The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

MODUL AJAR TGT (Team games tournament)

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by paudtunaspontas, 2024-02-19 04:03:25

MODUL AJAR TGT

MODUL AJAR TGT (Team games tournament)

G. TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Siswa dapat mengidentifikasi ciri-ciri virus, memahami struktur dasar virus melalui diskusi kelompok untuk mengembangkan penalaran kritis. 2. Siswa dapat mengidentifikasi jenis-jenis virus yang menyebabkan penyakit pada manusia, hewan, dan tanaman serta dapat menjelaskan dampak yang ditimbulkan oleh virus tersebut terhadap kesehatan manusia dan ekosistem melalui artikel dan video interaktif secara mandiri 3. Siswa dapat menganalisis cara penyebaran virus di antara manusia dan hewan, faktor-faktor yang mempengaruhi penyebaran virus, dan penyebaran virus melalui udara, air, dan kontak langsung, serta mengaitkan ciri-ciri dan struktur virus dalam menghambat penyebarannya dengan berpikir kreatif dalam mencari aternatif solusipermasalahan. A. IDENTITAS MODUL Nama Penyusun Egi Nurul Rahma Nama Institusi SMA Tahun 2022/2023 Jenjang Sekolah SMA Fase/Kelas E/ X Elemen Pemahaman konsep biologi dan keterampilan proses Capaian Pembelajaran Di akhir fase E, peserta didik dapat mengidentifikasikan dan menganalisis ciri-ciri virus, mengenali jenis-jenis virus, serta menciptakan solusi terhadap penyebaran virus. Alokasi Waktu 2 JP B. PROFIL PELAJAR PANCASILA 1. Bernalar kritis melalui diskusi kelompok 2. Bergotong royong melalui kegiatan kerjasama 3. Kreatif (memiliki keluwesan berpikir dalam mencari alternatif solusipermasalahan) C. SARANA DAN PRASARANA FASILITAS PPT bahan ajar, video interaktif, Laptop, LCD LINGKUNGAN BELAJAR Lingkungan sekolah D. TARGET PESERTA DIDIK Kategori Peserta Didik Peserta didik fase E/Kelas X Jumlah Peserta Didik 16 Peserta didik tanpa ABK E. MODEL PEMBELAJARAN Model Pembelajaran : TGT (Teams-Games-Tournaments) Metode : Games Berkelompok, Diskusi Kelompok, Presentasi


4. Siswa dapat bekerja secara efektif dalam kelompok, berbagi pengetahuan, dan mendiskusikan topik-topik terkait virus. Mereka juga dapat memperoleh pengalaman dalam berkompetisi secara sehat dan menghargai kontribusi setiap anggota tim. I. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN 1. Asesmen Awal Asesmen awal bertujuan untuk memetakan bahwa sejauh mana kompetensi yang sudah dikuasai oleh Peserta didik sebelum belajar mengenai virus.Kompetensi prasyarat yang harus dikuasai peserta didik sebelum belajar mengenai virus adalah pemahaman mengenai ciri-ciri makhluk hidup dan Mengidentifikasi jenis-jenis organisme mikroskopis. Assesmen awal dapat dilakukan dengan dengan memberikan pertanyaan langsung untuk mengukur kemampuan awal peserta didik. Contoh asesmen : a. Pertanyaan langsung (untuk melihat langsung peserta didik yang menonjol untuk dijadikan ketua kelompok) : 1. Apa saja karakteristik yang membedakanmakhluk hidup dengan benda mati ? 2. Sebutkan contoh-contoh organisme mikroskopis 3. Bagaimana mikroorganisme memperbanyak diri ? 4. Bagaimana cara agar mikroorganisme yang ada di lingkungan tidak merugikan ? b. Membagikan pertanyaan ke semua peserta didik dengan link https://quizizz.com/ Tindak Lanjut Asesmen Awal 1. Bila terdapat keragaman kemampuan, pembelajaran dapat dilakukan dengan: kelas dibagi menjadi beberapa kelompok, masingmasing kelompok terdiri dari peserta didik yang sudah menunjukkan ketercapaian tujuan pembelajaran sebagai tutor sebaya bagi peserta didik yang belum menunjukkan ketercapaian tujuan pembelajaran.


