Judul Buku Mini Book “ Filsafat : Akar, Madzhab, Tokoh dan Aliran Pemikiran ” Penulis Lila Aminullah Email : [email protected] Penyunting Lila Aminullah Email : [email protected] Desain Cover Lila Aminullah Email : [email protected] Editor Lila Aminullah Email : [email protected] Cetakan Pertama, 2023
i UCAPAN TERIMA KASIH Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan ridho dan restuNya hingga saya berhasil menyelesaikan dan menerbitkan minibook ini. Selanjutnya, ucapan terima kasih juga saya ucapkan kepada Bapak Abu Amar Bustomi, M.Si selaku dosen pengampu mata kuliah Filsafat yang telah membagikan ilmunya dan memberikan saya tugas minibook ini. Dengan penuh hormat, saya mempersembahkan minibook ini kepada para pembaca sekalian. Sebuah karya yang mengangkat tema menarik dan relevan dalam bidang filsafat komunikasi. Minibook ini bertujuan untuk memberikan wawasan mendalam tentang dinamika komunikasi manusia dalam konteks sosial.
ii KATA PENGANTAR Saya dengan senang hati mempersembahkan minibook ini tentang Filsafat Komunikasi. Komunikasi merupakan aspek yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita sehari-hari. Setiap interaksi, baik itu verbal maupun nonverbal, melibatkan komunikasi sebagai sarana untuk menyampaikan ide, emosi, dan informasi kepada orang lain. Minibook ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai filsafat di balik proses komunikasi. Filsafat komunikasi melibatkan pertanyaan-pertanyaan mendasar seperti apa makna dari komunikasi itu sendiri, bagaimana pesan-pesan dikonstruksi, dan bagaimana kita memahami satu sama lain melalui komunikasi. Dalam minibook ini, anda akan menjelajahi berbagai teori dan pandangan filsafat yang berkaitan dengan komunikasi. Mulai dari pendekatan klasik seperti teori semiotika dan hermeneutika, hingga perspektif kontemporer seperti teori komunikasi antarbudaya dan komunikasi digital. Kami juga akan membahas isu-isu penting dalam komunikasi seperti kebenaran, etika komunikasi, dan konsep-konsep fundamental dalam interaksi sosial. Saya berharap minibook ini dapat menjadi panduan yang berguna bagi pembaca dalam memahami dan mengaplikasikan konsep-konsep filsafat komunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Semoga dengan memperdalam pemahaman kita tentang proses komunikasi, kita dapat menjadi komunikator yang lebih efektif dan paham akan implikasi filosofisnya. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penulisan minibook ini. Semoga isi minibook ini memberikan wawasan dan inspirasi baru bagi Anda. Salam hormat saya, Lila Aminullah
iii DAFTAR ISI UCAPAN TERIMA KASIH.......................................................................................................... i KATA PENGANTAR.................................................................................................................... ii DAFTAR ISI.................................................................................................................................iii PEMBAHASAN ............................................................................................................................ 1 1. Filsafat Komunikasi............................................................................................................. 1 2. Madzhab Komunikasi.......................................................................................................... 2 3. Madzhab Chicago ................................................................................................................ 2 4. Madzhab Frankurt................................................................................................................ 5 5. Madzhab Filsafat.................................................................................................................. 8 6. Hubungan Madzhab, Tokoh, dan Aliran Pemikiran............................................................. 9 SUMBER REFERENSI...............................................................................................................11 PROFIL PENULIS ..................................................................................................................... 12
