Jurusan Kimia E-Modul
Universitas Negeri Semarang Kimia
2020
Larutan Elektrolit
dan Non Elektrolit
E-modul berbasis problem based X
learning untuk meningkatkan
kemampuan berpikir kreatif siswa
Fifi Amalia Luthfiana I Dr. Nanik Wijayati M.Si
Prakata
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah
memberikan karunia-Nya, sehingga “E-modul berbasis problem based
learning untuk menngkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa” ini dapat
selesai tepat waktu. Modul ini disusun berbasis masalah sehingga
menyajikan masalah yang terdapat dalam lingkungan sekitar sebagai
metode belajar siswa. Modul ini diharapkan dapat meningkatkan
kemampuan berpikir kreatif siswa dari pemecahan masalah yang dilakukan.
Modul ini juga dilengkapi dengan kegiatan prosedural meliputi diskusi,
percobaan, serta latihan soal dan kunci jawaban.
Penyusunan modul ini tidak pernah lepas dari bantuan, bimbingan
dana rahan dari berbagai pihak. Untuk itu, penulisa mengucapkan banyak
terima kasih kepada Ibu Dr. Nanik Wijayati, M.Si selaku dosen pembimbing,
para validator, keluarga serta teman-teman yang telah memberikan
dukungan. Semoga modul ini dapat bermanfaat khususnya bagi siswa dan
guru. Penulis menyadari bahwa penulisan modul ini masih jauh dari
sempurna, oleh karena itu saran dan kritik yang membangun tetap penulis
harapakan untuk perbaikan modul menjadi lebih baik.
Lampung, Desember 2020
Penulis
Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit i
Daftar Isi
Kata Pengantar…………………………………….. .............................................i
Daftar Isi..............................................................................................ii
Petunjuk Belajar.................................................................................iii
Kompetensi Dasar ..............................................................................iv
Indikator Pencapaian Kompetensi......................................................iv
Tujuan Pembelajaran ..........................................................................v
Deskripsi E-modul ..............................................................................vi
Peta Konsep ...................................................................................... vii
Larutan................................................................................................1
Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit ...................................................4
Larutan Elektrolit Kuat dan Lemah ......................................................7
Reaksi Ionisasi Larutan elektrolit.......................................................11
Senyawa Pembentuk Larutan Elektrolit.............................................13
Manfaat Larutan Elektrolit dan Non elektrolit...................................16
Refleksi Diri .......................................................................................18
Rangkuman .......................................................................................19
Uji Kompetensi..................................................................................20
Kunci Jawaban...................................................................................28
Glosarium..........................................................................................30
Referensi ...........................................................................................31
Profil Penulis .....................................................................................32
Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit ii
Petunjuk Belajar
Bacalah petunjuk belajar ini dengan cermat. Agar mempermudah
anda dalam menggunakan modul ini
1. Bacalah doa ketika memulai memulai pembelajaran
2. Amati peta konsep, kompetensi dasar, indikator pencapaian
kopetensi dan tujuan pembelajaran dengan cermat.
3. Pelajari materi dengan cermat dan perhatikan pesan-pesan
penting didalamnya.
4. Kerjakan latihan soal dengan baik dan cocokkan jawabanmu
dengan kunci jawaban dibagian belakang modul.
5. Lekukan semua kegiatan dengan urut, teratur dan sungguh-
sungguh.
6. Kerjakan soal evaluasi dengan teliti.
Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit iii
Kompetensi Dasar
3.8 Menganalisis sifat larutan berdasarkan daya hantar listriknya.
4.8 Membedakan daya hantar listrik berbagai larutan melalui
perancangan dan pelaksanaan percobaan.
Indikator Pencapaian Kompetensi
3.8.1 Mengetahui konsep larutan elektrolit dan non elektrolit
3.8.2 Mengetahui sifat larutan elektrolit dan non elektrolit
3.8.3 Mengetahui jenis ikatan kimia dan sifat elektrolit suatu zat
3.8.4 Mengetahui fungsi larutaan elektrolit dalam tubuh manusia
4.8.1 Mampu mengelompokkan larutan berdasarkan daya hantar
listriknya
Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit iv
Tujuan Pembelajaran
Setelah menggunakan e-modul ini, siswa diharapkan mampu:
1. Mengetahui pengertian larutan elektrolit dan nonelektrolit.
2. Menjelaskan kembali pengertian larutan elektrolit dan
nonelektrolit
3. Mengetahui konsep larutan elektrolit dan nonelektrolit melalui
permasalahan yang ada.
4. Menganalisis sifat-sifat larutan elektrolitdan nonelektrolit
melalui pengamatan dan diskusi.
5. Mengetahui senyawa pembentuk larutan elektrolit.
6. Membedakan senyawa ion dan senyawa kovalen.
7. Menuliskan reaksi ionisasi larutan elektrolit.
8. Mengetahui percobaan tentang larutan elektrolit dan
nonelektrolit.
9. Mengetahui fungsi larutan elektrolit dan nonelektrolit.
Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit v
Deskripsi E-modul
E-modul larutan lektrolit dan non elektrlit inidisusun berbasis problem based
learning guna meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa. E-modul
berbasis problem based learning terdiri dari taapan sebagai berikut:
1. Orientasi terhadap masalah
E-modul menyajikan masalah yang dapat membimbing siswa untuk
menemukan konsep yang dituju.