Menentukan kelompok heterogen berdasarkan kemampuan akademik. 2. Peserta didik diberi gambaran tentang manfaat mempelajari materi virus. 3. Peserta didik diberikan pertanyaan pemantik untuk mengaitkan materi pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari melalui. Contoh pertanyaan pemantik: Dua tahun belakangan ini dunia dihebohkan dengan munculnya virus COVID19 yang mulai menyebar ke seluruh penjuru dunia. Para ilmuwan mulai mengembangkan vaksin untuk meminimalisir infeksi dan penyebaran yang diakibatkan oleh virus tersebut. Apakah kalian sudah pernah menerima vaksin covid? Menurut kalian apa tujuan pemberian vaksin covidtersebut? 4. Peserta didik dikelompokkan menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok berisi 4 Peserta didik. Penentuan kelompok yang heterogen dapat diikuti dengan langkahlangkah berikut: 1. - membuat daftar prestasi akademik(berdasarkan hasil assesmen awal) 2. - membatasi jumlah anggota setiap tim 4 anak; 3. - memberi kriteria kepada siswa mulai dari yang paling atas (A,B1,B2,C) 4. Siswa A : nilai assesmen 9-10 5. Siswa B : nilai assesmen 7-8 6. Siswa C : nilai assesmen <6 7. 8. - membentuk tim heterogen (jenis kelamin, etnis, agama, dan kemampuan akademik). 5.Setiap kelompok diminta untuk membaca artikel tentang virus (Strategi diferensiasi konten) Catatan untuk Guru: Berikan artikel yang berbeda pada setiap kelompok.setiap kelompok bisa mencari referensi sendiri atau disediakan oleh guru disesuai dengan keadaan peserta didik. Contoh artikel 1. Bisakah Anak Tertular Hepatitis B saat Main? Ini Jawaban Ahli Jakarta,CNBC Indonesia - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik


Indonesia baru-baru ini mengungkapkan data terbaru mengenai kasus Hepatitis B di Indonesia. Juru bicara Kemenkes dr Mohammad Syahril mengatakan bahwa Indonesia masuk datar 3 negara dengan kasus hepatitis terbesar di dunia. Hepatitis B sendiri merupakan salah satu penyakit menular seksual yang dapat menyebabkan peradangan hati akut. Selain penularan melalui ibu hamil yang positif, hepatitis B juga dapat ditularkan melalui kontak dengan cairan tubuh pasien, seperti darah, cairan menstruasi, air mani, hingga air liur. Hal ini pun meningkatkan kekhawatiran sebagian besar orang tua. Salah satu kekhawatiran orang tua terkait hepatitis B pada anak adalah penularan melalui air liur. Lantas, benarkah anak yang terkena air liur penderita dapat tertular hepatitis B? Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Piprim Basarah Yanuarso, mengatakan bahwa orang tua tidak perlu panik terkait potensi penularan hepatitis B kepada anak melalui air liur, terutama bila cakupan imunisasi anak sudah cukup. "Kalau imunisasinya lengkap, bergaul dengan pasien hepatitis B itu enggak usah terlalu khawatir. Paling nanti diberi booster saja," ujar dr. Piprim di Gedung IDAI, Jakarta, Selasa (23/5/2023). "Namun, memang perlu diperhatikan kalau ada kontak erat. Misalkan, anak yang merawat ibu atau siapapun penderita hepatitis B. Nah, ini harus dipastikan dia punya antibodi atau diberikan booster imunisasi hepatitis B supaya lebih kuat lagi," jelasnya. Piprim menjelaskan, air liur umumnya tidak dapat langsung menularkan hepatitis B kepada anak. Terlebih, bila kadar anti HBs atau antibodi hepatitis B anak sudah mencukupi. "Enggak. Enggak langsung otomatis menular. Kalau dia kebal, ya, dia (anak) tidak akan tertular. Kalau anak kebal, sudah diimunisasi, anti HBs-