1 PEMBAHASAN 1. Filsafat Komunikasi Istilah “filsafat” ini sebenarnya berasal dari Bahasa Yunani, yakni “philosophia”, yang mana merupakan gabungan dari kata “philo” dan “sophia”. Philo berarti ‘cinta dalam arti yang luas’, sementara sophia berarti ‘kebijakan atau pandai’. Jadi, dapat disebut bahwa filsafat ini adalah keinginan untuk mencapai cita pada kebijakan. Banyak ahli yang mendefinisikan apa itu filsafat. Poedjawijatna berpendapat bahwa filsafat adalah sejenis pengetahuan yang berusaha mencari sebab secara sedalam-dalamnya bagi segala sesuatu yang berdasarkan pikiran belaka. Lalu menurut Hasbullah Bakry, filsafat memiliki definisi berupa sejenis pengetahuan yang menyelidiki segala sesuatu secara mendalam, mulai dari ketuhanan, alam semesta, hingga manusia sehingga dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana hakikatnya sejauh yang dapat dicapai oleh akal manusia. Kemudian ada juga tokoh filsafat terkenal, Plato, yang mendefinisikan filsafat adalah pengetahuan yang berminat untuk mencapai pada kebenaran asli. Berdasarkan beberapa pendapat dari para ahli tersebut maka dapat disimpulkan bahwa filsafat adalah sebuah ilmu yang berusaha mencari sebab secara mendalam berdasarkan pemikiran dan akal manusia. Filsafat ini juga dapat menjadi pandangan hidup seseorang sekelompok orang mengenai kehidupan yang dicita-citakan. Namun, filsafat ini dapat juga diartikan sebagai suatu sikap seseorang yang sadar dan dewasa ketika memikirkan segala sesuatu secara mendalam dan melihat secara menyeluruh dengan segala hubungan. Filsafat komunikasi adalah cabang filsafat yang mempelajari aspek-aspek teoritis dan konseptual dari komunikasi manusia. Disiplin ini berusaha memahami sifat komunikasi, proses komunikasi, dan implikasinya dalam hubungan antarindividu, masyarakat, budaya, dan konteks sosial yang lebih luas. Filsafat komunikasi mencoba menjawab pertanyaanpertanyaan fundamental tentang komunikasi, seperti arti dan tujuan komunikasi, sifat pesan dan makna, peran bahasa dan tanda-tanda dalam komunikasi, serta peran konteks dan budaya dalam mempengaruhi komunikasi manusia. Filsafat komunikasi juga membahas isu-isu etis yang terkait dengan komunikasi, seperti kebebasan berbicara, keadilan komunikatif, dan tanggung jawab komunikator.
2 Tujuan dari filsafat komunikasi adalah untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang komunikasi sebagai fenomena manusia dan untuk mengembangkan kerangka pemikiran yang dapat membantu dalam analisis, evaluasi, dan perbaikan praktek komunikasi dalam berbagai konteks. Filsafat komunikasi sering kali terkait erat dengan bidang-bidang lain seperti teori komunikasi, sosiologi komunikasi, psikologi komunikasi, dan antropologi komunikasi, serta dapat memberikan kontribusi yang berharga dalam pengembangan teori dan praktik komunikasi. 2. Madzhab Komunikasi Latar belakang adanya mazhab dalam filsafat komunikasi dapat ditemukan dalam keragaman perspektif dan pendekatan yang ada dalam memahami dan menganalisis komunikasi. Filsafat komunikasi melibatkan penyelidikan tentang hakikat, tujuan, dan proses komunikasi, dan mazhab-mazhab dalam filsafat komunikasi muncul sebagai hasil dari perbedaan pandangan dan penekanan terhadap aspek-aspek tertentu dalam komunikasi. Dalam filsafat komunikasi terdapat dua aliran mahzab utama, yaitu diantaranya Mazhab Chicago dan Mazhab Frankfurt. 