2. Mengorganisasikan siswa
E-modul memberikan definisi atau instruksi kepada siswa terkait
masalah untuk belajar secara individu atau kelompok.
3. Membimbing penyelidikan individu dan kelompok
Mengarahkan siswa untuk mengumpulkan data atau informasi yang
sesuai terkait masalah dan melakukan eksperimen atau pemecahan
masalah.
4. Mengembangkand an menyajikan hasil karya
Mendampingi siswa dalam menyiapkan karya yang sesuai seperti
laporan atau tugas lainnya.
5. Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah
Mengevaluasi hasil belajar berupa sikap selama pembelajaran dan
hasil belajar dari materi pelajaran.
Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit vi
Peta Konsep
Penghantar Listrik Larutan Bukan
Penghantar Listrik
disebut memiliki sifat
disebut
Larutan Elektrolit berupa
Larutan Non
terdiri dari Elektrolit
Larutan Larutan Senyawa Senyawa
Elektrolit Elektrolit Ion Kovalen
Lemah
Kuat
NH3, HCl, NaCl HCl
CH3COOH NaCl
Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit vii
LARUTAN
Pernahkah kalian mendengar tentang larutan? Mungkin yang
muncul dipikiran pertama kali tentang larutan adalah jenis minuman
penyegar yang dapat menyegarkan tubuh dan mengandung ion-ion positif.
Padahal larutan bukanlah itu. Lalu apa itu larutan?
Gambar 1. Minuman elektrolit
Larutan adalah campuran homogen dua zat atau lebih yang saling
melarutkan dan masing-masing zat penyusunnya tidak tidak dapat
dibedakan lagi secara fisik. Larutan umumnya terdiri dari dua komponen
yaitu zat pelarut dan zat terlarut. Zat biasanya adakah zat yang jumlahnya
lebih banyak dan melarutkan zat lainnya. Sedangkan zat terlarut biasanya
adalah zat yang lebih sedikit jumlahnya dalam larutan, dan sebagian atau
seluruh zatnya akan terlarut dalam larutan.
Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit 1
Amatilah Percobaan Berikut Ini
Pernahkah kamu melakukan
percobaan melarutkan gula dan pasir ke
dalam air? Jika belum, mari kita
membayangkan percobaan tersebut
untuk mengetahui lebih jauh tentang
larutan. Bahan yang perlu kalian siapkan
adalah dua buah gelas, sendok, gula,
pasir dan air.
Langkah untuk melakukan percobaan, pertama ambil satu sendok gula dan
letakkkan pada gelas. Kemudian isi gelas dengan air sampai hampir penuh
dan aduk larutan gula dan air. Lakukan hal yang sama untuk membuat
larutan pasir.
Setelah kedua larutan tersebut diaduk diamkan larutan selama
beberapa saat lalu amati.apa yang kalian dapatkan dari kedua larutan
tersebut? Pada larutan gula terlihat bahwa semua gula larut dalam air dan
sudah tidak ada butiran gula didasar gelas. Setelah didiamkan beberapa saat
larutan tidak berupah, antara gula dan air tetap menyatu. Sedangkan pada
larutan pasir, pasir tidak dapat larut dalam air sehingga hanya terbentuk
campuran antara pasir dan air setelah diaduk. Setelah didiamkan selama
beberapa saat terlihat bahwa pasir yang semula bercampur menjadi
mengendap dipermukaan bawah gelas. Sedangkan air dalam larutan pasir
menjadi jernih kembali. Hal tersebut menyebabkan terbentuk 2 lapiran yaitu
lapisan bawah berupa pasir dan lapisan atas berupa air.
Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit 2
Setelah Mengamati Wacana Diatas, Jawablah Pertanyaan Berikut:
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan larutan berdasarkan percobaan
diatas?
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
2. Apakah larutan gula dapat dikatakan sebagai larutan?
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
3. Apakah larutan pasir dapat dikatakan sebagai campuran?
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
Tuliskan jawaban anda pada link berikut:
Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit 3
Berdasarkan kemmpuan terhadap daya hantar listrik, larutan dibagi
menjadi dua yaitu larutan elektrolit dan non elektrolit. Kita akan
membahasnya secara bersama.
Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit
Pernahkah kamu mengunjungi
pasar ikan? Pasti pernah melihat ikan
yang dijual dong? Ikan-ikan yang dijual
biasanaya masih segar atau fresh.
Sebagian besar ikan yang dijual tersebut
itu berasal dari laut. Para pelayan
biasanya menangkap ikan dilaut pada
malam hari dan menjual ikannya pada
pagi hari. Penangkapan ikan tentu
dilakukan dengan alat-alat yang aman
bagi ikan dan bagi lingkungannya.
Tetapi, masih ada saja pelayan yang menangkap ikan menggunakan alat yang
berbahaya dan dilarang seperti menggunakan alat setrum.
Sampai saat ini penangkapan ikatan dengana alat setrum masih sering
dilakukan. Padahal hukuman bagi oknum yang melakukan penangkapan ikan
dengan setrum tidak main-main. Pelayan atau oknum yang melakukan
penangkapan ikan dengan alat setrum dapat mendapat hukuman pidana
penjara selama enam tahun dan denda maksimal Rp 1,2 miliar.
