Baginda Singa. Keledai tersenyum bangga, Kancil lalu pergi karena malu. Ternyata, ada juga yang lebih pintar dari dirinya.


39 PERTANYAAN SIKLUS I JAWABLAH PERTANYAAN DI BAWAH INI! 1. Siapa yang menjadi raja hutan itu? 2. Mengapa kancil merasa tersaingi oleh keledai? 3. Apakah Singa langsung percaya pada laporan Kancil? 4. Apa yang dilakukan Singa untuk menguji kepandaian Keledai? 5. Mengapa Kancil akhirnya pergi meninggalkan Singa dan Keledai? KUNCI JAWABAN SIKLUS I 1. Singa 2. Karena sudah beberapa hari Singa akrab dengan Keledai 3. Tidak 4. Mengajukan pertanyaan yang sulit 5. Kancil malu kepada Keledai karena Keledai lebih pintar dari dirinya.


Click to View FlipBook Version