nya cukup, itu sudah terprotektif dan Insyaallah tidak tertular," papar dr. Piprim. "Jadi, tidak usah terlalu panik," tegasnya. Sebagai informasi, berdasarkan data riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2013, 7,1 persen atau sekitar 18 juta penduduk Indonesia terinfeksi hepatitis B. Sementara, data Riskesdas 2019 menunjukkan prevalensi hepatitis B kronik di Indonesia sebanyak 24 juta penduduk. Pada 2022, kasus bayi hepatitis B cukup memprihatinkan. "Pada tahun 2022 terdapat 50.744 ibu hamil positif hepatitis B. Dari jumlah ibu hamil itu, 35.757 bayi lahir dari ibu yang dinyatakan positif hepatitis B," ungkap Juru Bicara Kemenkes, dr. Mohammad Syahril dalam konferensi pers daring, Selasa (19/5/2023). Kemenkes menyebutkan bahwa setelah imunisasi Hb0 dan HBg kurang dari 24 jam, sebanyak 27 persen atau sekitar 9.239 bayi yang dites HBsAG (tes hepatitis B) pada usia 9-12 bulan, ternyata 135 bayi positif hepatitis B. Bayi hepatitis B saat lahir tertular dari ibu yang positif hepatitis B. Dilansir dari CDC, virus memang paling sering menular dari ibu ke bayi saat proses persalinan pervaginam atau operasi caesar (c-section). (sumber : https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20230525172047-33- 440681/bisakah-anak-tertular-hepatitis-b-saat-main-ini-jawaban-ahli, diakses 13 Juni 2023 pada pukul 18.12 WIB) Contoh artikel 2. Cegah Penyakit PMK-LSD, Pemeriksaan Kesehatan Hewan Kurban di Semarang Digencarkan


REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Warga Kota Semarang yang akan berkurban diimbau lebih berhati- hati dan teliti dalam memilih hewan kurban. Sebab di Jawa Tengah belum sepenuhnya terbebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) pada hewan ternak. Tak terkecuali dengan hewan-hewan ternak yang ad di wilayah Kota Semarang. Berdasarkan data Dinas Pertanian Kota Semarang, hingga 10 Juni 2023 masih ada 37 kasus aktif PMK serta 266 kasus LSD pada hewan ternak di wilayah setempat. Di sisi lain, dengan meningkatnya kebutuhan akan hewan kurban menjelang hari raya Idul Adha 1444 Hijriyah, banyak hewan ternak dari luar daerah yang masuk ke Kota Semarang. Hal ini ditandai dengan banyaknya penjual hewan kurban ‘tiban’ di Kota Semarang dalam beberapa pekan terakhir. Kendati pengawasan lalu lintas hewan ternak masih dilakukan, namun kewaspadaan dan kehati-hatian harus juga jadi pehatian. “Kami ingatkan, masyarakat harus lebih berhati-hati, jangan salah pilih dan pastikan hewan kurban yang dibeli tidak terserang PMK maupun LSD,” ungkap Tim Medik Veteriner Muda Dinas Pertanian Kota Semarang, Khoirunnisa Tri Amanati, di sela pelaksanaan vaksinasi yang menyasar sejumlah tempat penjualan hewan kurban di Kota Semarang, Selasa (13/6/2023). Nissa mengatakan, saat ini PMK masih ada, maka masyarakat yang akan membeli hewan kurban harus jeli dan pilih hewan ternak yang sudah tervaksin. Pun demikian penyakit LSD juga masih ada. Hewan ternak yang terserang LSD dapat dilihat dari benjolan-benjolan pada kulitnya. Jika ditemukan hewan ternak yang ada benjolan pada kulit jangan dipilih untuk hewan kurban. Pastikan hewan kurban tampak segar dan sehat, tidak ada luka atau cacat dibadannya. Ia juga mengatakan, selama sepekan ini, Dinas Pertanian memang mendatangi tempat-tempat penjualan hewan kurban untuk melakukan pengawasan di lapangan. Jika ditemukan hewan kurban sehat tetapi belum divaksin PMK akan diberikan vaksin PMK. Jika ditemukan hewan kurban yang kondisinya tidak sehat walaupun belum


