The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Rossy Widya Puspita, 2026-01-31 01:31:28

Flipbook Materi Puisi Kelas X-Terakhir

Materi Puisi Kelas X

Keywords: Puisi

OLEH: ROSSY WIDYA PUSPITAMATERI KELAS X SEMESTER GENAP1


Kata PengantarPuji syujur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkanRahmat, Tauhid, Hidayah, serta Inayahnya kepada kita, sehingga saya dapatmengembangkan media pembelajaran ini. Media pembelajaran ini saya buatuntuk memudahkan para guru untuk mengajar mata pelajaran bahasa indonesiakhususnya pada materi “Berkarya dan Berekspresi melalui Puisi”kelas X.Media pembelajaran ini saya gunakan mengajar untuk memenuhi tugas matakuliah Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP)-Asistensi Mengajar diSMAN 6 Kota Kediri. Berbagai validasi telah dilakukan sebelummenggunakan media ini mulai dari ahli media, ahli bahasa, hingga ahli materi.Flipbook ini disusun berdasarkan kurikulum merdeka yang menempatkankompetensi, keterampilan, dan pengetahuan sebagai suatu kesatuan yangsaling berhubungan dengan Capaian Pembelajaran (CP). Selain itu dalamFlipbook ini menerapkan prinsip Profil Pelajar Pancasila (P-5) dan pendekatanDeep Learning. Maka dari itu pokok pembahasanmateri dalam Flipbook inisingkat, padat, dan jelas sesuai dengan prinsip pembelajaran mendalam.Latihan soal atau penugasan di dalamnya pun dominan berbentukkelompokdaripada yang individu. Hal itu dapat mendorong peserta didik untuk terlibataktif dalam proses pembelajaran. Asesmen yang terdapat dalamFlipbook iniyaituasesmen diagnostik, formatif, dan sumatif. Asesmen diagnostik berupapemantik sebelumpembelajaran dimulai melaluifoto sastrawan terkenal danjudul karyanya. Asesmen formatif berupa penugasan kelompok yangdilakukansecara langsung di kelas. Dan asesmen sumatifbersifat individuberupa kuis interaktif bisa dilakukan dengan membuka tautan yang disediakanmaupun melalui Barcode.Saya berharap dengan adanya penggunaan media pembelajaran ini olehgurudapat meningkatkan minat belajar sekaligus meningkatkan hasil belajarpeserta didik dengan materi “Berkarya dan Berekspresi melalui Puisi”. Terimakasih atas perhatiannya. Apabilaada kekeliruan dalampenulisan materidalammedia ini saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.Kediri, 12 Januari 20262


Daftar IsiKata Pengantar_2Daftar Isi_3Profil Pelajar Pancasila_5Tujuan Pembelajaran_6Alur Tujuan Pembelajaran_7Penilaian Diagnosis_11Bab 1: Mengidentifikasi Diksi dalam Teks Puisi yang Dibacakan_121.Pengertian Puisi _122.Ciri-Ciri Puisi_123.Diksi Puisi_13a) Majas_13b) Pengimajian_17c) Kata Konkret_18d) Kata bermakna Konotatif_18Kerja Kelompok_19Penugasan Individu_20Bab 2: Menginterpretasi Pendapat Pro/Kontra dalam Teks Diskusi dan MenilaiEfektivitas Diksi, Rima, dan Tipografi dalam Teks Puisi_211.Pengertian Teks Diskusi_212.Ciri-Ciri Teks Diskusi_213.Struktur Teks Diskusi_214.Jenis-Jenis Puisi_225.Kemunculan Puisi Esai Menuai Kontroversial_256.Contoh Puisi Esai_257.Pengertian Diksi, Rima, dan Tipografi_258.Hubungan Makna Puisi dengan Diksi, Rima, dan Tipografi_259.Kerja Kelompok_2610.Penugasan Individu_29Bab 3: Menilai Tema dan Suasana dalam Teks Puisi_301.Pengertian Tema dan Suasana_302.Contoh Analisis Tema dan Suasana Puisi_313.Kerja Kelompok_324.Waktunya kuis_34Bab 4: Menyajikan Musikalisasi Puisi secara Kreatif_351.Pengertian Musikalisasi Puisi_352.Unsur Penting Musikalisasi Puisi_363.Langkah-langkah Musikalisasi Puisi_3363


5.Contoh Musikalisasi Puisi_376.Proyek Kelompok_387.Kuis_38Bab 5: Menulis Resensi Buku Antalogi Puisi secata Logis dan Kreatif_391.Pengertian Antalogi Puisi_392.Pengertian Resensi Buku_393.Langkah-langkah Meresensi Buku Antalogi Puisi_394.Proyek Kelompok_44Bab 6: Menyajikan Pembacaan Puisi dengan Ekspresif dan Kreatif_471.Pengertian Pembacaan Puisi_472.Hal yang perlu diperhatikan dalam pembacaan puisi_483.Jenis-jenis Pembacaan Puisi_494.Proyek Individu_505.Waktunya kuis_50Daftar Pustaka_514


Profil Pelajar Pancasila (P-5)1.Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak MuliaMenghargai nilai moral, spiritual, dan kemanusiaan dalam puisi.Menafsirkan amanat dan makna tersirat puisi dengan kesadaran etisMenunjukkan sikap santun dan hormat saat menanggapi puisi teman.2.Berkebinekaan GlobalMenghargai perbedaan budaya, latar belakang, dan perspektif penyair.Membandingkan tema, suasana, dan makna puisi dari berbagai latarbudaya.Memahami pesan puisi yang relevan secara universal.3.Gotong RoyongMemberikan umpan balik membangun terhadap puisi teman.Berpartisipasi aktif dalam pembacaan/musikalisasi puisi kelompok.Bekerja sama merencanakan dan mengeksekusi pertunjukan puisi.4.MandiriMengelola proses belajar puisi secara mandiri, termasukmembaca, menganalisis, dan menulis puisi.Mengeksplorasi rima, tipografi, dan bentuk visual puisi sesuai kreativitassendiri.Merefleksikan hasilkarya puisi dan perbaikan secarapribadi.5.Bernalar KritisMenganalisis diksi, majas, rima, tema, suasana, dan makna puisi secaralogis.Menilai kualitaspuisi dan membedakan makna tersurat dan tersirat.Mengemukakan pendapat kritis dan argumentatif saat menanggapi puisiteman.6.KreatifMenciptakan puisi orisinal dengan diksi, gaya bahasa, dan ritme inovatif.Menampilkan puisi melalui musikalisasi, ekspresi vokal, dan visualisasikreatif.Mengeksplorasi berbagai tema dan sudut pandang dalammenulis dan mengekspresikan puisi.5


Tujuan PembelajaranTujuan Pembelajaran:Bab 1: Membaca dan Memirsa1.Peserta didik mampu memahami pengertian, karakteristik, dan diksi dalamteks puisi.2.Peserta didik mampu mengidentifikasi diksi dalam teks puisi yangdibacakan.Bab 2: Menulis Berbicara dan Mempresentasikan1.Peserta didik mampu menganalisis struktur teks diskusi yang disajikanguru. Lalu kemudian peserta didik mempresentasikan secara bersamasama.2.Peserta didik mampu mengidentifikasi diksi, rima, dan tipografi dalampuisi yang disajikan.Bab 3: Menilai Tema dan Suasana dalam Teks Puisi1.Peserta didik mampu memahami makna pada puisi yang dibaca.2.Peserta didik mampu menemukan tema dan suasana puisi pada puisi yangdibaca.Bab 4: Menyajikan Musikalisasi Puisi secara Kreatif1.Peserta didik mampu memahami jenis-jenis musikalisasi puisi, unsurunsur penting musikalisasi puisi, dan langkah-langkah memusikalisasipuisi.2.Peserta didik mampu me musikalisasi puisi sederhana bersamakelompoknya berdasarkan jenis musikalisasi puisi yang dipelajari.Bab 5: Menulis Resensi Buku Antalogi Puisi secara Logis dan Kreatif1.Peserta didik dapat memahami pengertian dan contoh resensi bukuantalogi puisi yang disajikan guru.2.Peserta didik mampu mengkaji unsur-unsur resensi buku antalogi puisi(judul buku, identitas buku, pendahuluan (orientasai), sinopsis, analisis,dan evaluasi.3.Peserta didik mampu menulis resensi buku antalogi puisi dengan logis,kritis dan kreatif.Bab 6: Menyajikan Pembacaan Puisi dengan Ekspresif dan Kreatif1.Peserta didik mampu memahami pengertian pembacaan puisi yang baikdan benar.2.Peserta didik mampu memahami hal-hal yang perlu diperhatikan dalampembacaan puisi.3.Peserta didik mampu memahami gaya pembacaan puisi yang dapatdigunakan.4.Peserta didik mampu menyajikan pembacaan puisi penyair terkenal secaraekspresif dan kreativitas.6


