The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by rafifauzi.2019, 2022-06-05 10:47:35

TES

TES

Keywords: TES

LAPORAN PRAKTIKUM BIOFISIKA

Tugas Praktikum ke- 7

ALIRAN FLUIDA DALAM TRANSFUSI DARAH ATAU INFUS KE
DALAM PEMBULUH DARAH

Disusun oleh:

NAMA : RAFI FAUZI

NIM : 19312244008

KELAS : Pendidikan IPA C 2019

TGL PRAK : 13 April 2022

DOSEN PENGAMPU
DRS. JOKO SUDOMO, MA.
DITA PUJI RAHAYU, S.Pd., M.Pd.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN IPA
JURUSAN PENDIDIKAN IPA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2022

A. Judul

Aliran Fluida dalam Transfusi Darah atau Infus ke dalam Pembuluh Darah

B. Tujuan

1. Menghitung massa jenis, laju volume, dan koefisien viskositas, fluida dalam

transfusi darah atau infus.

C. Dasar Teori

Infus cairan intravena (intravenous fluids infusion) adalah pemberian sejumlah

cairan ke dalam tubuh, melalui sebuah jarum, ke dalam pembuluh vena (pembuluh

balik) untuk menggantikan kehilangan cairan atau zat-zat makanan dari tubuh. Pada

peristiwa pemberian cairan infus terdapat prinsip fluida yang bekerja. Fuida adalah zat

yang dapat mengalir , fluida digunakan untuk jenis zat gas dan cair. Lebih spesifik lagi

system yang bekerja pada infus merupakan prinsip fluida dinamis. Fluida dinamis

merupakan fluida yang bergerak. (Susiati,2008).

Fluida adalah zat yang mengalir termasuk gas dan zat cair. Zat cair meliputi air,

darah, asam H2SO4, dll. Zat gas meliputi udara, oksigen, nitrogen,CO2,dan

sebagainya. SelainituFluida adalah zat-zat yang berubah bentuk secara kontinyu atau
terus menerus bila terkenategangan. geser, berapapun kecilnya tegangan geser itu (Ł).

(Soedrajat, 2011).

Tegangan Geser (Ł) = F / A

Dimana:

F=Gayageser

A=LuasPermukaan

Adapun sifat-sifat dari zat cair yaitu:

1. Molekul-molekul terikat secara longgar namun tetap berdekatan.

2. Tekanan yang terjadi oleh karena adanya gaya gravitasi bumi yang bekerja

terhadapnya.

3. Tekanan terjadi secara tegak lurus pada bidang.

Viskositas adalah kekentalan, viskositas sangat mempengaruhi sifat-sifat fluida.

Contohbenda yang di viskos (kental) adalah madu, sirup, aspal cair. Sedangkan

fluidayangviskositasnya kecil adalah air, alkohol, udara. Fluida yang viskositasnya

kecil lebih mudahmengalir bila dibandingkan dengan fluida yang viskositasnya

besar.Viskositas dengangasmeningkat dengan naiknya temperatur. Naiknya

temperature akan terjadi perpindahan molekul-molekul yang padat, cair, naiknya

temperature akan menutunkan kohesi. (Wihantoro, 2006).

Tekanan yang disebabkan oleh fluida ketika masuk jarum tersebut sebanding
dengan ketinggian permukaan fluida di atas jarum. Lintasan selang, A atau B, tidak
relevan, karena tekanan itu hanya tergantung pada posisi kantong atau botol fluida dan
posisi jarum yang masuk dalam pembuluh darah. Tekanan tersebut akan bertambah jika
posisi kantong atau botol fluida tersebut dinaikkan. Jika massa jenis fluida itu adalah ρ,
ketinggian permukaan fluida dalam kantong atau botol adalah h di atas posisi jarum,
maka tekanan fluida tersebut dapat dituliskan sebagai:

P = ρgh
Hukum poiseuille menyatakan bahwa cairan mengalir melalui suatu pipa akan
berbanding langsung dengan penurunan tekanan sepanjang pipa dan pangkat empat
jari-jari pipa. Jika suatu fluida mengalir mulus dalam suatu pembuluh sepanjang ( L)
dan jari-jari (r ).Maka debit alirannya adalah:

Q=πr4(P1-P2)/8ηL
D = debit aliran
r = jari-jari pembuluh.
(P1-P2)= Selisih tekanan Fluida.
η = Viskositas(kekentalan) fluida
L = Panjang pembuluh
Satuan viskositas = Ns/m2
Dari hukum poiseuille terlihat adanya hubungan sebagai berikut:
a. Debit berbanding lurus dengan pangkat empat jari-jari pembuluh.
b. Debit berbanding lurus dengan selisih tekanan fluida
c. Debit berbanding terbalik dengan viskositas fluida
d. Debit berbanding terbalik dengan panjang pembuluh