Alat setrum yang digunakan para nelayan untuk menangkap ikan
sebenarnya sangat unik. Alat tersebut tidak menyentuh tubuh ikan secara
langsung untuk menyengatnya. Alat tersebut hanya dimasukkan ke dalam air
namun dapat menyebabkan ikan-ikan disekitarnya mati. Hal itu karena listrik
yang keluar dari alat setrum dialirkan oleh air laut menuju tubuh ikan.
Sumber: Republika
Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit 4
Jawablah Pertanyaan Berikut Berdasarkan Kasus Diatas
1. Apa yang menyebabkan air laut dapat menghantarkan arus listrik dari
alat setrum ke tubuh ikan?
………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
2. Ion-ion apa yang terdapat dalam air laut?
………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………..………………………….
3. Apakah larutan garam yang garamnya berasal dari laut juga dapat
menghantarkan listrik?
………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
Tuliskan jawaban anda pada lin berikut:
Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit 5
Penjelasan tentang permasalahan di atas pertama kali dikemukakan oleh
Svante August Arrhenius (1859 – 1927) dari Swedia saat presentasi disertasi
PhD-nya di Universitas Uppsala tahun 1884. Menurut Arrhenius, zat elektrolit
dalam larutannya akan terurai menjadi partikel-partikel yang berupa atom atau
gugus atom yang bermuatan listrik yang dinamakan ion. Ion yang bermuatan
positif disebut kation, dan ion yang bermuatan negatif dinamakan anion.
Peristiwa terurainya suatu elektrolit menjadi ion-ionnya disebut proses ionisasi.
Ion-ion zat elektrolit tersebut selalu bergerak bebas dan ion-ion inilah yang
sebenarnya menghantarkan arus listrik melalui larutannya. Sedangkan zat
nonelektrolit ketika dilarutkan dalam air tidak terurai menjadi ion-ion, tetapi
tetap dalam bentuk molekul yang tidak bermuatan listrik. Hal inilah yang
menyebabkan larutan nonelektrolit tidak dapat menghantarkan listrik.
Gambar 1. Svente Dari penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan:
August Arrhenius 1. Larutan elektrolit dapat menghantarkan
arus listrik karena zat elektrolit dalam
larutannya terurai menjadi ion-ion
bermuatan listrik dan ion-ion tersebut
selalu bergerak bebas.
2. Larutan nonelektrolit tidak dapat
menghantarkan arus listrik karena zat
nonelektrolit dalam larutannya tidak
terurai menjadi ion-ion, tetapi tetap dalam
bentuk molekul yang tidak bermuatan
listrik.
Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit 6
LatIhan
1. Mengapa larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik, sedangkan
larutan non elektrolit tidak dapat?
2. Mengapa ion-ion dalam alrutan elektrolit dikatakan dapat menghantarkan
listrik?
3. Mengapa ion-ion bermuatan listrik, padahal atom bersifat netral?
Tuliskan jawaban anda pada link berikut:
Elektrolit Kuat Dan Elektrolit Lemah
Berdasarkan kuat-lemahnya daya hantar listrik, larutan elektrolit dapat
dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
a. Larutan elektrolit kuat, yaitu larutan elektrolit yang mengalami
ionisasi sempurna. Indikator pengamatan: lampu menyala terang dan
timbul gelembung gas pada elektrode.
Contoh: larutan H2SO4, larutan NaOH, dan larutan NaCl.
b. Larutan elektrolit lemah, yaitu larutan elektrolit yang mengalami
sedikit ionisasi (terion tidak sempurna). Indikator pengamatan: lampu
tidak menyala atau menyala redup dan timbul gelembung gas pada
elektrode.
Contoh: larutan CH3COOH, larutan NH4OH.
Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit 7
Secara umum, perbedaan antara larutan elektrolit kuat dan elektrolit
lemah dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
No. Elektrolit Kuat Elektrolit Lemah
1. Dalam larutan terionisasi Dalam larutan terionisasi
sempurna sebagian
2. Jumlah ion dalam larutan Jumlah ion dalam larutan
sangat banyak sedikit
3. Menunjukkan daya hantar Menunjukkan daya hantar
listrik yang kuat listrik yang lemah
4. Derajat ionisasi mendekati 1 Derajat ionisasi kurang dari 1
(a) (b) (c )
Gambar 2. (a) Larutan non-elektrolit (lampu tidak menyala), (b)
Larutan elektrolit kuat (lampu menyala terang), dan (c) larutan
elektrolit lemah (lampu menyala redup).
Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit 8
Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit 9
1. Jelaskan apa yang disebut dengan derajat ionisasi?
2. Menurut analisis anda, apakah air perasan buah jeruk dapat
menghantarkan arus listrik? Jika dapat menghantarkan, apakah larutannya
termasuk elektrolit kuat atau elektrolit lemah?
Tuliskan jawaban anda pada link berikut:
Kimia disekitar
Membuat Baterai dengan Jeruk Lemon
Tahukah Anda bahwa sebuah baterai dapat
dibuat dari jeruk lemon, paku, lampu kecil, kabel, dan
kawat tembaga. Tidak percaya? Bagaimana cara
membuatnya? Caranya ambil buah lemon lalu remas
menggunakan tangan dengan tujuan menghasilkan jus
lemon didalam buah tanpa membuat kulitnya pecah.
