Prakata
Puji dan syukur kami sampaikan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang telah
membuka ruang gerak fikir semua kalangan guru yang berada di lingkungan SD Negeri 21
Pemecutan untuk bersama-sama mencerahkan sekaligus menjawab dari setiap keresahan
masyarakat pendidikan dalam masa Pandemi Corona Virus Disease-19
Masa Pandemi datang dengan tiba-tiba, sekolah pun di tutup, namun sejatinya itu
semua tidak akan melunturkan semua generasi berhenti belajar. Sejalan dengan
pernyataan Bapak Pendidikan Nasional kita Ki Hajar Dewantara bahwa ”Jadikan semua
tempat sebagai sekolah”. Untuk itu salah satu jalannya adalah untuk tetap membuka
akses layanan pendidikan dengan semua daya upaya yang kita bisa. Termasuk sekarang
yang menjadi jawaban dari semuanya ini adalah lahirnya modul pembelajaran karya guru-
guru Sekolah Dasar (SD) Negeri 21 Pemecutan yang berjudul Modul Pembelajaran
Belajar dari Rumah.
Modul ini sungguh sangat sesuai dengan situasi dan kondisi saat ini, sangat
sederhana, cocok untuk dipakai pada saat pandemi ini, sangat menunjukan kekhususan
dan memudahkan untuk diakses semua peserta didik. Akhir kata, Kami menyarankan
untuk semua, Guru, Siswa, dan Orang Tua yang berada di lingkungan SD Negeri 21
Pemecutan untuk menggunakan modul ini.
Denpasar, November 2020
Penyusun
Prakata Daftar Isi
Daftar Isi
Kompetensi Inti, Kompentensi Dasar, Indikator dan Tujuan Pembelajaran
Pendahuluan
Materi Ajar
Rangkuman
Daftar Pustaka
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensil
Bahasa Indonesia 3.7.1 Menemukan informasi penting yang
3.7 Menguraikan konsep- konsep yang terdapat dalam teks bacaan
saling berkaitan pada teks nonfiksi.
4.7 Menyajikan konsep-konsep yang 4.7.1 Membuat peta pikiran tentang
saling berkaitan pada teks nonfiksi ke pokok pikiran yang terdapat dalam
dalam tulisan dengan bahasa sendiri. teks bacaan
IPA 3.5.1 Menemukan daur hidup tiga jenis
hewan yang berbeda.
3.5. Menganalisis hubungan antar
komponen ekosistem dan jaring- 3.5.2 Membandingkan daur hidup tiga
jaring makanan di lingkungan sekitar. jenis hewan yang berbeda.
4.5 Membuat karya tentang konsep 4.5.1 Menyajikan diagram yang
jaring-jaring makanan dalam suatu memperlihatkan daur hidup tiga jenis
ekosistem. hewan yang berbeda.
Tujuan Pembelajaran
1. Melalui pengamatan terhadap teks bacaan, siswa mampu menemukan
informasi penting yang terdapat dalam teks bacaan dengan tepat.
2. Melalui pengamatan terhadap teks bacaan, siswa mampu membuat peta
pikiran tentang pokok pikiran dan informasi penting yang terdapat dalam
teks bacaan dengan tepat.
3. Melalui pengamatan dan diskusi melalui google meet, siswa mampu
menemukan daur hidup tiga jenis hewan yang berbeda dengan tepat.
4. Melalui pengamatan dan diskusi melalui google meet, siswa mampu
membandingkan daur hidup tiga jenis hewan yang berbeda dengan tepat
tepat.
5. Melalui pengamatan dan diskusi melalui google meet, siswa mampu
menyajikan diagram yang memperlihatkan daur hidup tiga jenis hewan
yang berbeda dengan tepat.
Bagaimana kabar anak-anak saat ini? Semoga kalian selalu sehat sehingga
dapat mempelajari materi modul dengan baik. Pada Modul ini anak-anak akan
mempelajari materi Tema 5 Subtema 1 Pembelajaran 5. Bagaimana, sudah siap ?
Bagus! Ayo kita mulai belajar!
Pada Tema 5 Subtema 1 Pembelajaran 5 kita akan mempelajari materi
tentang mencari informasi penting pada teks non fiksi dan daur hidup hewan.