Dalam konteks medis, hukum ini dapat diterapkan untuk mengkaji hubungan
antara debit aliran darah dengan jari-jari pembuluh darah, tekanan darah dan viskositas
darah. Jari-jari pembuluh dapat diubah-ubah dengan mengganti pembuluh dari berbagai
ukuran. Selisih tekanan fluida merupakan selisih tekanan hidrostatik fluida pada posisi
lubang pancuran dan pada posisi permukaan fluida bejana berpancuran. Jika selisih
tinggi fluida pada kedua posisi itu adalah h, maka selisih tekanan hidrostatis, P = ρgh
dimana ρ adalah massa jenis fluida, g adalah percepatan gravitasi dah h adalah tinggi
fluida.Viskositas fluida dapat diubah-ubah dengan mengganti konsentrasi larutan
fluida.untuk itu dalam percobaan ini, air akan ditambahkan sirup dengan berbagai
konsentrasi (Soeharto, 2004).

D. Metode Percobaan

a. Tempat dan Waktu Percobaan

Tempat : Laboratarium IPA FMIPA UNY

Waktu : Rabu 13 April 2022
Pukul : 11.10 – 12:40

b. Alat dan Bahan

1. Botol infus

2. Selang infus

3. Jarum infus

4. Statif dan klem

5. Roll meter

6. Gelas Beaker

7. Pengaduk

8. Timbangan

9. Garam dapur

10. Akuades

c. Langkah Kerja
Memasang jarum-selang pada botol atau kantong fluida.


Menggantungkan botol atau kantong fluida pada ketinggian tertentu.


Menimbang gelas ukur kosong yang akan digunakan untuk menampung fluida.


Mengukur panjang jarum dan diameter lubangnya. Dalam percobaan ini
diameter lubang jarum adalah 0,50 mm.


Memasukkan jarum dalam gelas ukur kosong.



Mencatat ketinggian permukaan fluida dalam botol atau kantong fluida terhadap
lubang jarum.



Membuka penjepit-putar perlahan-lahan agar fluida keluar dari lubang jarum
tetes demi tetes (15 tetes kira-kira setara dengan 1 ml). Mencatat waktu yang
diperlukan untuk memperoleh fluida dengan volume tertentu. Mencatat volume

fluida dalam gelas ukur.



Menimbang gelas ukur yang berisi fluida sehingga massa fluida dapat dihitung.

E. Data Hasil Volume (ml) Massa (gram) Waktu (s) Tinggi
Fluida 20 11 127 30 cm
Air 40 30 187
60 51 289
Air garam 20 16 130
0.9% 40 32 234
60 51 317
Air garam 20 13 141
20% 40 32 245

60 52 334

Fluida Volume Massa Waktu Tinggi
Air 20 15 107 60 cm
40 34 153
Air garam 60 55 206
0.9% 20 18 114
40 36 157
Air garam 60 55 216
20% 20 17 126
40 36 189
60 56 247

F. Analisis Tekanan Laju volume Koefisien viskositas
Massa jenis . . . ℎ . ( 1 − 2). 4
= = = . . ℎ
= = = 8. .

Air h = 60 cm = 0,6 m
h = 30 cm = 0,3 m V = 20 ml = 2 × 10−5 m3
V = 20 ml = 2 × 10−5 m3

= = 11 × 10−3 = 550 / 3 = = 15 × 10−3 = 750 / 3
2 × 10−5 2 × 10−5

= . . ℎ = 550 . 10 . 0,3 = 1650 / 2
= . . ℎ = 750 . 10 . 0,6 = 2250 2
= = 2×10−5 = 1,5 × 10−7 3/

127

. . 4 3,14. 1650. (5 × 10−4)4 = = 2 × 10−5 = 1,8 × 10−7 3/
= 8. . = 8. (1,5 × 10−7). 0,5 107

= 5,39 × 10−4 / 2 . . 4 3,14. 2250. (5 × 10−4)4
= 8. . = 8. (1,8 × 10−7). 0,5

= 6,13 × 10−4 / 2

h = 30 cm = 0,3 m h = 60 cm = 0,6 m
V = 40 ml = 4× 10−5 m3 V = 40 ml = 4× 10−5 m3