Tusukkan paku tembaga dan seng pada kedua sisi jeruk
dan jangan sampaikedua paku bersentuhan. Kemudian rakit kabel
dengan lampu kecil dan menghasilkan dua ujung kabel. Lilitkan
masing-masing ujung kabel pada kedua paku, kalian bisa
menambahkan selotip agar kabel melekap sempurna. Ketika
kalian menghubungkan kabel dengan paku kedua, maka cahaya
pada lampu akan menyala. Mudah bukan? lampu ini bisa dijadikan
alternatif ketika mati lampu ya.
Sumber: avkimia.com
Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit 10
Reaksi Ionisasi Larutan Elektrolit
Pada subbab ini kita akan mempelajari tentang penulisan reaksi
ionisasi larutan elektrolit. Dalam penulisan reaksi ionisasi suatu larutan
elektrolit, kita dapat mengikuti pedoman penulisan reaksi ionisasi larutan
elektrolit. Anda harus memahami pedoman penulisan tersebut agar dapat
menuliskan reaksi ionisasi dengan mudah.
Pedoman penulisan reaksi ionisasi larutan elektrolit sebagai berikut:
Elektrolit Kuat
a. Asam kuat
HxZ (aq) x H+ (aq) + Zx- (aq)
Contoh: HCl (aq) H+ (aq) + Cl- (aq)
H2SO4 (aq) 2H+ (aq) + SO42- (aq)
b. Basa kuat
M(OH)x (aq) Mx+ (aq) + x OH- (aq)
Na+ (aq) + OH- (aq)
Contoh: NaOH (aq) Ba2+(aq) + 2 OH- (aq)
Ba(OH)2 (aq)
c. Garam
MxZy (aq) x My+ (aq) + x OH- (aq)
Contoh: NaCl (aq) Na+(aq) + Cl- (aq)
Na2SO4 (aq) 2 Na+(aq) + SO42- (aq)
Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit 11
Elektrolit Lemah
a. Asam lemah
HxZ (aq) ↔ x H+ (aq) + Zx- (aq)
NH4+ (aq) + CH3COO (aq)
Contoh: CH3COOH (aq) ↔ 2 H+ (aq) + SO32- (aq)
3 H+ (aq) + PO4- (aq)
H2SO3 (aq) ↔
H3PO4 (aq) ↔
b. Basa lemah Mx+ (aq) + x OH- (aq)
M(OH)x (aq) ↔ ↔ NH4+ (aq) + OH- (aq)
↔ Al3+ (aq) + 3 OH- (aq)
Contoh: NH4OH (aq) ↔ Fe2+ (aq) + 2 OH- (aq)
Al(OH)3 (aq)
Fe(OH)2 (aq)
LatIhan
Untuk lebih memahami tentang reaksi ionisasi, tuliskan reaksi ionisasi dari
senyawa berikut:
a. HNO3
b. BaCl2
c. H3PO4
d. FeCl3
e. NaNO3
f. BaCl2
g. H2S
h. KI
i. CaCO3
j. Sr(OH)2
Tuliskan jawaban anda pada link berikut:
Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit 12
Senyawa Pembentuk Larutan Elektolit
Larutan elektrolit terbentuk dari senyawa-senyawa elektrolit.
Senyawa elektrolit sendiri dapat berasal dari senyawa ion dan senyawa
kovalen.
1. Senyawa Ion
Semua senyawa ion merupakan zat elektrolit. Disebabkan jika senyawa
ion larut dalam air makan dapat terurai menjadi ion-ion. Salaha satu
senyawa ion adalah NaCl. Jika kristal NaCl dilarutkan dalam air, maka ikatan
antara ion Na+ dan ion Cl- akan terputus. Sehingga ion-ion yang terputus
tersebut akan berinteraksi dengan air dan bergerak bebas kesuluh bagian
dari larutan. Reaksi antara ion dengan air tersebut disebut hidrasi. Ilustrasi
dari proses hidrasi dapat dilihat pada gambar 3 sebagai berikut:
Gambar 3. Proses hidarasi Senyawa Ion 13
Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit
Pelarutan senyawa NaCl dalam air dinyatakan dengan persamaan sebagai
berikut:
NaCl (s) Na+ (aq) + Cl- (aq)
Contoh reaksi ionisasi dari larutan elektrolit dapat dilihat dibawah ini:
KCl (aq) K+ (aq) + Cl-(aq)
Na2SO4 (aq) 2 Na+ (aq) + SO42- (aq)
NH4Cl (aq) NH4+ (aq) + Cl- (aq)
Senyawa ion dalam keadaaan padat atau kristal tidak dapat
menghantarkan arus listrik dikarenakan dalam bentuk padat ion-ionnya
terikat kuat. Seperti NaCl padat tidak dapat menghantarkan arus listrik.
Apabila NaCl dilelehkan dalam suhu +- 8000C, ion Na+ dan Cl- akan dapat
bergerak bebas kembali. Sehingga lelehan NaCl dapat menghantarkan arus
listrik.