3. Madzhab Chicago Mazhab Chicago, juga dikenal sebagai Perspektif Sosiologi Komunikasi Chicago, adalah pendekatan dalam studi komunikasi yang dikembangkan oleh para sarjana di Universitas Chicago pada awal abad ke-20. Mazhab ini berfokus pada kajian komunikasi dalam konteks sosial dan budaya yang lebih luas. Mazhab Chicago adalah Mazhab atau aliran yang berasal dari Amerika Serikat. Mazhab Chicago terkenal dengan tokoh – tokohnya seperti, Robert Ezra Park, Harold D. Lasswell, Bernard Berelson, Robert K. Merton, Daniel Lener, Ithiel Da Sola Pool, Wilbur Schramm, Charles Wright, David Berlo, dan lain-lain. Mazhab Chicago dengan positivisme empirik menitikberatkan penelitiannya pada pemecahan masalah kriminal, prostitusi, dan masalah – masalah lainnya yang timbul akibat industrialisasi dan urbanisasi yang berlangsung sangat cepat di Amerika. Pada masa kejayaan Sekolah Chicago, banyak penelitian dilakukan tentang persuasi, propaganda, dan dampak langsung media massa terhadap publik. Penelitian komunikasi yang menekankan pengaruh langsung adalah model pengaruh linier Shannon dan Weaver. Aliran
3 ini memahami bahwa media memiliki kekuatan untuk mempengaruhi masyarakat. Oleh karena itu, media harus terus melakukan perbaikan agar program, pengolahan, penyajian dan pendistribusiannya lebih efektif dan efisien. “Aliran empiris menekankan dampak komunikasi terhadap khalayak dengan melakukan analisis isi untuk menarik kesimpulan tentang dampak komunikasi”. Penelitian komunikasi dengan penekanan pada efek langsung itu, merupakan pengaruh model linier dari Shannon dan Weaver (mathematical model of communication theory). Pendekatan penelitian adalah dengan memusatkan perhatian kepada individu sebagai sistem analis, bukan sebgai bagian dari sistem sosial. Penelitian yang dikembangkan oleh Mahzab Chicago dijuluki dengan penelitian administratif (administrative research), yakni penelitian berdasrkan jasa, yang oleh kerena di sponsori maka masalah yang diteliti tidak ditentukanoleh si peneliti itu sendiri, melainkan oleh sponsor yang memesan, dapat dikatakan peneliti hanya sekedar pelaksana. Adapun tokoh – tokoh terkenal yang tergabung dalam Mazhab Chocago diantaranya: a). Robert E. Park seorang sosiolog dan jurnalis Amerika yang dianggap sebagai salah satu pendiri mazhab Chicago. Park mengembangkan konsep "ekologi manusia" yang menekankan pentingnya melihat interaksi antara individu dan lingkungan sosial mereka. Ia juga menggagas konsep "sikap massa" untuk memahami interaksi sosial dalam kelompok besar. b). Ernest Burgess seorang sosiolog dan geografer Amerika yang memainkan peran penting dalam pengembangan pemikiran mazhab Chicago. Ia dikenal dengan teorinya tentang "model konstruksi sosial" yang menjelaskan bagaimana struktur sosial dan ruang fisik saling terkait dalam membentuk perkembangan perkotaan. c). George Herbert Mead seorang filsuf dan sosiolog Amerika yang memberikan kontribusi besar terhadap pemahaman tentang interaksi sosial dan perkembangan identitas individu. Mead mengembangkan teori simbolis interaksionisme yang menekankan pentingnya bahasa dan simbol dalam pembentukan persepsi dan tindakan manusia. d). Louis Wirth adalah seorang sosiolog Amerika yang mengkhususkan diri dalam studi tentang perkotaan dan masalah-masalah perkotaan. Ia dikenal dengan konsep "urbanisme sebagai gaya hidup" yang menggarisbawahi bagaimana perkotaan mempengaruhi identitas dan perilaku individu.