= = 30 × 10−3 = 750 / 3 = = 34 × 10−3 = 850 / 3
4 × 10−5 4 × 10−5

= . . ℎ = 750 . 10 . 0,3 = 2250 / 2 = . . ℎ = 850 . 10 . 0,6 = 5100 / 2

= = 4 × 10−5 = 2,1 × 10−7 3/ = = 4 × 10−5 = 2,6 × 10−7 3/
187 153

. . 4 3,14. 2250. (5 × 10−4)4 . . 4 3,14. 5100. (5 × 10−4)4
= 8. . = 8. (2,1 × 10−7). 0,5 = 8. . = 8. (2,6 × 10−7). 0,5

= 5,25 × 10−4 / 2 = 9,62 × 10−4 / 2

h = 30 cm = 0,3 m h = 60 cm = 0,6 m
V = 60 ml = 6× 10−5 m3 V = 60 ml = 6× 10−5 m3

= = 51 × 10−3 = 850 / 3 = = 60 × 10−3 = 1000 / 3
6 × 10−5 6 × 10−5

= . . ℎ = 850 . 10 . 0,3 = 2550 / 2 = . . ℎ = 1000. 10. 0,6 = 6000 / 2

= = 6 × 10−5 = 2,1 × 10−7 3/ = = 6 × 10−5 = 2,9 × 10−7 3/
289 206

. . 4 3,14. 2550. (5 × 10−4)4 . . 4 3,14. 6000. (5 × 10−4)4
= 8. . = 8. (2,1 × 10−7). 0,5 = 8. . = 8. (2,9 × 10−7). 0,5

= 5,95 × 10−4 / 2 = 10,15 × 10−4 / 2

Air garam 0,9 % h = 60 cm = 0,6 m
V = 20 ml = 2 × 10−5 m3
h = 30 cm = 0,3 m
V = 20 ml = 2 × 10−5 m3

= = 16 × 10−3 = 800 / 3 = = 18 × 10−3 = 900 / 3
2 × 10−5 2 × 10−5

= . . ℎ = 800 . 10 . 0,3 = 2250 / 2
= . . ℎ = 900 . 10 . 0,6 = 5400 2
= = 2×10−5 = 1,5 × 10−7 3/
= = 2 × 10−5 = 1,7 × 10−7 3/
130 114

. . 4 3,14. 2250. (5 × 10−4)4 . . 4 3,14. 5400. (5 × 10−4)4
= 8. . = 8. (1,5 × 10−7). 0,5 = 8. . = 8. (1,7 × 10−7). 0,5

= 7,35 × 10−4 / 2

= 15,6 × 10−4 / 2

h = 30 cm = 0,3 m h = 60 cm = 0,6 m
V = 40 ml = 4× 10−5 m3 V = 40 ml = 4× 10−5 m3

= = 32 × 10−3 = 800 / 3 = = 36 × 10−3 = 900 / 3
4 × 10−5 4 × 10−5

= . . ℎ = 800 . 10 . 0,3 = 2400 / 2 = . . ℎ = 900 . 10 . 0,6 = 5400 / 2

= = 4 × 10−5 = 1,7 × 10−7 3/ = = 4 × 10−5 = 2,5 × 10−7 3/
234 157

. . 4 3,14. 2400. (5 × 10−4)4 . . 4 3,14. 5400. (5 × 10−4)4
= 8. . = 8. (1,7 × 10−7). 0,5 = 8. . = 8. (2,5 × 10−7). 0,5

= 7,35 × 10−4 / 2 = 10,6 × 10−4 / 2

h = 30 cm = 0,3 m h = 60 cm = 0,6 m
V = 60 ml = 6× 10−5 m3 V = 60 ml = 6× 10−5 m3

= = 51 × 10−3 = 850 / 3 = = 55 × 10−3 = 917 / 3
6 × 10−5 6 × 10−5

= . . ℎ = 850 . 10 . 0,3 = 2550 / 2 = . . ℎ = 917 . 10 . 0,6 = 5502 / 2

= = 6 × 10−5 = 1,8 × 10−7 3/ = = 6 × 10−5 = 2,7 × 10−7 3/
317 216

. . 4 3,14. 2550. (5 × 10−4)4 . . 4 3,14. 5502. (5 × 10−4)4
= 8. . = 8. (1,8 × 10−7). 0,5 = 8. . = 8. (2,7 × 10−7). 0,5

= 6,95 × 10−4 / 2 = 10 × 10−4 / 2

Air garam 20 % h = 60 cm = 0,6 m
V = 20 ml = 2 × 10−5 m3
h = 30 cm = 0,3 m
V = 20 ml = 2 × 10−5 m3

