The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Vitri Widiantari, 2020-12-25 08:27:45

SIFAT-SIFAT KOLOID fixx

SIFAT-SIFAT KOLOID fixx

Oleh:
Ni Wayan Yuda Krisna Dewi

NIM. 1913031004

I. Apa itu sistem koloid?

Susu merupakan campuran antara

lemak berbentuk granula yang terdispersi
secara merata dalam air. Berdasarkan
sifatnya, lemak dan air tidak dapat
bercampur dan terpisah menjadi menjadi
dua lapisan. Di dalam susu, lemak dan air
dapat membentuk campuran berupa
koloid. Koloid merupakan salah satu jenis
sistem dispersi yang terlihat homogen,
Gambar 1. Susu tetapi sebenarnya bersifat heterogen dan
stabil.
Sistem dispersi adalah campuran antara fase terdispersi
dengan medium pendispersi yang bercampur secara merata.
Sistem dispersi dibedakan menjadi tiga, yaitu dispersi kasar
(suspensi), dispersi halus (larutan), dan dispersi koloid.

II. Apa saja sifat-sifat yang dimiliki oleh koloid?
Dispersi koloid memiliki beberapa sifat yang dapat
membedakannya dengan larutan dan suspensi.
1. Efek Tyndall
Ketika cahaya matahari melewati rimbunan pepohonan
seringkali tampak berkas-berkas sinar di sela-sela
pepohonan. Berkas-berkas sinar cahaya tersebut
membentuk garis lurus hingga ke tanah. Hal ini dikarenakan

adanya partikel-partikel debu

di udara yang menghamburkan

cahaya. Peristiwa tersebut

menunjukkan salah satu sifat

koloid yaitu efek Tyndall. Efek

Tyndal adalah peristiwa

penghamburan cahaya oleh

partikel koloid.

Efek Tyndall terjadi karena

partikel koloid yang berupa ion

Gambar 2. Cahaya yang atau molekul dengan ukuran
masuk melalui sela
pepohonan cukup besar mampu

menghamburkan cahaya yang

diterimanya ke segala arah, meskipun partikel koloidnya

tidak tampak. Namun, efek Tyndall tidak terjadi pada larutan

sejati. Hal ini dikarenakan ukuran partikel zat terlarutnya

terlalu kecil sehingga tidak dapat menghamburkan cahaya.

Dalam kehidupan sehari-hari, efek Tyndall dapat diamati

dalam peristiwa-peristiwa berikut.

a. Terjadinya warna merah dan jingga di langit pada pagi

atau sore hari dan terjadinya warna biru di langit pada

siang hari.

b. Sorot lampu mobil atau sepeda motor di saat udara

berkabut tampak lebih jelas.

c. Sorot lampu proyektor di gedung bioskop akan tampak

jelas saat ada asap rokok. Hal ini mengakibatkan gambar

film di layar menjadi kabur.

2. Gerak Brown

Apabila suatu mikroskop optik difokuskan pada suatu

dispersi koloid dengan arah tegak lurus pada berkas cahaya

serta dengan latar belakang gelap, akan tampak partikel-

partikel koloid tanpa batas yang jelas. Partikel koloid akan

tampak sebagai titik-titik yang berkilauan karena

menghamburkan cahaya. Jika bintik-bintik tersebut terus

diamati, akan terlihat bahwa partikel koloid yang terdispersi

tersebut bergerak terus-menerus secara acak menurut jalan

yang berliku-liku. Gerakan ini dinamakan gerak Brown.

Gerak Brown

merupakan gerak

acak partikel

koloid dalam

medium

pendispersinya.

Gerak acak ini

Gambar 3. Pergerakan disebabkan oleh
tidak
partikel koloid secara acak tumbukan

seimbang antara partikel-partikel koloid yang terdispersi

dengan molekul-molekul medium pendispersinya. Gerak

Brown pada sistem koloid menyebabkan partikel-partikel

koloid tersebar merata dalam medium pendispersinya.

Peristiwa inilah yang menyebabkan koloid menjadi stabil dan

tidak mengendap meskipun didiamkan dalma waktu lama.

3. Elekroforesis

Elektroforesis adalah

peristiwa pergerakan

partikel koloid karena

pengaruh medan listrik.

Partikel koloid

merupakan partikel yang

mempunyai muatan.

Adanya medan listrik

mengakibatkan partikel-

partikel koloid bergerak

ke elektrode yang

Gambar 4. Sel elektroforesis mempunyai muatan
berlawanan dengan

muatan listrik partikel koloid. Pergerakan partikel koloid

dapat diamati menggunakan alat sel elektroforesis. Dengan

sel elektroforesis, jenis muatan listrik suatu koloid dapat

diketahui. Peristiwa elektroforesis sering dimanfaatkan pihak

kepolisian dalam identifikasi jenazah korban pembunuhan

atau jenazah yang tidak dikenal melalui tes DNA.

4. Adsorpsi

Adsorpsi adalah proses penyerapan suatu partikel zat, baik

Gambar 5. Proses adsorpsi berupa ion, atom, maupun
molekul pada permukaan zat

tersebut sehingga koloid akan
memiliki muatan listrik. Adsorpsi
terjadi karena adanya gaya tarik
yang tidak seimbang pada
partikel zat yang berada pada
permukaan adsorben.
Dalam sistem koloid, partikel-
partikel fase terdispersi tersebar
merata dalam medium pendispersi sebagai olekul-molekul
yang sangat halus. Setiap partikel koloid mempunyai
permukaan yang berbatasan dengan mediumnya.
Permukaan partikel koloid ini mempunyai kemampuan
adsorpsi yang sangat besar. Adsorpsi mengakibatkan
partikel koloid menjadi bermuatan sejenis. Oleh karena itu,
partikel-partikel koloid saling berjauhan sehingga tidak terjadi
penggumpalan. Hal inilah yang membuat koloid menjadi
stabil.
Sifat adsorpsi koloid dimanfaatkan untuk proses-proses
berikut.
a. Proses pemisahan mineral logam dari bijihnya pada
industri logam.
b. Penjernihan air tebu pada proses pembuatan gula pasir
menggunakan tanah diatome dan arang tulang.
c. Proses penyembuhan sakit perut karena bakteri patogen
menggunakan norit atau serbuk karbon.
d. Penjernihan air dengan tawas pada proses pengolahan
air minum.

e. Adsorpsi racun-racun berwujud gas dengan arang halus
pada penggunaan masker gas.