Alur Tujuan PembelajaranAlur Tujuan Pembelajaran:Bab 1Tujuan Pembelajaran 1:1.Guru menyajikan foto sastrawan terkenal sebagai pemantik (asesmendiagnostik) sebelum memulai pembelajaran. Agar peserta didik menebaksiapakah mereka? Dan mereka terkenal karena apa?.2.Peserta didik memahami materi secara cermat materi teks puisi yangdisampaikan guru melalui tautan Flipbook.3.Peserta didik mencatat poin-poin penting materi yang disampaikan guru.Tujuan Pembelajaran 2:1.Peserta didik membentuk kelompok yang terdiri dari 7-8 orang.(Fleksibel/menyesuaikan jumlah peserta didik dalam satu kelas;pembagian kelompok berdasarkan meja barisan) satu kelas dibagi menjadi4 kelompok).2.Peserta didik menentukan ketua kelompok.3.Setiap ketua kelompok maju ke depan untuk mengambil amplop yangdisediakan guru.Di dalam amplop tersebut terdapat salah satu unsur puisi.Jadi setiap kelompok nanti menganalisis unsur yang didapatkan (antarasatu kelompok dengan kelompoklain mendapatkan unsur yang berbeda).4.Peserta didik disajikan puisi yang bejudul ”Karawang Bekasi” karyaChairil Anwar oleh guru.5.Peserta didik bersama mengidentifikasi unsur pembangun puisi sesuaidengan unsur yang didapatkan.Bab 2Tujuan Pembelajaran 1:1.Peserta didik memahami secara mendalam materi teks puisi yangdisampaikan oleh guru melalui tautan Flipbook.2.Peserta didik membentuk kelompok terdiri dari 7-8 orang (menyesuaikanjumlah peserta didik di kelas)3.Peserta didik disajikan teks diskusi.4.Peserta didik menganalisis struktur teks diskusi yang disajikan.5.Peserta didik mempresentasikan bersama-sama hasil diskusi kelompok.Tujuan Pembelajaran 2:1.Peserta didik disajikan puisi oleh guru.2.Peserta didik mengidentifikasi puisi tersebut secara individu berdasarkandiksi, rima, dan tipografi.3.Peserta didik menscan barcode yang berisi kuis interaktif di dalamnyaterdapat kuis interaktif.4.Peserta didik mengerjakan kuis interaktif berdasarkan puisi yang disajikan.7


Bab 3Tujuan Pembelajaran 1:1.Guru menyajikan materi puisi dalam bentuk tautan flipbook.2.Peserta didik memahami secara mendalam seksama puisi yang disajikanoleh guru.3.Peserta didik memahami secara mendalam makna puisi yang disajikan.4.Peserta didik mencatat makna yang dipahami dari puisi yang disajikan.Tujuan Pembelajaran 2:1.Peserta didik membentuk kelompok terdiri dari 4-5 orang dalam satukelompok.2.Peserta didik bersama kelompok menemukan tema dan suasana puisi yangdibaca.3.Peserta didik bersama kelompok menemukan susana dalam puisi yangdibaca.4.Peserta didik bersama kelompok menuliskan hasil temuan di lembar yangsudah disediakan oleh guru.Bab 4Tujuan Pembelajaran 1:1.Peserta didik memahami dengan cermat materi yang dipaparkan gurusecara teoritis melalui tautan flipbook.2.Peserta didik mencatat poin-poin penting materi yang dipaparkan gurumelalui tautan flipbook.Tujuan Pembelajaran 2:1.Peserta didik membentuk kelompok satu kelompok terdiri dari 4-5 orangdalam satu kelompok.2.Peserta didik menentukan puisi yang akan digunakan untuk musikalisasipuisi.3.Peserta didik dan kelompok menentukan alat musik yang akan digunakan.4.Peserta didik bersama kelompoknya membuat irama puisi yang dipilih.5.Peserta didik bersama kelompoknya menampilkan musikalisasi puisi didepan kelas.Bab 5Tujuan Pembelajaran 1:1.Peserta didik memahami materi resensi buku antalogi puisi yang disajikanguru dalam bentuk flipbook.2.Peserta didik memahami contoh resensi buku antalogi puisi yangdisajikan.3.Peserta didik mencatat poin-poin penting materi yang disampaikan guru.8


Tujuan Pembelajaran 2:1.Peserta didik membentuk kelompok terdiri dari 7 orang dalam satukelompok.2.Peserta didik diberikan buku antalogi puisi yang berbeda setiapkelompoknya oleh guru.3.Peserta didik bersama kelompok melakukukan pembagian tugas untukmengkaji unsur-unsur resensi buku antalogi puisi.4.Peserta didik bersama dengan kelompoknya mengidentifikasi masingmasing bagian yang didapatkan.Tujuan Pembelajaran 3:1.Peserta didik bersama kelompok menyusun kerangka resesnsi antalogipuisi.2.Peserta didik bersama kelompok mengembangkan kerangka menjadi teksresensi yang utuh.3.Peserta didik bersama kelompoknya menyusun teks dengan bahasa yanglogis, kritis, dan kreatif.4.Peserta didik menuliskan hasilnya di portofolio bergaris yang disediakanguru.5.Peserta didik mengumpulkan hasil pekerjaannya kepada guru.Bab 6Tujuan Pembelajaran 1:1.Guru menyajikan materi menyajikan pengertian pembacaan puisi melaluitautan flipbook.2.Peserta didik memahami materi pembacaan puisi secara mendalam.3.Peserta didik mencatat poin-poin penting materi yang disampaikan guru.4.Peserta didik menyimpulkan pengertian pembacaan puisi yang baik danbenar.Tujuan Pembelajaran 2:1.Peserta didik mengidentifikasi unsur pembacaan puisi (lafal, intonasi,tempo, jeda, ekspresi).2.Peserta didik mengamati penerapan unsur-unsur tersebut dalam contohpembacaan puisi.3.Peserta didik mencatat hal-hal penting yang perlu diperhatikan saatmembaca puisi.4.Peserta didik menjelaskan kembali unsur-unsur pembacaan puisi secaralisan atau tertulis.Tujuan Pembelajaran 3:1.Peserta didik mengamati berbagai gaya pembacaan puisi (deklamasi,teatrikal, musikal, dan ekspresif) yang disajikan guru.2.Peserta didik mendiskusikan perbedaan setiap gaya pembacaan puisi.9


3.Peserta didik mengaitkan gaya pembacaan dengan isi dan tema puisi.4.Peserta didik menentukan gaya pembacaan puisi yang sesuai dengansebuah puisi.Tujuan Pembelajaran 4:1.Peserta didik menentukan judul puisi penyair terkenal yang digunakan.2.Peserta didik memahami tema, suasana, rima, dan tipografi puisi secaramendalam.3.Peserta didik memilih gaya pembacaan yang tepat sesuai puisi yangdipilihnya.4.Peserta didik menampilkan pembacaan puisi secara ekspresif dan kreatif didepan kelas.10


Penilaian Diagnosis11Ayo tebak nama sastrawan berdasarkan gambar di atas!Ayo Mencocokkan nama sastrawan berdasarkan gambar di atas!a. Chairil Anwarb. Sapardi Djoko Damonoc. W.S RendraAyo Mencocokan karya sastrawan berdasarkan gambar di atas!AkuSajak-Sajak Orang LaparHujan Bulan Juni


1.Pengertian PuisiPada umumnya puisi merupakan karya sastra yang berisi perasaanide,gagasan, pandangan, danperasaan penyair melalui kata-katayang indah. Puisi disajikan dalam bentuk bait. Menurut KamusBesar Bahasa Indonesia (KBBI) Puisi merupakan ragam sastrayang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunanlarikdan bait.2.Ciri-Ciri Puisia.Karya sastra berbentuk bait.Puisi merupakan satu-satunya karya sastra yang berbentuk baitatau larik. Berbeda dengan karya sastra prosa yang berbentukcerita naratif, drama yang berbentuk tingkah laku atau perbuatan.b. Mengandung ungkapan perasaan penulis/penyair yangbersifat imajinatif.Puisi mengandung ide, gagasan, pikiran dan perasaan penyairnamun diungkapkan dalam bahasa yang terkadang tidak dapatdibayangkan (berada di luar dunianyata).c. Kata-kata dalam puisi cenderung bersifat kiasan.Kata-kata dalam puisi disampaikan secara tidak langsungataumakna tersirat (Konotatif).d. Bentuknya padat atau singkat.Karya sastrapuisi merupakan satu-satunya karya sastra yang palingsingkat atau padat dibandingkan karya sastra lainnya.e. Dibentuk melalui TipografiPuisi memilikikebebasan melalui penataanhuruf maupun kalimat.f. Terikat oleh irama atau bunyiBerbeda dengan karya sastra lainnya puisi juga terikat oleh iramaatau bunyi sehingga menimbulkan efek yang khas pada puisi.Bab 1Mengidentifikasi Diksi dalam Teks Puisi12