4 e). William Isaac Thomas adalah seorang sosiolog Amerika yang fokus pada studi perubahan sosial dan peran individu dalam masyarakat. Ia dikenal dengan pernyataan terkenalnya, "Jika seseorang menganggap sesuatu sebagai nyata, maka konsekuensi dari anggapannya itu akan menjadi nyata dalam akibat-akibat sosial". Itulah beberapa nama tokoh terkemuka dari Mazhab Chiocago dan Adapun bebrapa nama tokoh terkemuka lainnya. Berikut ini adalah beberapa penjelasan rinci tentang bahasan Mazhab Chicago: 1. Fokus pada Interaksi Sosial: Mazhab Chicago menekankan pentingnya memahami komunikasi sebagai bagian dari interaksi sosial. Para sarjana mazhab ini menganggap komunikasi sebagai proses yang terjadi dalam situasi interpersonal dan kelompok, serta bagaimana komunikasi mempengaruhi hubungan sosial dan dinamika sosial secara lebih umum. 2. Kajian Komunikasi dalam Konteks Sosial: Mazhab Chicago memandang komunikasi sebagai produk dari faktor sosial, budaya, dan sejarah yang ada dalam masyarakat. Studi komunikasi dalam mazhab ini melibatkan pemahaman tentang bagaimana struktur sosial, norma, nilai-nilai, dan institusi mempengaruhi cara komunikasi terjadi dan berperan dalam masyarakat. 3. Pendekatan Kualitatif: Mazhab Chicago cenderung menggunakan pendekatan kualitatif dalam penelitiannya. Para sarjana mazhab ini sering melakukan observasi langsung dan wawancara mendalam untuk memahami konteks komunikasi dalam kehidupan seharihari individu dan kelompok. Mereka tertarik untuk melihat bagaimana komunikasi tercermin dalam interaksi sehari-hari dan dinamika sosial yang kompleks. 4. Pengaruh Simbol dan Makna: Mazhab Chicago juga mengakui peran simbol dan makna dalam komunikasi. Para sarjana mazhab ini menganggap simbol-simbol seperti bahasa, tanda, dan representasi sosial lainnya sebagai alat penting dalam pemahaman komunikasi. Mereka mempelajari bagaimana simbol-simbol ini dihasilkan, digunakan, dan diinterpretasikan oleh individu dan kelompok dalam konteks sosial tertentu. 5. Penekanan pada Konteks dan Lokalitas: Mazhab Chicago menekankan pentingnya memahami komunikasi dalam konteks lokal dan spesifik. Mereka tertarik pada studi kasus yang terjadi dalam lingkungan geografis dan budaya yang unik. Pendekatan ini
5 memungkinkan para sarjana mazhab ini untuk menggali nuansa dan kompleksitas komunikasi yang muncul dalam konteks tertentu. 6. Studi Komunikasi Massa: Mazhab Chicago juga memiliki minat dalam studi komunikasi massa dan media. Para sarjana mazhab ini mempelajari bagaimana media massa mempengaruhi masyarakat, termasuk dampaknya pada persepsi, pembentukan opini, dan dinamika sosial. Mereka menganalisis konten media, strategi komunikasi, dan efeknya terhadap masyarakat. Mazhab Chicago memberikan kontribusi yang signifikan dalam pengembangan pemahaman komunikasi dalam konteks sosial dan budaya. Pendekatan kualitatif yang diterapkan oleh mazhab ini memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana komunikasi berperan dalam membentuk dan mempengaruhi masyarakat. Studi-studi yang dilakukan oleh para sarjana mazhab ini telah memberikan kontribusi penting dalam bidang sosiologi komunikasi. 