= = 13 × 10−3 = 650 / 3 = = 17 × 10−3 = 850 / 3
2 × 10−5 2 × 10−5

= . . ℎ = 650 . 10 . 0,3 = 1950 / 2
= . . ℎ = 850 . 10 . 0,6 = 5100 2
= = 2×10−5 = 1,4 × 10−7 3/
= = 2 × 10−5 = 1,5 × 10−7 3/
141 126

. . 4 3,14. 1950. (5 × 10−4)4 . . 4 3,14. 5100. (5 × 10−4)4
= 8. . = 8. (1,4 × 10−7). 0,5 = 8. . = 8. (1,5 × 10−7). 0,5

= 6,83 × 10−4 / 2

= 16,7 × 10−4 / 2

h = 30 cm = 0,3 m h = 60 cm = 0,6 m
V = 40 ml = 4× 10−5 m3 V = 40 ml = 4× 10−5 m3

= = 32 × 10−3 = 800 / 3 = = 36 × 10−3 = 900 / 3
4 × 10−5 4 × 10−5

= . . ℎ = 800 . 10 . 0,3 = 2400 / 2 = . . ℎ = 900 . 10 . 0,6 = 5400 / 2

= = 4 × 10−5 = 1,6 × 10−7 3/ = = 4 × 10−5 = 2,1 × 10−7 3/
245 189

. . 4 3,14. 2400. (5 × 10−4)4 . . 4 3,14. 5400. (5 × 10−4)4
= 8. . = 8. (1,6 × 10−7). 0,5 = 8. . = 8. (2,1 × 10−7). 0,5

= 7,35 × 10−4 / 2 = 12,6 × 10−4 / 2

h = 30 cm = 0,3 m h = 60 cm = 0,6 m
V = 60 ml = 6× 10−5 m3 V = 60 ml = 6× 10−5 m3

= = 52 × 10−3 = 867 / 3 = = 56 × 10−3 = 934 / 3
6 × 10−5 6 × 10−5

= . . ℎ = 867 . 10 . 0,3 = 2601 / 2 = . . ℎ = 934 . 10 . 0,6 = 5604 / 2

= = 6 × 10−5 = 1,7 × 10−7 3/ = = 6 × 10−5 = 2,4 × 10−7 3/
334 247

. . 4 3,14. 2601. (5 × 10−4)4 . . 4 3,14. 5604. (5 × 10−4)4
= 8. . = 8. (1,7 × 10−7). 0,5 = 8. . = 8. (2,4 × 10−7). 0,5

= 7,51 × 10−4 / 2 = 11,5 × 10−4 / 2

G. Pembahasan
Praktikum berjudul “Aliran Fluida Dalam Transfuse Darah Atau Infus Ke

Dalam Pembuluh Darah” ini bertujuan agar mahasiswa dapat menghitung massa jenis,
laju volume, dan koefisien visikositas, fluida dalam transfuse darah atau infus.
Praktikum ini dilakukan secara perwakilan dalam suatu kelompok, dimana setiap
kelompok mewakilkan 2 orang untuk melakukan praktikum di Laboratorium IPA
karena mengingat masih dalam kondisi pandemi sekarang ini. Praktikum dilaksanakan
pada hari Rabu tanggal 13 April 2022 di Laboratarium IPA FMIPA UNY.

Pada praktikum ini alat dan bahan yang digunakan antaralain selang sebagai
sarana fluida mengalir, jarum sebagai saluran fluida keluar, kantong infus sebagai
wadah fluida, gelas beaker sebagai penampung fluida yang keluar, gelas ukur untuk
mengukur volume fluida, neraca untuk menghitung massa fluida, statif dan klem untuk
menggantung kantong infus, mistar/roll meter untuk mengukur ketinggian
penggantungan, pengaduk untuk mencampur garam dan stopwatch untuk menghitung
lama waktu fluida mengalir. Selain itu, bahan yang diperlukan adalah garam dan
aquades sebagai objek yang akan diukur.

Fuida adalah zat yang dapat mengalir , fluida digunakan untuk jenis zat gas dan
cair. Lebih spesifik lagi system yang bekerja pada infus merupakan prinsip fluida
dinamis. Fluida dinamis merupakan fluida yang bergerak. (Susiati,2008). Infus cairan
intravena (intravenous fluids infusion) adalah pemberian sejumlah cairan ke dalam
tubuh, melalui sebuah jarum, ke dalam pembuluh vena (pembuluh balik) untuk
menggantikan kehilangan cairan atau zat-zat makanan dari tubuh. Pada peristiwa
pemberian cairan infus terdapat prinsip fluida yang bekerja.