133.Diksi Puisia. Gaya Bahasa (Majas)Gaya bahasa atau majas merupakan bahasa kiasan yang indah,imajinatif, dan kreatif yang digunakan dalam penulisan puisi. Adaberbagai jenis majas. Berikut ini secara singkat dijelaskan berbagaijenis majas.1) Majas PerbandinganMajas perbandingan merupakan gaya bahasakias yangmembandingkan antara kejadian satu dengan kejadian lainnyayang serupa padahal sebenarnya berbeda. Majas perbandingandapat diklasifikasikan sebagai berikut.a) Majas Simile: Kiasan yang menyamakan satu hal dengan hallain yang menggunakan kata-kata pembanding seperti bagai,seperti, laksana, semisal, seumpama, sepantun, atau kata-katapembanding lainnya.Contoh:Hidupku dibayangi oleh dua raksasa:Rusia dan Amerika, KGB, dan CIAya,ya aku hidup di dunia ketigamereka sudah siap mencaplok apa sajabagai siluman mereka pun bekerjabagai air di bawah tanah kucintabagai air merembes ke dalam bumi(Linus Suryadi, A.G,“Ode Asia Tenggara”, Perkutut Manggung, 1986)b) Majas Metafora: Kiasan yang menyatakan sesuatu sebagai halyang sebanding dengan hal lain, yang sesungguhnya tidak sama.Contoh:Perjalanan iniMenyusuri langsai-langsai kehidupanMenyusuri luka demi lukaMenyusuri gigiran abad padang-padang lenggangMenyusuri matahariDan laut abadi dasyat sunyi(Korie Layun Rampan,“Perjalanan”, Suara Kesunyian, 1981)


14c) Majas Personifikasi: Kiasan yang menyamakan benda denganmanusia, benda-benda mati dibuat dapat berbuat, berfikir, dansebagainya seperti manusia.Contoh:Mata pisau itu tak berkejap menatapmu:Kau yang baru saja mengasahnyaBerfikir: ia tajam untuk mengiris apelYang tersedia di atas mejaSehabis makan malamIa berkilat ketika terbayang olehnya urat lehermu(Sapardi Djoko Damono,“Mata Pisau”, Mata Pisau, 1982)d) Majas Alegori: Kiasan atau lukisan mengaiskan hal lain ataukejadian lain.Contoh:Aku si telaga: berlayarlah di atasnya;Berlayarlah menyibakkan riak-riak kecil yang menggerakkanBunga-bunga padmaBerlayarlah sambil memandang harumnya cahaya;sesampai di seberang sana, tinggalkan begitu saja perahumubiar aku yang menjaganya(Sapardi Djoko Damono,“Akulah si telaga”, Perahu Kertas, 1983)2) Majas PertentanganMajas pertentangan adalah kata-kata kias yang menatakanpertentangan. Terdapat berbagai jenis majas pertentangan antaralain sebagai berikut.a. Majas Antitesis: sejenis majas yang mengandung komparasiatau perbandingan antara dua antonim (yaitu kata-kata yangmengandung ciri-ciri semantik yang bertentangan).Contoh:LukaHaha(Sutardji Colzoum Bachari)


15b. Majas Hiperbola: Gaya bahasa yang menyatakan sesuatu secaraberlebih-lebihan.Contoh:Lihatlah! Sembilan puluh tahun penuh warna!Kenanglah bahwa kita telah selalu menolak menjadi komaKita menjadi goyah dan bengkok(W.S Rendra,“Sajak Orang Tua untuk Istrinya”, sajak-sajak sepatutua, 1994)c. Majas Litotes: Pernyataan yang menganggap sesuatu lebih kecildari realitas yang ada. Litotes merupakan kebalikan dari hiperbola.Contoh:Inilah lagu yang sederhanaUntuk-MuDenting-denting rawanJiwa yang melayang-layang (Acep Zamzam Noor, “Lagu yang Sederhana”)d. Majas Ironi: Pernyataan yang mengandung makna yangbertentangan dengan apa yang dinyatakannya.Contoh:Sebenarnya aku benci rumahyang memberiku kerinduan untuk pulang (Emha Ainun Nadjib,“Sajak Petualang”.)E. Majas Paradoks: Pernyataan yang memiliki makna yangbertentangan dengan apa yang dinyatakan.Contoh:Tidak setiap deritaJadi lukaTidak setiapJadi duri (Sutardji Coulzoum Bachri, “Jadi”)3) Majas Pertautan: kata-kata kias yang bertautan dengan gagasandan ingatan. Terdapat beberapa jenis majas pertautan di antaranyasebagai berikut.a) Majas Metonimia: Pengertian yang satu dipergunakan sebagaipengertian yang lain yang berdekatan.Contoh:akhirnya kau dengar juga pesan si tua itu, Nuh (Sapardi Djoko Damono,“Perahu Kertas”)


16b) Majas Sinekdoke: Bentuk kiasan yang mirip denganmetonimia, yaitu pengertian yang satu dipergunakan sebagaipengertian yang lain.Contoh:Kami tak gentar apa pun di bawah Tangan-Mu (Emha Ainun Nadjib,“2”)c) Majas Alusi: majas yang menunjuk secara tidak langsung kesuatu perisitwa atau tokoh berdasarkan pranggapan adanyapengetahuan bersama yang dimiliki oleh pengarang dan pembacaserta adanya kemampuan pada pembaca untuk menangkappengacuan itu.Contoh:Keadilan seolah lenyapApakah kita harus seperi Sengkon dan Karta?Apakah kalian akan menjadi PKI lagi?d) Majas Eufimisme: ungkapan yang lebih halus sebagaipengganti ungkapan yang dirasakan kasar, yangdianggapmerugikan, atau yang tidak menyenangkan.Contoh:Ya, bukan hanya makhluk tak kasat mataWanita malam itu juga memulai aksinya4) Majas Perulangan: kata-kata kias yang menyatakan penegasanuntuk meningkatkan kesan kepada pembaca. Terdapat berbagaijenis majas perulangan di antaranya sebagai berikut.a. Majas Aliterasi: jenis majas yang memanfaatkan purwakanthiatau kata-kata permulaan yang sama bunyinya.Contoh:# Dara damba dakuDatang dari danau# Tangan tangguh tadahkan tanggukTangan tangguh tanami tanah tambun


17b. Majas Antanaklasis: majas yang mengandung ulangan kata yangsama dengan makna yang berbeda. Dengan perkataan lain antanaklasis adalah majas yang mengandung ulangan kata atau homonim.Contoh:Buah penanyaMelahirkan buah bibir wargaPandangan manusia mana yang sempurnac. Majas Repetisi: majas yang mengandung pengulangan berkali-kalikata atau kelompok kata yang sama.Contoh:Belajarlah, doa bunda bersamamuBelajarlah, cari masa depanmub. Pengimajian (Citraan)Pengimajian atau citraan merupakan kata atau susunan kata yangdapat menimbulkan efek khayalan atau imajinasi dalam diripembacanya. Pembaca seolah-olah ikut merasakan, mendengar,melihat, meraba, dan mengecap sesuai yang diungkapkan dalampuisi. Menurut Pradopo (2012: 80) terdapat beberapa jenis citraanberdasarkan efek imajinasi yang ditimbulkan pada pembaca diantaranya citraan penglihatan, pendengaran, perabaan,pengecapan, penciuman, dan citraan gerak. Berikut inipenjelasannya.1) Citraan Penglihatan (Visual Imagery)Citraan penglihatan merupakan sesuatu yang digambarkan dalam puisiseolah-olah dapat terlihat oleh indera penglihatan (mata), padahalsebenarnya belum pernah melihatnya sama sekali. Contoh: Kubiarkancahaya bintang memilikimu (Sapardi Djoko Damono,“Nokturno”, MataPisau, 1982)2) Citra Pendengaran (Auditory Imagery)Citra pendengaran merupakan sesuatu yang digambarkan dalam puisimelalui segala hal yang seolah-olah dapat ditangkap oleh inderapendengaran (telinga), padahal hanya disampaikan melalui kata-kata.Contoh: Gerimis sore memetik kecapi (Zamawi Imron,“Padang Hijau”,Bulan Tertusuk Ilalang, 1982)


183) Citraan Penciuman (Olfactory Imagery)Citraan penciuman merupakan sesuatu yang menimbulkanpembaca mencium sesuatu melalui kata-kata yang disampaikandalam puisi.Contoh:Kini kuhirup bau senja, bau kandil-kandil dan pestaBau pembebasanBau sunyi (“Pariksit”, Gounawan Mohamad)4) Citra Perabaan (Thermal Imagery)Citra perabaan merupakan efek yangditimbulkan melalui kata-kata dalampuisi seolah pembaca merasakan dengan kulitnya. Contoh: Sejuk punsinggah.5) Citra Pengecapan (Tactile Imagery)Citraan pengecapan merupakan efek yang menimbulkan pembaca seolaholeh merasakan asam, manis, pedas, dan pahit melalui kata-kata yangdisampaikan dalam puisi. Contoh: Ingin kuhalau hidup yang terasa pahittembakau, berganti manisnya madu.6) Citraan Gerak (Kinesthetic Imagery)Citraan gerak merupakan efek yang menimbulkan pembacaseolah-olah tahu gerak yang dimaksud dalam puisi.Contoh:Akulah si telaga: berlayarlah di atasnyaBerlayarlah menyibakkan riak-riak kecil yang menggerakkan bungabunga padma.c. Kata KonkretKata konkret adalah kata yang dapat ditangkap oleh panca indera. Katakata konkret bukan hanya merujuk pada kata benda saja melainkanperistiwa atau kejadian yang terjadi. Contoh: hujan, perahu, bunga,dahan.d. Kata Bermakna KonotatifKata konotatif merupakan kata yangdisampaikan secara tersirat atausecara tidak langsung. Kata konotatif disebut juga kata yang bermaknakias. Kata konotatif merupakan lawan dari kata denotatif (kata yangmengandung makna sebenarnya atau disampaikan secara langsung).Contoh; kata bulan bersinar menjadi bulan memancar.