Agar kalian dapat menguasai materi pada modul ini dengan baik dan berhasil
mencapai capaian pembelajaran yang telah dirumuskan, maka kalian perlu ikuti
petunjuk belajar berikut ini:
a. Sebelum membaca materi modul ini, renungkan terlebih dahulu apa yang
menjadi capaian pembelajaran dalam modul agar terbangun rasa tanggung
jawab dan kesepenuhhatian dalam belajar.
b. Bacalah materi modul dengan cermat dan seksama, serta tambahkan
catatan-catatan seperlunya untuk membantu ingatan.
c. Cermati dan kerjakan tugas yang diberikan dalam modul dengan sungguh-
sungguh. Jangan lupa gunakan pengetahuan dan pengalaman yang telah
kalian miliki sebelumnya.
Selamat belajar dan semoga kalian berhasil dengan baik……!
Materi Ajar Menemukan Informasi Penting dalam Teks Non Fiksi
Teks non-fiksi adalah teks yang dibuat berdasarkan kenyataan yang ada, realita
tanpa mengada-ada, atau hal yang benar terjadi dalam kehidupan. Contoh
karangan atau tulisan nonfiksi adalah: laporan, karya imiah, artikel, dan masih
banyak lagi. Ada beberapa cara dalam menemukan informasi penting dalam teks
non fiksi yaitu :
1) Membaca secara keseluruhan
2) Mencari gagasan umum/ pokok permasalahan
3) Mencatat kembali/ meringkas teks
Daur Hidup Hewan
Hewan sebagai salah satu komponen ekosistem memerlukan lingkungan
yang baik untuk berkembang biak. Perubahan ekosistem dapat memengaruhi
perkembangbiakan. Setiap hewan mengalami tahapan perkembangan tersendiri
dan khas. Tahapan pertumbuhan dan perkembangan suatu hewan disebut daur
hidup. Di dalam daur hidupnya, ada hewan yang mengalami perubahan bentuk, ada
yang tidak. Hewan yang mengalami perubahan bentuk pada tahap tumbuh
kembangnya disebut mengalami metamorfosis. Hewan apa sajakah yang
mengalami metamorfosis dan tidak mengalami metamorfosis? Berdasarkan
perubahan bentuknya, metamorfosis dibedakan menjadi metamorfosis sempurna
dan tidak sempurna. Metamorfosis sempurna terjadi ketika hewan mengalami
perubahan bentuk yang sangat berbeda pada setiap tahap perkembangannya.
Contoh hewan yang mengalami metamorfosis sempurna adalah katak dan kupu-
kupu. Kupu-kupu berkembang biak dengan cara bertelur. Kemudian, telur menetas
menjadi ulat atau larva yang aktif mencari makanan. Setelah cukup mendapatkan
makanan, ulat berubah menjadi pupa atau kepompong yang tidak bergerak dan
melekat pada bagian pohon. Pupa merupakan masa istirahat sebagai persiapan
menjadi kupu-kupu dewasa.
Gambar 1. Metamorfosis kupu-kupu (sempurna)
Metamorfosis tidak sempurna terjadi pada hewan yang mengalami
perubahan bentuk yang tidak terlalu berbeda pada setiap perkembangannya.
Hewan kelompok ini tidak mengalami fase larva dan pupa. Contoh hewan yang
mengalami metamorfosis tidak sempurna adalah kecoa. Kecoa berkembang biak
dengan bertelur. Telur kecoa menetas berubah menjadi kecoa muda yang disebut
nimfa. Nimfa mengalami beberapa kali pergantian kulit sebelum menjadi kecoa
dewasa. Pergantian kulit ini disebut ekdisis.
Gambar 2. Metamorfosis kecos (tidak sempurna)
Selain serangga dan katak, hewan lain mengalami daur hidup tanpa
metamorfosis atau tanpa mengalami perubahan bentuk. Contoh jenis hewan yang
tidak mengalami metamorfosis adalah ikan dan kadal. Ikan hidup di air dan
berkembang biak dengan bertelur. Telur ikan menetas, lalu menjadi ikan muda,
kemudian menjadi ikan dewasa. Bentuk ikan muda dan ikan dewasa tidak banyak
mengalami perubahan. Demikian juga dengan kadal. Setelah bertelur, telur kadal
akan menetas dan muncullah kadal muda. Seiring dengan waktu, kadal muda
tumbuh dan berkembang menjadi kadal dewasa yang siap bertelur kembali
setelah melakukan perkawinan dengan kadal dewasa lain.