Praktikum ini memiliki tiga kegiatan percobaan, yaitu menentukan volume, lalu
menimbang massa sesuai dengan volumenya dan mencatat waktu selama percobaan
berlangsung. Pada percobaan 1, praktikan menggunakan 2 macam variasi ketinggian
yaitu 30 cm dan 60 cm, . Data - data yang didapatkan setelah melakukan percobaan tadi
kemudian dilakukan analisis perhitungan dengan rumus untuk mencari massa jenis (ρ
= ), untuk mencari tekanan fluida dengan rumus (P = ρ.g.h), untuk mencari laju aliran



fluida dengan rumus (Q = ), dan untuk mencari koefisien viskositas fluida
menggunakan rumus ( = 4( 1 − 2)). Pada analisis pertama mengenai massa jenis

8

didapatkan bahwa semakin besar volume fluida tersebut maka semakin besar juga
massa jenis fluida tersebut dari keseluruhan data didapatkan bahwa terjadinya
perbedaan laju volume antara air biasa, air garam 0,9% dan air garam 20%. Hal ini
disebabkan oleh perbedaan konsentrasi garamnya. Air yang tidak ada komponen yang
terlarut menyebabkan laju volumenya besar. Larutan garam memiliki zat terlarut yang
berupa garam menyebabkan laju volumenya lebih kecil daripada air. Hal ini sesuai
dengan teori bahwa fluida pada berbagai bagian dapat mengalir dengan laju atau
kecepatan yang berbeda, tetapi fluida pada satu lokasi selalu mengalir dengan laju atau
kecepatan yang tetap.

Selanjutnya Tekanan Fluida, Praktikum ini menjelaskan mengenai cara kerja
dari infus. Cara kerja dari infus merupakan salah satu aplikasi dari tekanan zat
cair.Tekanan adalah gayanormal per satuan luas. Satuan SI untuk tekananan adalah
pascal (Pa): 1 Pa=1N/m2 . Dimana massa jenis fluida adalah ρ, ketinggian permukaan
fluida dalamkantong atau botol adalah h di atas posisi jarum dan g merupakan
percepatan gravitasi. Tekanan yang disebabkan oleh fluida ketika masuk jarumtersebut
sebanding dengan ketinggian permukaan fluida di atas jarum. Pemasangan infusharus
memperhatikan tekanan darah pasien. Dimana tekanan infus harus lebihtinggi dari
tekanan darah pasien agar cairan infus mengalir ke dalamtubuh pasien. Jika tekanan
darah pasien lebih besar dari tekanan cairan infus maka yang terjadi darah pasien akan
mengalir melalui selang infus menuju kantong infus. Dari perolehan data dan analisis
terlihat bahwa tekanan zat cair pada ketiga larutan tersebut berbeda-beda yang
dikarenakan massa jenis dari ketiga larutan tersebut jugaberbeda. Tekanan fluida yang
dihasilkan akan semakin besar jika posisi peletakanbotol infuse juga semakin tinggi.
Hal ini sesuai dengan teori bahwa semakintinggi penempatan posisi kantong infus,

maka laju aliran volumenya juga akansemakin tinggi. Semakin tinggi zat cair dalam
wadah, maka akan semakin besar tekanan zat cair itu, sehingga makin besar juga
tekanan zat cair pada dasar wadahnya.

Selanjutnya Koefisien Viskositas, Viskositas dari suatu cairan adalah salah satu
sifat cairan yang menentukanbesarnya perlawanan terhadap gaya geser. Viskositas
terjadi karena interaksi antara molekul-molekul cairan Viskositas (kekentalan) fluida
menggambarkan ketahanan fluida terhadaprenggangan geser. Dalam fluida Newtonian,
gaya viskos sebanding dengandengan laju renggangan. Bila fluida mengalir dalam
sebuah pipa silinder yangberjari-jari R dan panjang L, Sehingga, ketika jarum pada
infus mempunyai panjang L, jari-jari padalubang jarum adalah r dan berada pada posisi
horizontal. Jika koefisien viskositasfluida adalah η dan perbedaan tekanan adalah (p1-
p2), dengan Qadalahlajuvolume aliran, yaitu volume fluida yang melewati suatu titik
per satuan waktu. Berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan praktikan, nilai
koefisien viskositas ketiga larutan tersebut berbeda-beda.Hal ini
disebabkanolehtegangan geser dan tegangan tarik yang keduanya merupakan tahanan
fluida. Nilai viskositas berbanding lurus dengankonsentrasi larutan. Suatu larutan
dengan konsentrasi tinggi akan memiliki viskositas yang tinggi pula, karena konsentrasi
larutan menyatakanbanyaknya partikel zat yang terlarut tiap satuan volume.
Semakinbanyak partikel yang terlarut, gesekan antar partikel semakin tinggi
danviskositasnya semakin tinggi pula.Jika nilai viskositas tinggi maka kecepatanfluida
dalam mengalir semakin kecil. Hal ini dikarenakan molekul-molekul yangbergesekan
akan sama besar sehingga gesekan itu sangat menghambat laju aliranfluida. Dalam
literatur dikatakan bahwa semakin kecil tegangan viskositas maka akan akan mudah
jatuh atau mengalir dan sebaliknya jika koefisien viskositasnyabesar maka sulit untuk
jatuh atau mengalir