4. Madzhab Frankurt Mazhab Frankfurt, juga dikenal sebagai Sekolah Frankfurt, adalah aliran pemikiran dan pendekatan teoritis yang berasal dari Institut untuk Penelitian Sosial di Frankfurt, Jerman. Mazhab ini berkembang pada awal abad ke-20 dan memiliki pengaruh yang signifikan dalam bidang teori sosial, filsafat, dan kajian budaya. Aliran Frankfurt atau sering dikenal sebagai Mazhab Frankfurt (die Frankfurter Schule) merupakan sekelompok pemikir sosial yang muncul dari lingkungan Institut für Sozialforschung Universitas Frankfurt atau aliran yang berasal dari negara Jerman. Mazhab Franfurt terkenal dengan tokoh – tokohnya ysng terkemuka, diantaranya Th. Adorno, M. Horkheimer, W. Benjamin, P. Lazarsfeld, dan M. Marcuce dari Institut Frankfurt. Mahzab Frankfurt berfokus untuk penelitian sosial, penelitiannya dinamakan penelitian kritik (critical research) yang menampilkan teori komunikasi kritik. Yang dijadikan objek studi adalah peranan media massa dalam kehidupan modern dengan filosofi kritik dalam bentuk lain terhadap kritik Karl Marx. Bukan saja determinisme ekonomi yang ditentangnya, tetapi juga positivisme empirik. Teori komunikasi kritik muncul Ketika terjadi aksi – aksi mahasiswa di Eropa Barat pada tahun 1960an khususnya di Jerman pada tahun 1967 yang menuntut demokratisasi universitas. Aksi – aksi itu kemudian dilancarkan
6 juga kepada media massa yang dianggapnya tidak memperdulikan ketertiban, hukum, tidak mengindahkan hakikat hasrat politik para mahasiswa, terutama pada media cetak. Mazhab Frankfurt atau yang sering dikenal dengan Teori Kritis sendiri merupakan nama dari suatu cara berpikir dan sebuah aliran filsafat yang berkembang di Institut fur Sozialforschung (Lembaga Penelitian Sosial) di Frankfurt, Jerman. Lembaga ini didirikan tahun 1924 oleh Carl Grunberg dengan tujuan untuk mengadakan penelitian-penelitian tentang masyarakat yang bernafaskan Sosialisme dan Marxisme. Adapun tokoh – tokoh terkenal yang tergabung dalam Mazhab Frankfurt diantaranya: a). Max Horkheimer adalah salah satu pendiri mazhab Frankfurt dan merupakan pemimpin intelektualnya. Ia mengembangkan konsep "teori kritis" yang menyoroti ketidakadilan sosial, eksploitasi, dan manipulasi dalam masyarakat modern. Horkheimer juga menekankan pentingnya interdisiplineritas dalam analisis sosial dan pemahaman tentang peran budaya massa dalam mempertahankan ketidakadilan. b). Theodor W. Adorno adalah seorang filsuf dan musikolog yang bekerja sama dengan Horkheimer dalam mengembangkan teori kritis. Ia menggagas konsep "industri budaya" yang mengkritik komodifikasi budaya dan pengaruh budaya massa terhadap kesenangan estetika dan kebebasan individu. Adorno juga dikenal dengan karyanya dalam bidang estetika, seperti "Dialektik der Aufklärung" (Dialektik Pencerahan) yang ia tulis bersama Horkheimer. c). Herbert Marcus adalah seorang filsuf dan sosiolog yang mengembangkan konsep "kebebasan positif" dalam konteks masyarakat kapitalis. Ia menyoroti alienasi dan kontrol sosial yang dihasilkan oleh masyarakat industri. Marcuse berpendapat bahwa masyarakat harus membebaskan diri dari dominasi ekonomi dan memperoleh kebebasan individual dan kolektif yang lebih besar. d). Walter Benjamin adalah seorang filsuf dan kritikus budaya yang berfokus pada perubahan sosial dan estetika dalam konteks modernitas. Karyanya yang terkenal, "Karya Seni dalam Zaman Reproduksi Teknis," menggambarkan bagaimana reproduksi massal dan teknologi mengubah arti dan nilai karya seni. Ia juga menyoroti kekuatan ideologi dalam mempengaruhi persepsi dan pengalaman manusia. e). Jürgen Habermas adalah seorang filsuf dan sosiolog yang merupakan generasi penerus mazhab Frankfurt. Ia mengembangkan teori komunikasi tindakan yang menekankan