divaksin maka tidak akan diberikan vaksin. Juga penjual yang bersangkutan diminta untuk melakukan karantina atau memisahkan dengan hewanhewan kurban lainnya yang sehat. “Hari ini, tim medik veteriner Dinas Pertanian menargetkan vaksinasi terhadap 80 hewan kurban, di berbagai tempat penjualan hewan kurban yang ada di wilayah di Kota Semarang,” jelasnya, saat dikonfirmasi di lingkungan Pandansari, Kelurahan tambak dalam, Kecamatan Gayamsari. Selain vaksinasi ini, pada pekan berikutnya tim akan melaksanakan pemantauan hewan kurban untuk Idul Adha. Karena pekan depan sudah memasuki masa fokus untuk persiapan menjelang Hari Raya Kurban. Setelah Hari Raya Idul Adha, program vaksinasi akan kembali dilanjutkan di Kota Semarang dengan sasaran hewan ternak kambing, domba, sapi, dan kerbau. “Sehingga, hewan-hewan ternak sehat yang ada di Kota Semarang semua terjangkau vaksinasi,” kata dia. (sumber : https://rejogja.republika.co.id/berita/rw6gvz399/cegahpenyakit-pmklsd-pemeriksaan-kesehatan-hewan-kurban-di-semarangdigencarkan, diakses 13 Juni 2023 pada pukul 18.12 WIB) 6. Peserta didik mengidentifikasi sebanyak mungkin pertanyaan apa sajayang ingin diketahui dari artikel artikel tersebut. Catatan untuk Guru: Arahkan Peserta didik untuk membuat pertanyan yang berkaitan denganciri-ciri virus, struktur virus dan cara penyebarannya? 7. Guru memberikan kesempatan kepada Peserta didik untuk mengumpulkan informasi guna menyelidiki pertanyaan yangmereka temukan (Strategi diferensiasi proses) 8. Peserta didik saling bertukar informasi, berdiskusi, mengklarifikasi, dan menyatukan ide pendapat. (Bernalar Kritis dan Komunikasi untuk mencapai tujuan bersama pada Dimensi Bergotong Royong) (KSE : keterampilan berelasi) 9. Peserta didik menuliskan 5 pertanyaan, jawaban yang diperoleh dan informasi yang didapatkan dari artikel, pada lembar kerja


10. Lembar kerja dikumpulkan pada guru dan guru memberi penjelasan tentang materi virus 11. Siapkan 4 meja turnamen (meja 1,2,3,4) 12. Siapkan kartu-kartu soal untuk bermain pada setiap meja turnamen (kartu soal dan kunci ditaruh terbalik di atas meja sehingga soal dan kunci tidak terbaca). Guru telah menyiapkan kartu soal dan jawaban berdasarkan katagori meja turnamen (1,2,3,4) Kartu soal Tampak depan (nomor) Tampak belakang (soal) Kartu jawaban Tampak depan (nomor) Tampak belakang (jawaban) Contoh soal Kartu meja turnamen C : Bagaimana virus menginfeksi sel inangnya? A. Dengan cara membagi diri B. Dengan cara fotosintesis C. Dengan cara membentuk endospora D. Dengan cara menginjeksi materi genetiknya Kartu meja turnamen B2: Penyakit demam berdarah yang timbul di berbagai kota di Indonesia disebabkan oleh…. a. Aedes aegypti b. amoeba c. bakteri d. plasmodium 1 Bagaimana virus menginfeksi sel inangnya? 1 D. Dengan cara menginjeksi materi genetiknya