Kerja KelompokProsedur:1.Bentuklah kelompok secara heterogen terdiri atas 7-8orang dalam satu kelompok (satu kelas dibagi menjadi 4kelompok!2.Bacalah puisi berikut ini!Karawang Bekasi(Chairil Anwar)Kami yang kini terbaring antara Karawang Bekasitidak bisa teriak \"Merdeka\" dan angkat senjata lagi.Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,terbayang kami maju dan berdegap hati?Kami bicara padamu dalam hening di malam sepiJika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetakKami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.Kenang, kenanglah kami.Kami sudah coba apa yang kami bisaTapi kerja belum selesai, belum apa-apaKami sudah beri kami punya jiwaKerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu jiwaKami cuma tulang-tulang berserakanTapi adalah kepunyaanmuKaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakanAtaukah jiwa kami melayang untuk kemerdekaan, kemenangan dan harapanatau tidak untuk apa-apa,Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkataKaulah sekarang yang berkataKami bicara padamu dalam hening di malam sepiJika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetakKenang-kenanglah kamiTeruskan, teruskan jiwa kami19


20Menjaga Bung Karnomenjaga Bung Hattamenjaga Bung SjahrirKami sekarang mayatBerilah kami artiBerjagalah terus di garis batas pernyataan dan impianKenang, kenanglah kamiyang tinggal tulang-tulang diliputi debuBeribu kami terbaring antara Karawang-Bekasi3.Ketua kelompok maju ke depan kelas untuk mengambilamplop warna yang disediakan guru.4.Ketua kelompok dan anggotanya membuka, di dalamamplop itu berisi diksi yang harus diidentifikasi/dianalisisoleh kelompok (jadi setiap kelompok menganalisis diksiyang berbeda, misal kelompok 1 mendapatkan majas,kelompok 2 kata konkret dan seterusnya).5.Hasil analisis ditulis di lembar yang sudah disediakan.6.Setelah selesai presentasikan di depan kelas!Penugasan IndividuKuis Interaktif Pilihan Ganda:Link Kuis: https://kahoot.it/challenge/02038018?challengeid=44b4f2aa-4694-4611-99b9-0f73a08136c8_1768733236366


21Bab 2Menginterpretasi Pendapat Pro/Kontradalam Teks Diskusi dan Menilai EfektivitasDiksi, Rima, dan Tipografi dalam Teks Puisi1.Pengertian Teks DiskusiMenurut kamus besar bahasa indonesia (KBBI) teks diskusiberarti pertemuan ilmiah untuk bertukar pikiran mengenaisuatu masalah. Jadi dapat disimpulkan bahwa teks diskusimerupakan teks yang berisi tentang argumen terhadap sesuatu,baik itu argumen setuju (pro) maupun tidak setuju (kontra).Kedua pemikiran ini dijadikan sebuah teks yang utuh disebutdengan teks diskusi.2.Ciri-Ciri Teks Diskusia. Mengkaji tentang suatu permasalahanb. Berisi argumen pro kontrac. Terdapat pandangan yang berbedad. Bersifat ilmiahe. Dijadikan sebagai kajian ilmu pengetahuanf.Ditandai penggunaan konjungsi pertentangan (tetapi,sedangkan, melainkan dan lain sebagainya.3.Struktur Teks Diskusia)Pendahuluan: bagian pertama yang berisi pokokpermasalahan yang dibahas.b)Isi: bagian inti/ isi dari sebuah teks diskusi berupa argumenyang berbeda atau berlawanan yaitu setuju (pro) dan tidaksetuju (kontra).c)Simpulan dan Saran: bagian akhir yang solusi dari sebuahpermasalahan yang dipertentangkan.


224.Jenis-Jenis Puisia. Puisi Lama: puisi yang terikat oleh aturan baku seperti jumlahbaris dan bait, pola rima, dan irama tertentu serta berkembangsecara lisan dalam masyarakat lama. Contoh puisi lama yaitumantra, pantun, talibun, syair, dan gurindam.Mantra: jenis puisi paling tua dalam sastra. Mantra diciptakandalam kepercayaan animisme dan dinamisme untuk dibacakandalam acara berburu, menangkap ikan, mengumpulkan hasilhutan untuk membujuk hantu-hantu yang baik dan menolakhantu yang jahat. Contoh mantra:Assalamualaikum anak cucu hantu pemburuYang diam di rimba sekampunYang duduk di ceruk banirYang bersandar di pinang burungYang berteduh di bawah tukasYang berbulukan daun resamYang bertilamkan daun lirikYang berbuai di medan jelawaiTali buaya semambu tunggalKurnia Tengku Sultan BerimbanganYang diam di PagaruyungRumah bertiang terus jelatangRumah berbendul bayang-bayangBertaburkan batag purut-purutYang berbulu roma sungsangYang menaruh jala lalatYang bergendang kulit tumaJanganlah engkau mungkir setia padakuMatilah engkau ditimpa daulat empat penjuru alamMati ditimpa malaikat yang empat puluh empatMati ditimpa tiang Ka’bahMati disula besi kawiMati dipanah halilintarMati disambar kilat senjaMati ditimpa Qur’an tiga puluh juzMati ditimpa kalimah


23Pantun: puisi lama yang memiliki ciri bersajak a-b-a-b, tiapbait terdiri dari empat baris, dua baris sampiran dan dua barisisi. Contoh pantun:Kemumu di dalam semakJatuh melayang seleranyaMeskipun ilmu setinggi tegakTidak sembahnyang apa gunanyaTalibun: hampir mirip dengan pantun, talibun terdiri ataslarik-larik sampiran dan isi. Bedanya, talibun memiliki lariklebih dari empat dan selalu genap, misalnya enam, delapan,sepuluh, dua belas, dan empat belas. Contoh talibun:Kalau jadi pergi ke pekanYuk beli belanak pun beliIkan panjang beli dahuluKalau jadi engkau berjalanIbu cari sanak pun cariInduk semang cari dahuluSyair: puisi berlarik empat tiap bait dan bersajak a-a-a-a yangmengisahkan suatu hal. Contoh syair:Syair Ken Tambuhan (cerita Panji)Lalulah berjalan Ken TambuhanDiiringi penglipur dengan tadahanLemah lembut berjalan perlahan-lahanLakunya manis memberi nasihatTunduk menangis segala puteriMasing-masing berkata sama sendiriJahatnya perangai permaisuriLakunya seperti jin dan periGurindam: puisi yang terdiri atas dua baris, berirama sama aa, kedua barisnya merupakan isi, baris pertama merupakansebab dan baris kedua merupakan akibat, isinya berisi nasihat.Contoh gurindam:Barang siapa mengenal diriMaka telah mengenal akan tuhan yang Bahari


24b. Puisi Baru: puisi yang tidak terikat secara ketat oleh aturantradisional dan lebih menekankan kebebasan ekspresi penyair,baik dalam bentuk maupun isi. Contoh puisi baru yaitu puisinaratif, puisi lirik, puisi deskriptif, dan puisi kontempoter.Puisi naratif: puisi yang digunakan untuk menyampaikansuatu cerita. Contoh: epik, balada dan romansa. Epik atauepos adalah puisi naratif yang menceritakan kepahlawanantokoh. Contoh puisi epik yaitu Ramayana. Romansa adalahpuisi naratif yang menggunakan bahasa romantik yang berisikisah percintaan tokoh ksatria yang penuh rintangan. Contohpuisi kisah Cinta antara Damarwulan dan istrinya Anjasmara.Puisi lirik: puisi yang digunakan untuk mengungkapkangagasan pribadi penyairnya atau aku lirik. Contoh:elegi,serenada, dan ode. Elegi merupakan puisi yangmengungkapkan perasaan duka penyair atau aku lirik. Odemerupakan puisi lirik yang berisi pujian terhadap seseorang,pada umumnya pahlawan.Puisi deskriptif: puisi yang mengemukakan tanggapan ataukesan penyair terhadap suatu hal atau keadaan. Tanggapandalam puisi ini bisa berupa kritik maupun sindiran. Contoh:satire dan puisi kritik sosial.Puisi kontemporer: puisi modern yang bebas dari aturan rima,bait, dan tipografi konvensional, serta lebih menekankanmakna, simbol dan ekspresi visual sebagai bagian daripenyampaian pesan.