7 pentingnya komunikasi yang rasional dan partisipatif dalam demokrasi dan masyarakat yang bebas. Habermas juga berkontribusi dalam bidang etika, teori politik, dan teori sosial kritis. Para tokoh di atas merupakan beberapa contoh penting dari tokoh yang tergabung dalam mazhab Frankfurt. Mereka telah memberikan kontribusi penting dalam teori kritis, kritik sosial, dan pemahaman tentang masyarakat modern, kapitalisme, dan budaya massa. Mazhab Frankfurt memiliki pengaruh yang kuat dalam pemikiran sosial dan humaniora hingga saat ini. Berikut ini adalah beberapa penjelasan rinci tentang bahasan Mazhab Frankfurt: 1. Kritis terhadap Masyarakat Kapitalis: Mazhab Frankfurt secara khusus menyoroti kritik terhadap masyarakat kapitalis modern. Para sarjana mazhab ini, seperti Max Horkheimer, Theodor Adorno, dan Herbert Marcuse, memandang masyarakat kapitalis sebagai masyarakat yang teralienasi dan dikuasai oleh logika ekonomi. Mereka menekankan perlunya menganalisis dan memahami dampak negatif kapitalisme terhadap kehidupan manusia dan menjelajahi alternatif yang lebih humanis. 2. Kritis terhadap Budaya Massa: Salah satu fokus utama Mazhab Frankfurt adalah kritik terhadap budaya massa. Mereka menyoroti pengaruh budaya populer, media massa, dan industri hiburan terhadap masyarakat. Mazhab ini melihat budaya massa sebagai alat kontrol dan manipulasi yang digunakan oleh kekuatan dominan untuk mempertahankan struktur kekuasaan yang ada. Mereka menyatakan bahwa budaya massa sering menghasilkan konformitas dan pengendalian pikiran yang menghalangi pemahaman kritis dan emansipasi individu. 3. Teori Kritis dan Kritis Budaya: Mazhab Frankfurt dikenal karena pendekatan teori kritisnya dalam menganalisis masyarakat dan budaya. Mereka menggabungkan teori sosial, filsafat, dan psikologi untuk memahami struktur kekuasaan, ketidaksetaraan sosial, dan alienasi dalam masyarakat modern. Pendekatan mereka bertujuan untuk membebaskan individu dari bentuk penindasan dan mencapai pembebasan yang lebih luas. 4. Penggabungan Antara Teori dan Praksis: Mazhab Frankfurt menekankan pentingnya menghubungkan teori dengan praksis sosial. Mereka percaya bahwa analisis teoritis harus digunakan untuk mempengaruhi perubahan sosial yang positif. Para sarjana mazhab ini
8 terlibat dalam gerakan sosial dan politik, serta berupaya mengubah masyarakat dengan memobilisasi pengetahuan dan pemahaman teoritis mereka. 5. Interdisipliner dan Multidimensional: Mazhab Frankfurt mengadopsi pendekatan interdisipliner yang melibatkan kontribusi dari berbagai disiplin ilmu, termasuk sosiologi, filsafat, psikologi, dan kajian budaya. Pendekatan mereka melihat masyarakat sebagai entitas multidimensional yang melibatkan aspek politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Dengan demikian, mazhab ini menyelidiki berbagai aspek kehidupan manusia dan menghubungkannya dengan analisis kritis struktur sosial. 6. Pemikiran Kritis terhadap Demokrasi Liberal: Mazhab Frankfurt juga mengeksplorasi pertanyaan tentang demokrasi liberal. Mereka mempertanyakan sejauh mana demokrasi liberal sebenarnya memberikan keadilan dan kesetaraan kepada semua warga negara. Mazhab ini menyoroti risiko manipulasi dan dominasi oleh kekuatan-kekuatan yang terkonsentrasi dalam sistem demokrasi liberal. Mazhab Frankfurt telah memberikan kontribusi penting dalam pengembangan teori sosial kritis dan analisis budaya yang melampaui batas disiplin ilmu. Pemikiran mereka yang kritis dan reflektif terhadap masyarakat modern masih relevan hingga saat ini dan mempengaruhi berbagai bidang studi sosial dan kultural. 