e. virus Kartu meja turnamen B1 : Virus tidak dapat hidup di alam bebas, melainkan harus hidup secara parasit. Oleh karena itu, untuk memelihara virus digunakan? a. medium daging dan kaldu b. medium agar–agar c. medium kentang dan agar–agar d. embrio ayam e. medium air kelapa Kartu meja Turnamen A : Kelompok penyakit berikut ini yang disebabkan oleh virus adalah … a. rabies, herpes dan sampar. b. TBC, difteria dan tifus. c. demam berdarah, rabies dan trakom. d. influenza, demam dan difteri. e. cacar, difteri dan campak. 13. Panggil setiap anak untuk ke meja 1,2,3,4 sesuai kriteria - meja 1 untuk kemampuan anak tinggi (hasil assesmen awal Top scorer) - meja 2 untuk kemampuan anak sedang (hasil assesmen awal High Middle Scorer) - meja 3 untuk kemampuan anak sedang (hasil assesmen awal Low Middle Scorer) - meja 4 untuk kemampuan anak rendah (hasil assesmen awal Low Scorer) 14.Setiap pemain dalam tiap meja menentukan dulu pembaca soal,pemain yang pertama dan penantang dengan cara undian. Kemudian atur tempat duduk sesuai urutan pemain hasil undian. Kemudian pemain yang menang undian mengambil kartu soal dan diberikan kepada pembaca soal.


15. Pembaca soal akan membacakan soal sesuai yang diambil oleh pemain. 16.Soal dijawab secara mandiri oleh pemain, sesuai dengan waktu yang telah ditentukan 17.Pemain akan membacakan jawabannya yang akan ditanggapi oleh penantang. Setelah itu pembaca soal akan membuka kunci jawaban. Kartu soal disimpan oleh pemain yang menjawab benar atau penantang yang memberikan jawaban benar. 18.Permainan dilanjutkan dengan pemain yang telah menjawab soal menjadi pembaca soal berikutnya. Turnamen putaran pertama - Dimana posisi pemain diputar searah jarum jam agar setiap peserta dalam satu meja turnamen dapat berperan sebagai pembaca soal, pemain, dan penantang. - Peserta harus mempunyai kesempatan yang sama sebagai pemain, penantang, dan pembaca soal - Dalam permainan ini pembaca soal hanya bertugas untuk membaca soal dan membuka kunci jawaban, tidak boleh ikut menjawab atau memberikan jawaban pada peserta lain. 19.Setiap pemain dalam satu meja menghitung jumlah kartu yang diperoleh dan menentukan berapa poin yang diperoleh berdasarkan tabel yang telah disediakan Pemain Tim asal Putaran 1 Putaran 2 Total Poin Jumlah total yang terkecil diberi poin 20 Yang menengah diberi poin 40 dan Yang terbesar diberi poin 60 20.Bumping : Anggota tim yang menang dibawa lagi ke meja yang lebih tinggi, yang kalah turun ke meja yang lebih rendah. Jadi masingmasing anggota tim akan bisa melaju terus, bisa juga gagal dan akhirnya turun ke level kemampuannya sendiri. 21. Menghitung poin turnamen untuk 4 pemain Pemain Tanpa seri Seri nilai tertinggi Seri nilai tengah Seri nilai rendah Seri nilai tertinggi -3 macam Seri nilai terendah 3- macam Seri 4- macam Seri nilai tertinggi dan terendah