5. Koagulasi

Karet diperoleh dari pohon karet dengan cara

penyadapan kulit batangnya. Kulit batang karet tersebut

disadap menggunakan pisau sadap sehingga keluar getah

karet (lateks). Karet

dapat diperoleh

dengan cara

mencampurkan

asam asetat ke

dalam lateks

sehingga lateks

akan terkoagulasi. Gambar 6. Penyadapan getah karet
Koagulasi

adalah peristiwa pengendapan partikel-partikel koloid

sehingga fase terdispersi terpisah dari medium

pendispersinya. Koagulasi disebut juga penggumpalan.

Koagulasi terjadi karena dispersi koloid kehilangan

kestabilan dalam mempertahankan partikel-partikelnya untuk

tetap tersebar di dalam mediumnya. Hal ini terjadi karena

keduanya mempunyai muatan yang berlawanan sehingga

saling menetralkan. Keadaan ini mengakibatkan

penggabngan partikel-partikel koloid sehingga ukuran

partikelnya menjadi lebih besar (hingga berukuran suspensi).

Koagulasi koloid dapat terjadi melalui peristiwa pelucutan

muatan koloid sehingga mengakibatkan berkurangnya
kestabilan koloid dan peristiwa penambahan elektrolit pada
dispersi koloid.

Beberapa proses berikut memanfaatkan sifat koagulasi
koloid dalam kehidupan sehari-hari.
a. Penggumpalan lumpur atau tanah liat pada proses

penjernihan air menggunakan tawas.
b. Pembentukan delta di daerah muara, koagulannya

berupa air laut yang merupakan elektrolit.
c. Penetralan albuminoid dalam darah sehingga

mengakibatkan penggumpalan yang dapat menutup
luka.

6. Dialisis
Dialisis merupakan cara
mengurangi ion-ion
pengganggu yang
terdapat dalam sistem

Gambar 7. Dialisis koloid

koloid menggunakan selaput

semipermeabel. Kestabilan koloid dapat dipertahankan

dengan penambahan sedikit elektrolit dengan konsentrasi

tepat. Apabila konsentrasi elektrolit tidak tepat terbentuklah

ion-ion yang mengganggu kestabilan koloid. Adanya ion-ion

pengganggu ini dapat dicegah atau dihilangkan dengan

cara dialisis. Alat yang digunakan disebut dialisator. Proses

dialisis dilakukan dengan cara memasukkan dispersi koloid

ke dalam kantong semipermeabel dan mencelupkannya ke
dalam air mengalir. Prinsip dialisis diterapkan dalam proses
cuci darah bagi penderita gagal ginjal. Proses ini dikenal
dengan nama hemodialisis.

7. Koloid Pelindung

Koloid pelindung adalah koloid yang dapat melindungi koloid

lain agar tidak terjadi koagulasi. Koloid pelindung bekerja

dengan cara membentuk lapisan di sekeliling partikel koloid

lain. Lapisan ini berfungsi sebagai pelindung muatan koloid

tersebut sehingga partikel koloid tidak menggumpal atau

terpisah dari mediumnya.

Beberapa contoh penggunaan koloid pelindung dalam dunia

industri sebagai berikut.

a. Lesitin,

merupakan

koloid

pelindung

yang

menstabilkan

butiran-

Gambar 8. Margarin butiran halus
air di dalam margarin.

b. Gelatin, merupakan koloid pelindung untuk mencegah

terbentuknya kristal es dalam es krim.

c. Minyak silikon, digunakan untuk melindungi campuran

zat warna dan oksida logam dalam cat.

d. Kasein dalam susu mampu melindungi lemak atau
minyak dalam medium cair. Koloid pelindung dalam
emulsi disebut emulgator.

PENGAYAAN

Hemodialisis

merupakan proses

pemisahan atau

filtasi zat-zat tertentu

dari darah melalui

membran

semipermeabel.

Prinsip pada

hemodialisis adalah

mesin memompa

darah dari tubuh

pasien ke dalam

dializer dan dari sisi

lain cairan dialisat

dialirkan ke dalam

Gambar 9. Proses Hemodialisis dengan dializer dializer. Di dalam

dialiser inilah terjadi

proses dialisis. Darah yang sudah didialisis atau sudah

dibersihkan, dipompa kembali ke dalam tubuh. Untuk kelancaran

dan keberhasilan proses hemodialisis dengan mesin hemodialisis

diperlukan suatu prosedur tentang tindakan hemodialisis. Tujuan

hemodialisis adalah untuk mengeluarkan zat-zat nitrogen yang

toksik dari dalam darah dan mengeluarkan air yang berlebihan.

Program dialisa dikatakan berhasil jika penderita kembali

menjalani hidup dengan normal, penderita kembali menjalani diet

yang normal, tekanan darah normal, dan tidak terdapat kerusakan

saraf yang progresif.

Jauh lebih mudah mengubah
dan merekayasa atom-atom
plutonium daripada mengubah
sifat jahat dan malas yang
berdiam di dalam diri manusia.


Click to View FlipBook Version