5. Madzhab Filsafat Media komunikasi adalah suatu alat atau perantara sebuah bentuk komunikasi. Media sendiri merupakan sarana atau penyedia, yang nantinya akan mempermudah proses komunikasi itu sendiri. Sebagaimana alat-alat yang sekarang beredar dan tentu saja sudah tidak asing lagi di telinga kita, bahkan kita juga salah satu dari sekian banyak penggunanya. Komunikasi terjadi ketika dua orang atau lebih melakukan pertukaran informasi yang mengakibatkan saling pengertian. Menurut Prastati & Irawan (2005 : 3) dalam proses komunikasi, media merupakan salah satu dari empat unsur yang ada yaitu sumber informasi, informasi, penerima informasi, dan media. Ketiadaan salah satu dari empat unsur ini akan mengakibatkan tidak terjadinya proses komunikasi. Sumber informasi adalah orang atau lembaga yang mempunyai, gagasan, atau perasaan kepada orang lain. Dalam konteks komunikasi, sumber informasi sering disebut dengan istilah komunikator. Unsur informasi adalah seperangkat lambang bermakna yang disampaikan oleh komunikator kepada orang
9 lain. Unsur penerima pesan adalah orang atau sekelompok orang yang dimaksudkan oleh komunikator untuk menerima pesan yang disampaikan. Dalam konteks komunikasi, unsur penerima pesan sering disebut dengan istilah komunikan. Sedangkan unsur media adalah alat atau sarana yang dipakai oleh komunikator untuk menyampaikan pesan kepada komunikan. unsur media dalam proses komunikasi sering disebut dengan istilah saluran (channel). Konsep komunikasi tersebut diatas dapat diperankan dalam konteks pembelajaran, sehingga menimbulkan konsep komunikasi dalam proses pembelajaran. Dalam konteks pembelajaran, unsur-unsur komunikasi merujuk kepada peran yang berhubungan dengan kegiatan pembelajaran. Unsur informasi atau komunikator adalah dosen, mahasiswa atau orang-orang lain; unsur penerima pesan atau komunikan adalah mahasiswa, dosen, atau orangorang lain. Menurut Smaldino et al. (2014:11), unsur media dalam konteks pembelajaran ini secara khusus disebut dengan istilah media pembelajaran (instructional media) karena media ini berperan sebagai penyampai pesan untuk tujuan pembelajaran. Tujuan penggunaan media dalam konteks pembelajaran ini adalah memfasilitasi terjadinya komunikasi dan pembelajaran. Agar penyampaian pesan pembelajaran mencapai hasil yang diinginkan, maka penyampaian pesan dilakukan dengan lebih konkret dan jelas, serta memilih simbol-simbol verbal yang berada dalam pengalaman yang dimiliki mahasiswa. Fungsi media pembelajaran dapat difokuskan pada dua hal: berdasarkan medianya dan berdasarkan penggunaanya (Gerlach & Ely dalam Prishardoyo, 2010: 30; Santyasa, 2007 :4).Berdasarkan medianya terdapat tiga fungsi media pembelajaran, yaitu fungsi sebagai sumber belajar, fungsi semantik, dan fungsi manipulatif. Sedangkan berdasarkan penggunaanya, media pembelajaran memiliki fungsi psikologis dan fungsi sosio-kultural. 6. Hubungan Madzhab, Tokoh, dan Aliran Pemikiran Mazhab Frankfurt adalah Mazhab atau aliran yang berasal dari negara Jerman. Penelitiannya dinamakan penelitian kritik (critical research) yang menampilkan teori komunikasi kritik. Aliran Frankfurt atau sering dikenal sebagai Mazhab Frankfurt (die Frankfurter Schule) merupakan sekelompok pemikir sosial yang muncul dari lingkungan Institut für Sozialforschung Universitas Frankfurt. Para pemikir sosial Frankfurt ini membuat refleksi sosial kritis mengenai masyarakat pasca-industri dan konsep tentang rasionalitas yang
10 ikut membentuk dan mempengaruhi tindakan masyarakat tersebut. Yang dijadikan objek studi adalah peranan media massa dalam kehidupan modern dengan filosofi kritik dalam bentuk lain terhadap kritik Karl Marx. Bukan saja determinisme ekonomi yang ditentangnya, tetapi juga positivisme empirik. Mazhab Frankfurt atau yang sering dikenal dengan Teori Kritis sendiri merupakan nama dari suatu cara berpikir dan sebuah aliran filsafat yang berkembang di Institut fur Sozialforschung (Lembaga Penelitian Sosial) di Frankfurt, Jerman. Lembaga ini didirikan tahun 1924 oleh Carl