Skor tertinggi 60 50 60 60 50 60 40 50 Skor menengah atas 40 50 40 40 50 30 40 50 Skor menengah bawah 30 30 40 30 50 30 40 30 Skor terendah 20 20 20 30 20 30 40 30 22.Setelah turnamen selesai, setiap anggota kembali kepada kelompok asalnya dan melaporkan poin yang diperoleh 23.Ketua kelompok menghitung rata-rata skor kelompok Untuk menghitung rata-rata skor kelompok dilakukan dengan cara menjumlahkan skor yang diperoleh oleh masing-masing anggota kelompok dibagi dengan banyaknya anggota kelompok. 24.Ketua kelompok memasukkan poin yang diperoleh anggota kelompoknya pada tabel yang telah disediakan dipapan tulis, kemudian menentukan kriteria penghargaan yang diterima oleh kelompoknya Kriteria (dari rata-rata kelompok) Predikat 40 sampai 45 Good team 45 sampai 50 Great team 50 ke atas Super team 25.Pemberian penghargaan (rewards) berdasarkan pada rata-rata poin yang diperoleh oleh kelompok dari permainan Guru telah menyiapkan lembar penghargaan yang di cetak pada kertas Tebal/HVS Penghargaan “Super team”, “Great team”, “Good team” Adapun kategori penghargaan yang dapat digunakan selain dari hasil poin : - Overall Champion: Kategori ini diberikan kepada tim yang berhasil meraih skor tertinggi secara keseluruhan di seluruh turnamen. Tim ini dianggap sebagai juara umum yang tampil paling baik dari semua tim peserta. - Best Team: Kategori ini menghargai tim yang menunjukkan kerja sama, koordinasi, dan sportivitas yang luar biasa. Tim ini dianggap sebagai tim terbaik dalam hal performa keseluruhan. - Most Valuable Player (MVP): Kategori ini mengakui kontribusi signifikan dari seorang pemain individu dalam tim yang berperan penting dalam kesuksesan tim. Pemain ini dianggap sebagai pemain paling berharga dalam turnamen.


- Fair Play Award: Kategori ini diberikan kepada tim yang menunjukkan sikap sportivitas yang luar biasa, bermain dengan jujur, dan mematuhi aturan-aturan dalam turnamen. Tim ini dikenal karena menjunjung tinggi etika dan sikap yang adil. 26. Peserta didik menyimpulkan pelajaran yang telah dibahas bersama, menyampaikan kritik dan saran 27. Guru melakukan klarifikasi dan penguatan konsep penting pada materi virus dengan menampilkan gambar dan video. 28. Setelah mengawali pemahaman Peserta didik mengenai karakteristik/ ciri-ciri virus. Guru sebaiknya mengarahkan Peserta didik untuk mencari informasidari sumber referensi yang lain. Apabila Peserta didik memberikan pertanyaan, Guru memfasilitasi dengan membuka diskusi atau memberikan konfirmasi di pertemuan berikutnya. Untuk lembar kerja yang telah dikumpulkan, Guru dapat memeriksa kembali sejauh mana pemahaman Peserta didik untuk materi ciri-ciri virus, jika dirasa belum tercapai, Guru dapat mengulas kembali terhadap konsep penting di pertemuan berikutnya. Lampiran 1 LEMBAR KERJA KELOMPOK : NAMA ANGGOTA : Pertanyaan-pertanyaan yang muncul …………………………………………………………… ……………………………………………………………… ………………………………………………………………


……………………………………………………………… ……………………………………………………………… Jawaban dari pertanyaan ……………………………………………………………… ……………………………………………………………… ……………………………………………………………… ……………………………………………………………… ……………………………………………………………… Informasi penting yang diperoleh ……………………………………………………………… ……………………………………………………………… ……………………………………………………………… Lampiran 2 Rubik Penilaian Lembar Kerja No Indikator Deskripsi kriteria Skor 1 Kebenaran konsep/ ide yang dipaparkan sesuai dengan materi artikel yang dibaca/ dipelajari. Sangat sesuai 4 Sesuai 3 Cukup sesuai 2 Kurang sesuai 1 2 Penggunaan/ penyusunan Sangat baik 4


kata atau kalimat di dalam lembar kerja mudah dipahami. Baik 3 Cukup 2 Kurang 1 3 Kesesuaian isi artikel yang dibaca oleh Peserta didik dan hasil lembar kerja selaras terhadap tujuan pembelajaran yang diharapkan. Sangat sesuai 4 Sesuai 3 Cukup sesuai 2 Kurang sesuai 1


Click to View FlipBook Version