255.Kemunculan Puisi Esai menuai KontroversialApa itu puisi esai? Puisi esai merupakan puisi dengan bentukkombinasi atau gabungan dengan karya puisi yang bersifatimajinatif dan tulisan ilmiah yang bersifat faktual atau nyata.Biasanya bentuk puisi esai itu sangat panjang dan bersifat naratif(menceritakan kejadian atau peristiwa secara kronologis). Puisi inidalam dunia sastra menulai kontroversial sebab keberadaanyadalam dunia kesusastraan banyak tidak diakui oleh sastrawan.Mereka memiliki argumen yang kuat bahwa puisi itu hanya adadua bentuk yaitu puisi lama dan baru. Namun faktanya tidaksedikit sastrawan yang menghasilkan puisi esai. Mereka tidaktakut jika karyanya tidak diakui.6.Contoh Puisi EsaiPuisi: https://www.narakata.id/2022/02/puisi-mata-luka-sengkonkarta-karya.htmlContoh Penelitian Puisi Esai:https://ejournal.uinsatu.ac.id/index.php/jtbi/article/view/103857.Pengertian Diksi, Rima, dan Tata Wajah (Tipografi)Diksi adalah kata-kata yang dipilih penulis untukmenimbulkan efek, makna, dan maksud tertentu dalampuisinya.Rima adalah bunyi akhir di setiap bait puisi.Tipografi adalah penataan huruf yang dilakukan penulis agarpuisi lebih menarik8.Hubungan Makna Puisi dengan Diksi, Rima, danTipografiDiksi, rima, dan tipografi dalam puisi harus selaras. Karena hal ituberpengaruh pada proses penyampaian makna dan amanat puisioleh pembaca. Semakin baik dan selaras ketiga komponen tersebutsemakin baik pula makna dan amanat sampai ke pembaca.


Pro Kontra Puisi EsaiSelama ini, kita mengenal beberapa jenis puisi seperti puisi deskriptif, puisi lirik,puisi naratif, dan lain sebagainya. Namun, bagaimana jika kemudian muncul puisiesai sebagai jenis puisi baru. Hal inilah yang menjadi polemik atau kontroversi dikalangan penyair dan pemerhati sastra pada beberapa tahun lalu. Perdebatan punterjadi cukup ramai di media masa cetak maupun elektronik hingga menimbulkanberbagai pro dan kontra. Kalangan penyair dan sastrawan pun beberapa ada yangbersikap mendukung/pro tetapi tidak sedikit pula yang menentang/kontra.Pihak yang mendukung beranggapan bahwa perpuisian Indonesia saat ini miripdengan kondisi Amerika Serikat sekitar tahun 2006. Pada saat itu, puisi makin sulitdipahami dan seakan berada di wilayah yang lain. Penulisannya mengalamikebuntuan dan tidak mengalami perubahan berarti selama puluhan tahun.Munculnya puisi esai dianggap sebagai upaya menjadikan puisi dekat dan dapatmudah dipahami masyarakat umum. Hal ini terutama ditunjukan dengan kehadirancatatan kaki yang merupakan upaya menjelaskan dan mengaitkan isi puisi dengankonteks sosial di luar puisi.Beberapa pihak yang mendukung bahkan tergerak untuk memunculkan angkatanbaru puisi esai selain angkatan yang sudah ada sebelumnya. Hal ini ditunjukandengan penerbitan 34 buku puisi esai di 34 provinsi di seluruh Indonesia yangmelibatkan 170 orang. dari kalangan penyair, aktivis, penulis, jurnalis, hinggapeneliti. Dalam penyebarannya, puisi esai saat ini bahkan sudah mencapaibeberapa negara tetangga seperti Malaysia, Brunei, dan Thailand.Adapun, pihak yang menentang berargumen bahwa puisi pada dasarnya identikdengan tulisan fiksi dan bersifat imajinatif. Hal ini berbeda dengan esai yangmerupakan teks yang bersifat faktual dan realistis sehingga keduanya tidak bisagabungkan. Selain itu, terkait klaim beberapa pihak sebagai pencipta pertama jenispuisi esai yang beredar dianggap menyesatkan. Hal ini karena puisi semacam itubukanlah hal yang baru sebab sebenarnya telah ada sejak masa Alexander Pope,penyair Inggris abad ke 18. Beberapa penyair Indonesia juga pernah menulis puisidengan tema sosial berbentuk transparan dan memiliki catatan kaki sejenis puisiesai. Beberapa pihak juga menyoroti masifnya gerakan puisi esai karena adanyapihak tertentu yang menjadi sponsor dan mendanai dengan maksud dan tujuantertentu seperti popularitas dan elektabilitas.26Penugasan KelompokProsedur:1.Bentuklah kelompok terdiri dari 4-5 orang dalam satukelompok. Bacalah Teks Diskusi berikut ini!


27Apapun itu, pro kontra kemunculan puisi esai saat ini memang tak terhindarkan.Perdebatan pun tetap berlanjut hingga kini. Sekali pun demikian, diakui atau tidak,aksistensi puisi esai akhirnya menjadi fenomena tersendiri dalam dunia sastra.Dalam sudut pandang positif, hal ini menunjukan kreativitas sastrawan Indonesiadan dapat mengaktifkan kembali diskusi intelektual sesama penyair, sastrawan,maupun masyarakat luas tentang perpuisian Indonesia. Mungkin suatu nanti adapenjelasan dan tempat tersendiri puisi esai. Bahkan hal ini mungkin menjadipembuka kemunculan jenis puisi-puisi baru lainnya yang menambah dinamikaperpuisian dan sastra Indonesia. Semoga.2.Termasuk apakah teks di atas? Diskusikan bersama dengankelompomu!3.Analisislah teks tersebut berdasarkan strukturnya(Pendahuluan, Isi, dan Simpulan dan Saran)!4.Tulislah pro dan kontra dalam teks tersebut!5.Tuliskan hasil diskusimu di lembar yang sudah disediakanguru!


28Penugasan IndividuBukalah tautan atau scan barcode berikut ini untuk mengerjakankuis interaktif.Link kuis: https://puzzel.org/id/quiz/play?p=-Oj0QiHF2N_tjN2YQqUj


29


30Bab 3Menilai Tema dan Suasana dalam Teks PuisiPemantik:Apakah kalian pernah membaca puisi dengan tema tertentu?Puisi apakah yang pernah kalian baca?Puisi bertema apakah yang menjadi favorit kalian?Bagaimana perasaan kalian setelah membaca puisi tersebut?1.Pengertian Tema dan Suasana dalam Teks PuisiPuisi ditulis oleh seorang pengarang atau penyair berdasarkandengan gagasan pokok atau ide suatu hal. Gagasan pokok atauide dasar dalam teks puisi disebut dengan tema. Tema puisimerupakan inti dari makna yang disampaikan penyair dalampuisi kepada pembacanya. Tema puisi bersifat implisit atautersirat. Jadi untuk mengetahui tema puisi kalian harusmembaca dan memahaminya secara mendalam. Tema terletakpada kata-kata tertentu dalam teks puisi. Susunan kata dalampuisi bergantung pada tema yang dipilih penyair. Contoh temadalam puisi biasanya ketuhanan, patriotisme, kemanusiaan,kritik sosial, keindahan alam, percintaan, persahabatan, danpendidikan. Contoh puisi yang berjudul ”Mata Luka SengkonKarta” karya Peri Sandi Huizche bertemakan Histori danKritik Sosial. Kemudian Puisi yang berjudul ”Cintaku Jauh DiPulau” karya Chairil Anwar bertemakan percintaan dankerinduan.Tema yang dipilih oleh penyair sangat mempengaruhi suasanadalam puisi. Suasana adalah perasaan pembaca terhadap puisiyang dibacanya. Baik itu suasana sedih, gembira, bahagia,haru, bimbang, sepi, pasrah, dan lain sebagainya. Contohsuasana yang dirasakan ketika membaca puisi yang berjudul”Doa Orang Lapar” karya W.S Rendra adalah suasana sedih.