2. Senyawa Kovalen
Senyawa kovalen memiliki pengertian senyawa yang atom
pembentuknya bergabung melalui ikatan kovalen. Senyaw akovalen polar
adlah senyawa yang dihasilkan dari dua buah atom yang berikatan memiliki
perbedaan keelektronegatifan. Senyawa kovalen polar ini dlam bentuk murni
bukan merupakan penghantar listrik yang baik, tetapi bila dilarutkan dalam
air maka larutannya akan dapat menghantarkan listrik dengan baik. Contoh
dari senyawa kovalen polar adalah larutan amonia, larutan cuka murni, dan
larutan asam klorida.
Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit 14
Asam klorida atau HCl merupakan senyawa kovalen polar dan air
merupakan molekul polar yang memilik ikutub positif dan kutub negatif.
Ketika HCl yang merupakan senyawa kovalen polar dilarutkan dalam air,
maka terjadilah pembentukan ion H+ dan ion Cl-. Reaksinya ionisasinya
sebagai berikut:
HCl (g) + air H+ (aq) + Cl- (aq)
Beberapa senyawa kovalen polar ada yang hanya sebgian terionisasi,
sehingga menghasilkan ion yang terurai sedikit dan mengakibatkan larutan
bersifat elektrolit lemah. Contohnya pada senyawa HNO2 dan CH3COOH
sebagai berikut:
HNO2 (l) + air NH4+ (aq) + OH- (aq)
CH3COOH (l) + air 2 H+ (aq) + CH3COO- (aq)
Larutan elektrolit juga ada yang dihasilkan dari reaksi antara senyawa
kovalen dengan air, sehingga membentuk ion-ion yang bergerak bebas.
Contohnya adlaah pada reaksi antara NH3 dan SO2 dengan air sebagai berikut:
NH3 (g) + H2O NH4+ (aq) + OH- (aq)
SO2 (g) + H2O 2 H+ (aq) + SO32- (aq)
Senyawa kovalen polar dalam bentuk lelehan tidak dapat menghantarkan
arus listrik meski molekulnya dapat bergerak bebas. Hal ini disebabkan
molekul-molekul dalam senyyawa kovalen polar bersifat netral bukan
bersifat negatif atau positif. Daya hantar listrik yang dihasilkan dari senyawa
kovalen polar juga bergantung pada jenis dan konsentrasi senyawa polar
tersebut.
Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit 15
LatIhan
1. Tuliskan gejala-gejala yang terjadi jika larutan urea, kalium iodida, asam
sulfat, dan cuka diuji daya hantar listriknya dengan alat uji elektrolit.
2. Tuliskan reaksi ionisasi dari senyawa-senyawa pada nomor 1 yang
merupakan larutan elektrolit.
3. Jelaskanan mengapa lelehan senyawa ion dapat menghantarkan arus
listrik sedangkan lelehan senyawa kovalen tidak bisa?
Tuliskan jawaban anda pada link berikut:
Manfaat Larutan Elektrolit dan
Non Elektrolit
1. Larutan Elektrolit
Dalam kehidupan sehari-hari larutan ini dapat dimanfaatkan dalam
beberapa hal seperti :
Akumulator (aki) berfungsi menyimpan energi (listrik) dalam bentuk
energi kimia. Seperti baterai dan kapasitor. Larutan elektrolit yang
tergantung pada aki berupa asam sulfat (H2SO4).
Cairan tubuh, cairan tubuh manusia mengandung larutan elektrolit
dimana berfungsi sebagai penghantar daya listrik untuk kerja impuls
saraf.
Garam dapur, bumbu yang sangat penting untuk memasak. Secara
kimia garam tersusun dari unsur natrium dan klorin yang bergabung
membentuk senyawa natrium klorida (NaCl) yang merupakan elektrolit
kuat.
Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit 16
2. Larutan Non Elektrolit
Dalam kehidupan sehari-hari larutan ini dapat dimanfaatkan dalam
beberapa hal seperti :
Glukosa, sumber energi yang bersifat manis dan bisa larut dalam
makanan dan minuman. Biasanya terdapat pada gula, nasi, gandum,
jagung dan sebagainya.
Urea, senyawa ini biasanya digunakan sebagai pupuk di bidang
pertanian.
Alkohol, termasuk dalam larutan non-elektrolit yang digunakan
sebagai disinfektan dan obat luka.
Tugas Kelompok
Bentuklah satu kelompok berisi 4 siswa dan kerjakan tugas dibawah ini:
1. Buatlah makalah tentang penggunaan konsep larutan elektrolit dan
nonelektrolit dalam teknologi sumber energi listrik alternatif!
2. Sel baterai untuk keperluan peralatan elektronik telah dibuat semakin
canggih dan berukuran kecil. Carilah artikel diberbagai sumber pustaka
(majalah, buku, internet) tentang teknologi pembuatan sel baterai!
3. Simpulkan apa yang kalian peroleh dari artikel yang telah kalian cari!
Tuliskan jawaban anda pada link berikut:
Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit 17
Refleksi Diri
1. Setelah melakukan kegiatan dalam modul ini, hal apa yang telah kamu
pelajari?
………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
2. Apakah percobaan yang kamu lakukan dapat membantumu menemukan
jawaban dari masalah yang kamu temuidalam kehidupan sehari-hari?
………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
3. Sebutkan materi yang sulit dipahami dan alasannya!
………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
Tuliskan jawaban anda pada link berikut:
Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit 18
Rangkuman
1. Larutan adalah campuran homogen dua zat atau lebih yang saling
melarutkan dan masing-masing zat penyusunnya tidak dapat
dibedakan lagi secara fisik.