H. Kesimpulan
Setelah melakukan percobaan dan analisis data, dapat disimpulkan bahwa:
Massa jenis Air Untuk ketinggian 30 cm dan 60 cm dengan volume 20, 40, dan
60 ml didapatkan berturut-turut untuk h = 30 cm adalah 550 kg/m3, 750 kg/m3, 850
kg/m3. Untuk h = 60 cm adalah 750, 850, 1000 kg/m3. Selanjutnya Massa jenis air
garam 0,9% Untuk ketinggian 30 cm dan 60 cm dengan volume 20, 40, dan 60 ml

didapatkan berturut-turut untuk h = 30 adalah 800, 800, 850 kg/m3 Untuk h = 60 cm

adalah 900, 900, 917 kg/m3 . Selanjutnya massa air garam 20% Untuk ketinggian 30

cm dan 60 cm dengan volume 20, 40, dan 60 ml didapatkan berturut-turut untuk h = 30

cm adalah 650, 800, 867 kg/m3. Untuk h = 60 cm adalah 850, 900, 934 kg/m3.

Laju Volume Air Untuk ketinggian 30 cm dan 60 cm dengan volume 20, 40,
dan 60 ml didapatkan berturut-turut untuk h = 30 cm adalah 1,5 × 10−7 3/ ,
2,1 × 10−7 3/ , 2,1 × 10−7 3/ . Untuk h = 60 cm adalah 1,8 × 10−7 3/ ,
2,6 × 10−7 3/ , 2,9 × 10−7 3/ . Selanjutya Laju Volume air garam 0,9 % Untuk

ketinggian 30 cm dan 60 cm dengan volume 20, 40, dan 60 ml didapatkan berturut-
turut untuk h = 30 cm adalah 1,5 × 10−7 3/ , 1,7 × 10−7 3/ , 1,8 × 10−7 3/ .
Untuk h = 60 cm adalah 1,7 × 10−7 3/ , 2,5 × 10−7 3/ , 2,7 × 10−7 3/ .

Selanjutya Laju Volume air garam 20 % Untuk ketinggian 30 cm dan 60 cm dengan

volume 20, 40, dan 60 ml didapatkan berturut-turut untuk h = 30 cm adalah
1,4 × 10−7 3/ , 1,6 × 10−7 3/ , 1,7 × 10−7 3/ . Untuk h = 60 cm adalah
1,5 × 10−7 3/ , 2,1 × 10−7 3/ , 2,4 × 10−7 3/ .

Koefisien Viskositas Air Untuk ketinggian 30 cm dan 60 cm dengan volume 20,
40, dan 60 ml didapatkan berturut-turut untuk h = 30 cm adalah 5,39 × 10−4 / 2,
5,25 × 10−4 / 2, 5,95 × 10−4 / 2. Untuk h = 60 cm adalah 6,13 × 10−4 /
2, 9,62 × 10−4 / 2, 10,15 × 10−4 / 2. Koefisien Viskositas Air 0,9 %

Untuk ketinggian 30 cm dan 60 cm dengan volume 20, 40, dan 60 ml didapatkan
berturut-turut untuk h = 30 cm adalah 7,35 × 10−4 / 2, 7,35 × 10−4 / 2,
6,95 × 10−4 / 2. Untuk h = 60 cm adalah 15,6 × 10−4 / 2, 10,6 × 10−4 /
2, 10 × 10−4 / 2. Koefisien Viskositas Air 20 % Untuk ketinggian 30 cm dan 60

cm dengan volume 20, 40, dan 60 ml didapatkan berturut-turut untuk h = 30 cm adalah
6,83 × 10−4 / 2, 7,35 × 10−4 / 2, 7,51 × 10−4 / 2. Untuk h = 60 cm
adalah 16,7 × 10−4 / 2, 12,6 × 10−4 / 2, 11,5 × 10−4 / 2.