312.Contoh Analisis Tema dan Suasana dalam Teks PuisiTemaTema utama puisi ini adalah kerinduan dan kepasrahanmanusia kepada Tuhan. Aku lirik digambarkan sebagai sosokyang rapuh, merasa tersesat, kecil, dan penuh keterbatasan,namun tetap teguh memeluk Tuhan sebagai satu-satunyatempat kembali. Ada juga tema turunan berupa: Pergulatanbatin dan spiritual, Pencarian makna hidup, Kesadaran akankelemahan manusia di hadapan Tuhan. Doa di sini bukansekadar permintaan, tapi pengakuan diri dan bentuk kejujuranterdalam seorang manusia.SuasanaSuasana yang terasa dalam puisi ini adalah: Hening dankhusyuk → seperti doa yang dipanjatkan dalam kesendirian,Sendu dan lirih → terlihat dari perasaan “hilang bentuk”,“remuk”, dan “mengembara”, Religius dan penuh penyerahandiri → aku lirik pasrah, tidak bisa berpaling dari Tuhan,Reflektif → mengajak pembaca ikut merenung tentanghubungan manusia dengan Tuhan.


Puisi 1 (untuk kelompok 1,2,3, dan 4)Sajak Widuri untuk Joki Tobing(W.S Rendra)Debu mengepul mengolah wajah tukang-tukang parkir.Kemarahan mengendon di dalam kalbu purba.Orang-orang miskin menentang kemelaratan.Wahai, Joki Tobing, kuseru kamu,kerna wajahmu muncul dalam mimpiku.Wahai, Joki Tobing, kuseru kamu,karena terlibat aku dalam napasmu.Dari bis kota ke bis kotakamu memburuku.Kita duduk bersandingan,menyaksikan hidup yang kumal.Dan perlahan tersirap darah kita,melihat sekuntum bunga telah mekar,dari puingan masa yang putus asa.Sumber: https://www.sepenuhnya.com/2025/02/puisi-sajak-widuri-untuk-joki-tobing.html32Kerja KelompokProsedur:1.Bentuklah kelompok 4-5 orang dalam satu kelompok!2.Bacalah kedua teks puisi berikut ini!Puisi 2 (Untuk kelompok 5,6, dan 7)Luka Tanpa Dosa(Rossy Widya Puspita)Darah baru saja sepah dibuang di penghujung malam tahun 65' bak sampahSayatan bukan saja mengalirkan darahNamun, menorehkan luka yang tak kunjung sembuhMasih mengukir di dadaMeski pertumpahan darah sudah tiadaKepedihan masih sangat terasaSembilan tahun pertumpahan darah usaiTerlahir kembali luka tanpa dosa pada buruh taniKerja keras dengan upah yang dapat dihitung dengan jariDialah Sengkon, Pahlawan sejati


Gulita telah menyelimuti jejak para pengais rezekiPetani, pahlawan sejatiMerawat benih padi yang ditanam sendiriLetih menghampiriPergilah tubuh ringkih ini menjemput upah bijiMalam jumat, sampailah tubuh ringkih itu di gubuk rentanyaLantunan surah Yasin berkumandang indah menyambutnyaBerharap mendapatkan ganjaran dari Yang Maha KuasaKini malah tersuguh Jahanam di depan matanyaGempa bumi terguncang hebat di dadanyaTerdengar suara pintu rentanya bak dilempar gunungNada-nada bengis warga dan aparat juga ikut tergaungDada Sengkon semakin meletus panasTak tahu dosa apa yang diperbuatnyaTuduhan tanpa bukti diacung-acungkan kepadanyaKeluar kau sampah!Pembunuh!Perampok!Anak Perampok!Suara letusan api di langitPintu dibukaNampak Wajah bengis warga bak serigalaPenjelasan Sengkon tiada hargaBalok, batu, dan besi beterbangan ke arahnyaMenindas tubuh ringkih tanpa dayaDitambah tangan dan kaki aparat melecutinyaDerasnya darah mengalir di kepalaTubuh tak berdosa itu dilempar ke atas mobil bakDi atas mobil itu terbaring lemas, KartaSaudaranya yang mengalami nasib serupaSuara putusan dari meja hijau sudah terdengar esoknyaBukan SengkonBukan Karta pelakunya333.Temukanlah tema dan suasana teks puisi di atas bersamakelompokmu!4.Tulislah hasil diskusi kalian di selembar kertas!5.Lalu bandingkan jawaban kalian dengan kelompok lainyang mendapatkan teks puisi yang sama!


34Waktunya Kuis!Kerjakan kuis berikut secara individu!Link: https://kahoot.it/challenge/02722135?challengeid=7a70fc82-97df-4a29-8283-767bb28b77f7_1768967451470


35Bab 4Menyajikan Musikalisasi Puisi secaraKreatifPemantik:Apakah kalian pernah mendengar atau melihat musikalisasi puisi?Menurut kalian apa itu musikalisasi puisi?Apa judul musikalisasi puisi yang pernah kalian lihat atau dengar?Alat musik apakah yang digunakan pada musikalisasi puisi yangkalian lihat atau dengar?1.Pengertian Musikalisasi PuisiMusikalisasi puisi merupakan sebuah proses memadukanantara teks puisi dan musik. Menurut Salad (2014)musikalisasi puisi adalah sebuah usaha kreatif untukmengeluarkan, menyusun, atau membunyikan unsur iramadalam puisi melalui instrumen musik. Di era sekarang inibanyak sekali lagu, nyanyian atau musik yang menggunakanteks puisi. Contoh lagu berjudul ”Laskar Pelangi” yangterinspirasi dari teks puisi yang berjudul Meraih Mimpi karyaAndrea Hirata. Dan masih banyak lagi. Musikalisasi puisimemiliki berbagai bentuk dan berbagai jenis di antaranyasebagai berikut.a)Musikalisasi Puisi IringanMusikalisasi puisi iringan merupakan proses memadukanantara teks puisi dan musik dengan cara puisi dibacakankemudian diringi oleh alat musik seperti gitar, piano, danbiola.b)Musikalisasi Puisi MurniMusikalisasi puisi murni merupakan proses memadukan antarateks puisi dan musik dengan cara puisi dinyanyikan ataumenjadi syair lagu tanpa menyertakan pembacaan puisi.


36c) Musikalisasi Puisi CampuranMusikalisasi puisi campuran merupakan kombinasi antaramusikalisasi puisi iringan dan musikalisasi puisi murni.2.Unsur Penting dalam Musikalisasi Puisia.IramaIrama bertujuan untuk menjiwai isi puisi yang dibawakan.Penentuan irama didasarkan pada tema puisi. Misalnya temapuisi sedih atau mengharukan cocok dibawakan dengan iramadan tempo yang lamban dan lirih.b.NadaNada harus sesuai dengan iringan musik yang digunakan.c.PelafalanPelafalan atau artikulasi adalah kejelasan dalam pembacaanatau penyanyian puisi agar dapat memahami makna yangdisampaikan.d.EkspresiMimik wajah atau ekspresi adalah pembawaan seorang yangmembacakan atau menyanyikan puisi. Ekspresi harus sesuaidengan tema puisi yang dipilih. Misalnya puisi dengan temakematian maka harus disampaikan dengan ekspresi yang sedih.e.HarmoniHarmoni atau kesinambungan atau bisa disebut jugakesesuaian antara teks puisi, nada, irama, iringan musik hinggapembawaanya.3.Langkah-langkah Musikalisasi Puisia) Pemilihan PuisiLangkah pertama sebelum memusikalisasi puisi yaitu memilihpuisi yang tepat. Puisi yang sesuai dengan tema, lirik, daniringan yang digunakan. Sebab tidak semua puisi dapatdigunakan musikalisasi puisi. Pemilihan puisi yang tepat akanmempermudah proses musikalisasi puisi.


37b) Pemaknaan PuisiSetelah puisi memilih puisi yang tepat langkah selanjutnyayaitu memaknai puisi. Kita harus tahu isi puisi yang akandigunakan untuk musikalisasi hal ini dilakukan agar bisamenyesuaiakan dengan irama, nada, dan iringan musik yangdigunakan.c) Penentuan Bentuk Musikalisasi PuisiMusikalisasi ada banyak jenisnya yang sudah dijelaskan diatas tadi. Tinggal menentukan bentuk musikalisasi sepertiapakah yang digunakan apakah iringan, murni, atau campuran.d)Penentuan Alat MusikJika puisi, tema, irama, dan nada sudah selaras tinggalmenetukan alat musik yang cocok digunakan untukmusikalisasi puisi.e) Pembuatan IramaSelanjutnya yaitu menentukan tempo dan juga nada yangdigunakan. Hal ini harus sejalan dengan tema puisi jikatemanya semangat maka harus menggunakan tempo yangcepat.f) Geladi PanggungSetelah semua sudah tersusun lakukan latihan minimal 2 kaliagar ketika di panggung sudah sempurna penampilannya.Contoh Musikalisasi Puisi: https://youtu.be/Rf9FxL6KvE4