2. Larutan terdiri atas dua komponen penyusun, yaitu zat terlarut dan
pelarut. Zat terlarut adalah komponen larutan yang jumlahnya
biasanya lebih sedikit, sedangkan yang disebut pelarut biasanya
komponen yang jumlahnya lebih banyak dan strukturnya tidak
berubah.
3. Larutan dapat digolongkan berdasarkan wujud pelarut dan daya
hantar listriknya. Berdasarkan wujud pelarutnya, larutan dibedakan
menjadi padat, cair, dan gas. Berdasarkan daya hantar listriknya,
larutan dibedakan menjadi larutan elektrolit dan larutan non
elektrolit.
4. Larutan elektrolit dalam pelarut air dapat terurai menjadi ionionnya,
sedangkan larutan non elektrolit dalam pelarut air tidak terurai
menjadi ionionnya.
5. Larutan elektrolit dibagi menjadi larutan elektrolit kuat dan larutan
elekrolit lemah. larutan elektrolit kuat yaitu zat elektrolit yang terurai
sempurna dalam air, sedangkan larutan elektrolit lemah, adalah zat
elektrolit yang terurai sebagian membentuk ionionnya dalam pelarut
air.
Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit 19
Uji Kompetensi
1. Lampu alat penguji elektrolit tidak menyala ketika elektrodenya
dicelupkan ke dalam larutan asam cuka, tetapi pada elektrode terbentuk
gelembunggelembung gas. Penjelasan untuk keadaan ini adalah?
a. Larutan asam cuka bukan larutan elektrolit
b. gas yang terbentuk adalah cuka yang menguap
c. asam cuka merupakan elektrolit kuat
d. sedikit sekali asam cuka yang terionisasi
e. alat penguji elektrolit rusak
2. Larutan berikut yang dapat mengahntarkan arus listrik, kecuali
a. Cuka
b. Soda
c. Kapur
d. Minyak tanah
e. Kaporit
3. Pernyataan yang benar tentang elektrolit adlah
a. Elektrolit adalah zat yang dapat mgnhantarkan arus listrik
b. Elektrolit adalah zat yang mengandung ion-ion yang bergerak bebas
c. Elektrolit adlah senyawa yang dalam bentuk larutan atau leburanyya
dapat menghantarkan listrik
d. Elektrolit adalah zat yang mengandung elektron-elektron yang ebbas
bergerak
e. Elektron adalah zat yang mengandung molekul-molekul yang bebas
bergerak.
4. Zat dibawah ini yang menghantarkan listrik paling baik adalah?
a. NaOH
b. CH3COOH
c. NH3
d. P(OH)3
e. C12H22O11
5. Dibawah ini yang dapat menghantarkan arus listrik paling baik adalah?
a. Larutan gula 0,1 M
b. Larutan asam asetat 0,1 M
c. Larutan asam asetat 1 M
Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit 20
d. Larutan NaCl 0,1 M Banyaknya Gelembung
Banyak
e. Larutan NaCl 1 M Banyak
Sedikit
6. Perhatikan tabel dibawah ini: Tidak ada
Larutan Lampu
1 Menyala terang
2 Menyala redup
3 Tidak menyala
4 Tidak menyala
Dari data diatas, yang menunjukkan larutan elektrolit kuat dan
elektrolit lemah adalah?
a. 1 dan 2
b. 1 dan 3
c. 1 dan 4
d. 2 dan 4
e. 3 dan 4
7. Asam klorida merupakan ……jika dilarutkan dalam air akan bersifat?
a. Senyawa ionik, Non elektrolit
b. Senyawa ionik, Elektrolit
c. Senyawa kovalen, non elektrolit
d. Senyawa kovalen, elektrolit
e. Senyawa kovalen non polar, non elektrolit
8. Senyawa dibawah ini yang lelehannya tidak dapat mengahntarkan arus
listrik adalah?
a. NaCl
b. C12H22O11
c. CaCl2
d. KI
e. Al2(SO4)3
9. Senyawa dibawah ini yang merupakan senyawa ion adlah?
a. NaCl dan KBr
b. CH4 dan NH3
c. SO2 dan HCl
d. H2O dan HBr
e. KCl dan HCl
Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit 21
10. Jika arus listrik dialirkan melalui NaCl cair dan HCl cair, maka yang akan
terjadi adalah?
a. NaCl cair akan menerusakn aliran listrik
b. HCl akan meneruskan aliran listrik
c. NaCl dan HCl meneruskan aliran listrik
d. NaCl dan HCl tidak meneruskan aliran listrik
e. NaCl dan HCl meneruskan aliran listrik hanya jika dilarutkan ke
dalam air
11. Senyawa yang memiliki ikatan kovalen polar dibawah ini adalah?
a. H2
b. I2
c. BF3
d. K
e. NH3
12. Lampu pada alat penguji lektrolit tidak mnyala ketika elektrodanya
dicelupkan kedalam suatu larutan, tetapi pada elektroda tetap
terbentuk gelembung gas. Larutan yang diuji tersebut bersifat?
a. Larutan hampir mengalami ionisasi
b. Larutan merupakan elektrolit kuat
c. Larutan bukan zat elektrolit
d. Elektroda yang digunakan rusak
e. Larutan mengalami penguapan sehingga energinya berkurang
13. Sebanyak 0,1 mol asam cuka ang terlarut dlam air telah terurai 0,005
mol. Berapa persen asam cuka yang terionisasi menjadi ion-ionnya?
Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit 22
a. 5%
b. 0,5%
c. 0,005%
d. 1%
e. 0,1%
14. Amonium sulfat (NH4)2SO4 dilarutkan ke dalama air, maka akan terjadi
ionisasasi sebagai berikut?
a. (NH4)2SO4(aq) NH4+(aq) + SO42-(aq)
b. (NH4)2SO4(aq) NH4+(aq) + SO42-(aq)
c. (NH4)2SO4(aq) 2 NH4+(aq) + SO42-(aq)
d. (NH4)2SO4(aq) NH42+(aq) + SO42-(aq)
e. (NH4)2SO4(aq) 2 NH4+(aq) + 2SO42-(aq)
15. Perhatikan reaksi ionisasi berikut:
1. CaCl2(aq) Ca+ + Cl-
2. NaNO3(aq) Na+(aq) + N–(aq) + 3 O2–(aq)
3. H2SO4(aq) 2 H+(aq) + SO42–(aq)
4. Na2SO4(aq) Na+(aq) + 2 SO4
Reaksi ionisai yang benar adalah?
a. 1,2,3
b. 1,2
c. 2,3
d. 2,4
e. Hanya 3
16. Suatu larutan bersifat tidak dapat menghantarkan arus listrik.
Laerutan tersebut merupakan paelarut yang biasa digunakan sebagai
antiseptik. Larutan yang dimaksud adalah…
Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit 23
a. Glukosa
b. Asam kloridium klorida
c. Natrium klorida
d. Etanol
e. Kalium hidroksida
17. Sebanyak 3 mol senyawa kalium klorida dilarutkan dalam air. Pada
keadaan setimbang diperoleh ion positif dan ion negatif. Jika derajat
ionisasi sebesar 25%, jumlah mol ion positif yang dihasilkan adalah
sebesar?
a. 0,25
b. 0,50
c. 0,75
d. 1,00
e. 1,25
18. Pernyataan berikut yang tepat mengenai minuman isotonik yang diuji
dengan alat uji elektrolit adalah…
a. Termasuk elektrolit kuat
b. Termasuk elektrolit non elektrolit
c. Menghasilkan nyala lampu terang
d. Tidak menghasilkan gelembung gas
e. Menghasilkan sedikit gelembung gas
19. Ion FeCl2 jika dilarutkan dalam air akan dapa menghantarkan arus
listrik karena?
a. Ion Fe2+ membentuk endapan lapisan anoda
b. Ion Fe2+ menangkap elektron dari katoda
Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit 24
a. Ion Cl- menghasilkan klorin di anoda
b. Ion Cl- menangkan elektron dari anoda
c. Ion Fe2+ melepas elektron ke katoda
20. Reaksi ionisai senyawa berikut yang benar, kecuali..
a. HBr ↔ H+ + Br-
b. CaCl2 Ca2+ + 2Cl-
c. HCOOH HCOO- + H+
d. NH4OH NH4+ + OH-
e. H2SO4 NH4+ +OH-
Tuliskan jawaban anda pada link berikut:
Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit 25
Soal Essai Berbasis Problem Based Learning
Bacalah wacana dibawah ini untuk menjawab essai!
Kita tentu sering melihat iklan ditelevisi tetang minuman elektrolit.
Iklan tersebut biasanya memperlihatkan orang sedang berolahraga,
kelelahan atau sedang kehausan. Kemudian setelah meminun minuman
elektrolit maka orang tersebut akan kembali bugar dan segar. Dalam tubuh
manusia sebenarnya terdapat elektrolit. Elektrolit terkandung dalam darah,
keringat, dan urin. Kita pun dapat memperoleh elektrolit dari makanan
tertentu. Elektrolit dalam tubuh manusia sendiri memiliki berbagai fungsi
dalam kerja sel serta berbagai organ. Elektrolit berperan dalam menjaga
kinerja saraf dan otot, menjaga keseimbangan asam dan basa dalam tubuh,
dan menjaga tubuh selalu dalam kondisi terhidrasi. Ketidak seimbangan
elektrolit dalam tubuh tentu merupakan hal yang buruk. Ketidakseimbangan
elektrolit dalam tubuh sering terjadi karena dehidrasi yang dapat dipicu oleh
pengeluaran cairan tubuh sepeti keringat secara berlebih, muntah, atau
kondisi diare. Ketidak seimbangan elektrolit dalam tubuh bukan hanya saat
kondisi elektrolit rendah namun juga bisa saat kondisi elektrolit dalam tubuh
sangat tinggi. Biasanya pengembalian elektrolit kerena kadar rendah dapat
diatasi dengan mengkonsumsi minuman elektrolit. Konsumsi minuman
elektrolit ini umum dilakukan oleh seseorang setelah melakukan aktivitas
fisik seperti olahraga. Penanganan elektrolit lebih lanjut dapat memerlukan
perawatan medis seperti pemberian infus elektrolit.
Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit 26
Berdasarkan wacana diatas, jawablah pertanyaan berikut ini!