Berdasarkan bacaan di atas, temukanlah pikiran utama dari setiap
paragraf beserta informasi yang kamu anggap penting. Tuliskan pikiran utama
dan informasi penting tersebut dengan menggunakan peta pikiran. Ingatlah,
untuk membuat peta pikiran, kamu sebaiknya menentukan pikiran utama pada
setiap cabang dari judul bacaan. Dari setiap cabang pikiran utama, tuliskan
informasi-informasi penting. Jika cabang informasi memiliki informasi yang
berkaitan dengannya, tambahkanlah cabang lain, lalu tuliskan informasi tersebut.
Pada saat membuat peta pikiran, kamu dapat menambahkan gambar untuk
memperjelas pikiran utamamu atau informasi yang kamu anggap penting.
Materi Ajar Siklus Hidup / Daur Hidup Hewan
Semua makhluk hidup di Bumi memliki daur hidup atau dikenal juga dengan
nama siklus hidup. Siklus hidup merupakan serangkaian bentuk perubahan yang
mengacu pada perkembangan suatu organisme sejak lahir sampai mati. Siklus
hidup hewan berbeda-beda, ada hewan yang bermetamorfosis ada juga yang
tidak.
Siklus hidup hewan yang tidak mengalami metamorfosis (ametamorfosis)
adalah siklus yang bermula dari lahir atau menetas berkembang menjadi anak dan
dewasa, tapi bentuknya sama. Jadi, hewan hanya mengalami perubahan ukuran
saja, yaitu menjadi lebih besar. Namun bentuknya tetap sama. Contohnya adalah
kucing. Kucing baru lahir hingga kucing dewasa bentuknya sama, yang
membedakan hanyalah ia bertumbuh menjadi lebih besar mnjadi kucing dewasa.
Begitu juga dengan hewan, seperti anjing, ayam, kelinci, dan masih banyak lagi.
Siklus hidup hewan yang mengalami metamorfosis adalah siklus hidup yang
mengalami perubahan bentuk. Pada siklus ini metamorfosis terbagi menjadi dua,
yaitu metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna. Metamorfosis
sempurna adalah perubahan bentuk hewan yang dimulai dari fase telur, larva,
pupa (kepompong), lalu menjadi dewasa.
Telur -> larva -> pupa -> dewasa
Contoh hewan yang mengalami metamorfosis sempurna adalah kupu-
kupu. Dimulai dari telur, kemudian ia menjadi ulat, lalu berubah menjadi
kepompong, barulah menjadi kupu-kupu. Hewan lain yang mengalami metamorfosis
sempurna adalah katak atau kodok, nyamuk, dan lain-lain.
Sedangkan metamorfosis tidak sempurna adalah perubahan bentuk hewan,
tapi tidak memasuki fase pupa. Jadi fase dimulai dari telur, kemudian menjadi
nimva, lalu menjadi dewasa.
Telur -> nimva -> dewasa
Nimva adalah hewan kecil atau hewan muda. Cara membedakannya dengan
hewan dewasa adalah ada atau tidaknya sayap. Contohnya adalah jangkrik,
kecoak, belalang, dan lain-lain. Selama siklus hidup terus berjalan, maka tidak
akan terjadi kepunahan.
Ada beberapa cara dalam menemukan informasi penting dalam teks non
fiksi yaitu 1) membaca secara keseluruhan; 2) mencari gagasan umum/
pokok permasalahan; 3) mencatat kembali/ meringkas teks
Tahapan pertumbuhan dan perkembangan suatu hewan disebut daur hidup.
Di dalam daur hidupnya, ada hewan yang mengalami perubahan bentuk, ada
yang tidak. Hewan yang mengalami perubahan bentuk pada tahap tumbuh
kembangnya disebut mengalami metamorfosis. metamorfosis dibedakan
menjadi metamorfosis sempurna dan tidak sempurna.
DAFTAR PUSTAKA
Buku Pedoman Guru Tema 5 Kelas 5 dan Buku Siswa Tema 5 Kelas 5 (Buku Tematik
Terpadu Kurikulum 2013, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan, 2014).
Irene, MJA.dkk. 2017. Buku Penilaian BUPENA .Jakarta: Penerbit Erlangga.