MODUL SOSIOLOGI
IDENTITAS INDIVIDU
KIDELEDONAMTNIPTAOSK
Kenali hak asasi.
www.situssangathebat.co.id
Yulia Wahyuni, S.Sos
IDENTITAS INDIVIDU DAN KELOMPOK
PENDAHULUAN
A. Deskripsi
Apa kabar Ananda sekalian, semoga kita selalu dalam lindungan Tuhan Yang
Maha Esa. Dalam modul kali ini Ananda akan mempelajari tentang individu dan
kelompok. Tuhan Yang Maha Esa menciptakan manusia sebagai makhluk individu.
Meskipun demikian, untuk melangsungkan kehidupan, manusia senantiasa
membutuhkan manusia lain.
Dalam setiap kelompok atau individu memiliki sesuatu yang tidak dapat
dilepaskan dari sebuah usaha untuk dikenal oleh pihak lain, dan pengenalan tersebut
terjadi dengan berbagai cara atau usaha, sampai kemudian dikatakan sebagai identitas
kelompok atau identitas individu. Jadi, identitas adalah bagian dari konsep diri seseorang
yang berasal dari pengetahuan mereka tentang keanggotaan dalam suatu kelompok sosial
bersamaan dengan signifikansi nilai dan emosional dari keanggotaan tersebut.
Adapun metode yang digunakan dalam modul ini adalah Problem Based
Learning, dimana siswa diajak untuk memperhatikan lingkungan sekitar dan melihat
masalah yang berkaitan dengan identitas individu dan identitas kelompok.
Diharapkan setelah mempelajari modul ini, siswa dapat memahami identitas
individu dan identitas kelompok dalam masyarakat sehingga bermanfaat bagi siswa
dalam mewujudkan terciptanya perdamaian dan integrasi atau kohesi sosial.
B. Petunjuk Penggunaan Modul
1. Bacalah dengan cermat bagian pendahuluan ini sampai anda paham betul tentang
apa, untuk apa dan bagaimana mempelajari materi pada kegiatan belajar ini.
2. Baca dan pahami kompetensi dasar yang terdapat pada modul.
3. Ikuti setiap tahapan kegiatan pembelajaran.
4. Bacalah setiap materi pembelajaran yang terdapat pada modul ini dengan
sungguh-sunguh.
5. Jika belum menguasai materi sesuai yang diharapkan, bacalah kembali modul
untuk meningkatkan pemahaman anda.
6. Kerjakan latihan soal untuk menguji pemahaman konsep atau penguasaan
1
IDENTITAS INDIVIDU DAN KELOMPOK
kompetensi.
7. Cocokkan jawabanmu dalam modul ini atau tanyakan pada Guru Mata
Pelajaran Sosiologi.
8. Kerjakan Soal Evaluasi yang terdapat pada akhir kegiatan belajar dan cocokkan
dengan kunci jawaban.
C. Kompetensi Dasar
3.5 Menganalisis cara melakukan pemecahan masalah untuk
mengatasipermasalahan sosial, konflik dan kekerasan di masyarakat.
4.5 Melakukan penelitian sederhana yang berorientasi pada pemecahan masalah
berkaitan dengan permasalahan sosial dan konflik yang terjadi di masyarakat
sekitar.
D. Indikator Pencapaian Kompetensi
3.5.1 Memahami konsep perdamaian dan integrasi atau kohesi sosial
4.5.1 Mengumpulkan data tentang upaya integrasi sosial sebagai upaya
penyelesaian konflik dan mewujudkan perdamaian dan kehidupan sosial yang
harmonis di masyarakat sekitar dari berbagai macam sumber.
E. Waktu
Adapun waktu untuk memahami kompetensi modul ini adalah 1 Pertemuan ( 1 x
2 JP = 2 JP @30 menit).
.
2
IDENTITAS INDIVIDU DAN KELOMPOK
PEMBELAJARAN
A. Judul Materi
Identitas individu dan identitas kelompok.
B. Rencana Belajar Siswa
Pembelajaran dengan modul akan dilaksanakan secara daring dengan
mengggunakan alat berupa Handphone atau Laptop. Disamping itu, materi pembelajaran
dalam modul menggunakan Problem Based Learning (PBL), dengan langkah sebagai
berikut:
1. Mengenali dan mengidentifikasi realitas individu, kelompok dan hubungan sosial
di masyarakat
2. Mengolah realitas individu, kelompok dan hubungan sosial sehingga mandiri dalam
memposisikan diri dalam pergaulan sosial di Masyarakat.
