TEKS
DRAMA
Pasmiati
MATERI PEMBELAJARAN
Drama merupakan salah satu dari bentuk
karya sastra yang menggambarkan atau
mengilustrasikan kehidupan dengan
menyampaikan konflik dengan melalui dialog.
Didalam sebuah drama terdapat unsur
intrinsik, yakni unsur yang membangun sebuah
karya sastra terdapat di dalamnya.
CIRI-CIRI TEKS Harus ada konfliks
DRAMA
berbentuk dialog
Harus dipentaskan
berupa cerita
UNSUR-UNSUR DRAMA
tokoh watak setting
tema amanat konflik
dialog
TEMA
Tema adalah pikiran pokok yang mendasari lakon
drama. Tema adalah ide yang mendasari cerita
sehingga berperan sebagai pangkal tolak
pengarang dalam memaparkan karya fiksi yang
diciptakannya.
Pelaku dalam cerita. TOKOH
Dalam drama biasanya dikenal tiga jenis
tokoh. Tiga jenis tokoh tersebut
Tokoh Protagonis, yaitu tokoh yang
mendukung cerita.
Tokoh Antagonis, yaitu tokoh yang
menentang cerita. Tokoh antagonis
merupakan tokoh yang selalu menentang
sikap dan tindakan tokoh protagonis.
Tokoh Tritagonis, yaitu tokoh pembantu, baik
untuk tokoh protagonis maupun untuk tokoh
antagonis.
.
Watak para tokoh Penggambaran watak tokoh itu
digambarkan dalam tiga berdasarkan keadaan fisik
dimensi, yaitu (1) dimensi (sisiologis), kondisi kejiwaan
fisik, (2) dimensi psikis, dan (psikologis), dan kondisi sosial
(3) dimensi sosial.. (sosiologis).
Keadan fisik tokoh, Aspek psikis tokoh meliputi WATAK
misalnya: umur, jenis watak, minat, kegemaran,
kelamin, ciri-ciri tubuh, temperamen, ambisi, dan
cacat jasmani, ciri khas keadaan emosi.
yang menonjol, bentuk
tubuh, dan roman muka.
keadaan sosiologis antara lain:
jabatan, pekerjaan, suku, ras, agama,
status sosial, keadaan ekonomi, dan
tingkat pendidikan. Dalam drama,
keadaan fisik, psikis, dan sosiologis
tersebut dapat digunakan unt
Setting/latar Dalam sebuah pertunjukkan drama
kehadiran latar atau setting dapat dilihat
gambaran tempat, waktu, dan segalal dari keadaan panggung seperti tata
situasi di tempat terjadinya peristiwa cahaya atau penampilan para tokohnya
dalam drama atau cerita
Latar drama terdiri dari latar waktu (pagi hari,
siang hari, malam hari), latar tempat (di rumah,
di jalan, di sekolah, di pasar, dsb), latar suasana
(suasana gembira, sedih, cemas, dsb)
AMANAT pesan yang ingin
disampaikan pengarang
drama kepada orang yang
menyaksikan pertunjukan
drama.
Amanat sebuah drama disampaikan melalui
tokoh drama (pelaku), baik melalui ucapan
maupun perbuatan.
ALUR/PLOT
ORIENTASI KOMPLIKASI ANTIKLIMAKS RESOLUSI
KLIMAK
tahap pengenalan masalah-masalah atau Peristiwa-peristiwa dramatik konflik mulai mereda dan Konflik yang
tokoh-tokoh drama. peristiwa-peristiwa yang menjadi inti cerita ketegangan mulai menurun. telah
yang menyulut konflik semakin mencekam dan Tokoh-tokoh yang mencapai
mulai dimunculkan. menegangkan. memanaskan situasi atau klimaks dan
meruncingkan cerita dalam sudah mulai
drama sudah mulai menuju menurun
pada penyelesaian konflik. diberi
penyelesaian.
DIALOG
Ciri khas suatu drama adalah naskah atau teks
yang berbentuk cakapan atau dialog. Ragam
bahasa dalam dialog tokoh-tokoh drama
adalah bahasa lisan yang komunikatif, karena
dialog itulah yang akan diucapkan di pentas.
Dialog dalam drama mencerminkan kegiatan
pembicaraan sehari-hari. Hal itu bisa dilihat
dari pilihan kata, panjang dan pendek kalimat,
dan bentuk kalimat berupa kalimat langsung.