38Proyek KelompokProsedur:1.Bentuklah kelompok yang terdiri dari 4-5 orang dalamsatu kelompok.2.Pilihlah puisi yang kalian inginkan.3.Tentukan alat musik yang kalian gunakan.4.Buatlah irama dari puisi tersebut.5.Tulislah nama kelompok, judul puisi, alat musik yangdigunakan di selembar kertas yang sudah disediakan.6.Kumpulkan kepada gurumu.7.Tampilkan musikalisasi puisi sederhana di depan kelas.8.Jika waktunya tidak cukup untuk penugasan di rumahyaitu membuat video musikalisasi puisi sederhana laludikirimkan melalui link yang sudah disediakan guru.Waktunya Kuis!1.Kerjakan kuis berikut ini secara individu!Link: https://kahoot.it/challenge/08202175?challengeid=7a70fc82-97df-4a29-8283-767bb28b77f7_1768969185545


39Bab 5Menulis Resensi Buku Antalogi Puisi secaraLogis dan KreatifPemantik:1.Pernahkah kalian membaca buku antalogi puisi?2.Apakah judul antalogi puisi yang pernah kalian baca?3.Apakah kelebihan dan kekurangan buku antalogi puisi yang pernahkalian baca sebelumnya?1.Pengertian Antalogi PuisiAntalogi puisi merupakan sebuah buku kumpulan puisi.2.Pengertian Resensi BukuDalam buku kumpulan puisi yang ditulis oleh seorang penyairitu tidaklah sempurna. Pastilah ada kekurangan dankekurangan dalam karyanya. Oleh karenya saran, masukan,dan kritik dari seorang penikmat karya sangatlah penting bagievaluasi pengarang dalam memperbaiki karyanya. Dalam halini sebagai pembaca boleh menilai kualitas buku yangdibacanya melalui kegiatan resensi. Apa itu resensi? Resensiadalah suatu kegiatan menemukan atau menimbang kelebihandan kelemahan dalam sebuah buku. Resensi buku dapatdilakukan setelah seseorang selesai membaca buku. Unsurunsur buku yang biasanya diresensi meliputi judul, identitasbuku, pendahuluan (orientasi), sinopsis, analisis, dan evaluasi.3.Langkah-langkah Meresensi Buku Antalogi Puisia) Tentukan antalogi puisi yang akan diresensiPemilihan antalogi puisi seharusnuya dipertimbangkan dengantepat. Lebih baik memilih antalogi puisi yang berasal darikumpulan puisi dengan kualitas yang baik dan menarik. Bukuantalogi puisi yang diresensi sebaiknya belum pernahdiresensi oleh orang lain, agar memiliki nilai kebaruan bagipara pembacanya.


40b) Bacalah seksamaBuku antalogi puisi dibaca secara umum maupun khusus(detail). Untuk membaca umum membaca daftar isi, katapengantar, sampul depan, dan belakang serta bagian-bagianbuku secara sekilas. Untuk membaca detail maka pembacaharus membaca semua isi buku.c) Pahami dan kaji secara mendalam isi buku antalogi puisiKajian yang dilakukan pada antalogi puisi berupa unsurbentuk dan makna. Unsur bentuk meliputi diksi, tipografi,gaya bahasa (majas), kata konkret, pengimajian, dan rima.Unsur makna meliputi tema, nada, suasana, amanat, danperasaan yang ada dalam antalogi puisi tersebut.d) Tulislah informasi penting dalam buku antalogi puisiInformasi penting tersebut meliputi:Perihal umum tentang buku: identitas buku terdiri darijudul buku, penulis, penerbit, cetakan, dan tempat terbit,tahun terbit, jumlah halaman dan harga.Membuat judul resensi: buatlah judul yang singkat, padat,jelas, menarik, dan mudah dipahami.Membuat ringkasan atau ikhtisar: membuat sinopsis tetapisebelum itu pembaca harus terlebih dahulu membacakeseluruhan isi buku agar dapat memahami inti isinya.Menuliskan manfaat buku: manfaat buku dan targetpembaca yang disasar (anak-anak, remaja, atau dewasa)Menulis kekurangan dan kelebihan bukuMenuliskan kritik dan saranMenuliskan simpulan dan penutupe) Susun dan kembangkan informasi yang didapatkanSetelah tahap sebelumnya sudah dilalui maka susunlah sebuahkerangka. Kemudian, rangkailah bagian-bagian tersebutmenjadi suatu teks resensi yang utuh.


41f) Lakukan revisi tulisan jika terdapat kekeliruan/kesalahanSetelah teks resensi disusun secara utuh telaah kembali untukmendapatkan tulisan yang sempurna dan menarik. Revisimencakup beberapa hal di antaranya tanda baca, penulisankata serapan, struktur kalimat, paragraf dan sebagainya.4.Contoh Resensi Buku Antalogi Puisia. Identitas BukuNo. Identitas UmumBukuKeterangan1. Judul buku Sajak-sajak Sepatu Tua2. Pengarang/penulis W.S Rendra3. Penerbit Pustaka Jaya4. Cetakan ke Kesepuluh5. Tempat terbit Jalan Gumuruh No. 51 Bandung6. Tahun terbit 20227. Jumlah halaman 72 halaman8. Harga buku Rp. 16.000


No. Judul Resensi1. Resensi Sebuah Antalogi Puisi “Sajak-sajak Sepatu Tua” karya W.S Rendra2. Ulasan Antalogi Puisi karya W.S Rendra ”Sajak-sajak Sepatu Tua”42b. Judul Resensi (Nominasi Judul)c. SinopsisBuku antalogi puisi berjudul “Sajak-sajak Sepatu Tua” karya W.S Rendra menceritakantentang pengalaman pribadi penyair (W.S Rendra sendiri) mulai dari agama pribadipenyair (Kristen/katolik), perjalanan hidup dari luar negeri sampai Kembali lagi ke negeritercintanya Indonesia. Tema yang diangkat dalam Kumpulan puisi ini yaitu ketuhanan,kerinduan, kesunyian/kesepian, dan cinta. Tema ketuhanan dalam puisi ini digambarkandengan doa-doa umat kristiani dan tempat peribadatan. Tema kerinduan,kesepian/kesunyian digambarkan dengan sebuah tempat baik itu di dalam negerimaupun ke luar negeri. Tema cinta digambarkan dengan sajak seorang tua untuk istrinya.d. Hal yang unik/menarik dari buku antalogi puisiBuku ini menonjolkan kemampuan Rendra dalam menggambarkan kesederhanaancinta, kehidupan layaknya sepasang Sepatu tua yang setia.Buku sajak-sajak Sepatu tua menggambarkan panorama dunia puisi Rendra yang diIndonesia merupakan salah satu dunia yang unik dan selalu memikat perhatian.e. Manfaat bukuBuku antalogi puisi ini dapat digunakan sebagai referensi sastrawan/penyair dalammengembangkan karyanya. Khusunya para penyair yang dominan menggunakan temapuisi ketuhanan. Kesunyian/kesepian, cinta, dan kerinduan. Sasaran atau target pembacayaitu remaja dan orang dewasa. Sebab dalam antalogi puisi ini mengandung unsurpercintaan, kedekatan dengan tuhan yang mendalam, kesengsaraan, kematian/Trailor.Oleh karenanya, buku ini tidak disarankan untuk anak-anak.


No. Kelebihan Kekurangan1.Bahasa yang digunakan dalam isipuisi sederhana, tidak muluk-muluksehingga mudah dipahamipembaca.Judul puisi terutama pada bagianpertama, menggambarkan sebuahtempat di luar negeri, tetapi isi daripuisi tidak menggambarkan tempat.Jadi terkesan membingungkan.Contoh puisi berjudul ”HotelInternasional Pyongyang” hal 9,”Gereja Ostankino, Moskwa” hal 17.2.Menggunakan kata-kata bermaknafilosofis mendalam, sehingga cirikhas Bahasa yang digunakanpenyair berbeda dengan lainnya.Judul puisi sebuah tempat diindonesia, tetapi dituliskan dalamBahasa Inggris. Contoh puisiberjudul ”A Landcape for DearVictor” hal 32.3. Mengangkat isu nyata kehidupanpenyair saat masa suburnya.Kisah hidup, latar tempat yangdigambarkan dalam puisimerupakan zaman dahulu.Sehingga, kurang relevan jikaditerapkan pada generasi saat ini(Generasi Z).4. Gaya bahasa unik dan komunikatifPengulangan judul Masmur, Amsalsehingga terkesan monoton.5.Selain bertema cinta, religiusitas,kesepian/kesunyian, dan kerinduanjuga mengangkat isu sosialmasyarakat Indonesia pada masaitu. (kelaparan, perang,ketertindasan, dan kemiskinan).Kata dalam judul yang sulit untukdipahami. Contoh Masmur, Amsal,Santu, Serdadu, dan Litani.6.Menjadi referensi karya sastraselanjutnya setelah periode ChairilAnwar .Ketidaktahuan makna simbol (+) dan(-) pada judul “Litani Domba Kudus”yang kurang dapat dipahami.7.Penggunaan Klasifikasi bagianpertama, kedua dan seterusnya jadipembaca tahu mana yang tempatdi luar negeri dan di Indonesia.Kental religiusitas agama Nasrani(Kristen/Katolik) seperti judul tempatperibadatan, doa, dan lainnya.Sehingga, orang selain agamatersebut sulit menerima maksuddan makna puisi yang disampaikan.43f. Kelebihan dan Kekurangan