C. Kegiatan Belajar
1. Tujuan Kegiatan Pembelajaran
Setelah mempelajari dan memahami seluruh materi yang ada di dalam
bahan ajar Sosiologi ini, diharapkan kalian dapat menjelaskan konsep identitas
individu dan kelompok.
2. Fenomena
Upaya dalam menciptakan identitas soial dapat dilakukan individu melalui
beragam cara sesuai situasi dan kondisinya. Identitas sosial menunjukkan individu
menjadi bagian masyarakat dan struktur di dalamnya. Pembentukan identitas
kelompok dapat didasari atas identitas yang dimiliki anggotanya. Sebagai contoh,
Komunitas Sepeda Lipat Makassar (KSLM). Pembentukan kelompok tersebut
didasari atas identitas sosial setiap anggota berupa kegemaran terhadap sepeda lipat.
Akhirnya mereka memutuskan membentuk kelompok sosial.
Salah satu Komunitas Sepeda Lipat Makassar bernama KOMPAS
(komunitas sepeda lipat makassar). Komunitas tersebut hadalah wadah bagi para
3
IDENTITAS INDIVIDU DAN KELOMPOK
sahabat pencinta sepeda lipat atau yang memiliki sepeda lipat yang ada di
makassar, KOMPAS adalah wadah untuk menjalin silaturrahmi, untuk mencari
teman-teman baru atau teman-teman untuk bersepada bersama, KOMPAS juga
adalah wadah bagi para sahabat yang ingin lebih tahu tentang sepeda lipat dan
ingin berbagi pengetahuan tentang sepeda .
Sumber:https://www.google.com/search?q=komunitas+sepeda+lipat+makassar+kompa
s&tbm=isch&ved=2ahUKEwim8Ora8aLyAhWBY30KHRXBANIQ2-
cCegQIABAA&oq=komunitas+sepeda+lipat+makassar+kompas&gs_lcp=CgNpbWcQ
DFAAWABg_OMBaABwAHgAgAEAiAEAkgEAmAEAqgELZ3dzLXdpei1pbWc&s
client=img&ei=O5IQYebmN4HH9QOVgoOQDQ#imgrc=Zqkw_VZYm9Ga3M
Komunitas Sepeda Lipat Makassar (KOMPAS) merupakan sebuah kelompok
yang beranggotakan para penggemar sepeda lipat di Makssar. Seluruh anggota kelompok
ini merupakan pengguna sepeda lipat.. Seiring dengan perkembangan sepeda lipat
populer di kalangan masyarakat Makassar membuat sebagian masyarakat menjadi ingin
memiliki maupun sebagai pengendara sepeda lipat. Perkembangan tersebut
menyebabkan berbagai macam kelompok sepeda lipat menjadi bermunculan seiring
trend tersebut. Berawal dari kesamaan hobi dan aktivitas nongkrong kemudian setelah
anggotanya mulai bertambah banyak terbentuklah kelompok ini..
4
IDENTITAS INDIVIDU DAN KELOMPOK
3. Mengumpulkan Informasi (Identifikasi)
Siswa dibagi secara berkelompok kemudian menganalisis Komunitas
Sepeda Lipat Makassar (KOMPAS).
4. Kegiatan Eksperimen
Siswa dituntut untuk mencari artikel-artikel yang berhubungan dengan
identitas individu dan identitas kelompok dalam Komunitas Sepeda Lipat
Makassar (KOMPAS).
5. Diskusi Merumuskan Solusi Permasalahan
Berdasarkan dari proses identifikasi dan eksperimen, siswa dapat
menganalisis proses pembentukan identitas individu dan kelopok dalam
Komunitas Sepeda Lipat Makassar (KOMPAS).