I. Tugas atau Pertanyaan

1. Hitunglah massa jenis fluida!

2. Hitunglah laju volume fluida!

3. Hitunglah koefisien viskositas fluida!

JAWAB

Air

h = 30 cm = 0,3 m h = 60 cm = 0,6 m

V = 20 ml = 2 × 10−5 m3 V = 20 ml = 2 × 10−5 m3

= = 11 × 10−3 = 550 / 3 = = 15 × 10−3 = 750 / 3
2 × 10−5 2 × 10−5

= . . ℎ = 550 . 10 . 0,3 = 1650 / 2
= . . ℎ = 750 . 10 . 0,6 = 2250 2
= = 2×10−5 = 1,5 × 10−7 3/
= = 2 × 10−5 = 1,8 × 10−7 3/
127 107

. . 4 3,14. 1650. (5 × 10−4)4 . . 4 3,14. 2250. (5 × 10−4)4
= 8. . = 8. (1,5 × 10−7). 0,5 = 8. . = 8. (1,8 × 10−7). 0,5

= 5,39 × 10−4 / 2

= 6,13 × 10−4 / 2

h = 30 cm = 0,3 m h = 60 cm = 0,6 m
V = 40 ml = 4× 10−5 m3 V = 40 ml = 4× 10−5 m3

= = 30 × 10−3 = 750 / 3 = = 34 × 10−3 = 850 / 3
4 × 10−5 4 × 10−5

= . . ℎ = 750 . 10 . 0,3 = 2250 / 2 = . . ℎ = 850 . 10 . 0,6 = 5100 / 2

= = 4 × 10−5 = 2,1 × 10−7 3/ = = 4 × 10−5 = 2,6 × 10−7 3/
187 153

. . 4 3,14. 2250. (5 × 10−4)4 . . 4 3,14. 5100. (5 × 10−4)4
= 8. . = 8. (2,1 × 10−7). 0,5 = 8. . = 8. (2,6 × 10−7). 0,5

= 5,25 × 10−4 / 2 = 9,62 × 10−4 / 2

h = 30 cm = 0,3 m h = 60 cm = 0,6 m
V = 60 ml = 6× 10−5 m3 V = 60 ml = 6× 10−5 m3

= = 51 × 10−3 = 850 / 3 = = 60 × 10−3 = 1000 / 3
6 × 10−5 6 × 10−5

= . . ℎ = 850 . 10 . 0,3 = 2550 / 2 = . . ℎ = 1000. 10. 0,6 = 6000 / 2

= = 6 × 10−5 = 2,1 × 10−7 3/ = = 6 × 10−5 = 2,9 × 10−7 3/
289 206

. . 4 3,14. 2550. (5 × 10−4)4 . . 4 3,14. 6000. (5 × 10−4)4
= 8. . = 8. (2,1 × 10−7). 0,5 = 8. . = 8. (2,9 × 10−7). 0,5

= 5,95 × 10−4 / 2 = 10,15 × 10−4 / 2

Air garam 0,9%

h = 30 cm = 0,3 m h = 60 cm = 0,6 m
V = 20 ml = 2 × 10−5 m3 V = 20 ml = 2 × 10−5 m3

= = 16 × 10−3 = 800 / 3 = = 18 × 10−3 = 900 / 3
2 × 10−5 2 × 10−5

= . . ℎ = 800 . 10 . 0,3 = 2250 / 2
= . . ℎ = 900 . 10 . 0,6 = 5400 2
= = 2×10−5 = 1,5 × 10−7 3/
= = 2 × 10−5 = 1,7 × 10−7 3/
130 114

. . 4 3,14. 2250. (5 × 10−4)4 . . 4 3,14. 5400. (5 × 10−4)4
= 8. . = 8. (1,5 × 10−7). 0,5 = 8. . = 8. (1,7 × 10−7). 0,5

= 7,35 × 10−4 / 2

= 15,6 × 10−4 / 2

h = 30 cm = 0,3 m h = 60 cm = 0,6 m
V = 40 ml = 4× 10−5 m3 V = 40 ml = 4× 10−5 m3

= = 32 × 10−3 = 800 / 3 = = 36 × 10−3 = 900 / 3
4 × 10−5 4 × 10−5

= . . ℎ = 800 . 10 . 0,3 = 2400 / 2 = . . ℎ = 900 . 10 . 0,6 = 5400 / 2

= = 4 × 10−5 = 1,7 × 10−7 3/ = = 4 × 10−5 = 2,5 × 10−7 3/
234 157

. . 4 3,14. 2400. (5 × 10−4)4 . . 4 3,14. 5400. (5 × 10−4)4
= 8. . = 8. (1,7 × 10−7). 0,5 = 8. . = 8. (2,5 × 10−7). 0,5