Grunberg dengan tujuan untuk mengadakan penelitian-penelitian tentang masyarakat yang bernafaskan Sosialisme dan Marxisme. Teori komunikasi kritik ini muncul ketika terjadi aksi-aksi mahasiswa di Eropa Barat pada tahun 1960-an khususnya di Jerman pada tahun 1967 yang menuntut demokratisasi universitas. Aksi-aksi itu kemudian dilancarkan juga kepada media massa yang dianggapnya tidak memperdulikan ketertiban, hukum, tidak mengindahkan hakikat hasrat politik para mahasiswa, terutama pada media cetak. Teori komunikasi kritik itu semakin semarak, setelah muncul Jurgen Hubermas. Hubermas dikenal sebagai filsuf masa kini tentang kritisnya terhadap pemikiran Marxis. Dalam hubungan ini sebagai pengganti paradigma kerja, Habermas mengacu kepada paradigma komunikasi. Implikasi dari paradigma baru ini adalah memahami praxis emansipatoris sebagai dialog-dialog komunikatif dan tindakan-tindakan komunikatif yang menghasilkan pencerahan. Hal ini bertolak belakang dengan teori-teori Marxis klasik yang menempuh jalan revolusioner untuk menjungkirbalikan struktur masyarakat demi terciptanya masyarakat sosialis yang dicita-citakan. Habermas menempuh jalan konsensus dengan sasaran terciptanya ”demokrasi radikal”, yaitu hubungan-hubungan soisal yang terjadi dalam lingkup komunikasi bebas kekuasaan. Cara berpikir aliran Frankfurt dapat dikatakan sebagai teori kritik masyarakat atau eine Kritische Theorie der Gesselschaft. Maksud teori ini adalah membebaskan manusia dari manipulasi teknokrasi modern. Khas pula apabila teori ini berinspirasi pada pemikiran dasar Karl Marx, meskipun tidak menutup kemungkinan bahwa inspirasi Teori Kritis banyak didialogkan dengan aliran-aliran besar filsafat – khususnya filsafat sosial pada waktu itu.
11 SUMBER REFERENSI Anwar Arifin. Ilmu Komunikasi: Sebuah Pengantar Ringkas. Jakarta: Rajawali Press. 1988 Azis Anwar Fachrudin. (2018). Ontologi Komunikasi: Sebuah Telaah Filsafati. Jurnal Filsafat, 28(2), 177-194 Kismiyati El Karimah & Uud Wahyudin. Filsafat & Etika Komunikasi. Bandung: Widya Padjadjaran. 2010. Suharto. (2015). Hakikat Komunikasi dalam Perspektif Filsafat. Jurnal Filsafat, 25(2), 137-150 Deddy Mulyana (2014). Ilmu Komunikasi. Bandung. Pt Remaja Rosdakarya Aang Ridwan (2013). Filsafat Komunikasi. Bandung: Pustaka Setia Elvinaro Ardianto & Bambang Q-Anees. Filsafat Ilmu Komunikasi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media. 2009 Bimbingan, J., & Konseling, D. (2017). Landasan Filosofis Keterampilan Komunikasi Konseling. Jurnal Kajian Bimbingan Dan Konseling, 2(2), 41–49. http://journal2.um.ac.id/index.php/jkbkhttp://journal2.um.ac.id/index.php/jkbk/article/view/313 Setia Bandung, P., Pengantar, K., & Muhtadi, H. A. S. (2013). Aang Ridwan, M.Ag. Siti, N., & Siregar, S. (n.d.). PERKEMBANGAN FILSAFAT KOMUNIKASI DI INDONESIA KARYA ILMIAH 0 I eh. Kusumasanthi, D., Bagus, I., Arta Wiguna, A., Puspawati, S., Agama, I., Negeri, H., & Mataram, G. P. (n.d.). EKSISTENSI FILSAFAT KOMUNIKASI DI ERA DIGITAL. FILSAFAT ETIKA KOMUNIKASI DAN ISLAM. (2023). www.penerbitwidina.com ETIKA DAN FILSAFAT KOMUNIKASI. (n.d.).
12 PROFIL PENULIS Lila Aminullah, Mahasiswi berusia 19 tahun yang tengah menimba ilmu di Ibu Kota Provinsi Jawa Timur, Surabaya. Tepatnya Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya dan baru saja menyelesaikan semester dua nya. Memiliki latar belakang sebagai santri selama enam tahun di Yayasan Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an Ar – Rahmah Lumajang, membuatnya terbiasa hidup di perantauan. Menghabiskan masa kecil di kota kelahirannya Probolinggo bersama kedua orangtua dan keempat saudaranya.