6. Materi
A. Individu dan Kelompok
Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak lepas dari perannya sebagai
individu dan bagian kelompok. Untuk memahaminya, coba amati gambar
berikut:
Gambar 2.2 a. Manusia berperan sebagai individu b. Manusia berperan
sebagai bagian dari kelompok
Apa yang dapat Anda pahami dari gambar di atas? Gambar 2.2
menunjukkan aktivitas manusia sebagai individu dan kelompok. Kegiatan
5
IDENTITAS INDIVIDU DAN KELOMPOK
pribadi seperti mencuci piring, merapikan kamar tidur, mandi, dan sarapan
menunjukkan aktivitas dalarn memenuhi kebutuhan sebagai individu. Adapun
kegiatan seperti membantu orang tua, belajar di sekolah, mengerjakan piket
menunjukkan contoh peran Anda sebagai bagian dari kelompok. Berbagai
kegiatan tersebut menunjukkan bahwa manusia berperan sebagai individu dan
bagian dari kelompok dalam kehidupan sehari-hari.
I. Individu
Individu berasal dari bahasa Latin, yaitu individuum yang artinya
satuan terkecil dan tidak dapat dibagi-bagi. Manusia sebagai makhluk individu
berarti unsur yang ada dalam diri individu merupakan satu kesatuan yang tidak
terpisahkan (Sarinah, 2015, 43). Menurut Sudiman (Herabuddin, 2015, 66),
individu memiliki kelengkapan hidup sebagai makhluk Tuhan Yang Maha
Esa, yaitu jasad, rasa, rasio, dan kemampuan bersosialisi.
Individu juga merupakan subjek yang bersifat bebas, baik bebas karena
tidak terikat dengan sesamanya maupun bebas karena menjadi aktor terhadap
diri sendiri. Sebagai individu, manusia memiliki kebebasan dalam
menentukan tindakan, pilihan, keinginan, dan pemikiran terhadap sesuatu.
Sebagai contoh, ketika lapar anda bebas menentukan waktu dan jenis makanan
yang akan dimakan. Kondisi tersebut terjadi karena manusia sebagai makhluk
individu akan berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya.
Menurut Herabuddin (2015, 68), kebutuhan-kebutuhan yang berusaha
dipenuhi individu sebagai berikut:
- Mempertahankan harkat dan martabat
- Mengupayakan terpenuhinya hak dasar sebagai manusia.
- Merealisasikan potensi diri baik jasmani maupun rohani.
- Memenuhi kebutuhan dan kepentingan diri demi kesejahteraan hidup.
6
IDENTITAS INDIVIDU DAN KELOMPOK
Dengan demikian, sebagai individu manusia akan melakukan
peranan-peranan dalam kehidupannya demi memenuhi kebutuhan-kebutuhan
tersebut.
a. Proses Pembentukan Identitas Individu
Individu membutuhan identitas untuk memenuhi berbagai
kebutuhan. Tahukah Anda, individu memiliki identitas sebagai ciri khas
yang melekat pada dirinya? Coba amati teman sekelas Anda. Setiap
teman Anda berbeda-beda satu sama lain mulai dari perbedaan fisik
hmgga perbedaan latar belakang kebudayaan. Individu memiliki dua
identitas yaitu identitas personal dan identitas sosial.
Identitas personal merupakan identitas yang melekat pada tiap-
tiap individu. Identitas personal sangat khas sehingga dapat digunakan
untuk membedakan individu satu dengan individu lainnya. Identitas
personal terbentuk dari pemahaman diri (self understanding) terhadap
diri sendiri. Proses identifikasi personal dilakukan dengan cara mencoba
memahami diri misalnya "aku adalah laki-laki, aku suka membaca, dan
aku tidak suka makanan pedas". Jawaban dari pemahaman diri
membentuk karakter personal. Selain self understanding, identitas
individu dapat tercipta dari proses interaksi dengan individu lain (dyadic
relationship). Proses ini mendorong individu mengidentifikasi
perbedaan antara dirinya dengan individu lain.
Lantas, apa itu identitas sosial? Identitas sosial adalah yang
melekat pada individu akibat interaksi dan hubungan dengan individu
Lain. Identitas sosial merupakan identitas yang memungkinkan individu
memiliki ciri-ciri sosiologis tertentu. Identitas sosial tidak muncul begitu
saja.