= 7,35 × 10−4 / 2 = 10,6 × 10−4 / 2

h = 30 cm = 0,3 m h = 60 cm = 0,6 m
V = 60 ml = 6× 10−5 m3 V = 60 ml = 6× 10−5 m3

= = 51 × 10−3 = 850 / 3 = = 55 × 10−3 = 917 / 3
6 × 10−5 6 × 10−5

= . . ℎ = 850 . 10 . 0,3 = 2550 / 2 = . . ℎ = 917 . 10 . 0,6 = 5502 / 2

= = 6 × 10−5 = 1,8 × 10−7 3/ = = 6 × 10−5 = 2,7 × 10−7 3/
317 216

. . 4 3,14. 2550. (5 × 10−4)4 . . 4 3,14. 5502. (5 × 10−4)4
= 8. . = 8. (1,8 × 10−7). 0,5 = 8. . = 8. (2,7 × 10−7). 0,5

= 6,95 × 10−4 / 2 = 10 × 10−4 / 2

Air garam 20% h = 60 cm = 0,6 m
h = 30 cm = 0,3 m V = 20 ml = 2 × 10−5 m3

V = 20 ml = 2 × 10−5 m3

= = 13 × 10−3 = 650 / 3 = = 17 × 10−3 = 850 / 3
2 × 10−5 2 × 10−5

= . . ℎ = 650 . 10 . 0,3 = 1950 / 2
= . . ℎ = 850 . 10 . 0,6 = 5100 2
= = 2×10−5 = 1,4 × 10−7 3/
= = 2 × 10−5 = 1,5 × 10−7 3/
141 126

. . 4 3,14. 1950. (5 × 10−4)4 . . 4 3,14. 5100. (5 × 10−4)4
= 8. . = 8. (1,4 × 10−7). 0,5 = 8. . = 8. (1,5 × 10−7). 0,5

= 6,83 × 10−4 / 2

= 16,7 × 10−4 / 2

h = 30 cm = 0,3 m h = 60 cm = 0,6 m
V = 40 ml = 4× 10−5 m3 V = 40 ml = 4× 10−5 m3

= = 32 × 10−3 = 800 / 3 = = 36 × 10−3 = 900 / 3
4 × 10−5 4 × 10−5

= . . ℎ = 800 . 10 . 0,3 = 2400 / 2 = . . ℎ = 900 . 10 . 0,6 = 5400 / 2

= = 4 × 10−5 = 1,6 × 10−7 3/ = = 4 × 10−5 = 2,1 × 10−7 3/
245 189

. . 4 3,14. 2400. (5 × 10−4)4 . . 4 3,14. 5400. (5 × 10−4)4
= 8. . = 8. (1,6 × 10−7). 0,5 = 8. . = 8. (2,1 × 10−7). 0,5

= 7,35 × 10−4 / 2 = 12,6 × 10−4 / 2

h = 30 cm = 0,3 m h = 60 cm = 0,6 m
V = 60 ml = 6× 10−5 m3 V = 60 ml = 6× 10−5 m3

= = 52 × 10−3 = 867 / 3 = = 56 × 10−3 = 934 / 3
6 × 10−5 6 × 10−5

= . . ℎ = 867 . 10 . 0,3 = 2601 / 2 = . . ℎ = 934 . 10 . 0,6 = 5604 / 2

= = 6 × 10−5 = 1,7 × 10−7 3/ = = 6 × 10−5 = 2,4 × 10−7 3/
334 247

. . 4 3,14. 2601. (5 × 10−4)4 . . 4 3,14. 5604. (5 × 10−4)4
= 8. . = 8. (1,7 × 10−7). 0,5 = 8. . = 8. (2,4 × 10−7). 0,5

= 7,51 × 10−4 / 2 = 11,5 × 10−4 / 2

DAFTAR PUSTAKA

Soedrajat. 2011. Mekanika Fluida dan Hidrolika. Bandung : ITB Press.
Soeharto. 2004. Dinamika dan Mekanika untuk Perguruan Tinggi. Jakarta : Rineka Cipta.
Susiati. 2008. Keterampilan Keperawatan Dasar. Jakarta: Erlangga.
Wihantoro. 2006. Fisika Dasar Universitas. Purwokerto: Universitas Jenderal Soedirman.

LAMPIRAN


Click to View FlipBook Version