44g. Kritik dan SaranJudul puisi sebaiknya yang simbolis dan mudah dipahami. Tidak perlu menggunakanBahasa Inggris. Kalaupun tetap menggunakan Bahasa Inggris diberikan penjelasanBahasa Indonesia di dalam kurung.Pengulangan judul yang dianggap kurang ide.Sebaiknya diberikan glosarium di bagian akhir sehingga pada aspek kental religiusitasnasrani (kristen/katolik) dapat dipahami agama lainh. Simpulan dan PenutupBuku antalogi puisi berjudul ”Sajak-sajak Sepatu Tua” karya W.S Rendra menceritakanpengalaman hidup penyair di negeri tetangga sampai kembali lagi ke negeri sendiri(Indonesia). Tema yang diangkat yaitu ketuhanan, kerinduaan, percintaan, sosial, dankesepian/kesunyian. Semua ini diagkat dari kehidupan nyata penyair. Tema ketuhanansesuai dengan agama penyair yaitu Katolik yang digambarkan dari sebuah tempatperibadatan kristen dan doa. Percintaan digambarkan dengan sepasang sepatu tua yangtidak dapat terpisahkan atau saling melengkapi satu sama lainnya. Sosial digambarkandengan kondisi masyarakat Indonesia yang masih mengalami kondisi kemiskinan(kelaparan). Dan kesepian dan kesunyian digambarkan dengan sebuah tempat (baik diluar negeri maupun dalam negeri). Di bagian judulnya memang beberapa ada yangmembingungkan, namun di bagian isis mengandung bahasa yang sederhana dan mudahdipahami. Buku ini cocok untuk dijadikan bahan referensi oleh penyair yangmengembangkan karyanya. Buku ini layak dibaca terkhusus pembaca yang seimankarena akan lebih mudah memahami diksi yang disampaikan si burung merak. Jikadibaca oleh orang tak seiman mungkin diksi kurang dapat tersampaikan dengan baik.Buku ini tidak disaranakan untuk anak-anak.Penugasan Kelompok1.Bentuklah kelompok satu kelompok terdiri dari 7-8orang!2.Guru membagikan buku antalogi puisi dengan judulyang berbeda setiap kelompoknya.3.Bacalah dengan seksama bersama kelompokmu!4.Buatlah resensi dari antalogi puisi yang kaliandapatkan sesuai dengan tabel berikut ini!5.Lalu kemudian tulis di lembar yang sudahdisediakan guru!6.Setelah itu kumpulkan kepada gurumu!7.Lembar Analisis yaitu sebagai berikut!


No. IdentitasUmum BukuKeterangan1. Judul buku2. Pengarang/penulis3. Penerbit4. Cetakan ke5. Tempat terbit6. Tahun terbit7. Jumlahhalaman8. Harga buku45a. Identitas Bukub. Judul Resensic. Sinopsisd. Hal yang unik/menarik


Kelebihan Kekurangan46e. Manfaat bukuf. Kelebihan dan Kekurangan bukug. Kritik dan Saranh. Simpulan dan Penutup


47Bab 6Menyajikan Pembacaan Puisi denganEkspresif dan KreatifPemantik:1.Apakah kalian pernah melihat sebuah pembacaan puisi?2.Apakah judul puisi yang dibacakan?3.Apakah pembacaan puisi yang kalian saksikan disertai teksataukah tidak?4.Apakah ada unsur atraktif dan estetik dalam pembacaannya?1.Pengertian Pembacaan PuisiSebagai peserta didik pastilah kalian seringkali melakukankegiatan membaca. Apa itu membaca? Membaca merupakansuatu kegiatan yang dilakukan seseorang untuk memahamisuatu informasi melalui bahan bacaan dengan menggunakanindera penglihatan (mata). Membaca dapat dilakukan baikmembaca nyaring (dengan keras) maupun membaca dalamhati. Pembacaan puisi berbeda dengan yang kalian lakukandalam keseharaian. Jika pembacaan yang dilakukan dalamkeseharian tujuannya untuk memberikan pemahaman kepadadiri sendiri. Sedangkan pembacaan puisi bertujuan untukmemahamkan orang lain atau pendengar. Dengan kata lainpembacaan puisi bertujuan untuk menyampaikan makna danmaksud dari puisi yang sebenarnya.Penjiwaan dalam pembacaan dalam puisi ini sangat pentinguntuk diperhatikan. Sebab, dengan adanya penjiwaan dalampembacaan puisi maka makna puisi akan tersampaikan baik kependegarnya. Oleh karenanya, agar penjiwaan ataupenghayatan itu berhasil perlu memperhatikan hal-hal sepertiekspresi, mimik wajah, kostum, gestur tubuh, dan tentunyanada atau intonasi saat pembacaan. Misalnya jika suasanapuisi kemarahan maka disampaikan dalam intonasi yang tinggidan sebaliknya jika puisinya bersuasana sedih makamenggunakan intonasi rendah.


482.Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Pembacaan Puisia.Ekspresi/mimik wajahBentuk penampilan wajah yang dilakukan oleh seseorang yangmembaca puisi. Ekspresi yang ditampilkan harus sesuaidengan suasana puisi. Jika puisi mengandung perasaan senangmaka raut wajah ketika membaca puisi harus gembira atauceria.b.Gestur/gerak tubuhGerak tubuh atau gestur adalah kondisi bagian-bagian tubuhsaat pembacaan puisi bergerak sesuai dengan makna puisi.Terdapat berbagai jenis gerak tubuh di antaranya kepala,badan, tangan dan kaki. Semua gerakan ini dapat diterapkandalam pembacaan puisi sesuai makna.c.Jeda dan tempoJeda adalah pemberhentiaan sesaat saat pembacaan puisi. Halini dilakukan dengan dua tujuan yaitu agar pembaca bisabernafas sejenak (tidak ngos-ngosan) dan agar memudahkanpendengar untuk memahami makna puisi. Tempo adalah cepatlembatnya penghentian pembacaan. Tempo merupakan suatuhal yang posisinya mempengaruhi isi suatu kalimat. Kalimatpuisi akan terdengar merdu jika memberikan tempo yangtepat.d.Artikulasi/lafalArtikulasi atau lafal merupakan kejelasan kata atauucapandalam pembacaan puisi. Setiap huruf vokal dankonsonan harus dibacakan dengan jelas.e.TekananTekanan merupakan suatu pemberian nada khusus pada katapuisi. Misalya nada keras dan lunak.f.IntonasiIntonasi merupakan tinggi rendahnya nada dalam kalimat padapembacaan puisi. Pengaturan intonasi ini dapat menghasilkanjenis kalimat yang berbeda.


493.Jenis-Jenis Pembacaan Puisia)Pembacaan TekstualPembacaan tekstual adalah proses pembacaan puisi denganmembawa teks di tangan. Jadi pembacaan tekstual tidaksepenuhnya pandangan melihat ke penonton, tetapi, sesekalimelihat ke teks puisi. Langkah-langkah pembacaan tekstualantara lain sebagai berikut:1)Berdirilah dengan tenang dan percaya diri di tempatpembacaan puisi yang sudah disediakan.2)Hadapkan tubuh pada penonton.3)Bacalah terlebih dahulu judul dan nama penulisnya denganbaik dan benar.4)Berhentilah beberapa saat untuk siapkan napas.5)Selama pembacaan puisi, fokuskan perhatian pada puisi itusendiri.6)Ketika pembacaan puisi berhentilah beberapa saat.7)Lalu, tinggalkan tempat pembacaan puisi dengan sikap yangtenang.b)Pembacaan DeklamasiPembacaan deklamasi adalah proses pembacaan puisi tanpamembawa teks di tangan. Artinya, sebelumnya melakukanhafalan terlebih dahulu.c)Pembacaan TeatrikalPembacaan teratrikal adalah proses pembacaan puisi denganekspresi, penghayatan, penjiwaan penuh terhadap puisi yangdibaca dengan menggunakan alat bantu seperti kostum,aksesoris, musik, latar/setting panggung.


Prosedur:1.Pilihlah puisi penyair terkenal yang ingin kalian baca!2.Tentukan gaya pembacaan puisi yang akan kalian gunakan!3.Lakukan latihan sebelum tampil dengan memperhatikanekspresi, nada, jeda dan tempo, intonasi, tekanan,artikulasi, gestur dan lain sebagainya!4.Tampilkan pembacaan puisi di depan kelas!50Proyek IndividuWaktunya Kuis!Link: https://kahoot.it/challenge/01114573?challengeid=7a70fc82-97df-4a29-8283-767bb28b77f7_1769693701436


Click to View FlipBook Version