b. Faktor Pembentuk Identitas Individu
Identitas individu baik personal maupun sosial terbentuk dari
berbagai faktor Yang saling berkaitan. Adapun faktor tersebut sebagai
berikut:
1) Faktor Genetis/Biologis
Perhatikan ciri-ciri fisik Anda di cermin! Anda akan melihat postur
7
IDENTITAS INDIVIDU DAN KELOMPOK
tubuh, bentuk rambut, bentuk mata, dan warna kulit yang khas dan berbeda
dengan orang Iain. Ciri fisik tersebut merupakan bagian dari faktor biologis
yang membentuk identitas diri. Perbedaan Ciri fisik diperoleh dari warisan
gen kedua orang tua tiap-tiap individu. Faktor biologis dibagi menjadi tiga
ciri yaitu Ciri fisik, Ciri psikis, dan Ciri khusus. Ciri fisik merupakan Ciri
yang dapat dilihat dan diraba oleh indra. Ciri psikis adalah Ciri yang
terbentuk karena sosialisasi. Sementara itu, Ciri khusus merupakan Ciri
khas Yang tidak termasuk dalam Ciri fisik dan sifat yang dimiliki kedua
orang tua, misalnya cacat fisik.
2) Faktor Pengalaman
Pengalaman satu orang tidak dapat disamakan dengan orang Iain
meskipun berasal dari keluarga yang sama, dibesarkan dalam kebudayaan
yang sama, serta mempunyai lingkungan fisik yang sama. Beberapa
pengalaman yang telah dilalui seseorang akan terekan dalam memori dan
menjadi media pengembangan kepribadiannya. Coba amati gambar 2.3.
Gambar 2.3. Pengalaman selama mengikuti kegiatan Pramuka dapat
membentuk identitas personal.
Sumber: http://www.sma1majene.sch.id/read/48/pelantikan-pramuka-
penegak-bantara-di-tengah-pandemi
Apakah Anda pernah mengikuti kegiatan seperti tampak pada
gambar? Gambar 2.3 menunjukkan kegiatan pramuka di sekolah.
Pengalaman peserta didik dalam mengikuti kegiatan pramuka dapat
membentuk kepribadian menjadi lebih mandíri dan kreatif.
3) Faktor Geografis
Iklim, topografi, dan sumber daya alam menyebabkan setiap
8
IDENTITAS INDIVIDU DAN KELOMPOK
anggota masyarakat melakukan penyesuaian diri dan membentuk ciri
khas yang menjadi identitas sosial. Sebagai contoh„ masyarakat yang
tinggal di pesisir dan masyarakat yang tinggal di pedalaman. Individu
yang tinggal di salah satu daerah tersebut secara otomatis memperoleh
identitas sosial sebagai masyarakat pesisir atau masyarakat pedalaman.
4) Faktor pengaruh dari kelompok
Kehidupan individu tidak terlepas dari interaksi dengan
sesamanya. Hubungan antarsesama sangat berpengaruh pada
pembentukan identitas individu. Setiap kelompok mewariskan
pengalaman khas kepada anggotanya. Pengalaman anggota kelompok
juga diperoleh melalui interaksi dengan kelompok lain. Pengalaman-
pengalaman tersebut mempengaruhi perkembangan kepribadian sebagai
identitas individu.
5) Faktor Kebudayaan
Kebudayaan merupakan keseluruhan hasil daya budi, cipta,
kawa, dan karsa manusia yang dipergunakan untuk memahami
lingkungan dan djwariskan secara turun-temurun (Junaedi, 2018, 222).
Kebudayaan berkemhang menjadi cara/jalan hidup masyarakat. Budaya
tersebut dapat diamati melalui adat/kebiasaan masyarakat, mata
pencaharian, hasil kesenian, ilmu pengetahuan, dan bahasa masyarakat
Oleh karena itu, budaya dapat memengaruhi i&ntitas individu karena
dipelajari dan diterapkan melalui proses sosialisasi
II. Kelompok
Sebagai makhluk sosial, manusia memiliki gregariousness.
Gregariousness artinya manusia memiliki naluri untuk selalu hidup dengan
orang lain. Keinginan untuk berbaur dan hidup dengan individu lain
diwujudkan dengan membentuk kelompok.