1. Mengapa minuman kemasan tersebut disebut minuman elektrolit?
2. Apa pengaruh bagi tubuh setelah meminum minuman elektrolit?
3. Zat elektrolit apa yang terkandung dalam minuman elektrolit?
4. Apa yang dimaksud dengan larutan elektrolit?
5. Sebutkan fungsi elektrolit dalam tubuh manusia
Tuliskan jawaban anda pada link berikut:
Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit 27
Kunci Jawaban
A. Pilihan Ganda 1. E
11.D 2. C
12.D 3.
13.A 4. C
14.A 5. E
15.E 6. D
16.B 7. A
17.D 8. E
18.B 9. B
19.A 10.E
20.C
B. Essai
Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit 28
4. Elektrolit adalah partikel yang menjelma menjadi ion bermuatan
negatif dan positif, saat larut dalam air.
5. Menjaga kinerja sistem saraf Otak mengirimkan sinyal listrik melalui
sel saraf, agar komunikasi antarsel seluruh tubuh dapat terjadi. Sinyal
ini disebut dengan impuls saraf, yang dihasilkan oleh perubahan
muatan listrik pada membran sel saraf. Natrium merupakan elektrolit
yang berperan dalam sistem saraf ini. Pergerakan elektrolit natrium di
membran sel saraf, menciptakan perubahan muatan listrik tersebut.
Membantu kontraksi otot kalsium dan magnesium merupakan
elektrolit yang dibutuhkan, dalam proses kontraksi otot. Kalsium
membuat serat otot bergerak satu sama lain, saat otot memendek dan
berkontraksi. Sementara itu, magnesium dibutuhkan agar otot bisa
relaksasi, setelah mengalami kontraksi. Menjaga tubuh tetap
terhidrasi Pernahkah merasa pusing saat haus? Ini mengindikasikan
kurangnya cairan dalam tubuh. Elektrolit, terutama natrium,
memainkan perannya dalam menjaga keseimbangan cairan, dalam
sebuah proses yang disebut osmosis. Osmosis terjadi saat air
berpindah dari larutan dengan sedikit elektrolit (lebih encer), ke
larutan yang mengandung lebih banyak elektrolit (lebih pekat), melalui
dinding membran sel. Menjaga pH tubuh Larutan yang di alam,
termasuk di tubuh, memiliki tingkat keasaman tertentu. Tingkat
keasaman diukur menggunakan skala pH, dengan rentang angka 0-14.
Skala pH yang normal untuk darah adalah 7,35-7,45. Konsentrasi
elektrolit yang seimbang juga akan memelihara skala pH atau derajat
keasaman darah. Perubahan skala pH, walaupun kecil, dapat membuat
tubuh tidak bisa berfungsi dengan baik.
Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit 29
Glosarium
Derajat disosiasi/ionisasi : menunjukkan kuat lemahnya elektrolit
Elektrolit secara kuantitatif.
Elektrolit kuat : zat yang dapat menghantarkan listrik,
Elektrolit lemah dibedakan menjadi elektrolit kuat dan
Larutan elektrolit lemah. Larutannya disebut
larutan elektrolit.
Non elektrolit : daya hantar listriknya baik, yaitu
senyawa ion, dan senyawa kovalen polar
yang terhidrolisis sempurna atau hampir
sempurna dalam air.
: daya hantar listriknya uruk, yaitu
senyawa kovalen polar yang terhidrolisis
sebagian dalam air.
: campuran homogen dua zat atau lebih
yangs aling melarutkan dalam masing-
masing zat penyusunnya dan tidak
dibedakan lagi secara fisik. Larutan terdiri
atas dua komponen penyusunnya, yaitu
zat pelarut dan zat terlarut.
:zat yang tidak dapat menghantarkan
listrik, yaitu senyawa kovalen polar yang
tidak terhidrolisis dalam air. Larutannya
disebut larutan non elektrolit.
Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit 30
Referensi
Devi, Poppy., Kalsum,Siti., Masmiani, Liliasari. 2009. Kimia 1: Kelas X SMA
dan MA. Jakarta: Pusat Perbukuan.
Permana, Irvan. 2009. Memahami Kimia 1: SMA/MA Untuk Kelas X
semester 1 dan 2. Jakarta: Pusat Perbukuan.
Utami, Budi., Saputro, Lina Mahardiani, Siti Yamtinah, Bakti Mulyani. 2009.
Kimia 1: Untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta:Pusat Perbukuan.
Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit 31
Profil Penulis
Fifi Amalia Luthfiana lahir di
Mulyosari, 26 Juli 2000. Pendidikan formal
yang pernah ditempuh yaitu MI Miftahul
Ulum Mulyosari (lulus 2011), MTs Al
Furqon Rejomulyo (Lulus 2014), dan MAN
1 Lampung Timur (Lulus 2017). Saat ini
masih aktif berkuliah di Uniersitas Negeri
Semarang dengan program studi
Pendidikan Kimia. Modul yang dibuat ini
diharapkan dapat digunakan siswa sebagai
referensi dalambelajar dan juga dapat
digunakan oleh pendidik dalam proses
belajar mengajar.
“Semuanya akan menjadi hal yang buruk jika kamu berpikir negatif.
Maka berpikir positiflah, itu akan menjadikan dirimu lebih baik”
Jurusan Kimia 32
Universitas Negeri Semarang
2020
Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit