NILAI-NILAI ANTI KORUPSI
Dosen Pengampu : Siti Choirul Dwi Astuti, M.Tr. Keb
PENDIDIKAN BUDAYA ANTI KORUPSI
Nama : Aprianti Paris
Kelas : 1A
Prodi : D III Kebidanan
Jurusan : Kebidanan
POLTEKES KEMENKES GORONTALO
2021
NILAI-NIALI ANTI KORUPSI YANG DI LANGGAR DALAM KASUS
KORUPSI BESERA ALASAN
1. Nilai Kejujuran
Kejujuran merupakan sifat terpuji yang harus dimiliki oleh setiap
orang. Sifat jujur perlu ditanamkan dalam diri seseorang sedini mungkin,
karena kejujuran merupakan tanggung jawab moral seseorang terhadap
nilai-nilai dan norma-norma agama dan masyarakat. Seperti kasus korupsi
yang di lakukan ibu Siti Fadilah dimana dalam menjalankan tugasnya
sebagai menteri kesehatan ia tidak menerapkan sikap kejujuran
sehingganya kasusnya tersebut merugikan dirinya sendiri dan orang lain.
Ia menyalahgunakan wewenangnya sebagai menteri kesehatan dan
berbohong atau tidak jujur pada semua rakyat Indonesia.
2. Nilai Tanggung Jawab
Tanggung jawab menjadi kesadaran manusia akan tingkah laku
atau perbuatan yang disengaja atau tidak. Tanggung jawab adalah keadaan
dimana wajib menanggung segala sesuatu sehingga kewajiban
menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatu, dan
menanggung akibatnya. Pada kasus ibu Siti Fatima ia tidak memiliki rasa
tanggung jawab. Ia tidak bertanggung jawab dalam menjalankan tugasya
sebagai menteri kesehatan. Dalam hal kasusnya ia melakukan kesalahan
dengan menyalahgunakan wewenangnya. Dan ia dipaksakan untuk
bertanggung jawab atas kesalahannya oleh pihak yang berwenang terkait
kasus korupsi alkes dengan pidana 4 tahun penjara serta denda Rp
200.000.000,00-.
3. Nilai Keberanian
Berani disini adalah keberanian untuk melakukan kebaikan, untuk
tampil membela kebenaran.. Keberanian sangat diperlukan untuk
mencapai kesuksesan. Keberanian akan semakin matang jika diiringi
dengan keyakinan, dan akan semakin kuat jika pengetahuannya juga kuat.
Pada kasus lain Ibu Siti Fadilah memiliki keberanian. Ia sangat berani
menentang WHO saat wabah flu burung merebak di Indonesia beberapa
tahun silam. Ia mampu menang melawan WHO dan berhasil mereformasi,
sehingga tidak terjadi pembelian massal vaksin untuk flu burung dan
pandemi berhasil diselesaikan di tangan Siti Fadilah kala itu. Hal ini patut
di jadikan sebagai contoh untuk kita sebagai mahasiswa harus berani
dalam mengutarakan pendapat atau mengambil keputusan selagi itu masih
dalam hal yang positif.