Manusia membentuk kelompok untuk memenuhi kebutuhan-
kebutuhan hidup yang tidak dapat dipenuhi sendiri. Dalam membentuk
kelompok, antarindividu harus memiliki kesadaran bahwa mereka memiliki
tujuan yang sama. Sebagai contoh, kumpulan orang yang sedang menonton
9
IDENTITAS INDIVIDU DAN KELOMPOK
konser bukanlah kelompok, melainkan kerumunan. Akan tetapi peserta didik
membentuk tim sepak bola dapat disebut sebagai kelompok karena memiliki
tujuan bersama.
a. Dasar Pembentukan Kelompok
Terbentuknya suatu kelompok sosial dipengaruhi oleh beberapa
faktor. Adapun faktor yang mendorong pembentukan kelompok, yaitu
faktor kesatuan genealogis atau keturunan, kesatuan kepentingan,
kesamaan daerah, dan faktor geografis.
b. Faktor Pendorong Pembentuk Identitas Kelompok
1) Krativitas
2) Ideologi Kelompok
3) Status Sosial
4) Media massa
5) Kesenangan
6)
B. Refleksi dan Simpulan
Refleksi
Dari pembelajaran tentang identitas individu dan kelompok, siswa
melakukan refleksi dengan menjawab pertanyaan sebagai berikut:
a. Apakah siswa sudah memahami konsep identitas individu dan kelompok?
b. Apakah sudah sudah bisa mengidentifikasi proses pembentukan identitas
individu dan kelompok?
Simpulan
Manusia memiliki identitas, baik identitas individu maupun identitas
kelompok. Melalui identitas individu, seseorang dapat memiliki ciri khas yang
dikenal oleh individu lain. Melalui identitas kelompok seseorang menjadi bagian
dari kelompok. Identitas tersebut berpengaruh terhadap upaya individu menjalin
hubungan sosial dalam masyarakat. Oleh karena itu, dibutuhkan sikap toleransi
untuk menghargai perbedaan identitas individu dan kelompok. Sikap saling
menghargai perbedaan mampu mewujudkan hubungan harmonis dalam
10
IDENTITAS INDIVIDU DAN KELOMPOK
kehidupan sehari-hari. Tanpa menghargai perbedaan, kita akan sulit diterima
dalam kelompok-kelompok sosial masyarakat.
C. Aktivitas/Tugas
Untuk memperkuat pemahaman siswa mengenai konsep identitas individu
dan kelompok, siswa mengidentifikasi identitas diri.
D. Lembar Kerja
Untuk mengetahui pemahaman siswa maka, siswa diminta untuk mengerjakan
lembar kerja dengan cara mengidentifikasi identitas diri /individu.
1. Identifikasilah identitas diri anda. Tentukan identitas personal dan
identitas sosial yang anda miliki.
2. Deskripsikan alasan anda memiliki identitas tersebut. Setelah itu,
tuliskan hasil identifikasi anda dalam tabel berikut.
No Jenis Hasil Keterangan
Identifikasi Identifikasi
1 Identitas Personal
Identitas sosial
2
3. Persentasikan hasil identifikasi anda dalam kegiatan diskusi kelas
untuk memperoleh tanggapan dari teman dan guru. Kerjakan tugas
tersebut dengan penuh tanggung jawab.
4. Tuliskan hasil pengamatan dalam table berikut!
5. Berikan kesimpulan kalian tentang perdamaian dan integrasi sosial !
III. EVALUASI
A. Tes Kognitif
Pilihlah satu jawaban yang paling benar dengan cara memberi tanda
silang (x) pada huruf A, B, C, D, atau E.
1. Identitas menyebabkan seseorang menjadi individu yang unik. Individu
dikatakan unik karena ... .
A. memiliki karakteristik berbeda-beda
B. mampu merealisasikan potensi dakun diri
11
IDENTITAS INDIVIDU DAN KELOMPOK
C. mampu mempertahankan harkat dan martabat
D. mampu memenuhi kebutuhan tanpa bantuan individu Iain
E. memiliki hak dan kewajiban dasar sebagai manusia
2. Perhatikan beberapa pernyataan berikut!
1) Manusia memiliki akal pikiran yang digunakan untuk menalar.
2) Manusia memiliki fisik yang membantu untuk bertahan hidup.
3) Manusia memiliki kemampuan untuk menentukan kehendak.
4) Manusia membutuhkan individu hin dalam upaya memenuhi kebutuhan.
5) Manusia memiliki hasrat dalam meneruskan keturunan.
Pernyataan yang menunjukkan peran manusia sebagai makhluk individu
ditunjukkan oleh angka ... .