LALU,APA UNSUR PENTAS DRAMA?
sebuah karangan yang isinya terdapat cerita NASKAH DRAMA
atau lakon
Permainan drama terbagi dalam babak demi
babak. Setiap babak mempunyai peristiwa
tertentu dalam waktu dan susunan tertentu
pula.
sorang yang memeragakan peran di dalam PEMAIN
cerita, atau disebut juga aktor/aktris.
Permainan drama terbagi dalam babak demi
babak. Setiap babak mempunyai peristiwa
tertentu dalam waktu dan susunan tertentu
pula.
pemimpin dalam pementasan drama. SUTRADARA
sutradara sebaiknya mampu:
1.Memilih naskah yang tepat
2.Pandai menafsirkan watak para tokoh
cerita
3.Pandai memilih pemain yang sesuai
naskah
4.Sanggup melatih dan membimbing
pemain
5.Bisa bekerja tim dengan crew yang lain
Tata rias merupakan bagian yang bertugas TATA RIAS
dalam mendandani atau make up para
pemain. Orang yang mengerjakan tata rias
disebut dengan penata rias. Penata rias ada
pria dan wanita, dilihat dari keahliannya
dalam bidang tata rias. Alat-alat rias seperti
bedak, lipstik, pensil alis, kumis palsu, bulu
mata dan masih banyak lagi.
1.Seorang penata rias harus memiliki teknik
seni dalam merias seperti teknik shading
hidung, meniruskan pipi, menebalkan
mata, membentuk alis dan teknik lainnya.
Selain itu penata rias juga harus terampil
dan cekatan, agar penata rias mampu
mengatur waktu sehingga pemainnya
bisa siap untuk naik ke atas panggung
dengan riasan yang baik.
Bagian yang mengatur pakaian pemain, TATA BUSANA
seperti bahan, model dan cara
mengenakannya.
Penata rias dan penata busana harus mampu
menafir dan memantaskan riasan dan
pakaian yang akan dikenakan. Seperti
pakaian pesta dilengkapi dengan riasan yang
full cover, pakaian santai dilengkapi dengan
riasan yang natural. Semua bagian saling
membantu untuk menunjang penampilan
pemain.
Panggung adalah tempat para TATA PANGGUNG
pemain memeragakan lakon
dramanya.
Tata panggung adalah keadaan
panggung yang dibutuhkan
dalam memainkan pementasan.
Tugas penantaan panggung hanya menuruti
apa yang dikehendaki naskah, namun juga
boleh menambahkan, mengurangi atau
mengubah letak perlatan asal perubahan itu
menambah estetika keadaan panggung.
Sebaiknya yang dipilih untuk menata
panggung adalah orang-orang yang
mengerti keindahan dan komposisi seni yang
baik.
bagian yang bertugas dalam TATA LAMPU
pengaturan cahaya di
panggung.
Pengaturan cahaya di panggung harus
disesuaikan dengan keadaan panggung yang
dibutuhkan. Seperti penataan lampu di
rumah orang miskin dan di rumah orang
kaya, memerlukan cahaya lampu yang
berbeda dan disesuaikan dengan waktu
terjadi.
Tata suara yang biasa kita TATA SUARA
kenal adalah bagian yang
mengatur pengeras suara
(sound system) dan musik
pengiring.
Alat musik yang digunakan tentu
berbeda sesuai dengan suasana yang
dibutuhkan, seperti suasana sedih
mungkin hanya diiringi dengan seruling
yang ditiup mendayu-dayu menyayat
hati, suasana pertengkaran yang diiringi
dengan musik yang berirama cepat dan
keras.
Ada tiga macam ragam penonton, PENONTON
dilihat dari segi motivasinya:
1.Penonton Peminat yaitu penonton
intelektual atau penonton yang
mampu mengapresiasi seni.
2.Penonton Iseng yaitu penonton
yang tidak punya ketertarikan
khusus pada seni, hanya menikmati
untuk hiburan.
3.Penonton Penasaran yaitu penonton
yang menonton karena penasaran
ingin tahu bagaimana lakon, pemain
dan cerita dramanya.
UNSUR DRAMA PENTAS
NASKAH DRAMA SUTRADARA TATA SUARA
TATA RIAS
PEMAIN
PENONTON
TATA PANGGUNG
TATA LAMPU TATA BUSANA