A. 1), 2), dan 3)
B. 1), 2), dan 4)
C. 2), 3), dan 4)
D. 2), 4), dan 5)
E. 3), 4), dan 5)
3. Mayoritas masyarakat yang tinggal di Bali memiliki gelar di depan namanya.
Contoh gelar tersebut yaitu ida bagus, ida ayu, cokorda, putu, kadek, nyoman,
dan ketut. Gelar tersebut menjadi identitas individu yang merepresentasikan
kasta seseorang. Identitas !ndividu masyarakat Bali tersebut merupakan contoh
identitas yuang terbentuk oleh faktor . . . .
A. Pengalaman Individu
B. Kelompok referensi
C. Kebudayaan
D. Sosialisasi
E. Geografis
4. Proses sosialisasi dapat menjadi faktor pendoromng pembentukan identitas
individu. Dalam pembentukan identitas tersebut, fungsi sosialisasi adalah ... .
A. Mentransfer nilai dan norma sosial dalam masyarakat
B. Meningkatkan status sosial individu dalam masyarakat
C. Menghilangkan perbedaan dalam masyarakat
12
IDENTITAS INDIVIDU DAN KELOMPOK
D. Menciptakan persaingan antar indvidu
E. Membedakan karakteristik antar individu
5. Pembentukan identitas dapat dipengaruhi oleh faktor pengalaman..
Pembentukan identitas berdasarkan faktor tersebut terdapat pada... .
A. Adi memiliki rambut ikal dan berwarna pirang seperti ayahnya.
B. Priska gemar menulis karena bergabung dalam penulis.
C. Fira dikenal beretnik Batak karena selalu menggunakan dialek Batak ketika
berkomunikasi.
D. Bu Rina cenderung terbuka terhadap perubahan sosial karena sering
berinteraksi dengan pendatang.
E. Pak Indra terpilih sebagai kepala desa dalam dua periode karena memiliki
jiwa kepemimpinan.
B. Tes Psikomotorik
Tugas untuk penilaian psikomotorik adalah membuat kesimpulan mengenai
identitas individu dan kelompok dalam bentuk power point, dengan tugas sebagai
berikut:
1. Bacalah artikel tentang identitas individu dan kelompok di Indonesia!
2. Gambarkan pentingnya identitas individu dan kelompok !
Instrumen Penilaian Sangat Baik Kurang Tidak
Baik Baik Baik
No Aspek yang dinilai (>81)
(71-80) (61-70) (<60)
1 Kesesuaian dengan materi
2 Kemudahan untuk dibaca
3 Desain Slide
4 Urutan Slide
Cara mencari nilai (N) = Jumalah skor yang diperoleh siswa dibagi jumlah
skor maksimal dikali skor ideal (100)
13
IDENTITAS INDIVIDU DAN KELOMPOK
C. Penilaian Sikap
Petunjuk:
Kamu akan mengisi lembar penilaian ini untuk mengukur sikap disiplin
kamu sendiri. Berilah tanda cek (√) pada kolom skor sesuai dengan sikap
disiplin yangkamu miliki sebagai berikut:
Ya = apabila kamu menunjukkan perbuatan sesuai pernyataan
Tidak = apabila kamu tidak menunjukkan perbuatan sesuai pernyataan
No. Sikap yang diamati Melakukan
1. Saya menggunakan pakaian seragam sesuai tata tertib Ya Tidak
2. Saya memulai kegiatan belajar tepat waktu
3. Saya mengawali kegiatan belajar dengan berdoa
4. Saya membaca petunjuk penggunaan modul
5. Saya membaca semua materi dengan seksama
6. Saya menyelesaikan semua tugas yang diberikan tanpa melihat
kunci jawaban
7. Saya mengerjakan tugas di buku catatan sosiologi
8. Saya memperlihatkan hasil pekerjaan pada orangtua/wali
untuk ditandatangani
Jumlah
Lakukan review apabila terdapat jawaban “Tidak” sehingga penguasaan materi
dan ketercapaian kompetensi pada bab ini dapat sempurna. Bila semua jawaban
“Ya” maka kalian dapat melanjutkan ke kegiatan pembelajaran selanjutnya.
14
IDENTITAS INDIVIDU DAN KELOMPOK
D. Kunci Jawaban Tes Kognitif
No. Jawaban
1. A
2. A
3. C
4. E
5. E
15